IRWANSYAH JABAT KETUA FKPPI PANGANDARAN PERIODE 2017-2022 ADANG HADARI: “ANGGOTA FKPPI HARUS BERKEPRIBADIAN PANCASILA..”

PANGANDARAN - Acara pelantikan Pengurus Cabang X. 29 FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri ) Kabupaten Pangandaran yang bertempat di Hotel Surya Pesona (22/4). Selain dihadiri pengurus baru Pangandaran, acara tersebut pu turut dihadiri Ketua FKPPI Jawa Barat, Yana Soepardjo, Wakil Bupati,  H. Adang Hadari, Wakil Ketua DPRD, M. Taufik dan Sekda kabupaten Pangandaranm, para Danramil , para ketua ormas dan kepolisian yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Ketua FKPPI Jabar, Yana Soeparjo menyampaikan, semua pengurus baru FKPPI Kabupaten Pangandaran periode 2017-2022 yang baru saja dilantik diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik dan selalu solid dengan sesama anggota.

 "Kita anak anak TNI – Polri, sebagai penerus perjuangan orang tua kita yang berjuang membela negeri ini, untuk itu kita harus senantiasa menjaga kedaulatan NKRI, karena kedepannya sudah pasti banyak tantangan yang harus dihadapi. “kata Yana.

dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, lanjut Yana,  di satu sisi menjadi bentuk kemajuan zaman pada era modernisasi dan globalisasi, sementara di sisi lainnya pasti ada juga dampak negatifnya. Oleh karena itu pandai-pandailah kita dalam menyikapi kemajuan teknologi dan informasi ini.

“Dan saya atas nama pengurus FKPPI Jabar Yana juga mengucapkan selamat buat ketua FKPPI Kabupaten Pangandaran yang baru dilantik, kepada saudara Irwansyah selamat bertugas semoga FKPPI di Pangandaran bisa memberikan yang terbaik buat kita semua masyarakat kabupaten Pangandaran, “ tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya mengapresiasi  kegiatan KB FKPPI dalam acara pelantikan kepengurusan ini yang bisa dihadiri sekitar 250 anggota se kabupaten Pangandaran.

"Semoga saja FKPPI ke depannya bisa lebih mengutamakan solidaritas  sesama anggota,  seperti kita ketahui FKPPI yang beranggotakan putra putri purnawirawan dan TNI-POLRI mempunyai tujuan menghimpun dan menjadikan manusia yang berkepribadian pancasila dan berbudi luhur, sehingga ke depan bisa tercipta kader pemimpin yang cerdas, solid dan setia pada negara kesatuan Republik Indonesia", kata Adang.

Adang menambahkan, semua tentunya mempunyai tanggung jawab yang sama pada apa yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini. Indonesia adalah negara Pancasila, dan semua elemen wajib mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila itu di dalam kehidupan masyarakat yang heterogen, yang plural.

Dan Kabuoaten Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru ( DOB), lanjut Adang, saat ini sedang giat-gitanya membangun, sehingga diperlukan kaum muda yang kreatif, inovatif dan punya potensi untuk bisa turut serta baik dari pemikiran atau kerja nyata untuk bersama sama membangun Pangandaran.

“Diharapkan KB FKPPI bisa bergandeng tangan dengan pemerintah dalam mewujudkan cita cita kita semua sebagai kota wisata yang mendunia", pungkas Adang.  (AGE).

KADUS SENTUL BANTAH LAKUKAN PERSELINGKUHAN, JUMADI: "SILAHKAN BUKTIKAN ..."

PADAHERANG-Puluhan warga Dusun Sentul Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran tampak memadati ruangan kantor Desa, warga menuntut pemberhentian kepala Dusun Sentul yang di duga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap salah seorang warganya.(17/4).

Menurut warga, moralitas kepala dusun tidak bisa memberikan contoh yang baik terhadap masyarakatnya  kini berbuah tuntutan pemberhentian dari jabatannya sebagai kepala dusun.

Upaya Musyawarah Desa ini pun digelar dengan dihadiri Camat Padaherang, Endang Hidayat, SH, Kepala Desa Sukanagaram,Tarso, Ka Polsek, Danramil, Tokoh agama, masyarakat, pemuda dusun sentul.
Dikatakan ketua Porum Peduli Mayarakat Dusun Sentul, Rosidin, masalah ini sangat sensitif karena menyangkut moral dan etika seorang pejabat.

“Kami atas nama warga, berharap Sodara Jumadi segera diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala dusun Sentul. “tegas Rosidin.

Dikatakan Rosidin, awal mula permasalahan saat kepala Dusun Sentul, Jumadi tertangkap basah oleh Juman warga Rt 07 Rw 02 sedang berduaan dengan isterinya,Warni

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Camat Padaherang, Endang Hidayat menyampaikan, ia sangat menanggapi apa yang menjadi permasalahan di Dusun Sentul ini dan pihakinya juga secara resmi menerima segala spirasi yang datang dari warga dusun Sentul.

“Tapi dalam hal ini kami pun harus memusawarhakan dulu dengan pemerintahan desa dan BPD Sukanagara. “ungkap Endang.

Sementara dikatakan Kepala Desa dan Ketua BPD, Joni Sarjono, pihaknya menerima dan menyetujui aspirasi warga dan akan segera menindak lanjutinya.

“Secepatnya akan kami tindak agar permasalahnnya tidak berlarut-larut. “kata Joni.

sementara ditemui secara terpisah, Kepala Dusun Sentul, Jumadi membantah keras apa yang selama ini dituduhkan warganya dan ia mengatakan, silahkan saja kalau memang ada bukti bahwa semua yang dituduhkan padanya itu benar.

"Silahkan buktikan jika memang saya melakukan apa yang dituduhkan warga pada saya itu. "tantang Jumadi.

Jumadi pun bersikeras, ia tidak akan membuat surat pengunduran diri, karena memang ia tidak merasa bersalah.

"Tuduhan perselingkuhan yang dituduhkan ke saya, semuanya itu bohong. "tegas Jumadi. (Toni T)

BUPATI BUKA LAUNCHING RPP PANGANDARAN

PARIGI-Walau dengan keterbatasan launching Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Sekretariat KPU Kabupaten Pangandaran bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian disampaikan ketua KPUD Pangandaran, Wiyono Budi dalam sambutannya dalam  acara louncing RPP di sekretariat KPUD Pangandaran, Desa Cibenda Kecamatan Parigi Dalam yang dihadiri Ketua KPU Prov. Jabar Dr H. Yayat Hidayat, M.Si, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim, S.Ag M.Si, Para Kepala SKPD. Muspika Kecamatan Parigi, Ketua Parpol se-Kab Pangandaran, Perwakilan Siswa/i SMA/SMK/MA se-Kab Pangandaran serta tamu undangan lainnya.

“Ada juga yang mengatakan RPP sebagai rumah demokrasi. “ungkap Budi.(20/4).

Budi juga sempat berseloroh, RPP merupakan kepanjangan rumah pindah-pindah, karena dalam waktu yang relatip sebentar gedung KPUD Pangandaran sudah tiga kali pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya.

“Ini memang sedikit mengganggu kinerja kami, “ungkapnya lagi.

Budi pun berharap di tempatnya yang baru, RPP hadir untuk bisa meningkatkan cara berpolitik yang demokratis sehingga semakin hari tingkat partisipasi jumlah pemilih akan terus meningkat.

“RPP juga kami dedikasikan sebagai tempat edukasi masyarakat pada pemahaman demokrasi dalam pemilu. “kata Budi.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan,  sukses meningkatnya pertisipasi masyarakat dalam pemilu sangat membutuhkan sinergisitas dan tentunya dengan banyaknya variabel.

Menurut Jeje, yang  tidak  kalah penting adanya kemampuan berintegritas antara RPP dengan masyarakat dan para pemilih pemula agar pada pelaksanaan pilkades, pemilu,  pilbub dan lainnya bisa berjalan dengan demokratis.

“Terkait seringnya pindah sekretariat KPUD, memang sedang musimnya, kami belum memikirkan pembangunan gedung perkantoran karena saat ini kami masih fokus membangun insfrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan kawasan wisata. “kata Jeje.

Masih di tempat yang sama, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat menyampaikan  terimakasih, karena peresmian RPP di 27 Kabupaten/Kota di Jabar baru kali ini lengkap dihadiri  Bupati dan Wakil Bupati.

“Mudah-mudahan ini sebagai permulaan yang baik untuk pangandaran. “ungkap Yayat.

Dikatakan Yayat, Kabupatan Pangandaran bisa mengejar untuk mensejajar diri dengan Kabupaten/Kota lain, karena pemkab Pangandaran memiliki komitmen yang kuat untuk itu.

“KPUD Pangandaran dengan usianya yang baru satu tahun tapi mampu mengalahkan KPUD lainnya di Jawa Barat dengan penghitungan suara yang baik dan cepat dalam menyelenggarakan pilkada dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik serta berhasil melakukan estapet pelimpahan tugas dari KPU Ciamis, ” Jelas nya. (hiek)

SEKOLAH ABAIKAN SE KEMENDIKBUD NOMER 1356 TAHUN 2016, MASIH MARAK PUNGUTAN UNBK SMPN- SMAN DI KABUPATEN CIAMIS

CIAMIS-Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) kebijakan pemerintah untuk dunia pendidikan dirasakan sangat memberatkan siswa. Pasalnya, selain siswa harus bisa menyelesaikan soal-soal untuk kelulusannya, ia pun harus diberatkan dengan biaya yang harus dibayar untuk mengikuti UNBK ini.

Seperti yang terjadi pada sekolah di Kabupaten Ciamis, siswa yang akan mengikuti UNBK harus membayar antara Rp 300 ribu, Rp400 ribu hingga Rp 600 ribu.

Hasil Penelusuran media di beberapa SMPN dan SMAN di Kabupaten Ciamis, yang mengadakan pungutan untuk UNBK, diperoleh keterangan pula, ini merupakan salah satu kesepakatan dari wali murid yang tergabung dalam komite sekolah.

Menurut informasi di lapangan, hal ini dilakukan dengan alasan untuk memajukan pendidikan, karena pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja tapi masyarakat pun harus bisa ambil peran di dalamnya.

"Memajukan dunia pendidikan tidak saja tanggung jawab pemerintah tapi harus ada peran orang tua siswa dan masyarakat. "kata salah satu kepala sekolah yang tak mau di sebutkan namanya.

Padahal sudah jelas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Surat Edaran (SE) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud nomor 1356/H/TU/2016  tertanggal 5 Februari 2016 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah pelaksana UN, dan orangtua dan siswa peserta UN seluruh Indonesia, yang isinya tentang pelarangan pungutan terkait pelaksanaan UNBK.

Surat Edaran yang ditandatangani Kabalitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno yang terdiri dari lima butir ini pun terbit terkait karena adanya beberapa laporan ke Kemendikbud tentang adanya pungutan yang dibebankan kepada orangtua siswa dengan alasan untuk menyewa/membeli komputer untuk mengikuti UNBK.

Kelima butir isi dalam Surat edaran tersebut antara lain, pertama, UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari segi infrastruktur maupun SDM per November 2015. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah.

Kedua, sekolah calon penyelenggara UNBK dilarang memberatkan dan/atau membebani pihak-pihak selain sekolah (termasuk membebani orangtua siswa dengan pungutan dan semacamnya) untuk membeli dan/atau menyewa komputer demi kepentingan pelaksanaan UNBK.

Ketiga, bagi sekolah yang terbukti melanggar ketentuan ini akan dikeluarkan dari daftar sekolah pelaksana UNBK pada tahun 2016 dan harus melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Keempat, Sekolah yang tidak bisa memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan BSNP Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2015/2016 harus mengundurkan diri dari UNBK dan mengikuti UN berbasis kertas dan pensil dengan batas waktu pengunduran diri tanggal 15 Februari 2016 dan kelima, pihak manapun yang menemukan pemaksaan penerapan UNBK harap melaporkan secara tertulis kepada Pusat Penilaian Pendidikan, Kemendikbud, melalui e-mail, surat, atau SMS. E.mail ke alamat cbt.puspendik@kemdikbud.go.id dan pengaduan@kemdikbud.go.id. (Budi S ).

HATI-HATI ! PENIPUAN MODUS BARU, BERDALIH MEMBERI IMBALAN MEMINTA NOMER REKENING

PADAHERANG-Warga masyarakat diharap bisa lebih berhati-hati dengan aksi kejahatan penipuan, karena sekarang ada modus baru jenis kejahatan ini. Seperti yang dialami salah seorang warga kecamatan Padaherang, Tatang yang akrab dipanggil Kontrek yang sehari-hari berjualan kopi dan rokok eceran di depan lapang Silawangsa Padaherang.

Tatang sempat bingung, saat dirinya menemukan sebuah amplop warna coklat bertuliskan surat-surat berharga dan cek bank Panin dengan nilai Rp 4,5 milkyar dari PT Surya Wira Agrah yang beralamat di jalan Jenderal Ahmad Yani no 11.12 Bontang Kalimantan Timur. 

Seperti yang dituturkan Tatang, di dalam amplop warna coklat tersebut juga ditemukan dua lkembar surat berharga,  surat dari Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kantor Pertanahan Kabupaten Bontang dan satunya lagi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, semua surat-surat tersebut atas nama Drs.H Sutoro.SE dengan alamat lengkapnya.

“Awalnya surat tersebut saya temukan tergeletak tidak jauh dari roda tempat jualan saya. “terang Tata.(18/4).
Dan untuk memastikan pemilik serta alamat sesuai yang tertera di surat-surat tersebut, menurut Tatang, ia pun menghubungi pemilik amplop itu pada nomor celuller yang tertera di surat-surat berharga tersebut.

“Setelah saya telpon dengan nomer 082 111 188 053, ternyata benar yang menerima telpon saya bapak Sutoro dan berlamat persis seperti yang tertulis di surat-surat dalam amplop coklat itu. “ imbuh Tatang.

Karena merasa ditolong, masih cerita Tatang, Sutoro pun menawarkan imbalan sebesar Rp 125 juta apabila amplop tersebut bisa dikembalikan lewat paket.

“Ia pun meminta nomer rekening bank saya karena katanya hari itu juga ia akan mentransfer pada saya. “kata Tatang.

Tapi yang diherankan Tatang, dalam percakapan di telpon, katanya rekening Tatang harus ada saldo Rp 2,5 juta.

Tatang pun mulai curiga dfan mengatakan, dalam rekeningnya tidak ada uang sejumlah itu, dan dengan nada memaksa orang yang mengaku bernama Sutoro itu malkah menyuruh Tatang untuk menggunakan rekening sodaranya atau siapa saja asal ada saldo sebesar Rp 2,5 juta dengan dalih jika tidak ada saldo sejumlah itu, maka imbalan pun tidak bisa terkirim.

“Saya pun langsungn sadar bahwa ini penipuan sehingga saya pun tidak memenuhi permintaanya. “kata Tatang lagi.

Dengan kejadian yang dialaminya itu, Tatang pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati bila menemukan kejadian seperti yang dialaminya.

“jelas-jelas ini ini penipuan dengan modus baru. “ungkap Tatang. (Isis Koswara).

MELALUI KBM, SDN 1 RANCAH CIPTAKAN SISWA BERPRESTASI

KAB CIAMIS-Dengan menerapkan disiplin tinggi terhadap anak didik dan guru di lingkungan sekolah, yang membuat betapa pentingnya mendidik anak di bangku sekolah dalam rangka menuntut ilmu dan semua itu harus disertai adanya dukungan dari berbagai elemen baik dari pemerintah atau  masyarakat karena tanpa ada dukungan dari berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar tidak akan sukses.

Demikian dikatakan Kepala SD Negeri 1 Rancah Kabupaten Ciamis, Sarsa S.Pd, MM, mengatakan saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(18/4).

“Alhamdullilah, di SDN 1 RANCAH semua program sekolah bisa berjalan sesuai keinginan karena kami semua pihak pendidik selalu bekerja keras dalam menerapkan materi pendidikan,sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Sarsa. (18/4).

Dikatakan Sarsa, salah satu siswanya, Djaudza Djiyya Muhammad kelas V bisa menorehkan prestasi terpilih menjadi siswa berprestasi di tingkat kabupaten tahun 2017.

“Dan drum band sekolah kami pun selalu tampil dalam berbagai kegiatan di lingkup UPTD UPTD Pendidikan Kecamatan Rancah. “terang Sarsa. 

Selain itu, masih kata Sarsa, PKBM di lingkungan sekolah terus ditingkatkan dengan menjungjung tinggi keharmonisasian antara siswa dan guru pendidik  dengan lebih mengoptimalkan dalam bidang pendidikan.

“Mudah-mudahan, SDN 1 Rancah bisa lebih maju dan berkembang  dengan sejumlah prestasi lainnya. “ungkap Sarsa. (Budi/Agus)

KUNJUNGAN PEMPROV JOGJAKARTA KE UMKM BINAAN BDC PANGANDARAN

PANGANDARAN-Beberapa hari lalu (12/4), Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta melakukankunjungan ke beberapa UMKM binaan Business Development Center (BDC) Kabupaten Pangandaran.

Menurut kepala Dinas Perikanan Provisi Yogyakarta, Wahid, kunjungan yang diikuti 57 orang peserta Diklatpim IV angkatan II Badan Diklat Pendidikan dan Pelatihan tahun 2017 Pemerintah Derah Yogyakarta DIY,Kota Jogjakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Pati, Kebumen dab KPU Lampung, dengan melakukan kunjungan ini diharapkan ada out come positif untuk DI Yogyakarta.

“Kami melakukan lokus benchmarking di Kabupaten Pangandaran dari beberapa sumber dan referensi yang kami terima tentunya, juga dari di media serta Pemda Pangandaran ‘’ungkap Wahid.

Dikatakan Wahid, pihaknya merasa kagum, Daerah ototnomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran dengan usianya yang masih belia sudah bisa menunjukan diri sebagai DOB yang memang sangat berpotensi. Dengan merubah pola pikir birokrasi yang modern dan terbuka bisa menunjukan eksistensi serta mampu mensejajarkan diri dengan daerah lain, dan hasilnya pun bisa dirasakan langsung masyarakat Pangandaran.

“Dibawah pimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Adang Hadari serta keterlibatan KADIN telah mampu mendorong kemajuan di sektor pariwisata dan ekonomi. “ kata Wahid.

Dengan pertimbangan semua itu, lanjut Wahid, pihaknya tidak salah jika Kabupaten Pangandaran dijadikan lokus benchmarking yang salah satu tujuannya mencari best Practise Usaha kreatif dari para enterprener muda yang inopatif di Pangandaran.

Selain itu, lanjut Wahid, jika hasil kajiannya tentang program mengangkat produk daerah menjadi produk unggulan dengan kemasan dan desain menarik memeberikan kesan modern namun tetap higienis, maka KADIN dan BDC Pangandaran baik untuk di kunjungi.

Namun menurut Wahid, sayang sosialisasinya kurang gencar serta penempatan quality control produk, manajemen dan showromnya belum tertata baik.

“Seharusnya tempatnya terpisah, dan di Desa Wonoharjo ini kurang strategis karena jauh dari keramaian. Imbuh Wahid.

Sementara Ketua KADIN Pangandaran, H. Teddy Sonjaya mengatakan, walau pun Pangandaran  sebenarnya belum pantas dijadikan tujuan lokus benchmarking, tapi pihaknya berharap bisa memberikan manfaat dan saling bertukar pengalaman.

“Jujur saja, awalnya saya kaget dan tidak percaya saat mendapat surat kunjungan datang dari pemprov Yogyakarta yang sudah terkenal dengan seabreg prestasinya. “tutur Teddy.

Menurut Teddy, di sisi kopentensi pihaknya merasa belum mumpuni apa lagi untuk dijadikan tempat lokus benchmarking  best practice. Karena yang bisa masuk katagori tersebut, masih kata Teddy, harus mencapai prestasi program yang sangat luar biasa. Dan jika dibandingkan dengan tehnik, metode, proses di Kabupaten Kota dan Propinsi lain, maka pangandaran masih terbilang jauh dari katagori unngul apa lagi di anggap baik dalam pengelolaan program.

“Tapi mudah-mudahan kita bisa banyak belajar dari kunjungan teman-teman kabupaten-kota ini serta menjadikan dasar kita untuk lebih maju dan berkembang’’Ujar Teddy Sonajaya di damping Sultan abdul rosyid dan An an Ramdani dari Komite BDC Pangandaran.

Teddy yang juga Ketua BDC Pangandaran mengatakan, dilihat dari sisi aspek values, exeleces, perbaikan keterampilan dan pengembangan produk unggulan UMKM Pangandaran belum begitu terlihat, dan kalau saja benar BDC Pangandaran di jadikan indikator kegiatan perubahan sehingga keberhasilan pada kegiatan program pemberdayaan, itu semua berkat dukungan Pemda Pangandaran.

Menurut Teddy, selama ini pihaknya hanya memcoba berfartisipasi dan berafiliasi membantu proses sebisanya seperti, pemberian pemahaman budaya, perbaikan kerja usaha kecil, peningkatan SDM sederhana, memberikan pemahaman tentang kwalitas mutu produk dalam persaingan, bagai mana memilih mitra, sekaligus melakukan analisis pasar supaya dapat dengan mudah mengimplementasikannya di lapangan. Dan pada dasarnya mengadopsi sekaligus beradaptasi terhadap market best practice sudah sering di lakukan dinas terkait, justru menurut Teddy, ia banyak belajar dari mereka.

“Akan tetapi kami atas nama KADIN dan BDC Pangandaran mengucapkan terima kasih atas kepercayaanya yang di berikan ini, mudah-mudahan ke depan selalu banyak perbaikan tentu bermanfaat untuk masyarakat Pangandaran. “pungkas Teddy. ***

SURYO, MANTAN BRIMOB UNGGUL PADA PILKADES PARANKANMANGGU

PARIGI-Suryo, mantan anggota Brimob Polri ahirnya terpilih dengan raihan suara terbanyak pada pilkades serentak tahun 2017 Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan tanggal 2 april lalu.

Ditemui di rumahnya, kepada PNews, Suryo mengatakan, setelah pensiun dari kepolisian enam bulan lalu, ia pun pulang ke kampung halamannya agar bisa terus mengabdi pada masyarakat walau pun bukan lagi sebagai anggota polisi.

“Setelah tinggal di kampung halaman, saya langsung bergabung di ormas Manggala Garuda Putih serta aktip mengikuti beberapa kegiatan kemasarakatan. “ungkap Suryo.(3/4).

Salah seorang putrinya, Rini, menuruturkan, pasca pensiun dari kepolisian, bapaknya langsung berbaur dengan warga desa dan banyak mengikuti kegiatan yang sering dilaksanakan warga desa lainnya.

“Mungkin karena itulah, bapak suka bermasyarakat sehingga bisa terpilih menjadi kepala desa dalam pilkades kemarin. “ujar Rini. (Anton As).

INI AKSI TERPUJI PERANGKAT DESA LIMUSGEUDE

CIMERAK-Sebuah rumah tidak layak huni berukuran 2 x 3 meter yang ditempati suami-isteri, Herman dan Tati warga Desa Limusgeude Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran mendapat bantuan dari hasil urunan perangkat desa.

“Karena uang hasil urunan kami tidak terlalu banyak, maka kami hanya bisa membangun rumah alakadarnya yang berukuran 4 x 6 meter saja. “terang Kepala Dusun.(5/4).

Menurutnya, bantuan rumah untuk warganya tersebut nantinya berlantai keramik, dapur dan tempat tidur terpisah dengan penerangan listrik sendiri yang akan dipasang baru serta untuk kamar mandi dan WC akan di bangun di luar rumah.

“Yang penting, yang tadinya tempat tinggal dengan kandang hewan hampir dalam satu ruangan kini terpiusah. “ungkapnya lagi.

Sementara menurut Kepala Desa Limusgeude, Koswara, keluarga Herman dan Tati yang menempati rumah sempit berukuran 2 x 3 meter menjadi perhatian pihak desa.

“Saya tidak mau melihat, masa tempat tinggal manusia untuk keperluan memasak dan tidur berdampingan dengan ayam…”kata Koswara.

Dikatakan Koswara, melihat kondisi rumah salah satu warganya, akhirnya seluruh perangkat pemerintahan desa sepakat mengumpulkan uang untuk membantu memperbaiki rumah tersebut.

Saat ditemui di sela-sela kesibukan pembangunan rumahnya, Herman mengatakan, ia merasa bersyukur dan terimakasih pada Kepala Desa Limusgeude dan jajarannya serta warga yang telah berbaik hati membantu memperbaiki tempat tinggalnya.

“Saya yakin Alloh akan mencatat amal baik mereka karena sudah mau membantu orang miskin seperti kami. “tutur Herman. (Anton AS).

PEMDA TUNDA EKSEKUSI PENERTIBAN BANGUNAN LIAR

PANGANDARAN-Proses eksekusi bangunan yang dijadikan tempat usaha dan tempat tinggal di lahan milik OCBC-NISP oleh Pemda Pangandaran untuk sementara dihentikan.(11/4).

Demikian disampaikan Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, S.Sos. usai rapat evaluasi bersama Kapolsek, Camat, Danramil dan Ormas Jaga lembur di kantor Kecamatan Pangandaran.

Setelah melihat dan mengevaluasi kondisi di lapangan, menurut Irwansah, tim yang terdiri dari Sat Pol PP, anggota Polsek Pangandaran, Koramil dan ormas Jaga Lembur, sepakat proses penertiban bangunan liar tersebut sebaiknya ditunda dulu.

Dikatakan Irwansyah, hari besok (12/4), pihaknya dan seluruh institusi terkait akan menghadiri undangan rapat evaluasi di kantor Polres Ciamis.

“Besok kita rapat di Polres  untuk merencanakan kegiatan penertiban lagi hari selasa atau rabu pada minggu depan . “jelasnya.

Irwansyah menegaskan, ini bukan persoalan sengketa tanah, tapi yang ditertibkan hanya bangunan yang sebagian besar dipakai untuk  tempat tinggal dan tempat usaha.

“Sebaiknya masyarakat jangan memelintir masalah, yang kami tertibkan bukan masalah garapan pertanian tapi bangunannya dan ini dalam rangka penataan kawasan. “ungkap Irwansyah.

Hal senada dikatakan Camat Pangandaran, Drs. Yadi Setiadi, melihat situasi di lapangan yang kurang kondusif seperti dilakukan ibu-ibu pemilik bangunan yang dibongkar dengan tidak mempedulikan keselamatan nekad manaiki alat berat, ini jelas akan sangat membahayakan keselamatan jiwa.

"Saya khawatir akan terjadi kecelakaan. "kata Yadi.

Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, SH, MM. membenarkan, pihaknya bersama tim akan rapat dulu untuk membahas hal ini dengan Kapolres di Ciamis.

“Melihat situasi tadi di lapangan, akhirnya kami, tim sepakat untuk menghentikan dulu dan segera melakukan evaluasi. “ujarnya singkat. (hiek)

PANGANDARAN SIAP PASOK GULA SEMUT ORGANIK DALAM KEMASAN UNTUK HOTEL & RESTORAN

Ketua KADIN-BDC Kabupaten Pangandaran, H. Teddy Sampurna
PARIGI-Pernah mendengar gula semut ? salah satu varian gula yang bahan dasarnya sama dengan gula merah hanya bedanya pembuatannya harus melalui proses untuk menjadi gula semut (Gula Cristal).

Gula semut yang kini tengah dikembangkan Business Development Center (BDC) Kabupatan Pangandaran melalui pelatihan-pelatihan produksi dan managemen usaha pada masayarakat dengan tidak menggunakan zat kimia yang bisa menggangu kesehatan konsumen.

“Untuk filot project pelatihan ini kami laksanakan di tiga desa di Kecamatan Pangandaran. “kata Ketua DBC Pangandaran, H. Teddy Sampurna.(7/4).

Menurut Teddy yang juga Ketua KADIN Pangandaran, proses pengambilan nira kelapa yang biasa diambil 1 kali dalam sehari, sebaiknya itu dilakukan 2-3 kali. Karena jika kondisi pohon kelapa tersebut baik dan sehat, maka proses penyadapatannya bisa dilakukan hingga 3 kali dalam sehari.

dikatakan Teddy, dalam10 bulan terakhir ini, pihaknya melakukan  kerja sama dengan seluruh penggiat parawisata, pelaku UKM serta generasi muda yang senang dan peduli pada UMKM.

Menurut Teddy, gula semut mempunyai rasa yang khas, rasa manisnya sama dengan gula merah tapi dengan  taste caramel yang lembut serta kadar airnya pun lebih rendah karena tidak boleh lebih dari 2 – 5 % yang menjadikan gula semut bisa bertahan lama.

Dan agar bisa diminati pasar, produk gula semut harus menggunakan kemasan yang menarik  agar bisa diminati konsumen di pasaran.

“Karena pengemasan yang baik menjadi salah satu paktor prasyarat untuk meningkatkan pemasaran. “ungkap Teddy.

Lebih jauh Teddy mengatakan, Seiring meluasnya pasar dan juga meningkatnya keuntungan yang didapat para pengrajin, ini memberikan dampak positif dengan semakin berkembang dan bertambahnya jumlah pengrajin gula yang bergabung dalam produksi gula semut.

Sehingga yang tadinya berawal 54 orang saja, kini meningkat menjadi 840 pengrajin yang berada di Kecamatan Pangandaran, dan ini tentunya berdampak juga pada meningkatnya jumlah produksi hingga mencapai 8-10 ton per bulan dan siap memasok gula semut organik ke seluruh indonesia dan dalam kemasan stick pack untuk customer hotel dan restouran.

Saat ini dari kapasitas produksi rata-rata 3 ton, di antaranya untuk ekspor ke Jepang dan Eropa, meski proses penjualannya masih melalui perantara eksportir pihak ke dua.

“kami sebagai fasilitator masyarakat dalam mengembangan produk gula semut ini, sekarang  sedang berupaya untuk mendapatkan berbagai sertifikasi agar produk yang dihasilkan ini lebih berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.”Ujar Teddy.

Mulai bulan depan, lanjut Taddy lagi, pihaknya akan kosentrasi pada pengembangan produk turunan sekaligus mencari disain kemasan, karena salah satu kendala yang dihadapi UMKM dalam memasarkan produknya, salah satunya disebabkan kemasan yang kurang menarik, dan ini biasanya kurang disadari dan dipahami oleh sebagian besar pelaku UMKM di Pangandaran.

Akibatnya, lanjutnya, sejumlah produk yang sebenarnya memiliki potensi bernilai jual tinggi dan berkwalitas pun menjadi kurang diminati di pasaran.

Dan kendala lainnya, masih kata Teddy, pelaku UMKM biasanya tidak tahu harus kemana jika ingin membuat kemasan karena tidak adanya unit usaha yang melayani pembelian kemasan dalam partai kecil.

“Kami kesulitan saat meyakinkan pada pelaku UMKM bahwa kemasan yang menarik dan kreatif bisa meningkatkan daya jual dan memberi keuntungan yang lumayan. “papar Teddy.

Fungsi KADIN sangat tepat sebagai wahana komunikasi untuk berbagi  informasi, representasi, konsultasi dan sebagai fasilitator untuk memberikan dorongan pada tumbuh kembangnya enterpriner (kewirausahaan) baru serta pengembangan bisnis yang akan memberikan kontribusi pada pemerintah di sektor ekonomi.

“Kami, KADIN dan Pemeritah Daerah menyediakan ruang dan waktu untuk konsultasi bagi para pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM pada hari rabu dan Kamis bersama Tenaga Ahli yang sudah kami siapkan. “terang Teddy.

Sementara manager BDC Pangandaran, An An Ramdani, menjelaskan, tinggkat keasaman nira itu hanya bisa bertahan 4-5 jam saja, dan jika lebih lama didiamkan, keasamannya akan menguat hingga nira pun tidak bisa diproduksi

“Mudah-mudahan ke depan, Pemda Pangandaran bisa membantu dengan membuat regulasi yang akan mengatur produksi gula semut. “pungkas Ramdani. (hiek)

PILKADES DESA PANGKALAN, UKAR HERYADI RAIH SUARA TERTINGGI

LANGKAPLANCAR -  Ukar Heryadi (62), salah satu kandidat calon Kepala Desa Pangkalan  Kecamatan Langkaplancar  Kabupaten Pangandaran berhasil meraih suara terbanyak pada pilkades serentak 2017 yang dilaksanakan tanggal 2 april lalu dengan mengungguli 4 calon lainnya.

Saat ditemui dirumahnya, Ukar mengatakan, siapapun yang terpilih harus mendapat dukungan bersama untuk membangun desa 5 – 6 tahun kedepan.

Dari awal sebelum pilkades dilaksanakan, menurut Ukar, dirinya sebagai salah satu calon punya prinsip, siapapun yang nantinya akan terpilih harus mendapat dukungan seluruh warga desa.

“Saya bersyukur dalam pilkades Desa Pangkalan yang dilaksanakan dengan aman, tertib dan lancar bisa unggul dalam peraihan suara, dan saya pun siap mengemban tugas serta amanah dari seluruh masyarakat. “katanya.(6/7).

Lebih jauh Ukar mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya nanti di desa, menurutnya, ia akan melanjutkan program-program kepala desa sebelumnya serta memperioritaskan perbaikan infrastruktur jalan desa yang masih perlu perbaikan.

"Menurut saya ini sangat urgen, karena untuk kelancaran perekonomian warga desa kami," ucapnya.

Ukar juga mengucapkan terima kasih pada pengurus DPD partai GOLKAR Kabupaten Pangandaran dan Pengurus Kecamatan (PK) Langkaplancar yang telah banyak membantu hingga ia bisa terpilih sebagai pemenang dalam pilkades serentak 2017.

"Tidak lupa untuk tokoh masyarakat, ulama, pemuda, panitia penyelenggara hingga bisa terlaksananya pilkades di desa kami dan khususnya lagi seluruh warga Desa Pangkalan yang sudah melaksanakan hajat demokrasi desa sampai dengan selesai dan lancar. “imbuh Ukar.

Di akhir pembicaraannya, kepada warga masyarakat, Ukar menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan padanya untuk memimpin Desa Pangkalan.

“Mari kita eratkan tangan untuk bersama sama membangun Desa Pangkalan menuju keberhasilan, baik dibidang sosial,  ekonomi dan agama, karena desa tidak akan maju tanpa dukungan dari seluruh warganya.", pungkas Ukar.(AGE)

AWAS!!! WABAH DBD MULAI MENYERANG WILAYAH PESISIR.

CIJULANG - Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pangandaran khususnya di desa Batukaras  Kecamatan Cijulang perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Pasalnya, berdasarkan informasi salah satu warga pesisir pantai Batukaras,  Neneng (44), sudah ada 7 penderita pada satu bulan terakhir ini hingga dua minggu lalu sudah dilakukan fogging ( pengasapan)  diwilayah nya walau itu baru dilakukan di dua RT saja
.
"Bulan lalu anak saya terserang DBD, dengan diawali demam tinggi dan saya pun langsung membawanya ke dokter. “ungkap Neneng.(7/4).

Setelah dicek  di labolatorium, ternyata, lanjut Neneg,  anaknya positif terjangkit DBD hingga harus dirawat inap di klinik selama 4 hari.

Dikatakan Neneng, ternyata penyakit DBD tersebut tidak hanya menimpa anaknya. Menurut Neneng, beberapa anak tetangganya pun warga pesisir terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk tersebut.

“Ada sekitar 5 orang, hingga saya pun melapor ke salah satu mantri kesehatan di puskesmas, dan  Alhamdulillah, seminggu kemudian ada petugas melakukann fogging. “kata Neneng.

Neneng berharap, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kesehatan bisa melakukan tindakan cepat untuk mengatasi wabah demam berdarah ini sebelum lebih banyak lagi warga yang terserang .

"Semoga pemda cepat tanggap dalam mengatasi wabah DBD ini agar tidak meluas ke wilayah lain", pungkasnya.  (AGE)

ANGIN KENCANG LANDA BEBERAPA DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN

PARIGI-Dampak cuaca ekstrim, angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Kabupaten Pangandaran yang terjadi sekitar pukul 10.00 malam beberapa hari lalu (3/4) mengakibatkan kerusakan beberapa rumah warga hingga belasan rumah rusak parah terjadi di dua Desa, Desa Cintakarya dan  Cibenda Kecamatan Parigi.
Dari pantauan di lapangan, di Desa Cibenda 9 rumah dan Cintakarya 6 rumah yang terdampak angin kencang tersebut.

Pemkab Pangandaran melalui Dinas Sosial PMD pun langsung mendata sejumlah rumah yang terdampak langsung.

“Untuk sementara kami kirim bantuan sembako dan alas tidur. “kata Kepala Dinas Sosial PMD, H. Dani Hamdani, S.Sos, MM. (4/4).

Menurut data yang diperoleh korban-korban tersebut diantaranya, Aceng Kusmawan, Rt 01 Rw 16 Dusun Budi Asih Desa Cibenda, Ratem, dusun Sinargalih Rt 2 Rw 9 Desa Cibenda.

Maya sriyana, Dusun Sinargalih Rt 1 Rw 6, Uji Rt 6 Rw 8 Dusun Cintasari Desa Cintaratu dan Sati, Rt 04 Rw 5 Dusun Sukamanah

“Ada sekitar 9 kk yang menjadi korban bencana angin kencang semuanya di kecamatan parigi. “terang Dani.

Menurut salah seorang korban, Sukiadi warga Desa Cintaratu, akibat bencana angin kencang yang disertai hujan lebat tersebut, ia mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah termasuk 2 ekor sapi  senilai kurang lebih Rp 15 jt juga ikut menjadi korban. (Toni T)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN