OBROLAN SANTAI MENTERI KP DAN BUPATI PANGANDARAN, MENTERI SUSI : “SELALU AJAK BICARA MASARAKAT..”

PANGANDARAN. Memanfaatkan waktu liburnya, Menteri Kelautan dan perikanan, Susi Pujiastuti menyempatkan pulang ke kampunghalamannya di kabupaten Pangandaran Jawa Barat.
Seperti biasa. Setiap pulang ke pangandaran, Susi selalu menyempatkan bertemu denga Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang merupakan teman lama sejak masih duduk di bangku SD dan SMP.

“Kami mengobrol santai sebagai dua orang sahabat yang kebetulan kami sekarang masing-masing mengemban tugas negara. “Ungkap Jeje Wiradinata, saat ditanya sejumlah wartawan usai pertemuan itu. (10/4).

Menurut Jeje, Ibu Susi lebih banyak bercerita tentang kecintaannya pada Pangandaran sebagai tanah kelahirannya. Bagaimana ia memberikan pesan agar bisa membangun Pangandaran ke depan dengan baik dan terukur sebab Pangandaran punya potensi besar, baik sektor pariwisata atau perikanan laut.

 “beliau berpesan agar benar-benar pengelolaan pangandaran bisa optimal dengan segala potensi yang ada. “Terang Jeje.

Dalam obrolan santainya di pinggir pantai barat sekitar area landasan Susi Air Jalan Pamugaran,  kata Jeje,  Susi pun menitipkan agar dalam membangun Pangandaran bisa mengajak bicara masarakat.

“Kata beliau, untuk menata pangandaran jangan sendirian. “Kata Jeje.

Ditambahkan Jeje, Susi pun memberi pesan, selalu mencintai alam agar pikiran selalu fresh, apalagi pangandaran mempunyai banyak tempat yang indah, bila ada waktu senggang, bersantailah dengan menikmati alam.

“Sejenak merenung, untuk mengagali ide-ide serta instropeksi siapa diri kita sebenarnya. “ Kata Jeje menirukan pesan Ibu Menteri.

Disoal rencana pembangunan Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI), Jeje menyampaikan, sekarang sudah masuk dalam proses lelang DED, dan Pemda Pangandaran akan menyiapkan apa yang dibutuhkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk proeses pembangunan tersebut.

“Keinginan Ibu Menetri untuk membangun PRIAMARI di Pangandaran tersebut memang sangat kuat. “Jelas Jeje. (hiek).

KKP BANGUN PIAMARI SENILAI 325 MILYAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN. Rencana Pemerintah Pusat melalui Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membangun Pangandaran Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI) disambut baik pemerintah Kabupaten Pangandaran, proyek tersebut direncanakan menelan biaya sebesar Rp 325 milyar ini akan dibangun secara bertahap selama tiga tahun (multy years).

“Selain di pangandaran, proyek sejenis juga akan di Morotae Maluku. “Ungkap Kasubid Tatalaksana dan Sarana Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) Donal Daniel. (8/4).

Ditambahkan Donal, pembanguna PRIAMARI, selain menjadi kawasan wisata dan edukasi ( Aquarium, Museum, IPTEK Kelautan, Wisata Mangroe dan Pantai juga sebagai tempat kegiatan penelitian kelautan kawasan Samudera Hindia (Ekosistem, Lingkungan Perairan dan dasar Laut) serta akan dilengkapi Workshop Teknologi dan Kelautan.

 “Nantinya juga akan dibangun sejumlah menara pengawas dan kereta gantung. “Imbuh Donal.

Donal yang ditemui di kawasan pantai barat Pangandaran, kepada awak media mengatakan, direncanakan tahun ini proyek ini masuk dalam proses lelang, tahun 2017 bisa mulai tahap awal pembangunan fisik.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH mengatakan, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi segala keperluan baik administrasi atau pengadaan lahan untuk keperluan penunjang terlaksana proyek PRIAMARI.

“Lokasi pembangunan PRIAMARI terletak di dekat Pelabuhan CikIdang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran dan Pemda Pangandaran pun sudah menyiapkan lahan seluas 2,7 hektar. “Kata Mahmud lagi. (hiek).

GERAKAN JUMAT BERSIH, PNS PANGANDARAN PELOPORI KEBERSIHAN PANTAI

    
PANGANDARAN. Kali ini aksi simpatik diperagakan oleh PNS Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan menggelar jumat bersih yang dilakukan di obyek wisata pantai barat pangandaran. “Kegiatan jumat bersih yang dilaksanakan oleh PNS ini untuk memotivasi masarakat bagaimana indahnya jika kita mempunyai pantai tanpa sampah berserakan dimana-mana. “Ungkap Sekda Pangandaran, Mahmud, SH MH. (8./4).

    Ditambahkan Mahmud, untuk ke depan, lokasi dan jumlah PNS yang akan diterjunkan pun akan dibagi. Misalnya, lokasi pantai barat oleh dinas A, dinas B, lokasi Batukaras oleh Dinas C dan dinas D dan seterusnya. “Tapi bukan seterusnya masalah kebersihan obyek wisata akan dilakukan oleh kami, tapi mudah-mudahan gerakan ini buisa memberikan contoh serta bisa ditindak lanjuti oleh warga. “Imbuh Mahmud.

    Jika kebersihan sudah menjadi kebutuhan setiap warga, menurut Mahmud, maka masalah kebersihan pun nantinya akan menjadi tanggung jawab bersama antara masarakat dan petugas kebersihan. Artinya, jika di sertiap obyek wisata masalah kebersihan sudah tertata, maka wisatawan pun akan merasa nyaman saat berkunjung ke pangandaran. (hiek)

PELANTIKAN KETUA PKK & DEKRANASDA PANGANDARAN, NETTY HERYAWAN:”MASARAKAT HARUS BISA MEMPERTAHANKAN ADAT KETIMURAN..”

    PANGANDARAN .Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran harus bekerja ekstra, mengingat banyaknya masalah sosial di Daerah Ototnomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Salah satu contoh,  isu yang kini menjadi perhatian masyarakat, masih banyaknya kasus-kasus anak menderita malnutrisi atau gizi buruk di Pangandaran.
    Demikian dikatakan Ida Nurlela Wiradinata kepada wartawan usai acara pelantikan Tim Penggerak PKK dan Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pangandaran di gedung Islamic Center. “Melalui kunjungan-kunjungan, kami akan optimalkan program Bina Keluarga Balita Holistik dan Integral, “Ungkap Ida. .(5/4).
    Ditambahkan Ida, pihaknya pun akan konsentrasi pada perkembangan generasi muda sebagai generasi bangsa yang harus mempunyai SDM bagus sejakj mulai dari kandungan. “Ini sangat penting, dan harus menjadi program unggulan. “Imbuh Ida.
    Dalam acara pelatikan tersebut, Ketua PKK dan Dekranasda Propinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Herywan berkenan melantik Ida Nurlela Wiradinata sebagai Ketua Tim Penggerqak PKK dan Dekranasda Kabupaten Pangandaran.
    Kepada awak media, Netty menyampaikan, , secara khusus, ia berpesan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran untuk melakukan terobosan dalam penanganan kasus-kasus gizi buruk yang ada di pangandaran. “Saya tadi sudah pesankan pada Ibu Ida, jangan melakukan gaya-gaya masa lalu dengan menunggu laporan. Sekarang, ketika ada di media sosial, langsung bergerak dan kita kontak langsung kepada dinas-dinas terkait. “Kata Netty.
    Ditambahkan Netty, kader-kader PKK di Kabupaten Pangandaran harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang ada di tengah masyarakat dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah setempat. “Saya berharap dengan keterlibatan PKK pembanguna kesejahteraan keluarga juga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Netty.
    Saat ini,  menurut Netty, tantangan yang dihadapi keluarga tidak mudah. Anak-anak terancam oleh pergaulan bebas  dan narkoba apalagi dengan hidup di daerah wisata yang terbuka, “Warga Pangandaran harus bisa mempertahankan nilai-nilai agama dan nilai ketimuran. “Imbuh Netty. (hiek)

DISAYANGKAN, GEDUNG MILYARAN RUPIAH HANYA TERPAKAI 1 TAHUN

     
PANGANDARAN. Sungguh sangat disayangkan, keberadaan gedung Dinas PU Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran yang terletak di jalan baru sebelah selatan Pasar Desa Pananjung harus dipugar dan diratakan karena berada dalam kawasan yang diperuntukan “wajah” pangandaran.
Pembangunan yang menelan biaya sekitar 1,2 milyar ini harus diratakan karena tidak sesuai dengan konsep tata ruang pangandaran, padahal gedung tersebut belum genap setahun dipakai kantor Dinas Puhubkominfo. “Itulah jika pembangunan tidak memakai konsep yang matang. “Ungkap Ketua DPRD Pangandaran, Muhamad Taufiq, S.IP. M.Si.(31/3).
    Taufiq yang ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung da’wah Cijulang lebih lanjut mengatakan, pemerintah saat itu terkesan asal membangun, tidak memikirkan dampak dari lokasi yang mungkin saja tidak sesuai dengan peruntukannya. Sudah jelas, saat itu pemerintah Kabupaten Pangandaran belum mempunyai Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW). “Kita kan tidak tahu, apakah kawasan itu untuk jalur hijau, kantor pemerintahan atau untuk apa peruntukannya. “Sambung Taufiq.
    Begitu juga kantor Pendapatan DPPKAD dengan anggaran pembangunannya sekitar Rp. 800 juta rencananya akan bernasib sama dengan kantor Puhubkominfo. “Sungguh disayangkan, uang rakyat milyaran rupiah hanya terpakai setahun saja. “Kata Taufiq. 
    Taufiq menambahkan,  jadi benar apa yang banyak orang katakan, yang lebih tahu tentang pangandaran, ya tentunya orang pangandaran, karena segala perencanaannya akan terkonsep dan akan diharmonisasikan dengan RT RW dan tata ruang.
    Disoal rencana tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengungkapkan, rencana tersebut memang harus seperti itu. Artinya, kawasan tersebut memang harus diperuntukan sebagai “wajah” pangandaran. Saat wisatawan atau siapa saja yang datang ke pangandaran, sebagai gerbang adalah kawasan tersebut. “Kita ingin saat wisatawan datang ke pangandaran  mempunyai kesan baik dengan penampilan tempat yang pertama mereka lihat. “Ungkap Jeje. (hiek-PNews)

BERHAPAP ADA BANTUAN PEMERINTAH PANGANDARAN, BERTAHUN-TAHUN WAHAB HIDUP DENGAN KAKI TERIKAT.

     PANGANDARAN. Sebagai orang tua, siapa yang tega melihat nasib yang diderita anak kandungnya terikat seutas tali di kakinya. Dengan menempati teras belakang rumah, bertelanjang baju dengan tempat tidur dan tempat tidur dan tempat kesehariannya.
    Wahab, pria kelahiran tahun 1971 warga Rt.03/09 Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran sejak tahun 2000 mengalami gangguan jiwa. “Dulunya Wahab anak yang rajin dan baik. “Terang Sailan (76) dan Muslimah (75)  kedua orang tua Wahyab. (1/4).
    Menurut Muslimah, seluruh harta bendanya sudah habis terjual untuk biaya pengobatan anaknya, sudah tidak terhitung berapa kali pengobatan yang dilakukan orangtua demi penyembuhan anaknya. “Kita harta saya hanya tinggal rumah yang ditempati sekarang. “Terang Muslimah.

    Diceritakan Muslimah, sejak anaknya mengalami kegagalan dalam rumah tangganya, sekitar tahun 2000-2001 jiwa anaknya terganggu. Dikhawatirkan takut mengganggu orang lain, karena saat sedang kumat, Wahab suka mengamuk seperti memecahkan kaca rumah tetangga atau memecahkan kaca mobil yang lewat. “Hingga pernah suatu hari ada orang minta ganti rugi karena kaca mobilnya dipecahkan Wahab, tapi tidak saya ganti karena memang saya tidak punya uang. “Terang Muslimah lagi.
    Walau berat hati, menurut Muslimah, ia terpaksa mengikat kaki Wahab dengan seutas tali agar tidak bisa kemana-mana. “Siapa sih yang tega melihat anak kandungnya terikat seperti itu..”Kata Muslimah iba.
    Pernah suatu hari, lanjut Muslimah, Wahab diminta petugas kecamatan untuk dikirim entah kemana. Dikemudian hari baru diketahui, ternyata Wahab dibuang ke daerah Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Tapi karena Wahab disana pun masih suka ngamuk, Wahab pun dianiaya entah oleh siapa dan dibuang lagi ke kawasan wisata Perhutani, Karang Nini Desa Emplak. “Ada tetangga yang menemukannya Wahab dengan kondisi yang mengenaskan, maka saya pun membawanya ke rumah dan mengikat kakinya. “Terang Muslimah.
    Kini tidak banyak yang bisa dilakukan Sailan dan Muslimah, untuk keperluan sehari-hari pun hanya bisa mengandalkan belas kasihan tetangga atau bantuan dari salah seorang anaknya yang menjadi nelayan, entah harus apa lagi yang bisa diperbuatnya untuk bisa bertahan hidup serta mengurus anaknya.
    Salah seorang warga Karangsalam Desa Pananjung, Danu (24), mengatakan, jika melihat kondisi yang dialami keluarga Sailan, siapakah yang bertanggung jawab ? dimanakah pemerintah saat warganya membutuhkan ? “Pemerintah harus hadir ketika Sailan atau rakyat lainnya memerlukan bantuan seperti ini, apa pun bentuk bantuannya. “Ungkap danu. (hiek-PNews)    .

ADANG SUHERMAN, PELOPOR APPOI KAB. PANGANDARAN

   
PANGANDARAN. Fungsi pupuk untuk meningkatkan hasil dan kualitas  pertanian,  baik pupuk organik atau buatan. Saat ini  banyak petani yang menggunakan pupuk buatan (kimia), padahal ini akan berdampak terhadap  rusaknya lahan di kemudian hari.
    Untuk mencegah aga hal itu tidak terjadfi, petani sebaiknya beralih dengan mengunakan pupuk organik. Karena selain biaya rtelatif murah juga dapat memelihara unsur kesuburan (hara) tanah.
    Hal tersebut disampaikan Dadang Suherman warga Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran merupakan seorang pelopor penggunaan pupuk organik di Pangandaran, dan Ia pun tercatat sebagai ketua asosiasi pengrajin pupuk organik Indonesia (APPOI) dibawah naungan KTNA Kabupaten Pangandaran.
    Dikatakan Dadang, setiap tahunnya produksi pupuk organik yang dihasilkan oleh kelompoknya mencapai 200 ton serta memiliki prosfek besar untuk bisa memproduksi 1000 ton pertahunnya. "Jika produksi kami bisa mencaiap 1000 ton pertahun, maka kami bisa memenuhi permintaan pasar khususnya di kabupaten pangandaran. "Ungkap Dadang.
    Menurut Dadang, pembuatan pupuk organik produknya hasil dari pemanfaatan sampah organik  sekaligus ikut mensukseskan program pemerintah khususnya kabupaten Pangandaran dalam masalah penanggulangan  sampah yang diolah dengan cara  fermentasi bakteri. "Hasil demplot yang dilakukan oleh kami, dari 1 hektar sawah bisa menghasilkan 9,5 ton padi, dibanding dengan  yang memakai pupuk kimia, hanya bisa menghasilkan 4,5 ton padi per hektarnya" Imbuh Dadang. (Age/PNews)

DROPING DARI PEMPROP TIDAK SESUAI JADWAL, PENGADAAN TINTA KTP MASUK DALAM APBD PERUBAHAN

    
PANGANDARAN. Masarakat akhir-akhir ini sedang dimanjakan oleh pemerintah dalam pengurusan administrasi kependudukan. Pasalnya, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dapat merangsang masyarakat untuk lebih tertib administrasi kependudukannya. Hal ini nampak dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatataan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota.
    Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar saat ditemui PNews diruang kerjanya. “Sekarang masa berlaku KTP-el yang semula 5  tahun pun diubah menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP, dengan demikian penduduk tidak perlu repot-repot memperpanjang masa berlaku KTP. “Ungkap Jeje.(16/3).
    Ditambahkan Tantan, Kemudahan lainnya dalam pengurusan dokumen di Disdukcapil  berkaitan dengan penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melampaui waktu satu tahun. Semula penerbitan tersebut memerlukan penetapan Pengadilan Negeri, diubah cukup dengan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Hal ini sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 30 April 2013. “Yang paling fenomenal adalah bunyi pasal 79A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, Pengurusan dan penerbitan Dokumen kependdudukan tidak dipungut biaya alias gratis. ”Terang Tantan.
    Di tempat terpisah, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata membenarkan hal tersebut dan berharap segala kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masarakat wajib KTP. “Saya menghimbau kepada masarakat pangandaran agar segera melengkapi dokumen kependudukannya. “Kata Jeje.(31/3)
    Jeje bersama Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang ditemui PNews di ruang kerja menambahkan, ada keunikan tersendiri mengenai KTP, kegiatan masarakat baik sosial, ekonomi atau lainnya pasti akan berhubungan dengan keterangan data diri (KTP-red). “Jadi, apa pun kegiatan masarakat sangat penting untuk mempunyai KTP. “Sambung Jeje.
    Disoal dengan pengadaan tinta untuk pencetakan KTP sekitar 3,2 milyar, Jeje mengatakan, dirinya menjabat bupati baru sekitar dua bulan lebih dan baru melakukan kunjungan ke beberapa daerah dan SKPD untuk memperoleh masukan sebagai salah satu bahan kerjanya.  “Dan saya terkejut, saat mengunjungi disdukcapil ternyata pelayanan KTP pangandaran belum terealisasi sepenuhnya. “Terang Jeje.
    Diperoleh keterangan dari Kadisdukcapil, lanjut Jeje, ternyata pengadaan tinta yang didrop dari propinsi tidak sesuai jadwal dan keinginan tiap kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pangandaran, Sehingga Jeje pun berinisiatif untuk kebutuhan tinta tersebut dimasukan dalam APBD. “Pada APBD perubahan anggaran untuk pengadaan tinta tersebut bisa terpenuhi sehingga kita tidak menunggu droping dari propinsi lagi dan ke depan proses pembuatan KTP tidak ada lagi hambatan. “Jelas Jeje.(hiek-PNews)

KABUPATEN PANGANDARAN, DOB TERBAIK SE-INDONESIA

   
  PANGANDARAN. Satu kebanggan untuk seluruh masarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya, dalam penilaian Kemeterian Dalam Negeri RI, Pangandaran menjadi Daerah Otonomi baru (DOB) terbaik se-Indonesia.
Kemendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah melakukan kajian dan penilaian untuk seluruh DOB yang diketuai Kasubdit Penataan Daerah Wilayah I, Ir. Sri Wahyuni MM dalam kunjungannya ke pangandaran mengatakan, sejak dimekarkan DOB Kabupaten Pangandaran pada tahun 2012, dalam kajian hasil dari pengumpulan data yang dilakukan oleh kementerian sejak tahun 2012 hingga 2014, pangandaran menjadi Daerah Otonomi Baru terbaik sehingga pangandaran nantinya pangandaran akan dijadikan narasumber contoh DOB yang akan disiarkan oleh salah satu tv ibu kota.”8 dari 10 dari kuisioner model K,  pangandaran memang paling unggul. “Kata Sri.(30/3).
    Dikatakan Sri, dalam kunjungan ke pangandaran yang dilakukan bersama 4 orang dari Kemendagri yang dijadwalkan dari tanggal 29 maret sampai tanggal 1 april 2016, dengan tujuan mengumpulkan data-data perkembangan pangandaran sebagai DOB. “Kami akan mengumpulkan data-data terhadap 10 aspek penyelenggaraan pemda sesuai dengan Permendagri no 23 tahun 2010, tentang tata cara pelaksanaan perkembangan DOB. “Jelas Sri.
    Ditambahkan Sri, sampai saat ini, dari 10 aspek seperti pemkbentukan OPD, pengisian pesonil, pengisian keangotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan, pengalihan asset, peralatan dan dokumen, pelaksanaan penetapan batas wilayah, dan penyediaan sarana prasarana pemerintahan sudah dilaksanakan. “1 aspek, pemindahan ibu kota tidak berlaku di Pangandaran, dua aspek lainnya seperti penyediaan sarana prasarana pemerintahan sedang dalam proses pengadaan lahan dan penyiapan RT RW sedang dalam proses di gubernur. “Kata Sri.
    Sri juga menyampaikan, setelah ada perda RT RW dan penyusunan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) harus segera diutamakan yang wajib dulu. “Janji-janji bupati terpilih pun agar dimasukan pada RPJM selama 5 tahun. “Tutur Sri.
Sementara menurut perwakilan dari pemerintah Propinsi Jawa Barat, Azis, mengatakan, terkait pembentukan SOTK di daerah otonomi baru, pihaknya sampai saat ini masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) nya. “Sedangkan untuk RT RW kami sudah melakukan akselerasi dan pada dasarnya sudah hampir selesai. “Kata Azis.
    Masih di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH.MH berharap pangandaran sampai hasil pengumpulan data terahir masih bisa menjadi DOB yang terbaik, dan tentunya bisa mewujudkan visi-misi Bupati-Wakil Bupati Pangandaran menjadi pariwisata yang mendunia yang bisa dilaksanakan dengan perkembangan kepariwisataan pangandaran yang tiap tahunnya mengalami peningkatan serta untuk RPJM pun akan segera dilaksanakan tepat waktu. “Ini akan menjadi kebanggaan seluruh masarakat pangandaran dengan menyandang DOB terbaik. “Ungkap Mahmud.
    Untuk regulasi pun, menurut Mahmud, sudah tersusun dan akan diharmonisasikan dengan regulasi pemerintah pusat.(hiek-PNews)

APBN GELONTORKAN 45 MILYAR, JALAN KALIPUCANG-PUTRAPINGGAN SEGERA DIPERBAIKI

    
PANGANDARAN. Menganggapai perihal buruknya sarana transportasi jalan antara Kalipucang-Putrapinggan dan Wonoharjo- Cikangkung yang selama ini dikeluhkan masarakat,  Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui Kepala Dinas PU Perhubungan dan Kominfo, Drs. H. Dadang Dimyati sebagai dinas yang salah tugasnya mengurus infrastruktur tersebut  mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang segala urusan, termasuk dalam perbaikannya dibiaya langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional ( APBN). Artinya, sebagai hak kelolanya ada di Kementerian PU. “Jadi jelas kedudukannya, seperti jalan propinsi dibiayai APBD propinsi, jalan kabupaten oleh APBD kabupaten hingga sampai ke jalan desa itu dibiayai oleh APBDes. “Terang Dadang. (30/3).
    Dadang pun memaklumi jika selama ini ada jalan rusak pasti dinasnyalah yang menjadi sasaran.  Karena ketidak tahuan masarakat pada status masing-masing jalan yang ada di pangandaran, sehingga setiap ada jalan rusak pemerintah daerah dianggap tidak tanggap, Pemkab pangandaran sendiri sekarang sedang konsentrasi pada perbaikan jalan kabupaten yang tersebar di 10 kecamatan. “Dan APBD Pangandaran pun tidak semua peruntukannya pada jalan saja,  tapi untuk sarana kesehatan, pendidikan dan lain-lainnya. “Terang Dadang lagi.
    Disoal kordinasi dengan pemerintah pusat, Dadang mengatakan, pemda pangandaran sudah menginformasikan melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan ke pangandaran tahun lalu. Saat itu menteri Yuddy Chrisnandi menyanggupi akan menyampaikan hal tersebut ke Kemeterian PU di Jakarta. “Dan memang sudah sampai di kementerian PU, hal tersebut memang sangat penting mengingat sebentar lagi kita akan menjadi tempat dua cabang olah raga  pada kegiatan PON XIX September 2016 mendatang. “Ungkap Dadang.
    Ditambahkan Kasi Jembatan Dinas PU Perhubungan Kominfo, Anang Yogaswara, dari Kemeterian PU memang sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut sekitar 45 milyar untuk 8 km perbaikan jalan. dari info yang didapat, lelangnya pun sudah dimenangkan oleh perusahaan asal banjar. “Panjang jalan yang akan mendapat perbaikan tersebut seluruhnya ada 8 km, untuk jalur Kertahayu-Banjarsari 3 km sedangkann untuk ruas jalan Kalipucang-Putrapinggan sebesar 5 km dan pelaksanaannya Insaalloh bulan april.“Jelas Anang.
    Dikatakan Anang, untuk perbaikan ruas jalan antara Wonoharjo-Cikangkung, mudah-mudahan bisa ada dalam satu paket pada anggaran tersebut. “Sedangkan untuk jalur antara Sukaresik-Sucen-Cibenda, itu masih ada dalam pemeliharaan PT. Kalapa Satangkal yang dulu mengerjakan proyek jalan tersebut. “Terang Anang lagi. (hiek-PNews)

PENJUALAN KARCIS PACUAN KUDA KECEWAKAN DISPORA JABAR

    PANGANDARAN. Disayangkan, even nasional yang dalam anggaran pembiayaannya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, menjadi kegiatan komersil dengan hasil dan peruntukannya yang tidak jelas.
    Demikian dikatakan beberapa anggota masarakat tentang penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Pra PON XIX tahun 2015 cabang olah raga kuda pacu yang diselenggarakan di Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(9/1) “Saya sudah mengantongi ijin dan peruntukannya pun saya harus nombok (tambah-red). “Ungkap Ketua Pordasi Kabupaten Pangandaran, Dani Supardi.
    Jika hasil penjualan tiket tanda masuk dipakai dalam pembiayan even tersebut, lalu kemana biaya yang dikeluarkan pemerintahan digunakan ? Pasalnya, menurut informasi hasil penelusuran PNews, dari hasil penjualan karcis tersebut mendapat sekitar Rp. 130 juta, diluar karcis parkir yang hasilnya dibagi persentasenya dengan Karang Taruna Desa Legokjawa.
    Ketika dihubungi di ruang kerjanya, Kasi Pemuda dan Olah Raga Disdikbupora Kabupaten Pangandaran, Ojo Sutarjo, S.Pd mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu hal tersebut. “Saya tidak tahu tentang penjualan karcis pacuan kuda tersebut, hasilnya dan digunakan untuk apa pun saya sama sekali tidak tahu. “Terang Ojo.
    Malah, lanjut Ojo, saat ditanya oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga ( dispora) Propinsi jawa Barat pun ia hanya melaporkan apa yang diketahuinya saja. “Yang saya katakan waktu itu  ke dispora propinsi lebih bersipat teknis saja. “Kata Ojo.
    Dikatakan Ojo lagi, saat Dispora Jabar berkunjung ke lapang pacuan kuda Legokjawa untuk melihat persipan lapangan, menurut Ojo, pihak dispora mendapat laporan dari masarakat sekitar, ada penjualan karcis tanda masuk pada penonton yang ingin menyaksikan  even BK Pra PON XIX.  sehingga dispora Jabar pun menelusuri kebenaran apa yang dikatakan masarakat tersebut pada pihaknya.  “Saya hanya mengatakan, saya tidak tahu persis tapi menurut yang saya tahu dari media hal tersebut memang benar. “Tutur Ojo.
    Ojo menambahkan, menurut Dispora Jabar, apa pun alasannya itu tidak bisa dibenarkan dan menyalahi aturan. Karena semua pembiayaan penyelenggaraannya sudah menjadi anggaran Pemerintah propinsi Jawa Barat.
    Masih dikatakan Dispora jabar yang disampaikan OJo, pihak pemprop melalui dispora akan menelusuri dan mempermasalahkan hal tersebut, sehingga hal ini tidak terulang pada penyelenggaraan pesta PON XIX 2016 bulan september mendatan. “Lomba kuda pacu baik babak kualifikasi bulan lalu atau penyelenggaraan PON XIX mendatang merupakan hajat pemerintah di bidang olah raga yang segala pembiyaannya sudah ditanggung oleh pemerintah. “Imbuh Ojo. (hiek-PNews)

BANI SALEH, PERTALIAN CIAMIS DENGAN KERATON CIREBON

    

CIAMIS. Pertalian antara “karuhun” sebuah keluarga dari Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan keluarga Keraton Cirebon merupakan cikal bakal lahirnya keluarga besar BANI SALEH yang hingga saat ini sudah sampai pada generasi ke 7 yang tersebar di beberapa kota besar di Jawa Barat hingga Pulau Sumatera.
    Demikian dikatakan Ketua Panitia “Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh”, Drs. H. Ade K. Syamsudin dalam sambutannya. “Ada sekitar 4-5ribu keluarga bani saleh yang tinggal di cihaurbeuti dan sekitarnya, belum dari runtutan keluarga Cirebon, bogor dan bandung. “ Terang Ade. (26/3).
    Ditambahkan Ade, perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan data dari masing-masing keluarga hingga bisa diketahui jumlah pasti sampai generasi ke 5 sampai 6. “Kami baru punya data sampai generasi ke 2 dan sebagian generasi ke 3 yang belum komplit, saya sendiri urutan generasi ke 3, “Tambah Ade.
    Jika ada keturunan dari cihaurbeuti bergelar elang dan ratu (gelar keraton Cirebon-red), menurut Ade, itu karena dari keturunan generasi ke satu Bani Saleh memang ada 2 dari 8 putra Mama  Saleh yang menikah dengan keturunan keraton Cirebon. “Namanya Eyang Suranta dan Suwarsa. “Jelas Ade.
    Jadi menurut Ade lagi, satu kebanggaan jika ternyata ciamis punya pertalian yang erat dengan keraton Cirebon, paling tidak melalui Bani Saleh dan keturunannya sekarang. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk keluarga besar BANI SALEH, karena bisa mempererat ciamis dan Cirebon. “Kata Ade.
Ade pun menambahkan, even Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan tempat yang berbeda-beda tiap tahunnya. “Bisa saja untuk tempat penyelenggaraan tahun besok di di Cirebon, bandung atau bogor. “Pungkas Ade. (hiek-PNews)

SARANA OBJEK WISATA GREEN CANYON TERUS DITATA

PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas parindagkop UMKM terua melakukan penataan ruang wisata  demi kenyamanan wisatawan. Seperti pembangunan ruangan kantor di obyek wisata greencanyon dan  gazebo di pinggir pantai, perbaikan sarana gedung untuk petugas wisata dalam menunjang pekerjaannya juga penertiban PKL ( pedagang kaki llima ) yang berjualan di area atau tempat wisata.

"Kami  yang bertugas disini merasa nyaman dengan adanya kantor baru, walaupun penataan didalam nya belum maximal " Ungkap Arief, Ketua Kompepar Green Canyon (27/03).

Berbagai fasilitas yang diberikan oleh pemkab Pangandaran, menurut Arief akan semakin menambah daya dongkrak pendapatan dari objek wisata, khususnya yang ada di Pangandaran.

"Pada  tahun 2016 ini, target PAD dari Green Canyon insya Alloh bisa melebihi target, karena pelayanan kepada wisatawan lebih diutamakan. "Ungkap Arif lagi.

Disinggung  prihal pendapatan obyek wisata green canyon saat libur panjang ini, Arief  menjelaskan adanya penurunan, bahkan  diduga banyak yang beralih ke obyek wisata Citumang, karena sungai Cijulang terlihat sangat kotor, akibat curah hujan di hulu yang tinggi.(Age/PNews)

SHOFIYUDIN, PELUKIS KALIGRAFI ASAL CIHAURBEUTI

    
CIAMIS. Dalam membuat sebuah seni lukisan kaligrafi sangat diperlukan keahlian, ketelitian, bakat dan pemahaman akan Al Qura’n.  Keindahan ayat-ayat dalam goresan kuas pada kanvas bisa menambah keyakinan siapa saja yang melihatnya.
    Seperti seni kaligrafi hasil goresan tangan Shofiyudin (63) warga Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yang sudah ratusan karya kaligrafi lahir dari kepiawaian ulasan kuasnya. “Medianya sendiri bisa pada kanvas atau pada dinding tembok langsung seperti dalam mesjid. “Ungkap Shofi, panggilan akrabnya.(27/3).
    Dalam keahlian membuat kaligrafi, Shofiyudin juga tidak pelit membagikan ilmunya. Setiap pagi di rumahnya yang terletak di depan Pesantren Al-Islah Cihaurbeuti, ia membuka kursus kepada siapa saja yang mau datang ke rumahnya tanpa dipungut bayaran. “Kepada siapa saja yang memang berminat belajar kaligrafi silahkan datang ke rumah, karena ilmu kita akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada orang lain. “Ungkapnya lagi.
    Menurut Shofi, berkat keahliannya dalam lukisan kaligrafi, banyak pesanan diterima, baik yang datang langsung ke rumah atau dipanggil ke tempat pemesan. “Paling sering untuk kota depok, bogor dan jakarta. “Terang Shofi.
    Ditemui di rumahnya sederhananya, Shofi mengatakan, selain melukis di rumah, saat ini ia pun menerima  tawaran mengisi pelajaran di sekolah-sekolah.
    Mengadakan pameran tunggal untuk menampilkan karya-karyanya merupakan obesinya yang sampai saat ini belum terwujud. Ia pun berharap baik pemerintah atau pun siapa saja yang bisa membantu keinginan untuk memamerkan seluruh karya lukisnya pada even pameran. “Itu akan sangat membantu, apalagi dibantu juga ikut memasarkan lukisan saya pada pembeli. “Imbuh Shofi. 
    Menurutnya, sampai saat ini ia tidak memerlukan bantuan secara finansial, tapi kalau bisa menjembatani dengan pembeli baik melalui pameran atau membawa karyanya pada pembeli itu akan sangat membantunya. “Sampai saat ini saya hanya mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut saja. “Terangnya lagi. (hiek-PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN