KEJADIAN ANEH DIBALIK PEMBANGUNAN JEMBATAN MADASARI.

CIMERAK - Madasari salah satu kawasan wisata yang terletak di ujung selatan Pangandaran yang dikenal dengan panorama  pantainya yang indah membuat wisatawan yang pernah datang kesana susah melupakannya.

Namun dibalik semua keindahaannya, Obyek Wisata (OW) Madasari menyimpan cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding saat mendengarnya.

Untuk lebih memusdahkan alkur transportasi, saat ini sedang dibangun jembatan yang akan menghubungkan OW Pantai Batukaras dan Madasari dan diharapkan pembangunan jembatan tersebut akan selesai tanggal 17 Desember 2016.

Namun dalam pengerjaan jembatan dengan nilai sekitar Rp. 2 milyar ini, banyak sekali hal-hal yang aneh dialami para pekerja proyek.

Seperti dituturkan Uhen (46), ia tidak habis pikir selama pengerjaan proyek ini banyak hal-hal yang membuat ia kaget dan aneh serta sulit dipercayai dengan nalar.

Menurutnya, ejak awal pembangunan memang sudah banyak warga sekitar yang mengingatkan, dikawasan pembangunan jembatan merupakan daerah masih terbilang angker.

“Warga sekitar pernah mengingatkan saya, agar saat pukul 11.30 para pekerja proyek harus sudah berhenti bekerja dan baru bisa melanjutkan lagi pukul 13.00 dan pada jam 17 sore harus sudah berhenti untuk dilanjutkan esok hari. “terang Uhen.(8/11).

Namun menurut Uhen, saat itu ia tidak percaya himbauan waraga tersebut, karena menurutnya ini akan menyia-nyiakan waktu kerja. Dan ia semua pekerja mengabaikan peringatan tersebut.

“Pernah keanehan terjadi, saat pukul 12.00 para pegawai sedang melakukan penyedotan air dengan menggunakan dua mesin genset di sekitar lokasi pembuatan pondasi jembatan, tapi tiba tiba terdengar suara praak ! ternyata mesin genset pun berhenti tiba tiba dan tidak bisa nyala kembali", ucapnya.

Setelah kejadian itu, lanjut cerita Uhen, ia membeli 2 unit mesin genset baru. Tapi saat dijalankan pada waktu jam yang sama, kedua genset tersebut kembali rusak.

“Padahal kedua genset tersebut masih baru", imbuhnya.

Cerita aneh lainnya, ketika mesin molen secara tiba-tiba as roda nya patah, tepat pukul 11.30 siang. Malah menurut cerita seorang warga, yang paling merinding saat warga tersebut  menyaksikan segerombolan mahluk berambut putih disebelah jembatan ini dibangun, tepat pada pohon waru tua, padahal saat itu siang bolong, tapi aneh nya cuma warga madasari yang melihat iring-iringan mahluk tak kasat mata tersebut.

"Wah merinding sekali, waktu warga yang menyaksikan pembangunan jembatan ini semua mengatakan pada saya, ada segerombolan mahluk berambut putih sedang memasak tepat di pohon waru lengkap dengan kepulan asapnya, tapi anehnya saya sendiri gtidak melihat.", terang Uhen.

Saking banyaknya kejadian aneh, Uhen menemui Ema Icih (80), salah seorang kuncen di wilayah Madasari. Ema Icih mengingatkan, kalau ada orang sombong dengan kata kata kurang sopan ( sompral - sunda), pasti akan diserang sama semut hitam dengan ukuran sebesar termos.

“Itu pernah terjadi disini, tiga tahun kebelakang,” jelas Ema Icih.

Untuk kelancaran pekerjaan selanjutnya, Uhen pun akhirnya meminta Ema Icih untuk menunggui para pekerja proyek, karena dikhawatirkan ada kejadian aneh lagi yang akan menimpa para pegawai proyek. (AGE).




PARTAI NASDEM PANGANDARAN GELAR TOT DI DESA CILIANG

PARIGI -  Pelatihan kordinator desk saksi TOT (Training Of Trainer) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Pangandaran, bertempat di GOR Desa Ciliang kecamatan Parigi dihadiri langsung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) partai Nasdem Provinsi Jawa Barat, Saan Mustofa, berlangsung semarak.

Ketua DPW Jabar Nasdem, Saan Mustopa mengklaim Nasdem merupakan satu-satunya partai politik yang tidak memungut mahar pada pencalonan kepala daerah.

Dia juga mengatakan, pada persiapan ajang pemilihan Gubernur Jawa Barat, partainya telah membuka komunikasi dengan beberapa figur yang diprediksi bakal maju pada Pilgub mendatang.

“Kami telah buka komunikasi dengan Pak Ridwan Kamil dan Kang Dedi Mulyadi, ada pun nantinya keputusan partai akan mengusung siapa dan berkoalisi dengan partai mana, saya sebagai kader partai bertanggung jawab untuk memenangkan calon yang diusung,” kata Saan.

Masih dikatakan Saan, pihaknya sudah mulai melakukan kunjungan ke kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat untuk memperkuat kader partai dengan melakukan pembekalan kepada para saksi.

“Pondasi yang paling mendasar adalah pembekalan saksi ditingkat Tempat Pemungutan Suara, karena TPS merupakan ujung tombak pemenangan momentum politik dan kami optimis beberapa kandidat akan tertarik untuk mendaptar ke Partai Nasdem karena tidak ada pungutan mahar politik” tambahnya.

Saan juga menjelaskan, rasa tanggung jawab kader terhadap partai politik perlu adanya pembinaan yang maksimal sehingga bisa bersaing dengan partai besar.

“Untuk Kabupaten Pangandaran saat ini ada dua kursi di DPRD, periode Pileg dan Pilbup mendatang kami targetkan Nasdem dapat posisi Wakil Ketua DPRD di Legislatif dan Wakil Bupati,” jelasnya.

Sementara salah satu anggota DPRD Fraksi Nasdem, Roespandi Noor mengatakan, untuk memperkuata partai Nasdem sudah mulai melakukan mobilisasi politik dari mulai tingkat desa hingga kabupaten.

Menurutnya, kader nasdem sekarang mulai gencar melaksanakan pelatihan dan pembekalan kepada para kader diantaranya melaksanakan TOT (training of trainer) untuk desk saksi partai.

"Para peserta TOT, nantinya akan dijadikan garda terdepan partai dalam rangka membesarkan partai Nasdem sehingga setiap momentum politik mendapat suara yang maksimal, paling tidak   bisa meminimalisir terjadinya kecurangan dalam even-even demokrasi khususnya di Kabupaten Pangandaran", pungkasnya. (AGE).

640 PRAMUKA KWARCAB PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN LT III

PANGANDARAN. Bupati Pangandaran H.Jeje Wiradinata selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Pangandaran membuka Lomba Tingkat (LT) III Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pangandaran berlokasi di Bumi Perkemahan Lokabina Pangandaran, Rabu (9/11).

Kegiatan ini akan berlangsung dari 8 sampai 11 November 2016, yang bertujuan mengevaluasi hasil pembinaan Pramuka penggalang dan penegak di Pangandaran dan memilih duta Kwarcab Pangandaran untuk lomba Tingkat IV Daerah Jawa Barat Tahun 2016 serta mempererat tali silaturahmi antar anggota pramuka.

Pada LT III ini yang diikuti  640 orang, 320 putra dan 320 putri dengan pendamping 80 orang serta Pinkonran 10 orang, rencananya akan dilombakan 38 mata lomba menyakup aspek spiritual, emosional, intelektual, fisik dan sosial dalam rangka peningkatan kemanndirian serta pendidikan karakter.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang bertindak sebagai Inspektur upacara mengatakan, gerakan pramuka merupakan wadah pengemblengan generasi muda guna pengembangan karakter dan penggalian potensi siswa.

Menurut Jeje, hal ini sangat penting karena generasi muda-lah sebagai penerus kepemimpinan dimasa yang akan datang. Diharapakan bisa manfaatkan pengalaman yang diperoleh pada kegiatan LT ini sebaik mungkin, karena dari kegiatan ini akan dipilih putra-putri terbaik yang akan mewakili Pangandaran ke tingkat provinsi dan nasional nanti.

“Mari kita bina kemandirian, keterampilan dan jalin persaudaraan antar anggota pramuka sehingga adik-adik menjadi generasi yang akan mewujudkan penerus yang cerdas di masa yang akan datang” imbuhnya.

Acara pembukaan Lomba Tingkat (LT) III Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pangandaran Tahun 2016, resmi dibuka bupati dengan ditandai penancapan kapak dan pelepasan balon.(TONI  T)

BALI JADI RUJUKAN WISATA PANGANDARAN

BADUNG-BALI-Sebanyak 31 orang, delegasi dari Kabupaten Pangandaran yang dipimpin Asda I, Drs. Tatang, Kabag Hukum, Jajat, SH, Kasat Pol PP, Dadang Abdul Rochman, S.Ip, serta perwakilan pedagang kaki lima, HNSI, BAGUNA dan lainya berangkat menuju pulau Bali untuk kegiatan study banding pariwisata.

Hari pertama kedatangan di pulau dewata ini rombongan berkesempatan berkinjung ke Badan Kesbangpol Kabupaten Badung.

Dalam dialog tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Badung, Drs  I Nyoman Suendi, mengatakan, di Bali ada yang dinamakan wisata minat khusus. 

"Seperti sekarang ini merupakan wisata minat khusus yang dilakukan daerah lain ke bali. "Ungkap Suendi.(7/11).

Pada intinya Suendi menjelaskan, pariwisara di Kabupaten Badung lebih banyak diserahkan pada masyarakat. Artinya, pemerintah tinggal memberi fasilitas dalam pengelolaannya.

"Ide prnataan pariwista disini lahir dari masyarakat. "Sambung Suendi.

Dengan kesadaran penuh yang lahir dari masyarakat di tiap-tiap daerah wisata tentunya akan lebih mengenal potensi apa yang bisa dijual.

"Dari pariwisata, Kabupaten Badung bisa menghasilkan PAD sekitar 3 trilyun dan bisa membantu sekitat 12 % untuk 6 kabupaten lain di propinsi bali."terang Suedi. (hiek)

HASIL KAJIAN MASISWA STP BANDUNG, PENGELOLAAN LIMBAH HOTELAN DI PANGANDARAN BELUM MAKSIMAL.

PANGANDARAN-Pengelolaan limbah hotel yang ada di Kabupaten Pangandaran jadi objek penelitian akademis oleh salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Roni Sitorus (22). Berdasarkan observasi dilapangan Roni mengatakan,  pengelolaan limbah hotel yang ada di Pangandaran masih belum maksimal.

“Hampir satu bulan kami ada di Pangandaran dan banyak warga yang mengeluh buruknya pengelolaan limbah perhotelan,” kata Roni.

Ditambahkan Roni, fokus penelitiannya dikhususkan untuk meneliti sisa limbah perhotelan jenis padat, namun hingga saat ini ia belum menemukan dimana lokasi pengelolaan limbah tersebut.

“Kalau yang dikeluhkan masyarakat sih ada di dua lokasi, sementara yang terindikasi tidak ramah lingkungan ada di jalur pantai barat Pangandaran,” terangnya.

Lokasi yang dikeluhkan, menurut Roni, diantaranya di dua anak sungai yang jalurnya dijadikan pembuangan limbah cair yang menuju langsung ke pantai sehingga jika ada wisatawan yang berenang sering mengalami gatal.

“Hasil penelitian ini akan kami jadikan sebagai salah satu karya ilmiah akademis dalam bentuk skripsi dan akan menjadi sebuah kajian untuk evaluasi pemerintah,” imbuh Roni.

Sementara Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) BPLH Kabupaten Pangandaran, DR.  Erik Krisnayudha Astawijaya, S.s, M.Si mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa STP Bandung, kedepannya akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam penanganan limbah hotel di pangandaran.

“Kami harap penelitian ini dilakukan secara objektif dan merangkum seluruh referensi dari berbagai sumber,” ujarnya. (AGE).

PBB DESA SINDANGJAYA TELAT DISETOR, UANGNYA DIGUNAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR

MANGUNJAYA-Desa Sindangjaya memiliki lahan pertanian yang cukup luas dengan  potensi produksi padi melimpah menbuat Sindangjaya dikenal sebagai lumbung padi di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, dan masyarakat Sindangjaya pun dikenal sebagai warga desa yang taat pajak.

Namun entah kenapa, sebagian warga desa merasa heran, karena menurut informasi, Desa Sindangjaya dikenal sebagai desa yang tergolong buruk dalam penyetoran pajaknya.

Seperti diungkapkan salah seorang warga,  selaku warga masyarakat yang baik, menurutnya, warga sudah sangat tinggi kesadaran kewajiban membayar pajak. Namun, entah kenapa, Desa Sindangjaya  masuk dalam katagori desa yang buruk dalam penyetoran pajaknya.

“Ini tentunya akan menghambat pembangunan desa. “ungkapnya.(9/11).

Menurut warga yang enggan ditulis namanya ini, kesadaran warga untuk membayar pajak (PBB), sudah terbilang tinggi. Karena warga sudah menyadari, membayar PBB merupakan kewajiban sebagai warga negara atas tanah dan bangunan yang dimilikinya.

“Terus terang saya tidak mengerti, kok desa kami jelek dalam penyetoran PBBnya. “ungkapnya lagi.

Sementara saat dikonfirmasi ke kantor Kecamatan Mangunjaya, pihak kecamatan pun membenarkan hal tersebut dan pihaknya pun merasakan ketidak puasan warga tentang predikat Sindangjaya sebagai desa yang buruk dalam penyetoran PBB.

“Sampai dengan bulan ini, tunggakan PBB Desa Mangunjaya sebesar Rp.22.158 juta. “terang salas satu petugas kecamatan.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Sindangjaya, Totong, membantah jika seluruh  masyarakat Desa Sindangjaya sudah melunasi PBB.

“Jangan hanya memandang sepihak, kita lihat secara menyeluruh karena masih banyak masayarakat yang belum melunasi pajak. “ kata Totong.

Ditanmbahkan Totong, jika terjadi keterlambatan pada minggu lalu, karena waktu itu uangnya dipakai menutupi biaya untuk penanggulangan korban bencana banjir. (TONI T).

PENGERJAAN JEMBATAN DARURAT CIPUTRAPINGGAN TERHAMBAT CUACA, JEJE WIRADINATA: “SAYA MOHON MAAF DAN BERHARAP MASYARAKAT BISA MAKLUM…..”

PANGANDARAN-Menanggapai keresahan masyarakat tentang pengerjaan jembatan darurat Ciputrapinggan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengakui, pengerjaan kedua jembatan sementara tersebut dalam 45 hari kerja (mulai 13 oktober 2016),  masih belum selesai.

Menurut Jeje saat dihubungi lewat telepon celullernya, karena pertimbangan asfek teknis, cuaca serta keadaan derasnya arus sungai Ciputrapinggan dalam pengerjaan di kedalaman air membuat pengerjaan jembatan tersebut tidak bisa buru-buru.

“Faktor cuaca dengan guyuran hujan hampir setiap hari ini sangat berpengaruh dalam pengerjaan di lapangan, saya ingin kekuatan kedua jembatan ini bisa dilewati dengan beban 20 ton. “terang Jeje.(5/11).

Dalam proses pekerjaan di lapangan, menurutnya, ia dan Wakil Buati H. Adang Hadari terus memantau langsung untuk memonitor progress pekerjaan.

“Untuk akurasi pengerjaan dan bisa optimal dalam hasilnya, ini tidak bisa buru-buru. “imbuh Jeje.

Jeje pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat serta berharapo bisa maklum dan bersabar, karena pengerjaan jambatan bally Ciputrapinggan tidak bisa buru-buru dan cepat selesai.

“Sekali lagi, saya mohon maaf dan berharap kepada seluruh masyarakat bisa maklum karena kami juga dapat merasakan dampak amblasnya jembatan ciputrapinggan ini. “ungkap Jeje.(hiek)

JEJE WIRADINTA: “OJK JANGAN MENGELUARKAN ASFEK LEGALITAS BPR DULU. “

PARIGI-Sesuai Undang-undang (UU) nomor 21 tahun 2012, tentang Pemebentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, 3 aset, PDAM, eks Pasar Seni dan BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang belum diserahkan oleh Kabupaten induk, Ciamis. Padahal di UU 21 di pasal 14 (3), Penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan Penjabat Bupati Pangandaran.

Untuk kepentingan salah satu asset, BPR BKPD, Bupati dan Wakil Bupati pangandaran H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari  belum lama ini berkunjung ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat di Jakarta.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditemui usai menggelar audens dengan para ulama se-Kabupaten Pangandaran di aula setda.

“Kita hanya ingin meluruskan saja ke OJK tentang pemindahan asset sesuai Undang-undang nomor 21 tahun 2012. “ungkap Jeje.(4/11).

Dalam pertemuan dengan OJK (1/11), dikatakan Jeje, BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang yang sampai saat ini masih dipegang oleh Ciamis. Namun karena saat itu Pangandaran ingin tetap membangun kebersamaan dengan kabupaten induk, maka oleh Pj Bupati kedua, Daud Achmad, BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang rencananya akan dikelola bersama.

“Dalam pembicaraan, OJK memberikan ruang kepada kami kedua pemerintahan untuk menyelesaikan status kepemilikan BUMD ini, tapi kami pun menyampaikan agar OJK tidak mengeluarkan aspfek legalitas dulu. “ terang Jeje.

Ditambahkan Jeje, jika mengacu pada UU 21 tahun 2012, BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang  mutlak harus diserahkan ke Pangandaran. Tapi karena Pangandaran ingin tetap menjaga hubungan baik dengan induk, menurut Jeje, pihaknya tetap menghormati adanya surat pernyataan kesepakatan bersama tersebut.

Tapai karena masalah ini sudah menjadi isu publik dan terus berkembang di masyarakat, ia pun berencana menemui Bupati Ciamis untuk berbicara dari hati ke hati.

Dikatakan Jeje, hubungan masyarakat pangandaran dan ciamis selama ini sudah terjalin erat, tapi didasari keinginan agar proses pemekaran DOB pangandaran ini dan tidak menyimpan persoalan di kemudian hari karena belum tuntas masalah pemindahan asset, maka kedua pemerintahan harus sepakat untuk segera menyelesaikannya.

“Hubungan kami dengan Bupati Ciamis, Pa Iing, sangat baik dan saya pun sangat menghormati beliau, tapi kita yakin,  pemda dan masyarakat Ciamis akan memahami hal ini. “Kata Jeje.

Sementara saat ditemui dalam acara HUT Partai Golkar di Kecamatan Cigugur (28/10), anggota Komisi I DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa tetap bersikukuh, BPR BKPD Cijulang dan Pangandaran harus segera diserahkan ke Pemkab Pangandaran sesuai UU 21 tahun 2012.

“Begitu juga dengan asset lainnya yang sampai hari ini belum menjadi milik pangandaran. “ungkap Agun.

Dalam UU nomor 21 tahun 2012, menurut Agun, semua yang menyangkut pemekaran DOB Kabupten Pangandaran sudah jelas diatur, begitu juga dengan seluruh pemindahan asset.

“Saya harap, Pemkab Pangandaran melakukan komunkasi dengan Ciamis. “ungkapnya lagi.

Dan apabila pemkab Ciamis masih saja tidak melaksanakan apa yang diamanatkan UU 21, menurut Agun, Pemkab Pangandaran harus segera berkoordinasi dengan pemerintah yang lebih atas, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Dan selanjutnya persoalan pemindahan asset ini pun akan diatur oleh pemprop.

“Jika ini tidak dilaksanakan, tentu nanti ada sanksinya, saya tahu persis undang-undang 21 tersebut karena saya yang menandatangi ketika saya menjadi ketua komisi II DPR RI. “tegas Agun. (hiek)

MENYIKAPI DEMO 4 NOPEMBER, ULAMA ADAKAN AUDENS DENGAN PEMKAB PANGANDARAN.

PARIGI-Bertempat di ruang rapat setda, menyikapi demo hari ini (4/10) sejumlah ulama menggelar audens dengan Pemerintah Kabupaten Pangandara.

Dalam audens tersebut, para ulama dari 10 kecamatan menypaian pernuataan sikapnya, agar pemkab Pangandaran bisa membuat perda yang mengatur mesjid sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan umat islam.

"Kami berhatap pemkab Pangandaran membuat perda tentang mesjid yang bisa membuat masyatakat lebih rajin datang ke mesjid. "ungkap salah seorang ulama.

Para ulama juga berharap, aspirasinya yang dituangkan dalam kesepakatan ulama Kabupaten Pangandaran dalam menyikapi demo 4 nopember ini bisa disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Karena ketidak siapan kami dalam satu hal, kami tidak bisa pergi ke jakarta untuk bergabung dengan umat islam dari daerah lain. "imbuhnya.

Sementara Bupati Pangansaran, H..Jeje Wiradinta yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda Mahmud, SH, MH, menyampaikan, aspirasi para pemuka agama yang tertuang dalam sebuah kesepakatan, akan segera disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Saya dengan pa wabup akan menyampaikan ini langsung tanpa melalui surat. "kata Jeje.

Diakui Jeje, kegiatan keagamaan khususnya di daerah yang menjadi tempat aktifitas wisata memang tidak segiat di daerah lainnya.

Kalau di Kecamatan Langkaplancar, Cigugur atau kecamatan lainnya yang tidak ada tempat wisata, menurut Jeje, jika adzan sudah berkumandang, biasanya masyarakat menghentikan kegiatannya sementara untuk melaksanakan ibadah dulu.

"Tapi itu  mungkin akan lain di daerah wisata. "kata Jeje. (hiek).

WARGA PRIHATIN, SUNGAI CIJULANG KINI MULAI TERCEMAR

CIJULANG-Lingkungan alam sejatinya sangat penting bagi kehidupan manusia, karena di dalamnya terdapat mahluk hidup dan mahluk tak hidup yang saling ketergantungan. Jika lingkungan hidup sudah tidak terpelihara dengan baik, maka akan menyebabkan  bencana bagi seluruh penghuninya. Seperti bencana alam yang sering terjadi saat ini itu lebih banyak diakibatkan kurang sinergisnya antara manusia dengan lingkungan alam sekitar.

Sekarang berbagai polemik terjadi ini terkait penyelamatan lingkungan kawasan hutan dan sungai yang mulai rusak akibat masyarakat kurang memahami fungsi alam dan berbagai dampak yang akan ditimbulkan di kemudian hari dari  akibat kecerobohan dalam pengelolaan lingkungan alam sekitar.

Demikian dikatakan kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran, Surya Darma, SH, MH saat ditemui di ruang kerjanya.

“BPLH akan terus melakukan langkah-langkah preventif guna mengatasi hal tersebut sebelum semua kerusakan lingkungan ini semakin parah. “tegas Surya.(3/11).

Surya menambahkan, lingkungan hidup mempunyai konsep sentral dalam ekologi yang disebut ekosistem dan mempunyai hubungan antara komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Jadi tanpa perbuatan atau campur tangan manusia yang berlebihan, sesungguhnya siklus alam dengan sendirinya akan tetap terjaga, karena kerusakan yang ditimbulkan, dapat dikembalikan lagi oleh alam secara alami.

“Tetapi jika kerusakan alam itu dilakukan oleh manusia, maka itu akan sulit dikembalikan lagi oleh alam, apalagi mengembalikan seperti semula", ungkapnya lagi.

Sekarang, menurutnya, pihaknya sudah membentuk Satgas Lingkungan Hidup yang di dalamnya melibatkan para camat dan kabid-kabid di BPLH dengan tujuan melakukan pengawasan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.

Jadi nanti, lanjut Surya, bisa dibuat deskripsinya, setelah dilakukan penelitian bersama para satgas lingkungan tentang layak atau tidaknya wilayah tersebut didirikan bangunan terutama yang berada di sempadan sungai juga terkait pencemaran dan penebangan di kawasan hutan dan selanjutnya hasil deskripsi tersebut langsung diserahkan kepada bupati.

"Dan saya akan terus berkordinasi dengan semua petugas BPLH juga para satgas lingkungan yang ada dilapangan" imbuh Surya.

Di tempat terpisah, salah seorang pengelola body rafting warga Cidahu Batukaras, Rahmat (45), mengatakan, ia siap membongkar bangunannya yang berada di sempadan sungai Cijulang, Green Canyon bila memang kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Pangandaran seperti itu.

"Dengan kesadaran diri sendiri, saya sebagai pengelola atau pemilik Body rafting Baraja siap membongkar bangunan saya, demi menyelamatkan dan melestarikan tempat wisata Green Canyon, apalagi saya asli orang Cijulang punya tanggung jawab moral dan harus bisa memberi contoh baik kepada masyarakat lainnya."ungkap Rahmat.

Hal senada dikatakan H.Ayo Sahyo, menurutnya, masyarakat harus bisa menjaga aset wisata Green Canyon jangan sampai tercemar, karena ulah para pengusaha yang kurang peduli pada lingkungan.

“Ini tanggungjawab kita semua seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Cijulang. “kata Sahyo.

Tokoh agama Kecamatan Cijulang, H.Atang Abdul Halim, merasa ikut peduli dan harus bicara menanggapi berita tentang pencemaran di area Obyek Wisata Green Canyon. Menurutnya, seluruh warga Cijulang harus dibangun lagi kesadaran untuk lebih mencintai alam dan menjaga lingkungan dari pencemaran di sekitar tempat tinggalnya.

"Mari kita bahu membahu, bersama-sama menjaga kawasan wisata yang ada di Cijulang agar jangan sampai tercemar, juga kita lebih memperindah lagi Obyek Wisata Green Canyon yang berada di aliran sungai Cijulang"ungkap tokoh agama Kecamatan Cijulang ini. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN