TERKESAN SEMERAWUT, WARGA TASIK KELUHKAN PENATAAN KAWASAN DADAHA

TASIKNEWS-Menjadi ruang publik dan pusat lokasi olahraga masyarakat (sport center), seharusnya komplek stadion Dadaha Kota Tasikmalaya bisa lebih ditertibkan lagi. Kesemerawutan para pedagang yang menjajakan aneka jenis makanan dan barang seharusnya tidak mengganggu aktivitas di dalamnya. Apalagi ditambah lalu-lalang odong-odong dan kendaraan baik roda dua atau empat membuat kawasan yang seharusnya tempat refreshing warga pun terkesan semerawut.

Seperti dikatakan salah seorang warga Bojong tengah Kecamatan Cipedes, Yusuf (57), seharusnya Pemkot Tasik bisa lebih menata dan profesional dalam mengelola kawasan ini, karena hampir sebagian lahan untuk para pejalan kaki (jogging) sekarang dipenuhi para pedagang.

“Jelas ini sangat mengganggu kenyaman pengunjun, “ucapnya. (22/9)

Yusuf berharap, pemkot segera menata dan memfungsikan kembali kawasan Dadaha ini menjadi ruang berkumpul dan tempat olahraga masyarakat, karena sebenanrnya untuk pedagang sudah disediakan selter-selter.

“Begitu juga untuk kendaraan jika sudah masuk kawasan sebaiknya diparkir saja di tempat sekitar komplek, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

BERTANI RUMPUT LAUT JADI PELUANG USAHA MASYARAKAT SINDANGKERTA

TASIKNEWS-Budi daya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, mempunyai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Karena selain menjadi konsumsi, rumput laut pun banyak digunakan menjadi bahan baku produk kesehatan dan kecantikan.

Menurut salah seorang petani rumput laut di Desa Sindangkerta, Mahmudin, setelah dijemur untuk proses pengeringan, rumput laut dijual dengan kisaran harga Rp. 7 ribu per kilo gramnya. Dan ini tentunya bisa menjdi peluang usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Menurut mahmudin, sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya ia mengumpulkan rumput laut lalu dikeringkan untuk dijual ke pengepul yang biasa datang ke tiap-tiap rumah petani.

Selain dirinya, kata Mahmudin, banyak masyarakat yang sehari-harinya pergi ke pantai untuk mengambil rumput laut, karena selain banyak yang menjadi nelayan warga Sindangkerta pun bermata pencarian menjadi petani rumput laut.

“Lumayan bisa menjadi penghasilan keluarga dan kebutuhan sehari-hari, “ungkapnya. (21/9) (ANWARWALUYO)

SEMANGAT KADER DESA CIKUPA JAMIN KESEHATAN WARGA SEMAKIN MENINGKAT

TASIKNEWS-Untuk mengoptimalkan kinerja yang lebih profesional, beberapa hari lalu (19/9) Pengurus dan seluruh kader Posyandu Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyelenggarakan rapat kordinasi (rakor) yang diselenggarakan di aula desa.

Dalam rakor tersebut, di depa kader yanghadir, Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi yang didampingi Ketua Kader, Entin Supartini, memberi pengarahan dalam menangani kesehatan ibu dn anak dan kesehatan di lingkungan keluarga.

Seluruh kader, kata Yudha, harus lebih eksis dalam menangani kesehatan balita dan ibu hamildi masing-masing posyndu, karena pada Tahun 2019  kegiatnnya akan didanai semaksimal mungkin dari anggaran pemerintah desa.

“Untuk itu kader agar lebih respon dalam pengisian data ataupun berkas yang dibutuhkan pihak kesehatan masyarakat desa, “ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ketua Kader, Entin Supartini, masalah kesehatan warga Desa Cikupa optimis tahun 2020 nanti akan lebih maju karena karena kekompakan dan semangat seluruh kader di masing-masing posyandu semakin meningkat.

“Kita harus optimis karena kita pasti bisa, :tegas Entin. (ANWARWALIYO)

PERINGATI TAHUN BARU 1441 H, IRMA SINDANGJAYA GELAR DONOR DARAH DAN SANTUNI ANAK YATIM

MANGUNJAYA- Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1441 H, sudah menjadi kegiatan rutin tahunan kelompok remaja yang tergabung dalam komunitas Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al Ijtima bersama Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, menggelar bhakti sosial donor darah serta pemberian santunan pada anak yatim dan pakir miskin.

Menurut Panitia Penyelenggara, Ust. Dani, ada sekitar 70 pendonor antri untuk menyumbangkan darahnya yang langsung  ditangani petugas dari PMI.

Dengan tema kegiatan tahun ini, Bersatu Dalam Aqidah Berjamaah Dalam Ibadah Bertoleransi Dalam Hilapiyah, kata Dani, ini merupakan cerminan dan sikap sekaligus tindakan positif yang selalu menjadi budaya di lingkungan Irma Al Ijtima.

“Sebagai mahkluk sosial sudah sewajarnya kita memiliki kepekaan ini, mempunyai rasa kepedulian dan empati yang tinggi dan ini harus selalu menjadi nilai-nilai dasar pada kehidupan kita, “kata Dani.(21/9)

Karena jika keadaan ini terus ada dan terpeliharan dalam tatanan diri, kata Dani, maka diharapakan dalam kehidupan sehari-hari pun akan senantiasa tergerak untuk turut membantu meringankan penderitaan orang lain.

“Selain bhakti sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengikat semua elemen anak muda melalui wadah Irma  dalam memperkuat aqidah islamiyah demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. “ucapnya. (Tn)

RANGGA: “PROSESI BUDAYA RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, UNGKAPAN PUJI SYUKUR PADA SANG PENCIPTA”

RANGGA
Dalam satu wawancara khusus dengan salah seorang tokoh budaya dan seniman Batuhiu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Rangga, diceritakan, prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan ini merupakan tradisi masyarakat di obyek wisata pantai Batuhiu. Ruat Jagat Sila Saamparan, dalam bahasa sunda mengandung arti, merawat alam, baik alam lahir atau pun alam batin.

Secara lahir kehidupan ini tidak lepas dari interaksi langsung dengan alam dengan habitatnya, sedangkan merawat alam secara batin untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan yang disimbolkan dengan kegiatan budaya.

 “Makanya kami namakan Ruat Jagat sila samparan, karena ternyata budaya sangat kaya dengan falsafah dan filosofi kehidupan, “ungkap Rangga.(20/9)

Ruat jagat sila saamparan merupakan ungkapan puji sukur pada Yang Maha Kuasa atas semua limpahan  nikmat yang dirasakan.

Intinya dalam prosesi budaya ini, bagaimana cara manusia menyerahkan diri dan bersukur pada Tuhan yang dikemas dalam kegiatan budaya dan kearifan lokal.

Selain harapan even kebudayaan bisa menjadi ajang promosi wisata, kata Rangga, konsep budaya ini nanti bisa menjadi komoditas yang bisa dijual pada wisatawan.

Rangga juga menuturkan, simbol empat air yang lalu disatukan lalu dilarung (dibuang) ke laut, menurutnya, ini merupakan sebuah palsafah saja. Air yang diambil dari empat titik mata air di empat  penjuru angin, mengandung arti pada diri manusia itu selalu mempunyai rasa, ucap, keinginan dan pemikiran. dan dengan disatukannya air tersebut, disimbolkan, rasa, ucap, keinginan dan pikiran yang berbeda satu dengan lainnya bisa menyatu dan larut seperti air.

“Lalu kita taburi bunga, artinya mudah-mudahan nama Pangandaran bisa harum hingga ke mancanegara seperti sipat bunga yang harum. “tutur Rangga.

Rangga juga menceritakan, di Batuhiu ada peninggalan gamelan yang biasa digunakan untuk mengiringi Ronggeng Gunung, peninggalan tahu 1773 M. Dengan bukti peninggalan tersebut, kata Rangga, bisa dipastikan cikal bakal kesenian Ronggeng Gunung, kesenian khas Kabupaten Pangandaran ini berasal dari kawasan Batuhiu.

“Sementara empat makam yang ada di atas bukit, konon kata para sesepuh disana itu makam empat tokoh penyebar agama Islam di kawasa Batuhiu dan sekitarnya, “pungkas Rangga. (PNews) 

RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, KEGIATAN BUDAYA TIAP TAHUN MASYARAKAT BATUHIU

BATUHIU-Ruat Jagat Sila Saamparan, sebuah kearifan lokal masyarakat Batuhiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini masih lestari dan menjadi kegiatan budaya yang masih rutin disekenggarakan setiap tahun di obyek wisata Batuhiu.

Prosesi acara dimulai dengan iring-iringan tumpeng dan berbagai makanan hasil bumi yang ditandu menuju panggung utama di pesisir pantai, acara pun dilanjutkan dengan memanjatkan doa’ bersama atas nikmat dan karunia pada Sang Pencipta. Dan acara pun ditutup dengan makan tumpeng bersama dalam satu hamparan tikar yang memanjang.

Menurut tokoh budayawan Batuhiu, Rangga, Ruat Jagat artinya bersama-sama merawat alam dan sila saamparan maksudnya duduk bersama di atas tikar dengan tidak membedaan status sosial.

“Duduk bersama untuk bertafakur dan bersukur pada Yang Maha Kuasa, esensinya seperti itu, ungkap Rangga.(20/9)

Tahun 2019 kegiatan yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Asep Noordi, anggota DPRD, MUI, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran dan tamu undangan lainnya serta masyarakat ini, kata Rangga, dikemas dalam even Batuhiu Culture Festival 2019, dengan rangkaian kegiatan perlombaan termasuk lomba seni budaya Ronggeng Gunung yang diikuti beberapa peserta siswa tingkat SLTP.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dalam prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan, banyak simbol-simbol yang bisa diambil, antara lain, merawat alam harus menjadi komitmen dan tanggungjawab bersama. Begitu juga dalam melestarikan budaya daerah, sehingga kegiatan ini bisa memperkaya khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Tapi saya titip, budayanya maju dan akidahnya pun tetap bisa terjaga, “tegas bupati.

Untuk membangun Pangandaran lebih maju, kata bupati, harus juga dibangun kebersamaan seluruh masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk dalam kegiatan budaya.

“Tahun depan  Ruat Jagat Sila Saamparan ini kita selenggarakan lebih besar dan semarak, “kata bupati.

Bupati mengatakan, kegiatan ini akan ia dibawa pada ajang beauty contest di Tiongkok pad tanggal 6 hingga 10 nopember mendatang. (ANTON AS)


NENEK INING PEMBUAT SAPU LIDI, BERHARAP MENDAPAT BANTUAN PEMERINTAH

 PARIGI- Kehidupan ini kadang terasa indah bila hati ikhlas dan bisa bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta. Seperti halnya dengan kehidupan Nenek Ining ( 62 ), warga Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Untuk menafkahi hidupnya sehari-hari, Nek Ining mengais rejeki dengan membuat sapu lidi, itu pun jika ada daun kelapa kering yang jatuh tergelatak di tanah di sekitar rumahnya dekat obyek wisata Citumang.

“Sudah 10 tahun lebih saya geluti pekerjaaan ini, dan sekarang dibantu cucu saya yang masih sekolah SD, “ungkapnya. (14/9)

Menurut nek Ining, dari pekerjaannya ini ia bisa mendapatkan hasil sekitar Rp. 40 ribu per minggu, itu juga kalau banyak daun kelapa kering yang jatuh. Dan untuk menambah penghasilannya, ining pun kerja serabutan, seperti menjadi buruh tani.

Selama ini, terangnya, ia belum pernah menerima bantuan dari pemerintah seperti halnya warga lain yang mendapat PKH (Program Keluarga Harapan) atau pun bantuan lainnya, padahal, menurutnya, ia pu termasuk masyarakat  kurang mampu.

"Mudah-mudahan tahun depan ada bantuan bisa saya terima sehingga bisa membantu beban kebutuhan sehari-hari. “pungkasnya. (AGE)

HARI INI BATAS WAKTU PENERIMAAN BERKAS LAMARAN KE RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN-Paling tidak ada dua tempat di Kabupaten Pangandaran bagi pelamar kerja yang bisa ikut mendaptar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di jalan Merdeka dan Piamari di komplek Pelabuhan Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.

Ribuan warga, yang didominasi usia remaja pun terlihat memadati kantor polsek, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Dinas Tenaga Kerja, untuk melengkapi dokumen persaratan.

Menurut salah seorang calon pelamar, Siti Aini, warga Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dengan bekal ijazah SMK ia pun bersama rekan-rekannya mencoba keberuntungannya ikut mendaptar diri.

“Saya kebetulan dengan tante saya daptar ke RSUD, “ungkapnya, di sebuah toko photo copy.(19/9)

Ditemui secara terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha UPTD RSUD Pangandadaran, Sarlan, membenarkan, sudah ratusan pendaptar yang memasukan berkas lamaran untuk bisa diterima di RSUD.

Dalam mengisi kekosongan pegawai, kata Sarlan, pihak RSUD dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) handal karena harus bisa memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada masyarakat.
Sarlan juga menerangkan prosedur pelamaran, surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar, semua kelengkapan persyaratan disusun rapi sesuai dengan urutan di atas dimasukan dalam amplop besar.

“Pada bagian belakang amplop harus ditulis nama lengkap, alamat sesuai KTO dan KK,  pendidikan, jabatan yang dilamar dan nomor telepon atau handphone pelamar. “terangnya.

Ia menambahkan, lamaran dikirim ke Tim Seleksi Pegawai RSUD Kabupaten Pangandaran, dengan Alamat Kantor RSUD Kabupaten Pangandaran Jl. Karangsari RT. 06 RW. 03 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran Kode Pos 46396, melalui Pos paling lambat stempel/cap pos tanggal 20 September 2019.

Selanjutnya pelamar dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya apabila dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Daerah, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

"Pengumuman kelulusan seleksi administrasi dapat dilihat dilaman wwwasnpangandarankab.id pada tanggal 01 Oktober 2019. “terangnya.

Sementara untuk lowongan di Piamari, disayangkan saat dikonfirmasi hingga saat ini Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI belum mengeluarkan informasi terkait penerimaan lowongan kerja ini. (PNews)

KUSDIANA: “DEWAN PENDIDIKAN MEMPUNYAI FUNGSI PENTING DAN STRATEGIS”

SEKDA PANGANDARAN, KUSDIANA
Sejatinya pendidikan harus menjadi tanggungjawab seluruh elemen, baik pemerintah atau masyarakat harus mempunyai tanggungjawab terkait maju dan mundurunya pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomer 17 tahun 2010, pasal 188 (2), dikatakan, masyarakat menjadi sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan, sehingga masyarakat mempunyai peran dalam penyediaan sumber daya pendidikan, penyelenggaraan satuan pendidikan, penggunaan hasil pendidikan, pengawasan penyelenggaraan pendidikan, pengawasan pengelolaan pendidikan, pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemangku kepentingan pendidikan pada umumnya serta pemberian bantuan atau fasilitas kepada satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Peran serta masyarakat tersebut dapat disalurkan melalui dewan pendidikan baik di tingkat nasional,  provinsi dan tingkat kabupaten/kota, komite sekolah dan stake holder lainya.

Secara jelas di pasal 192 (2) PP nomer 17, Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan.

Sementara menurut Sekda Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, saat ditemui usai mengikuti pelantikan Pimpinan DPRD (16/9), mengakui, hingga saat ini di Kabupaten Pangandaran belum terbentuk Dewan Pendidikan. Padahal, kata Iyang, sapaan akrabnya, Dewan Pendidikan mempunyai peran penting dan strategis.

“Kami segera akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan dan seluruh stakholder pendidikan , “ucapnya.

Selain harus diisi orang-orang yang berkomitment tinggi pada dunia pendidikan, kata Kusdiana, Dewan Pendidikan pun harus menjadi mediator pemerintah dan masyarakat serta mempunyai akses baik ke pemprop atau pun ke pemerintahan pusat.

Kusdiana menambahkan, dewan pendidikan dan komite sekolah mempunyai fungsi yang sama, memiliki data dan informasi yang digunakan untuk memberikan pertimbangan.

“Dewan pendidikan nantinya bertugas memberikan pertimbangan, keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat kepada birokrasi pendidikan dan bupati. “imbuhnya. (PNews-net)

TIGA BALON KADES RAKSAJAYA SIAP BERSAING SEHAT DI PILKADES

TASIKNEWS-Tiga Bakal Calon (balon) Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, Imabudi Rahayu dan Asep Ridwan, sepakat dan siap untuk menciptakan suasana kondusif, bersaing secara sehat dan menjaga keharmonisan di pesta demokrasi saat Pemilihan Kepala Desa (pilkades) nanti.

Seperti dikatakan Cecep Darmawan, saat dihubungi lewat telepon celullernya, persaingan yang sehat merupakan seni politik yang baik, karena dari invidu calon itu sendiri yang akan terlihat cara  menyampaikan kemampuan visi-misi yang akan menjadi bahan pertimbangan masyarakat sebagai pemilih nanti.

“Marilah kita bersaing dengan sehat, biarkan masyarakat yang menentukan sendiri pilihannya, “ungkapnya.(17/9)

hal senada dikatakan Imabudi Rahayu, bersaing sehat mengutamakan keharmonisan dan memberikan rasa nyaman, kondusifitas di masyarakat, itu jauh lebih penting dan bermanfaat untuk semua.

Insya Alloh simpati datang ketika kita mampu menempatkan diri dengan baik, ilmiah, iman, amalilah, kecerdasan emosional dan spiritual. Dan itu semua di butuhkan agar nanti kepala desa tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," terangnya.

Begitu juga dikatakan Asep Ridwan, menurutnya, seni politik bukan merebut kekuasaan tapi adu gagasan, ide dan visi-misi, karena langkah yang dilaksanakan calon kades itu harus bertujuan menjadi pelayanan masyarakat, mau bicara dan turun langsung untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

“Intinya, mau mendengar aspirasi dan suara sekecil apa pun dari warga, “ucapnya.

Sementara saat diminta komentarnya, salah seorang warga, M. Rahmat, mengatakan, hematnya apabila ketiga calon berkomitmen, siap bersaing sehat dengan gagasan dan ide untuk mengabdi, tentunyaitu sangat baik.

Tetap menjaga suasana keakraban antara satu calon dengan yang lainnya, kata Rahmat, itu sangat penting agar tidak terjadi perpecahan.

Jika hal ini sudah menjadi komitmen bersama, lanjutnya, menurut Rahmat ia tentunya  sangat mengapresiasi karena hal seperti itu bisa menjadi contoh baik bagi desa lain yang tahun ini melaksanakan Pilkades.

“Pemerintah kecamatan Sodonghilir, media, Ormas dan seluruh masyarakat tentunya berharap suasana kondusif hendaknya tetap terjaga hingga pilkades selesai. “tegas Rahmat.

Di tempat terpisah, Ketua  BPD Raksajaya, Deni, berharap tidak ada sedikitpun hal yang bisa menyebabkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Persatuan dan kesatuan masyarakat merupakan tujuan utama.

Nantinya, imbuh Deni, kepala desa terpilih tentunya harus bisa melaksanakan tugas dengan baik serta profesional, aman, tentram  dan nyaman. Dan siapa pun yang nanti terpilih, dia akan menjadi mitra kerja BPD dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Raksajaya.

“Seluruh proses dan tahapan Pilkades ini harus turut dan mau mengikuti aturan yang telah di tentukan, dan kami di BPD bersikap netral dalam pilkades ini. " pungkasnya. (MAMAT R)


KISAH MISTERI HANTU WANITA PENUMPANG BIS DI ALUN ALUN CIJULANG

CIJULANG - Percaya atau tidak, penampakan mahluk halus membuat kernet salah satu bis jurusan Cijulang - Tasikmalaya kaget bukan kepalang, pasalnya seorang wanita berpakaian merah berpayung kecil yang menumpang di dalam bisnya tiba-tiba menghilang.

Seperti dituturkan kernet bis tersebut, Usep (52), ia setiap hari berangkat dari terminal Cijulang paling awal, sekitar jam 03,00 dini hari.

“Saat itu saya yang nyetir karena supirnya sekalian lewat biasa naik di Desa Margacinta, “terangnya.(17/9)

Sesampainya di alun-alun, tepatnya di depan kantor Desa Cijulang bis pun berhenti sebentar sambil menunggu kalau-kalau ada penumpang. Tidak lama berselang, dari kaca spion Usep melihat seorang wanita bergaun merah dengan menggunakan payung kecil yang biasa dipakai anak-anak nampak naik ke dalam bisnya.

“Saat itu saya tidak punya prasangka apa-apa karena saya anggap itu penumpang biasa yang mau bepergian, “terangnya lagi.

Menurut Usep, wanita itu berwajah cantik dengan kulit putih dan rambut diikat ekor kuda seperti dandanan noni-noni belanda dulu.

Ketika ditanya tujuannya mau kemana, kata Usep, wanita tersebut hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Dan selang beberapa menit bis pun berangkat lagi dengan kecepatan rendah, maksudnya kalau-kalau ada penumpang yang menyetop sehingga bisa ketahuan.

Tapi selang beberapa ratus meter, tepatnya di depan SPBU Cijulang, saat melihat dari kaca spion di atas kepala, Usep kaget, karena penumpang yang hanya satu orang itu sudah tidak ada lagi di dalam bisnya. Ia pun sempat memberhentikan kendaraanya untuk memastikan, apakah penumpang berbaju merah itu terjatuh atau turun karena sudah sampai di tempat tujuannya.

“Tapi setelah saya cek untuk memastikan, ternyata wanita bergaun merah yang duduk di jok belakang itu memang sudah tidak ada, “jelasnya.

Bis pun melaju kembali dan berhenti lagi di depan kantor Pos untuk menaikan penumpang, si ibu  langganan yang setiap subuh naik bisnya untuk belanja ke pasar Parigi.
Saat naik, sambil melirik penumpang yang duduk di jok belakang, si ibu sempat berkata, tumben malam ini berangkat dari terminal hanya membawa satu penumpang saja.

Usep pun langsung menjawab, sekarang memang sedang masa-masanya sepi penumpang, sehingga sejak berangkat dari terminal tadi tidak ada seorang pun dan penumpang, dan Usep mengatakan, di bisnya hanya ada ibu saja.

“Kan tidak hanya ibu, itu ada si eneng di jok belakang, “kata si ibu, sambil menoleh ke arah belakang.

Tapi betapa kagetnya, ternyata setelah ditengok perempuan yang tadi sempat ia lihat di jejeran jok belakang sudah tidak ada. Dan karena perasaan takut, si ibu pun lalu pindah tempat duduk ke jok di sebelah supir.

Usep lebih kaget lagi, karena perempuan berbaju merah yang naik di alun-alun lalu sempat menghilang di depan SPBU dan sempat dilihat lagi si ibu yang naik di depan kantor Pos, tapi sekarang menghilang lagi.

“Percaya atau tidak, kejadian ini benar-benarsaya alami, “ungkapnya. (AGE)


TAHUN INI DESA PARAKANHONJE ANGGARAN PERBAIKAN KANTOR BUMDES DAN JALAN

TASIKNEWS-Geliat pembangunan di Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, dari tahun ke tahun terus dipacu. Hal ini selaras dengan keinginan dan harapan masyarakat yang mendambakan pembangunan yang ada di desanya terus berkembang.

Seperti dikatakan Kepala Desa Parakanhonje, Yayat Supriatna, dengan 3 kedusunan yang mayoritas warganya dengan bermatapecarian dari pertanian, tahun ini ada dua kegiatan pembangunan yang dilaksanakan, antara lain perbaikan kantor bumdes dan infrastruktur jalan Cibarengkok di  Dusun Ciomas.

Alhamdulillah sekarang kami sudah mempunyai kantor bumdes yang lebih representatif dan lebih nyaman, “ungkapnya.(16/9)

Dikatakan Yaya, dengan penampilan kantor yang semakin menarik diharapkan pelayanan terhadap masyarakat pun semakin meningkat.

Begitu juga dengan pembangunan jalan, kata Yayat, warga pun sangat senang karena dari seluruh kegiatan pembangunan yang ada di desa ini sepenuhnya berujung pada peningkatan pelayanan dan kebutuhan warga. (ANWARWALUYO)

PENGADAAN AMBULAN DESA SUKAMAJU TINGKATKAN PELAYANAN DI BIDANG KESEHATAN

TASIKNEWS-Untuk mendukung serta meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan Pemerintahan Desa Sukamaju, anggaran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2019 untuk pengadaan mobil ambulan.

Seperti dituturkan Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Ade Supriatna,  ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan, sehingga warga pun nantinya tidak merasa kesulitan dan terkendala lagi saat membutuhkan alat transportasi untuk pergi ke rumah sakit atau puskesmas yang jauh dari tempat tinggalnya.

Ade saat ditemui di ruang kerjanya (16/9), juga mengatakan, pengadaan ambulan ini pun menjadi skala perioritas penggunaan anggaran DD tahun ini, sehingga program desa sehat pun bisa terealisasi.

“Tidak hanya menjadi sarana kesehatan saja, karena ambulan ini pun bisa digunakan untuk kegiatan sosial lainnya. “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

TIGA PIMPINAN DPRD PANGANDARAN, HARI INI DILANTIK

PARIGI-Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat nomer 170, akhirnya ketiga pimpinan DPRD Kabupaten Pangandaran resmi dilantik, antara lain, Ketua, Asep Noordin H.M.M. (PDI Perjuangan), Wakil Ketua I, Muhamad Taufiq, S.IP., M.Si. (Partai Golkar) dan Ketua II, Jalaludin, S.Ag. (PKB).

Pelaksanaan pelantikan tersebut, selain dihadiri bupati dan wakil bupati pangandaran, juga turut dihadiri sekda serta pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran, tokoh masyarakat, kepala desa, unsur TNI-POLRI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan selamat atas dilantikan pimpinan DPRD Pangandarn perode tahun 2019-2024,

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Pangandaran, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya pimpinan DPRD Pangandaran, “ucapnya. (16/9)

Dan secara utuh, kata Jeje, nantinya DPRD pun segera akan membentuk alat kelengkatpan dan tata tertib lainnya sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kata Jeje, DPRD itu bersipat kolektif, dan saktinya DPRD itu terletak pada palu, apa pun keputusannya pasti melalui ketok palu. Artinya, keputusan DPRD tidak bersipat personal, apa yang diputuskan pimpinan merupakan keputusan bersama.

Pengaruh dan warna kebijakan pimpinan, lanjut Jeje, nantinya akan sangat menentukan pola-pola kebijakan DPRD. Sekolektif apa pun tentunya pimpinan mempunyai kesempatan yang lebih hebat, mulai dari mengarahkan, mengendalikan dan memenej DPRD.

“Yang saya ingin sampaikan, jagalah kehormatan ini dengan baik karena ini merupakan kehormatan masyarakat Pangandaran, “ungkap Jeje.

Hari ini sejak dilantik pimpinan DPRD, lanjut Jeje, masyarakat akan menanti kinerja wakilnya serta sejarah pun akan mencatat, apakah akan tertoreh catatan dengan tinta emas atau sebaliknya semua terpulang pada waktu dan kiprah anggot dan pimpinan DPRD.

Jeje menambahkan, yang paling aktual di seluruh Indonesia, biasanya terkait “pokir” (pokok-poko pikiran).  Apabila 4 tahun yang lalu dengan satu keikhlasan serta komitmen yang kuat untuk fokus pada hal-hal yang pokok tentang kebijakan pemerintah Pangandaran, apa yang bisa didapatkan sekarang, ternyata masyarakat merasa senang karena mempunyai saran jalan yang bagus, sekolah gratis, sarana kesehatan yang memadai dan hal lainnya, dan itu merupakan hasil fokus kebersamaan,

"Selamat bekerja, selamat menjalankan tugas, rakyat menanti karya terbaik anda”tegas Jeje.

Sementara, Ketua DPRD, Asep Noordin H.M.M, kepada awak media, mengatakan, ia bersukur karena  pimpinan DPRD Kabupaten Pangandaran sekarang sudah depinitif.

“Tentunya ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan sesuai perundng-undangan, “ungkap Asep.

Dan tapan ini, kata Asep, akan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus Tata Tertib (pansus tatib) dan segera diparipurnakan. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan komisi dan alat kelengkapan DPRD (AKD) lainnya.

Dari tahapan itu tentunya kita akan dilanjutkan pada pembahasan anggaran, seperti yang disampaikan Pa bupati terkait mepetnya waktu yang ada untuk membahas KUA PPAS dan RAPBD perubahan, karena ini harus segera ditetapkan pada tanggal 30 september mendatang..

“Walau dengan waktu yang singkat tetapi kami tetap berkomitmen agar  tahapan ini bisa berjalan lancar. “kata Asep.

Disoal perbaikan apa yang akan dilakukan pada DPRD dibanding periode sebelumnya, Asep mengatakan, ia tidak dalam kontek membanding-bandingkan antara periode lalu dan sekarang. Tetapi ini menjadi komitmen bersama untuk bekerja lebih baik, walau diakuinya, tidak mungkin DPRD yang sekarang tanpa ada DPRD lalu.

Menurutnya, ia merupakan yang sangat menghargai sejarah, tentu DPRD yang lalu merupakan pembuka yang tentunya mempunyai beban kerja dan dalam kondisi yang berat karena pada tahun 2014lalu merupakan DPRD pertama di Kabupaten Pangandaran.

“Seperti dikatakan bupati, intinya dengan kebersamaan pemerintah dan DPRD serta stakeholder lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, “ucap Asep. (PNews)






 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN