CABOR KUDA PACU PON XIX 2016, JABAR SABET JUARA UMUM DENGAN 1 EMAS 2 PERAK DAN 2 PERUNGGU

CIMERAK-Cabor  Pacuan Kuda PON XIX Kontingen Jawa Barat berhasil sabet gelar juara umum  menduduki posisi pertama dengan perolehan satu medali emas, dua perak dan dua perunggu. Disusul di posisi kedua kontingen Jawa Tengah dengan torehan 1 medali emas, 2perak, dan 1 perunggu, semantara Jawa Timur  pada urutan di posisi tiga dengan perolehan medali 1 emas dan 1 perak.

Satu medali emas berhasil diraih tim jabar setelah susah payah bersaing dengan tim-tim lain yang sama-sama memiliki kuda-kuda tangguh. Dan jabar pun terpaksa harus menelan pil pahit, pasalnya, di empat kelas awal yang diperlombakan, kontingen Jabar tak mampu mendapatkan  satu pun medali emas. Beruntung, pada balapan terakhir, di kelas A 2.200 meter, kuda Jabar berhasil memperoleh medali emas sekaligus memastikan diri jadi juara umum karena unggul perolehan perunggu dari kontingen Jateng.

Di kelas bergengsi tersebut, Jawa Barat menurunkan kuda andalan, Red Silanos dengan joki Dadang Suhendar. Di kelas ini, persaingan pun sangat sengit, karena, kuda andalan Jateng pun, Saud yang ditunggangi langsung oleh Jurangannya dan sempat memberikan perlawanan sesaat sebelum memasuki garis finish, hingga terjadi pertarungan sengit antara kedua kuda tersebut dengan saling susul di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Akhirnya, kuda andalan Jabar,  Red Silanos mampu mengungguli kuda Jateng, Saud yang harus  puas dengan perolehan medali perak pada kelas A 2.200 meter. Sementara untuk medali perunggu pun,  kembali didapat Jabar setelah kuda bernama Perkasa yang ditunggangi oleh Stevie masuk finis di urutan ke tiga.

Pelatih Kontingen Pacuan Kuda Jabar, Karina Zakatia Saddak kepada awak media yang mewawancarainya, mengaku puas dengan prestasi yang bisa dibanggakan masyarakat Jawa Barat, menjadi juara umum pada cabor kuda pacu PON XIX 2016. Karena menurutnya, tim Jabar memang dikenal selalu unggul di kelas bergengsi A 2.200 meter dengan kuda Red Silanos.

"Red Silanos memang pada kelas ini selalu unggul dari rival-rivalnya, dan hanya pernah sekali kalah oleh kuda jawa tengah yang sekarang di sini dapat perak," ungkap Karina usai meluapkan kegembiraan bersama timnya.(28/.9)

Sementara usai pengalungan medali, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutan penutupan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh  para atlet serta kontingen kuda pacu yang datang dari seluruh propinsi peserta PON XIX.

"Terima kasih kepada semua pihak, dan kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan mudah-mudahan setelah kemabali ke daerah masing-masing akan membawa kesan indah tentang pangandaran."kata Jeje. (hiek)





INI FINALIS CABOR KUDA PACU PON XIX 2016 JABAR

1.Race 1 Kelas E jarak 1.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda P Blang Katir dari Kalsel, Dewi     Karangetan dari DKI, Nur Fadilah dari Jatim, Joy Matilda dari Sulbar dan Lasso Eclips dari Jateng.
2.Race 2 Kelas E jarak 1.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Bella Eclipse dari Jateng, Miss Selebritis dari Jatim, Pahlawan dari DIY, P Nyale dari Kalsel dan Bejo Wagir dari Jatim.
3.Race 3 Kelas D jarak 1.400 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Ibantong dari DIY, Suko Nagari dari DKI, Raja Teror dari Kalsel, Toreh dari Jatim dan Tolak Balak dari Jateng.
4.Race 4 Kelas D jarak 1.400 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Permata Hitam dari Jatim, Macho dari Jabar dan Timo Eclipse dari Jateng, Red Rose dari DKI dan Amor Sem Limite dari Jateng.
5.Race 5 Kelas C jarak 1.600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Sambit dari Jatim, Motivator dari Jabar, Haqul Yakin dari Jateng dan Mahkota Ratu Lilin dari NTT.
6.Race 6 Kelas C jarak 1.1600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Puta Menteng dari DIY, Smart Lady dari DKI, P Police dari Kalsel dan Super Great dari Jatim.
7.Race 7 Kelas C jarak 1.600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda P Preman dari Kalsel, Lady Adiri dari DIY, Sapu Angin dari Jatim dan Hang Jebat dari Riau.
8.Race 8 Kelas A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Tirtajaya dari Kalsel, P Super Mujur dari Kalsel dan Queen Sonic dari Jateng.
9.Race 9 kelas A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Tingket Ball dari DKI, Elingprigel Eclipse dari Jateng, Jatakarta dari DKI dan P Yoker dari Kalsel.
10.Race 10 A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Century Manglayang dari Jabar, The Ice Man dari Jateng, Peterpan dari DKI dan Exel Jatim dari Jatim.
11.Race 11 Kelas A jarak 2.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Saud dari Jateng, Perkasa dari Jabar, Aikon dari Jatim, Yaras Flash dari Riau dan Tuan Nagari dari DKI.
12.Race 12 Kelas A jarak 2.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda King Savero dari Jabar, dari Jabar, Garuda Bintang dari Sulut, Putra Pertiwi dari DKI dan Beauty Eagling dari Katim. (hiek)

RIBUAN PENONTON RELA MACET SAKSIKAN FINAL PACUAN KUDA PON XIX

CIMERAK-Puluhan ribu penonton pada babak final cabor Pacuan Kuda Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 Jawa Barat yang digelar di arena pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (28/09/2016), datang memadati arena perlombaan untuk menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Hampir tidak ada tempat kosong di sekitar arena pacuan, karena dipenuhi warga yang antusias ingin melihat aksi kuda-kuda kelas nasional bahkan internasional.

“Dari jam 9 pagi, sepanjang jalan menuju lapang pacuan kuda sudah macet. “Ungkap Waryo (73), warga Desa legokjawa Cimerak.
Padatnya kendaraan roda empat dan dua menuju lokasi, lanjut Waryo,  tidak bisa tertampung jalan karena keadaan jakan tersebut tidak terlalu lebar.

“Diperparah lagi, jembatan 1 km sebelum lokasi hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, maka antrian panjang pun tidak bisa dielakan lagi. ”Tutur Waryo.

Hal senada dikatakan Dimas(22), penonton asal Sidareja yang datang bersama teman-temannya berboncengan motor. Dimas menuturkan, ia dan teman-temanya terjebak macet sejak akan memasuki obyek wisata Green Canyoon di Kecamatan Cijulang hingga lokasi pacuan kuda.

“Saya lihat, sejak greencanyoon, kendaraan roda empat sudah macet total. “Ungkapnya.

Kemacetan juga dirasakan Ahdi (26) yang datang dari arah Kecamatan Cimanuk Kabupaten Tasikmalaya. Ia bersama isteri dan anaknya yang mengendarai motor merasa tersiksa  karena terjebak macet yang panjang.

“Apalagi saat memasuki desa Legokjawa, saya lihat banyak penumpang mobil yang memilih berjakan kaki menuju lokasi dan meninggalkan mobilnya diparkir di rumah-rumah penduduk. “terang Ahdi.

Tapi menurut Dimas dan Ahdi, semua lelah bisa terobati saat sampai di lapangan pacuan dan bisa menyaksikan langsung kehebatan kuda-kuda dari berbagai propinsi saat adu kecepatan.

“Walau dengan susah payah melihat di atas bukit, saya dan teman-teman puas bisa melihat langsung kuda-kuda kelas nasional. “Ungkap Dimas.

Informasi di lapangan, konon final cabor kuda pacuan  di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran ini ditonton sekitar 25 ribu manusia, jumlah tersebut dikabarkan telah memecahkan rekor sebagai penonton terbanyak selama perhelatan PON XIX 2016 Jabar. (hiek)

JEJE WIRADINTA: “SEMOGA SELURUH KONTINGEN MEMBAWA KENANGAN INDAH TENTANG PANGANDARAN.”

CIJULANG-Usai sudah pelaksanaan PON XIX/2016 cabang olahraga (cabor) terjun payung yang dilaksanakan di Bandara Nusawiru dengan berjalan lancar selama pertandingan digelar hingga pembagian medali untuk para juara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Sub PB PON XIX/2016, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya pada penutupan dan penyerahan medali kepada para atlit dari masing-masing kontingen yang berhasil menjadi juara.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang membuat pertandingan cabor terjun payung ini terhambat. “Ungkap Jeje.(27/9).

Jeje pun atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terimakasih pada semua pihak baik yang langsung atau tidak membantu  terselenggaranya perlombaan cabang olahraga terjun payung PON XIX tahun 2016 di Pangandaran.

“Selama delapan hari pelaksanaan terjun payung berjalan lancar dan berhasil zero accident seperti yang kita harapkan bersama. “imbuhnya.

Ditambahkan Jeje, ia pun Berharap para atlet terjun payung dari seluruh kontingen ketika kembali ke daerahnya masing-masing dapat membawa kenangan yang indah tentang Pangandaran.

"Semoga seluruh kontingen terjun payung yang berlaga disini, tdak melupakan segala kenangan selama bertanding di daerah kami dan ketika pulang ke daerahnya masing masing membawa kesan indah dan bercerita pada orang-orang tercintanya tentang pangandaran. “ kata Jata Jeje. (AGE).

DUA MOBIL HANTAM PAGAR RUMAH DI CIJEUNGJING

CIAMIS-Dua pagar rumah di Dusun Warungjati Desa Bojong Kecamatan Cijeungjing hancur akibat dihantam dua mobil yang bertabrakan dari berlawanan arah,  terjadi hari rabu (28/9) sekitar jam 8.30 pagi.

Menurut Dian, salah satu pemilik rumah, menuturkan, ssat kejadian tersebut ia sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba mendengar dari arah luar mendengar suara seperti ledakan yang sangat keras.

“Saya kaget, ketika saya lihat keluar, ternyata suara tersebut berasal dari dua buah mobil,  avanza dan sedan yang tabrakan dan langsung menghantam tembok pagar rumah saya. “ungkapnya.

Langsung, menurut Dian, warga pun berhamburan memberikan pertolongan setelah tahu ada kecelakaan lalu lintas tersebut, dan beruntung kedua pengendara dua mobil tersebut hanya mengalami luka ringan.

“Dan langsung kejadian tersebut ditangani kepolisian lalu lintas polres ciamis. “Kata Dian. (TONI T)

LAMPUNG RAIH JUARA UMUM TERJUN PAYUNG PON XIX 2016

CIJULANG-Walau hujan terus mengguyur di lokasi lomba terjun payung, Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran, namun cuaca yang kurang bersahabat ini  tidak menjadi halangan  para atlit untuk terus berlaga di ajang final Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX tahun 2016.

Secara keseluruhan kontingen  lampung masih tetap meminpin perolehan mendali terbanyak. Sementara tim Jawa Barat untuk tim putri, Yose Damayanti no helm 30d dengan ketepatan mendarat  meraih skor  0,59 berada di urutan kedua setelah Benanda Fransiska dari Bandar Lampung dengan no helm 23b memperoleh skor 0,43.

Di  kategori ketepatan mendarat putra, lagi-lagi kontingen Lampung atas nama Margono dengan no helm 33a dengan skor akhir 0,17 berhasil menempati urutan pertama, disusul kontingen dari aceh, Erik  dengan no helm 31b dengan scor 0,22.

Di kelas kategori kerjasama dalam perasut, Jawa Barat masih memimpin dengan skor nilai total 28,  disusul kontingen DKI dengan perolehan skor total 14.

Secara keseluruhan, tim cabor terjun payung dari Lampung sukses merebut mendali mas terbanyak pada kejuaraan PON  XIX 2016 yang berlangsung di veanu Bandara Nsawiru Pangandaran, sementara kontingen jabar harus puas di urutan kedua disusul tim dari Aceh.

Berikut perolehan medali cabang Terjun payun PON XIX 2016:

1. Lampung 3 emas 2 perungu
2. Jabar 2 emas 2 perak 1 perungu
3. Aceh 1 mas 1 perak 1 perungu
4  Kalimantan barat 1 perak 1 perungu
5  Jawa Tengah 1 perak
6. DIY 1 perak
7. DKI 1 perunggu

(TONI T)

IWAN M RIDWAN: “MASIH BANYAK KABID DI PEMKAB PANGANDARAN YANG TIDAK PAHAM TUPOKSI..”

CIJULANG-Banyak Kepala Bidang ( kabid) di SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang masih tidak memahami tugas pokok dan fungsi, tangggung jawab serta wewenang dalam melaksanakan tugas kepegawaianya, sehingga ini perlu adanya perhatian khusus bagi pemerintah untuk menata kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di tiap-tiap SKPD.

Demikian dikatakan ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd usai memimpin rapat paripurna di gedung Da’wah Cijulang. “Ada beberapa kabid yang tidak memahami pekerjaan dibidangnya, dan tadi saya sampaikan langsung pada Pa Bupati dan pa sekda untuk mengingatkan kepada Kepala SKPD apabila ada rapat dengan kami usahakan hadir,”kata Iwan.(26/9).

Dijelaskan Iwan, alasan kenapa dirinya sebagai pimpinan DPRD mengatakan ini, lantaran ia kerap mendapat pengaduan dari sejumlah komisi yang mengeluhkan apabila diundang rapat kerja, kepala SKPD sering tidak hadir dan selalu mewakilkan.

“Makanya, saat harus mengambil keputusan, mereka tidak bisa dan selalu bilang keputusanya ada di kepala Dinas. Nah, kalau sudah begini kan jelas rapat-rapat kerja yang digelar dengan komisi pun tidaki ada kesimpulan.” Masih kata Iwan.

Dikhawatir,  pengemban tugas pokok dan fungsi sebagai pengawasan pemerintah, menurut Iwan, akan mempunyai beban moral dan penanggung jawab besar karena tersumbatnya komunikasi dan kordinasi legislatif dan eksekutif.

”Untuk itu, pada momen penting ini, kami meyampaikan kepada saudara Bupati dan Sekretaris Daerah Pangandaran untuk lebih mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPD agar bisa hadir dalam acara rapat bersama kami,” tandasnya. (AGE)

PENDIDIKAN, KESEHATAN, INFRASTRUKTUR DAN PARIWISATA, JADI PERIORITAS APBD PERUBAHAN PANGANDARAN TAHUN 2016.

CIJULANG-Penyusunan raperda perubahan APBD tahun anggaran 2016 disebabkankan adanya perubahan asumsi pada kebijakan umum APBD 2016 dan adanya keadaan menyebabkan harus dilakukan penggeseran anggaran serta keadaan yang menyebab saldo anggaran lebih tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam rapat paripurna DPRD di gedung Da’wah Islam Cijulang, tentang perubahan APBD tahun anggaran 2016.

“seperti pada anggaran PAD yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp.72,59 milyar, naik  menjadi Rp. 75.92 milyar dengan kenaikan sekitar 4,60 %. “Kata Jeje.(26/9).

Tapi untuk dana perimbangan, lanjut Jeje, ada penurunan 1,61 %, dari anggaran yang telah ditetapkan Rp.819,46 milyar menjadi Rp.806.,27 milyar. Dan pendapatan lain-lain yang sudah ditetapkan sebesar Rp. 98,56 milyar, ada kenaikan 103,11 % menjadi Rp. 200.19 milyar pada APBD Perubahan.

“Untuk jumlah keseluruhan belanja daerah tahun 2016, dalam  APBD yang telah ditetapkan sebesar Rp.1,12 trilyun, naik sekitar 7,21 % menjadi Rp.7,21 trilyun. “Terang Jeje.

Belanja Daerah tersebut, lanjut Jeje, mencakup belanja tidak langsung yang tadinya Rp. 679,31  milyar menjadi Rp.668,22 milyar, sedangkan untuk belanja langsung, sebelumnya Rp.440,68 milyar naik menjadi Rp.532,56 milyar.

“Untuk pembiyaan dari sisi penerimaan pembiyaan untuk sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang semula ditetapkan Rp.134,38 milyar menjadi Rp.123,38 milyar, turun sebesar 8,19 %.”lanjut Jeje.

Sementara capaian dari target program dan kegiatan hingga pertengahan tahun 2016, menurut Jeje, masih memerlukan peningkatan dalam merealisasikan perkembangan  kondisi sesuai kebutuhan pembangunan sehinga perlunya perubahan APBD 2016. Asumsinya,  karena telah terjadi pekembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA.

“Terjadi pelampauan proyeksi PAD dan meningkatnya jumlah belanja daerah serta terdapat silpa tahun 2015, yang diformulasikan pada rancangan kebijakan umum perubahan APBD serta perioritas plafon anggran perubahan APBD tahun 2016. “ Ungkap Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, dengan keterbatasan anggaran daerah, APBD perubahan tahun 2016 ini akan lebih difokuskan pada biaya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan bidang pariwisata.
Lebih jauh Jeje mengatakan, sedangkan untuk perioritas program dan kegiatan yang direncanakan tahun 2016, untuk memenuhi 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan dengan alokasi belanja tersebut sebesar Rp.532,56 Milyar.

“Sedangkan untuk hibah dan bantuan social lainnya, nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan penyalurannya pun akan selktif dan akuntabel. “tegas Jeje. (hiek)

BASARNAS TERUS PANTAU BANJIR BANDANG GARUT DAN PON XIX 2016

CIJULANG-Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut  Jawa Barat melalui pantauan udara dengan menggunakan pesawat helikopter HR-3601 milik Basarnas yang diberangkatkan dari Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran.

Dari ketinggian 250 hingga 300 ft pencarian pun terus dilakukan di beberapa titik, termasuk menyusuri aliran Sungai Cimanuk dari hulu hingga ke hilir, Karangsari, Leuwigoong sampai
Jatigede juga di sekitar lokasi kejadian dengan menempuh waktu 1,5 jam.

Demikian dikatakan anggota Basarnas, Sandi Jaelani, saat ditemui sejumlah awak media di Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Setelah melakukan pencarian, kami pun kembali ke Posko Basarnas untuk evakuasi medis udara di pangandaran,” kata Sandi.(25/9).

Sementara pilot helikopter HR-3601 Basarnas, Mayor Laut (P), Candra Budiharjo yang  didampingi Copilot, Lettu Laut (P), Baron, menambahkan, sesuai standar Basarnas, selama 7 hari pihaknya akan  terus melakukan pencarian korban. Dan  apabila dalam waktu 7 hari masih diperlukan pencarian, pihaknya pun siap sampai ada perintah penghentian dari pimpinan.

Dari hasil pantauan udara,  menurut Candra, hinggai hari ini (25/9-red), arus air Sungai Cimanuk masih deras walau semuanya tidak luput dari pantauannya.

“Kita menyusuri aliran sungai sampai muara Jatigede, tapi sampai hari ini kami belum menemukan korban, atau mungkin karena kondisi sungai yang cukup dalam membuat pantauan kami tidak maksimal. “Imbuh Candra.


Masih kata Candra, sesuai dengan perintah dan arahan atasan, tim akan terus melakukan pencarian korban sesuai standar oprsional basarnas.

“Jadi, selain pemantau evakuasi korban banjir di garut, Posko Basarnas di Bandara Nusawiru standby terus sebagai posko evakuasi medis udara dan sekaligus posko udara penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016. “Imbuhnya. (AGE).




CATAT NILAI 0,0, ATLIT TERJUN PAYUNG JABAR DAPAT BONUS 100$ USA

CIJULANG-Atlet terjun payung putra Jawa Barat, Sangga Lelana (41), siang tadi, Minggu (25/09) mendapatkan bonus 100$ USA yang diserahkan langsung oleh manager  timnya. Bukan tanpa alasan, bonus tersebut diperoleh setelah Sangga Lelana dinyatakan mendapat nilai pendaratan yang memuaskan, dengan nilai point 0,0.

"Ini merupakan kepuasan bagi semua yang ada tim penerjun jabar, dan tentunya pendaratan dengan nilai point 0,0 ini harus bisa dipertahankan pada even selanjutnya baik di tingkat nasional atau pun internasional", ucap Sangga.

Ditambahkan Sangga,  sebenarnya manager timnya sudah sering memberikan bonus saat atletnya mempunyai prestasi bagus.

“Ini bisa menjadi salah satu motivasi kami agar terus bisa meningkatkan prestasinya di cabang olahraga terjun payung", tambahnya.

Saat Sangga Lelana mendaratkan kakinya dengan ketepatan mendarat yang sangat sempurna, sontak, penonton yang ada di sekitar venue Bandara Nusawiru  Pangandaran pun memberikan tepuk tangan meriah dengan teriakan gembira sebagai bentuk dukungan moral buat kontingen terjun payung Jawa Barat.

Nur Asih (22), penonton asal Kabupaten Tasikmalaya mengungkapkan kegembiraannya saat atlet putera jabar ini mendarat tepat pada sasaran dengan nilaI point memuaskan.

"Hidup jabar …!hidup Wela…! ( panggilan Sangga Lelana-red). “Teriaknya girang.

Nur Asih pun berharap, apa yang diperoleh Sangga Lelana ini bisa diikuti rekan-rekannya satu tim. (AGE)

TERJUN PAYUNG PUTRI JABAR RAIH EMAS

CIJULANG-Team atlet terjun payung putri Jawa Barat akhirnya berhasil tampil sebagai juara dengan meraih medalai emas pada perhelatan terjung payung di kelas ketepatan mendarat beregu puteri PON XIX 2016 dengan mencatat perolehan nilai 1,40 disusul Atlet DIY dengan nilai 1,72 dan Atlet dari kontingen Lampung dengan nilai 2,43 yang dipertandingkan siang ini, Minggu,(25/09) di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah.seorang atlet puteri Jabar, Ni putu Irma Purnama Dewi,  tim puteri jabar berhasil  meraih medali emas di kelas ketepatan mendarat puteri karena unggul dalam  perolehan nilai.

“Kami bersyukur, ahirnya tim jabar bisa menyumbangkan emas dari cabor terjun payung. “Ungkap Ni Putu.(25/9).

Seperti diketahui, cabor terjun payung kelas ketepatan mendarat beregu puteri ini diikuti lima provinsi. Antara lain, DKI Jaya, Lampung, Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tuan rumah Jawa Barat.

Dalam perebutan medali emas di cabor  ini, menurut Ni Putu, persaingan skil dan kemampuan atlit tiap kontingen sangat ketat, terutama saat pendaratan karena harus disesuaikan dengan faktor kecepatan angin di lokasi pertandingan.

"Target tim untuk bisa meraih minimal 3 medali dari 6 medali emas yang diperebutkan pada cabor terjun payung ini mudah-mudahan bisa tercapai sesuai harapan masyarakat jawa barat", pungkasnya. AGE).

3 PENERJUN ASING BANTU PENJURIAN CABOR TERJUN PAYUNG PON XIX

CIJULANG-Untuk menjaga netralitas penjurian Cabang Olahraga (cabor) Terjun Payung, pihak panitia PON XIX 2016 mendatang tiga juri (event judge) dari luar negeri. Ketiga juri tersebut, Wiliam (Australia), David Choi (Korea) dan Yazer (Bahrain).

"Bukan berarti Indonesia tidak mampu, tapi kita ingin menunjukan sportifitas dan profesinalisme kompetisi terjun payung, maka kita libatkan tiga orang event judge kesisin. “ Ungkap  Ketua Bidang Perlombaan, Dadan Dani Dipoera saat ditemui wartawan di veanue terjun payung, bandara Nusawiru Cijulang Kebupaten Pangandaran.(24/9).

Ditambahkan Dadang, ketiga juri asing itu diposisikan menjadi koordinator juri (event judge) dari jumlah keseluruhan 23 orang juri. Dengan banyaknya juri tersebut pada setiap kelas yang diperlombakan akan benar-benar dilihat banyak mata juri dan tentunya ini bisa menghasilkan penilaian yang obyektif, akan sulit untuk dimanipulasi.

“Dan ketiga juri asing tersebut, mereka penerjun senior dari berbagai instansi di negaranya. “Terang Dadang.

Pada 4 kategori yang digelar, ketepatan mendarat perorangan putra dan putri serta ketepatan mendarat beregu putra puti, dan juri langsung melakukan penilaian saat atlet mendarat di lingkaran. Sementara untuk kelas kerjasama antar parasut (canopy formation ) dan kerjasama di udara ( formation skydiving ), tim juri melakukan penilaian melalui video yang diambil langsung dui udara oleh atlet.

"Juri melakukan penilaian secara bersamaan dan berulang-ulang melalui video yang diputar hasil rekaman atlet sehingga penialain pun benar-benar akurat," imbuhnya.

Dati babak awal penyisihan, menurut Dadang, hasil penjurian berjalan lancar dan kontingen dari daerah pun tidak ada yang mengajukan protes.

“Kita sangat terbuka, karena semua hasil penjurian setiap babak ditampilkan di papan pengumuman yang ada di tenda manifest, termasuk video hasil rekaman di udara untuk kelas kerjasama di  udara dan dapat ditonton baik oleh atlet atau official," ujarnya.(hiek)

MISTERI LUKISAN GADIS INDO-CHINA

PANGANDARAN-Misteri lukisan tua bergambar gadis keturunan Indo-China yang terpajang di rumah Ny.Nonok, (62) warga Dusun Pantai Timur, RT 05 Rw 03 Desa-Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran membuat penasaran warga sekitar karena konon sering terjadi keanehan pada lukisan wanita tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, Nonok, pemilik lukisan tersebut menuturkan, lukisan tersebut pemberian salah satu saudagar China pemilik Hotel Aquarium bernama Engko Acu pada tahun 1982 silam.

“Mungkin karena kedekatan keluarga kami dengannya, ko Acu memberi 3 lukisan diantaranya, lukisan seorang gadis keturunan Indo-China, lukisan perempuan berparas belanda yang mengenakan gaun pengantin dengan seorang pria dan lukisan buah-buahan,” kata Nonok.(23/9).

Dari ke 3 lukisan tersebut, lanjut Nonok, 2 lukisan lainnya dibuang lantaran terkesan menyeramkan, sedangkan lukisan gadis Indo-China menjadi salah satu lukisan kesayangannya karena lukisan tersebut, menurut ko Acu sudah menjadi salah satu saksi bisu yang menemani kehidupan keluarganya bertahun-tahun.

“Berdasarkan keterangan ahli supranatural, lukisan ini dibuat oleh salah satu seniman ternama, jumlah semuanya ada 3 bingkai dan salah satunya yang saya miliki ini,” tambah Nonok.

Masih cerita Nonok, lukisan gadis indo-cina ini terkadang terlihat tersenyum dengan sorotan mata yang tajam seolah memberikan harapan saat keluarganya putus asa, namun sesekali terlihat sinis dengan tatapan mata yang kosong seolah memberi kesan kekecewaan.

Salah satu Cucu Ny. Nonok, Noni  (23) mengatakan, dimatanya lukisan tersebut memiliki keanehan dan penuh misteri. Saat usianya 5 tahun, ia masih teringat,  saat itu ia sedang menangis dan secara kebetulan menatap lukisan itu. Anehnya, secara tiba-tiba lukisan tersebut ikut menangis mengeluarkan air mata.

“Entahlah,  mungkin dia ikut sedih melihat  saya menangis,” ungkap Noni.

Keanehan lainnya yang dialami Noni, setiap tamu yang datang ke rumah neneknya, menurut cerita tamu tersebut, ada seorang gadis cantik berdiri di pintu pagar menyambutnya.

“Namun setelah tamu dekat ke rumah, gadis itu pergi sambil melemparkan senyum. “ungkap Noni menceritakan kejadian yang dialami tamu neneknya.

Saat mendengar cerita keanehan yang dialami tamu neneknya, kata tamu tersebut, ia melihat gadis cantik di depan rumah dengan wajahnya persis seperti yang terlihat lukisan gadis indo-cina yang tergantung di dinding ruangan. 

Dikatakan Noni, walau banyak keanehan dan keganjilan dan terkesan menyeramkan, keluarganya tidak ada niat untuk memberikan atau menjual lukisan gadis cantik indo cina tersebut pada orang lain.

“Kami tahu, lukisan tersebut penuh misteri dan ketidak wajaran, tapi kami sekeluarga sudah terlanjur menyayangi lukisan tersebut. “Pungkas Noni. (AGE)

JEMBATAN PENGHUBUNG BATUKARAS-MADASARI SEGERA DIBANGUN

CIMERAK-Pembangunan jembatan Madasari di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang menghubungkan obyek wisata pantai Batukaras dengan Pantai Madasari mulai dikerjakan dengan menelan anggaran Rp. 2,3 Milyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) lanjutan,  dengan lama pengerjaan proyek tersebut 120 hari kalender. Pengerjaan jembatan tersebut hanya untuk renovasi dari pondasi awal yang sudah ada, dikarenakan hasil pengerjaan tahun 2012 sudah terlihat ada keretakan.

Ketua pelaksana proyek Uhen (45), menjelaskan, pengerjaan proyek jembatan Madasari tersebut rencananya saat ini hanya merenovasi pengerjaan yang sudah dilakukan tahun 2012 lalu, karena   kondisinya sekarang sudah ada rusak karena ada retak-retak .

“Pemasangan rangka besi dan pondasi dasar berada diatas sungai, dan untuk tahap penyelesaian jembatan ini direncanakan tahun 2017 nanti sekalian dilakukan pengaspalan jalan baru dari batukaras sampai sini. “ kata Uhen.(24/9).

Ditempat yang sama, Sekertaris Dinas Puhubkominfo, Drs.Sutrisno kepada PNews mengatakan, sudah menjadi kewajibannya, pemerintah untuk mengontrol jalannya satu proyek, apakah sudah sesuai dengan spek pengerjaan atau belum.

“Jika belum sesuai, saya dan team harus segera mengingatkan kepada pelaksana proyek agar pekerjaannya bisa lebih dimaksimalkan sesuai perencanaan. "terangnya.

Di tempat terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Madasari Desa Masawah, Abang (57) mengatakan,  masyarakat Madasari sangat gembira dengan dibangunnya jembatan juga jalan yang ada di daerahnya. Karena dengan dibangunnya kedua proyek tersebut, maka alur lalulintas dari obyek wisata Batukaras ke Pantai Madasari pun nantinya bisa dilalui dengan mudah dan cepat.

“Saya apresisi pada Bupati dan Wakil Bupati  Pangandaran yang benar-benar mulai mewujudkan janji janji kampanyenya dulu untuk penataan tata ruang wisata termasuk perbaikan infrastruktur jalan dalam mewujudkan pangandaran sebagai tujuan wisata dunia, padahal beliau bekerja belum genap satu tahun sejak dilantik, tapi kinerjanya sudah mulai terlihat dan nyata. " katanya. (AGE)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN