OBYEK WISATA BATUHIU, PERLU ADA TEROBOSAN PEMKAB PANGANDARAN

PANGANDARAN-Keindahan pantai Batu hiu salah satu tempat wisata di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran yang kini keberadaannya mulai sepi dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik, padahal pantai Batu hiu sebagai obyek wisata paling awal keberadaan nya di wilayah selatan Jawa Barat setelah pantai Pangandaran dan pantai Batukaras, entah apa penyebabnya kini wisatawan lebih memilih tempat lain ketimbang Batuhiu?

Saat PNews mencoba menanyakan hal tersebut, Kepala UPTD Pariwisata Perdagangan Koperasi dan UMKM Kecamatan Parigi,  Abdul Majid membenarkan, keadaan pantai Batu Hiu sekarang mulai sepi pengunjung diakibatkan banyak wisatawan lebih tertarik pada wisata air seperti Obyek Wisata Citumang, Santirah dan Green Canyon  yang menawarkan keindahan alam stalagtit dan stalagnit di atas aliran air yang mengalir. Di Batuhiu pengunjung hanya bisa menikmati keindahan alam laut saja.

“Dan pengunjung pun tidak bisa berenang karena ombak lautnya yang membahayakan bagi perenang. “Terang Ajid, sapaan akrabnya.(26/4).

Ajid berharap, adanya investor yang bisa menata lebih baik lagi untuk obyek wisata Batu hiu dengan perluasan kearah timur serta penataan tempat parkir dan warung warung dipinggir pantai. “Saya sudah kordinasi dengan pihak Kompepar Kabupaten Pangandaran, cuma pihak
kami masih harus menunggu hasil kajian tata ruang wilayah yang dilakukan oleh ITB. “Terang Ajid lagi.

Menurut Ajid, sekarang pihaknya masih menunggu  hasil kajian tersebut, karena jika sekarang dibangun, maka dikhawatirkan tidak sesuai dengan tata ruang wilayah dan  nantinya harus dibongkar lagi.

”kami berharapPemkab Pangandaranmelalui Dinas Pariwisata Perdagangan Koperasi dan UMKM bisa membuat terobosan baru, seperti dibangun gazebo-gazebo di sepanjang pantai dan tempat permainan air water boom. “Imbuh Ajid.(AGE)

PENATAAN PARIWISATA PANGANDARAN DARI TAHUN KE TAHUN DRS. MUHLIS: “KATA KUNCINYA KESEPAHAMAN..”

PANGANDARAN-Untuk menata kepariwisataan Pangandaran perlu ada kesepahaman dahulu dari seluruh elemen, baik yang terlibat langsung dengan dunia pariwisata atau pun tidak. Kebijakan pemerintah dan keinginan semua stakeholder harus menjadi satu acuan  dalam penataan sektor pariwisata.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Perdagangan Kopersai dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis saat ditemui PNews di ruang kerjanya. “Satukan dulu pemahaman kita, lalu implementasikan di lapangan. “Ungjap Muhlis. (20/4).

Dari sektor pariwisata, menurut Muhlis, Pangandaran itu ibarat gadis cantik dengan segala kelebihannya. Tinggal didandani dengan hiasan yang akan membuat lebih cantik dan menarik. “Potensi pariwisata pangandaran tanpa pengelolaan dan penataan yang baik, niscaya potensi itu akan sulit berkembang. “Imbuh Muhlis.

Ditambahkan Muhlis, dalam prediksinya, perlu waktu sekitar 15 tahun untuk penataan kepariwisataan pangandaran, hingga seluruh potensi bisa tereksplor dan menjadi sajian yang menarik untuk wisatawan yang berkunjung. “Bali saja butuh waktu 30 tahun hingga seperti sekarang ini. “Lanjut Muhlis.
Masih kata Muhlis, pemerintah sudah mempunyai program untuk pengembangan kepariwisataan dan masarakat pun mau mendukung, itu akan menjadi sebuah sinergis yang bisa dijadikan modal awal. “Jika tidak membantu, diharapkan tidak menggangu hingga tidak membuat langkah-langkah perbaikan tersendat. “Tegas Muhlis.

Menurut Muhlis, dalam penataan dunia pariwisata pangandaran diperlukan juga kesepahaman antara institusi. Bagaimana program antara instansi satu dengan lainnya saling berkorelasi, sehingga pada ujungnya visi-misi untuk menjadikan pangandaran sebagai wisata mendunia pun akan bisa terwujud.

Dan kata kuncinya, menurut Muhlis adalah kesepahaman dalam melangkah menjalankan program-program pariwisata yang telah digulirkan. Ada regulasi, SDM dan instrument lainnya sebagai kendaraannya, dimana posisi masarakat, pemerintah daerah dan seterusnya, sekarang pemerintah sudah mulai tinggal di bawahnya ikut mendukung. “Bukan saatnya lagi bicara siapa, tapi kesepahaman seluruhnya. “ Imbuh Muhlis.

Ditambahkan Muhlis, bukan mengecilkan arti duduk bersama, sosialisasi dan sebagainya karena jika semua tidak dibarengi oleh implementasi dan aksi langsung, maka sebagus apa pun programnya akan tidak tampak. “Satukan kesepahaman kita lalu aksi. “Pungkas Muhlis. (hiek)

SMAN 1 PARIGI RAIH JUARA UMUM O2SN 2016 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN- Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2016 untuk tingkat SMA se-Kabupaten pangandaran SMAN 1 Parigi berhasil tampil sebagai juara umum dengan menyisihkan peserta lomba dari 6 SMA yang berlaga di event tersebut.

Lomba O2SN ini  diikuti sejumlah SMA, diantaranya SMAN 1 Pangandaran, SMAN 1 Langkaplancar, SMAN muhammadiyah Pangandaran, SMAN  Mangunjaya, SMA Satria Padaherang  dan SMAN 1 Parigi sebagai tuan rumah.

Perhelatan yang diselenggarakan tanggal 19 - 20 april lalu dengan cabang olah raga yang dilombakan diantaranya  renang, catur, atletik, karate, pencak silat, bulutangkis, bola volly dan tenis meja. Dari ke delapan cabang olah raga tersebut hampir semua cabang olah raga berhsil direbut team atlet SMAN 1 Parigi kecuali cabang olah raga catur yang dimenangkan oleh SMAN 1 Mangunjaya.

Kepada PNews, Kepala SMAN 1 Parigi, Drs. H. Sukirman mengatakan, pihaknya merasa bangga atas seluruh prestasi yang diraih anak didiknya. Dengan latihan yang optimal dan dibarengi keseriusan seluruh atlit ahirnya bisa membuahkan prestasi yang bisa membagakan seluruh tim. “Dalam O2SN tingkat kabupaten ini kami bisa menjadi juara umum berkat soliditas seluruh atlet, pelatih dan Pembina di SMAN 1 Parigi. “Ungkap Sukirman.(20/4).

Ditambahkan Sukirman, prestasi juara yang diraih SMAN 1 Parigi ini diharapkan juga dapat diraih di tingkat proinsi.  "Alhamdulillah, dengan dibangun nya GOR Adiyaksa di sekolah kami akan semakin menambah motivasi dan rasa optimis seluruh siswa untuk meraih kemenangan dalam setiap perlombaan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi bahkan di tingkat nasional. “Imbuh Sukirman. (AGE).

ATLIT IPSI PANGANDARAN TOREHKAN PRESTASI DI TINGKAT PROPINSI

PANGANDARAN-Team atlet IPSI Kabupaten Pangandaran pantas menjadi kebanggaan, pasalnya beberapa atlitnya sudah berhasil  mengukir prestasi gemilang diajang kejuaraan daerah.Pra Remaja piala Gubernur Cup yang digelar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (12/4) dengan meraih prestasi tiga medali.

"Ini akan menjadi kebanggan tersendiri untuk masarakat pangandaran dengan kemampuan yang dimilki  atlet atlet IPSI Kabupaten Pangandaran sekaligus karena mereka pun bisa mengharumkan nama daerah.”Kata Ketua IPSI Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar, S. MM.

Ditambahkan Hendar, tiga medali yang diraih atlet IPSI tersebut masing-masih diperoleh, pada kelas K  meraih medali emas atas nama Triwandi Ramdani asal SMPN 1 Pangandaran, kelas I memperoleh medali perak atas nama Dede Salman asal SMPN 1 Padaherang dan medali perunggu diraih oleh Febriyanti asal SMPN 1 Cigugur dikelas G putrid.

“Ketiga atlet tersebut rata rata masih berumur 14 tahun hingga masih terbuka lebar untuk lebih meningkatkan prestasinya mengikuti een-even kejuaraan yang lebih tinggi lagi di ajang olah raga pencak silat ini. “Imbuh Hendar.  Ungkap Hendar.

Dalam hal melatih para.atlet silat, menurut Hendar, ia dibantu dua pelatih handal daerah, Andre (Paguron Panglipur) dan Heryawan Indra Negara (Paguron Tajimalela) serta dibantu seorang pengasuh, Wawan Hermawan.

“Walau persiapan kami untuk menghadapi kejuaraan tersebut sangat singkat dengan hanya tiga hari training center padahal idealnya persiapan untuk itu minimal dalam waktu tiga bulan, tapi hal itu tidak menjadi alasan seluruh tim untuk menjadi yang terbaik dalam lomba tersebut. “Terang Hendar.

Dijelaskan Hendar juga,  dalam kejuaraan tersebut yang diikuti oleh sejumlah atlet dari 21 Kabupaten/Kota  di Jawa Barat, atlit IPSI Pangandaran yang baru berumur beberwpa tahun saja namun sudah bisa memperlihatkan kemampuan secara maksimal bahkan mendapat satu medali emas yang tidak ditargetkan sebelumnya. Dengan peraihan prestasi di kejuaraan Pra remaja di Kabupaten Kuningan, seluruh pengurus IPSI kabupaten Pangandaran membulatkan tekad untuk semakin konsen melakukan perencanaan, pembinaan potensi potensi atlet terutama atlet remaja

“Sekarang kami sedang mempersiapkan atlet atlet IPSI untuk even berikutnya serta mencari bibit bibit atlet untuk diterjunkan dalam PORDA tahun 2018 nanti. “Pungkas Hendar. (AGE)

H. JEJE WIRADINATA RESMIKAN SMP Plus AL-BAYAN CIMERAK

PANGANDARAN-Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Bupati H. Jeje Wiradinata berkesempatan menghadiri acara launching SMP plus bertempat di Pondok Pesantren Nurul Bayan Kecamatan Cimerak, sekaligus penyerahan bantuan air bersih dan MCK dari Yayasan Saung Kadeudeuh. Selain Bupati, acara tersebut dihadiri seasepuh, pengurus juga para ustadz - ustadzah, para santri dan Ketua Pondok Pesantren Nurul Bayan, Al Fudoliyah.(19/4).

Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan, Pangandaran sebagai tempat tujuan wisata sudah pasti  banyak orang datang baik wisatawan lokal atau dari macanegara yang pasti akan berdampak pada kebudayaan serta kearifan lokal masyarakat setempat.

“Terutama bagi perkembangan remaja dan anak anak kita, jelas tantangan nya akan lebih besar. “ Ungkap Jeje.

Oleh sebab itu, lanjut Jeje, tugas pemerintah dan alim ulama harus bisa memberikan membentengeni untuk hal-hal negative yang datang dengan memberikan pendidikan agama terhadap para siswa dan siswi sejak usia dini agar dapat memperoleh ilmu agama yang baik.

“Dan salah satu strateginya, sebagai dasar pendidikan moral spiritual untuk menghadapi gejolak kebudayaan tersebut agar anak anak kita bisa terbebas dari hal hal yang negatif dengan  menambah waktu pendidikan agama. “Kata Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, dengan program AMS (Ajengan Masuk Sekolah) sebagai dasar pemikiran yang dilatar belakangi oleh kenginan pemerintah daerah untuk mempunyai anak bisa  menjadi siswa yang berkarakter.

“Sebagus apa pun pembangunan infrastruktur, seperti jalan yang mulus, jembatan yang kokoh jika semuanya dibangun tanpa memikirkan pembangunan moral manusianya, niscaya semua percuma saja apalagi saat ini pendidikan agama di sekolah sekolah cuma punya waktu dua jam per minggunya. “Jelas jeje.

Dalam kesempatan tersebut, Jeje pun mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Saung Kadeudeuh yang sudah punya inisiatif dalam memajukan dan membantu Pondok Pesantren Nurul Bayan ikut meningkatkan kualitas ilmu pendidikan agama khususnya di kecamatan Cimerak untuk menunjang terciptanya siswa siswa pesantren yang religius.
.
Dalam acara tersebut, Jeje pun meresmikan pembukaan SMP plus yang didampuingi Ketua pesantren sebagai awal dimulainya pendidikan di SMP plus pesantren Nurul Bayan Al Fudoliyah Cimerak. (AGE)

AMS MENDAPAT PENOLAKAN MK2MD FKDT

PANGANDARAN - Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) yang digulirkan Bupati kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mendapat penolakan dari beberapa pihak, diantaranya Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyyah Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (MK2MD FKDT) Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran (16/04).

Menurut ketua MK2MD FKDT Kecamatan Padaherang, Dian Kuswanto, phaknya menolak  program tersebut karena disamping FKDT Kecamatan Padaherang sedang berproses merintis dan menata kerjasama dengan Kemenag dan Kabid Dikdas melalui KKG PAI SD dalam sinkronisasi kurikulum dan pembiasaan anak didik antara Guru PAI dengan Asatidz Diniyah, 

“Program AMS tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan antar ajengan di daerah. “Ungkap Dian.

Bahkan, lanjut Dian, nantinya tidak menutup kemungkinan jadi rebutan jatah antara ormas keagamaan plus dan Guru PAI SD yang statusnya masih honorer.

“Dan rata-rata guru PAI honorer tersebut mendapat honor hanya Rp. 200ribu per bulan" Imbuh  Dian.

Ditambahkan Dian, jika program AMS yang digagas Pemkab Pangandaran nantinya hanya ada kuota untuk 400 ajengan dengan honor  Rp.1 juta/bulan,  maka estimasi angaran yang harus dikeluarkan oleh Pemkab Pangandaran sebesar RP. 4,8 Milyar/tahun.

"Kami lebih berharap anggaran tersebut dialokasikan untuk Biaya Operasional Madrasah yang sudah ada, tanpa potongan apapun kecuali pajak, itu akan lebih menopang dari target  menciptakan anak didik yang berkarakter dan berahlak baik sebagaimana target dari program AMS tersebut" Kata Dian lagi. (ODS).

MUSHOLLA ALHIKMAH PANGANDARAN DIROBOHKAN, WARGA BERHARAP SEGERA ADA GANTINYA

PANGANDARAN – Ironis, Mushola AL-HIKMAH  dengan luas 11 meter x 13 meter2  terletak di o byek wisata pangandaran, tepatnya di Dusun Karangsalam blok Bulaklaut  Desa Pananjung  Pangandaran tempat melakukan peribadatan masyarakat muslim warga sekitar area mesjid harus dirobohkan. pasalnya bangunan mesjid yang dibangun pasca musibah tsunami pangandaran ini dibangun diatas tanah milik hotel, dan pihak hotel sebagai pemilik tanah yang syah bermaksud akan menggunakan lahan tersebut memperluas bangunan hotel, sehingga pada tabggal 20 maret 2016 mushola tersebut terpaksa harus dibongkar.

Pembongkaran mushola tersebut ternyata memunculkan masalah, pasalnya pembangunan mushola tersebut sebagian uangnya berasal dari bantuan  Lazis Dewan Da’wah (DMI). Hingga pada ahirnya diperoleh kesepakatan, pihak hotel sanggup memberikan bantuan sebesar Rp.100.000.000,- , namun warga sepakat tidak ingin diberi uang tetapi ingin dibangun mesjid kembali.

“Dan warga berharap bulan ramadhan yang akan datang mesjid tersebut sudah bisa digunakan shalat berjama’ah tarawih dan ibadah lainya.”Ujar salah seorang warga.

Berdasarkan hasil musyawarah yang dilaksanakan di Kecamatan Pangandaran, pihak DMI menyanggupi tuntutan warga tersebut.  Dalam musyawarah yang sama DMI pun berjanji selambat-lambatnya bulan april 2016  sudah ada kepastian.

“Namun sampai saat ini kami belum memperoleh kepastiannya." Kata Ketua DKM al Hikmah, Saridan yang juga ketua RW  setempat. (ODS)

TAK SESUAI PERENCANAAN AWAL, GAPURA DESA DIBONGKAR LAGI

PANGANDARAN – Gapura Selamat Datang di batas desa Bajongkondang dan Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten pangandaran dibongkar oleh LPMD Desa Bojiongkondang, pasalnya bangunan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bojongkondang, Dayat, Gapura yang dibangun di pintu masuk ke Desa Bojongkondang, kurang cdermat serta tidak sesuai denga perencanaan.

“Alasan pembongkaran trersebut karena memang tidak sesuai saja dengan perencanaan awal. “ Ungkap Dayat.(16/4).

Menurut Dayat, pembangunan gapuran yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Bojongkondang karena dianggap keberadaannya memang sangat penting dan terpisah dari pemnbangunan Jembatan Cibencoy ini dan lokasinya pun menempel pada bangunan jembatan.

Ditambahkan Dayat, pembongkaran tersebut dilakukan setelah pihak desa melakukan konsultasi dan masukan dari semua pihak.

“Ke depan, gapura tersebut akan dibangun kembali dengan lokasi yang strategis dan tentunya dengan perencanaan yang lebih matang. “Terang Dayat. (ODS)

PARIPURNA LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2015. IWAN M RIDWAN: “SAYA MAKLUM, KALAU PA JEJE MENGATAKAN SECARA FISIK TIDAK TAHU PERSIS..”

PANGANDARAN. Dari laporan LKPJ Bupati Kabupaten pangandaran pada rapat paripurna tanggal 31 maret 2016, disampaikan capaian penyerapan APBD tahun 2015 sebesar 83 %, itu dikarenakan karena masih sangat kurang serta lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sepeti di Dinas kesehatan, penyerapan anggaran hanya 47 milyr diluar anggaran untuk pembangunan RSUD, 35 milyar.

    Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd di hadapan wartawan usai memimpin rapat paripurna pertanggung jawaban LKPJ Bupati pangandaran tahun anggaran 2015.

“Dengan hanya 42 personil, terbayang bagaimana anggaran 47  milyar yang ada di Dinkes itu harus dihabiskan dalam 1 tahun.”Ungkap Iwan. 

Ditambahkan Iwan, dengan capaian penyerapan anggaran 83 %, pihaknya masih masih menganggap lemah kinerja pemerintah. Hal yang bisa membantu, adanya beberapa kegiatan-kegiatan yang memang skala prioritas sudah terserap anggarannya dan kegiatannya pun sudah dilaksanakan dengan baik.  Dan ada hal istimewa dan patut dibanggakan, hasil penelitian ilmiah yang dilakukan Unpad Bandung, ternyata pangandaran bisa mengalahkan Pemerintahan Kota Bandung. Penilaian DPRD dan seluruh fraksi, tidak maksimalnya penyerapan anggaran, berdasarkan fakta yang ada, disebabkan lemahnya SDM dan kurangnya personil serta lambatnya penetapan anggara. 

“Dulu ditetapkannya kan tanggal 22 pebruari, Alhamdulillah dengan kondisi ini kita masih bisa menyesuaikan dengan daerah lain. “Kata Iwan.

    Menurut Iwan , paripurna ini merupakan pertanggungjawaban pemerintah tahun pada APBD 2015 yang disampaikan bupati,  tapi Bupati depinitifnya sendiri baru dilantik tanggal 17 pebruari 2016. Artinya, LKPJ ini sifatnya secara pemerintah yang disampaikan kepada DPRD saja. Seperti APBD tahun 2014 sebagai hanya bersarkan perbup karena saat itu DPRD belum ada. Dan pembahasan serta penyerapan APBD tahun 2015 itu sebelum pangandaran mempunyai bupati-wakil bupati depinitif.

“Jadi saya maklum, kalau Pa jeje mengatakan, secara fisik penggunaan APBD 2016 tidak tahu persis. “Imbuh Iwan.

    Disoal janji-janji bupati dan wakil bupati dalam kampanye, Iwan setuju jika hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sedangkan yang disebut untuk mencapai visi-misi itu akan  dijabarkan pada program-program unggulan yang dijanjikan waktu kampanye dulu. “Dan itu tidak harus selesai dalam 1 tahun tapi dalam 5 tahun masa kepemimpinan Pa Jeje dan Pa Adang. “terang Iwan.

    Jadi, kata Iwan lagi,  untuk mencapai serta mewujudkan  Kabupaten Pangandaran akan ada tahapan. Untuk tahun 2016 apa dulu  yang harus di kerjakan,  tahun 2017 dan seterusnya.

“Berarti kan ada proses, ada tahapan untuk mewujudkan visi-misi tersebut. “Imbuh Iwan.

    Cuma Iwan menitipkan, jika pangandaran sudah menjadi destinasi wisata dunia, akan banyak wisatawan mancanegara yang datang dengan segala cara hidup dan budaya di negaranya masing-masing. Tentunya pangandaran sebagai kabupaten yang mempunyai budaya dan kearifan lokalnya yang masih terjaga utuh, harus bisa membentengi diri dengan budaya yang akan dibawa oleh wisatawan asing tersebut.

 “DPRD sangat setuju, bupati akan mencanangkan AMS dan SMP (Ajengan Masuk Sekolah dan Siswa masuk Pesantren-red) sebagai benteng untuk sejak dini pada usia sekolah dan tentunya juga bisa menciptakan pendidikan yang berkarakter. “Pungkas Iwan. (hiek-Pangandaran News)

KUD MINASARI RENCANAKAN BUKA SPBN DI PELABUHAN CIKIDANG

PANGANDARAN. Dengan jumlah anggota per 31 desember 2015 sebanyak 635 nelayan, Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran terus berbenah diri untuk bisa berkembang lebih baik lagi.  Dibanding 4 tahun lalu, KUD Minasari yang pernah mengalami keterpurukan, kini di bawah kepemimpinan H. Jeje Wiradinata, KUD yang beralamat di Jalan Kidang Pananjung no 240  terus mengalami peningktan. Baik kesejahteraan anggota atau pengembangan berbagai usaha dengan total asset sekitar 5 milyar.

“Ini berkat keseriusan seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk bisa lebih mensejahterakan masarakat nekayan pangandaran. “Ungkap Ketua KUD Minasari, H. Jeje Wiradinata melalui sambutan yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).(11/4).

Jenis usaha yang dimiliki Minasari, menurut Jeje diantaranya, usaha alat berat, hotel dan lain-lain.

“Tidak lama lagi kami pun berencana membuat SPBN (Statsiun Pengisian Bahan Bakar Nelaya-red) di sekitar pelabuhan Cikidang. “Lanjut Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, perkembangan KUD Minasari dari tahun ke tahun bisa langsung dirasakan nelayan. Dengan lancarnya lalulintas produksi perikanan laut yang dihasilkan nelayan pangandaran dengan mobilitas yang tinggi adalah salah satu indikator peran KUD dalam membantu usaha masarakat Pangandaran pada sektor perikanan  laut.

“Saya pun akan mengusulkan ke Kementerian Perumahan Rakyat untuk dibangun 600 unit rumah bantuan untuk nelayan pangandaran, “Katanya lagi.

Masih di tempat yang sama, salah satu anggota koperasi, Yakih (80), warga Rt. 04/04 Desa Pangandaran mengatakan, sebagai anggota KUD Minasari sangat besar sekali manfaat yang bisa dirasakan. pada RAT 2015 ia memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU)nya sebesar Rp 970 ribu.

"Saya mungkin termasuk anggota KUD Minasari paling lama. "Terang Yakih.

Menurut Yakih, kehidupan sebagai nelayan, jika tidak pandai-pandai mengatur uang dengan menyisihkan sebagian penghasilkannya untuk ditabungkan di koperasi, maka pada saat dimana datang musim tidak ada ikan untuk ditangkap, akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat seperti itulah akan sangat terasa manfaatnya menjadi anggota koperasi.

 "Selain bisa mengambil tabungan, kita pun bisa pinjam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Ungkap Yakih.  
Ditambahkan Yakih, walau kedua perahunya sekarang sudah diserahkan pada anak-anaknya, tapi ia tidak serta merta berhenti menjadi nelayan, karena kehidupan sebagai nelayan sudah tidak bisa dipisahkan lagi.

"Pernah saat musim ikan bawal putih, dalam satu hari saya bisa membawa uang ke rumah Rp32 juta. "Certa Yakin.

Disoal kepemimpinan H. Jeje Wiradinata di KUD Minasari, Yakih mengungkapkan, Jeje sebagai putra nelayan yang lahir dan dibesarkan di lingkungan nelayan tentunya sangat akrab dan paham pada keseharian kehidupan nelayan dan Jeje pun bisa merasakan langsung apa yang dibutuhkan para nelayan.

"Jika Pa Jeje masih bersedia, saya dengan anggota lainnya berharap mudah-mudahan Pa Jeje masih mau memimpin KUD Minasari. "Ungkap Yakih.

Sementara menyinggung soal maraknya penangkapan udang karang yang masih berukuran kecil, kepada nelayan Jeje berpesan, agar tidak melakukan hal seperti itu, karena selain bisa merusak perkembangannya juga secara ekonomis tidak menguntungkan. Dan jika masih ada yang menangkap lobster-lobster kecil tersebut, maka ia pun tidak akan segan-segan untuk membawanya ke ranah hukum.

“Apabila itu masih terjadi, pembelinya akan saya laporkan ke polisi. “Tegas Jeje.(hiek).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN