ELON RUSLAN BANTAH DIRINYA MENGHINDAR SAAT DIWAWANCARAI MEDIA

PARIGI-Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari fraksi PDI Perjuangan, H. Elon Ruslan, sangat menyayangkan adanya berita terkait dirinya yang dikabarkan menghindar saat mau diwawancarai sebuah media online terkait pemahaman akan tupoksi kinerja dewan, padahal seperti yang ia sampaikan, diirinya tidak merasa menghindar. Namun kalau untuk menerangkan lebih lanjut terkait  pemahaman kinerja dewan, ia mengakui belum bisa menjelaskan secara detail karena dikhawatirkan ada pernyataan yang salah.

"Saat itu saya hanya mengatakan secara umum saja, anggota DPRD punya tugas dan fungsi  penampung aspirasi rakyat, "terangnya.(27/9)

Dikatakan Elon, terkait masalah pemberitaan yang seolah menyudutkannya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai anggota DPRD yang belum mempunyai pengalaman menjadi wakil rakyat,  diakui Elon, ia masih harus banyak belajar dan menyesuaikan diri karena selama ini sebelum terpilih menjadi anggota legislatif ia berlatar belakang pengusaha.

"Saya kan baru 1,5 bulan menjadi anggota DPRD, jadi wajar kalau saya harus banyak belajar dulu tupoksi, “ujar politisi PDIP asal Kecamatan Cimerak ini.

Sementara di tempat terpisah salah seorang warga Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, Jaelani( 54), membenarkan, wajar bila anggota dewan yang baru 1,5 bulan dilantik belum sepenuhnya bisa mamahami peran, fungsi mau pun tugas seorang anggota legislatif.

"Kita harus jujur karena tidak semua anggota DPRD itu mempunyai latar belakang sebagai politisi murni, diantarnya ada yang dari PNS, Kepala Desa, nelayan, pengusaha dan lain-lain."tegasnya.

Jadi, lanjut Jaelani, wajar saja yang tidak punya latar belakang politisi saat terpilih menjadi anggota dewan harus banyak belajar dulu, baik di internal partainya sendiri atau di DPRD..

“Tapi saya percaya, para wakil rakyat ini paling tidak ada bekal dasar yang diberikan dari masing-masing partainya, “pungjasnya. (AGE)

REAKTIVASI KERETA JURUSAN PANGANDARAN MENUNGGU DUA TAHUN LAGI ?

PANGANDARAN-Usai mengikuti Kegiatan Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KOPDAR)  triwulan ke III di hotel Pantai Indah Timur Pangandaran (26/9), saat ditanya progres reaktivasi kereta api jurusan Pangandaran, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada PNews, mengatakan, saat ini masih dilakukan kordinasi dan baru beres sampai Banjar.

“Tahun ini jurusan yang ke Garut dulu, "terangnya.

Seperti diketahui, saat ini ada sekitar 1500 Kepala Keluarga (KK) yang menempati bantaran rel kereta api jurusan Pangandaran dan dikhawatirkan terjadi gejolak sosial, menurut Ridwan Kamil, di semua tempat juga selalu terjadi seperti itu, untuk itu ia akan belajar pada PT KAI, bagaimana melakukaj konfensasi dengan cara yang baik seperti di Kabupaten Garut.

“Di garut kan tidak terjadi dinamika, nah nanti cara di Garut kita laksanakan di Kabupaten Pangandaran, “imbuhnya.

Disoal kapan target reaktivasi kereta ke Pangandaran, menurut orang nomer satu di jabar ini, pihaknya kurang hapal karena harus dicek dulu.

“Mungkin kurang dalam dua tahun, “jawabnya singkat. (PNews)







GUBERNUR JAWA BARAT KUMPULKAN KEPALA DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Kegiatan  Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KOPDAR)  triwulan ke III tahun 2019, yang melibatkan 27 bupati/wali kota se-jabar. Kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Pantai IndahTimur Kabupaten Pangandaran. (6/9)

Di hadaan 27 kepala daerah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap Kopdar triwulan ketiga ini bisa menjadi momentum penyampaian aspirasi para kepala daerah pada pemprov.
Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, kopdar ini dimensi koordinasinya banyak dan rumit, dan mudah-mudahan pada saat kepemimpinannya ini bisa dirutinkan.

“Saya lihat aura dari kepala daerah pun happy dan itu menandakan curhatan kemacetan selama ini bisa diselesaikan satu per satu,"ungkapnya.

Untuk lebih mudah mengklasifikasi permasalah di daerah, kata Emil, Kopdar akan digelar secara tematik, seperti pada pertemuan kali ini dengan tema tentang keuangan dan pinjaman daerah. Dan ke depannya, setiap per tiga bulan sekali akan dibahas sesuai tema, seperti  tentang standarisasi reformasi birokrasi dan lain-lainnya.

Masih kata Emil, ada delapan pintu atau sumber dana yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan, antara lain, APBD tingkat kota/kabupaten, APBD provinsi, APBN, pinjaman bank daerah, obligasi daerah, dana umat, CSR dan Public Private Partnership atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Ternyata membangun daerah, ujar Emil, tak lagi selalu harus lewat APBD, karena menurut kajiannya APBD itu hanya 10 persen keharusan membangun dari seluruh yang dibutuhkan.

“Kalau ngandelin APBD butuh 30 tahun, dan hari ini kita ngomong yang pasti-pasti,"imbuhnya.

Dan salah satu pintu pendanaan yang paling memungkinkan, lanjutnya, melalui pinjaman bank daerah. Dalam hal ini tentu pihaknya menyarankan kepala daerah untuk melakukan pinjaman tersebut ke Bank BJB karena saat ini BJB ini memiliki program kredit investasi daerah.

"Kita punya Bank BJB, Bapak-bapak kan pemilik saham di BJB. Jadi BJB Ini bank sendiri, saham sendiri, kita sibuk ngotak-ngatik APBD padahal triliunan dana di BJB tersedia,"terangnya. (PNews)

DENGAN VISI BERKIPRAH MENGEMBAN AMANAH NGABAKTI TUR NGABUKTI, JENI JAELANI SIAP MAJU DI PILKADES CIPANGEN

TASIKNEWS-Bekerja untuk mengemban amanah ngabakti tur ngabukti dengan cara bersatu untuk membangun desa, memperdayakan masyarakat melalui angaran reguler, aspirasi dan jemput bola program-progam yang ada pemerintahan kabupaten, merupakan tugas seorang kepala desa.

Demikian dikatakan salah seorang calon Kepala Desa Cipangen Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Jeni Jaelani, dalam obrolan santai dengan PNews di rumahnya. (20/9)

Ia mengatakan, dirinya memperjang jabatan ini dalam persaingan yang akan di selenggarakan nanti 24 Oktober 2019 karena ingin terus berkiprah untuk mengemban amanah dengan membaktikan diri serta berjuang terus dengan trik dan berbagai cara untuk memajukan Desa Cipangen.

“Dan saya pun pada saat pemilihan nanti  siap bersaing secara sehat dengan kandidat kepala desa lainnya, “ungkapnya.

Yang paling penting, kata Jeni, dalam Pilkades nanti seluruh calon harus siap bersaing dengan visi misinya dalam membangun desa, menyelenggarakan rumah tangga Desa serta melaksanakan tugas yang ada di pemerintah desa.

“Itu semua mutlak harus bertanggung jawab kepala desa dalam melaksanakannya tupoksinya. " pungkasnya. (MAMAT R)






TERKESAN SEMERAWUT, WARGA TASIK KELUHKAN PENATAAN KAWASAN DADAHA

TASIKNEWS-Menjadi ruang publik dan pusat lokasi olahraga masyarakat (sport center), seharusnya komplek stadion Dadaha Kota Tasikmalaya bisa lebih ditertibkan lagi. Kesemerawutan para pedagang yang menjajakan aneka jenis makanan dan barang seharusnya tidak mengganggu aktivitas di dalamnya. Apalagi ditambah lalu-lalang odong-odong dan kendaraan baik roda dua atau empat membuat kawasan yang seharusnya tempat refreshing warga pun terkesan semerawut.

Seperti dikatakan salah seorang warga Bojong tengah Kecamatan Cipedes, Yusuf (57), seharusnya Pemkot Tasik bisa lebih menata dan profesional dalam mengelola kawasan ini, karena hampir sebagian lahan untuk para pejalan kaki (jogging) sekarang dipenuhi para pedagang.

“Jelas ini sangat mengganggu kenyaman pengunjun, “ucapnya. (22/9)

Yusuf berharap, pemkot segera menata dan memfungsikan kembali kawasan Dadaha ini menjadi ruang berkumpul dan tempat olahraga masyarakat, karena sebenanrnya untuk pedagang sudah disediakan selter-selter.

“Begitu juga untuk kendaraan jika sudah masuk kawasan sebaiknya diparkir saja di tempat sekitar komplek, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

BERTANI RUMPUT LAUT JADI PELUANG USAHA MASYARAKAT SINDANGKERTA

TASIKNEWS-Budi daya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, mempunyai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Karena selain menjadi konsumsi, rumput laut pun banyak digunakan menjadi bahan baku produk kesehatan dan kecantikan.

Menurut salah seorang petani rumput laut di Desa Sindangkerta, Mahmudin, setelah dijemur untuk proses pengeringan, rumput laut dijual dengan kisaran harga Rp. 7 ribu per kilo gramnya. Dan ini tentunya bisa menjdi peluang usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Menurut mahmudin, sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya ia mengumpulkan rumput laut lalu dikeringkan untuk dijual ke pengepul yang biasa datang ke tiap-tiap rumah petani.

Selain dirinya, kata Mahmudin, banyak masyarakat yang sehari-harinya pergi ke pantai untuk mengambil rumput laut, karena selain banyak yang menjadi nelayan warga Sindangkerta pun bermata pencarian menjadi petani rumput laut.

“Lumayan bisa menjadi penghasilan keluarga dan kebutuhan sehari-hari, “ungkapnya. (21/9) (ANWARWALUYO)

SEMANGAT KADER DESA CIKUPA JAMIN KESEHATAN WARGA SEMAKIN MENINGKAT

TASIKNEWS-Untuk mengoptimalkan kinerja yang lebih profesional, beberapa hari lalu (19/9) Pengurus dan seluruh kader Posyandu Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyelenggarakan rapat kordinasi (rakor) yang diselenggarakan di aula desa.

Dalam rakor tersebut, di depa kader yanghadir, Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi yang didampingi Ketua Kader, Entin Supartini, memberi pengarahan dalam menangani kesehatan ibu dn anak dan kesehatan di lingkungan keluarga.

Seluruh kader, kata Yudha, harus lebih eksis dalam menangani kesehatan balita dan ibu hamildi masing-masing posyndu, karena pada Tahun 2019  kegiatnnya akan didanai semaksimal mungkin dari anggaran pemerintah desa.

“Untuk itu kader agar lebih respon dalam pengisian data ataupun berkas yang dibutuhkan pihak kesehatan masyarakat desa, “ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ketua Kader, Entin Supartini, masalah kesehatan warga Desa Cikupa optimis tahun 2020 nanti akan lebih maju karena karena kekompakan dan semangat seluruh kader di masing-masing posyandu semakin meningkat.

“Kita harus optimis karena kita pasti bisa, :tegas Entin. (ANWARWALIYO)

PERINGATI TAHUN BARU 1441 H, IRMA SINDANGJAYA GELAR DONOR DARAH DAN SANTUNI ANAK YATIM

MANGUNJAYA- Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1441 H, sudah menjadi kegiatan rutin tahunan kelompok remaja yang tergabung dalam komunitas Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al Ijtima bersama Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, menggelar bhakti sosial donor darah serta pemberian santunan pada anak yatim dan pakir miskin.

Menurut Panitia Penyelenggara, Ust. Dani, ada sekitar 70 pendonor antri untuk menyumbangkan darahnya yang langsung  ditangani petugas dari PMI.

Dengan tema kegiatan tahun ini, Bersatu Dalam Aqidah Berjamaah Dalam Ibadah Bertoleransi Dalam Hilapiyah, kata Dani, ini merupakan cerminan dan sikap sekaligus tindakan positif yang selalu menjadi budaya di lingkungan Irma Al Ijtima.

“Sebagai mahkluk sosial sudah sewajarnya kita memiliki kepekaan ini, mempunyai rasa kepedulian dan empati yang tinggi dan ini harus selalu menjadi nilai-nilai dasar pada kehidupan kita, “kata Dani.(21/9)

Karena jika keadaan ini terus ada dan terpeliharan dalam tatanan diri, kata Dani, maka diharapakan dalam kehidupan sehari-hari pun akan senantiasa tergerak untuk turut membantu meringankan penderitaan orang lain.

“Selain bhakti sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengikat semua elemen anak muda melalui wadah Irma  dalam memperkuat aqidah islamiyah demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. “ucapnya. (Tn)

RANGGA: “PROSESI BUDAYA RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, UNGKAPAN PUJI SYUKUR PADA SANG PENCIPTA”

RANGGA
Dalam satu wawancara khusus dengan salah seorang tokoh budaya dan seniman Batuhiu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Rangga, diceritakan, prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan ini merupakan tradisi masyarakat di obyek wisata pantai Batuhiu. Ruat Jagat Sila Saamparan, dalam bahasa sunda mengandung arti, merawat alam, baik alam lahir atau pun alam batin.

Secara lahir kehidupan ini tidak lepas dari interaksi langsung dengan alam dengan habitatnya, sedangkan merawat alam secara batin untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan yang disimbolkan dengan kegiatan budaya.

 “Makanya kami namakan Ruat Jagat sila samparan, karena ternyata budaya sangat kaya dengan falsafah dan filosofi kehidupan, “ungkap Rangga.(20/9)

Ruat jagat sila saamparan merupakan ungkapan puji sukur pada Yang Maha Kuasa atas semua limpahan  nikmat yang dirasakan.

Intinya dalam prosesi budaya ini, bagaimana cara manusia menyerahkan diri dan bersukur pada Tuhan yang dikemas dalam kegiatan budaya dan kearifan lokal.

Selain harapan even kebudayaan bisa menjadi ajang promosi wisata, kata Rangga, konsep budaya ini nanti bisa menjadi komoditas yang bisa dijual pada wisatawan.

Rangga juga menuturkan, simbol empat air yang lalu disatukan lalu dilarung (dibuang) ke laut, menurutnya, ini merupakan sebuah palsafah saja. Air yang diambil dari empat titik mata air di empat  penjuru angin, mengandung arti pada diri manusia itu selalu mempunyai rasa, ucap, keinginan dan pemikiran. dan dengan disatukannya air tersebut, disimbolkan, rasa, ucap, keinginan dan pikiran yang berbeda satu dengan lainnya bisa menyatu dan larut seperti air.

“Lalu kita taburi bunga, artinya mudah-mudahan nama Pangandaran bisa harum hingga ke mancanegara seperti sipat bunga yang harum. “tutur Rangga.

Rangga juga menceritakan, di Batuhiu ada peninggalan gamelan yang biasa digunakan untuk mengiringi Ronggeng Gunung, peninggalan tahu 1773 M. Dengan bukti peninggalan tersebut, kata Rangga, bisa dipastikan cikal bakal kesenian Ronggeng Gunung, kesenian khas Kabupaten Pangandaran ini berasal dari kawasan Batuhiu.

“Sementara empat makam yang ada di atas bukit, konon kata para sesepuh disana itu makam empat tokoh penyebar agama Islam di kawasa Batuhiu dan sekitarnya, “pungkas Rangga. (PNews) 

RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, KEGIATAN BUDAYA TIAP TAHUN MASYARAKAT BATUHIU

BATUHIU-Ruat Jagat Sila Saamparan, sebuah kearifan lokal masyarakat Batuhiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini masih lestari dan menjadi kegiatan budaya yang masih rutin disekenggarakan setiap tahun di obyek wisata Batuhiu.

Prosesi acara dimulai dengan iring-iringan tumpeng dan berbagai makanan hasil bumi yang ditandu menuju panggung utama di pesisir pantai, acara pun dilanjutkan dengan memanjatkan doa’ bersama atas nikmat dan karunia pada Sang Pencipta. Dan acara pun ditutup dengan makan tumpeng bersama dalam satu hamparan tikar yang memanjang.

Menurut tokoh budayawan Batuhiu, Rangga, Ruat Jagat artinya bersama-sama merawat alam dan sila saamparan maksudnya duduk bersama di atas tikar dengan tidak membedaan status sosial.

“Duduk bersama untuk bertafakur dan bersukur pada Yang Maha Kuasa, esensinya seperti itu, ungkap Rangga.(20/9)

Tahun 2019 kegiatan yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Asep Noordi, anggota DPRD, MUI, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran dan tamu undangan lainnya serta masyarakat ini, kata Rangga, dikemas dalam even Batuhiu Culture Festival 2019, dengan rangkaian kegiatan perlombaan termasuk lomba seni budaya Ronggeng Gunung yang diikuti beberapa peserta siswa tingkat SLTP.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dalam prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan, banyak simbol-simbol yang bisa diambil, antara lain, merawat alam harus menjadi komitmen dan tanggungjawab bersama. Begitu juga dalam melestarikan budaya daerah, sehingga kegiatan ini bisa memperkaya khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Tapi saya titip, budayanya maju dan akidahnya pun tetap bisa terjaga, “tegas bupati.

Untuk membangun Pangandaran lebih maju, kata bupati, harus juga dibangun kebersamaan seluruh masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk dalam kegiatan budaya.

“Tahun depan  Ruat Jagat Sila Saamparan ini kita selenggarakan lebih besar dan semarak, “kata bupati.

Bupati mengatakan, kegiatan ini akan ia dibawa pada ajang beauty contest di Tiongkok pad tanggal 6 hingga 10 nopember mendatang. (ANTON AS)


NENEK INING PEMBUAT SAPU LIDI, BERHARAP MENDAPAT BANTUAN PEMERINTAH

 PARIGI- Kehidupan ini kadang terasa indah bila hati ikhlas dan bisa bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta. Seperti halnya dengan kehidupan Nenek Ining ( 62 ), warga Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Untuk menafkahi hidupnya sehari-hari, Nek Ining mengais rejeki dengan membuat sapu lidi, itu pun jika ada daun kelapa kering yang jatuh tergelatak di tanah di sekitar rumahnya dekat obyek wisata Citumang.

“Sudah 10 tahun lebih saya geluti pekerjaaan ini, dan sekarang dibantu cucu saya yang masih sekolah SD, “ungkapnya. (14/9)

Menurut nek Ining, dari pekerjaannya ini ia bisa mendapatkan hasil sekitar Rp. 40 ribu per minggu, itu juga kalau banyak daun kelapa kering yang jatuh. Dan untuk menambah penghasilannya, ining pun kerja serabutan, seperti menjadi buruh tani.

Selama ini, terangnya, ia belum pernah menerima bantuan dari pemerintah seperti halnya warga lain yang mendapat PKH (Program Keluarga Harapan) atau pun bantuan lainnya, padahal, menurutnya, ia pu termasuk masyarakat  kurang mampu.

"Mudah-mudahan tahun depan ada bantuan bisa saya terima sehingga bisa membantu beban kebutuhan sehari-hari. “pungkasnya. (AGE)

HARI INI BATAS WAKTU PENERIMAAN BERKAS LAMARAN KE RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN-Paling tidak ada dua tempat di Kabupaten Pangandaran bagi pelamar kerja yang bisa ikut mendaptar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di jalan Merdeka dan Piamari di komplek Pelabuhan Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.

Ribuan warga, yang didominasi usia remaja pun terlihat memadati kantor polsek, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Dinas Tenaga Kerja, untuk melengkapi dokumen persaratan.

Menurut salah seorang calon pelamar, Siti Aini, warga Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dengan bekal ijazah SMK ia pun bersama rekan-rekannya mencoba keberuntungannya ikut mendaptar diri.

“Saya kebetulan dengan tante saya daptar ke RSUD, “ungkapnya, di sebuah toko photo copy.(19/9)

Ditemui secara terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha UPTD RSUD Pangandadaran, Sarlan, membenarkan, sudah ratusan pendaptar yang memasukan berkas lamaran untuk bisa diterima di RSUD.

Dalam mengisi kekosongan pegawai, kata Sarlan, pihak RSUD dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) handal karena harus bisa memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada masyarakat.
Sarlan juga menerangkan prosedur pelamaran, surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar, semua kelengkapan persyaratan disusun rapi sesuai dengan urutan di atas dimasukan dalam amplop besar.

“Pada bagian belakang amplop harus ditulis nama lengkap, alamat sesuai KTO dan KK,  pendidikan, jabatan yang dilamar dan nomor telepon atau handphone pelamar. “terangnya.

Ia menambahkan, lamaran dikirim ke Tim Seleksi Pegawai RSUD Kabupaten Pangandaran, dengan Alamat Kantor RSUD Kabupaten Pangandaran Jl. Karangsari RT. 06 RW. 03 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran Kode Pos 46396, melalui Pos paling lambat stempel/cap pos tanggal 20 September 2019.

Selanjutnya pelamar dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya apabila dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Daerah, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

"Pengumuman kelulusan seleksi administrasi dapat dilihat dilaman wwwasnpangandarankab.id pada tanggal 01 Oktober 2019. “terangnya.

Sementara untuk lowongan di Piamari, disayangkan saat dikonfirmasi hingga saat ini Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI belum mengeluarkan informasi terkait penerimaan lowongan kerja ini. (PNews)

KUSDIANA: “DEWAN PENDIDIKAN MEMPUNYAI FUNGSI PENTING DAN STRATEGIS”

SEKDA PANGANDARAN, KUSDIANA
Sejatinya pendidikan harus menjadi tanggungjawab seluruh elemen, baik pemerintah atau masyarakat harus mempunyai tanggungjawab terkait maju dan mundurunya pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 17 tahun 2010, pasal 188 (2), dikatakan, masyarakat menjadi sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan, sehingga masyarakat mempunyai peran dalam penyediaan sumber daya pendidikan, penyelenggaraan satuan pendidikan, penggunaan hasil pendidikan, pengawasan penyelenggaraan pendidikan, pengawasan pengelolaan pendidikan, pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemangku kepentingan pendidikan pada umumnya serta pemberian bantuan atau fasilitas kepada satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Peran serta masyarakat tersebut dapat disalurkan melalui dewan pendidikan baik di tingkat nasional,  provinsi dan tingkat kabupaten/kota, komite sekolah dan stake holder lainya.

Secara jelas di pasal 192 (2) PP nomer 17, Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan.

Sementara menurut Sekda Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, saat ditemui usai mengikuti pelantikan Pimpinan DPRD (16/9), mengakui, hingga saat ini di Kabupaten Pangandaran belum terbentuk Dewan Pendidikan. Padahal, kata Iyang, sapaan akrabnya, Dewan Pendidikan mempunyai peran penting dan strategis.

“Kami segera akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan dan seluruh stakholder pendidikan , “ucapnya.

Selain harus diisi orang-orang yang berkomitment tinggi pada dunia pendidikan, kata Kusdiana, Dewan Pendidikan pun harus menjadi mediator pemerintah dan masyarakat serta mempunyai akses baik ke pemprop atau pun ke pemerintahan pusat.

Kusdiana menambahkan, dewan pendidikan dan komite sekolah mempunyai fungsi yang sama, memiliki data dan informasi yang digunakan untuk memberikan pertimbangan.

“Dewan pendidikan nantinya bertugas memberikan pertimbangan, keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat kepada birokrasi pendidikan dan bupati. “imbuhnya. (PNews-net)

TIGA BALON KADES RAKSAJAYA SIAP BERSAING SEHAT DI PILKADES

TASIKNEWS-Tiga Bakal Calon (balon) Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, Imabudi Rahayu dan Asep Ridwan, sepakat dan siap untuk menciptakan suasana kondusif, bersaing secara sehat dan menjaga keharmonisan di pesta demokrasi saat Pemilihan Kepala Desa (pilkades) nanti.

Seperti dikatakan Cecep Darmawan, saat dihubungi lewat telepon celullernya, persaingan yang sehat merupakan seni politik yang baik, karena dari invidu calon itu sendiri yang akan terlihat cara  menyampaikan kemampuan visi-misi yang akan menjadi bahan pertimbangan masyarakat sebagai pemilih nanti.

“Marilah kita bersaing dengan sehat, biarkan masyarakat yang menentukan sendiri pilihannya, “ungkapnya.(17/9)

hal senada dikatakan Imabudi Rahayu, bersaing sehat mengutamakan keharmonisan dan memberikan rasa nyaman, kondusifitas di masyarakat, itu jauh lebih penting dan bermanfaat untuk semua.

Insya Alloh simpati datang ketika kita mampu menempatkan diri dengan baik, ilmiah, iman, amalilah, kecerdasan emosional dan spiritual. Dan itu semua di butuhkan agar nanti kepala desa tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," terangnya.

Begitu juga dikatakan Asep Ridwan, menurutnya, seni politik bukan merebut kekuasaan tapi adu gagasan, ide dan visi-misi, karena langkah yang dilaksanakan calon kades itu harus bertujuan menjadi pelayanan masyarakat, mau bicara dan turun langsung untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

“Intinya, mau mendengar aspirasi dan suara sekecil apa pun dari warga, “ucapnya.

Sementara saat diminta komentarnya, salah seorang warga, M. Rahmat, mengatakan, hematnya apabila ketiga calon berkomitmen, siap bersaing sehat dengan gagasan dan ide untuk mengabdi, tentunyaitu sangat baik.

Tetap menjaga suasana keakraban antara satu calon dengan yang lainnya, kata Rahmat, itu sangat penting agar tidak terjadi perpecahan.

Jika hal ini sudah menjadi komitmen bersama, lanjutnya, menurut Rahmat ia tentunya  sangat mengapresiasi karena hal seperti itu bisa menjadi contoh baik bagi desa lain yang tahun ini melaksanakan Pilkades.

“Pemerintah kecamatan Sodonghilir, media, Ormas dan seluruh masyarakat tentunya berharap suasana kondusif hendaknya tetap terjaga hingga pilkades selesai. “tegas Rahmat.

Di tempat terpisah, Ketua  BPD Raksajaya, Deni, berharap tidak ada sedikitpun hal yang bisa menyebabkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Persatuan dan kesatuan masyarakat merupakan tujuan utama.

Nantinya, imbuh Deni, kepala desa terpilih tentunya harus bisa melaksanakan tugas dengan baik serta profesional, aman, tentram  dan nyaman. Dan siapa pun yang nanti terpilih, dia akan menjadi mitra kerja BPD dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Raksajaya.

“Seluruh proses dan tahapan Pilkades ini harus turut dan mau mengikuti aturan yang telah di tentukan, dan kami di BPD bersikap netral dalam pilkades ini. " pungkasnya. (MAMAT R)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN