DENGAN KOSMOS ERATKAN SOLIDITAS MASYARAKAT DAN PEMERINTAH

PADAHERANG-Untuk memberikan rasa aman pada masyarakat, Koramil 1318 Padaherang bersama Pemerintahan Kecamatan, unsur Polri dan masyarakat menggelar acara Komunikas Sosial (Kosmos) di gedung juang koramil  Padaherang yang bertujuan untuk menjalin komunikasi lebih antara masyarakat dan pemerintah.

Menurut Camat Padaherang, Kustiman, ini sangat penting apalagi menjelang pesta demokrasi pemilukada gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, agenda pemilu dan pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

“Masyarakat diharapkan jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarnnya. “kata camat.(3/5)

Hal senada dikatakan Kapolsek Padaherang, AKP. Adih Permana, pihaknya menghimbau agar seluruh elemen masyarakat menjadi mitra pihak keamanan.

“Dengan semakin solidnya persatuan kita, segala hal yang akan merongrong keamanan akan mudah ditangkal. “ungkapnya.

Sementara menurut Danramil 1318 Padaherang, Kapten Sarwono, sudak menjadi tekad bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati untuk seluruh bangsa Indonesia.

“Kita berkewajiban dalam mempertahankan keutuhan Negara kita dengan porsi kita masing-masing. “tegasnya. (NANA HOERUMAN)

SUDAH SAATNYA AJENGAN MENDAPAT REWARD DARI PEMERINTAH DAERAH

PANGANDARAN-Ajengan Masuk Sekolah (AMS) merupakan sosialisasi kerjasama antara pemerintah daerah dengan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Pangandaran dalam rangka menciptakan dan membentuk generasi berkarakter yang dibangun sesuai harapan pemerintah pusat agar anak anak bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang tangguh dan bermoral.

Pada prosesnya, pemerintah daerah melalaui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (dikpora) sudah mengatur proses berjalannya AMS ini, seperti buku panduan, durasi jam mengajar dan lain lain, sehingga salah satu program unggulan Kabupaten Pangandaran dio bidang pendidikan ini pun semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan semua.
Pemkab Pangandaran pun terus berupaya mengevaluasi kinerja semua pihak, baik sekolah atau para ajengan, sehingga tidak heran setiap, paling tidak dalam satu triwulan selalu ada pembinaan baik dari perintah maupun MUI, ini semua diharapkan mampu memotivasi AMS lebih baik lagi.

Namun di sisi lain, pengorbanan para ajengan ini patut mendapat penghargaan dari pemerintah, terlebih ajengan dengan kinerjanya yang sangat disiplin dan kualitas materi pendidikan yang diberikan pada para murid, dan hal ini tentunya diharapkan dapat memotivasi ajengan lainnya agar mau berkompetisi dalam meningkatkan kinerjanya.

"Bagi para ajengan yang terbaik sesuai dengan penilaian MUI atau sekolah terkait, idealnya bisa  mendapatkan reward, berupa apalah…" tutur Wakil Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ust. Haris Firdaus, saat ditemui di rumahnya. (3/5)

Haris menambahkan, penghargaan atau reward ini selain untuk memicu para AMS berkompetisi dalam kebaikan juga menjadi pelajaran bagi yang kurang serius dalam tugasnya. Karena bukan hanya itu, dengan program AMS ini peluang dakwah para ajengan terbuka lebar dalam memberikan "hidayah"  ilmu bagi masa depan bangsa khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Dengan jumlah 800 ajengan dari 93 desa yang tersebar di 10 kecamatan ini sudah selayaknya ada kompetisi siapa yang terbaik dan siap yang kurang baik," tegasnya. (Evhan Rayna)




SEBUAH MOTOR "TANPA PEMILIK" HEBOHKAN WARGA PASAR PANANJUNG

PANGANDARAN-Sebuah sepeda motor yamaha vixion warna merah dengan nomor polisi Z 5387 UF tadi sore sekitar jam 17.00 ramai dikerumuni warga pasar Pananjung yang tengah berjualan. Usut punya usut ternyata motor tersebut sudah ada terparkir disana sejak kemarin dan tidak ada yang mengambil, sehingga warga pun bertanya Tanya, motor ini milik siapa.

Menurut seorang pedagang, pemili motor tersebut dicurigai kepunyaan orang yang diduga telah melakukan kejahatan membongkar kios sepatu dan kios bumbu.

"Saya melihat motor ini sejak kemarin tidak ada yang mengambil, lalu pihak keamanan pasar mengunci dengan gembok," jelasnya.(3/5)

Dan untuk keentingan penyelidikan, kasus ini pun langsung ditangani pihak kepolisian resort Pangandaran. (HARIS F)

PUSAT JAJANAN RAKYAT, PELUANG USAHA BARU WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sejak para pedagang kaki lima atau dorongan mendapat fasilitas ditempatkan di sebelah utara pasar Pananjung Pangandaran, tepatnya di samping ruang taman taman di depan pasar, bebrapa warga pun membuka usaha baru dengan menyewakan aneka mainan anak, sepert scooter mini, oto pad dan jenis lainnya, kini usaha tersebut kebanjiran konsumen.

Dengan memanfaatkan luas taman, anak-anak pun asyik bermain dengan wahana permainan baru yang hanya ada di sekiktar Pusat Jajanan Rakyat atau yang lebih popular “ culinary night”.

Ada sekitar  42 para penyewa mainan yang siap memanjakan anak-anak untuk berkeliling mengitari taman dengan harga sewa Rp 10 ribu unjtuk durasi 1 jam.

"Lumayan, ini bisa menjadi peluang usaha baru saya untuk menambah penghasilan. “ungkap  salah seorang penyewa, Budi. (2/5)

Walau usahanya baru kali ini dijalaninya, namun menurutnya, dalam satu malam tidak kurang sekitar Rp 100 ribu bisa dibawa pulang ke rumah dari hasil usaha ini.

“Apalagi kalau malam minggu, pengunjung yang datang akan bertambah dan tentunya penghasilan saya pun meningkat. “imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang pengunjung asal Desa Putrapinggan, Rasih (32), keberadaan Pusat Jajanan Rakyat ini sangat tepat dan menghibur. Karena, menurut Rasih, ia pun bisa membawa anaknya untuk hiburan dan menikmati makanan dengan harga murah tapi menyenangkan.

“Setelah menjadi kabupaten, banyak sekali keberhasilan yang sudah dilakukan Pemkab Pangandaran untuk kesejahteraan warganya. “ungkapnya. (HARIS F)

POJOK BACA, SALURKAN MINAT BACA WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Pangandaran dan Ibu H. Jeje Wiradinata, didampingin Asisten I, II, III, Kepala Dinas Pendidikan H. Surman, Kadis Pariwisata, Drs. H. Undang Sohbirin, Sekretaris Dinas Perpustakaan, DR, H. Sobirin beserta pejabat lainnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, meresmikan Pojok Baca, fasilitas publik  di Taman Merdeka Kecamatan Pangandaran. (02/05)

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, gerakan gemar membaca harus memasyarakat di Pangandaran, karena sampai saat minat membaca warga masih minim.

“Dengan adanya pojok baca ini salah satu tempat yang disediakan untuk siapa saja. diharapkan kegemaran membaca akan semakihn meningkat. “ungkap bupati.

Di tahun ini juga, lanjut bupati, Pemda Pangandaran akan membangun taman di lahan eks Puskesmas Pangandaran yang salah satu fungsinya untuk menampung kreatifitas, taman baca taman bermain anak, panggung teater dan lainnya yang dibiayai dari APBD, sebesar Rp 3,8 milyar.

“Di taman tersebut juga akan dibangun Pangandaran Creative Space tempat untuk menampung kreasi-kreasi yang akan lahir dari warga Pangandaran. “terang bupati.

Sementara dalam sambjutannya, Sekretaris Dinas Perpustakaan, DR, H. Sobirin mengatakan, selain pojok baca yang ada di Taman merdeka ini, di Pangandaran grup gemar membaca lainnya, seperti, Sabalad, PKK dan keluarga Maghasiswa Pangandaran (KMP).

“Kami juga menerima bantuan dari Perpusnas RI 2 buah sepeda motor sebagai sarana perpustakaan keliling. “terang Sobirin.

Sobirin juga berharap, ke depannya lokasi perpustakaan berada di lintasan jalan protokol agar bisa mudah dijanbgkau masyarakat serta untuk meningkatkan indicator kunci kinerja perpustakaan.

“Salah satunya, perpustakaan banyak didatangi pengunjung. “imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Komunitas Pojok Baca, Andy Nuroni, mengungkapkan, sampai saat ini di Pojok Baca sedikitnya ada 4 ribu judul buku yang bisa dibaca kapanj saja pelajar atau masyarakat umumk lainnya.

“Pojok Baca ini merupakan hasil kerjasama antara komunitas plankton dengan pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan. “jelasnya. (hiek)

PANWAS PANGANDARAN GELAR FGD DAN BENTUK SAKA ADIASTA PRAMUKA

PANGANDARAN-Untuk suksesnya pemilukada Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018, Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pangandaran baru-baru ini menggelar acara Focus Grouf Discusion (FGD) pengawsan partisipatif sekaligus pembentukan Saka Adiasta bersama gerakan Pramuka Kwarcab Pangandaran.(1/5)

Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, kegiatan yang dilaksanakan di sebuah hotel di kawasan wisata Pantai pangandaran ini merupakan langkah preventif dalam  membangun komitmen dan pemahaman terhadap anggota gerakan pramuka terkait proses pengawasan pada pelaksanaan pilkada melalui pembentukan Saka Adhyasta pemilu.

 “Karena partisipasi politik ini menjadi salah satu inti dari nilai-nilai demokrasi. “ungkap Iwan.

Iwan menambahkan, partisipasi serta kepedulian masyarakat sangat diperlukan dalam pengawasan pemilu agar nantinya bisa tercipta pemilu yang berintegritas.

Dan salah satu kelompok masyarakat yang potensial, lanjut Iwan, generasi pemuda serta  gerakan pramuka merupakan salah satu wadah organisasi kepemudaan akan menjadi elemen potensial yang sangat membantu kinerja Bawaslu dalam mengawasi pemilu.

“Modal awal yang dimilki gerakan pramuka sangat kuat untuk mengawal jalannya demokrasi elektoral dan nonpartisan dengan soliditas yang kuat “Imbuh Iwan.

Dengan berdirinya Saka Adyasta di dalam tubuh gerakan pramuka, lanjutnya lagi, merupakan tonggak penting partisipasi pemuda dalam menegakkan penyelengaraan demokrasi elektoral. Antara lain, gerakan pramuka selama ini dikenal merupakan wadah aktivitas pemuda bisa lebih jauh menegakkan jalannya demokrasi sebagai wujud partisipasi politik, partisipasi gerakan pramuka dalam pengawasan pemilu ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi generasi muda lainnya untuk turut berkontribusi mengawasi proses pemilu agar berjalan bebas dan adil.

“Saka Adyasta juga menjadi wujud riil demokrasi di sekolah dengan mengajarkan civic skill. “pungkas Iwan. (hiek)



MAHMUD: “BERITA TENTANG KUNJUNGAN JEPANG, ITU HANYA MISS KOMUNIKASI SAJA…..”

PARIGI-Akhirnya Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH angkat bicara terkait viralnya berita di sosial media (sosmed) tentang kunjungan Wali Kota di Jepang (Village of Ogimi), Mr Norimitsu Miyagi ke Pangandaran.

Seperti diketahui, beberapa komentar negatif di sosmed bermunculan tentang kurang responnya pemda Pangandaran saat menemui delegasi Jepang yang direncanakan akan menjalin kerjasama dalam kemasan program sister city antara Pangandaran dan Village of Ogimi.

“Ini semua terjadi hanya karena miss komunikasi saja” ungkap Mahmud kepada beberapa awak media di aula setda.(2/4)

Dikatakan Mahmud, tentang ungkapan yang mengatakan ada seorang pejabat esselon II yang mempertanyakan aturan atau dasar hukum kerja sama (sister city) dan tentang keberadaan Negri Jepang yang pernah menjajah Indonesia, sebenarnya, kata Mahmud, ungkapan itu tidak ada. Dan Mahmud juga sempat kaget saat membaca beberapa komentar tentang pemberitaan itu di sosmed (facebook), yang memberi kesan kurang responnya Pemda Pangandaran atas kunjungan wali kota Jepang. 

Mahmud juga mengatakan, pihaknya sengaja mengundang wartawan ke setda untuk mengklarifikasi bahwa berita yang sudah terlanjur tersebar di facebook itu tidak benar.

“Sekali lagi saya tegaskan, ini hanya miss komunikasi saja. “tegasnya. (hiek)

WOW KEREEEN...! KERAJINAN PANGANDARAN BISA TAMPIL DI INACRAFT 2018

PANGANDARAN-Sejumlah produk unggulan dari Kabupaten Pangandaran turut hadir di pameran produk kerajinan Internasional di ajang Jakarta International Handcraft Trade Fair (Inacraft) 2018 di Gedung Jakarta Convention Center (JCC) yang dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 30 April 2018.

Produk-produk unggulan asal Pangandaran ternyata banyak menarik perhatian pengunjung, seperti produk batik dan tas daun gebang, kedua kerajinan tersebut menjadi produk yang paling laris dibeli pengunjung termasuk turis asing pun banyak yang berbelanja di stan Pangandaran.

Seperti diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan selaku mentor UMKM Kabupaten Pangandaran, H. Teddy Sonjaya, saat dihubungi PNews lewat telepon cellulernya, mengatakan, ia bersyukur ternyata produk kerajinan Pangandaran bisa mengisi salah satu stan yang disponsori Bank Negera Indonesia (BNI) melalui program Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan KADIN Pangandaran.

“Pada kesempatan kali ini, kerajinan kujang, senjata tradisional khas Jawa Barat, dan anyaman daun pandan gebang menjadi ikon kerajinan Pangandaran yang ditampilkan Inacraf tahun ini." ungkapnya.(29/4)

Dikatakan Teddy, selain kedua kerajinan tersebut, turut juga dipamerkan batik khas Pangandaran serta aneka kerajinan anyaman bambu, gebang dan hata.

Sementara sebagai atraksi budaya, lanjutnya, stan RKB Pangandaran menampilkan pengrajin anyaman bambu, Mang Koko, yang menggelar demo cara pembuatan anyaman.

“Kami merasa bangga kehadiran produk-produk unggulan Kabupaten Pangandaran bisa tampil dalam ajang bergengsi inacraft 2018 ini. “katanya lagi.

Teddy menambahkan, ini semua menandakan geliat perkembangan UMKM di Kabupaten Pangandaran, khususnya di bidang kerajinan, semakin diakui di berbagai even.

Lebih jauh Teddy mengatakan, dalam gelaran seperti ini pihaknya tidak terlalu berharap banyaknya transaksi penjulan, tapi yang paling penting pelaku UMKM dari Pangandaran bisa belajar banyak bagaimana cara mendapatkan buyer serta bisa membawa pulang ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya.

“Saya berharap lewat ajang bergengsi ini bisa memberikan inspirasi untuk meningkatkan daya kreatifitas yang bisa menghasilkan produk-produk unggulan lainnya. "imbuh Teddy.

Kegiatan Inacraft 2018 ini dibuka langsung Wakil Presiden RI, M.Jusuf Kalla, menurut Teddy, ini merupakan kali ke 3 KADIN Pangandaran menjadi pesrta di JCC, dan ini sangat penting untuk pengembangan industri kerajinan tangan di Pangandaran agar bisa unjuk gigi di tingkat nasional serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kreatif. (PNews)





DISDIKPORA PANGANDARAN LAKUKAN PEMBINAAN PARA GURU HONORER

PADAHERANG-Untuk meningkatkan kualitas sekaligus penyaluran tunjangan untuk pengajar guru non PNS (honorer) di Kecamatan Padaherang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran melakukan pembinaan pada 350 guru honorer di aula kantor UPTD Dikpora Padaherang. (27/4)

Dalam sambutannya Kepala Dinas Dikpora, H. Surman, tunjangan ini langsung diterima guru honorer melalui nomer rekening bank masing-masing.

“Jadi tunjangan ini diterima ynag bersangkutan tanpa potongan apa pun. :”tegas Surman.
Surman menyampaikan, agar para pengajar senantiasa meningkatksn minat membaca hingga ke titik kegunaan dari hasil membaca tersebut.

Guru juga, lanjut Surman, agar tetap menjunjung tinggi kedisiplinan serta bisa meningkatkan kreatifitasnya.
“Saya kira pemerintah sudah cukup serius memberikan perhatian dengan memberikan tunjangan khusus bagi bapak-ibu, jadi saya minta tingkatkan disiplin dan kreativitas dalam memberikan pendidikan terhadap murid,"imbuhnya.

Semnetara Kasubag Umum Kepegawaian Disbudpora, Soleh, menyampaikan beberapa masalah terkait tupoksi dan kedisiplinan dalam bahasan utamanya. (Tn)

DANA BANTUAN ORMAS DI BELUM DISETUJUI PEMDA PANGANDARAN

PARIGI - Kepala Kesbangpol kabupaten Pangandaran, Solih, AP, merasa prihatin dengan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan adanya penggelapan dana untuk kegiatan pembinaan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Padahal setelah dicek bukti anggaran buat kegiatan tersebut ada bahkan kwitansi pengeluaran yang diberikan kepada perwakilan ormas yang hadir pada acara pembinaan keormasan di tahun 2016 dan 2017 lalu pun ada.

Dikatakan Solih, sesuai data yang ada di Kesbangpol, saat ini ada 43 ormas yang terdaptar dan 36 ormas yang sudah mempunya kantor kesekertariatan di Kabupaten Pangandaran.

"Setiap tahunnya jelas kami adakan kegiatan pembinaan karena ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan sekitar fungsi ormas dalam menjalankan aktifitasnya di masyarakat", ungkapnya. (26/04)

Solih juga mengungkapkan, jadi kalau ada pemberitaan adanya penggelapan dana untuk kegiatan pembinaan ormas itu tidak benar, karena saat ini belum ada anggaran untuk ormas dari APBD sesuai aturan dari Mendagri.

“Semua program dan kewajiban pemerintah daerah ini harus disahkan dulu oleh eksekutif dan legislatif", katanya.

Solih menambahkan, pihaknya saat ini sudah mengajukan anggarannya, tapi sampai saat ini belum disetujui kecuali dana untuk pembinaan, dan menurutnya, mudah-mudahan saja kedepannya bisa segera terealisasi.

"Saya juga menghimbau, untuk ormas yang sampai saat ini belum punya kantor kesekertariatan agar segera membuat kantor secretariat, karena hal ini wajib bagi semua ormas untuk penerbitan SKT ormas", tandasnya. (AGE)

H.TEDDY SONJAYA BERIKAN PEMBEKALAN UNTUK CALON PURNABHAKTI KOTA CIMAHI

PANGANDARAN-Sukses yang diraih dalam mengembangkan Usaha Menegah Kecil dan Mikro (UMKM) lewat beberapa pelatihan berkala hingga terbentuk produk ungggulan sampai pada akhirnya mempunyai sentra pemasaran terpadu “pusat oleh-oleh Pesisir Pangandaran”, semua ini tak luput dari peran serta Pemda Pangandaran.

Hal ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Indutri (kadin), H Teddy Sonjaya sebagai founder, saat  diundang  untuk  memberikan pembekalan kepada 87 orang calon purna bhakti dalam mempersiapkan masa pensiun dari masyarakat kota Cimahi, Bandung khususnya BKD Cimahi dan para purnabakti guru yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum'at (26-27 April 2018) bertempat di Horizon Palma Pangandaran dan dihadiri langsung sekda dan walikota Cimahi.

Dalam sambutannya, Teddy menyampaikan beberapa arahan terkait optimisme hidup dalam rangka menggapai cita-cita dan harapan untuk meraih impian lewat pengembangan usaha.

Menurut Teddy, tidak sedikit pegawai yang tertarik untuk bisa mengambil pensiun dini di usia yang masih muda, mereka lebih memilih mengambil kesempatan menggali potensi lewat pekerjaan yang dipilihnya.

“Menurut mereka, banyak kesempatan untuk memulai usaha baru dengan kesempatan baru serta potensi yang begitu luas", ucapnya.

Pensiun dini juga, lanjut Teddy,  memberikan peluang dan manfaat lain, seperti hemat biaya kesehatan karena tidak mengalami stres berat akibat lelah bekerja, juga karena peluang dalam pengembangan usaha begitu besar.

“Tidak salah jika usia kita sudah di atas 50 hingga 55 tahun karena usia itu untuk mempersiapan pensiun, tapi bukan berarti kita stop untuk semua usaha, stop untuk semua kebutuhan, tidak juga stop untuk kegiatan yang produktif", katanya lagi.

Teddy juga menyampaikan, mengapa ini penting untuk menghitung dana pensiun sejak dini, sebab pensiun itu memang tidak bisa dihindari. Pasalnya, pensiun itu kepastian, sebuah  keniscayaan baik siap dan tidak menghadapinya.

Yang harus disiapkan dalam memasuki masa pensiun, harus terbebas dari utang piutang, mempersiapkan perencanaan, baik dengan tabungan yang sudah disiapkan sedini mungkin dan kesiapan jaminan kesehatan.

Dalam kesempatan lain, Teddy juga memberikan sedikit paparan mengenai pasif income, hal ini wajib dimiliki setiap orang apalagi saat hari tua menjelang.
"Kita mencoba untuk bisa menyimpan dana di tempat yang bisa menghasilkan pasif Income, seperti berbisnis, membuat rumah kontrakan juga kos kosan atau menyimpan dana kita lewat deposito di bank", imbuhnya.

Jika memiliki rencana untuk pensiun dini, kata Teddy, maka satu hal yang harus dipastikan tidak ada lagi hutang atau cicilan yang memberatkan, artinya dana-dana yang dimiliki bisa digunakan sepenuhnya untuk keperluan sendiri.

Dan apabila sudah memiliki rencana yang baik setelah pensiun, maka artinya boleh untuk mengambil pensiun dini, karena waktu dan hak menjadi sepenuhnya dimilki sendiri walau sudah tidak lagi bekerja. Dan waktu yang yang dimiliki setelah pensiun hendaknya harus tetap dimanfaatkan dengan baik dan benar dengan segala potensinya. Artinya, jika ternyata uang yang dikumpulkan tersebut telah mencukupi atau malah berlebih, inilah salah satu tanda bahwa seseorang sudah pantas pensiun.

“Kita harus memastikan bahwa segala kebutuhan dan pembiayaan dapat terpenuhi sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja. “tegas Teddy.

Diakhir sambutannya, Teddy juga mengingatkan kepada semua peserta untuk tetap bisa memberikan perhatian pada masalah kesehatan.

"ingat salah satu kebutuhan yang menguras uang dalam jumlah besar adalah biaya kesehatan,  makanya jagalah kesehatan", pungkasnya. (PNews)

KADES KERTAHARJA: “MEDIA JANGAN ASAL NULIS KARENA ITU AKAN JADI OPINI PUBLIK”

CIMERAK – Sangat disayangkan, salah satu media online tidak cakap dalam membuat pemberitaan  sesuai dengan Undang-undang Pers no 40 tahun 1999, karena dinilai pemberitaannya kurang berimbang.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, H. Oman. Ia menyayangkan, pemberitaan dari salah satu media online tersebut yang asal-asalan karena  tanpa ada konfirmasi lebih dulu dalam penyajian beritanya.

 “Berita yang dimuat media online itu terkesan memojokan Desa Kertaharja, sementara saya sendiri selaku kepala desa tidak pernah diwawancarai lebih dulu, mending kalau berita itu benar",  Ujarnya.(27/4)

Dikatakan Oman, berita terkait jembatan di jalan Cibungur Dusun Jampang-Dusun Purwasari itu bukan kewenangan desa karena memang statusnya sudah menjadi jalan kabupaten", jelasnya.

Menurut Oman, yang lebih tahu kronologi  jembatan itu adalah pihak desa, dan jika saja pembangunan jembatan itu menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana desa (DD), mka jelas itu menyalahi aturan.

Sebetulnya, lanjut Oman, selaku kepala desa secara lisan atau surat, pihaknya pernah mengajukan usulan kepada pemerintah daerah melalui dinas PU agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

“Dan Alhamdulillah, usulan tersebut terpenuhi karena  jembatan tersebut rencananya akan diperbaiki tahun 2018 ini", ucapnya.

Oman juga menyampaikan kepada nara sumber yang bicara ke media tersebut hendaknya jangan asal bicara, apalagi sesama warga Kertaharja dan alangkah akan lebih baik jika ada persolan di Desa Kertaharja agar bisa datang datang menyampaikan langsung ke pihak desa untuk menanyakan kebenarannya.

“Saya juga meminta media bisa lebih cerdas tidak asal nulis karena kalau ini sudah ada di pemberitaan akan menjadi opini publik sehingga  seolah-olah saya selaku kepala desa tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat.” tegasnya. (AGE)

PRAKERIN FPIPS UPI BANDUNG BAHAS AKOMODASI, AKTIFITAS DAN AKTRASI PARIWISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kegiatan prakerin merupakan tugas latihan melaksanakan suatu proses kerja nyata perseorangan atau kelompok yang dilakukan mahasiswa baik di lapangan maupun di laboratorium yang ada hubungannya langsung dengan bidang keilmuan sesuai jurusan atau fakultas mahasiswa itu sendiri.

Demikian halnya yang dilaksanakan beberapa mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial (FPIPS), beberapa waktu lalu di Pangandaran.(7-9/4)

Menurut salah seorang Dosen pembimbing, Ahmad Hudaiby Galihkusumah,S.ST, MM, dalam kegiatan prakerin yang dilaksanakan selama 2 hari itu ada 3 materi yang difokuskan, antara lain, tentang akomodasi, aktifitas dan aktrasi pariwisata.

“Seluruhnya ada 67 mahasiswa yang kami bagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing satu materi yang difokuskan. “jelasnya.(9/4)

Hudaiby menambahkan, misalnya untuk kelompok yang membidangi akomodasi, ia harus menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan hotel-hotel di Pangandaran. Seperti, kapan berdirinya, bagaimana perkembangannya hingga bagaimana marketing yang dilakukan pengusaha hotel baik secara on line atau pun off line.

“Untuk kepentingan tersebut, para mahasiswa pun langsung mendatangi pihak hotel untuk memperoleh informasi yang akurat. “kata Hudaiby.

Sementara hasil dari penelitian kelompok yang membahas aktivitas, masih kata Hudaiby, yang dilakukan wisatawan, ternyata obyek wisata Pangandaran sendiri hanya dijadikan tempat untuk menginap, karena siangnya wisatawan tersebar ke beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar pangandaran, seperti Green Canyon, santirah, Pantai Batukaras, Citumang dan tempat-tempat wisata lainnya.

Lebih jauh Hudaiby mengatakan, sebagai dosen pembimbing, ia menuntut para mahasiswanya untuk berpikir akademik, analitik serta bisa komprehensif dan bekerjasama dengan pemerintah, khususnya dinas terkait.

Hudaiby juga menuturkan, salah satu yang muncul dilapangan saat di wawancara, ternyata  ada pro-kontra dari pedagang terkait relokasi. Jika dari segi keumuman destinasi wisata di dunia, pedagang di pinggir pantai itu memang tidak umum karena pantai itu benar-benar harus tertata yang akan dikomersilkan menjadi sebuah tujuan wisata, tapi proses edukasi ini harus terus berlangsung dan pemerintah. Dan menurut Hudaiby, proses penentangan ini akan berlangsung dua sampai lima tahun hingga para pedagang ini menemukan kenyamanan yang baru dalam usahanya.

“Hasil prakerin mahasiswa UPI ini nantinya akan kita seminarkan di Bandung tanggal 9 mei mendatang di Bandung. “pungkas Hudaiby. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN