KETUA DPRD BERHARAP BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN PERBUP TERKAIT PERGESERAN APBD

PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membuat langkah-langkah strategisterkait  penanggulangan dampak sosial Covid-19, terutama fokus-fokus yang tercantum di dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Reposising Kegiatan, Relokasi Anggaran Serta PBJ Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Asep, ada tiga fokus yang harus dilakukan pemda, diantaranya bidang kesehatan, Social safety net atau bagaiaman kebijakan pemerintah terhadap hibah, bansos dan intensif ekonomi bagi para pelaku UMKM yang tentunya harus tetap berproduksi.

Dan terkait dengan tiga fokus tersebut, imbuh Asep, tentunya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh  Pemkab Pangandaran, diantaranya, data calon penerima, data buruh harian, data petani, data nelayan, data UMKM, data kemiskinan.

“Selain itu juga Pemda Kabupaten Pangandaran pun harus sudah menghitung dan mengkalkulasikannya dengan akurat bahan pokok serta mampu mempertahankan daya beli masyarakat, “,” ungkapnya, disela-sela penyemprotan disinfektan di fasilitas umum di Desa wonoharjo. (26/3).

Asep mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang kepada pemerintah daerah agar merombak APBD, maka DPRD Kabupaten Pangandaran pun sangat memahmi dan mendukung apabila Pemkab Pangandaran melakukan pergeseran anggaran sebelum perubahan APBD secara normatif.

Asep juga  meyakini jika Pemda Pangandaran melakukan pergeseran anggaran, itu telah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan juga peraturan perundang-undangan, dan ia juga meyakini jika Pemda pun telah melaksanakan langkah-langkah luar biasa di bidang kesehatan.

“Tinggal social net safety dan intensif ekonomi untuk segera dikordinasikan,”imbuhnya.
Asep juga mengatakan, terkait dengan pergeseran APBD, DPRD juga menyarankan agar bupati membuat Peraturan Bupati (perbup) serta melakukan koordinasikan terlebih dahulu dengan KPK dan BPK.

“Agar langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada,”pungkasnya. (Rb/PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKSANAKAN SE BNPD PERPANJANG STATUS SIAGA VIRUS CORONA

PANGANDARAN NEWS-Berdasarkan Surat Edaran (SE) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tentang memperpanjang status siaga darurat non alam virus Corona (Covid-19) sampai 29 Mei 2020, maka Pemkab Pangandaran pun memberlakukan SE BNPB ini di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, H. Kusdiana, saat memimpin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 rapat koordinasi di aula setda.(26/3)

Kusdiana juga mengatakan, status ini juga berlaku pada dunia pendidikan, sehingga masa belajar siswa di rumah juga akan diperpanjang, dan ini dilakukan secara bertahap sama seperti Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Intinya, dalam stuasi dan kondisi saat ini kesadaran masyarakat terkait persoalan ini menjadi sangat penting, “ucapnya.

Kusdiana juga menilai, hingga saat ini masyarakat masih ada yang melalaikan imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

Sementara ditemui secara terpisah, Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media, menyampaikan, pemda terus melakukan langkah-langkah sistematis serta upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya, kata Jejee, dengan terus mengawasi orang-orang yang datang dari luar negeri atau dari wilayah yang telah terpapar Covid-19.

“Saya akan tegas untuk melarang mereka keluar rumah selama 14 hari sejak kedatangannya, dan ini akan terus diawasi oleh RT, kepala desa, Babinsa dan Babinkabtimas,”kata Jeje lagi.

Upaya lainnya, lanjut Jeje, akan dilakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran di masyarakat, dan Pemkab Pangandaran sudah menyiapkan 4000 liter disinfektan. Kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24  sterillization room (ruangan sterilisasi) yang akan ditempatkan di setiap instansi pelayanan masyarakat, seperti kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, disdukcpil, dinas perijinan dan lainnya.

Jeje juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk saat ini tidak melaksanakan yang sipatnya membuat kerumunan masa, seperti hajat, kegiatan agama dan lainnya.

“Untuk mencegah wabah virus corona ini harus didasari dengan kesadaran bersama, sehingga diharapkan ini dapat memutus mata rantai penyebaran, “ungkapnya. (PNews)

50 MESJID DI DUA KECAMATAN MENDAPAT PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DARI KORAMIL PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS- Dalam rangka antisipasi penyebaran virus corono, lebih dari 50 sarana ibadah khususnya mesjid di dua kecamatan, Sidamulih dan Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, mendapat bantuan penyemprotan disinpektan dari Koramil wilayah tersebut.

Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Infantri. Ikeu Masrika, membenarkan, penyemprotan ini untuk mencegah sedini mungkin dan sebisa mungkin penyebaran wabah virus covid 19 di wilayahnya.

"Ini dilakukan ini sebagai rasa tanggungjawab kami terhadap kesehatan masyarakat,"ujarnya.(26/3)

Ike berharap, setiap warga atau jama'ah yang akan melaksanakan ibadah bisa steril dari berbagai kuman dan virus, sehingga ibadah pun bisa nyaman dan aman.

Sementara menurut salah satu pengurus mesjid Al-Furqon di Desa Pananjung, H. Firdaus, enyemprotan disinpektan ini merupakan usaha ini sangat bagus, sehingga mesjid-mesjid pun lebih steril.

“Sehingga jamaah yang akan meaksanakan ibadah di masjid pun merasa aman apalagi dalam keadaan berwudhu, “ujarnya. (HARIS F)

SEJAK MEREBAKNYA COVID-19, PEDAGANG DI KOMPLEK DADAHA TASIK SEPI PEMBELI

TASIK NEWS-Sejak adanya Penyebaran virus Corona di berbagai daerah termasuk Kota Tasikmalaya, ini sangat berdampak bagi pedagang kecil.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang kaki lima yang biasa berjualan minuman ringan di komplek Dadaha, Yayat (37), sudah seminggu ini pelanggan yang sering minum kopi di warungnya sekarang tidak datang lagi, jelas dengan kondisi ini pendapatannya pun turun dratis sampai 50 persen dibandingkan sebelum adanya Virus Corona.

Bukan hanya Yayat, keluhanyang sama dilontarkan pedagang kecil lainnya, dampak wabah covid-19 ini sangat berpengaruh sekali pada usahanya, karena kini sudah tidak banyak lagi masyarakat yang keluar rumah.

Yayat mengatakan, apalagi sebentar lagi mau masuk bulan puasa, tentu ia pun tidak berjuaan di siang hari. Padahal sebelumnya, apalagi pada akhir pekan, komplek olahraga Dadaha selalu jadi tujuan masyarakat untuk melakukan kebugaran.

“Jika banyak pengunjung yang datang ke Dadaha, tentunya dagangan pun bisa laku banyak, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

WALAU ODP DAN PDP BERTAMBAH TAPI POSITIP COVID-19 DI KOTA BANJAR HINGGA SAAT INI NIHIL

BANJAR NEWS - Ramainya kasus virus Corona di Kota Banjar membuat panik sebagian masyarakat, pasalnya impormasi yang diterima masyarakat sangat simpang siur. Tapi setelah hal tersebut disosialisasikan Centre Corona crisis Covid-19 kota Banjar melalui juru bicaranya, H.Tomi Subagja,  dengan tulisannya lewat chatingan di Group Covid-19 Kota Banjar(24/3), diperolehan penjelasan, kasus Covid-19 di Banjar hingga pukul 14.00 Wib tanggal 24 maret 2020, terlaporkan 34 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 5 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP) sementara yang positif Covid masih O alias belum ada penderita Virus Corona yang positif di kota Banjar.

“Jadi hingga hari ini tanggal 25 maret, ODP ada 37 0rang, PDP 7 Orang sedangkan untuk positif terserang virus Covid-19, Alhamdulillah tidak ada, “ungkapnya.

Di sinyalir, kata Tomi,  selama dua hari ini kasus ODP dan PDP bertambah, sehingga pemkot pun selama ini terus melaksakan berbagai arahan sesuai dengan edaran wali Kota yang sudah disebar  baru-aru ini.

Diharapkan, imbuhnya, masyarakat Banjar tidak perlu panik tapi  tetap waspada, minimal mampu menangkal berkembangnya virus Corona dengan senantiasa berprilaku hidup sehat.

“Karena sehat merupakan bagian dari upaya pencegahan dini, “jelasnya. (TITO)

PEMKAB PANGANDARAN TERUS LAKUKAN LANGKAH PENCEGAHAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Berbagai upaya pencegahan virus corona (covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, mulai dari pemantaun pada warga yang baru datang, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis hingga persiapan penyemprotan disinpektan di beberapa titik yang menjadi pusat kerumunan masa.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Sekda, Kusdiana dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran di ediamannya di jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran (25/3).

Menurut bupati,  pemda akan mengawasi orang-orang yang datang dari luar Negeri atau pun yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

“Kita akan awasi dan menyuruh mereka untuk tetap diam di rumah  selama 14 hari sejak kedatangannya di Pangandara, “tegas bupati.

Warga yang baru datang tersebut, kata bupati, akan diawasi oleh Babinsa dan Babinkabtimas dengan melibatkan Kepala RT, RW dan pemerintahan desa dimana mereka tinggal, serta terus melaporkan perkembangannya ke pemda melalui puskesmas-puskesmas yang akan diteruskan ke Dinas Kesehatan. Jadi mekanismenya, apabila ada warga yang baru datang dari luar negeri atau dari wilayah yang terpapar covid-19, Ketua RT dibantu babinsa dan Babinkamtibmas akan mencatat dan melaporkan setiap hari perkembangannya ke desa atau langsung ke puskesmas. Dan jika jaraknya cukup jauh bisa dilaporkan melalui pesan whatsapp atau telepon langsung.

Begitu juga, lanjutnya, untuk Angkutan Umum Antar Kota Antar Provinsi saat datang ke Pangandaran, seluruh penumpang dan personilnya akan diperiksa dan kendaraannya akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Walau Alhamdulillah hingga saat ini di Pangandaran belum ada pasien positif corona, tapi kami tetap akan melakukan langkah-langkah sistematis untuk melakukan tindakan pencegahan covid-19 di Kabupaten Pangandaran, “kata bupati.

Selanjutnya, masih kata bupati, Pemkab Pangandarn pun akan melakukan penyemprotan disinfektan masal di masyarakat atau di daerah-daerah yang dianggap menjadi tempat kerumunan masa mulai kamis besok (26/3) dengan 3000 liter disinfektan yang sudah disediakan pemda.

Sementara untuk di kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24 unit ruangan sterilisasi, seperti di kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perijinan dan kantor pelayanan lain, sehingga warga yang datang ke tempat tersebut harus melalui bilik steteril dulu untuk dilakukan dicek suhu tubuh, hand sanitizer dan seterusnya.

“Kita juga sudah menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas 2 orang, untuk jaga-jaga apabila ada pasien positif corona sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan, “ungkapnya.

Dikatakan bupati, pemda juga saat ini sedang memesan 1200 alat pelindung diri (APD) untuk membantu tenaga medis yang di lapangan harus bersentuhan langsung dengan pasien.

Bupati juga meminta agar masyarakat Pangandaran untuk mendukung upaya social distancing,  pemerintah. dengan tidak melakukan kegiatan yang sipatnya membuat kerumunan masa. seperti hajatan atau lainnya.

Bupati  mohon pada masyarakat untuk saat ini bisa maklum, dan jika kadung sudah terlanjur akan melakukan pernikahan, bisa dilakukan akadnya saja sedang untuk resepsinya mohon ditunda dulu, begitu juga yang khitanan.

“Saya berharap masyarakat tidak panik dan senantiasa berperilaku hidup sehat, “imbuhnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Kesehatan yang merangkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Ahmad Marzuki, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Pangandaran.

Sampai pukul 13.00 WIB hari ini (25/3), kata Yani, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nihil, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 45 orang. Dan seseorang bisa dikategorikan ODP apabila 14 hari sebelum sakit dia memiliki riwayat perjalanan atau baik yang tinggal di area transmisi (penularan) di luar atau area transmisi lokal di dalam negeri, dan orang tersebut menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yakni demam dengan suhu badan mencapai 38º celcius, atau demam yang disertai salah satu gejala pernafasan, seperti batuk, sesak, sakit tengorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat.

Sedangkan status PDP, lanjutnya, apabila seseorang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan trasmisi lokal, atau memiliki riwayat perjalanan atau tinnggal di area transmisi lokal di Indonesia. kemudian mengalami demam dengan suhu badan 38º C atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk.

“Selebihnya, mari kita berdoa dan terus berikhtiar agar tidak ada masyarakat yang terjangkit, dengan salah satu upaya selalu berperilaku hidup bersih, dan sehat serta cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sesering mungkin,”jelasnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN BANTAH BANGUNAN EKS PUSKESMAS MANGUNJAYA AKAN DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI COVID-19

PANGANDARANNEWS-Terkait berita yang mengatakan eks bangunan Puskesmas diKecamatan Mangunjaya abupaten Pangandaran yan akan dijadikan tempat karantina untuk pencegahanmewabahnya virus corona (covid -19), rencana tersbut diurungkan Pemkab Pangandaran. Hal ini dilakukan pemda karena berbagai pertimbangan dan situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan.

Sementara  menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam komentarnya di media sosial Face Books, ia mengatakan, apakah ini karena kurangnya sosialisasi atau kurangnya pemahaman masyarat.

Karena, menurut bupati, bangunan bekas Puskesmas tersebut tidak akan dijadikan tempat karantina atau isolasi pasein corona, melainkan untuk observasi bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri, seperti TKI atau TKW.

“Sebelum berbaur dengan masyarakat para TKI itu kita tampung disana dulu agar mudah dipantau, “terang bupati. (24/3)

Jika para TKI yang baru datang dari luar negeri tersebut langsung berbaur dengan masyarakat, kata bupati, dikhawatirkan andai TKI tersebut positif covid-19, maka akan sangat rentan bisa menular pada keluarganya dan masyarakat lainnya, selain itu pemerintah pun akan susah untuk melakukan pemantauan.

“Saya berharap, tolong semua menyampaikan hal ini dengan benar agar masyarakat tidak dibuat bingung, “tegas bupati. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Juru bicara bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg Yani Achmad Marzuki, usai mengikuti acara video conference dengan Gubernur Jawa barat, di Command Center Kabupaten Pangandaran (23/3), beberapa langkah sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona covid 19.

Langkah tersebut, diantaranya, membuat Surat Edaran (SE) Bupati Pangandran Nomor : 060/991.Org/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease-19 (covid 19) di lingkungan Pemkab Pangandaran, membuat surat cesaran Kepala Dinas Kesehatan tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19, melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten, melakukan  koordinasi secara terus menerus dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat, mengaktifkan kegiatan surveilans puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.

Selain itu, Pemda Pangandaran juga melakukan pemantauan dan Indetifikasi terhadap kreteria orang dalam pemantauan (ODP), melakukan kerasama dengan lintas sektor seperti Bandara nusawiru dan melakuan pemantauan baik pada orang yang datang atau pun kembali dari luar negeri, melakukan Notifikasi 1X24 jam ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, kesiapan TGC dan PSC 119 serta hot line Kabupaten Pangandaran dengan nomer kontak 085320643695 dan  melakukan penyemprotan desinfektan dan pemberian handsanitaizer serta pengecekan suhu tubuh.

Dari pantauan di lapangan, kata Yani, berbagai aktifitas pencegahan dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi keliling (wawar) yang dilaksanakan instansi terkait.

“Himbauan secra terbuka ini dilaksanakan bekerjasama antara berbagai instasi, diantaranya dengan TNI, Polri, kecamatan serta puskesmas. “terangYani. (PNews)

ADE UU SUKAESIH LANTIK DAN AMBIL SUMPAH 300 ASN PADA 31 OPD LINGKUP PEMKOT BANJAR

BANJAR NEWS-Walau ada himbauan agar menghindari kerumunan masa banyak karena terkait gencarnya pencegahan mewabah covid-19, tidak menyurutkan Pemerintahan Kota Banjar Provinsi Jawa Barat, untuk melaksanakan prosesi pelantikan dan janji sumpah CPNS menjadi PNS.

Dalam pelaksanaannya, Wali Kota Banjar, DR,Hj Ade Uu Sukaesih.M.Si, secara simbolis melantik 5 orang ASN sekaligus melakukan mutasi/rotasi 294 ASN yang ada di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Banjar, bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Komonikasi dan Impormatika.(24/3)

Dalam sambutannya, wali kota, mengatakan, dalam pelaksanaan ini tidak mengurangi kekhidmatan  proses pelantikan, karena yang utama diharapkan setelah pelantikan ini kepada pejabat yang dilantik harus bersyukur atas keberhasil ini, karena diluar sana masih ada ribuan orang yang berharap jadi PNS.

“Saya juga berharap agar kualitas dan kinerja PNS Kota Banjar harus semakin meningkat dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, “tegas Ade.

Sebagai bentuk rasa syukur, menurut Ade, ada dua yang harus dilakukan, pertama taat pada aturan agama dan yang kedua taat pada peraturan dan perundañg undangan yang ada.

“Jika keduanya dipatuhi, Insya Alloh akan menjadi manusia dan PNS yang berkualitas. “Pungkasnya. (TITO)

WARGA MANGUNJAYA KEBERATAN WILAYAHNYA DIJADIKAN TEMPAT KARANTINA COVID-19


PANGANDARANNEWS-Sejumlah warga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, beramai-ramai mendatangi kantor kecamatan setelah ada pemasangan sepanduk di depan eks Puskesmas Mangunjaya yang manyatakan, masyarakat menolak  Puskesmas tersebut akan dijadikan i tempat karantina covid-19.

Hal ini mengundang reaksi masyarakat, karena menurut mereka, lingkungan di sekitar bekas puskesmas merupakan tempat pemukiman warga.

Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, membenarkan kedatangan warganya ke kantor kecamatan untuk melakukan audens yang turut dihadiri KapolsekPadaherang, Kepala Desa Mangunjaya dan salah seorang anggota DPRD Pangandaran, Ngisom.

“Kami sepenuhnya mendukung program pemerintah daerah untuk memutus penularan copid-19, dan saya juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan warga, dan saya berjanji akan menyampaian keberatan warga ini pada Pemkab Pangandaran, “ucap Oos.(24/3)

Sementara menurut tokoh masyaakat Mangunjaya, Ngisom, ia merasa heran kenapa tempat karantina covid-19 ini harus di Kecamatan Mangunjaya.

“Apa tidak ada tempat lagi selain di sini, ya paling tidak jauh dari pemukiman warga sehinggan tidak mengganggu psikologis masyarakat, “ katanya. (Tn)


DAPTARKAN DIRI MENJADI BALON WAKIL BUPATI, HARI INI IWAN SUTIAMAN DATANGI SEKBER PANGANDARAN BERSATU

PANGANDARANNEWS-Penyerahan berkas pendaftaran bakal calon (balon) wakil bupati yang akan maju mendampingi H. Adang Hadari, kini bertambah lagi. Kali salah seorang warga Kecamatan Langkaplancar, Iwan Sutiaman, hari ini resmi mendaptarkan diri ke sekretariat Bersama Tim Penjaringan Pangandaran bangkit bersatu.(24/3)

Salah seorang team penjaringan, H. Abdul Gofar, membenarkan, pihaknya sudah menerima berkas persaratan untuk menjadi balon wakil bupati yang akan mendampingi H. Adang Hadari pada pilkada Kabupaten Pangandra tahun 2020.

“Tapi kami masih hingga saat ini masih menunggu barangkali masih ada yang akan mendaptar, ungkapnya.

H. Opang, sapaan akrab Abdul Gopar, mengatakan, timnya masih tetap membuka pendaptaran balon wakil bupati yang akan maju melalui koalisi Pangandaran bangkit bersatu, dan hingga saat ini sudah ada dua orang yang mendaptar, diantaranya, Ahmad Irfan Alawi dan Iwan Sutiaman.

“Dan pendaptaran ini akan kami tutup tanggal 25 maret 2020 mendatang, “terangnya. (AGE)


PEMDES KARANGMEKAR DAN FORUM KECAMATAN KARANGNUNGGAL LAKUKAN SOSIALISASI DAN EDUKASI TERKAIT COVID-19

TASIKNEWS-Mewabahnya covid 19 atau lebih dikenal dengan virus Corona, membuat banyak masyarakat was-was. Menangapi hal itu, Pemerintah Desa Karangmekar  Kecamatan Karangnungal Kabupaten tasikmalaya,  menggelar sosialisasi tentang cara menanggulangi Virus Corona bagi masyarakat. (23/3)

Sosialisasi ini difokuskan pada seluruh masyarakat dengan melakukan edukasi tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga terjun langsung  berkeliling  ke seluruh wilayah Kecamatan Karanungal dengan memgunakan mobil maskara.

Kepala Desa Karangmekar, Asep Tita Bahtiar yang didampingi  Camat Karangnungal, polsek dan koramil, berharap, dengan sosialisasi ini masyarakat dapat mengenali gejala serta bisa mengantisipasi penyebaran virus, dengan menerapkan pola hidup sehat, ramah Lingkungan dan tinggal di dalam rumah.

“Kami berharap, hasil dari kegiatan ini masyarakat bisa mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah agar terhindar dari bahaya penyebaran covid-19, “ujar Asep.

Asep juga mengatakan, ia selaku kepala desa bersama seluruh jajaran Forum Kecamatan Karangnunggal, menyarankan agar masyarakat sementara ini tidak melakukan perjalanan jauh, menghindari kerumunan masa serta tetap menjaga pola hidup sehat, karena saat ini baik pemerintah pusat, proinsi dan kabupaten menghimbau asyarakat agar mewaspadai akan penyebaran Covid-19.

Sementara kata Kaur Keuangan Desa Karangmekar, windawati, sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 ini merupakan upaya antisipasi pemerintah Kecamatan Karangnunggal dan pihak Pemdes Karangmekar untuk melakukan edukasi pada masyarakat terkait penyebaran corona.

 “Kami berharap dengan sosialisasi ini masyarakat paham dan mengetahui akan bahaya Covid-19,  serta sarankan pada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal i rumah, sering cuci tanggandan apabila mau keluar rumah gunakan masker,dan bila ad gejala kurang sehat segera periksa ke puskesmas, “ucapnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

ANTISIPASI COVID-19, KPU PANGANDARAN TETAPKAN PENUNDAAN TAHAPAN PILKADA

PANGANDARANNEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menetapkan keputusan penundaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Tahun 2020 melalui Keputusan KPU Pangandaran No.23/PL.03-kpt/3218/kab/III/2020, Penetapan Penundaan Tahapan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pangandaran Tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepada wartawan, Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin,  mengatakan, penetapan penundaan tersebut berdasar pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020, tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 dan SE KPU RI No.8 Tahun 2020.

"Penundaan tahapan pilkada ini berlaku mulai tangga 22 maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan menunggu arahan KPU Provinsi dan KPU RI,"kata Muhtadin di Sekretariat KPU Pangandaran di Desa Cikembulan.(23/3)

Penetapan penundaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran ini, kata Muhtadin,  upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini meliputi tahapan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan masa kerja PPS, verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan, tahapan pembentukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pencocokan, penelitian data pemilih, dan Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Muhtadin menambahkan, KPU Pangandaran hari minggu kemarin (22/3-red) tetap melaksanakan pelantikan anggota terpilih PPS sesuai tahapan PKPU, setelah sebelumnya melakukan berkordinasi dengan pemerintah daerah, Bawaslu dan TNI POLRI, sesuai SE KPU RI No.8 Tahun 2020, bagi KPU kabupaten-kota yang telah siap melaksanakan pelantikan bisa dilanjutkan setelah berkordinasi dengan pihak berwenang.

Dan keputusan tersebut ditetapkan setelah KPU Pangandaran melakukan konsultasi dengan KPU Jawa Barat serta berkoordinasi dengan pemda, Desk Pilkada, Bawaslu dan TNI POLRI.

"PPS yang dilantik hari minggu kemarin tersebut berjumlah 279 orang, “terangnya. (PNews)

PENGAJIAN RUTIN BULANAN ERATKAN TALI SILATURAHMI WARGA DESA GIRIKENCAN

TASIKNEWS-Selin untuk meningkatkan keimanan dn ketakwaan pad Allo SWTm, pengajian merupakan salah satu aktifitas rutin umat muslim dalam mempererat serta menyambung tali silaturahmi antar sesama umat.

Seperti dalam kegiatan pengajian di Desa GirikencanaKecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, ini sudah menjadi agenda rutin di setiap kedusunan dengan jadwal yang sudah ditentukan di tiap-tiap dusunnya, seperti pengajian yang dilaksanakan kemarin (minggu, 22/3) pengajian dilaksanakan di Dusun Cipeteuy, yang dihadiri Kepala Desa Girikencana, Robai, MUI, tokoh masyarakat dan tokoh agama dengan mendengarkan khutbah dari Ajengan Jejen.

Dalam paparan agamanya, Ajengan Jejen, menyampaikan, tujuan dari pengajian itu sendiri diantaranya untuk mempererat tali silaturahmi antar umat muslim, dari warga dusun satu dengan dusun lainnya, memperluas ilmu keagamaan serta dapat memperkuat keimanan kepada Allah S.W.T.

Sementara, dalam sambutannya, Kepala Desa Girikencana,  Robai, mengatakan, kegaiatan pengajian rutin  ini harus  terus diaksanakan agar kegiatan keagamaan di Desa Girikencanabisa terus hidup dan berkembang sehingga bisa menambah ilmu, khususnya ilmu agama serta berharap berkah dari Yang Maha Kuasa.

Alhamdulillah hingga saat ini pengajian rutin ini bisa terus konsisten dilaksanakan, semoga kegiatan ini bisa memberi berkah untuk kita semua yang hadir, ”ucapnya.

Robai juga berharap, agar pelaksanaan pengajian rutin triwulan di Desa Girikencana dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, oleh arena itu pemerintah desa juga siap mendukung kegiatan serupa di tahun-tahun yang akan datang.

“Kita harus tetap menjaga ukhwah islamiyah agar silaturahmi dan  keberkahan ini senantiasa dekat dengan kita,”imbuh Robai.

Selain itu, ucap Robai, pemdes juga melakukan pembangunan di setiap sektor agar warga bisa lebih sejahtera, baik melalui bidang ekonomi, pertanian dan bidang-bidang lainnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN