KORBAN KEBAKARAN WARGA DESA SINDANGJAYA TERIMA BANTUAN DARI BAZNA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangandaran, hari ini (16/7)menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 2,5 juta kepada keluarga korban kebakaran di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, yang diserahkan langsung Ketua Baznas, Hendrik.

Keluarga korban yang rumah beserta isinya habis terbakar beberapa waktu lalu diduga akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik,

Kepada Pnews, Hendrik yang didampingi salah seorang anggota DPRD Pangandaran, Darsum Darmawanto, mengatakan, bantuan ini bersumber dari dana zakat yang terkumpul para muzaki yang ada di wilayah kabupaten pangandaran, dan salah satu peruntukan zakat itu memang untuk membantu warga yang menjadi korban bencana alam, termasuk korban kebakaran.

“Kami berharap mudah-mudahan beranfaat dan dapat sedikit meringankan beban keluarga  korban, “ungkapnya. (Tn)

WARGA KELUHKAN KONDISI SPORT CENTER KOMPLEKS DADAHA KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Warga Kota Tasik mengeluhkan kondisi kompleks olahraga Dadaha yang semakin hari semakin kumuh seperti tidak ada perawatan serta penanganan yang baik dari pemkot. Malah akhir-akhir ini warga juga mengeluh karena seperti ada alih fungsi komplek Dadaha yang selama ini sudah menjadi kebangaan warga Tasik.

Menurut salah seorang warga yang enggan ditulis identitasnya, bukan saja kusam tapi di kawasan sport center  juga kini sering jadikann tempat minum minuman keras (miras) sejumlah remaja, baik sing atau un malam hari.

“Sejumlah fasilitas mulai tampak rusak dan kusam ditambah di area yang sering digunakan olahraga dan jogging, kini tumbuh rumput liar hampir setinggi lutut orang dewasa, “ungkapnya. (12/7)

Apalagi jika malam hari, hampir seluruh kawasan suasananya pun gelap, sehingga, masih kata warga, jarang warga yang berani lewat kesana. Dan tentu suasana ini pun sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang akan memanfaatkan fasilitas sarana olahraga yang telah disediakan pemkot.

Menurutnya, pemkot harus segera menata ulang komplek dadaha ini agar fungsi dan manfaat keberadaan kawasan yang sudah menjadi ikon Kota Tasik ini bisa kembali seperti semula.

Dengan kondisi seperti ini banyak warga setiap minggu pagi datang berkunjung kesini, apalagi jika kawasan dadaha ini ditata dan dirawat, pasti akan lebih banyak warga yang bisa menikmati keberadaan dadaha ini, “pungkasnya.(ANWARWALUYO-JAJANG)

BUPATI TASIKMALAYA BUKA RAKOR SATPOL PP SE-WILAYAH IV PROVINSI JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Virus corona merupakan jenis virus baru dan sangat berbahaya pasalnya tingkat penyebaran dari virus ini sangat mudah terjadi dari orang ke orang lain dan dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga dapat berpotensi menjadi sangat cepat. Dengan kondisi seperti itu pemerintah telah berupaya serius dalam penanggulangannya baik dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa sampai tingkat RT, hal ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini.

Demikian sambutan Bupati Tasikmalaya, h. Ade Sugianto, yang dibacakan Sekretaris Daerah DR. Muhammad Zen dalam acara rapat kordinasi (Rakor) Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Se-wilayah IV Provinsi Jawa Barat yang diikuti Satuan Pol. PP Kabupaten Garut, Tasikmalaya Kota, Ciamis, Banjar, Kuningan, Pangandaran, Sumedang dan Majalengka serta dari linma, Damkar dan Dinas Perhubungan, bertempat di aula pertemuan pendopo baru Bojongkoneng Singaparna.(14/7)

Atas nama pemerintah daerah, bupati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi yang mana seluruh jajaran dari Satpol PP Provinsi Jawa Barat yang telah mempelopori penyelenggaraan kegiatan dalam rangka meningkatkan sinergitas peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam penanganan COVID-19 di-Jawa Barat.

“Kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kabupaten Tasikmalaya yang ditunjuk sebagai panitia penyelenggara sekaligus fasilitator teknis,”ucapnya.

Sebagaimana diketahui, masih kata bupati, beberapa bulan kebelakang sampai dengan saat ini, pemerintah masih dihadapkan kepada situasi sulit dalam menghadapi wabah pandemi Corona Virus Disease-2019 atau yang dikenal dengan covid-19.

Salah satu unsur pemerintah kabupaten-kota yang selalu aktif dalam penanganan wabah ini, peran Satpol PP dalam membantu gugus tugas percepatan penanganannya dibidang pengamanan dan penegakan hukum yang bersinergi dengan unsur lainnya seperti unsur TNI/POLRI serta unsur lainnya. Karena dengan adanya peran Satpol PPinitingkat penyebaran covid-19, khususnya di wilayah IV Jawa Barat dapat diminimalisir kasus terkonfirmasi positifnya.

Peran Satpol PP, menurut bupati, merupakan implementasi dari struktur gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di kabupaten dan kota, berdasar surat dari Kementerian Dalam Negeri Nomor 360/ 1621/BAK tanggal 15 April 2020, tentang Pelibatan Aparatur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat serta masyarakat lainnya, sehingga harus menyusun strategi dalam teknis pelaksanaan operasi penanganan. Sehingga dalam setiap melaksanakan tugasnya Satpol PP dituntut tegas, humanis serta melakukan komunikasi yang baik, dalam memberikan himbauan dan teguran serta tidak mengedepankan emosi semata hingga berujung kepada tindakan keras, tidak mencerminkan seorang anggota Pol PP.

“Saya mengucapkan, selamat melaksanakan kegiatan rakor Satuan Polisi Pamong Praja Se-wilayah IV Provinsi Jawa barat, dalam rangka meningkatkan sinergitas peran Satpol PP dalam penanganan COVID-19, mudah-mudahan Tuhan memberi kelancaran, "ucapnya bupati lagi.

Sementara dalam sambutannya, Kasat Pol PP Provinsi Jawa Barat, Drs. M.A. Afriandi MT, memberikan arahan kepada para peserta rakor, terkait peran pol pp dalam penanganan pencegahan penyebaran covid-19, mampu melaksanakan tugas dengan baik dan terukur.

Kegiatan rakor ini juga turut dihadiri Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol (INF), Iman Witjaksana dan Kapolres AKBP Hendria Lesmana SIK.MSI diwakili Kasat Sabhara AKP Temda.(ANWARWALUYO-ENDAH)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 13 JULI 2020



PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 19 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.


KASUS Terkonfirmasi  COVID-19

Total            :  20 org
Sembuh :  17 org
Pulang :   3 org (Isolasi Mandiri)
Masih Perawatan :   0 org
WNI              :  20 org
Laki2            :  18 org
Perem :   2 org
Usia

20 - 29         :   6 org
30 - 39         :   5 org
40 - 49         :   5 org
50 - 59         :   2 org
60 - 69         :   2 org


DALAM  PENGAWASAN:

1. Total         :  17 org
2. Selesai :   8 org
  - meninggal :   7 org
Ket :
a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke
f. Diagnosa  : Radang Selaput Otak
g. Diagnosa : TB

3. Msh pengawasan :   2 org
4  Laki-Laki :  10 org
5. Perempuan :   7 org
6. WNI :  17 org
7. WNA :   0 org
8. Usia :
< 5 th :
6-19    :   1 org
20-29 :   2 org
30-39 :
40-49 :   1 org
50-59 :   3 org
60-69 :   5 org
70-79                    :   5 org
>80    :


DALAM PEMANTAUAN

1. Total         : 556 org
2. Selesai : 556 org
3. Msh pemantauan :   0 org
4. Laki-Laki : 343 org
5. Perempuan : 213 org
6. WNI : 551 org
7. WNA :   5 org
8. Usia :
< 5 th :  11 org
6-19    :  73 org
20-29 : 228 org
30-39 :  80 org
40-49 :  72 org
50-59 :  50 org
60-69 :  31 org
70-79 :   9 org
>80                 :   2 org

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL : 521 org
SELESAI : 504 org

MASIH PEMANTAUAN :  17 org

Hasil Lab. Swab

Positif           :    20 org
Negatif         :2430 org
Menunggu hasil        :1190 org
Jumlah         :3640 org


HASIL RAPID TEST

Positif          :  14    org
Invalid                : 39     org
Negatif       : 5534 org
Total            : 5548 org


Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 13 JULI 2020 :















NIKMATI PANORAMA SENJA DI GUNUNG TALAGA LEUWIBUDAH, BAK NEGERI DI ATAS AWAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Obyek wisata yang tersebar di berbagai daerah pastinya menyuguhkan cerita berbeda, seperti panorama alam Pujiningrum di desa Janggala kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Di wisata alam ini menyuguhkan cerita wisata berbeda dari yang lain, seperti memiliki keunikan dan viral dengan sebutan negri di atas awan.

Berbicara keindahan panorama alam ini ternyata bukan hanya satu-satunya suguhan alam yang dimiliki wisata alam Pujiningrum saja, karena disini juga ada Bukit (Gunung) Talaga yang berada di Desa Leuwibudah, gunung Talaga ini merupakan salah satu bukit tertinggi yang berada di kecamatan Sukaraja, sehingga selain menawarkan keindahan saat suasana malam dan pagi hari, juga sangat cocok untuk dijadikan tempat camping.

Wisata alam Gunung Talaga ini terlihat mempesona apalagi saat menjelang malam dan pagi hari, khususnya bagi para penghobi fotografi dan penyuka selfi tentunya akan memiliki kepuasan tersendiri. Karena padaa moment tersebut, alam mampu menghadirkan gambar yang memanjakan mata bak mengajak pengunjung seperti berada di atas awan.

Destinasi wisata Gunung Talaga saat ini masih belum dikenal wisatawan,pasalnya kawasan wisata ini  masih alami dan belum ada pembenahan dalam berbagai fasilitas pendukungnya.

Seperti dikatakan Sekdes Leuwi budah, Mupi Hidayat, untuk menuju lokasi Gunung Talaga bisa masuk dari  tiga arah, diantaranya dari kampung Legok Cimanggu, Cikajang dan kampung desa.
Seputar lokasi Gunung Talaga sendiri, kata Mupi, masih sangat alami, termasuk sarana akses jalan menuju bukit Talaga sendiri perlu pembenahan,  belum optimal untuk dibuka dipublik.

"Sekarang kami sedang fokus pada perbaikan  akses jalan menuju ke lokasi," ujar Mupi. (12/7)

Dan untuk rencana ke depan, masih kata Mupi, di lahan seluas 25 hektar ini  akan ditanami pertanian holtikultura yang nantinya diberdayakan warga sekitar.
Dulu di Gunung Talaga, terang Mupi,  konon di puncak bukit di dalamnya terdapat genangan air ( kubangan ) yang cukup lebar (orang disin menyebut dengan sebutan Pabeasan).
“Bukan hanya itu saja, menurut cerita orang tua dulu, dilokasi ini merupakan tempat disembunyikannya harta karun ketika zaman Belanda, di atas gundukan tanah yang mirip sarang elang, diatasnya ditandai dengan prasasti, “terang Mupi.

Sementara menurut salah seorang warga, Idrus ( 60), ia menceritakan kejadian yang dialaminya sewaktu berumur 8 tahun, saat iajak kakeknya, Aki Hatori. Idrus mengaku bertemu dengan seorang kakek berbaju putih dan bersorban yang mengajaknya untuk mengikutinya, namun saat itu Idrus  keburu sadar saat kakek memanggilnya.

“Banyak juga cerita lainnya, seperti ada penamakan seorang wanita berbaju zaman dulu yang memakai selendang merah,"ujar Idrus.  ( RUSDIANTO)

DANDIM 0612/TASIKMALAYA BUKA KEGIATAN KREATIF PENTAS SENI BELA DIRI PENCAK SILAT

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana membuka kegiatan Kreatif Pentas seni bela diri pencak silat sekaligus menjadi ajang sosial perguruan silat yang ada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Gedung Juang 45 Jalan TMP Kusuma Bangsa No 1 Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya .(11/7)

Di depan para jawara,Imam, menuturkan tentang kecintaannya pada seni bela diri Pencak Silat yang kini menjadi seni dan budaya asli bangsa Indonesia.

“Saya pernah belajar di beberapa perguruan silat karena saya sangat suka Pencak Silat, karena pencak silat merupakan seni budaya asli Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai kekayaan budaya yang dimiliki negara kita."ungkapnya.

Menurut Imam, Seni Pencak silat jangan dilihat dari sisi Ilmu bela dirinya saja namun harus dilihat juga unsur kejiwaan melekat, seperti sikap Kesatria, tidak sombong tidak ingin menang sendiri dan gemar membantu orang, Oleh karena itu sipat-sipat tersebut mutlak harus dimilki oleh para jawara silat.

"Saya berharap dari Tasikmalaya bisa melahirkan atlit-atlit Pencak Silat yang hebat dan membawa harum nama bangsa di pentas dunia", harapnya. “ucapnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

IMAM WICAKSANA PIMPIN UPACARA PENUTUPAN PERKEMAHAN PRAMUKA SAKA WIRA KARTIKA SEMESTER I TAHUN 2020 KODIM 0612/TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana, berkenan mnutup kegiatan Perkemahan Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika Semester I TA.2020 Kodim 0612/Tasikmalaya yang dilaksanakan di Lapangan Ciherang Desa Sukamukti Kecamatan Cisayong.

Dalam amanatnya, Imam Wicaksana, berharap kegiatan pramuka ini dapat mendorong perkembangan kemandirian gerakan kepramukaan untuk mempercepat keberhasilan dalam upaya membentuk karakter kaum muda yang baik serta sebagai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa yang akan datang.

Imam mengatakan, di dalam undang-undang gerakan Pramuka pasal 11 menyebutkan, pendidikan kepramukaan termasuk dalam jalur pendidikan non formal sebagai salah satu pilar dalam sistem pendidikan nasional yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup untuk itu pentingnya pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka bagi segenap anggota Pramuka.

“Dan melalui pembinaan kepramukaan Saka Wira Kartika ini TNI angkatan darat siap untuk membina dan membentuk generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan serta berjiwa ksatria guna menumbuhkan rasa cinta tanah air demi menjaga keutuhan NKRI, “tegas Imam.(12/7)

Imam menambahkan, dengan tema "Membentuk Generasi Muda Bangsa Yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan",  ini diikuti 300 orang Pramuka Saka Wira Kartika, di bawah bimbingan langsung Pasi Ter Dim 0612/Tasikmalaya Kapten Inf. Ajat Sudrajat

“Saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih, tenaga, pikiran,pengabdian, kerjasama para pembina dan pelatih dalam menyelenggarakan kegiatan Persami Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0612/Tasikmalaya sehingga dapat terselenggara dengan baik, aman dan lancar, “pungkas Imam. (ANWARWALUYO)

PEMDA DAN DPRD TERUS SOSIALISASIKAN PROTOKOL KESEHATAN DI OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM –Sejak dibuka sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran pada bulan juni lalu di masa pandemi covid-19, ada beberapa ketentuan, seperti pembatasan hunian hotel, pakai masker, cuci tangan dan lainnya yang harus dilakukan baik para wisatawa atau pun pelaku usaha wisata, diharapkan ini menjadi proteksi untuk menularan covid di obyek wisata.

Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pariwisata bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD pun terus memantau di lapangan, salah satunya dengan membagikan ratusan masker kepada para pelaku wisata dan wisatawan

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M, yang ditemui ketika sedang membagikan masker kepada sejumlah pengemudi perahu pesiar, sewa kuda pantai hingga pedagang asongan yang kedapatan tidak memakai masker di kawasan wisata Pantai Pangandaran, mengatakan, pihaknya terus memberikan sosialisasi agar di kawasan wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatn covid-19, minimal agar memakai masker saat beraktivitas.

“Sosialisasi juga kamilakukan pada sejumlah wisatawan agar selalu menggunakan masker saat berwisata ke Pangandaran, “ujarnya.(12/7)

Gerakan membagi masker ini, menurut Asep, dalam rangka pencegahan serta memutus mata rantai penyebaran covid-19, hususnya di obyek wisata Pangandaran.

Pasalnya, imbuh Asep, Pangandaran yang sebelumnnya berada di zona biru kini berada di zona kuning akibat bertambahnya warga yang positif corona, dan ini salah satunya disebabkan tingkat kewaspadaan masyarakat sudah mulai memudar, padahal pandemi covid-19 ini belum berakhir

Asep berharap, para pelaku usaha wisata tetap mematuhi kesepakatan bersama yang dibuat saat dikeluarkan kebijakan masuk wisata Pangandaran tanpa harus melakukan rapud tes, beberapa waktu lalu.

Dan kebijakan ini dikeluarkan, menurut Asep, dengan dibukanya kawasan wisata diharapakan perkonomian masyarakat Pangandaran akan kembali pulih

“Saya berharap, jangan sampai wisata ini ditutup kembali haya karena tidak disiplinya para pelaku wisata, salah satunya dengan tetap mengunakan masker, “tegasnya. (Pnews)

JEJE WIRADINATA : “ISU WISATA PANGANDARAN AKAN DITUTUP LAGI, ITU BERITA BOHONG !”

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM –Entah dari mana asal sumbernya, kini beredar berita di masyarakat yang mengatakan obyek wisata Pangandaran akan ditutup kembali tanggal 15 juli 2020 mendatang, tentu berita ini membuat para pelaku usaha di bidang sektor pariwisata menjadi bertanya-tanya dan resah.

Tak hanya di Pangandaran, berita ini juga beredar di obyek wista Citumang Desa Bojong kecamatan Parigi. Salah seorang pemandu, Tata (37), membenarkan, ia pun mendengar berita itu diantara sesama pemandu.

Kalau memang benar berita tersebut, ujarnya, sungguh sangat disayangkan karena sekarang wisata pangandaran sudah mulai dibanjiri pengunjung sejak diberlakukannya masuk wisata Pangandaran tanpa harus rapid tes bulan juni lalu

“Mudah-mudahan berita ini tidak benar, “ujarnya, kepada Pnews di lokasi parkir I wisata Citumang(12/7)

Saat berita ini dikonfirmasi, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, menegaskan, kabar tersebut tidak benar, karena pihaknya tidak mengeluarkan kebijakan terkait penutupan obyek wisata dan berita akan diberlakukan lagi rapid tes untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Pangandaran

“Itu berita bohong karena Pemkab Pangandaran tidak mengeluarkan kebijakan tersebut, “tegasnya (13/7)

Menurut Jeje, karena penanganan pemda dan kesadaran masyarakat yang sangat baik, penyebaran covid-19 di Pangandaran menunjukan penurunan drastis. Dari 20 pasien terkonfirmasi positif, 17 orang sudah sembuh dan sekarang tinggal 3 pasien yang saat ini dalam pengawasan dan menjalani isolasi mandiri walau pun hasil tes swabnya negatif

Namun walau demikian, tegas Jeje, semua jangan pernah lengah dan menganggap enteng terkit penyebaran covid, khususnya para pelaku usaha wisata harus tetap bisa meningkatkan kewaspadaan agar tidak terpapar, karena hingga saat ini pandemi covid belum berakhir.

“Apalagi jumlah pengunjung kini semakin banyak, untuk itu kita tetap harus bisa melindungi dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19,"tegas Jeje.

Jeje juga mengatakan, sebenarnya dari awal Pemkab Pangandaran sudah melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (germas), untuk selalu menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Dan sekarang di masa pandemi covid ini cuci tangan, pakai masker, menjaga dan membersihkan tubuh menjadi kebiasaan baru saat ini


Sebetulnya kata Dia, sosialisadi terkait germas terus dilakukan. "Sekarang sudah menjadi suatu keharusan bagi kita semua menjaga kesehatan, cuci tangan, pake masker, menjaga dan membersihkan tubuh harus menjadi budaya sehingga dan menjadi kebiasaan baru saat ini," pungkasnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, kata Jeje, memang sejak dibuka kembali wisata Pangandaran pada tanggal 1 Juli 2020 yang lalu, jumlah pengunjung ke Pangandaran mengalami kenaikan signifikan.
“Tentunya ini menjadi harapan baru kita di masa normal baru (new normal-red), “ungkapnya (Pnews)

SEORANG PRIA DITEMUKAN MENINGGAL TENGGELAM DI KOLAM MILIK WARGA DI DESA BOJONG

PANGANDARANNEWS.COM-Seorang pria diperkirakan berusia sekitar 30 tahun ditemukan warga meninggal tenggelam di sebuah kolam di jalan simpang tiga pintu masuk 1 arah ke obyek wisata Citumang Desa Bojong.

Korban yang belakang diketahui warga Dusun Karang petir desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini, menurut beberapa warga pertama kali ditemukan pemilik kolam, Yaya, sekitar pukul 6.00 pagi (11/7) saat ia akan memberi pakan ikan.

Melhat ada jasad d kolamnya, Yaya pun lantas memangggil warga sekitar untuk segera mengevakuasi mengangkat korban dari dalam kolam.

Masih menurut keterangan warga, kata orangtua korban, tadi malam korban berangkat dari rumah berboncengan mengendarai sepeda motor dengan temannya, sehingga hingga sampai berita ini ditulis warga pun masih mencari keberadaan teman korban, sementara motornya sudah ditemukan ikut tenggelam di dalam kolam.

Diduga korban mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya dan jatuh ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 40-50 centi meter.

“Sekarang jasad korban sudah dibawa ke Puskesmas Selasari dan polisi pun sudah datang di lokasi kejadian, “terang salah seorang warga. (Pnews)


MERASA KHAWATIR WABAH CHIKUNGUNYA SEJUMLAH WARGA PARUNGSARI KOTA BANJAR DATANGI DOKTER

PANGANDARANNEWS.COM/ BANJARNEWS-Bukan saja virus corona yang menyerang kota Banjar tapi dugaan penyakit chikungunya pun kembali menggehgerkan warga di lingkungan Parungsari Kelurahan Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Jawa Barat.

Untuk antisipasi tidak berkembang lebih jauh Pemkot Banjar pun melalui Dinas Kesehatan langsung melakukan fogging di wilayah tersebut.

Ketua RW 03 Karangpanimbal, Yoyo Waluyo, saat di hubungi PNews mengatakan, gejala chikunguya ini terjadi dalam sepekan terakhir, sejumlah warga pun merasaa hawatir sehingga secara mandiri memeriksakan ke dokter untuk memastikan benar atau tidak bahwa ini penyakit chikungunya.

“Fogging juga dilakukan di lima RW yang meliputi 11 RT, yang rata-rata per RT  ada sekitar 30 Kepala Keluarga, ”terang Yoyo.

Diminta tanggapannya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Kota Banjar, dr Agus Budiana, mengatakan, penyakit  infeksi virus ini ditularkan nyamuk aedes albopictus.

Menurut Agus, chikungunya ini  satu gen  dengan penyebab penyakit demam berdarah (DBD) dan memiliki gejala yang mirip, namun Chikunguya hanya berdampak pegal-pegal pada badan.

Orang dengan gejala Chikungu, imbuhnya, akan merasakan sakit pada persendian tangan dan kaki, bahkan sampai bengkak dan akan terasa sangat sakit pada pagi hari.

“Sedangkan pada DBD, pasien akan merakan nyeri pada persendian lutut, lengan serta kaki,”jelasnya.

Agus juga mengatakan, sementara hingga saat ini belum bisa memastikan yang dialami warga di Karangpanimbal apakah benar akibat chikungunya, karena hingga sekarang Dinkes Kota Banjar  masih intensip melakukan memeriksaan. (TITO)


DI DESA CIKUPA ADA KEGIATAN UNTUK PENANGANAN KESEHATAN KHSUS UNTUK PARA LANSIA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Kepedulian sosial pada lansia ditunjukkan oleh salah satu Kepala Desa Cikupa, di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadi, dengan prgram desa yang dibuatnya khusus kader Posyand untuk mengurus keperluan kelompok para lansia.

“Seacara rutin saya melakukan terapi dan senam untuk membantu kesehatan khusus para lansia ini, “terang Yudah.(6/7)

Fase lanjut usia, atau kerap disebut dengan lansia, kata Yudha,  merupakan fase dimana kondisi tubuh mengalami penurunan fungsi, baik fungsi fisik maupun kognitif. Ementara jumlah lansia yang ada di Desa Cikupa cukup banyak, dan tentunya lansia ini harus ada  yang menngani khusus yang harus diberikan oleh pemdes.

Untuk keperluan lansia ini, Yudha pun menginisiasikan beberapa kegiatan baru untuk lansia pada desanya, salah satunya kegiatan perawatan, terapi dan kerohanian lansia secara berkala.

“Sementara untuk kegiatan rutin setiap bulannya dilaksanakan oleh Yayasan LKS LU Dharma Bhakti Datarkadaka, “jelasnya.

Yudha berharap denga kegiatan inidapat memicu semangat baru dan bisa tetap menjaga kesehatan para usia tua.

“Pemerintah  desa harus selalu sigap untuk bisa utamakan  kesehatan masyarakat khusus kaum lansia, tegas Yudha. (UDI RUSTENDI)

DD TAHAP I TAHUN 2020 DESA PARAKANHONJE FOKUS BANGUN JALAN LINGKUNGAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dengan memanfaatkan anggaran Dana Desa tahun 2020 tahap pertama, Pemdes Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, dialokasikan untuk perbaikan jalan lingkungan di Rt 04 Rw 02 Dusun Cihandiwung.

Menurut Sekretaris Desa Parakanhonje, Sensen Rustendi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 671,5 juta jalan berukuran 2,5x12meter dan 2x15 meter dibangun dengan TPT plat beton. 

“Ini sesuai aspirasi warga pada saat musrenbangdes, “ungkap Sensen.(6/7)

Sementara saat dihubungi lewat telepon, Kepala Desa Parakanhonje, Abduloh, mengatakan, pihaknya terus fokus terkait kebutuhan dasar masyarakat yang menginginkan jalan di lingkungan warga terus ditingkatkan.

"Alhamdulillah saat ini pengerjaan jalan di lingkungan dusun Cihandiwung sudah bisa dinikmati warga, “ujarnya.

Abduloh menambahkan, proses pembangunan jalan ini berjalan lancar, pemdes mendapat dukugan penuh dari BPD, lPM dan seluruh warga.

“Mudah-mudahan sinergitas initerus terbangun dan harmonis, “imbuh Abduloh. (ANWARWALUYO)

SETELAH JALANI ISOLASI DAN TES SWAB, ENAM PENGURUS MUI DI KABUPATEN PANGANDARAN DINYATAKAN NEGATIF

Ustadz Jalaludin
PANGANDARANNEWS.C0M-Enam orang pengurus MUI Kabupaten Pangandaan yang beberapa hari lalu dinatakan positif reaktif covid-19, kini dinyatakan negatif setelah dilakukan tes Swab serentak oleh Labkesda pada tanggal 18 Juni 2020 yang lalu di Islamic Centre Pangandaran.

Enam orang tersebut, diantaranya, Ketua MUI desa Cilele, Cimerak, Kodin,  ketua MUI Desa Cibanten Kecamatan  Cijulang, Abdul Hopid, ketua MUI kecamatan Cigugur,  Masud , Sekum MUI kabupten Pangandaran, Hilman Saefulah, ketua MUI desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, Otong Hanipudin dan ketua MUI Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang, Ade Kusmana.

Selain keenam orang pengurus MUI tersebut, juga ada  91 orang pengurus MUI lainnya, para tokoh ormas dan tokoh masyarakat, juga sudah dilakukan tes Swab.

Sekretaris MUI kabupaten Pangandaran, Ustadz Jalaludin, membenarkan keenam orang tersebut  adalah para pengurus MUI, baik di tingkat kabupaten mau pun di desa.

"Mereka juga sudah melakukan isolasi di RSUD Pandega, dan kini mereka dinyatakan negatif," kata Jalal.(6/7)

Jalal menegaskan, pihaknya akan segera menginformasikan kepada masyarakat bahwa mereka sekarang dinyatakan negaif dan sehat.

“Sebelumnya keluarga mereka mengaku kaget, tapi kini mereka sudah lega setelah mendapat  hasil tes Swab yang menyatakan keluarganya kini negatif. “jelas Jalal. (HARIS F)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN