UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 26 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 26 april 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dalam Pengawasan:
1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :

Dalam Pemantauan:
1. Total :  503org
2. Selesai : 479org
3. Msh dlm pemantauan: 24org
4. Laki-Laki :   316org
5. Perempuan :  187org
6. WNI : 498org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   10 (7L  3P) or
6-19 :    72(38L, 34P)
20-29 : 210(147L ,63P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 64(38L 26P)
50-59 :  42 (22L 20P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

Positif 

Total 1 orang
Selesai 0 orang
Masih Pemantauan 1 orang

OTG

Total 11 orang
SelesaI 10 orang
Masih Pemantauan 1 orang

*Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 26 April 2020 :



















HASIL SWAB TES RSUD BANJAR, HARI INI SATU PDP ASAL KAB PANGANDARAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM – Setelah sekian lama bertahan dalam status zona biru, kini seorang warga Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, berstatus Pasien Dalam Pngawasan (PDP) dan dari hasil swab test di Rumah SakitUmum Daerah (RSUD) Banjar, PDPtersebut dinyatakan positif covid-19.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke rumah anaknya di Kecamatan Padaherang.

Menurut bupati, sebelumnya PDP berjenis perempuan dan berusia 50 tahun ini mengalami lumpuh serta penurunan kesadaran.

“Lalu pasien pun dirujuk ke RSUD Banjar dan di Swab dengan hasil positif, dan hingga sekarang masih dirawat di RSUD Banjar,”kata bupati. (26/4)

Bupati menambahkan, hingga saat ini semuanya ada tiga orang berstatus PDP sedang dalam perawatan di RSUD Pandega Pangandaran, tapi dari hasil Rapid Test dua PDP dinyatakan negatif sedangkan satu PDP lainnya, menurut dokter yang merawatnya, perlu dilakukan Swab Covid-19 karena memiliki riwayat perjalanan dan kontak dengan menantunya yang berada di zona merah.

Dikatakan bupati, di setiap kesempatan dan setiap tempat tak bosannya ia mewanti-wanti dan menghimbau masyarakat agar lebih waspada dengan melakukan DJCM (Dirumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai abun, Pakai Masker), terutama bagi para pemudik untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Dan untuk langkah antisipasi, kata bupati, ia juga menghimbau kepada pemerintah desa untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta terus meakukan pemantauan warganya yang mudik untuk menjalankan isolasi mandiri, dan jika ada warga pemudik yang bandel, bisa dilakukan  karantina ditempat khusus demi kepentingan masyarakat banyak.

“Dengan adanya warga Pangandaranyang posiitif covid-19 ini, saya berharap masyarakat tidak panik dan tetap jalankan DJCM sebagai langkah antisipasi kita,”tegasnya.

Sementara saat disoal hasil swab tes Almarhumah Saodah, warga Dusun Karanganyar RT 1 RW 3 Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran yang beberapa waktu lalu meninggal dunia di RSUD Banjar pekan lalu, dinyatakan negatif covid-19, dan hasil swab tes ini pun sudah disampaikan kepada keluarga almarhumah serta memberikan bantuan yang diterima langsung suami almarhumah, Marsono.

“Dalam kesempatan ini juga saya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tradisi ngabuburit dengan kerumunan massa sebelum pandemi virus corona Covid-19 berakhir, “pungkasnya. (PNews)

DI TENGAH PANDEMI COVID-19, WARGA TASIK MASIH LAKUKAN TRADISI NGABUBURIT DI DADAHA

TASIKNEWS-Kendati dalam kondisi physical distancing karena pandemi virus corona, ternyata tidak menyurutkan masyarkat Tasikmalaya untuk tetap ngabuburit di hari pertama puasa ramadhan tahun ini. (24/4)

Di jalan lingkar komplek olahraga Dadaha Kota Tasik, tetap jadi lokasi pavorit warga untuk menunggu adzan maghrib sambil bercengkrama dengan kawan-kawan hingga terkadang situasi di jalan pun macet dengan sejumlah kendaraan yang memadati jalur jalan yang ada di pusat olahraga ini.

Tentu keadaan ini pun menjadi berkah tersendiri bagi beberapa pedagang yang biasa menjajakan makanan di sekitar area komplek Dadaha ini.

Menurut salah seorang remaja, Risma, hampir setiap tahun jika bulan ramadhan tiba dipastikan komplek Dadaha merupakan salah satu tempat pavorit dan menjadi buruan warga untuk tempat acara ngabuburit.

Kata Risma, ia bukan tidak tahu kondisi saat ini dalam pandemi virus corona dengan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah serta melakukan physical distancing, tapi mungkin karena kebiasaan ngabuburit di Dadaha ini sudah berjalan sejak beberapa tahun, sehingga walau sedikit ada rasa cemas, tetap ia lakukan.

“Memang sih ada rasa khawatir, tapi karena ngabuburit di Dadaha sudah menjadi kebiasaan tiap tahun, sehingga seolah lupa pada kondisi sekarang ini, “ungkapnya.(ANWARWALUYO)

LUPUT DARI PERHATIAN, JESKI ANAK 9 TAHUN DI KOTA BANJAR HARUS MERAWAT AYAHNYA YANG SAKIT

BANJARNEWS – Bocah laki-laki usia 9 tahun warga Rt 13 Rw 03 Dusun Rancakole Desa Mulyasari Keamatan Pataruman Kota Banjar, Jeski, tidak seperti layaknya anak  seusianya yang semestinya menikmati belajar dan bermain, karena ia malah harus merawat ayah kandungnya, Herman, yang  sakit.

Dengan menempati rumah sederhana setiap hari Jeski merawat ayahnya seorang diri, karena sudah lama ibunya sudah lama tidak tinggal bersama lagi.

“Sebisa-bisa saya merawat bapa, dan kalau bau ingin makan paling saya hanya bisa memasak mie rebus saja, “terang Jeski, saat PNews menjambanginya. (24/4)

Sudah beberapa waktu ini, kata Jeski, ayahnya tidak bisa kemana-mana hanya terbaring lemas tak berdaya, walau sudah diperiksa dokter.

“Mudah-mudahan bapa bisa segera sembuh agar dapat berjualan lagi seperti sebelum sakit, “ungkapnya pada PNews.

Sementara menurut salah seorang tetangganya, Entin, Herman sehari-harinya biasanya berprofesi sebagai pedagang daging keliling, tapi sekarang sudah lama tidak jualan karena penyakitnya ia hanya bisa terbaring diatas alas seadanya.

Kata Etin, ia merasa prihatin jika melihat keadaan mereka harus hidup berdua antara ayah dan anaknya yang masih kecil, sehingga Entin pun berharap ada tangan-tangan dermawan atau bantuan  pemerintah bisa membantu keluarga Herman.

Di tengah gencarnya upaya untuk memutusa mata rantai pandemi Virus Corona, salah satunya  dengan pendataan warga yang pemudik dan pendataan bantuan sosial pada masyarakat akibat wabah covid-19 ini, Herman terbaring sakit tak berdaya tidur di alas tipis ditemani anaknya yang masih kecil, luput dari perhatian pemerintah. (TITO)

KOLABORASI MILENIAL NU PANGANDARAN GELAR AKSI LAWAN CORONA

PANGANDARANNEWS.COM-Berbagai upaya untuk menebar upaya kebaikan bisa dilakukan siapa saja dengan caranya sendiri, seperti yang dilakukan PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pangandaran, PK PMII dan Korp PMII Putri (KOPRI PMII) STITNU Al Farabi Pangandaran, melalui aksi kerjasama dalam penggalangan masker dengan slogan “satu kader satu masker”.

Dibawah komado Ketua PC IPNU Pangandaran, Maftuh Abdurrohman, ia mengkoordinir sejumlah kader IPNU untuk aksi gerakan Satu Kader Satu Masker itu dengan konsep menggalang urunan dari semua kader untuk menyumbangkan masker yang selanjutkan dibagikan kepada masyarakat.

“Ada empat titik yang menjadi lokasi pembagian. diantaranya di Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Cimerak dan Langkaplancar, “terang Maftuh, usai pelaksanaan pembagian masker di beberapa kecamatan. (21/04)

Menurut Maftuh, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tentunya masyarakat harus berhati-hati dalam menjaga pola hidup sehat, baik dengan rutin berolahraga, cuci tangan pakai sabun dan tentunya perlindungan kesehatan, dan hal inilah yang menjadi salah satu alasan terselenggaranya kegiatan ini.

Upaya dalam mengatasi pencegahan pandemi covid-19 ini, kata Maftuh, merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat untuk saling menjaga, menolong dan mengantisipasi agar tidak terjadinya penularan, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Sementara Ketua IPPNU Pangandaran, Ai Mudrikah, menuturkan, ini merupakan sebagian upaya dari kalangan millenial Pangadaran dalam pencegahan dan memutus mata rantai wabah virus Covid-19, sehingga diharpakan dengan kegiatan ini masyarakat sadar betul terhadap anjuran pemerintah untuk bekerja sama dalam mentaati peraturan yang sudah diberlakukan.

“Salahsatunya dengan memakai masker saat masyarakat berada di luar rumah, “ujarnya.

Hal senada dkatakan Ketua Komisariat PMII STITNU Al Farabi, Miftah Farid Ages, menurutnya langkah yang dilakukan pihak STITNU Al Farabi ini menjadi upaya terhadap pencegahan penyebaran covid 19 sejak adanya Intruksi Presiden (inpres) nomer 4 Tahun 2020, yang secara substansi mengahruskan adanya langkah - langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi.

Menyikapi inpres tersebut, imbuh Miftah, STITNU Al Farabi  pun langsung mengambil langkah dengan memulangkan anggota dan kader - kader ke daerahnya masing - masing yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

“Dengan dibekali pemahaman agar kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sekelilingnya untuk senantiasa waspada dan menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk ikhtiar mencegah penyebaran wabah covid-19, “ pungkasnya.(NANA HOERUMAN)

GRAFIK DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 23 APRIL 2020

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date data terakit perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 19 April 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dalam Pengawasan:

1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :

Dalam Pemantauan:

1. Total :  497org
2. Selesai : 470org
3. Msh dlm pemantauan: 27org
4. Laki-Laki :   314org
5. Perempuan :  183org
6. WNI : 492org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   10 (7L  3P) or
6-19 :    69(37L, 32P)
20-29 : 209(147L ,62P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 63(37L 26P)
50-59 :  41 (22L 19P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

Orang Tanpa Gejala (OTG)
Total 11 orang
Selesai 10 orang
Masih Pemantauan 1 orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 23 April 2020 jam 16.00 WIB :



















BUPATI PANGANDARAN: “SAYA BERI HADIAH RP 5 JUTA APABILA ADA KORUPSI DALAM PENYALURAN BANTUAN COVID-19”

PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradiata didampingi beberapa pejabat di lingkup pemkab dan anggota DPRD, kembali melihat langsung penyaluran Jaring Pengaman Sosial pandemi covid-19, hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah bantuan benar-benar sudah sampai dan bisa dirasakan langsung masyarakat.(23/4)

Seperti pantauan hai ini di Desa Kecamatan Legokjawa Cimerak, di hadapan masyarakat, warung yang ditunjuk menjadi penyalur bantuan dan kordinator PKH Kecamatan Cimerak, bupati, mengatakan, pihaknya akan memeberikan hadiah sebesar Rp 5 juta kepada pelapor apabila benar-benar ditemukan ada tindakan korupsi  dalam penyaluran bantuan ini.

“Patokan harga yang diterapkan dalam bantuan ini tergantung standar harga di warung dimana bantuan ini disalurkan, “terangnya.

Bupati juga denga tegas mengatakan, ada lima katagori yang tidak berhak menerima bantun JPS covid-19 ini, diantaranya penerma PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (Panganaran BPNT) dan bantuan yang diterima dari Pemprov Jabar, ASN,TNI,Polri dan masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi.

Menurut bupati, saat ini pihaknya pun terus melakukan pendataan ulang karena di beberapa tempat memang ada warga yang belum terdata, validasi data ini, menurutnya, akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi warga yang berhak menerima bantuan ini tidak masuk dalam data penerima.

Bupati juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah berpatisipasi untuk ikut mengawasi proses penyaluran bantuan covid-19 ini.

“Dan saya akan beri hadiah Rp 5 juta apabila ditemukan ada tindakan korupsi dalam penyaluran bantuan ini, “tegas bupati.

Disoal ramainya komentar di media sosial (medsos) terkait bantuan ini, menurut bupati, medsos adalah sebuah media yang setiap orang bisa menggunakannya. Keberagaman tanggapan tentang kebijakan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan ini, tentunya ini menjadi sebuah dinamika yang ada di masyarakat bagaimana dengan bijak bermedia sosial, jadi tidak ada yang salah. Dan tentunya tanggapan masyarakat di media sosial ini pun ada benarnya, walau pun ada juga yang salah.

“Saya kira masyarakat yang berkomentar salah, tentunya ia kurang paham atau karena ketidaktahuannya, “ujar bupati.

Apa pun komentarnya, kata bupati, yang pasti masyarakat merasa senang menerima bantuan
di tengah lesunya perekonomian saat ini.

Seperti yang diungkapkan seorang ibu dan anaknya yang sama-sama sudah menukarkan voucher bantuan ke warung penyalur. Menurutnya, ia merasa senang dan sangat terbantu dengan batuan yang sudah disalurkan oleh Pemkab Pangandaran.

“Saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang sudah diberika pada kami, “ucapnya. (PNews)

SINERGITAS KNPI, POLRI, TNI DAN UNSUR LAINNYA DI PANCATENGAH, BERSATU LAWAN CORONA

TASIKNEWS-Kini di tengah pandemi covid-19, seluruh elemen bahu membahu untuk bersinergis melakukan usaha pencegahan mewabahnya virus corona, hampr di seluruh tanah air, tak terkecuali d Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti yang dilakukan di Kecamatan Pancatengah, sejumlah instansi baik pemerintah mau pun non pemerintah, antara lain, KNPI, TNI, Polri, UPK, PDAM dan Puskesmas, terus menggalang kebersamaan untuk bersatu melawan corona, dengan mebagikan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) kepada para tenaga medis di puskesmas, pembagian masker gratis kepada masyarakat dan para pengendaran kendaraan yang melintas serta bakti sosial lainnya.

Menurut Ketua KNPI Pancatengah, Suryaman.S.I.P, gerakan kepedulian ini selain memberikan edukasi kepada masyarakat juga untuk membantu meringankan beban warga dengan membagikan beberapa paket sembako.

“Kami menyarakan kepada warga agar tetap di rumah saja, dan apabila terpaksa harus keluar rumah jangan lupa untu menggunakan masker,”ungkap Suryaman.(22/4)

Suryaman dalam kegiatannya dibantu Kapolsek Pancatengah, Iptu  Roni Hartono, SH. MH,  Danramil 1218 Cikatomas Lettu Arm, Ahmidinsyah, Kanit binmas Polsek Pancatengah, Aiptu Ahid Hidayat dan anggota Koramil Serda Asep dan dibantu relawan lainnya , membagikan sekitar 300 buah masker yang disebar ke sejumlah masyarakat dan warga yang kebetulan melintas.

“Kami juga menyerahkan 5 APD ke puskesmas Pancatengah yang diterima langsung Kepala Puskesmas, Ibu Hj. Ema Maemunah , MA.Keb.SE, “terang Suryaman.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Oancatengah, Ema Mmemunah, MA.Keb.SE, menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh elemen yang sudah menyumbangkan APD untuk digunakan dalam penanganan pasien covid-19.

“Saya berharap masyarakat selalu melakukan pola hidup sehat, cuci tangan menggunakan sabun dan tetap melaksanakan ibadah serta berdoa’ mudah-mudahan pandemi covid-19 ini segera selesai, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

SAATNYA MEMBANGUN OPTIMISME RAMADHAN

*oleh: HARIS FIRDAUS

Jika saja seorang petani merasa sangat senang dan bahagia ketika melihat tanamannya subur dan menguning. Ia yakin masa panen akan segera tiba. Segala kepayahan dan rasa cape nyaris sirna saat itu juga. Sekedar melihat pun ia merasa amat senang. Padahal ia belum memetiknya.

Seorang pedagang sungguh amat senang dan bahagia jika musim ramai tiba. Ia senang dan bahagia karena di musim ramai terutama hari libur panjang, ia dapat mengeruk keuntungan yang tidak biasa dari dagangannya. Padahal baru menjelang musim rame. Sekali pun begita suasana hati sudah merasakan kesenangan dan kebahgaiaan.

Saat ujian akhir telah selesai, bagi pelajar dan mahasiswa adalah kesenangan dan kebahagaiaan tersendiri. Karena sekian lama waktu dihabiskan untuk belajar dan mengahapal. Saatnya untuk menanti berita kelulusan.

Pancaran kesenangan dan kebahgaiaan itu semua muncul karena bertumpu pada harapan dan impian yang baik, menjanjikan dan semangat yang tidak biasa. Petani, pedagang, pelajar atau siapapun akan merasakan pantasi berasa dan berpikir yang hampir sama, menanti sebuah harapan yang positif.

Demikian, selayaknya seorang muslim berasa dan berpikiran senang dan bahagia karena akan kedatangan suatu bulan yang hari-harinya penuh dengan lipatan pahala. Lipatan pahala ini jauh menjangkau rasa dan pikir atau nalar manusia. Bagaimana tidak, hanya dengan dua rakaat qabla Shubuh saja sudah jauh lebih baik nilainya dan pahalanya dibanding dunia dan seisinya. Bagaimana dengan pahala yang sunat dan wajib di bulan berkah ini?  Tentu jauh menjakau sekedar pikiran kita.

Maka tidak ada alasan untuk tidak senang dan bahagia menyambut kedatang syahru Ramadlon syahrun mubarokun ini.

Kendati di tengah-tangah ujian yang cukup berat hari ini maraknya teror virus covid 19 corona, sama sekali tidak mengurangi optimisme kita menyambut dan mengisi syahru Ramadhan. Sekalipun aktivitas sangat dibatasi yang tidak biasa kita alami, Insyaallah keikhlasan dan tawakkal kita akan menambah kualitas ibadah kita lebih merasa, terasa dan khusyu'. Dan pada waktu yang sama Insyaallah akan mempercepat menjauhnya wabah penuh teror ini.

Lipatan pahala ini tergambar dari sabda Nabi Saw, bahwa pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Artinya, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang membuka selebar-lebarnya pintu kebaikan, yang tentu semakin kita banyak berbuat kebaikan semakin besar lipatan pahala yang diraih.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka". (HR. Al-Bukhari no 1765).

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Anas, maulanya at-Taymiyyiin bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari no. 1766).  (Penulis adalah wartawan PNews)

CEGAH COVID-19, DESA CIPAINGEUN KEMBALI LAKUKAN EDUKASI DAN BAGIKAN RATUSAN MASKER

TASIKNEWS-Sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak masyarakat agar terus menerus melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Karena, jika tidak ada kesadaran dari warga dikhawatirkan covid-19 ini bisa dengan mudah terpapar.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cipaingeun, Jeni Jaelani, di sela-sela kesibukannya membagikan masker grtais kepada warganya di setiap dusun.

Tak hanya membagikan ratusan masker, kata Jeni, ia yang dibantu BPD, LPM, tokoh masyrakat serta relawan peduli covid-19, tak henti-hentinya memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat paham serta mau mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah.

“Saya selalu menghimbau agar masyarakat melakukan pola hidup sehat, saling menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun, “kata Jeni.(20/4)

Motivasi serta memberikan edukasi pada masyarakat ini, menurut Jeni, sangat penting utnuk terus meneru membangkitkan kesadarann akan bahayanya covid-19ini, karena virus corona ini sangat mudah menular jika masyarakat tidk paham cara pencegahannya.

“Inilah pentingnya kenapa saya harus turun langsung ke lapangan, karena pemahaman tentang pencegahan menularan virus corona ini harus benar-benar dipahami warga, “jelasnya.

Jeni menambahkan, selain sosialisasi dan membagikan masker, pihaknya pun tetap melakukan penyemprotan disinpektan di sejumlah lokasi yang dianggap menjadi tempat kerumunan massa, seperti tempat ibadah atau tempat-tempat lainnya.

“Kami juga meminta agar masyarakat tetap bisa khusu dalam melakukan ibadah dan terus berdoa’ agar bencanan non alam ini segera berakhir, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)



SECARA SIMBOLIK HARI INI PEMKAB PANGANDARAN MULAI SALURKAN BANSOS PENANGGULANGAN COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM –Hari ini Pemerintah Kabupaten  Pangandaran mulai menyalurkan bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) penanggulangan dampak covid-18, di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(20/4)

 Bantuan untuk 101 ribu Kepala Keluarga (KK) yang dikonvensikan melalui voucher senilai Rp. 150 ribu ini rencananya efektif akan dibagolan serentak di seluruh desa, hari rabu tanggal 22 april 2020.

“Hari secara simbolis kami menyerahkan voucher ini untuk 30 KK di Desa Wonoharjo untuk ditukarkan dengan sembako di 3 warung yang sudah ditentukan PKH, “kata Bupati Pangandaran, usai menyerahkan langsung voucher ke sejumlah masyarakat.

Bupati mengatakan, bantuan voucher ini diperuntukan bagi masyarakat yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (Panganaran BPNT) dan bantuan yang diterima dari Pemprov Jabar.

Bupati juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Pangandaran, karena penyaluran bantuan dari pemda baru bisa dilaksanakan sekarang.

“Karena pemkab harus melakukan sinkronisasi data, menyiapkan warung mana saja yang ditunjuk penukaran voucher dan sebagainya, “ungkap bupati.

Jika masih ada masyarakat yang tidak tercatat dan memang berhak menerima bantuan ini, kata bupati, ia meminta agar desa segera mendata ulang sehingga tidak ada masyarakat yang tidak menerima bantuan.

Sementara untuk bantuan dari pemprov jabar, menurut bupati, pihaknya sudah mengirimkan data penerima bantuan, namun hingga saat ini belum juga turun.

“Kita harus maklum juga, yang diurus pemprov kan ada 27 kabupaten-kota, “jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Kordinator penyaluran sembako, Ajat Sudrajat, mengatakan, Pemkab Pangandaran telah menunjuk kordinator PKH untuk menjadi penyalur atau pendistribusian voucher JPS penanggulangan covid-19 ini.

“Nantinya kordintaor PKH yang akan membagikan voucher ini di 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, “kata Ajat, yang juga Ketua Kordinator PKH Pangandaran.

Ajat juga mengatakan, penyaluran yang dilaksanakan hari ini merupakan simbolis saja untuk 30 KK dan 3 warung yang sudah ditentukan PKH, karena efektifnya voucher bantuan akan dibagikan serentak d9 seluruh desa pada hari rabu tanggal 22 april 2020.

Sementara menurut salah seorang pemilik wang yang ditunjuk sebagai enyalur bantuan di Dusun Kedungrejo Desa Wonoharja, Siwanto, menjelaskan, masing-masing KK menerima 2 voucher dengan nilai, Rp 100 ribu untuk ditukarkan dengan beras dan Rp 50 ribu untuk sembakomlainnya, seperti telor, minyak goreng dan mie instan.

“Saya sebelumnya sudah mendapat arahan dari PKH, voucher yang saya terima dari masyarakat ini nanti bisa saya tukar dengan uang di desa, “terang Siswanto. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 19 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 19 april 2020 pukul 16.00 WIB, Pangandaran masih dalam status zona biru, artinya tidak ada terpapar virus corona, ada 2 orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di RSUD Banjar, dan sampai hari ini hasil tes swab dari RSUD Banjar belum diterima Pemkab Pangandaran.
Sementara untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat ada 486 kasus dan 458 orang diantaranya sudah selesai masa pemantauannya, dan tinggal 28 orang yang masih proses pemantauan.
Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.
DALAM PENGAWASAN:*
1. Total :    2 orang
  *Status: 2 org meninggal
2. Selesai :   org
3. Msh dlm pengawasan: org
4  Laki-Laki : 1   org
5. Perempuan : 1  org
6. WNI : 2 org
7. WNA :  org
8. Usia :
< 5 thn :
6-19 :
20-29 :
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 (L)
60-69 : 1 (P)
70-79 :
>80 :


DALAM PEMANTAUAN:*
1. Total :  489org
2. Selesai : 459org
3. Msh dlm pemantauan: 30org
4. Laki-Laki :   311org
5. Perempuan :  178org
6. WNI : 484org
7. WNA : 5 org
8. Usia :
< 5 thn :   8 (6L  2P) or
6-19 :    69(37L, 32P)
20-29 : 205(146L ,59P)
30-39 : 73 (47L 26P)
40-49 : 62 (37L 25P)
50-59 :  40 (21L 19P )
60-69 :24 (12L  12P)
70-79 : 6 (4L, 2P)
>80 : 2 (1 L . 1P)

OTG
TOTAL 10 ORG
SELESAI 10 ORG
MASIH PEMANTAUAN 0 ORG


Ini selenkapnya Update Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 19 April 2020



















 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN