Warga Karangsari Digegerkan Dengan Kemunculan Kukang, Hewan Yang Dipercaya Pembawa Sial


PANGANDARANNEWS.COM -Warga Dusun Nagrak Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangndaran digegerkan oleh kedatangan dua binatang langka secara misterius dan dipercaya masyarakat hewan tersebut pembawa sial.

Menurut keterangan seorang warga, Waslim, peristiwa kemunculan hewan tersebut terjadi di Rt 06/03 Dusun Nagrak Desa Karangsari sekitar pukul 21: 23.

Waslim menuturkan, tiba-tiba saja hewan itu jatuh dari atas, mungkin sedang berjalan di atas kabel lalu jatuh ke bawah.

"Semuanya ada dua ekor, yang satu berhasil ditangkap tapi yang satu lagi sempat kabur memanjat pohon mangga tapi berhasill ditangkap, "terang Waslim.(02/12)

Kata Waslim, hewan tersebut bernama kukang dan merupakan jenis binatang yang dilindungi di indonesia yang keberasaannya terancam punah secara internasional.

Kukang adalah jenis primata yang gerakannya lambat dengn warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis cokelat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata.

Namun sejumlah Wwarga setempat mempercayai satwa ini pembawa sial, binatang pemalu ini diketahui bisa menghilangkan rezeki sampai menyebabkan kecelakaan bagi siapa saja yang menyimpan dan memeliharanya.

"Keberadaan kukang juga dipercaya dapat menyebabkan huru-hara apabila darahnya sampai jatuh ke tanah, "terang Waslim lagi.

Percaya atau tidak konon hewan ini pembawa sial, jadi kata Waslim, ia tidak berani memeliharanya. Rencananya hewan ini akan berikan kepada orang yang sedang melintas di jalan.

"Saya bingung mau dibawa kemana yang penting hewan ini jauh dari lingkungan kami, "ucapnya. (Bill)

Pangandaran Dipercaya Jadi Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2022


PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata wiradinata menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2022 Jenjang SD dan SMP yang digelar tangal 30 Nopember hingga 1 Desember 2022, bertempat di Hotel Pantai Indah Timur.


Bupati Jejej merasa bersukur dalam acara festival bahasa ibu yang di selenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Merdeka Belajar Episode 17 dengan tajuk revitalisasi bahasa daerah, memberi keprcayaan pea Kabupaten Pangandaran untuk menjadi tuan rumah.

"Saya sangat senang melihat pemuda-pemudi Sunda, budayawan-budayawan Sunda, maestro-maestro Sunda, datang ke Pangandaran, dan ini tentu merupakan suatu kehormatan, dan kebanggaan kami warga Pangandaran, "ucap Jeje.(30/11)

Selain sangat bersyukur, kata Bupati Jeje, dengan adanya kurikulum Merdeka Belajar sekarang, muatan-muatan lokal tentang kebudayaan dan tradisi daerah mampu dikembangkan dan dipelajari di sekolah

Ia juga berharap kedepannya pupuh juga bisa dikenal anak-anak dan di sekolah-sekolah baik melalui pembelajaran langsung atau lainnya.

"Bisa juga melalui lomba pupuh baik untuk tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai masyarakat umum, yang digelar tiap tahun, "kata Jeje. (PNews)

Pujianti, Kisah Sukses Seorang TKW Asal Padaherang Meraih S1 di Hongkong

Pujianti
PANGANDARANNEWS.COM - Perjalan nasib seseorang memang tidak ada yang tau, berbagai rintangan dan cobaan kadang mewarnai kisah kehidupan manusia.

Begitu juga perjalanan hidup seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Padaherang, Pujianti, wanita kelahiran 11 November 1989, dengan berbekal semangat dan pantang menyerah, Pujianti patut diacungi jempol. Usai menyelesaikan pendidikannya di SMP, Pujianti merantau dariu kampong halaman ke kota demi menyambung hidup dan keluarganya. Namun sayang hasilnya kurang memuaskan sehingga ia pun memutuskan untuk menjadi seorang TKW. 

Walau pun tidak sedikit yang beranggapan negatif dengan sebutan TWK namun hal ini tidak jadi penghalang bagi Pujianti yang memutuskan untuk menjadi TKW di Singapor dan melanjutkan bekerja di Hong Kong, dan di negeri terakhir Pujianti pun mampu melajutkan pendidikanya hingga maeriah gelar sarjana. 

Dilahirkan dari keluarga buruh petani yang kurang mampu, Pujianti pun harus menerima saat ibunya meninggal waktu ia berumur 3 tahun, sementara kakaknya sibuk merantau untuk membiayai kehidupanya sendiri.

“Saya harus punya tekad keras untuk merubah nasib saya sekaligus membantu ekonomi keluarga, “tekadnya saat itu. 

Baginya menjadi seorang TKW yang sering di pandang sebelah mata sering menjadi bahan hinaan dan sering mendapatkan kekerasan fisik bagi orang – orang yang tidak punya jiwa kemanusiaan, tetapi tidak bagi Pujianti. 

Tugasnya saat menjadi TKW Pujianti hanya melayani kebutuhan sehari-hari majikannya, sehingga ia pun bisa memanfaatkan waaktu luangnya untuk belajar. Dan hal positif yang bisa diambil saat menjadi TKW, ternyata mereka sangat menghargai waktu, pekerja keras dan tanggungjawab dalam segala hal. 

Delapan tahun menjadi seoarang TKW Hong Kong, Pujianti pun berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga meraih gelar sarjana (S1), dan pendidikannya inilah yang kelak menjadi modal usaha ketika kembali ke kampungan halamannya. 

“Banyak sekali skill yang bisa digali saat saya di luar negri, selain itu juga kita bisa belajar tentang teknik dan cara kerja mereka, “ujar Pujianti.

Keterampilan yang ia dapatkan saat menjadi TKW, diantaranya tentang kuliner yang kegiatannya sering diadakan oleh KBRI Hong Kong. Ia juga ikut memperkenalkan budaya Indonesia ke manca negara melalui organisasi-organisasi yang ia geluti, baginya pengalam adalah guru yang terbaik.

Selain menjadi TKW, Pujianti juga bisa menjadi contoh teman- temannya terkait stigma TKW yang selama ini dipandang negatif, karena menurutnya jika semua profesi digeluti dengan hal yang positif, tentu hasilnya pun akan menjadi positif.  

Dari hasil jerih payahnya selama menjadi TKW selain bisa meraih gelar Sarjana, secara ekonomiu dia juga bisa membantu orangtua dan saudaranya di kampung halaman. 

Tak sampai disitu, usai kepulanganya ke tanah kelahiran dia juga bisa melanjutkan kuliah S2 di Universitas Galuh Ciamis, gelar yang didapatkanya ini benar-benar dari hasil jerih payahnya sendiri. 

Belajarlah sampai ke negri beton (China), bagi Pujianti pepatah ini memang bagus dan betul adanya,  karena di dunia ini ketika kuasa Tuhan bicara maka tidak ada yang mustahil terjadi. 

Banyak hal dan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya, dari setiap perjuangan dan pengorbanan akan terasa indah laksana setelah hujan terbitlah terang. 

Kini berbekal pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, sekarang Pujianti pun bisa mejadi guru dan dosen pengajar di salah satu desa. 

“Saya juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan organisasi lainya, bisa menjadi cahaya dalam kegelapan adalah moto hidup saya, “ucapnya. (Kisah ini seperti dituturkan penulis, Pujianti)





Seorang Warga Di Tunggilis Unggah Ke Medsos Mempertanyakan Bansos Yang Tak Kunjung Cair

PANGANDARANNEWS.COM – Bermula dari postingan di media sosial Facebook dari akun bernama @Totong rusman tunggilis yang mengunggah sebuah poto buku tabungan lengkap dengan Kartu Keluarga Sejahtera dan menuliskan kekecewaanya terhadap pemerintah, dalam unggahan tersebut pemilik akun Totong (45) mempertanyakan Bantuan Sosial (bansos). Karena sejauh ini menurutnya ia tidak pernah mendapatkan bansos tersbut padahal tahun sebelumnya sudah dua kali menerima tapi tahun ini bansos tersebut tak kunjung cair tanpa kejelasan. 

"Bade tumaros abdi di pasih kartu nu kieu tapi bantosana teu lungsur punten da tumaros, cik nyangkut di mana eta batosana? (Saya mau bertanya, diberi kartu yang ini tapi bantuan tidak cair, maaf ini hanya bertanya dimana bantuan tersebut), " tulis totong dalam unggahan potonya di facebook sembari memperlihatkan buku tabungan dan kartu keluarga sejahtera.(29/11)

Setelah postinganya beredar luas bahkan postingan tersebut tersebar melalui screenshot melebar masuk di beberapa group whataps membuat tim media menelusuri keberadaanya untuk mengkroscek kebenaranya. 

Di ketahui totong tinggal bersama istri dan dua anaknya di rumah yang sederhana di Dsun Sukamaju Rt 07/011 Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten pangandaran.

Sebelumnya ia adalah pedagang jual beli pisang namun usahanya terkendala hingga kehabisan modal dan ahirnya motor yang ia pakai untuk keliling mencari pisang harus terjual untuk menutupi kebutuhan makan sehari-hari. Dan saat ini ia terpaksa menggantungkan hidup pada istri yang berjualan jajanan anak dengan pengasilan Rp 30 ribu perhari sebelum dipotong modal. 

"beberapa hari kebelakang saya dan keluarga makan pisang bakar karena kondisi tidak punya uang sama sekali" ungkapnya. 

Bukan cuma itu, kata Totong, sebagian perabotan di rumahnya pun ikut terjual untuk kebutuhan dan  makan sehari-hari.

Totong mengaku selama ini dirinya tidak mendapatkan bansos padahal ia sudah mengajukan berkali-kali ke pihak pemerintahan desa namun hasilnya nihil.

"Saya sudah bosan mengajukan ke desa tapi belum ada tindak lanjutnya sampai sekarang," jelasnya. 

Untuk bantuan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) pun ia tidak dapat, namun istri dan anak pertamanya yang mendapatkan. 

"Saya dan anak ke dua yang berusia 18 bulan tidak punya kartu KIS, kondisi anak saya sekarang sedang sakit" katanya. 

Sebelumnya totong termasuk orang yang aktif di beberapa organisasi bahkan ia mengatakan pernah menjadi tim sukses dalam Pilkada Pangandaran bebrapa waktu lalu.

"Saya berharap pemerintah daerah bisa memeperhatikan keadaan saya saat ini," pungkasnya. (bill)


Siswa Paud Nurul Iman Lakukan Pembelajaran Pengenalan Biota Laut di Rumah Tukik Penyu Pamayangsari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di Rumah Tukik Penyu yang berlokasi di jalan Pamayangsari Dusun Jambe Sewu Desa Sidangkerta Kecamatan Cipatujah Kab Tasikmalaya, kelompok belajar (Kober) Paud Nurul Iman melaksanan pembelajaran edukasi tentang Tukik Penyu untuk belajar serta memahami salah satu hewan ekosistem laut, penyu .

Rumah Tukik Penyu di Pamayang yang dikelola oleh Atoy Kuswanda dan Hendri yang sudah mengabdi menjadi honorer selama 16 tahun ini merupakan satu-satunya tempat penangkaran penyu yang ada di Kabupaten Tasikmalaya khususnya wilayah selatan.

Pada kesempatan ini semua siswa Paud ini mendapatkan pembelajaran (Edukasi ) tentang asal muasal jenis-jenis penyu, antara lain Penyu Hijau, Penyu sisik, Penyu Lekang, Penyu Tempayan, Penyu Pipih dan Penyu Melinding.

Tampak raut wajah anak-anak pun terlihat senang dan bahagia bisa melihat secara langsung penyu, dan bukan yang biasa mereka lihat dari buku gambar saja.

“Bermain di Rumah tukik ini bisa menjadi pembelajaran yang sangat efektif karena disini anak-anak bisa melihat secara langsung penyu yang ada di penangkaran ini, Anak-anak juga, kata Umiyati, belajar untuk melepas tukik langsung ke alamnya, “Ujar Umiyati atau biasa di panggil Uum dan  Kepala Paud Nurul Iman, Susan Agustina.(29/11)

Umiyati juga berharap Kegiatan ini mampu mencairkan kejenuhan yang setiap hari di lakukan pembelajaran di dalam kelas.

Sementara menurut pengelola penangkaran penyu, Hendri, mengatakan, bukan hanya kali ini saja penangkarannya mendapat kunjungan dari pelajar, beberapa minggu kebelakang ada sejumlah kunjungan dari perguruan tinggi, sekolah-sekolah dan lainya. 

Hendri mengatakan, rencana kedepan pihaknya yang saat ini menjadi perwalikan dari Badan Konservasi Sunber Daya Alam (BKSDA) akan mengadakan penyuluhan serta mengundang semua yang terkait untuk datang dan menyaksikan langsung penyu yang ada di penangkarannya. 

“Kami berharap pihak-pihak terkait untuk memperhatikan terus terkait kebutuhan sarana untuk pemeliharaan kehidupan tukik dan penyu, “ujarnya. (anwarwaluyo)


Bupati Pangandaran Pimpin Upacara Peringatan Hari KORPRI ke 51, Hari Guru Nasional dan Hari Kesehatan

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pimpin upacara peringatan hari KORPRI ke 51, Hari Guru Nasional, dan Hari Kesehatan, bertempat di Alun-alun Parigi.(29/11)

Upacara tersebut juga turut dihadiri Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, Ketua Penggerak PKK Hj Ida Nurlaela, Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan, eluruh Kepala SKPD lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran. perwakilan Organisasi Masyarakat, Komunitas dan jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Bupati Jeje menegaskan, Aparatur Sipil Negera (ASN) merupakan profesi yang dalam pengabdiannya tentu sangat bersinggungan serta menjadi fundamental pada kepentingan masyarakat.

Kata bupati, ini tentu dimaknai dengan proses yang sampai saat ini gerak juangnya menjadi penyemangat, motivasi agar pengabdian Guru, ASN, tenaga kesehatan, terus menerus mampu memberikan pengabdian yang terbaik.

Menurut bupati, ada satu hal yang mengingatkannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran untuk kesehatan dan pendidikan, kedua sector ini merupakan hal utama yang harus terus diperjuangkan dalam rangka  membangun Kabupaten Pangandaran. 

"Jadikan motivasi tahun ini untuk bersama-sama bergotong-royong dan selalu bersinergi," ucapnya

Pembangunan di berbagai sektor dalam 10 tahun ini menjadikan Pangandaran mampu menyaingi kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat.

Dan upacara peringatan yang diperingati saat ini, kata bupati, sesungguhnya merupakan upaya semua untuk mengingatkan kembali tentang peran masing-masing, seperti peran guru, ASN. tenaga kesehatan dan lain profesi lainnya yang menunjukan masing-masing profesiu tersebut mempunyai tanggungjawab membangun dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.

"Dan ini harus menjadi komitmen bersama, seluruh stakeholder, “imbuh bupati.(PNews)


Sambut Bulan Bhakti PU ke 77 tahun 2022 Dinas PUTRPRKP Pangandaran Tanam 1000 Pohon Cemara dan Donor Darah

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rangka rangkaian Hari Bakti PU ke-77 yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2022 mendatang, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan donor darah bertempat di lokasi objek wisata Tanjung Cemara.(26/11).

Seperti disampaikan Kepala Dinas PUTRPRKP Pangandaran, Ling Ling Nugraha Senjaya, kegiatan penanaman pohon di sempadan pantai dan ruang milik jalan jenis cemara laut sebanyak 1000 pohon

dan donor darah yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan atau DLHK ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Bakti PU ke-77.

"Ini merupakan salah wujud kepedulian kami pada lingkungan serta kemanusiaan, dan khusus untuk kegiatn penanaman pohon ini sengaja dilakukan dalam rangka gerakan nasional pemulihan daerah aliran sungai, "ucapnya.

Pemulihan alam melalui penanaman pohon ini, kata Lilingling, sejatinya menjadi tanggung jawab semua pihak dan Dinas PUTRPRKP Pangandaran berkolaborasi agar alam ini bisa dinikmati di masa yang akan datang, karena penanaman pohon ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim serta pencegahan bencana hidrometeorologi.

Secara pentahelix, imbuhnya, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha, Perguruan Tinggi, Swasta, Organisasi Masyarakat telah melakukan kampanye pemulihan alam seperti di Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui penanganan lahan kritis baik secara vegetatif maupun pembuatan bangunan konservasi tanah dan air.

"Dan ini menjadi komitmen serta tanggungjawab sosial dan moral kami yang akan terus melakukan optimalisasi penanganan potensi kerusakan alam,"tegas Ling Ling.

Seperti diketahui, terang Lingling, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah menargetkan pada Desember 2022 menanam 70 juta pohon secara merata. Penanaman pohon itu sebagai penanganan lahan kritis dengan melakukan pembinaan melalui desa konservasi termasuk bibit tanaman cemara udang untuk pembuatan hutan pesisir pantai di Kabupaten Pangandaran, dengan target agar bisa  kesadaraan serta kepekaan masyarakat Jawa Barat untuk senantiasa menjaga hutan melalui menanam pohon.

“Manfaat penanaman pohon ini juga merupakan dukungan langkah antisipasi bencana seperti longsor, melalui pelestarian alam, “pungkasnya. (PNews)


Diduga Akibat Terpeleset Saat Melintas Di Jembatan, Seorang Warga Desa Sindangsari Mangunjaya Meninggal Tercebur Ke Sungai

PANGANDARANNESWS.COM  - Seorang warga Desa Sindangsari Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Hadir Sunjatno (50), ditemukan meninggal dunia akibat terpeleset dan jatuh ke sungai Ciputra Haji. 

Diperoleh informasi, terpelestnya Hadi ke sungai  akibatkan jembatan yang dilaluinya licin karena kondisinya sedang turun hujan.

Menurut Kordinator Pos Basarnas Pangandaran, Edwin Purnama, kejadiannya sekitar pukul 06.00 pagi, dan saat kejadian tidak ada saksi yang melihat.

“Namun seorang warga setempat menemukan sepeda motor di jembatan dan sendal jepit," terang Edwin.(28/11).

Kata Edwin, korban sempat hilang selama satu jam saat awal dilakukan pencarian oleh warga namun ada seorang warga yang mengetahui bahwa itu motor yang ada di jembatan tersebut milik Hadir, lalu warga pun melapor pada warga sekitar untuk mencari di area sungai selama 1 jam. Dan korabn baru berhasil  ditemukan warga dan tim SAR gabungan sekitar pukul 07.30 WIB setelah satu jam pencarian dengan jarak 300 meter dari bawah jembatan. 

“Saat ditemukan Hadi sudah tidak bernyawa dan saat diperiksa  kondisi pada tubuh korban tidak ditemukan kekerasan dan bekas luka, diiduga Hadir terpeleset," ucap Edwin.

Edwin menambahkan, kondisi arus sungai Ciputra Haji saat pencarian korban memang dalam kondisi kencang, sementara diketahui korban tidak bisa berenang.

Ia juga menjelaskan, pada saat dilakukan pencarian korban oleh waarga setempat hanya dengan memakai alat seadanya, seperti ban kecil dan baru setelah tim dari Basarnas datang tak lama korban pun ditemukan.

“Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan, “imbuh Edwin.

Sementara menurut keterangan salah seorang warga Sukamaju, Ahmad (27), korban merupakan seorang tenaga kebersihan di Desa Sindangsari, pagi tadi korban membawa sekarung sampah yang akan dibuang ke TPA, naumun saat lewat jembatan tersebut mungkin ia terpeleset.

"Dugaanya sih korban terpeleset karena memang kondisi jembatan sangat licin jika diguyur hujan," ucap Ahmad.  (TnT)


Gempa Magnitudo 4,6 Berjarak 61 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran Tidak Berpotensi Tsunami

pangandarannews.com - Seperti dilansir dari situs BMKG, telah terjadi gempa bumi tektonik magnitudo 4,6 dirasakan di Kabupaten Pangandaran. (27/11)

Kejadian dan Parameter gempa bumi yang terjadi Hari Minggu, 27 November 2022 pukul 09:10:55 WIB, wilayah Kabupaten  Pangandaran dan sekitarnya, dari  hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M-4,6, episenter terletak pada koordinat 8.2 LS dan 108.26 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 61 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 38 km ini Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini idak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi hari minggu tanggal 27 Nopember ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng .

Semantara dampak dari gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran dan Ciamis dengan Skala Intensitas II - III MMI “(Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)x.

Gempa juga turut dirasakan di Garut, Tasikmalaya, Majalengka dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II MMI “(Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).  Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. 

BMKG menghimbau pada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, "ujar Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang,  Hartanto, ST, MM. (hiek)

Bupati Pangandaran: "Guru Ciptakan Generasi Tangguh Bangsa"

pangandarannews.com - Kemajuan sebuah bangsa dan kemajuan sebuah peradaban tentunya berkaitan dengan aspek pendidikannya.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat diminta komentarnya terkait Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 77 tahun 2022. (25/11)

Menurut Jeje, jika berbicara pendidikan tentu tidak akan lepas dari jasa para guru yang bertugas sebagai pendidik.

Jeje mengatakan, kiprah dari seorang guru menjadi sangat penting, karena guru-lah yang selama ini dengan ketulusan menyampaikan ilmu-ilmu serta aspek-aspek kehidupan, sehingga seorang murid yang tadinya tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang siap menghadapi masa depan.

Dan saat ini, kata Jeje, tantangan kedepan akan semakin berat dan hanya dengan pendidikan anak-anak bangsa dapat menghadapi kompetisi yang sengit sehingga mampu mewujudkan harapan dan cita-citanya.

"Selamat Hari Guru Nasional 2022, Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar, "ucap Jeje.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN