HARI GINI, MASIH ADA SEKOLAH “SUNAT” BANTUAN SISWA

CIGUGUR – Sungguh ironis, disaat pemerintah sedang menggalakan program wajib belajar , ternyata masih ada sekolah yang berani memotong dana program bantuan, baik itu program Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau pun program KIP ( Kartu Indonesia Pintar).

Ini terjadi di SDN I Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, bantuan yang seharusnya diterima utuh siswa, ternyata “disunat” oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Seperti diungkapkan salah seorang orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya,
ia merasa kecewa dengan pemotongan dana bantuan KIP dari pemerintah sebesar Rp 400 ribu, karena yang keterima hanya Rp 225ribu.

“Dengan alasan keperluan ongkos dari Pagerbumi ke Cigugur untuk pencairan bantuan tersebut, Rp 25 ribu, pembelian seragam batik siswa Rp 100 ribu dan untuk uang kas Rp 50 ribu rupiah, hingga jumlah potongan tersebut sebesar 175ribu. “terangnya.

Menurutnya, tidak hanya ia saja, tapi ada 30 siswa semuanya sama mendapat potongan dengan jumlah yang sama.

“Saya juga sempat heran, kok ada potongan buat kas segala. “imbuhnya lagi.

Saat dikonfirmasi, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd sangat menyesalkan kejadian itu.

Dikatakan Agus, saat ada laporan tersebut, pihaknya pun  langsung melakukan konfirmasi ke kepala sekolah tersebut serta langsung segera diperintahkan untuk menghadap ke dinas.

Menurut Agus, uang bantuan tersebut peruntukan sudah jelas bagi siswa untuk kebutuhan sekolahnya, antara lain untuk membeli tas, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya, sehingga siapa pun tidak boleh dan tidak berhak melakukan pemotongan.

“Saya sudah langsung perintahkan agar mengembalikan uang tersebut pada siswa. “tegas Agus.(21/2)

Masih di tempat yang sama, kepala SDN I Pager bumi, Dadang Herul W mengaku tidak tahu menahu masalah pembagian dana bantuan tersebut.

Dadang mengatakan, ia sama sekali tidak tahu menahu masalah pemotongan itu, karena menurutnya, ketua komite dan bendahara sekolah yang mengurus dan membagikan bantuan tersebut, sehingga ia sempat kaget saat mendengar ada kabar pemotongan di sekolahnya.

Dadang juga mengatakan, ia menjabat Kepala Sekolah di SDN 1 Pagerbumi masih baru, sehingga belum tahu persis permasalahan di sekolahnya, baik dengan pihak komite atau pun dengan semua kebijakan atau aturan yang telah berjalan selama ini sesuai aturan kepala sekolah sebelumnya.

“Saya segera akan mengambil tindakan sesuai perintah dinas untuk mengumpulkan seluruh orang tua siswa besok hari (22/2-red). “terangnya.

Sementara entah kenapa, kepala UPTD Pendidikan Pemuda Olahraga Kecamatan Cigugur saat akan diminta keterangan melalui telepon celullernya, tidak pernah diangkat dan sms pun tidak pernah dibalas. (AGE)

AGUN GUNANJAR: “PANGANDARAN HARUS BUAT IKON WISATA”

Berawal dari mimpi, ungkapan tersebut mungkin tidak berlebihan sebagai sebuah harapan yang  tidak mustahil untuk bisa diwujudkan di kemudian hari.
Seperti diungkapkan anggota komisi III DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa saat kunjungan kerja masa reses ke Kabupaten Pangandaran. (20/2)

Menurutnya, Pangandaran harus punya ikon sebagai kabupaten pariwisata, dan itu harus dimulai dari sekarang. Artinya, lanjut Agun, menjadi kabupaten wisata bukan pula harus pengabaikan potensi-potensi lainnya yang ada di daerah. Seperti, kelautan, pertanian, perkebunan dan lainnya yang tentu semuanya bisa disinergikan dan tetap melekat pada ikon wisata.

“Saya sudah sampaikan hal ini langsung ke Pa Bupati, Jeje Wiradinata. “ungkap Agun.

Pada prinsipnya, lanjut Agun, wisatawan itu lebih cenderung memanfaatkan anugerah Tuhan pada fisiknya, seperti mata yang selalu cenderung ingin melihat sesuatu yang indah atau lidah bisa makan enak dan lainnya.

“Menikmati indahnya sunset, menyantap aneka  kuliner khas atau bisa menikmati segarnya angin pegunungan sambil berolahraga sehat. “imbuhnya.

Lebih jauh Agun mengatakan, Pangandaran dengan bentang pantai yang luar biasa indah, hamparan sawah, rimbun kebun, hutan dan potensi lainnya, sebaiknya dibuatkan trek selebar dua meter dimulai dari pantai barat melewati cagar alam sampai ke pantai timur.

Dalam trek tersebut, lanjutnya, nantinya wisatawan bisa menggunakan speda hingga ke pantai  Batukaras dengan melalui bukit, menyaksikan para petani dengan hamparan sawahnya, lalu masuk ke dalam hutan dan berakhir ke pantai lagi.

Lalu di antara trek tersebut lalu dibuatkan rest area tempat wisatawan untuk melepaskan lelah sambil minum kelapa muda atau menikmati sajian pindang gunung dan aneka kuliner khas lainnya.

“Nah itu semua bisa dijadikan ikon Pangandaran sebagai kabupaten wisata. “kata Agun lagi.

Agun juga mengatakan, soal desain dan hal lainnya pasti itu harus dilakukan dengan tidak sembarang karena pada akhirnya juga akan menjaga dan memelihara akar budaya bangsa. (hiek)

ISYU MORALITAS JADI BAHASAN DIES NATALIS HMI KE 71

PARIGI-Isyu moralitas menjadi menu utama bahasan dalam acara Dies Natalis ke 71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan Pangandaran di Gedung Serbaguna DPRD Pangandaran, Kamis (15/2)

Beberapa pembicara dari latar belakang yang berbeda, seperti Rizal Qudratulloh Aminuddin dari KNPI, Muhtadin dari KPUD Pangandaran, Erik Krisna Yudha Astrawijaya Saputra dari Lembaga Adat dan Syamsul Ma'arif dari perwakilan Jurnalis. Keempat nara sumber pun bergantian menyoroti perkembangan moralitas saat ini dari berbagai sudut pandang masing-masing.

Seperti diungkapkan Muhtadin, kehancuran suatu bangsa bisa terjadi apabila sudah tidak seimbang antara gagasan dan realita sosial.

"Nasib bangsa ini sangat ditentukan oleh moralitas kaum mudanya, maka perlu ada sinkronisasi antara gagasan bernegara dan beragama," ujarnya.

Dikatakan Muhtadin, mahasiswa pun hari ini rawan disusupi isme moralitas yang negatif, maka perlu penguatan secara spiritual agar tetap terkendali.

“HMI sebagai kalangan intelektual memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam bentuk penyadaran. “imbuh Muhtadin.

Sementara Erik Krisna Yudha Astrawijaya Saputra, lebih menyoroti ancaman moralitas saat ini, di antaranya free sex dan LGBT.

HMI sebagai kalangan intelektual, kata Erik, memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam bentuk penyadaran.

“Pada kenyataannya mereka ada di antara kita, dan kita tidak menganggapnya sebagai musuh yang harus dimusnahkan, akan tetapi propagandanya harus dicegah, tentu kita semua berkepentingan untuk melindungi keluarga kita masing-masing,” ungkapnya.

Dari unsur jurnalis, Syamsul Ma'arif  menambahkan, moralitas bukan hanya kata yang diberlakukan pada masyarakat umum saja, tapi moralitasnjuga berlaku untuk seluruh kalangan termasuk birokrat dan praktisi politis.  (AGE)

JEJE WIRADINATA LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KAMPUS UNIGAL II DI PANGANDARAN

CIJULANG - Acara peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kampus Universitas Galuh (Unigal) II di Kabupaten Pangandaran yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, Rektor Unigal, Ketua Yayasan Pendidikan Unigal, jug diharidi pejabat lainnya dilingkup pemerintahan Pemkab Pangandaran.

Dalam sambutannya, ketua yayasan pendidikan Galuh Ciamis, H Otong Husni Taufik, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda juga masyarakat Pangandaran atas segala bantuannya dalam proses pembangunan kampus II Galuh Ciamis di Pangandaran.

Menurutnya, dalam pembangunan yang menghabiskan biaya Rp.17 milyar, nantinya akan dibangun tiga lantai, karena di kampus II Unigal ini akan dibuka kelas program Megister.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemda dan seluruh lapisan masyarakat Pangandaran atas dukungan hingga bisa terwujud pembangunan kampus II Unigal di Kabupaten Pangandaran", ungkapnya 15/02
.
Ditempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sangat mengapresiasi Unigal Ciamis karena sebentar lagi kampus duanya akan berdiri di Pangandaran, tepatnya di Desa Margacinta Cecamatan Cijulang.

Atas nama pemerintah daerah dan warga masyarakat Pangandaran, Jeje pun menyambut baik keberadaan Unigal yang membangun sarana pendidikan tingkat tinggi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya.

“Secara tidak langsung, pemabngunan Unigal ini tentunya bisa meningkatkan SDM, khususnya para pegawai Pemda dengan bisa melanjutkan kuliah disini", kata Jeje.

Dikatakan Jeje, ini merupakan satu kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Pangandaran, karena dengan semakin banyaknya tempat mencari ilmu, akan meningkatkan APK.

“Seperti diketahui, saat saya masih menjabat wakil bupati Ciamis, hanya 8 %, dan mungkin yang 7 %nya kuliah di Unigal. “imbuhnya.

Usai penyampaikan sambutannya, bupati pun langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda akan dimulainya pembangunan kampus II Unigal di Pangandaran. (AGE)

DUKA WARGA MENGIRINGI KEPERGIAN SOSOK IBU YANG DEKAT DENGAN RAKYAT

CIJULANG - Duka yang mendalam bukan hanya dirasakan kerabat ataupun orang terdekatnya saja  atas kepergian isteri dari wakil bupati Pangandaran, Hj. Endah Surtinah, namun menurut salah seorang warga Cijulang, Andi (35) yang sehari-hari  berdagang nasi goreng di perempatan jalan statsiun Cijulang ikut menitikan air mata saat jenazah ibu wabup melintas dari bandara Nusawiru menuju rumah kediamannya di Cibenda.

Andi menuturkan, ia merasakan kehilangan sosok seorang ibu yang selalu ramah kepada siapa saja yang dijumpainya. sehingga saat pertama mendengar kabar duka itu, ia dan keluarganya merasakan sedih yang mendalam dan merasa kehilangan figur seorang ibu yang tidak banyak bicara namun selalu ramah terhadap warganya.

“Saya masih teringat saat beberapa waktu lalu saat ada kegiatan PKK di Islamic center Cijulang, beliau menyapa ramah pada saya. “ungkapnya.(15/2)

Andi pun sangat setuju, Pemda Kabupaten Pangandaran menganugerahi penghargaan Anubhawa Darma Ekapada  pada almarhumah  sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Hal senada dikatakan Asep (53), warga Cijulang seorang anggota ormas  Pemuda Pancasila, menurutnya yang lama mengenal almarhumah, merupakan sosok yang terlihat sederhana dalam   penampilan  dan tidak memandang strata dalam pergaulan.

Di mata Asep, Ibu Endah itu orangnya baik, ramah kepada siapa saja, dimana dan saat apa saja kalau bertemu pasti menyapa, sehingga ia benar-benar merasa kehilangan sosok seorang ibu seperti almarhumah.

"Saya dengan warga Cijukang lainnya hanya bisa berdoa’, semoga almarhumah diterima iman islamnya, diampuni segala dosanya dan semoga khusnul khotimah,amiin", pungkasnya. (AGE)

INI PERNYATAAN RESMI BUPATI TERKAIT UPACARA PEMAKAMAN IBU WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PARIGI-Ditemui di rumah duka, di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata atas nama pemerinatah daerah kepada awak media menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Wakil Bupati, Hj. Endah Surtinah, serta mengajak pada seluruh warga Pangandaran untuk ikut mendoa’kan, semoga almarhumah diterima segala amal baik dan di tempat di sisi Alloh.

“Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya sekitar jam 10.45 di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta, lalu diterbangkan dari bandara Halim Perdanakusumah sekitar jam. 15 dan tiba di bandara Nusawiru Cijulang jam. 16.00. “terang Jeje.(14/2)

Atas jasa-jasa almarhumah, menurut Jeje, almarhumah layak mendapat kehormatan, karena hal itu sudah diatur dalam Peraturan Bupati (perbup) tentang protokoler anggota presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, ketika sakit ditanggung BPJS atau pun saat ada persolan-persoalan lainnya hingga meninggal layak mendapat kehormatan.

“Apalagi beliau sebagai ibu wakil bupati, tentunya pemda memberikan penghormatan karena jasa-jasa almarhumah. “imbuh Jeje.

Jeje juga mengatakan, esok hari sekitar jam. 7.00 pagi jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka ke kantor pemda, kemudian akan digelar upacara resmi sebagai penghormatan yang terakhir dan selepas upacara jenazah pun akan dibawa ke tempat pemakaman umum di kampung halaman almarhumah di Desa Margacinta Kecamatan Cijuang.

“Saya sekali lagi mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Pangandaran untuk ikut mendoa’kan, semoga almarhumah mendapat taufiq dan hidayah serta ditempatkan di sisi Alloh. “kata Jeje. (PNews)

HARI INI PANGANDARAN BERKABUNG

Setelah melalui proses pengobatan di Rumah Sakit di Singapura dan Rumah Sakit Gotot Subroto Jakarta, Hj. Endah Surtinah, isteri Wakil Bupati Pangandaran, sekitar jam.11 hari ini (14/2) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Berita duka ini pun langsung tersebar ke seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran yang disambut dengan rasa duka yang mendalam.

Serentak seluruh lapisan masyarakat pun menundukan kepala seraya berdoa’, seperti dikatakan salah seorang warga kecamatan Padaherang, Noknok Siti Muflihah (55), menurutunya, ia dan rekan-rekan majlis taklim akan mengadakan pengajian dan doa’ khusus untuk almarhumah Hj. Endah Surtinah.

Insaalloh kami bersama majlis taklim disini akan khusus mendoa’kan almarhumah. “ungkapnya.

Sementara menurut keterangan dari staf Setda Pangandaran, jenazah almarhumah akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusumah sekitar jam. 15 dan diperkirakan mendarat di bandara Nusawiru Kecamatan Cijukang pukul. 4.00 sore nanti.

“Sekarang pa Bupati dan jajaran sedang mempersiakan penjemputan jenazah dan pemakaman almarhumah. “terangnya.(14/2). (PNews)

RENCANA PT CIKENCRENG SUDAH SESUAI RUTR KABUPATEN PANGANDARAN

Menanggapi permasalahan yang terjadi di lahan perkebunan eks. PT. Cikencreng, menurut anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari komisi IV, Asep Irfan, pada prinsipnya harus mendahulukan kepentingan masyarakat sekitar.

“Ada 97 hektar lahan yang sudah dikelola masyarakat, menurut saya ini harus difasilitasi oleh pemerintah daerah agar masyarakat bisa ikut menikmati. “ungkap Asep.(6/2)

Dikatakan Asep, lahan yang sudah menjadi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), dimana salah satu nawacitanya Presiden Jokowi, memberikan tanah yang terlantar kepada masyarakat yang benar-benar tidak mempunyai tanah garapan.

Menurutnya, bukan ia tidak setuju dengan greenland atau lainnya, tapi menurut Asep, apa pun yang dilakukan di Pangandaran itu harus memberikan dampak yang luas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini harus tersosialisasikan dengan baik dan jelas kepada masyarakat. “kata Asep.

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam kesempatan pertemuan dengan beberapa awak media di kawasan obyek wisata pantai barat Pangandaran, menjelaskan, saat itu ia kedatangan dari pihak PT. Cikencreng yang menyampaikan, pihak perusahaan akan memperpanjang HGU yang dulu tidak sempat dibangun.
Menurut Jeje, saat itu pun ia langsung mengajukan dua pertanyaan pada PT Cikencreng, antara lain, akan dijadikan apa lahan itu dan apakah sudah berkordinasi atau melakukan sosialisasi dengan masyarakat penggarap yang ada di lokasi.

“Dan pihak perusahaan pun waktu itu menjelaskan pada saya rencana pembangunannya seperti akan membangun pusat agro bisnis dan lainnya. “terang bupati.(10/2) 

Dan untuk pertanyaan kedua, lanjut bupati, menurut PT Cikencreng pihaknya juga sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi penggarap di lahan tersebut.
Dikatakan bupati, dan untuk sosialisasi dan ganti untung para petani, PT Cikencreng pun sudah mengeluarkan dana sebesar Rp. 2,1 milyar.

“Hampir 90 % warga menerima ganti untung tersebut, dan artinya masyarakat menyetujui rencana perpanjangan sertipikat HGU PT Cikencreng. “jelas Jeje lagi.

Tak hanya sampai disitu, menurut bupati, ia pun langsung terjun ke lapangan serta melakukan cek ke kecamatan dan desa, dan memang terbukti semuanya benar.

Setelah dipisah menjadi dua bagian, Jeje meminta agar semua pihak jangan mengutak-ngatik lahan yang memang belum ada persetujuan untuk dilepas.

“Saya menginginkan dampak positif dari semua ini bisa dirasakan langsung warga masyarakat Pangandaran, bukan warga dari luar Pangandaran. “tegasnya.

Jeje juga mengatakan, apa yang akan dilaksanakan PT Cikencreng di lahan tersebut sudah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kabupaten Pangandaran. (hiek)

PLN WILAYAH PANGANDARAN LAKUKAN DENDA TANPA DASAR YANG JELAS

LANGKAPLANCAR- Salah seorang warga Dusun Wangkal Ronyok Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran merasa dirugikan Perusahaan Listerik Negara (PLN). Pasalnya, denda pembayaran yang dibebankan PLN wilayah Pangandaran sangat membebaninya.

Seperti dikatakan Opick, anak dari si pelanggan tersebut sampai sekarang belum paham, kenapa orangtuanya harus membayar denda itu.

Opick menuturkan, awal kejadiannya sekitar tiga tahun yang lalu, saat itu MCB dirumah orangtuanya rusak, dan segera melaporkannya ke petugas PLN di kecamatan Langkaplancar, hingga MCB tersebut pun diganti oleh petugas jaga PLN.

“Namun anehnya, lima bulan lalu saat ada pengontrolan dari PLN, pihak PLN mengatakan bahwa ternyata MCB itu palsu, sehingga kami dapat sanksi denda. “terangnya.

Anehnya lagi, lanjut Opick, petugas PLN tersebut tidak menjelaskan secara gamblang perihal kesalahan dan denda yang harus dibayarkan, karena seperti diketahui, yang mengganti MCB tersebut petugas jaga PLN.

“Kami tidak tahu bahwa MCB itu asli atau bukan, karena yang mengganti juga petugas dari PLN, tapi kenapa kami yang disalahkan. “ujarnya heran.

Lebih jauh Opick mengungkapkan, di rumahnya memasang listrik PLN satu paket bersubsidi, dan dalam satu bulannya hanya membayar sekitar Rp.20 ribu, namun sekarang sudah lima bulan terakhir ini harus bayar Rp.70 ribu.

“Padahal pemakaian kami hanya ada lampu penerangan dan tv saja, atau yang Rp. 50 ribu untuk biaya denda ? “ungkapnya lagi.

Kepada PNews, Opick pun berharap, mudah-mudahan lewat pemberitaan ini, pimpinan PLN UPJ Pangandaran bisa secepatnya memberikan penjelasan, karena dampaknya dari semua ini untuk masyarakat kurang mampu, seperti keluarganya sangat terbebani. (AGE)

SURAT BALASAN PTPN VIII NUSANTARA KECEWAKAN 4 DESA DI KECAMATAN CIMERAK

CIMERAK – Pasca pertemuannya dengan 4 kepala desa (Desa Limusgede, Kertaharja, Mekarsari, dan Desa Sindangsari) Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, tanggal 22 januari 2018 lalu dengan PT.Perkebunan Nusantara VIII Batulawang (PT. PN Batulawang VIII) afdeling Cimerak di kantornya, jalan Cisaga - Rancah KM 5 Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, PT.Perkebunan Nusantara VIII Batulawang akhirnya mengirim surat yang ditujukan ke Camat Kecamatan Cimerak dengan tembusan ditujukan ke empat desa tersebut.

Dalam surat bernomer, SB/III.1/BALA/94/I/2018 itu,  PT. PN Batulawang VIII Batulawang, menyampaikan, pada perinsipnya pihak PT. PN Batulawang VIII Batulawang sudah menindaklanjuti hasil musyawarah tersebut dan berkoordinasi langsung dengan kantor pusat bagian hukum dan PKBL perihal pendampingan pertemuan selanjutnya, oleh karena itu pihaknya memohon untuk menunggu jadwal pertemuan dikarenakan jadwal tersebut ditentukan oleh kantor pusat.

Saat diminta komentarnya, Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, mengaku merasa kecewa dengan balasan surat tersebut. Ia menyesalkan pihak perusahaan tidak menentukan waktu yang jelas kapan pertemuan itu bisa dilaksanakan.

“Saya dengan kepala desa lainnya yang saat itu bersama-sama ke Cisaga, jelas kecewa, karena perusahaan terkesan kurang tanggap dengan memberikan waktu yang tidak jelas untuk pertemuan berikutnya atau memang ini sengaja untuk mengulur-ulur waktu saja." ungkapnya.(11/02)

Dikatakan Koswara, ia berharap secepatnya digelarr pertemuan selanjutnya. Karena, lanjut Koswara, ini sangat penting untuk menjaga kondusifitas di lokasi perkebunan eks. PTPN VIII Nusantara yang sertipikat HGUnya sudah habis sejak 31 Desember 2016 lalu dan selanjutnya segera diambil keputusan bersama antara para pemegang SPK, pihak perkebunan PTPN VIII Nusantara dan pihak desa tentang tanah negara tersebut.

“Jadi jangan sampai harus terjadi dulu hal-hal yang tidak diinginkan. “tegas Koswara.

Koswara juga mengatakan, pada perinsipnya ia dan rekan-rekannya hanya ingin meminta bagi hasil yang adil dari lahan itu yang diperuntukan sebagai penunjang penghasilan desa (PADes) untuk kesejahteraan seluruh warga desa.

“Jangan seperti sekarang, hanya pemegang SPK saja yang bisa menikmati hasilnya untuk keuntungan pribadi masing-masing", katanya.

Masih kata Koswara, pihaknya pun menunggu batas waktu hingga akhir pebruari ini agar pihak PTPN VIII Nusantara bisa mengagendakan pertemuan kembali.

“Dan seandainya sampai batas waktu tersebut tetap tidak ada niat baik perusahaan untuk bertemu,  maka kami pun tidak segan-segan untuk memerintahkan ke para penyadap agar tidak  menyetorkan 1,5 kg gula per pohon tiap bulannya ke para pemegang SPK. “pungkasnya. (AGE)

UPTD DIKPORA CIMERAK GELAR PEMBINAAN GURU PNS DAN NON PNS

CIMERAK-Untuk lebih meningkatkan kinerja dan peran guru, baik PNS atau non PNS di lingkup Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (UPTD Dikpora) Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, menggelar kegiatan pembinaan yang dipimpin langsung Kepala UPTD Dikbudpora, Hj Onasih,SPd,MM dan dihadiri Kasubag, Suhman,SPd, Ketua PGRI, Drs.Aan Juandi, MM dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kasbullah,SPd serta dihadiri para Kepala Sekolah dan Guru PNS Non PNS SD yang ada di wilayah Desa Mekarsari. (8/2)

Pada kegiatan yang dilaksanakan di SDN 1 Mekarsari ini, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Cimerak, Hj Onasih,SPd,MM, pada intinya menyampaikan, guru dan kepala sekolah harus bisa menjadi teladan dari berbagai asfek, baik di sekolah atau pun di lingkungan masyarakat.

Menurut Onasih, pentingnya menanamkan 5S, sapa, senyum, salam, sopan dan santun pada guru yang diberi emban pemerintah untuk mencerdaskan putra-putri penerus bangsa.

Kepada para kepala sekolah, Onasih juga menekankan, agar di sekolah tidak memungut biaya apa pun dari orang tua murid.

“Intinya Guru harus bisa jadi panutan untuk digugu dan ditiru oleh siapapun, tentu pada hal-hal yang positif. “ungkap Onasih.

Sementara pada kesempatan sambutannya, Ketua PGRI Drs. Aan menuturkan, guru sudah seharusnya bisa menempatkan diri dimana pun dia berada, menjadi panutan serta  tidak lupa dengan tugas utama, mencerdaskan anak bangsa.

“Perlu juga diketahui, sebentar lagi masa kepengurusan PGRI tingkat kabupaten akan berakhir, saya tekankan agar kita tetap bisa menjaga pentingnya kebersamaan antara anggota agar keharmonisan bisa tetap terjaga. “ungkap Aan.

Masih di tempat yang sama, Ketua K3 S, Kasbullah yang lebih akrab disapa Pak Abo menjelaskan, K3S merupakan wadah atau fasilitator untuk tempat diskusi yang nanti hasilnya disampaikan pada atasan yang lebih tinggi.

Selain menyampikan rencana perlombaan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan antar sekolah, Kasbuloh juga mewanti-wanti kepada anggotanya agar tidak main-main dengan ATM (Artos Tabungan Murid), sebab nanti akibatnya akan fatal baik secara kelembagaan atau pun yang bersangkutan.

“Mudah-mudahan hasil dari pembinaan yang telah disampaikan oleh kepala UPTD, Ketua PGRI dan saya ini bisa diterapkan di masing-masing sekolah. “pungkas Kasbuloh. (RASIMUN)   

JEJE WIRADINATA : “KECINTAAN KANG ADANG PADA KELUARGA MELEBIHI SEGALANYA”

Kecintaannya pada keluarga melebihi segala-galanya, karena apa pun yang dilakukan dalam hidupnya, semata hanya untuk keluarga.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat mengomentari wakilnya, H. Adang Hadari, sehari setelah menjenguk Hj. Endah Surtinah di sebuah Rumah Sakit di Singapura dalam rangka pengobatan penyakit yang dideritanya.

“Terkadang saya iri kalau melihat keharmonisan keluarga pa wakil. “ungkapnya kepada PNews di sebuah rumah makan di parigi.(5/2)

Jeje pun menuturkan bagaimana saat-saat proses pilkada pemilihan Bupati-Wakil Bupati Pangandaran  beberapa tahun lalu hingga pada akhirnya ia berpasangan dengan H. Adang Hadari dan memenangkan pilkada pertama hingga bisa menjadi bupati dan wakil bupati pertama Kabupaten Pangandaran.

Saat itu, ia sengaja datang ke rumah H. Adang di Desa Cibenda untuk menyampaikan keinginan besar masyarakat Pangandaran agar ia maju di pilkada berpasangan dengan H. Adang.

“Saat itu saya menyaksikan, Kang Adang tidak menjawab langsung permintaan saya, malah bertanya dulu pada Wa haji untuk meminta persetujuannya. “ungkap Jeje lagi.

Adegan tersebut, menurut Jeje masih terus dingat, pun saat “Wa haji” mengatakan, boleh asal berpasangan dengan Pa Jeje.

Dimata Jeje, H. Adang Hadari merupakan sosok  yang mempunyai kharismatik, dengan sikapnya yang “ngemong” dengan segala nasehat bak orang tuanya sendiri.

Ketika di Singapura, kata Jeje, sempat ia berbisik di telingan bu wakil seraya berkata, Wa sing enggal damang karunya si teteh (Ibu Bupati-red) teu aya baturna ngurus PKK, hayu urang ngabangun Pangandaran deui…

“Saat itu saya melihat Ibu Wakil sempat mengangguk pelan. “terang Jeje.

Di kesempatan lain, Jeje pun mengajak seluruh warga Pangandaran bersama-sama berdoa’ untuk kesembuhan Ibu Wakil Bupati, Hj. Endah Surtinah, agar bisa kembali menyaksikan kemajuan-kemajuna Pangandaran selaras dengan apa yang dicita-citakan bersama pada awal pemekaran. (hiek)

MALING COKEL WARUNG GASAK DAGANGAN MILIK GUNARTO

CIMERAK-Kejadian naas menimpa keluarga Gunarto dan isterinya, Ilah warga Rt II Rw 02 Ciparay Dusun Mekarjaya Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, warungnya dibobol maling, sehingga ia mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Gunarto menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada jumlat malam (3/2) sekitar jam 2 dini hari,  kebetulan keadaan warung memang tidak dihuni, karena ia dan keluarga tinggal di rumah yang jarak dengan warungnya bersebrangan hanya terhalang jalan raya. Dipastikan, terang Gunarto, maling masuk lewat belakang dengan mencokel pintu terlebih dulu, sehuingga maling pun dengan leluasa mengondol sejumlah rokok dan barang dagangan lainya.

Alhamdulillah, uang dan perhiasan isteri saya tidak ikut raib, padahal disimpan di bawah tumpukan bawang merah. “terang Gunarto.

Ia yang akrab dipanggil Pa Gun ini juga menuturkan, sebelumnya kejadian menimpa dirinya,kejadian serua juga dialami keluarga Dadang guru SD Negeri 4 Mekarsari. Dalam kejadian tersebut maling berhasil menggasak sejumah perhiasan dan uang tunai.

Kepada PNews, Gunarto pun mengatakan kegelisahan dan kekhawatirannya, karena usahanya sekarang merasa tidak nyaman dan selalu dihantui kekhawatiran kejadian serupa akan menimpanya lagi.

“Sekarang warga memang harus meningkatkan kewaspadaan, karena sekarang maling sudah masuk ke pelosok kampung. “imbuh Gunarto.

Sementara menurut beberapa warga, akhir-akhir ini memang di Desa Sindangsari, tepatnya di Dusun Mekarjaya, seluruh warga merasa khawatir, pasalnya sejak awal tahun sering terjadi penurian.

Warga pun berharap, parangkat desa dibantu masyarakat lebih waspada dengan lebih meningkatkan kegiatan jaga ronda.

“Pemerintahan desa jangan menunggu datang laporan ada kejadian, tapi harus selalu mensosialisasikan pentingnya menjaga keamanan di tiap-tiap dusun, dan ada ronda atau pun tidak sekarang warga harus tetap meningkatkan kewaspadaannya. “ujarnya. (RASIMUN)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN