Sempat Dirawat Akibat Penyakit Jantung, Tokoh Pemekaran Kab. Pangandaran, H Adang Hadari, Meninggal Dunia



PANGANDARANNEWS.COM - Tak lama bereselang ditinggal anak sulungnya menghadap Sang Pencipta, salah seorang tokoh Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran yang juga pernah menjabat Wakil Bupati Pangandaran, H Adang Hadari, tutup usia di usianya yang ke 69, setelah dirawat di Rumah Sakit Santosa Bandung akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Menurut salah seorang kerabat, Ujang Idad, saat ditemui di rumah duka di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, ia membenarkan sebelum meninggal almarhum dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Santosa.

"Bapak wafar jam 5.50 dini hari jumat tanggal 11 nopember, "terang Idad.(11/11)

Tampak ribuan masyarakat yang ingin melayat memenuhi halaman rumah duka hingga ke jalan raya, sambil menunggu pemberangkatan jenazah yang akan dikuburkan di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, di makam keluarga bersama mendiang istri yang telah lebih dulu wafat beberapa tahun lalu dan makam putri sulungnya.

Seperti diketahui, semasa hidupnya H Adang Hadari dikenal masyarakat dengan pembawaannya kharismatik serta sipat kebapaannya yang selalu ia tunjukan kepada siapa pun yang dijumpainya.

Adang Hadari yang lebih akrab disapa "Bapa Kolot" oleh orang-orang dekatnya dikenal sebagai seorang politisi Partai Golkar sejak masih di Kabupaten Ciamis hingga menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, dengan capaian karier politiknya berhasil menjadi orang nomer dua di Pangandaran.

Sementara dalam acara serah terima jenazah dari pihak keluarga ke Pemda, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Sekda dan sejumlah pejabat, bupati menyampaikan, atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pangandaran, ikut berbelasungkawa serta mendoa'kan semoga amal baik almarhum diterima Alloh serta keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kesabaran.

"Saya atas nama pemerintah daerah menerima jenazah Haji Adang Hadari dari pihak keluarga yang selanjutnya akan segera kami kebumikan sebagaimana mestinya, "ungkap bupati.

Selamat Jalan Bapak Kolot.... (hiek)


KPU Pangandaran Segera Buka Pendaftaran PPK/PPS Pemilu 2024

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin,S.HI,M.IP

PNGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran segera buka pendaftaran untuk calon anggota PPK dan PPS pemilu 2024, seperti disampaikan Ketua KPU Pangandaran Muhtadin,S.HI,M.IP,  bagi masyarakat yang berminat menjadi PPK/PPS agar mempersiapkan diri dari sekarang karena pembukaan pendaftaran rekrutmen calon anggota PPK akan dimulai tanggal 16 November mendatang, sedangkan untuk pendaftaran anggota PPS dimulai tanggal 29 November 2022.

"Saat ini kami sedang menunggu kepastian jadwal dan juknisnya dari KPU RI, "ungkp Muhtadin.(09/11)

Ia menjelaskan, persyaratan untuk menjadi anggota PPK/PPS diatur di dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan PKPU No. 8 Tahun 2022, diantaranya harus WNI, berusia minimal 17 tahun, setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945, NKRI, bhineka tunggal ika, dan cita-cita proklamasi 17 agustus 1945, berintegritas dan pribadi yang kuat, jujur dan adil serta yang bersangkutan bukan anggota parpol sekurang-kurangnya dalam waktu 5 tahun terakhir.

Selain itu, imbuh Muhtadin, calon berdomisili di wilayah kerja PPK/PPS, mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari narkoba, berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat.

"Dan tidak pernah dipenjara berdasarkan putusan pengadilan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun atau lebih, "ujar Muhtadin.

Semantra Anggota KPU Pangandaran Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Maskuri Sudrajat, S.Pd.I menambahkan,  ada yang berbeda dengan pemilu 2019 dalam proses rekrutmen badan adhoc pemilu 2024 mendatang, para calon tidak lagi mendaftar secara manual sebagaimana pemilu sebelumnya melainkan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi SIAKBA (Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc).

Maskuri mengatakan, jika dulu para calon anggota PPK/PPS datang ke kantor KPU dengan membawa berkas dan dokumen persyaratan, maka sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi karena proses pendaftaran melalui aplikasi SIAKBA.

"Semua dokumen persyaratan seperti e-ktp, ijazah, daftar riwayat hidup, foto, dan sebagainya diunggah melalui SIAKBA. Sehingga pelamar tidak perlu datang ke kantor KPU, "ucap Maskuri.

Hal ini menurut Maskuri seperti tertuang dalam keputusan KPU Nomor 438/2022 tentang penetapan aplikasi SIAKBA sebagai aplikasi khusus KPU," ungkapnya.

"KPU Pangandaran dalam hal ini membutuhkan 50 orang anggota PPK yang terbagi ke dalam 10 kecamatan dan 279 anggota PPS untuk 93 Desa se Kabupaten Pangandaran, "pungkasnya. (hiek)

9 Kabupaten – Kota Perbatasan Ikuti Porsenitas IX 2022 Dan Gelar Produk Unggulan Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Kabupaten Pangandaran menjadi tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Seni Perbatasan (Porsenitas) IX tahun 2022 serta Pameran Kunci Bersama Gelar Produk Unggulan dan Investasi Daerah yang diselenggarakan selama 3 hari, dari tanggal 2 hingga 4 nopember 2022.

Kegiatan ini diikuti 9 kabupaten-kota daerah perbatasan, diantaranya Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Brebes, Kota Cirebon dan Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan porsenitas ini diselengarakan di alu-alun Paamprokan di kawasan pantai barat, sementara Pameran Kunci Bersama Gelar Produk Unggulan dan Investasi Daerah dilaksanakan di alun-alun parigi.

Cabang oalhraga (cabor) yang diperlombakan dalam Porsenitas ini, diantaranya Dayung Eksekutif, Catru, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Sepeda Beregu & Perorangan, Badminton, Olahraga Tradisional Bakiak dan Olaharaga Tradisional Gobak Sodor.

Pada malam pembukaan yang dilaksanakan rabu malam (02/11) yang digelar di alun-alun Paamprokan, para kontiongen dari masing-masing daerah pun mengikuti pawai serta akstraksi seni khas daerah masing-masing.

Usai menyaksikan pawai serta akstraksi seni tersebut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi masing-masing kepala daerah peserta prosenitas serta sejumlah pejabat dan porkopinda 9 kabupaten-kota, berkesempatan membuka kegiatan dengan menabuh gendang yang dilakukan bersama oleh semua kepala daerah.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinta menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh daerah peserta porsenitas yang telah memilih Pangandaran menjadi tuan rumah tempat diselenggarakannya kegiatan ini.

Jeje mengatakan, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masarakat dan pemerintah daerah dalam momen satu dasawarsa hari jadi kabupaten pangandaran ke 10 bisa menjadi tempat diselenggarakannya posenitas ke 9 tahun 2022.

Perlombaan olahraga dalam ajang ini, kata jeje, bukan semata untuk tujuan prestasi karena atlit-atlit yang akan berlomba pada 9 cabang olahraga ini dilakukan para PNS dari masing-masing daerah yang selain sudah tidak muda lagi tentu staminanya pun berbeda dengan para atlit yang biasa berkompetisi dalam sebuah kejuaraan, porsenitas ini sejatinya merupakan ajang silaturahmi serta komunikasi untuk kemajuan di masing-masing daerah.

“Seringnya bertemu dan berkomunikasi tentu diharapkan akan mampu melahir komunikasi dan gagasan-gagasan dari kita bersama, “ucap Jeje. (hiek)


Ketua PPSM Dan TKSK Parungponteng Ajak Kaum Milenial Ikuti Gerakan Bertani Sayuran Organik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Food Agriculture Organization (FAO) dan International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan krisis pangan baru yang berdampak pada ketahanan pangan suatu negara, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian memiliki program Gerakan Sadar Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) dimana gerakan Sadar Pangan B2SA merupakan implementasi pangan keluarga yang dilakukan melalui pemilihan bahan pangan sehat dan bergizi sehingga memiliki peran dalam menjaga berat badan, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit dan pertumbuhan gizi. 

Sebagai perwujudan pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat dan perbaikan ekonomi pasca covid 19, sebagai Ketua Perkumpulan Petani Sayuran Milenial (PPSM) dan TKSK Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Sukmana S. Sos memberikan contoh khususnya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) binaannya dan umumnya kepada masyarakat luas dengan melaksanakan budidaya tanaman sayuran berupa mentimun, labu siam, cabai dan bawang daun. 

Alasan melaksanakan kegiatan ini, karena menurut Sukmana, ia melihat potensi sumber daya alam yang subur melimpah dan kondisi geografis juga karena mayoritas penduduk Kecamatan Parungponteng dan sekitarnya berpencaharian sebagai petani.

“Namun sayangn kaum milenial masih banyak yang belum tertarik pada dunia pertanian walaupun dengan karakteristik berbeda di setiap wilayahnya, “ujar Sukmana.

Kedepan diharapkan, imbuhnya, para KPM maupun masyarakat dan khususnya kaum milenial lebih banyak melaksanakan kegiatan bertani penanaman berbagai tanaman sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tidak perlu lahan luas bisa ditanam di polybag atau pot guna memanfaatkan pekarangan rumah dan jika hasilnya melimpah bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, dengan menanam kebutuhan sayuran sendiri jelas kualitas sayuran lebih sehat terlebih tidak menggunakan pupuk kimia sehingga semua yang dihasilkan merupakan sayuran sehat.

“Saya mengajak kepada kaum milenial dalam gerakan bertani ini dengan menanam cabe, tomat, Ketetimun dan semuanya merupakan sayuran organik, "terang Sukmana. (anwarwaluyo)


Sejumlah Pelaku Usaha Tolak Tegas Rencana Pemkot Banjar Relokasi Pkl Dan Parkir Di Jalan Hamara

PANGADARANNEWS.COM/BANJARNEWS  - Rencana penataan di seputar jalan Hamara Efendi yang akan berdampak harus direlokasinya para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para tukang parkir ke lahan baru  di jalan Kantor Pos kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar menuai reaksi serta mendapat penolakan dari  para pemilik toko dan PKL yang ada di seputar jalan Hamara tersebut.

dengan tegas menolak rencana yang akan di lakukan pemerintah, mereka meminta Pemkot Banjar agar membatalkan rencana relokasi itu. Penegasan penolakan relokasi tersebut disampaikan langsung sejumlah perwakilan PKL dan pemilik toko kepada wartawan, saat konferensi pers di Toserba Samudra. (31/10)

Salah satu perwakilan para pemilik took dan PKL, Aep Saeful Hijbi mengatakan, pihaknya secara tegas menolak rencana penataan dan relokasi PKL di jalan Hamara karena hal ini akan merugikan para pelaku usaha.

Selain itu, kata Aep, Pemkot Banjar belum bisa memberikan jawaban terkait keluhan pedagang atau solusi sehingga masalah ini pun hingga saat ini masih ngambang. 

“Kami menolak dan meminta pemerintah agar sesegera mungkin membatalkan rencana relokasi dan penataan Jalan Hamara Efendi,”tegas Aep kepada sejumlah wartawan.

Pelaku usaha yang melakukan penolakan ini bukan hanya dari perwakilan pemilik toko, namun, menurutnya, semua pedagang, pemilik toko, dan juru parkir, semuanya menolak dan penolakan ini dituangkan dalam bentuk surat pernyataan bersama .

“Ada 28 pemilik toko, 38 Pedagang Kaki Lima dan 20 orang juru parkir semuanya menolak, dan secara resmi ini sudah kami sampaikan kepada pemkot, “jelasnya.

Ia menambahkan rencana penataan dan relokasi Jalan Hamara Efendi tersebut hanya akan merugikan para pelaku usaha, pasalnya dalam penataan itu nantinya akan menghilangkan area tempat parkir bagi para pengunjung.

Selain itu, ujar Aep, berkaca pada konsep penataan yang sudah di lakukan daerah lain justru berdampak pada menurunnya omzet penjualan para pelaku usaha.

“Ini jangan terjadi di daerah kita, “pungkasnya. (Tito)


KB STITNU Al Farabi Ikut Larut Dalam Kemeriahan Karnaval Budaya Satu Dasa Warsa Kab. Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari Keluarga Besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (KB STITNU) Al Farabi Kabupaten Pangandaran mengikuti karnaval budaya dalam kegiatan hari jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10 dengan mengusung tema "Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara". (29/10)

setelah 2 (dua) tahun lebih dilanda pandemi covid-19, akhirnya tahun ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan lagi berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10, dengan salah satu kegiatan Karnaval Budaya yang selalu ditunggu masyarakat.

Kemeriahan karnaval budaya tersebut sangat dirasakan semaraknya, dengan antusias 200 tim peserta karnaval serta animo masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut. 

Dalam kegiatan ini, KB STITNU Al Farabi Kabupaten Pangandaran tak ingin ketinggalan untuk ikut serta memeriahkan karnaval budaya ini dengan menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari tarian, Pashion Show On The Street dan Pashion Show Budaya yang diikuti langsung oleh Ketua STITNU Al Farabi dan seluruh Civitas Akademik yang larut dalam rombongan karnaval. 

Seperti disampaikan Koordinator Karnaval STITNU, U'ang Burhanudin yang juga Wakil Ketua BEM STITNU, menurutnya  sebagai Perguruan Tinggi pertama di Pangandaran maka KB STITNU tentu menyambut dan sangat  antusias untuk ikut memeriahkan rangakain kegiatan milangkala satu dasa warsa Kabupaten Pangandaran. 

Dengan Visi Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa, maka, kata U’ang, Pangandaran harus bisa melestarikan dan merawat khas budaya. 

“Salah satunya dengan diselenggarakan karnaval budaya ini bisa mempertegas bahwa pemda menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran," Ungkap U'ang. (yusupsidik)


Karnaval Budaya Ikut Warnai Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke 10

PANGANDARANNEWS.COM - Karnaval budaya ikut mewarnai rangkaian peringatan dasa warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 25 oktober, Kegiatan ini digelar di kawasan Taman Sun Set pantai barat,(29/10)

Tampak ribuan masarakat baik wisatawan atau pun warga sekitar memenuhi tepi jala rute yang dilalui 200 grup peserta karnaval, mulai dari depan hotel Arnawa menuju jalan Pamugaran.

“Karnaval ini merupakan momen budaya yang sangat dinantikan masarakat yang sempat tak dilaksanakan 2 tahun ke belakang, karena pandemi covod 19, “ ujar Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dalam sambutannya sekaligus membuka acara karnaval yang diikuti masyarakat umum, pegawai di lingkup pemerintahan, BUMN, Perusahaan Umum Daerah (Perumda), 94 desa dari 10 kecamatan, ormas dan elemen masyarakat lainnya.

Peserta karnval pun nampak antusias menampilkan aneka budaya dan pakaianm karena selain ini menjadi tontonan menarik masyarakat juga nantinya akan mendapat penilaian dari panitia karnaval.

Penampilan peserta karnaval pun Nampak ada yang unik, cantik hngga mengundang tawa, seperti  menampilan ebeg atau kuda lumping, bebegig (hantu) dan kesenian-kesenian daerah lainnya.

pada ahir acara kepada sejumlah awak media, Bupati Pangandaran menyampaikan terimakasih kepada para peserta karnaval dan seluruh masyatakat yang telah ikut berperan serta bergembira dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10.

"Mari kita bersinergi untuk Pangandaran juara, “ucap bupati. (hiek)





Wakil Gubernur Jawa Barat: “Agar Wisatawan Betah, Warga Pangandaran Harus Bersikap Ramah, Someah Hade Ka Semah”

PANGANDARANNEWS.COM – Di usianya yang ke 10 Kabupaten Pangandaran jangan berpuas diri serta harus banyak evaluasi walau selama ini mendapatkan rapor baik dan sejumlah penghargaan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barata, Uu Ruzhanul Ulum, beberapa hari lalu saat sejumlah awak media mewawancarainya usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 di gedung DPRD Pangandaran.(25/10)

Dikataka Uu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam hal ini mewakili Gubernur Jabar sangat mendukung niat Pemkab Pangandaran untuk menjadikan daerah tujuan wisata berkelas dunia.

"Secara khusus Pa Gubernur lewat saya memberikan pesan, Pangandaran sudah layak menjadi pariwisata yang berkelas dunia walau pun masih ada catatan khusus, "ujar Uu.

Beberapa kendala menurut UU, seperti penerbangan sehingga Pemprov Jabar pun ingin berusaha mendorong agar Bandara Nusawiru diaktifkan semaksimal mungkin bahkan ada instrumen lain supaya Nusawiru ini bisa lebih bermanfaat. Karena wisata di Pangandaran bukan hanya wisata pantai saja, namun banyak sekali destinasi wisata lainnya sebagai pelengkap yang memang sangat indah, seperti ada Green Canyon, Santirah, Citumang dan lainnya.

Uu berpesan pada masyarakat Pangandaran agar wisatawan betah harus bersikap ramah, someah hade ka semah (ramah pada pengunjung-sunda) sehingga wisatawan yang datang kesini tidak merasa jera tapi merasa nyaman, karena sekalipun destinasi wisatanya bagus, indah, kalau tidak masyarakatnya tidak someah tentu tidak akan menmbuat nyaman pengunjung.

Ia jugaberharap adanya keberpihakan Pemda Pangandaran tidak tergantung anggaran dari Pemprovpada pengembangan sarana prasarana wisata. 

"Saya minta kepada anggota DPRD baik provinsi maupun pusat, Pangandaran harus difasilitasi karena masih banyak yang harus ditata terutama di kawasan pantai yang memerlukan anggaran lebih banyak lagi," tegasnya.

“Catatan saya untuk Pangandaran, diharapkan masyarakat bisa menerima dan menghargai culture, budaya, agama, karakter dan sifat wisatawan yang datang dari berbagai negara agar mereka merasa betah saat berwisata di Pangandaran, “ujar Uu.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengakui hingga saat ini pengembangan Bandara Nusawiru atau maskapai penerbanagan secara Internasional ke Pangandaran langsung memang belum ada. Namun saat ini akses penerbangan yang komersil sudah ada dari Pangandaran Ke Jakarta, ini bisa menjadi sebuah alternatif.

“Saat ini belum ada rencana karena masih menunggu rencana pembangunan Jabar Selatan, dan kami masih menunggu juga dari pemprov terkait anggaran dan pengembangan tersebut,"trang bupati. (hiek) 


Bupati Jeje Wiradinata Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 10 Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata bertindak sebagai Inspektur pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-10 Kabupaten Pangandaran, bertempat di Lapang Alun-Alun Parigi. Senin (24/10)

Tema Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10 adalah "Satu Dasawarsa Bersinergi untuk Pangandaran Juara".

Dalam amanatnya, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata menyampaikan hal-hal yang harus menjadi perhatian, yang pertama yaitu mengenai perjuangan para presidium untuk pemekaran Kabupaten Pangandaran.

"Yang pertama tentu mari kita mengenang kembali satu peristiwa bagaimana masyarakat Pangandaran, bagaimana tokoh dan para alim ulama yang dimotori oleh Presidium Kabupaten Pangandaran bahu membahu menyatukan tekad, menyatukan kebersamaan untuk lahirnya sebuah daerah baru Kabupaten Pangandaran" jelas beliau.

Bupati melanjutkan, hal kedua adalah terkait dengan sejauh mana cita-cita pemekaran sudah tercapai.

"Yang kedua tentu menjadi bahan renungan, bahan evaluasi diri sejauh mana kita semua, sejauh mana cita-cita pemekaran sudah bisa dilaksanakan atau tercapai" lanjut beliau.

Menurut beliau, selama Satu Dasawarsa atau sepuluh tahun membangun, hanya masyarakatlah yang dapat menilai dan sejarah yang akan mencatat apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan cita-cita pemekaran yang telah dicapai.

Dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata meyakini cita-cita untuk mewujudkan Pangandaran yang lebih maju lagi dapat terwujud.

"InsyaAllah dengan kebersamaan, dengan tekad yang kuat, pembangunan akan kita teruskan sehingga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita pemekaran dapat tercapai" ucap beliau.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mempunyai prinsip dalam mewujudkan visi Pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia harus tetap berpijak pada nilai karakter bangsa.

Menurut bupati, arti dari visi tersebut adalah kita sebagai warga Pangandaran bisa membuka diri untuk siapapun, warga negara, bangsa, agama, dan suku manapun dipersilakan datang ke Pangandaran. Kewajiban kita adalah berpijak kepada karakter dan kultur yang kita miliki. Hal ini akan menjadi panduan warga Pangandaran, parawisata dan pembangunan berkembang tapi tentu masyarakat terlindungi dari nilai-nilai yang tidak bersinggungan dengan kultur dan karakter Kabupaten Pangandaran. 

10 tahun Kabupaten Pangandaran berdiri, imbuh bupati, berbagai program dijalankan seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penataan wisata dll. sehingga pembangunan berjalan pesatdan perkembangan Kabupaten Pangandaran ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, baik secara nasional dan regional, dalam kurun waktu setahun terakhir berbagai penghargaan pun brhasil diraih, diantaranya:

1. Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 kali berturut-turut sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 dari BPK RI.

2. Peringkat Kedua dalam Kategori Penilaian Kompetensi BKN Award Tahun 2022.

3. Penghargaan kepada Puskesmas Padaherang sebagai Puskesmas Inovatif Kedua Se-Jawa Barat.

4. Penghargaan kepada Puskesmas Padaherang sebagai FKTP Berkomitmen Terbaik dalam Program JKN Tahun 2022 di Tingkat Nasional.

5. Pemenang Kegiatan Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik Tahun 2022 dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

6. Penghargaan Anugerah Kawistara atau Pemerintah Daerah Paling Konsisten Mendukung Perlindungan dan Pembinaan Kebahasaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

7. Penghargaan sebagai Daerah dengan Pertumbuhan Investasi Terbaik Ketiga Se-Jawa Barat.

8. Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

9. Penghargaan Capaian Peserta Pelayanan KB Lebih Dari 100% pada Pelayanan KB Serentak Sejuta Aseptor Rangkaian Hari Keluarga Nasional Tahun 2022 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

10. Penghargaan sebagai Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan Atas Perlindungan Kepada Masyarakat dalam Melakukan Transaksi Sehari-Hari, Baik Secara Digital Maupun Konvensional.

11. Penghargaan Lencana Bakti Pratama Desa dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, 

Dan banyak lagi penghargaan, dalam hal ini Bupati berpendapat bahwa prestasi dan penghargaan yang diraih merupakan buah dari sinergitas yang dibangun selama satu dasawarsa Kabupaten Pangandaran. Sekarang jargon “Pangandaran Juara” sudah menjadi kenyataan. Jargon tersebut tidak hanya menjadi simbol belaka, namun telah kita wujudkan dan buktikan dalam bentuk prestasi dan penghargaan.(Adv)


PP KMP Gelar Opening Ceremony Memperingati Harlah KMP Yang ke -10 Tahun di Gedung DPRD Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Pangandaran (PP KMP) menggelar acara Opening Ceremony Peringatan Hari Lahir KMP ke-10 Tahun, bertempat di aula gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, (26/10).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, dan turut dihadiri Bupati Pangandaran yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Mohamad Agus Nurdin. 

Dalam sambutannya Katua PP KMP, Muhamad Luthfi Aditya menyampaikan, dalam rangkaian harlah KMP ini berpijak pada landasan Gerakan Internal dan Penguatan Komparasi Gerakan, dengan tema besar "Transformasi Organisasi Menuju Pangandaran Maju dan Mendunia".

KMP dibentuk, kata Luthfi, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tanggal 25 Oktober 2012 yang merupakan hari bersejarah untuk seluruh lapisan masyarakat Pangandaran termasuk mahasiswa. 

Luthfi juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada senior-senior yang telah berjibaku menyatukan mahasiswa dalam bingkai KMP, yang dalam dinamika perjalan KMP pernah mengalami stagnasi tapi poinnya bagaimana kedepan KMP mampu lebih progres.

Sinergitas pengurus KMP menurutnya, yang siap melakukan gerakan masif akan menjadi pondasi kuat KMP yang hari ini memiliki 11 cabang kampus siap berekspansi ke seluruh kampus di Indonesia dengan tujuan menginventarisasi  potensi mahasiswa agar mampu bersama mewujudkan Pangandaran Maju dan Mendunia.

"Fokus kami juga membangun komparasi dengan seluruh stakeholder tidak terkecuali pemerintahan. Dalam hal ini KMP bermitra dengan pemerintahan jika kebijakan tepat sasaran, tetapi KMP menyatakan diri siap menjadi garda terdepan apabila kebijakan kekuasaan merenggut hak-hak rakyat," ucap Luthfi. (yusupsidik)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN