PANPEL PENJARINGAN PERANGKAT DESA MANGUNJAYA LOLOSKAN 8 CALON PESERTA SELEKSI

PANGANDARAN NEWS-Pendaftaran seleksi calon Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran cukup mendapat respon dan antusiasme yang tinggi dari warga setempat.

Seperti diungkapkan Sekretaris Panitia Pelaksana (panpel) Penjaringan dan Penyaringan calon perangkat Desa Mangunjaya, Rohmat Nurhidayat S.Sy, ia mengatakan, pada tahap seleksi administrasi yang di buka dari tanggal 18 hingga 25 Januari 2020 kemarin, sudah ad 9 warga yang mendaftar.

Namun, kata Rohmat, berdasarkan hasil keputusan rapat pleno penpel Penjaringan dan Penyaringan Calon Perangkat desa Mangunjaya Nomor 02/PANPEL/DES/2020, dari jumlah tersebut hanya delapan orang yang lulus seleksi administrasi.


"Setelah kita seleksi dan kita putuskan dalam rapat pleno, tinggal delapan orang saja, “terang Rohmat (27/1)

Menurutnya, selama ini panpel sudah melakukan tahapan seleksi secara adil, terbuka dan profesional serta sebelumnya hal ini sudah jauh-jauh hari disosialisasikan pada masyarakat.

Sementara untuk delapan peserta yang lolos, lanjutnya, akan kembali mengikuti tahapan selanjutnya, diantaranya, tes tertulis yang akan di laksanakan pada tanggal 05 Februari 2020 di Aula Ndalem Jaya Mustofa Desa Mangunjaya.


Dalam keterangan tertulisnya, Rohmat berharap kepada peserta seleksi calon Kaur agar mempersiapkan diri sebaik - baiknya, bukan karena untuk mengikuti seleksi saja melainkan juga melainkan untuk bersama - sama mengabdi dan membangun desa tercinta, karena bentuk pengabdian terhadap kemajuan desa bisa itu diekspresikan melalui banyak hal dn tidak hanya menjadi perangkat desa.

“Saya berharap melalui seleksi ini nantinya bisa menghasilkan perangkat desa yang betul-betul memiliki profesionalitas, integritas serta mempunyai semangat pengabdian yang tinggi. “pungkasnya. (Tn)

PENGERJAAN PENATAAN WISATA KARAPYAK MANGKRAK, PELAKSANA TERANCAM FINALTY

PANGANDARAN NEWS- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Pangandaran memberikan perpanjangan waktu selama lima puluh hari hingga tanggal 16 Februari 2020 kepada penyedia jasa konstruksi (rekanan) pelaksana CV.  Milik, untuk belanja modal dan pengerjaan penataan kawasan wisata Pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, dengan perpanjangan waktu terhitung setelah masa kontrak kerja proyek senilai sekitar Rp1,38 miliar selesai, tanggal 29 Desember 2019 lalu.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Parbud Pangandaran, Dudung, perpanjangan waktu diberikan setelah ada surat perjanjian pihak kontraktor bersedia untuk menyelesaikannya.

Dudung mengatakan, pihaknya menjatuhkan sanksi berupa denda kepada pihak rekanan selama masa perpanjangan, dan apabila setelah perpanjangan waktu limapuluh hari proyek belum selesai maka Disparbud akan memutuskan hubungan kontrak kerja serta membayar sesuai progres pekerjaan yang sudah dilakukan bahkan bisa saja rekanan tersebut di blacklist.

"Dan mengenai besaran denda yang akan dijatuhkan apabila pekerjaan tidak selesai nanti itu akan dihitung berdasarkan volume pekerjaan yang belum dilaksanakan," tandasnya.(30/1)

Kondisi ini tentu saja disayangkan Komisi III DPRD Pangandaran, dan pihaknya meminta agar Disparbud selaku leading sector pun bisa  mengambil sikap tegas dalam menyikapi molornya pelaksanaan pekerjaan di salah satu kawasan wisata tersebut . (AGE)

BUPATI PANGANDARAN: “DPRD BISA KONTROL PENGGUNAAN APBD MULAI SAAT PERENCANAAN AWAL”

PANGANDARAN NEWS-DPRD dengan salah satu fungsinya, alat kontrol bagi pemeritah dalam menjalankan laju roda pemerintahan agar bisa memberikan solusi untuk kemajuan dalam setiap sektor pembangunan.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kidang Pananjung Desa Pangadaran.(28/1)

Menanggapi pemberitaan di beberapa media terkait lemahnya pengawasan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan infra struktur, bupati sangat mengapresiasi DPRD melalui Komisi III yang sudah melaksanakan fungsi kontrolnya tersebut pada proses pembangunan di beberapa lokasi.

“Hal yang sama pernah saya lakukan saat saya duduk di DPRD dulu, tujuannya agar proses pembangunan sesuai dengan yang ada dalam perencanaan awal, “kata bupati.

Lebih lanjut bupati mengatakan, hanya sayang kontrol yang dilakukan DPRD kenapa hanya dilakukan saat kegiatan pembangunan sudah selesai, padahal kontrol seharusnya dilakukan DPRD pada saat perencanaan awal hingga pada progres tahapan-tahapan pada pelaksanaannya, seperti pada saat progres pekerjaan mencapai 30 persen, 50 persen dan seterusnya sehingga selain sudah menjalankan fungsi kontrolnya, DPRD juga diharapkan bisa memberikan solusi.

“Jika dilakukan seperti itu saya yakin baik pada tahapan-tahapan hingga setelah selesai maka pekerjaan pun akan sesuai. “kata bupati lagi.

Bupati mengatakan, ada beberapa kegiatan yang secara langsung ia harus turun ke lapangan, karena harus bisa memastikan pengerjaan yang menggunakan anggaran negara ini benar-benar manfaatnya bisa optimal dirasakan masyarakat.

“Seperti dalam pengerjaan RSUD, saat ada beberapa yang perlu diperbaiki maka saya pun turun langsung ke lapangan. “terangnya.

Sementara saat disoal penggunaan tanah untuk pemadatan bahu jalan (berem), bupati mengatakan, saat ini memang di Pangandaran sulit sekali mencari tanah urugan (cabluk), dan disanyalir kelangkaan ini karena beberapa perusahaan yang selama ini usaha di bidang galian di Pangandaran ditutup karena hampir semuanya ilegal tidak memiliki ijin galian.

“Sekarang ijin galian kan menjadi kewenangan pemprov, “ungkapnya. (PNews)

POHON TUMBANG DI TEMBUNGKERTA TIMPA DUA RUMAH WARGA

BANJAR NEWS - Jalan utama Banjar - Pangandaran hari senin (27/1) kemarin sempat mengalami kemacetan selama beberapa saat, penyebabnya karena pohon tumbang di Dusun Tembung Kerta Rt 02/08 Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Banjar, Dedi Suardi membenarkan, pohon tumbang tersebut terjadi se kitar pukul 12.00 Wib.

" Saat itu hujan deras desertai angin kencang"jelasnya.

Diduga katena tidak kuat menahan angin, kata Dedi, pohon tumbang itu juga menimpa dua rumah dan warung serta melintang ke jalan sehingga menyebabkan kemacetan beberapa saat.

" Babinsa, Babinmas, BPBD dibantu masyarakat pun segera memotong pohon dan membersihkan jalan agar cepat terkondisikan danlalu-lintas pun bisa kembali lancar, ”paparnya.

Sepeti diketahui akibat kejadian tersebut, dua rumah milik Euis dan Ratningsih yang tertimpa runtuhan tersebut walau tidak rusak berat tapi bagian samping keduanya berantakan. (TITO).

KOMISI III KECEWA, TANPA ALASAN JELAS KADIS PUPR PANGANDARAN GAGAL PENUHI UNDANGAN RAPAT

PANGANDARAN NEWS-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP), H. Dadang Dimyati, entah kenapa tidak hadir memenuhi panggilan Komisi III DPRD Pangandaran dalam rapat evaluasi pembangunan,  sehingga rapat pun gagal dilaksanakan. (27/1)

Seperti dikatakan Ketua Komisi III, Ade Ruminah, ia mengaku kecewa, karena rapat evaluasi hanya dihadiri Sekretaris Dinas dan kepala bidang (kabid), padahal kebijakanitu  ada di kepala SKPD.

“Jika rapat evaluasi hanya dihadiri sekretaris dan kabid, maka tentunya hail rapat yang akan direkomendasi ke bupati ini pun bisa dimentahkan,"kata Ade Ruminah.

Ade mengungkapkan, tidak hanya kali ini saja, pada hari sebelumnya pun (24/1) saat komisi III mengagendakan rapat evaluasi serupa dengan DPUTRPRKP, ternyata gagal digelar karena saat itu kebetulan Kepala Dinas PUTRPRKP sedang ke Kabupaten Garut.

"Dan hari ini dengan alasan yang kurang jelas kembali kepala dinas PUPR gagal memenuhi undangan komisi III, “tegas Ade.

Jika memang ada agenda mendampingi bupati untuk menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Kecamatan Pangandaran, seharusnya Kadis bisa hadir di DPRD karena jadwal di rapat komisi III dimulai jam 14.00 Wib.

Dikatakan Ade, Komisi III akan mengagendakan kembali rapat evaluasi dengan DPUTRPRKP pada hari Rabu 29 Januari 2020 lusa dan wajib dihadiri oleh kepala dinas.

Seperti diketahui, kata Ade, salah satu tugas Komisi III ini melaksanakan pengawasan pembangunan yang ada di Kabupaten Pangandaran, tanpa tebang pilih.

“Dengan kejadian ini jelas kami sangat kecewa, mudah-mudahan pada rapat yang akan datang kadis PUTRPRKP bisa hadir memenuhi undangan kami untuk bersama –sama membahas serta menevaluasi hasil pembangunan yang kegiatannya sudah dilaksanakan tahun 2019 lalu, “pungkasnya. (AGE)

PANWASLU KECAMATAN MANGUNJAYA GELAR SOSIALISASI UU NOMER 10 TAHUN 2016

PANGANDARAN NEWS-Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perhelatan pilkada 2020 menjadi pokus pengawasan di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten pangandaran, hal ini dimaksukan untuk mengantisipasi serta upaya prefentif terhadap pelanggaran tersebut. Dan untuk kepentingan itu, Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kecamatan Mangunjaya beserta kordiv, melakukan koordinasi kepada seluruh institusi pemerintah yang ada di wilayah pengawasan Panwascam Mangunjaya.

Seperti dikatakan, Kordiv HPP panwaslu Kecamatan Mangunjaya, Tatang hernawan, pihaknya pun sebelumnya sudah melayangkan surat himbauan kepda seluruh  ASN untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis serta tetap bisa menjaga netralitas seperti yang sudah diatur dalam Undang-Udang nomer 10 tahun  2016 serta Surat Edaran Mentri Dalam Negeri.

“ASN tidak boleh ikut dalam kampanye, bahkan like di medsos dilarang, “ tegas Tatang, usai melakukan koordinasi dan sosialisasi ke SKPD Desa dan para guru PNS.(27/1)

Koordinasi ini pun disambut baik para ASN, tapi, menurut Tatang, masih terdapat beberapa ASN yang kurang memahami tentang netralitas serta sejauh mana netralitas itu sendiri bagi ASN.

“Dan untuk antisipasi dan upaya pencegahan hal ini kami pun akan menindaklanjuti dan menyampaikannya ke jajaran dan para ASN, imbuhnya.

Di dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, kata Tatang, ASN termasuk Kepala Desa, Aparat Desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dilarang memihak atau mengutungkan salah satu calon dalam Pilkada nanti. (Tn)

ISI KEGIATAN KEAGAMAAN, MUSLIMAT BANTARKALONG IKUTI PEGAJIAN RUTIN BULANAN

TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin muslimat di Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmaaya, setiap bulannya untuk menghadiri pengajian.

Selain untuk mendengar tausiahyang disampaikan Ustadz maskun, dalam acara keagamaan in pun ditampilkan beberapa kesenian islami, seperti alunan musik rabana.

Acara yang dilaksanakan di Mesjid Jami Cihandiwung Desa Parakanhonje, dimulai sejak pukul 8.30 pagi hingga selesai sekitar jam 11.00, dan dihadiri Ketua Muslimat Kecamatan Bantarkalong, Ema,  Ketua Muslimat Desa Parakanhonje, Naning, Kepala Desa Parakanhonje, Abdulloh, ketua DKM, Karangtaruna dan ratusan ibu-ibu muslimat.

Dihadapan para mustami, Ketua Muslimat, Ema, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu hingga terselenggaranya pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Selain pengajian bulanan ini juga dilaksanakan pengajian akbar yang pelaksanaanya digilir tiap-tiap desa se=Kecamatan Bantarkalong, “ungkapnya.(26/1)

Ema juga mengatakan terkait  apa saja ibadah-ibadah penting dan memiliki nilai pahala yang tinggi, diantaranya menuntut ilmu, pengajian, bersodaqoh, antara lain  seperti memberi makanan kepada fakir miskin.

“Saya juga mengajak kepada seluruh muslimat untuk  terus melakukan kebaikan-kebaikan kepada  sesama, jauhkan dari perselisihan demikian juga dengan suami atau isteri, karena pada dasarnya  bersifat jujur bagian dari amanah”kata Ema. (ANWARWALUYO)

SUASANA AKRAB WARNAI DISKUSI KARANGTARUNA CIBEUTI DAN DANDIM 0612 TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Suasana penuh keakraban mewarnai diskusi yang digagas Dandim 0612 Tasikmalaya,  Letkol. Inf. Imam Wicaksana yang didampingi beberap anggotanya, dengan para remaja Karangtaruna  Desa Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasik. Diskusi yang mengambil tema "Peranan Pemuda Dalam Melestarikan Budaya dan Lingkungan", digelar di Halaman SDN Cibeuti 2.  (25/1)

Di hadapan para remaja ini, Imam pun sempat kata Bung Karno, berikan saya 10 pemuda maka akan kuguncang dunia.

“Jadi saya suka menangis apabila sesama pemuda Indonesia saling berselisih, konflik, bertarung, berkelahi dengan saudara sendiri, ingat..yang senang dan tepuk tangan adalah pihak  luar, "ujar Imam.

 Menurut Imam, mereka senang melihat bangsa Indonesia dengan keberadaan pemudanya kacau, sering bentrok dan berkelahi. Untuk itu mari tetap menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa ini.

“Ada pepatah Baduy mengatakan, gunung ulah lebur tempat ulah dirusak, "kata Imam.

Artinya,  jika ingin kaya tapi jangan dengan jalan merusak  tempat, karena yang akan rugi tentunya anak-cucu kita, jadi dalam ekspolarasi serta mengolah budaya dan alam ini pun harus dilakukan secara bijak.

Artinya lagi, kata Imam, pemuda jangan sekali-kali melupakan budaya sendiri tapi harus sebaliknya  mampu selalu menjaga kelestarian lingkungan, karena Budaya dan kelestarian alam merupakan sebuah modal kekuatan sebuah bangsa.

Sementara saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta diskusi yang bertanya tentang sudut pandang budaya menurut kacamata militer, Imam mengatakan, seperti dikatakan tadi bahwa melestarikan budaya dan menjaga kelestarian alam merupakan salah satu benteng kekuatan sebuah bangsa, dan cara untuk menciptakan kebersamaan tersebut bisa dilakukan seperti dalam bentuk gotong-royong yang sifatnya dapat memunculkan kekuatan persatuan dan kesatuan.

“Intinya kita sebagai anak bangsa harus tetap memperkokoh serta mempererat hubungan yang terjalin antara kita, “tegas Imam.(ANWAR WALUYO-JAJANG)

RIBUAN WISATAWAN NIKMATI LIBUR IMLEK DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Libur imlek yang jatuh pada tanggal 25 januari tahun ini, obyek wsiata pantai Pangandaran dipadati wisatawan. Terlebih setelah penataan di beberapa kawasan pantai barat dan timur, membuat pengunjung wisata ini benar-benar menikmati liburannya.

Usaha yang dilakukan Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jabar merenovasi serta membangun beberapa fasilitas di sepanjang pantai tahun 2019 lalu, kini bisa dinikmati wisatawan para pengunjung mengisi liburan imlek yang kebetulan jatuh pada akhir pekan.

Seperti diungkapkan sala seorang wisatawan asal Kota Bandung, Ano (48), ia yang datang ke Pangandaran bersama rekan kerja dan keluarganya merasa “pangling” dengan perubahan penampilan pantai Pangandaran.

“Hebat ! saya yakin arus kunjungan wisatawan ke Pangandaran akan semakin meningkat, “ujarnya.(25/1)

Ano, yang seorang ASN tenaga pengajar ini juga mengatakan, khususnya masyarakat Jawa Barat kini tidak perlu jauh-jauh mencari tempat liburan, karena Pangandaran bisa dijadikan referensi menjadi tempat tujuan wisata, dengan pilihan varian yang benar-benar komplit, seperti wisata pantau, sungai, hutan dan wisatawan minat khusus.

Dan Pangandaran juga, ujar Ano, menjadi salah satu destinasi wisata yang memiliki pesona sun rise (matahari terbit) dan sun set (matahari terbenam) sekaligus yang bisa dinikmati dalam satu titik.

Dengan ditunjang sarana akomodasi dan hiburan yang lengkap serta aneka kudapan khas kuliner Pangandaran, menurutnya, wisatawan pun dapat dimanjakan dengan panorama alam pantai yang eksotik.

“Saya sendiri sudah menjadikan Pangandaran menjadi pilihan tujuan wisata keluarga saya, “imbuhnya.

Ano menambahkan, hanya sayang untuk area parkir kendaraan di pantai barat sangat terbatas karena tempat parkir di bahu jalan lebih dipadati jejeran sewaan motor, sepeda dan kendaraan odong-odong.

“Mungkin ada baiknya untuk masalah parkir ini bisa lebih ditata lagi, sehingga lokasi yang diperuntukan menjadi area parkir ini bisa lebih optimal difungsikan menjadi tempat parkir, “kata Ano. (HARIS FIRDAUS)

PEMBANGUNAN MADRASAH AL-FURQON DI DUSUN PADASUKA HASIL SWADAYA MASYARAKAT

PANGANDARAN NEWS-Pembangunan madrasah Al-Furqon di Karangsimpang Dusun Padasuka Rt 02 Rw 16, Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran libatkankan warga sekitar. Biaya pembangunan madrasah seluas 8 x 13 meter ini diperoleh dari swadaya masyarakat murni. 

Seperti diungkapkan salah warga, Iskandar, ia merasa sangat terbantu dengan uluran tangan warga  baik yang ada di sekitar madrasah maupun santri yang sengaja datang dari berbaai daerah, seperti Banjarsari dan Ciamis.

"Kami mersa bangga dan senang melihat kekompakkan warga yangsudah bergotong-royong membantu pengecoran, "ungkap Iskandar.(25/1)

Hal senada dikatakan Soleh, madrasah ini dibangun dari jariyah  salah seorang warga yang mewakapkan sebidang tanahnya untuk kepentingan pendidikan. Dan pembangunan ini benar-benar murni dari swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pihak mana pun, termasuk pemerintah.

"Kami berharap setelah pembangunan ini selesai ke depannya madrasah ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendidik putra-putrinya,"kata Soleh. (HARIS FIRDAUS)

PEMBANGUAN JALAN DI DUSUN PASIRMACAN TIDAK SESUAI SPECK, SISA ANGGARANNYA JADI BANCAKAN ?

PANGANDARAN NEWS- Adanya program anggaran dari Dana Desa (DD) sejatinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, dan dalam penggunaannya pun jangan sampai disalahgunakan baik oleh kepala atau pun perangkat desa lainnya. Sehingga manfaat DD pun diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemajuan dan kesejahtreaan warga, baik melalui pembangunan ataupun lewat pemberdayaan sehingga ke depannya pun desa akan menjadi lebih mandiri.

Tapi tidak seperti halnya yang terjadi di Desa Pagerbumi  Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, ironis karena Dana Desa justru dijadikan bancakan pemerintahan desa.

Seperti dikatakan salah seorang warga, Agus Hendra ( 52), ia merasa prihatin dengan pembangunan salah satu infrastruktur jalan di Dusun Pasir Macan, tepatnya di Rt 03 Rw 02 yang dalam pengerjaaanya tidak sesuai dengan spesifikasi.

Menurut Agus, ia kecewa karenakan pembangunan jalan dengan total anggaran Rp 40 juta, panjang 130 meter dan lebar 2 meter, tidak tercapai sampai akhir desember 2019.

“Dari seluruh pekerjaannya diperkirakan hanya selesai sekitar 90 meter saja, dan anehnya sisa anggarannya pun tidak tahu kemana larinya karena sampai saat ini belum ada kelanjutannya" , ungkap Agus.  (25/01)

Dikatakan Agus, dan papan proyek pun sudah tidak ada di lokasi padahal hasil pekerjaan jalan itu belum dilakukan serah terima.

"Kami atas nama warga Dusun Pasirmacan berharap agar pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dan ditindaklanjuti pihak desa, "imbuhnya.

Agus menambahkan, kuat dugaan sisa anggarannya malah dijadikan bancakan oknum perangkat desa. Karena seperti pengakuan salah seorang warga yang mengakui begitu kaget saat diberi uang Rp 700 ribu, walau pun pada akhirnyauang tersebut dipergunakan untuk membeli gorong-gorong buat kebutuhan masyarakat.

“Ini aneh kan, masa uang anggaran Dana Desa tahap tiga untuk membangun dibagi-bagi, sedangkan jalan tersebut hingga saat ini masihterbengkalai, "ungkap Agus.

Ditemui secara terpisah, salah seorang anggota BPD Pagerbumi yang tidak mau disebutkan namanya, membenarkan, memang pembangunan jalan di Dusun Pasirmacan tidak sesuai perencanaan.

"Sebenarnya kami sudah melaporkan hal ini pada aparat desa atas kekecewaan warga terkait pekerjaan jalan itu jauh jauh hari, namun entah kenapa hingga saat ini belum juga ada kelanjutannya", tandasnya.  (AGE)

ADE RUMINAH: “SIA-SIA PEMBANGUNAN INFARSTRUKTUR SELESAI TAHUN INI TAPI TAHUN BESOK KEMBALI RUSAK”

PANGANDARAN NEWS-Ketua komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran,  Ade Ruminah, SH, menyesalkan kinerja dinas PUPR terkait pekerjaan jalan beton di Dusun Mekarsari, Desa Pagerbumi,  Kecamatan Cigugur, yang melakukan pemadatan bahu jalan dengan menggunakan tanah merah sisa galian dan diparahnya lagi pekerjaan tersebut sudah dilakukan Provitional Hand Over (PHO)
dinas terkait.

“Jelas kami dan masyarakat sangat kecewa, karena mmasyarakat mengingikan kwalitas bukan kuantitas, “ujarnya, saat ditemui usai rapat dengan ULP, di gedung DPRD Pangandaran.(24/1)

Dikatakan Ade, saat komisi IIIlangsung terjun ke lapnagan untuk melihat  pekerjaan tersebut, saat itu pekerjaan belum selesai begitu dengan pemadatan (berem) bahu jalan, tapi anehnya mengapa sudah PHO.

“Kami mempertanyakan fungsi pengawasan dalam mengawasi pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan, “imbuhnya.

Jika  demikian, lanjut Ade, apa selama  ini peran pengawas Ddinas PUPR  yang sudah dibiayai oleh APBD.

“Dalam hal ini komisi III tidak akan menyalahkan rekanan tapi justru instansi terkait yang punya peran sebagai pengawas pekerjaan di lapangan," ungkapnya.

Ade juga berharap dinas PUPR melalui Bidang Binamarga bisa lebih pro aktif dalam mengawasi pekerjaan di lapangan serta selalu mengutamakan kualitas pekerjaan.

"Jadi percuma saja kalau pembangunan infrstruktur jalan selesai tahun ini tapi kemudian tahun depannya sudah rusak lagi karena kualitas pekerjaan yang buruk" , pungkasnya. (AGE)

28 PERANGKAT DESA KECAMATAN KARANGNUNGGAL IKUTI BINTEK SISKEDES TINGKAT PROVINSI

TASIK NEWS-Sebanyak 28 Orang, terdiri dari 14 sekdes dan 14 oprator dari 14 Desa se-Kecamatan Karangnunggal Kabupten Tasikmalaya, hari kemarin (23/1) berangkat menuju Bandung utnuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Siskedes di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah kecamatan pun memandang perlu untuk memberi arahan, karena seluruh perangkat desatersebut nantinya  akan mengemban tugas untuk mengikuti pelatihan tentang menejment Sintem pengelolaan Pemerintahan Desa.

Dalam sambutannya pada acara pelepasan rombongan, Camat Karangnunggal. Asep M Dahliana, S.Tp.MM, yang didampingi Sekmat, Dedi Mulyana, S.Ip., M.Si, 2 anggota Polsek, Aiptu. Yanto dan Aiptu Lukman Salaksa, menyampaikan harapannya agar bimtek Peningkatan Kapasitas Kinerja Perangkat Desa (Perades)  nanti bisa diikukti dengan baik dan sungguh-sungguh.

Menurut camat, dengan sistem penyelenggaraan pemerintah desa yang semakin berat, kini segala sistem pun sudah berupa aplikasi data berbasis komputer.

“Sekdes dan oprator adalah  jabatan yang paling pokok dan strategis dalam roda pemerintahan desa, “tegas camat.

Hal senada dikatakan Sekmat, Dedi Mulyana dan Ketua Perades, Saeful Kharei, seluruh peserta bintek dalam mengikuti penguatan kapasitas Tersebut bisa membawa hasil serta dapat menambah kembali keilmuannya.

“Selamat jalan, semoga lancar dan kembali dengan selamat, “ucap keduanya.
(ANWARWALUYO-UDI R)

DI OBYEK WISATA KARANGNINI ADA 5 GOA KERAMAT KONON DIPERCAYA MENJADI TEMPAT PESUGIHAN

PANGANDARAN NEWS- Pantai Karangnini yang dikelola PT Perhutani,  menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran dengan gugusan pantainya berkarang dan curam, sehingga keunikannya ini selalu menjadi daya tarik wisatawan.

Obyek wisata yang terletak di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang, sekitar 5 km sebelum masuk wisata pantai Pangandaran ini, selain terkenal dengan pesona alam pantainya ternyata menyimpan cerita berbau mistis, khususnya dengan  keberadaan lima goa keramat yang selma ini konon menjadi tempat pemujaan (pesugihan).

Seperti dijelaskan salah seorang warga Emplak, sebut saja Ujang (nama samaran-red), yang menuturkan  pada PNews, ia hampir setiap hari bolak-balik ke lokasi pesugihan menjual jasa angkutan (ojek) untuk mengantarkan tamu-tamu menuju goa keramat.

"Ditempat ini ada lima goa keramat yang dijadikan tempat pesugihan, “terang Ujang. (23/1)

Biasanya, kata Ujang, yang datang kesana orang-orang yang sudah gelap mata karena terlilit hutang, usahanya bangkrut atau karena memang ingin cepat mendapat kekayaan dengan cara gampang.
Masih cerita Ujang, dari kelima goa keramat yang ada di obyek wista Karangnini ini, biasanya goa yang sering dikunjungi para tamu itu goa keramat nomer dua, tiga dan lima, semuanya goa tersebut lokasinya berada di pinggir pantai.

Di goa nomer dua, katanya, untuk memperolehan uang ghoib, dan biasanya di goa itu harus tidur satu hingga tiga malam untuk memperoleh yang diinginkannya. Dan disana para tamu biasanya akan dibekali petuah dari juru kunci agar bisa lancar dalam melaksanakan ritual pemujaan.

Tapi dari semua yang datang, lanjut Ujang, belum tentu berhasil, mungkin tergantung nasib dan rejeki mereka masing-masing.

"Biasanya yang datang dari luar daerah, bahkan dari luar jawa pun pernah ada."imbuh Ujang. (AGE)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN