Seorang WNA Diduga Jadi Pelaku Tabrak Lari di Padaherang Hampir Dihakimi Massa


PANGANDARANNEWS.XOM - Karena di duga melakukan tabrak lari, seorang pengendara sebuah mobil mini dikepung warga dan diteriaki maling oleh warga setempat,  kejadian terjadi di depan SPBU Padaherang kecamatan padaherang Kabupaten Pangandaran.(16/09)

Di ketahui kendaran minibus HRV dengan Nopol B 2279 PFD yang telah menabrak seorang di jalan Sambong Desa Karangmulya dalam kondisi perbaikan ini dikendarai Warga Negara Asing (WNA). 

Menurut keterangan seorang saksi mata, Blur, setelah menabrak korban pelaku kabur hingga di teriaki maling oleh warga dan berhasil ditangkap di depan SPBU Padaherang. 

"Saat itu masa pun mengepung mobil pelaku hingga pelaku terjebak di dalam mobil tidak mau keluar, "jelasnya. 

Hal tersebut kata Blur sontak memicu kemarahan warga hingga ahirnya masa yang berkumpul sempat memukul mobil pelaku hingga mengalami kerusakan di bagian spion.

Saat ditemui di depan polsek padaherang IPTU Kukun membenarkan adanya dugaan tabrak lari yang dilakukan mobil HRV di jalan sambong. 

Saat kejadian pelaku dan korban pun lalu dibawa ke Satlantas Plsek Kalipucang, dan untuk saat ini belum bisa menginterogasi pelaku WNA dan identitas pun belum di ketahui.

"Karena WNA ini tidak bisa bernahsa indonesia, untk semnayara kmi saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari Polres pangandaran, "ungkapnya. (Bill)

Karena Tak Menerima Bantuan, Seorang Warga di Desa Karansari Protes Datangi Rumah Ketua RT


PANGANDARANNEWS.COM
- Pembagian bantuan sosial (Bansos) yang tidak merata membuat salah satu Keluarga Penerima Manpaat (KPM) di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran menangis dan mendatangi ketua Rukun Tetangga (RT) untuk mekinta penjelasan serta keadilan dari pemerintah.

Seperti dalam potongan video berudarsi 56 detik yang viral di sosial media, terlihat seorang nenek bernama Kostimah (74) warga Desa Karangsari mendatangi kediaman ketua RT untuk mempertanyakan perihal bansos tersebut yang saat ini serentak distribusikan.

Dalam video tersebut juga terlihat nenek tersebut menangis saat menghadap ketua RT 04 RW 02, dan ketua RT (Apip) pun lantas memberikan uang Rp 500 ribu kepada Kostimah dengan disaksikan Kepala Desa Karangsari Kosiman, melalui vidio call di aplikasi wahatApp. 

Saat di konfirmasi melalui telepon celullernya, Apip membenarkan ada salah satu warganya yang mendatangi kediamanya sambil menangis mempertanyakan perihal bantuan sosial dari pemerintah. 

Masih kata Apip, warga tersebut memang tidak mendapatkan bansos tersebut padahal sebelumnya semua warga di lingkungan RTnya sudah diajukan dan datanya sudah diserahkan ke pihak desa. 

Apip juga berharap agar pihak desa bisa membantu melakukan pendampingan dengan lebih intens terhadap warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. 

"Tolong pihak desa turun dan cek langsung ke lapangan, berikan pendampingan agar warga bisa mendapat bantuan ini, jangan hanya mengandalkan data saja," ujar apip. (15/09)

Sementara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Karangsari, Sukiman, menanggapi perihal potongan vidio yang sedang viral di sosial media tersebut ia menuturkan sebelumnya warga atas nama Kosimah memang penerima BPNT namun setelah di cek beberapa bulan ke belakang bantuan tersebut tidak cair. 

Setelah Kostimah datang ke desa dan mempertanyakan perihal tersebut, kata Sukiman, pihak desa langsung mengusulkan kembali namun hingga sekarang belum cair.

“Saya juga bingung dan kejadian serupa memang banyak terjadi di Desa Karangsari, "akunya. (bill)


631 KPM Kecamatan Mangunjaya Terima Bantuan Dampak Kenaikan Harga BBM

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di aula Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran sejumlah Keluarga Penerima Manpaat (KPM) menerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM, yang merupakan dampak dari kenaikan harga BBM tersebut.

Dari pantauan di lapangan PNews, ada 631 KPM penerima BLT BBM ini, yang masing-0masing KPM menerima Rp 500 ribu.(14/09)

Seperti disampaikan petugas TKSK Kecamatan Mangunjaya, H Deden, uang subsidi BBM sejumlah Rp 150 ribu ini untuk 2 bulan dengan total Rp 300 ribu, Rp200 ribu peruntukannya untuk sembako jadi jumlah yang di terima masing-masing KPM sejumlah Rp500 ribu.

Sementara saat dikonfirmasi terkait ketepatan penerima bantuan ( tepat sasaran ),  Sekdes Sindangjaya, Totong memaparkan, pihaknya hanya dibebankan tempat penyalurannya saja sehingga untuk urusan data KPM pihak desa kurang paham.

“Kami hanya menerima data melalui kantor pos, di wilayah Kecamatan Mangunjaya, sehingga apabila ada data yang kurang tepat, atau tidak tepat sasaran kami pun kebingungan, “katanya. (TnT)


Meningkat Dari Tahun Lalu, Kerugian Akibat Bencana Alam Di Kabupaten Capai Rp 2,3 Miliar

PANGANDARANNEWS.COM – Data kerugian akibat Bencana alam di Kabupaten Pangandaran yang tercatat di BPBD Pangandaran mencapai Rp. 2,3 milyar, meningkat dibanding tahun lalu padahal data tersebut tercatat sampai bulan Agustus. 

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Kustiman,  mengatakan sementara data pada tahun 2021 lalu hanya Rp 240 juta. 

Bencana alam yang paling banyak terjadi di Kabupaten Pangandaran, kata Kustiman, diantaranya gempa bumi, angin topan, banjir dan tanah longsor dengan jumlah terdampak gempa bumi ada 2 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Padaherang.

“Disusul angin topan ada 54 KK terdampak, paling banyak 22 KK di Kecamatan Parigi, akibat tanah longsor 2 KK di Kalipucang dan Cigugur dan akibat kebakaran ada 13 KK, yang paling banyak terjadi di Kecamatan Parigi,"jelas Kustiman, (13/09) 

Kustiman menambahkan, selain angin topan, gempa bumi paling sering terjadi di Pangandaran tercatat  per bulan Agustus 2022 jumlah gempa bumi terjadi sebanyak 32 kali. Dengan rincian, bulan Januari 2 kali, februari 3 kali, Maret 7 kali, April 4 kali, Mei 3 kali, Juni 3 kali, Juli 3 kali, agustus 6 kali. 

Sementara untuk skala kegempaannya, kata Kustiman, bervariatif dari mulai 1,9 Skala Richter (SR) hingga 5,3 SR, artinya per bulan hampir 3 sampai 7 kali terjadi dengan titik koordinat pantai Pangandaran.

“Gempa tidak terasa sebanyak 25 kali dan yang teras 7 kali,"jelasnya. 

Kustiman menyebut, ada 215 jiwa terdampak bencana alam Pangandaran dengan total kerugian Rp 2,3 miliar, dengan rincian bangunan rusak berat 15 KK, rusak sedang 11 KK, rusak ringan 60 KK dan Kecamatan Pangandaran menjadi daerah paling banyak mengalami kerugian, mencapai Rp 1.4 Miliar. 

Kustiman juga memastikan keluarga terdampak bencana alam baru-baru ini sudah mendapat bantuan logistic, karena pasca kejadian bencana langsung dikirim bantuan logistik dan tenda darurat. 

Manajer Pusdalops BPBD kabupaten Pangandaran Aka Zakaria menambahkan, pada bulan agustus saja kerugian akibat bencana alam sebesar Rp 183 juta dan keluarga terdampak sebanyak 13 KK.

“Data ini berdasarkan hasil assessment dan verifikasi tim, serta laporan dari kepala desa, “terangnya. (PNews)


BIN Jawa Barat Gaet Nakes Cimerak Gelar Vaksinasi Dosis 3 di Desa Legokjawa

PANGANDARANNEWS.COM - Badan Intelijen Negara (BIN) Jawa Barat dibantu tenaga kesehatan (nakes) petugas vaksin dari Puskesmas Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran melakukan gebyar vaksinasi Covid-serta menyalurkan bantuan paket sembako, bertempat di depan kantor Desa Legokjawa. (13/09)

Salah seorang petugas dari BIN menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini bertujuan agar masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran apalagi warga daerah terpencil bisa secepatnya menyelesaikan vaksinasi dosis 3 atau booster untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Menurutnya, untuk jumlah sasaran vaksinasi di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, BIN Jabar menargetkan sebanyak 3.502 dosis.

“Kami, BIN dan tim vaksin Puskesmas Cimerak melayani vaksinasi ini kepada masyarakat dengan baik dan bertanggungjawab demi Indonesia sehat dan Indonesia hebat, “ujarnya.

Sementara salah seorang warga penerima vaksin, Kiki mengatakan, ia menyambut senang karena dan mengaku senang bisa terbantu dengan progam yang dilaksanakan BIN Jawa Barat ini. 

Kiki mengaku senang karena selain telah melaksanakan vaksin dosis 3 ia juga memdapatkan bingkisan sembako.

"Alhamdulillah hari ini vaksinasi dosis ke 3 sudah selsai mudah-mudahan saya terhindar dari virus Covid-19, " ungkap Kiki. (bill) 


Pasca Kenaikan Harga BBM Pemkab Pangandaran Terus Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Sejumlah Pasar

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) harga kebutuhan belum ada yang mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, pihaknya saat ini setiap hari terus memantau pergerakan sejumlah harga komoditi, serta meminta laporan ke dinas terkait terkait ada tidaknya kenaikan harga  kebutuhan pokok, seperti telur, beras, minyak goring, cabe dan lainnya.

“Kami terus pantau ternyata di tiap pasar tradisional harganya berbeda-beda," kata Jeje pada sejumlah awak media usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD. (12/9).

Disoal bantuan untuk bantuan ke masyarakat, Jeje mengatakan, akan ada refocusing sebesar 2 persen dari transfer pusat, artinya ada sekitar Rp 2 Miliar anggaran yang diharuskan disalurkan untuk bantuan ke masyarakat.

Jeje mengatakan, pada hari Kamis mendatang (15/9-red), pihaknya akan melaksanakan rapat dengan Bank Indonesia (BI) dan Pertamina untuk membahas soal inflasi akibat dari kenaikan BBM, dan memastikan komponen apa saja yang berkontribusi pada kenaikan inflasi.

Selain itu, imbuhnya, dalam pertemuan nanti akan dirumuskan beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menangani terjadinya inflasi di daerah. Karena tingkat inflasi daerah tidak bisa diukur sendiri melainkan harus oleh Badan Pusat Statistik.

“Saat ini yang dipakai rujukanya adalah Kota Tasikmalaya, “jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, ia menyebutkan harga yang terpantau naik cukup signifikan yakni Cabe Merah dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram, Cabe Rawit yang tadinya harga Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram dan Cabe Keriting dari Rp 60 ribu naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

“Sementara komoditi seperti telur ayam BR justru mengalami penurunan, di Pasar Kalipucang dari Rp 28 ribu ke Rp 27 ribu, Pasar Pananjung dari Rp 29 ribu ke Rp 28 ribu dan di pasar Parigi harga tetap Rp 30 ribu,"ungkap Tedi. (PNews)


Hujan Deras Akibatkan Sejumlah Rumah dan Warung di Sidamulih Diterjang Banjir

PANGANDARANNEWS.COM – Akibat hujan turun dengan intensitas tinggu mengakibat terjadi banjir bandang di Kecamatan Sidamulih Kabupaten tepatnya di Dusun Cibeureum Desa Sidamulih, hingga mengakibatkan sejumlah warung di pinggir jalan dan sejumlah rumah mengalami kerusakan. 

Menurut salah seorang warga Dusun Ciberem, Polang, bajir tersebut terjadi minggu malam (11/09) sekitar pukul 21.00 WIB saat hujan deras yang mengakibatkan meluapnya Wera. Akibat sungai tak bis menampung debet air dari curah hujan, air pun meluap hingga menggenagi sejumlah rumah dan warung tepatnya di sekitar SMK Darma Agung.

“Dan sekitar pukul 11 malam air pun mulai surut lagi, “terang Polang.

Polang mengatakan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini hanya beberapa rumah menjadi kotor karena banyaknya lumpur yang masuk ke dalam rumah tersebut. Beigtu juga sejumlah warung di sekitar SMK Darma Agung banyak yang roboh dan hanyut hanya menysikan tiang-tiang saja.

Sementara menurut warga lainnya yang rumahnya terdampak menuturkan, saat kejadian ia sedang di dalam rumah dan melihat air masuk lewat celah-celah pintu, namun saat pintu dibuka air pun langsung masuk sangat deras ke dalam rumahnya.

"Sekitar lima menit air menggenagi seluruh dalam rumah saya, “ucapnya. (PNews)


Akibat Kondisi Jalan Rusak, Sebuah Truk Terguling Masuk Jurang di Tanjakan Jalur Sarimukti-Kujang

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan tanjakan tepatnya di Dusun  Pasirpeer Rt 006/004 jalur Desa Desa Sarimukti dan Desa Kujang Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, sekitar jam 02.00 Wib dini hari sebuah truk  masuk jurang akibat menghindari jalan yang kondisinya rusak parah. (10/09)

Akibat kejadian tersebut  sopir dan kernek hanya mengalami luka ringan sementara kendaraan mengalami kerusakan karena badan mobil hingga terbalik namun berhaasil dievakuasi dengan mendatang mobil derek.

Menurut keterangan sopir truk tersebut, Ateng (40), kendaraannya pulang dari Bandung mengangkut sampah tapas kelapa dalam perjalanan menuju Dusun  Cikijing Desa Kujang. Ketika sampai di lokasi kecelakaan, selain kondisi jalan miring juga kondisinya rusak. 

Saat menghindari jalan rusak, terang Ateng, mobil mengarah ke kanan dan tidak bisa dikendalikan akibat melintas tanah labil dan tak kuat menahan beban mobil sehingga terguling dan terbalik.

“Jatuhnya mobil tertahan pohon kelapa sehingga tidak terjerumus ke jurang lebih bawah, “jelasnya.

Karena kejadian malam hari dan lokasi jauh dari pemukiman, Ateng dibantu kernetnya, Agus (33) berusaha keluar dari dalam mobil dan berjalan ke sebuah warung untuk meminta bantuan warga sekitar.

Malam itu menurut Ateng, ia dan kernetnya memutuskan untuk pulang ke rumah sementara kendaraan ditinggal di lokasi kecelakaan. Dan besok ia kembali, lalu dengan dibantu warga sekitar dan mobil derek truk pun kemudian bisa dievakuasi.

Ateng mengatakan, sebenarnya ia dan para sopir lainnya juga warga sudah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut namun hingga hari ini belum ada upaya pemerintah untuk memperbaiki jhalan di lokasi tersebut.

“Sudah lama kami mengeluhkan kondisi jalan ini, namun Pemkab Tasikmalaya terkesan tidak mau mendengar keluhan masyarakat, “ucapnya. (anwarwaluyo)


Dalam Muscab HIPMI Se-Priangan Timur Wabup Pangandaran berpesan agar Pengusaha Mempunyai Moral Yang Baik

Wakil Bupati Pangandaran, U Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM – Usai membuka  Musyawarah Cabang Luar Biasa Dan Musyawarah Cabang Bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Se Priangan, bertempat di Hotel Horison Palma, Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, Ujang Endin Indrawan, dalam sambutannya menyampaikan, pengusaha masa kini jangan hanya bisa berebut proyek APBD saja, tapi harus mampu menjadi pelaku ekspor.

Karena, kata wabup, masih banyak potensi lain yang bisa dijadikan sarana usaha, seperti usaha di bidang  pariwisata, pertanian, perikanan atau jenis usaha lainnya.

"Pesan saya kepada BPC HIPMI khususnya di Pangandaran, anda harus memiliki moral yang baik, Problem pengusaha biasanya masalah moral, ingin untung besar tetepi ikhtiarnya tidak maksimal, "tutur wabup.

Saat ini Pemkab Pangandaran telah ada keberpihakan kepada dunia usaha, seperti untuk urusan izin mudah dan paling murah.

Wabup juga berpesan, Muscab Luar Biasa Dan Musyawarah Cabang Bersama BPC HIPMI se-Priangan Timur di Pangandaran ini harus bisa dijadikan ajang konsolidasi massif, oleh karena itu seluruh pengurus dan anggota BPC HIPMI harus bersatu dan saling menguatkan satu sama lain agar memiliki peran aktif di berbagai aspek dan momentum. (PNews)


Ketua DPRD Pangandaran: “Melalui Jaringan HIPMI di Daerah Diharapkan Mampu Kembangkan Potensi SDA”

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM –Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) harus mampu menjadi penggerak ekonomi nasional di bidang UMKM, sehingga diharapkan pengusaha muda yang tergabung di HIPMI memiliki kemampuan untuk melakukan terobosan dan inovasi baru di bidang ekonomi

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, saat menghadiri Musyawarah Cabang Luar Biasa Dan Musyawarah Cabang Bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Se Priangan Timur di Pangandaran, bertempat di hotel Horison Palma.(09/09)

Asep menuturkan, HIPMI merupakan organisasi independen non partisan yang didirikan pada tanggal 10 Juni 1972 oleh para pengusaha pemula, melalui semangatnya HIPMI telah melakukan sejumlah terobosan untuk menumbuhkan wirausaha khususnya di kalangan usia muda.

“Saya berharap HIPMI bisa terus menggali potensi yang ada daerah sehingga ekonomi masyarakat pun semakin baik, “ujarnya.

Asep juga berpesan agar HIPMI bisa menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan pengusaha lainnya sehingga bisa berkolaborasi positif dalam membangkitkan kekuatan ekonomi, karena seperti diketahui dalam dunia usaha ini penuh dengan persaingan tetapi tetap harus menjungjung tinggi persaingan yang sehat.

HIPMI ada diberbagai daerah di Indonesia tentu jaringan antar anggota HIPMI untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) bisa lebih dioptimalkan, dan Asep berharap kolaborasi HIPMI lintas daerah ini akan mempercepat pembangunan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi.

"Saya ucapkan terimakasih perwakilan dari 4 BPC HIPMI, Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya yang telah menggelar kegiatan di Pangandaran, mudah-mudahan ini bisa memberikan dampak positif khususnya pada Kabupaten Pangandaran," imbuh Asep. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN