NPHD Untuk Pilkada Pangandaran Hanya untuk 3 Pasangan Calon

Muhtadin
PANGANDARANNEWS.COM - Anggaran di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran hanya cukup untuk tiga pasangan calon saja, sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran menerima Nilai Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemkab Pangandaran sebesar Rp23 milyar.

Demikian disampaikan Ketua KPU Pangandaran Muhtadin, usai menggelar Sosialisasi Tahapan Pilkada Serentak dengan Partai Politik dan Penyerahan SK Terpilih Bagi Anggota DPRD Hasil Pemilu 2024 bertempat di rumah makan Pringsewu di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. (11/06)

Muhtadin mengatakan, saat ini KPU baru menerima NPHD tersebut sebesar 40 %, sementara sisanya akan dibayar bulan juni-juli 2024.

"Mudah-mudahan sisanya yang 60 % lagi bisa segera cair," ungkapnya.

Usulan besarnya NPHD ini, kata Muhtadin, asumsinya jika ada tiga pasangan calon bupati-wakil bupati.

Saat ditanyakan bagaimana jika calonya lebih dari tiga pasangan, menurutnya pihaknya akan mencoba untuk mengusulkan tambahan anggaran. Namun mengingat waktunya sangat tidak mungkin,  jalan satu-satunya, sehingga KPU akan mencoba menghemat anggaran yang ada.

Ia menjelaskan, dalam Undang-Undang Pilkada anggaran untuk pemilihan kepala daerah ini sepenuhnya didukung oleh pemerintah daerah (APBD). *hiek*

Saat Membeli Pupuk Petani Hanya Membawa KTP Saja, Ini Penjelasan Kadis Pertanian Pangandaran

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM - Tahun ini Kabupaten Pangandaran mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi, untuk keperluan tersebut petani pun mulai di data ulang.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, saat ini petani yang memiliki lahan dan belum dimasukan ke Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) agar segera melakukan pendataan.

"Waktu.pemdataan ini sampai tanggal 15 juni, termasuk mereka yang belum terdaftar pada RDKK," kata Yadi, saat ditemui dalam kegiatan Pelepasan Petugas Pengawas dan Pengendalian Hewan Kurban Tahun 2024 di Puskeswan di   Dusun Kedungrejo Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(10/06)

Dulu, jelas Yadi, data yang ada didalam RDKK ini tidak bisa berubah, namun berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian yang baru data ini bisa dirubah.

"Namun walaupun ada yang bisa menambah jumlah lahan dalam RDKK, ini dibatasi hanya sampai 2 hektare per petani," terangnya.

Yadi menyebut, alokasi tambahan untuk pupuk urea bersubsidi ini sebanyak 7.597 ton dan NPK  5.938, sementara
untuk presentasi usulan kebutuhan pupuk urea jadi 90 persen dan NPK jadi 62 persen.

Ia menambahkan, untuk tambahan pupuk bersubsidi ini sudah disalurkan sebagian kepada masyarakat, karena kebetulan SK bupatinya juga baru keluar pada tanggal 13 Mei 2024 lalu.

"Saat pembelian pupuk petani hanya cukup membawa KTP saja, dan kami juga nanti akan melakukan validasi secara rutin," ucapnya.(hiek)


Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Distan Pangandaran Turunkan Dokter Dan Nakes Hewan Ke Lapangan

PANGANDARANNEWS.COM - Uqntuk memastikan kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran 20 petugas kesehatan hewan yang akan mengawasi dan pengendalian hewan kurban di seluruh kecamatan.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawa saat melepas kedua puluh petugas hewan, bertempat di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Dusun Bojonggebang Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(10/06)

Kata Yadi, petugas ini diantaranya ada dokter hewan, tenaga kesehatan (Nakes)  hewan dan petugas lainnya.

"Hewan-hewan ini harus benar-benar dipastikan dalam kondisi sehat karena nantinya  akan dikonsumsi," ungkap Yadi.

Yadi mengatakan, sebenarnya kegiatan pemantauan langsung ke kandang atau peternak ini sudah dilakukan sejak dua minggu lalu, mulai dari kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Cimerak dan kecamatan lainnya.

Yadi menyebut, ada 1479 sapi potong, 700 kambing dan 1377 ekor domba yang sudah diperiksa serta dinyatakan layak dan sehat untuk nantinya dijadikan hewan kurban.

"Untuk jenis sapi sendiri antara lain, limousin, brahman, Sapu Simental dan Peranakan Ongole atau PO," jelasnya.

Yadi juga menekankan agar hewan yang akan dijadikan kurban nanti, kalau bisa dipilih berjenis kelamin betina dengan usia tidak tidak terlalu tua atau terlalu muda.

Ia menambahkan, hasil pengecekan mulai ekor, usia kaki serta kondisi lainnya saat
dilakukan di sejumlah kandang peternak di seluruh kecamatan, tidak ditemukan penyakit pada hewan yang akan di kurbankan.

"Semua hewan yang kami periksa usianya sudah cukup di atas 2 tahun," ucapnya.(hiek)

Kodim 0625/Pangandaran, Pemda Dan Masyarakat Berhasil Bentangkan Bendera Sepanjang 1000 Meter

PANGANDARANNEWS.COM - Bendera merah putih sepanjang 1000 meter atau 1 kilometer yang diinisiasi Kodim 0625/Pangandaran dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan juga masyarakat umum, berhasil dibentangkan di kawasan Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.(07/06)

Kepada sejumlah wartawan Dandim 0625 Pangandaran Letkol Inf Indra Mardianto Subroto menyampaikan, pembentangan bendera raksasa itu bertujuan untuk menyambut jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-79.

"Kami sengaja melaksanakan ini lebih awal, dan kami juga senagaja melibatkan masyarakat luas demi menggugah rasa nasionalisme dan kebangsaan," ungkap Dandim.

Dandim menyebut, pantai Batukaras dipilih jadi lokasi pengibaran bendera ini karena lokasi ketinggian cukup ideal serta pemandangannya juga sangat indah, ditambah alamnya masih cukup asri.

Masih di tempat yang sama, Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran Gumilar mengatakan, kirab bendera itu diharapkan bisa membangkitkan jiwa patriot masyarakat.

"Mudah-mudahan kegiatan serupa semakin sering dilaksanakan, baik oleh pemerintah atau pun masyarakat," ucapnya.(hiek)

KPU Kota Banjar Gelar FGD Bahas Tamasya

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU ) Kota Banjar menggelar kegiatan Focus Group Discusion (FGD) terkait Tanggapan Dan Masukan Masyarakat Terhadap Dukungan Pasangan Perseorangan Dalam Pemilihan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Banjar Tahun 2024, bertempat di aula Hotel Mandiri Kota Banjar.(06/06)

Hadir dalam kegiatan FGD ini, diantaranya Forkopimda Kota Banjar, seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa dan anggota Tri Bina (Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Bina Desa dan Kelurahan) se-Kota Banjar.

Di sela-sela kegiatan Ketua KPU Kota Banjar, Muhammad Mukhlis kepada awak media mengatakan, setiap kabupaten- kota yang ada calon perseorangan harus melaksanakan sosialisasi Tanggapan dan Masukan Masyarakat (Tamasya).

Dalam tahapan calon perseorangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar tahun 2024, kata Mukhlis, saat ini memasuki tahapan perbaikan ke 1 dan penyerahan perbaikan ke 1 dokumen syarat dukungan KPU Kota Banjar. 

"Jadwal ini dimulai dari tanggal 3 Juni sampai 7 Juni 2024 pukul 23.59 WIB," jelasnya.

Mukhlis menambahkan, tanggapan dan masukan masyarakat terhadap dukungan pasangan perseorangan dalam pemilihan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Banjar Tahun 2024 dimulai dari bulan Mei sampai 19 Agustus 2024.

KPU Kota Banjar sendiri, menurutnya, akan senantiasa menjaga integritas dan soliditas serta mengedepankan azas keadilan dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar yang ikut serta dalam kontestasi dan mengawal proses demokrasi yang berbudaya. 

"Mari kita mapag Pilkada Banjar 2024," pungkasnya. (tito)

Dinas Pertanian Pangandaran Terus Lakukan Pengecekan Kesehatan Hewan Kurban

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk memastikan ketersedian dan kesehatan hewan kurban yang digunakan masyarakat,  Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pangandaran melakukan pengawasan langsung ke sejumlah kandang penjual hewan kurban.

Dihubungi lewat sambungan telepon, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Deni Rakhmat mengatakan, pihaknya bersama dokter hewan serta Kepolisian terus melakukan melihat langsung ke penjual hewan kurban.

Deni memastikan, kondisi kesehatan hewan-hewan kurban di Pangandaran terjamin dan kondisinya sehat sebelum disembelih nanti pas Idul Adha. 

"Pengawasan hewan kurban ini kami lakukan menyeluruh di 10 kecamatan," ungkapnya.(06/06)

Ia menyebut sudah dua minggu ini sudah berjalan Distan melakukan kunjungan ke para peternak, dan saat ini di Kecamatan Cimerak pihaknya datang ke 4 kandang atau penjual ternak.

"Dan hasilnya semua hewan tidak ada masalah, termasuk yang ada di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang," terangnya.

Saat ini, kata Deni  tidak ada check poin khusus untuk pengecekan hewan kurban di Kabupaten Pangandaran. Sehingga Dinas Pertanian melakukan  pengecekan langsung ke penjual dan pasar hewan.

Berbeda saat ada wabah penyakit mulut dan kuku sedang merajalela, saat itu menurut Deni sempat ada Check Point hewan kurban yang datang dari luar Pangandaran bertempat di Kecamatan Kalipucang.

Namun Deni mengaku pihaknya  belum bisa memastikan berapa tahun ini jumlah hewan kurban di Kabupaten Pangandaran, saat ini Distan baru tahap inventarisasi dan pendataan.

Ia.menambahkan, hewan kurban yang ada di Kabupaten Pangandaran kebanyakan berasal dari Jawa Tengah, namun dari Pangandaran juga ada yang dikirim keluar daerah sekitar 150 ekor dengan jenis yang akan digunakan kurban in antara lain jenis limousin, brahman, Sapu Simental dan Peranakan Ongole atau PO.

Deni juga memastikan pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait adanya hewan kurban yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku.

"Termasuk sapi yang kena antraks, itu juga belum ada," ucapnya.(hiek)

Cuaca Buruk Dan Gelombang Tinggi Penyebab Turunnya Tangkapan Nelayan Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Ada beberapa faktor jika hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan,.bisa saja karena faktor cuaca, musim ikan, gelombang tinggi dan lainnya.

Hal ini disampaikan salah seorang nelayan Pangandaran, Junaedi (50), jika kondisi seperti itu pendapatan ikan pun bisa turun hingga 50 persen.

Menurut nelayan asal Jongorbatu Desa Pangandaran ini, namun ada juga jenis ikan yang biasa ada justru saat cuaca gelombang tinggi, seperti  bawal putih atau bawal hitam, cumi-cumi dan ikan lain yang berukuran besar.

"Saat ini gelombang sedang tinggi sehingga banyak nelayan terpaksa tidak melaut, namun ada juga beberapa nelayan yang memaksakan pergi," ungkapnya.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Kabupaten Pangandaran Sarlan mengatakan, gelombang tinggai atau cuaca buruk memang berpengaruh pada tangkapan ikan.karena banyak nelayan yang memilih tidak melaut.

Menurutnya, hingga bulan April  tangkapan ikan di Kabupaten Pangandaran sudah mencapai  303.508 ribu kilogram dengan nilai retribusi mencapai Rp 600 juta lebih, dari target Rp 1,50 Miliar tahun ini.

Hitungan pendapatan yang masuk ke kas daerah sebesar Rp 3,5 rupiah ini diambil dari Rp100 per satu kali transaksi di 13 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di Kabupaten Pangandaran, mulai dari pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang hingga pantai Madasari di Kecamatan Cimerak.

"Jumlah ini dari hasil revisi.per November atau Desember tahun 2023," jelasnya.(hiek)

Tingkatkan Keterampilan Warga, Disnaker Ciamis Adakan Pelatihan Tata Boga Di Desa Sukahurip

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Untuk meningkatkan keterampilan dan bakat masyarakat, Desa Sukahurip Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis bekerja sama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis mengadakan Pelatihan Tata Boga bertempat di aula desa.(06/06)

Dalam pelatihan yang dihadiri anggota PKK Desa Sukahurip, diajarkan bagaimana cara  pembuatan berbagai makanan ringan mulai dari bahan, alat, dan proses pembuatannya.

Seperti disampaikan Ketua PKK Des Sukahurip, Lilis Sukastri, dengan pelatihan ini diharapakan warga mampu memproduksi sendiri serta mendirikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Dalam pelatihan yang dilaksanakan 13 hari ini pesertanya dibatasi hanya 25 orang dengan  batasan usia 18 sampai 35 tahun," ungkap Lilis.

Ia berharap dengan pelatihan ini warga bisa lebih produktif untuk menghasilkan sesuatu yang bisa berdampak positip pada perekomian keluarga, sehingga ekonomi keluarga pun dapat terbantu.

Atas nama seluruh pengurus dan anggota PKK Desa Sukahurip Lilis juga menyampaikan terimakasih kepada Disnaker Kabupaten Ciamis yang telah memberikan arahan dan pelatihan di desanya.

Sementara Menurut salah seorang peserta pelatihanTeti, ia mengaku senang mengikuti program pelatihan tata boga ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan diri.

"Setelah mengikuti pelatihan ini kami pun bisa membuat sendiri aneka makanan, seperti bolu dan kue lainnya yang nantinya selain bisa dikonsumsi juga bisa dijual ke warung-warung," ucapnya. (anwarwaluyo)

Situs Batu Kalde Di Kawasan BKSDA Resort Pangandaran Masuk Aset Pemda

PANGANDARANNEWS.COM - Hanya ada satu Cagar Budaya yang saat ini sudah ditetapkan dan mendapat Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Situs Batu Kalde yang berada di kawasan Cagar Alam BKSDA Resort Pangandaran.

Demikian disampaikan Kabid Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira saat mengunjungi situs tersebut yang didampingi Polisi Khusus Cagar Budaya, Haris Bugis.(05/07)

Saat ini, kata Sugeng, ada 166 cagar budaya di Kabupaten Pangandaran dan 40 diantaranya sedang didaptarkan ke data pokok provinsi.

" 3 situs sedang diproses untuk dijadikan cagar yaitu terowongan kereta api Wilhelmina, Julian dan Henrich dan satu yang sudah terdaftar di Oemkab Panndaran, yaitu situs Batu Kalde yang ada di kawasan BKSDA resort Pangandaran," ucapnya. 

Situs Batu Kalde
Seperti diketahui, menurut Sugeng, untuk menetapkan cagar budaya diperlukan penelitian serta kajian arkeolog, dan pengumpulan kelengkapan dokumen sejarah.

"Anggaran untuk penelitian Cagar Budaya tersebut memang cukup mahal karena harus memfasilitasi para arkeologi dan melibatkan beberapa tim untuk penelitian ini," terangnya.

Sementara Polisi Khusus Cagar Budaya Haris Bugis mengatakan, situs Batu Kalde ini merupakan sarana umat Hindu Zaman dulu yang merupakan nandi atau patung sapi dan altar lingga yoni.

"Namun posisinya sekarang sudah bergeser, mungkin disebabkan kondisi alam dan beberapa hal," katanya.

Atau bisa saja digeser kejadian alam seperti Tsunami atau tangan manusia, saat zaman penjajahan jepang dulu.(hiek)

Duduki Hasil Sirvey Tertinggi, Ujang Endin Semakin Mantap Maju Di Pilkada Pangandaran

Ujang Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya usai mengetahui hasil survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik terkait Popularitas bakal calon (bacalon) Bupati Pangandaran 2024 yang menyatakan Ujang Endin Indrawan menempati urutan tertinggi, ia mengaku semakin percaya diri untuk terus melangkah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diketahui, hasil Survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik yang dilaksanakan tanggal 5-10 Mei 2024 Ujang Endin atau yang lebih akrab dipanggil Ue unggul 54,5 persen disusul Ino Darsono 46,2 persen dan Dadang Okta 43,8 persen.

Kepada sejumlah awak media yang mewawancarai usai membuka kegiatan Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran di Krisna Beach Hotel, Ujang Endin menyampaikan hasil survey ini menambah rasa percaya diri terutama untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik calon pengusungnya.

Selain menjadi lebih percaya diri, kata Ujang Endin, tentu hasil survey elektabilitas ini juga bisa menjadi modal awal untuk meyakinkan partai politik yang nanti akan mengusungnya.

"Karena untuk maju dalam pencalonan ini paling tidak harus mempunyai popularitas, elektabilitas dan isi tas," ucapnya.(04/06)

Namun menurut hasil survey terbaru itu tetap tidak bisa jadi ukuran sepenuhnya, karena ia mengaku baru bergerak beberapa bulan saja.

"Prosesnya masih panjang, artinya saya pun belum bekerja secara masif," akunya.

Namun ia juga tidak menampik jika hasil survey ini menjadi spirit dan modal besar untuk terus bergerak maju di Pilkada 2024. Dan ia pun mengaku semakin yakin karena baru bergerak beberapa waktu saja bisa membuat hasil survey menempatkan dirinya menjadi tertinggi.

"Apalagi kalau saya nanti sudah bergerak lebih masif dan intens," imbuhnya.

Disoal siapa yang menjadi pendampingnya nanti, Ujang Endin menyebut siapapun masih berpeluang termasuk dengan Dadang Okta.

"Yang saya kenal, selain seorang mantan birokrat Dadang Okta juga merupakan tokoh masyarakat dan termasuk yang hasil surveynya tinggi," ungkapnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN