DARI SEKTOR PARIWISATA, PERHUTANI BELUM ADA KONTRIBUSI KE PEMDA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran tidak hanya dalam pengelolaan Pemda saja, beberapa tujuan wisatawan dimiliki juga oleh Perhutani yang lokasinya tersebar di beberapa kecamatan. Seperti Obyek Wisata (OW) Karangnini di Kecamatan Kalipucang, Cagar Alam Pangandaran, Obyek wisata Curug bojong dan Citumang di Kecamatan parigi.

Dari tahun ke tahun obyek-obyek wisata itu nampak terus berkembang, walau pun ada beberap lokasi yang pencapaina targetnya tidak tercapai.  Diantaranya OW Karangnini tahun 2015 dengan Rp. 185,1juta tercapai Rp 152,3 juta (82,24 %),  OW Curug Bojong  target Rp. 13.980.000 juta tercapai  3.575.000 juta (25,6 %) dan OW Citumang target 2015 sebesar Rp. 280.910 juta dan tercapai 579.145 juta  (206,16 %). “Sedang untuk OW Cagar Alam Pangandran, targetnya tidak ada pada kami tapi langsung dalam pengelolaan perhutani pusat.“Terang Asper  BKPH Pangandaran, M Ganjar Santosa.(1/6).

Ditambahkan Ganjar, untuk target tahun 2016, Karangnini Rp.  176.105.000 ,TWA Pangandaran/Cagar Alam Rp. 327.323.500, Curug Bojong Rp. 4.111.250 dan OW Citumang.762.888.500. “Dari tahun ke tahun memang citumang target pencapaiannya selalu meningkat. “Ungkap Ganjar.

Disoal kontribusi pihakinya pada Pemerintah Daerah, Ganjar mengatakan, pihaknya sudah membantu perbaikan jembatan di Desa Bojiong Kecamatan Parigi. “Sementara untuk bantuan pemeliharaan jalan kami rencananya akan ikut membantu perbaikanb jalan yang menuju wisata Citumang. “kata Ganjar.
Meneurt ganjar, pihak  BKPH Pangandaran dari sektor pariwisata memang tidak memberikan kontribusi apa-apa pada Pemkab Pangandaran. “Kami tidak punya kewenangan dan  belum bisa menjelaskan karena hal tersebut ada di tingkat pusat. “Jelas Ganjar.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Pangandaran, H. Endang Ahmad Hidayat mengatakan, memang betul sampai sekarang pihak  Perhutani Pangandaran belum memberikan kontribusi langsung ke pemda, padahal penghasilan yang diperoleh perhutani dari sektor pariwisata cukup besar. “Tidak sebanding dengan infrastruktur jalan menuju obyek wisata milik pemda yang digunakan perhutani. “Kata Endang.(30/5).

Endang yang ditemui usai acara doa’ bersama di Rumah Dinas Bupati Pangandaran menuturkan, komisi II DPRD Pangandaran pernah melakukan kunjungan ke Perhutani Purwokerto Jawa Tengah untuk  melakukan study banding tentang keberadaan obyek wista perhutani. Menurut Endang, di Purwokerto, dari perolehan obyek wisata perhutani ada sebagain bagi hasil  ke pemda. “Di pangandaran sendiri kami baru melakukan kordinasi hingga ke tingkat propinsi. “Jelas Endang.

Jadi, selama ini jalan desa yang menuju obyek wisata Citumang tersebut rusak, ironis, sebab biaya perbaikan jalan tersebut tetap dibiayai oleh desa dari ADD. “Beitu juga jalan menuju ke citumang milik kabupaten perbaikannya dari APBD bukan dari perhutani, “Ungkap salah seorang warga Sucen Desa Cubenda.(AGE-hiek)

PENATAAN DESTINASI PARIWISATA PANGANDARAN, KRISNAMUKTI: “PEMANDANGAN PANTAINYA TERHALANG PKL…”

PANGANDARAN-Acara meeting Program Tata Kelola Destinasi Pariwisata DMO Pangandaran 2016 yang digelar di meeting room Arwana Hotel Pangandaran,  dihadiri  Anggota komisi X DPR RI, Krisnamukti, Kepala Dinas Pariwisata Pangansdaran, Drs. Muhlis dan sejumlah stakeholder pariwisata, semua yang hadir pada intinya menitik beratkan pada penanggulangan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sampah yang selamaini menjadi momok di areal wisata Pangandaran.

Menurut Krishnamukti, agar program wisata ini berhasil semuanya harus bisa menjaga ke otentikannya dulu sebelum selnjutnya mengarah ke wisata dunia. “Mari kita tata dulu baik dari masalah sampah juga infrastruktur jalannya yang sangat menunjang sekali akan majunya pariwisata di Pangandaran. Ungkap Krisnamukti.(31/5).

Lebih lanjut Krishnamukti menjelaskan,  untuk masalah sampah sebaiknya pemkab pangandaran melakukan bagaimana cara penanggulangan sampah tersebut. “Baik dengan cara memakai pihak ke tiga dalam pengelolaannya ataupun dengan cara diadakannya lomba kebersihan pantai dengan iming iming hadiah yang tujuan utama dari semua itu bagaimana wisata pangandaran bebas dari sampah. “Lanjut Krisnamukti.

Krishanamukti berharap,  adanya kepedulian dari masyarakat setempat dan para PKL demi terciptanya kenyamanan para wisatawan yang datang ke Pangandaran, dan pantai barat sebagai cover depan wisata, seharusnya lebih menarik dan lebih bersih. Harus diusahakan diwilayah tersebut bebas PKL agar keindahan nya terlihat bagus tidak kumuh dan kotor," Kalau sekarang kan terhalang para PKL jadi view pantainya terhalang. “Kata Krisnamukti lagi.

Jejeran panjang bangunan PKL mempunyai kesan kumuh, maka  Pemerintah Daerah harus bisa secepatnya mengalokasikan para PKL tersebut agar tata ruang wisata kedepan nya lebih baik.

Di tempat yang sama, anggiota komisi II DOPRD Kabuoaten Pangandaran, Ade Ruminah menyambut baik semua gagasan atau pandangan yang dilontarkan Krishnamukti, malahan, menurut Ade pun usaha yang dilakukan pemkab pangandaran dengan gerakan “jumsih” ( jumat bersih) yang dilakukan oleh para pegawai di lingkungan pemkab Pangandaran sangat positif. " alhamdulillah hasil prakarsa Bupati H.Jeje Wiradinata dengan diadakannya kegiatan jumsih,  setidaknya memberi nilai positif bagi masyarakat dengan berkurang nya sampah di area wisata pantai, cuma anehnya para PKL sendiri cuma menonton saja karena tidak diikut sertakan dalam kegiatan tersebut. “ Kata Ade.

Ade menambahkan, dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa peduli pada kebersihan lingkungan pantai, “Apalagi Kabupaten Pangandaran sebagian besar PAD nya mengandalkan dari pariwisata,” Ungkapnya. (AGE)

ADA KENDALA PADA DATA CENTER DUKCAPIL KEMENDAGRI, HASIL PEREKAMAN TANGGAL 26 MEI 2016, PENCETAKANNYA KTP-el TERTUNDA

PANGANDARAN-Menyusul Surat Edaran dari Dirjen Kependudukan dan Pencatan Sipil Kementerian Dalam Negeri nomer: 471.13/5216/DUKCAPIL6.SES tentang proses penunnggalan hasil perekaman KTP-el, yang menyampaikan bahwa sesuai informasi yang diterima Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di seluruh kabupaten/kota terdapat kendala dalam proses pencetakan KTP-el terhadap hasil perekaman yang dilakukan setelah tanggal 26 mei 2016.

Setelah dicek oleh Dirjen Kepondudukan dan Pencatatan Sipil ternyata dari tanggal tersebut sampai saat ini terjadi gangguan proses penunggalan hasil perekaman KTP-el pada data Center Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kemeterian Dalam Negeri.

Menurut Kepala Dinas Dukcapilsosnakertran Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar
 kepada PNews mengatakan, dalam Surat Edaran dari Kemendagri tertanggal 30 mei 2016 menyampaikan, kepada seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kabupaten/kota seluruh Indonesia, bahwa pelaksanaan pelayanan perekaman KTP-el tetap bisa dilakukan sebagaimana biasanya, namun dalam pencetakan KTP-el nya belum dapat dilaksanakan.

“Sementara untuk data perekaman KTP-el yang dilakukan sebelum tanggal 26 mei 2016, pencetakan KTP-el nya dapat dilakukan sebagaimana biasanya. “Terangnya.

Tantan menambahkan, dalam Surat Edaran tersebut juga disampaikan juga, untuk permintaan penghapusan data perekaman KTP-el, untuk sementara belum dapat difasilitasi.
"Sedangkan bila ada masarakat yang membutuhkan KTP-el sangat mendesak, untuk sementara bisa memakai surat keterangan yang dikeluarkan oleh Disdukcapil. "Imbuh Tanatan.(hiek)

RAKOR DAN PEMBINAAN PASCA BENCANA KABUPATEN PANGANDARAN.

  
  PADAHERANG-Pentingnya kewaspadaan masarakat dalam menghadapi bencana yang ada di daerah, menjadi tugas bersama. Dan untuk lebih sigap dalam penanganan bencana tersebut, baru-baru ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat  Koordinasi dan Pembinaan Daerah-daerah Pasca Bencana Kabupaten Pangandaran.

    Dalam rakor yang diselenggarakan di Gedung Da’wah Padaherang ini dihadiri Kepala Pelaksanan (kalak) BPBD, DR. Drs. H Nana Ruhena, MM, Kapolsek Padaherang, PMI, MUI, Tokoh Masarakat dan Desa-desa se-Kecamatan Padaherangh yang sering kena dampak bencana. “Kabupaten Pangandaran merupakan daerah rawan bencana terutama di beberapa desa di Kecamatan  Padaherang, khususnya bencana banjir. “Kata Kalak BPBD, DR. Drs. H Nana Ruhena, dalam sambutannya.(31/5).

    Menanggapi  masyarakat yang terkena bencana berharap pada pemerintah untuk segera merelokasi rumah penduduk yang terkena banjir musiman, Nana menjelaskan, pihaknya akan segera ajukan hal ini ke bupati. “Saya berharap masyarakat  bersabar karena untuk relokasi tersebut pemerintah memerlukan proses yang tidak mudah. “Ungkap Nana.

    Ditambahkan Nana, penanggulangan bencana merupakan tugas dan tanggungjawab bersama, diharapkan seluruh elemen masarasakat bisa berperan aktif saat terjadi bencana di daerahnya masing-masing. “Dampak bencana adalah masalah kemanusian yang harus menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. “Imbuh Nana. (Toni T)

DOA' BERSAMA UNTUK KESEMBUHAN BUPATI

PANGANDARAN-Ratusan masarakat tumpah ruah datang ke rumah dinas Bupati Pangandaran untuk memberikan doa' atas kesembuhan bupati yang berobat ke Singapura besok. Doa' bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pangandaran dan sejumlah ulama dengan khusu meminta kesembuhan Bupati, H. Jeje Wiradinata yang akan menjalani operari ringan mengangkat benjolan kecil di tenggorakan yang mengganggu pita suaranya. "Saya sangat terharu dan berterima kasih oada masarakat yang datang turut mendoakan kesembuhan saya. "Ungkap Jeje.(30/5).

Menurut Jeje, ia tak menyangka jika perhatian masarakat sangat besar saat mendengar ia akan berobat ke Singapura. "Sekali lagi, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mudah0-mudah dalam pengobatan nanti diberi kelancaran dan kesembuhan. "Kata Jeje.

Hal senada dikatakan Asisten Daerah I Setda Pangandaran, Drs. H. Tatang Mulyana yang datang dengan jajaran pemerintahan lainnya, mengatakan, atas nama Pemeruintah Kabupoaten Pangandaran pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masarakat yang hadir dan sudah memberikan doa kesehatan pada bupati yang akan menjalani pengobatan di Singapura. "Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, MUI, alim ulama dan seluruh lapisan masarakat yang sudah memberrika doa' atas kesembuhan pa bupati. "Kata Tatang.
Masih di tempay yang sama, Ibu Ida Wiradinata mengatakan, turu dalam keberangkatan ke singapura ia dan ibunda bupati, adik dan kasubag rumah tangga setda. "Anak-anak kami tidak bisa ikut karena sedang konsentrasi belajar. "Terang ida. (toni)

MENAMBAH SARANA KELENGKAPAN, TAGANA PANGANDARAN KINI MILIKI DUMLAP

PANGANDARAN-Untuk menambah sarana kelengkapan TAGANA, Pemerintah  Kabupaten Pangandaran melalui Disdukcapilsosnakertrans memberikan beberapa alat yang nantinya bisa dipakai dalam penanganan kebencanaan.

“Kita memang sangat memerlukan perlengkapan-perlengkapan tersebut. ” Ungkap Kepala Dinas Dukcapilsosnakertrans Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar.(21/5).

Selain bantuan dari Dinas Sosial, menurut Tantan, kelengkapan tersebut diperoleh dari bantuan CSR yang ada di pangandaran. 

Bantuan yang diterima TAGANA antara lain, RTU (mobil resque), Tanki Air, DUMLAP (Dapur Umum Lapangan), Truk dan Speda Motor.

“Untuk truk, kami belum bisa terealisasi karena anggaran yang terbatas. “Kata Tantan.

Dari seluruh bantuan itu, pemkab Pangandaran hanya membayar administrasi dan asuransinya saja.

“Seperti untuk pembelian DUMLAP, kami hanya mengeluarkan anggaran Rp 17,8 juta saja. “Terang Tantan.

Walau pun tidak dipakai dalam penanganan darurat kebencanaan, rencana penggunaan DUMLAP tersebut bisa juga digunakan untuk kegiatan sosial. Seperti dalam kegiatan bakti sosial, kendaraan tersebut bisa dipakai tempat menyediakan konsumsi para peserta kegiatan.

“Atau berkeliling membagikan makanan pembuka puasa atau tajil pada warga di bulan ramadhan ini. “Pungkas Tantan.(hiek)

AKIBAT JALAN RUSAK, BANYAK “PA OGAH” DI JALUR BATUKARAS

PANGANDARAN-Seminggu jelang bulan Ramadhan, obyek wisata Batukaras banyak dikunjungi wisatawan yang datang untuk “munggahan”. Terlihat antrian panjang mobil dan motor yang memasuki pintu tol gate dari pagi hingga menjelang sore hari.

Tapi sayang, banyak wisatawan yang kecewa dan menggerutu, pasalnya, banyaknya  “Pa ogah” yang melakukan pungli jalanan dan berpura-pura memperbaiki jalan yang rusak, menutupi jalan yang bolong dengn batu dan tanah seadanya, terus meminta imbalan kepada mobil dan motor wisatawan yang lewat dengan sedikit memaksa.

Seperti yang diungkapkan salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Hendra (46), ia
sangat terganggu karena orang orang tersebut berada ditengah jalan sambil menyodorkan sair (alat tangkap ikan-red). “Tadi mobil saya hampir saja menabrak mobil yang ada didepan karena   berhenti mendadak akibat dari ulah para pungli jalanan", Ungkapnya kesal.(29/5).

Herannya, lanjut Hendra, tidak ada seorang pun petugas berusaha melarang pungli tersebut,  padahal pemandangan itu tidak begitu jauh dari pintu tol gate. “200 meter sebelum pintu masuk tempat penjualan tiket masuk ke tempoat wisata pantai Batukaras. “Terang Hendra.

Ketika P-news menanyakan tersebut ke petugas yang ada di tol gate, ia hanya mengatakan bahwa mereka memang tahu tapi tidak ada yang bisa dilakukan. “Kami  juga bingung harus bertindak bagaimana, karena mereka pemuda kampung sini jadi mending pilih diam saja  daripada nanti ribut kalau kami larang. “Katanya.

Salah satu warga Desa Batukaras, Edi (43) meminta kepada pihak Pemkab Pangandaran untuk segera bisa memperbaiki jalan yang rusak menuju obyek wisata Batukaras, karena gara-gara jalan rusak jadi banyak pungli jalanan. “"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, demi kenyaman pengunjung yang datang kesini. “Kata Edi. (AGE).

UNTUK BANTU KELUARGA, SELEPAS SEKOLAH FATUR JADI PEMULUNG

PANGANDARAN-fatur Abdul Gani siswa kelas IX SMP Negeri I Padaherang Kabupaten Pangandaran mungkin selayaknya mendapat perhatian dari banyak pihak, pasalnya keinginan untuk bisa terus bersekolah harus ia lewati dengan perjuangan hidup yang berat.

Bagaimana tidak,  di usianya terbilang belia, saat keinginan untuk bermain dengan teman sebaya harus dilewati. Ia harus rela menyisihkan waktu bermainnya untuk mencari rongsok atau barang-barang bekas, karena  dari usaha itulah Fatur yang hidup bersama ayah dan satu orang adiknya bisa bertahan hidup dan membiayai sekolahnya sendiri.

Ayahnya yang kerja buruh serabutan pun tidak bisa terlalu diandalkan, jangankan untuk memberi uang jajan, untuk biaya hidup sehari-hari pun pasa-pasan. “Kalau Bapa tidak dapat uang, maka hasil dari usaha saya jadi pemulung bisa untuk nambah-nambah beli beras. “Ungkap Fatur.(24/5).

Menurut Fatur, sejak ditinggalkan ibunya ia menjadi pemulung yang dilakukannya selepas pulang sekolah, dalam mencari barang-barang rongsok, tak kurang ia harus berjalan hingga 5 km menyusuri jalan dan tempat-tempat sampah untuk mendapatkan barang-barang bekas yang bisa dijual. Seperti besi atau aluminium barang rongsok, plastik bekas minuman kemasan, botol dan kardus. Barang-barang bekas itu ia kumpulkan untuk dijual, dan dari hasil penjualan rongsok tersebut, uangnya selain ditabung juga untuk membeli keperluan sehari-hari.

Menurutnya, uang yang didapat dari hasil menjual rongsok dan barang bekas ia peroleh sekitar 5 ribu hingga 7 ribu setiap harinya, itu tergantung banyak sedikitnya barang yang ia dapatkan. “Setiap hari kerjaan saya jadi pemulung dari pulang sekolah hingga sekitar jam 4 sore baru kembali ke rumah. ”Terang fatur.

Fatur warga Rt 21 Rw 08 Dusun Babakanjaya Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang sudah tidak ada rasa malu lagi saat mengais rongsok sisa barang-barang yang terbuang harus bertemu teman sekolahnya, baginya untuk bisa bertahan hidup tidak ada yang harus dibikin malu. “Buat apa malu ? toh yang saya kerjakan ini tidak hina. “Ungkapnya lagi.

Menurut Fatur, adiknya pun yang sekarang duduk di kelas II satu sekolah dengannya tidak merasa malu kalau kakaknya ini jadi pemulung. “Teman-teman satu sekolah pun sudah tahu saya ini pemulung. “Terang Fatur.

Bagi Fatur, niatnya untuk melanjutkan sekolah sangat besar walau harus terus menjadi pemulung. “Saya tahu, banyak orang sukses berawal dari bawah sekali. “Ungkapnya lagi.

Mungkin baginya ketiadaan bukanlah sebuah aib yang perlu dibuat malu dan dikasihani serta berharap kebaikan orang lain karena rasa iba.  Masih banyak yang bisa dikerjakan dan bisa menghasilkan dengan tidak hanya menadahkan tangan. (Isis Koswara)

120 JAWARA DARI 12 PAGURON TANDANG MAKALANGAN DI BATUKARAS

PANGANDARAN-Belum lama ini Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pengcab Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan pencarian bakat di bidang olah raga seni pencak silat, tepatnya di dusun Mandala Desa Batukaras  Kecamatan Cijulang. Sekitar 12 paguron ikut dalam perhelatan ini, yang rencananya akan berlangsung selama dua hari (28-29/5).

"Kegiatan ini merupakan salah satu ajang pencarian bibit-bibit pesilat dalam rangka menghadapi kejuaraan pasanggiri Gubernur Cup di Bandung bulan november mendatang, “Jelas Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar S, MM.(28/5).

Menurut Hendar, dari 12 paguron tersebut, sekitar 120 pesilat dari masing-masing padepokan siap berlaga dengan katagori pertandingan dimulai dari usia dini 9-12 tahun dan remaja 12-16 tahun.

“Seni yang diperlombakan diantaranya tunggal putra-putri, ganda putra-putri dan beregu. “Jelas Hendar lagi.

Ditambahkan Hendar, pihaknya berharap seni beladiri pencak silat ini bisa diterima oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran, sehingga kedepannya banyak muncul pesilat-pesilat handal yang berprestasi di daerah yang akan membawa harum pangandaran.

“Mudah-mudahn pula prestasi yang sudah diraih cabang olahraga pencak silat bisa menjadi kebanggaan seluruh masarakat Kabupaten Pangandaran. “Imbuhnya.

Ditempat terpisah, salah seseorang tokoh pencak asal  Kecamatan Cijulang yang juga “kokolot" Paguron Panglipur , H.Ayo Sahyo menuturkan, ia optimis dengan adanya kegiatan ini akan semakin banyak atlet pencak silat di Kabupaten Pangandaran yang berprestasi.

“Dengan seringnya kegiatan pencak silat seperti ini, ke depan masyarakat pun akan semakin banyak yang mengapresiasinya. “Ungkapnya. (AGE)

DAPTAR KEPALA DESA TERPLIH PADA PILKADES SERENTAK 2016 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-10 dari 93 desa yang ada di 10 kecamatan Kabupaten Pangandaran, tanggal 22 mei 2016 menggelar Pilkades serentak tahun 2016.

10 desa yang mengadakan pesta demokrasi tersebut diantaranya, Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya, Desa Cibogo, Sindangwangi, Sukanagara dan Desa Paledah Kecamatan Padaherang, Desa Kalipucang dan Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, Desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran, Desa Cimerak Kecamatan Cimerak dan Desa Mekarwangi Kecamatan Langjaplancar.

Pesta rakyat yang digelar di masing-masing desa peserta pikades berjalan lancar dan aman, seperti dikatakan Saprudin Hanip Nurdin, Camat Padaherang, kecamatan yang paling banyak menyelenggarakan pilkdes.
“Alhamdulillah, dari sejak persiapan, hari H penyelenggaraan hingga penghitungan suara semua berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. “Kata Saprudin.

Sementara dari data informasi pilkades kabupaten, hasil keseluran pilkades di 10 desa se-kabupaten, tingkat partisipasi masarakat berkisar 65-75 %. Dan 10 desa yang sudah menghasilkan Kepala Desa baru hasil penghitungan suara untuk masa bakti 2016-2021, diantaranya,  Agus Suryaman Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya, Karsim-Desa Cibogo, Kursin Kurnaedi (Padaherang), Desa Sindangwani (Padaherang), Sano Desa Paledah (Padaherang), Tarso Sutarsono Desa Sukanagara (Padaherang), Ono Desa Kalipucang (Kalipucang), Salam Desa Putrapuinggan (Kalipucang), Saltun Desa Purbahayu (Pangandaran), Sugeng Desa Cimerak (Cimerak) dan Icang Hamdani Desa Mekarwangi (Langkaplancar). (Isis Koswara)

APBD TAHUN 2016, 120 MILYAR UNTUK PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN

PANGANDARAN-Berbeda dari tahun 2015, bidang binamarga Dinas Puhubkominfo Kabupaten Pangandaran yang mendapat anggaran Rp 170 milyar, sekarang pada realisasi APBD tahun 2016, untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di bidang binamarga sebesar Rp 120 milyar.

“Tahun ini sekitar 60 kilometer jalan yang ada di 10 kecamatan mendapat perbaikan dan pelebaran yang tadinya 3 meter menjadi 4 meter. “Terang Plt Kabid Binamarga, Anang Yogaswara. (27/5).

Ditambahkan Anang, ada juga pembangunan beberapa jembatan yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), seperti jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru ke Batukaras, jembatan Cikidang yang menghubungkan Desa Babakan dengan pantai timur Pangandaran, Jembatan Mandasari, Jembatan Gimbal, Bojong Ciparanti, Muara Tiga Sukahurip dan jembatan Sintok Ciparakan. Tapi karena penganggaran untuk pembangunan jembatan tersebut menelan biaya yang besar, dimungkinkan tidak akan selesai pada anggaran 2016 saja.

“Seperti pembangunan jembatan sodongkopo, dari total anggaran 35 milyar, tahun 2016 hanya bisa dibangun pilar dan abutmentnya saja senilai 15 milyar. “Terang Anang. 

Sementara untuk jembatan Cikidang, masih kata Anang, tahun ini baru akan dibangun abutmentnya dan jembatan Mandasari pada anggaran tahun 2016 sekitar Rp 2,5 milyar pelaksanaan bangunannya meliputi pembuatan selimut beton pada fondasi jembatan.

“Total anggaran untuk jembatan mandasari tersebut seluruhnya sebesar Rp 37 milyar. “Imbuh Anang.

Selain pembangunan fisik jembatan, menurut Anang, dalam pelaksanaannya,  pemerintah pun harus mengeluarkan anggaran pembebasan tanah.

“Mudah-mudahan pada APBD 2017 nanti semua jembatan tersebut bisa selesai. “Kata Anang. (hiek)

DIALOG BUDAYA DEWAN KESENIAN PANGANDARAN, CUCU GUMILAR: “KEGIATAN BUDAYA TANPA ANGGARAN, NONSEN…!”

PANGANDARAN-Apa yang dibutuhkan wisatawan dalam kunjungannya ke destinasi wisata, biasa kurang lengkap tanpa penampilan budaya daerah tersebut. Kebetulan, apa yang dibutuhkan tersebut pangandaran memilki budaya yang menarik dan unik, seperti seni badud, ronggeng dan gondang.

Demikian dikatakan Ketua Dewa Seni kabupaten Pangandaran, Cucu Gumilar dalam dialog budaya yang dihadiri Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri, Anggota DOPRD, Asep Nurdin, Pelaku Seni dan peserta lainnya.

“Ketiga budaya itu tidak ada di kabupaten dan propinsi lain, hanya ada di pangandaran. “Terang Cucu.(27/5)

Menurut Cucu, ketiga budaya tersebut memang belum menjadi ikon pangandaran, karena untuk itu memerlukan tahapan dan ada mekanismenya.

“Tapi paling tidak 3 potensi inilah yang harus kita lestarika serta dikembangkan dan mudah-mudah bisa kita jadikan daya tarik untuk wisatawan karena keunikan dan keragamannya. “Kata Cucu.

Disoal dukungan pemerintah, Cucu mengatakan, pemda pun sudah  gayung bersambut. pendidikan berkarakter yang dicanangkan bupati menurut Cucu, dari sisi budaya merupakan sokongan spirit yg luar biasa, kemudian Bapemperda di DPRD pun sedang merumuskan perda untuk kebudayaan.

 “Pelantikan dewan kesenian oleh bupati itu merupakan apresiasi pemerintah daerah dan merupakan modal awal yang baik. “Kata Cucu lagi.

Sebetulnya, lanjut Cucu,  sokongan pemerintah pada Dewan Kesenian Daerah sangat luar biasa,  hanya mungkin tinggal ke tataran teknis yakni bagaimana dengan penganggaran untuk mendorong itu. Sebab apa pun itu yang dilakukan praktisi seni, dewan kesenian dan seluruh stake holder,  tanpa didukung oleh anggaran, nonsent.

“Oleh sebab itu harapan saya mudah-mudahan pemda pangandaran dalam memberikan suportnya dalam bentuk anggaran. “Imbuh Cucu. (hiek)

PUTI GUNTUR SOEKARNO PUTRI DAN APRESIANYA PADA RONGGENG GUNUNG

PANGANDARAN-Setelah dua periode duduk di DPR RI dan kunjungan ke kabupaten pangandaran, menurut Puti Gubntur Soekarno Putri baru pada periode kedua inilah ia berkesempatan mengunjungi dan mendapat suguhan budaya di Pangandaran.

“Khasanah budaya di pangandaran sangat kaya dan beragam. “Ungkap Puti.(27/5).

Kepada sejumlah Awak media, Puti yang ditemui usai menyaksikan penampilan beberapa kesenian dan dialog budaya bersama Dewan Kesenian Pangandaran dalam rangka persiapan pagelaran “dua ribu ronggeng” di hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, mengatakan, sebagai anggota DPR RI di komisi X yang salah satunya membidangi pendidikan dan budaya, menurut Puti ia sangat respek pada perkembangan kebudayaan di daerah.

“Seperti di pangandaran, saya kagum sekali dengan budaya ronggeng gunung warisan para pendahulu masarakat pangandaran. “Kata Puti.

Melalui fungsinya di DPR RI, ia akan mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk lebih mengoptimalkan lagi peranan budaya dalam pembangunan. Sebab, lanjut Puti, peranan budayawan yang ada di daerah akan mampu memberikan kontribusi aktif agar pembangunan yang ada di pangandaran tidak melepaskan sentuhan budaya dan kearifan lokal.

“Saya yakin, dibawah kepemimpinan Pa Jeje Wiradinata dan Pa Adang Hadari pangandaran akan mampu mengimplementasikan budaya dalam setiap kebijakannya. “ Kata  Puti lagi.

Apalagi pangandaran dengan potensi kepariwisataannya, menurut Puti, akan bisa sejajar dengan destinasi wisata lainnya jika budayanya bisa lebih optimal.

“Karena ada korelasi antara pariwisatra dengan budaya dan tidak bisa dipisahkan. “Ungkapnya lagi.

Menurut Puti, orginalitas ronggeng gunung yang ada di pangandaran pun nantinya bisa menjadi ikon budaya pangandaran.

“Tadi saya tanyakan, apakah ronggeng gunung bisa dimainkan kolosal dan semua usia, ternyata bisa, itu artinya ronggeng gunung punya potensi besar menjadi budaya andalan Kabupaten pangandaran. ”Imbuh Puti.

Ronggeng gunung, sebuah seni "buhun" milik masarakat pangandaran yang kini semakin tergeser oleh seni ibing diharapkan pula mampu bertahan dari seni modern elekton yang hanya bisa memberikan efek hiburan saja.

Pertanyaannya, seberapa pedulikah perhatian pemerintah pada budaya yang ada di daerah ? atau sudah berapa besarkah kontribusi para pelaku budaya sendiri pada kesenian daerah ? (hiek)

PENYULUH KB PRIANGAN TIMUR IKUTI DIKLAT PLKB DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Untuk lebih mengoptimalkan kinerja para petugas KB terutama yang ada di lapangan, baru-baru ini digelar Diklat PLKB bertempat di aula Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih selama lima hari, (22/5-27/5) yang diikuti 3 kabupaten/kota di wilayah priangan timur. Diantaranya Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Tasikmalaya dengan instruktur pelatihan dari balai diklat KB Garut. “Diklat ini dinilai positif untuk membangkitkan kembali para kader KB dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya program KB demi mewujudkan cita-cita dalam menekan populasi penduduk sesuai dengan program pemerintah yang sedang digalakan saat ini. “Ungkap Kabid Analisa dan Pengembangan Data Program (APDP) BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Dede Ruswandy, SH(27/5).

Dede yang ditemui ditengah-tengah kegiatan diklat menambahkan, diklat ini sengaja diadakan untuk menggiatkan kembali para petugas penyuluh KB di setiap kecamatan, karena dengan diklat seperti ini diharapkan para penyuluh KB yang ada di tiap-tiap desa dan kecamatan bisa lebih bergairah lagi saat bertugas. “Dengan diklat ini diharapkan para kader dan petugas di lapangan bisa lebih bersemangat dan bergairah lagi. “Imbuh Dede.

Ditambahkan Dede, acara diklat ini awalnya akan diselenggarakan di Desa Babakan Pangandaran sekaligus memberikan gelar "kampung KB", tapi karena sesuatu hal, maka urung dilaksanakan di sana. “Dengan persiapan yang mepet, akhirnya kami memutuskan pelaksaan diklat ini di Desa Sukaresik. “Terangnya.

Disoal materi kegiatan diklat, Dede menjelaskan, dalam diklat ini dibahas mengenai beberapa alat kontrasepsi yang bisa dipakai dengan aman tanpa berefek pada kesehatan si pemakai. Seperti dicontohkan pemakaian KB suntik dan obat selama ini banyak dikeluhkan para akseptor karena efeknya yang kurang baik. “Jadi diharapkan setelah akseptor menggunakan  implan atau IUD akan lebih aman tanpa efek pada si pemakai. “Jelas Dede.

Dalam acara diklat tersebut tidak hanya di dalam ruangan saja, tapi dilakukan juga secara langsung kunjungan ke lapangan, seperti ke Desa Wonoharjo dan Pajaten. Dalam sosialisasi ke desa-desa, penyuluh menerangkan tentang manfaat pemakaian alat kontrasepsi bagi para ibu. Dan untuk lebih mengoptimalkan lagi, sekitar 50 akseptor diajak berkunjung untuk studi banding ke “kampung KB” di wilayah Cibeureum Kota Banjar. “Kami berharap, masarkat bisa ikut mensukseskan program KB ini demi tercapainya tujuan permerintah pada bidang pengendalian angka kelahiran. “Imbuh Dede. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN