Ketua DPRD Pangadaran Angkat Bicara Terkait Defisit Anggaran, Banyak Program dan Kegiatan Tak Jadi Prioritas

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa waktu lalu saat diminta tanggapannya terkait defisit anggran yang terjadi Pemerintah Kabupaten Pangandaran sehingga harus berhutang kepada bank untuk menangani defisit tersebut dengan tenor sekitar 10 tahun, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin mengatakan, secara prinsip jika melakukan perubahan APBD harus dilakukan siasat untuk melakukan penyehatan. Dan peminjaman uang itu akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Bappenas, Kemendagri dan Kementerian Keuangan, sehingga harus ada langkah-langkah strategis terkait dengan penyehatan APBD.

“Dan yang kita ketahui memang APBD kita saat ini sedang tidak sehat,” kata Asep, saat ditemui PNews diruang kerjanya. (23/10)

Asep menyebut selain mengurangi beban yang telah disampaikan bupati baik terhadap lembaga maupun masyarakat Pemkab Pangandaran juga harus melakukan efisiensi kegiatan yang memang sekiranya bisa menyehatkan APBD.

“Tentu hari ini kami di fraksi-fraksi DPRD sepakat untuk melaksanakan efisiensi hingga hampir Rp4 miliar,” terangnya.

Dan untuk melakukan efisiensi tersebut, kata Asep, maka sejumlah agenda di DPRD beberapa kegiatan tidak  bisa dilaksanakan. Seperti  kegiatan kunjungan kerja untuk pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan kegitan lainnya.

Ia menambahkan, ada beberapa kegiatan dan program belanja yang memang tidak jadi prioritas, untuk itu pihaknya berharap pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama. 

“Tapi saya yakin Pemkab juga telah melakukan efisiensi di setiap SKPD,”uapnya.

Disoal defisit anggaran yang mencapai Rp351 miliar, menurutnya hal tersebut nantinya ada tahapan pembahasan terkait pinjaman daerah. Dan baru-baru ini juga dalam KUA-PPAS 2024 DPRD ada skema itu, yang tentu baru dalam tahap pengusulan rekomendasi dari Kemenkeu, Kemendagri dan Bappenas.

 “Nanti apakah skema di dalam RAPBD 2024 ini akan direkomendasi oleh pemerintah pusat atau tidak, kita tunggu saja hasilnya.” Imbuh Asep. (hiek)


Ribuan Masyarakat Padati Paamprokan Saksikan Malam Puncak Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke 11


PANGANDARANNEWS.COM
- Beberpa waktu lalu ribuan masyarakat memadati alun-alun Paamprokan di kawasan pantai Pamugaran untuk menyaksikan kemeriahan Malam Puncak Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke - 11 yang dibuka langsung oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.(28/10)

Selain disaksikan bupati, wakil bupati Ujang Endin Indrawan dan sekda Pangandaran Kusdiana, acara BIK ini juga turut dihadiri Hadir pada malam tersebut, Penjabat Gubernur Jawa Barat yang Diwakili Oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Jawa Barat,  jajaran Forkopimda dan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono, Tokoh Masyarakat Pangandaran Susi Pudjiastuti, Kepala Departemen Perizinan Pasar Modal OJK Luthfy Zain Fuady, Direktur Kantor Regional 2 Jawa Barat Aulia Fadly, Plt. Kepala OJK Tasikmalaya Misyar Bonowisanto dan Kepala OJK Cirebon Fredly Nasution, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Aswin Kosotali, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Agustinus Fajar Setiawan, Para pemimpin Lembaga Jasa keuangan Jawa Barat, Para Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat Pangandaran, Direktur bjb dan Dirut Bank Krom, Ketua PKK, Masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Di para undangan depan serta ribuan penonton, dalam sambutannya bupati mengaku bangga dan senang menyaksikan kegembiraan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi serta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke 11 ini.


Bupati mengatakan, semakin banyak kegiatan yang dilakukan di Pangandaran tentu pergerakan ekonomi pun akan berjalan dengan baik.

"InsyaAllah ini akan menjadi pertimbangan dan evaluasi sesuai dengan tema tahun ini, bergerak cepat pangandaran melesat," ungkapnya.

Dan kemeriahan acara malam puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 11 ini, kata bupati, semakin meriah dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jawa Barat tahun 2023 kerjasama dengan OJK dan BI Tasikmalaya. Sehingga dengan 

menyaksikan BIK Jawa Barat tahun 2023, masyarakat pangandaran pun jadi tahu tentang akses keuangan, tabungan rakyat, digitalisasi dan akses perbankan lainnya.


Bupati juga berharap peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran tahun depan bisa lebih meriah dan lebih baik, dan lebih memberi efek positif pada masyarakat 

"Pesta dan hingar bingar sudah selesai, kini saatnya untuk kembali menyatukan barisan untuk fokus membangun Pangandaran lebih maju," pungkasnya.***


 

Muscab SAPMA Kota Banjar, Pilih Budi Nugraha Jadi Ketua


PANGANDARANNEWS/BANJARNEWS
  - Barisan pelajar dan mahasiswa Kota Banjar yang tergabung dalam wadah Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar  menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang dibuka langsung oleh Sekertaris Wilayah SAPMA Jawa Barat, bertempat di Aula Koperasi Guru Banjar (KGB) jalan Sudiro W Kecamatan Banjar.(29/10)

Selain dihadiri Pengurus SAPMA Jawa Barat, Muscab SAPMA Pemuda Pancasila Kota Banjar turut dihadiri Kapolsek Banjar diwakili Kanit Intel AIPDA Pian, Ketua MPC Pemuda Kota Banjar Andi Maulana SH dan tamu undangan lainnya.

Pada Muscab yang diikuti oleh 50 peserta dari beberapa komisariat, Budi Nugraha terpilih menjadi Ketua SAPMA Kota Banjar.

Pada sebuah kesempatan Budi menyampaikan visi dan misi kedepan, antara lain menjadikan SAPMA sebagai wadah bagi pemuda untuk berproses diri dalam berorganisasi dan memberdayakan sumber daya pemuda di Kota Banjar.

"Mudah-mudahan keberadaan SAPMA ini bisa memberikan dampak positif baik bagi angggota mau pun masyarakat Banjar," ungkapnya.(TITO)

Bentuk Peduli Lingkungan, Warga Cikangkung Ramai-Ramai Bersihkan Sungai Citonjong


PANGANDARANNEWS.COM
- Ratusan warga Dusun Ciokong Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, pagi tadi berduyun-duyun menuju sungai Citonjong untuk melakuakan aksi jumat bersih (jumsih) di sekitar bantaran dan sungai Citonjong.(27/10)

Dengan alat kebersihan yang dibawa dari rumah masing-masing warga yang terdiri dari para orang tua dan anak muda pun mulai membersihkan sampah-sampah, baik yang ada di aliran mau pun di tepian sungai.

Menurut salah seorang warga, Amin (69) yang tinggal di Rt 02 Rw 03 Dusun Cikangkung, gerakan bersih-bersih ini murni inisiatif warga karena ingin melihat lingkungannya bersih khususnya di sekitar sungai Citonjong.

"Ini benar-benar gerakan wargan dan para pemuda," terang Amin.

Dulu, kata Amin, aliran airnya jernih sehingga tak jarang sungai Citonjong ini menjadi tempat berenang anak-anak sekolah. Bahkan di sungai Citonjong juga diandalkan oleh sebagian warga Cikangkung dan sekitarnya untuk menangkap ikan, udang dan kepiting dengan menggunakan alat Jodang atau pun alat lainnya.

"Hasilnya pun selain bisa menambah kebutuhan hidup juga bisa untuk makan," ungkap Amin.


Amin dan warga lainnya mengaku prihatin dengan kondisi sungai Citonjong sekarang yang sudah tidak jernih lagi bahkan mengeluarkan bau tak sedap, yang bukan tidak mungkin menjadi sarang jentik nyamuk.

Amin juga berharap kondisi sungai Citonjong bisa kembali seperti dulu, sehingga ikan dan udang pun bisa mudah didapat.

"Insaalloh kegiatan bersih-bersih ini akan kami lakukan rutin setiap hari jumat," pungkasnya. (hiek)

Ketua DPRD Pangadaran Sebut, Cita-Cita Pemekaran Pangandaran Untuk Kesejahtraan Masyarakat

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin

PANGANDARANNNEWS.COM
– Usai memipmpin rapat paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 11 di ruang paripurna,  Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin kepada sejumlah awak media mengatakan, di momen Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke-11 DPRD  memberikan catatan terkait kesejahteraan masyarakat.

Asep mengatakan pada momentum hari jadi  ini sejatinya untuk refleksi  dalam mewujudkan prinsip dasar cita-cita pemekaran, salah satunya untuk mewujudkan kesejahtraan masyarakat.

“Kesejahtraan itu mudah diucapkan namun sulit untuk diwujudkan, saya kira salah satu hal paling dasar untuk mewujudkanya adalah konsolidasi  untuk merajut kebersamaan," ungkap Asep.(25/10)

Kebersamaan tersebut menurutnya harus mampu menyatukan persepsi dan frequensi untuk mewujudkan warga Pangandaran yang sejahtra, karena jika strategi dan frekuensi sama tentu Pangandaran  bisa melesat seperti yang dicita-citakan bersama.

Namun, kata Asep, jika dalam upaya mewujudkan masyarakat Pangandaran sejahtera dengan frequensi yang berbeda-beda tentunya hal itu akan sangat sulit.

Namun Asep mengaku saat ini seluruh elemen masyarakat Pangandaran sudah cukup harmoni dalam satu tarikan nafas, baik antar DPRD dengan pemerintah maupun dengan masyarakat.

“Ke depannya Kabupaten Pangandaran harus ada upaya untuk penyehatan APBD, dengan langkah-langkah strategis," ucapnya.

Seperti diketahui, Asep menyebut saat ini Kabupaten Pangandaran    mengalami defisit sekitar Rp 351 Miliar, dan salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah adalah  melakukan pinjaman jangka panjang ke Bank pemerintah. 

“Jadi kita harus tetap yakin, bergerak cepat Pangandaran melesat akan terwujud,” tegasnya.(hiek)


Di Usianya Ke 11 Tahun Kabupaten Pangandaran, Bergerak Cepat Pangandaran Melesat

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata

PANGANDARANNEWS.COM
- Rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD menjadi acara puncak sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran (Milangkala) ke 11 tahun 2023, seperti diketahui kegiatan menyambut milangkala ini dimulai sekitar satu bulan ke belakang dengan diisi sejumlah lomba baik yang diselenggarakan di masyarakat atau di lingkup Pemkab Pangandaran.

Selain dihadiri pimpinan dan anggota DPRD dan pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran, rapat paripurna ini dhadiri sejumlah tamu undangan seperti Forum Komunkasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pangandaran, Stap Khusus Pempro Jawa Barat yang hadir mewakili gubernur, beberapa anggota DPRD Provinsi Jabar, bupati-wali kota perbatasan, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat-agama dan tamu undanga lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran menyampaikan, banyak sekali dinami yang telah dilalui berama. Ada saatnya tertawa bahagia, namun ada juga dimana harus menangis dan bersedih.

Bupati berharap Tuhan akan selalu melindungi semua serta meridhoi segala usaha dan ikhtiar untuk Bergerak Cepat Pangandaran Melesat, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Beberapa capaian dalam kurun 7 tahun kepemimpinannya, bupati mengaku ketercapaian UHC  mencapai 99,077 %, dan investasi Kabupaten Pangandaran terus melaju sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Apakah pencapaian pembangunan dan prestasi ini telah berbanding lurus dengan ekspektasi masyarakat? Tentu kita semua yang merasakannya,”ungkapnya.(25/10)


Atas nama pemerintah derah bupati juga mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-11 untuk seluruh masyarakat dimana pun berada, sepatutnya selalu bersukur karena telah wilayah yang kaya akan potensi alam. Antara lain laut dan objek-objek wisata serta potensi alam alinnya yang tentu harus dioptimalkan untuk kesejahteraan semua.

“Oleh karena itu dalam keadaan apapun  mari kita terus berusaha keras menjadikan Kabupaten Pangandaran menjadi  kebanggaan kita semua, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, 

Bergerak Cepat, Pangandaran Melesat,”  tegasnya.

Bupati juga mengajak kepada semua yang hadir dan seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk selalu bergandeng tangan dalam armoni yang seirama dan saling menguatkan antara satu dengan lainnya, sehingga  akan mampu bergerak cepat menyelesaikan berbagai hambatan, tantangan dan persoalan dalam berbagai sektor pembangunan. 

Tanpa terasa perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Pangandaran sekarang ini telah memasuki usia ke 11 tahun, menurutnya tentu ini tidak lepas dari segala usaha dan jerih payah dari para pahlawan pemekaran Kabupaten Pangandaran yang telah memberikan nilai-nilai perjuangan terbaik hingga terwujud Kabupaten Pangandaran. 

“Perjuangan yang tentunya akan terus dikenang oleh kita semua bahkan hingga anak cucu kita kelak,” ucapnya.(hiek)


11 Tahun Usia Kabupaten Pangandaran, Ini Kata Jeje Wiradinata


PANGANDARANNEWS.COM
- Dalam kurun waktu 7 tahun memimpin Kabupaten Pangandaran, sejumlah langkah fundamental telah dikerjakan khususnya hal-hal yang masuk pada sekala perioritas, artinya lebih mengedepankan sesuatu yang benar-benar menjadi kebutuhan dasar masyarakat. 

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata saat menyampaikan sambutannya pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, bertempat di alun-alun Parigi.(24/10)

Peletakan Fondasi yang kuat ini, kata Jeje, untuk membentuk dan mengembangkan sebuah rumah besar untuk semua, rumah yang penuh dengan optimisme untuk mencapai kehidupan masyarakat Kabupaten Pangandaran yang maju serta sejahtera.

"Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kita sudah mencapai 98 persen," ungkap Jeje.

Dengan kondisi sekarang ini, kata Jeje tentu hasil bumi atau potensi ekonomi lainnya pun semakin lancar dan tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, imbuhnya, RSUD Pandega kini sudah terakreditasi paripurna, ditambah sejumlah Puskesmas pun dibangun di seluruh kecamatan.

"Dengan fasilitas rawat inap yang representatif serta sistem penjamin kesehatan bagi setiap warga yang saat ini sudah mencapai 99,07 persen," jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Jeje, ketercapaian pembangunan sarana sanitasi kesehatan bagi masyarakat kini sudah mencapai 100 persen, hal ini tentu menjadi komitmen pemerintah untuk memastikan agar setiap anggota masyarakat mempunyai akses layanan kesehatan tanpa merasa khawatir dengan masalah biaya.

"Di bidang pendidikan pun sekarang ruang kelas sudah mencapai 886 dengan kondisi baik," imbuhnya.

Begitu juga pada sektor pariwisata, selain terus dilakukan penataan kini jalan pesisir dan jembatan Ranggajipang Wiradinata sudah mampu membuka akses dari lokasi wisata ke lokasi destinasi wisata lainnya.

Segala capaian ini menurutnya bukan hanya hasil kerja bupati dan wakil bupati saja namun ini merupakan buah hasil kerja keras semua
rasa kebersamaan seluruh elemen.

"Ini sudah menjadi kewajiban saya, pa wakil bupati dan seluruh stake holder lainnya untuk melakukan semua ini," ucapnya.
 
Jeje mengaku bangga menjadi bagian proses perjalanan Kabupaten Pangandaran hingga di usia ke sebelas ini dan sebuah kehormatan telah turut terlibat langsung dalam perkembangannya.

"Saya juga bangga menyaksikan semangat yang luar biasa dari masyarakat untuk ikut terlibat langsung dalam membangun Pangandaran," imbuhnya.

Jeje juga tidak lupa menyampaikan terimakasih pada para pendiri serta pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, karena berkat kerja keras dan pemikiran cerdasnya hingga membuat masyarakat semakin sejahtera.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Jeje  mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran presedium pemekaran Pangandaran yang telah berjuang hingga Pangandaran bisa seperti sekarang walau pun mungkin bisa banyak kekurangan yang harus dipacu bersama-sama.

"Mudah-mudahan segala amal baik ini mendapat balasan dari Alloh, aamiin," pungkasnya.(hiek)

,

Gebyar Kirab Budaya Jadi Rangkaian Menyambut Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke 11


PANGANDARANNEWS.COM
 - Masih dalam rangkaian menyambut Hari Jadi (milangkala) Kabupaten Pangandaran ke 11 yang jatuh pada tanggal 25 oktober, bertempat di kawasan taman boulevar pantai barat digelar kirab budaya yang disaksikan ribuan masyarakat.(23/10)

Selain Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, kirab budaya yang diikuti perwakilan beberapa desa, 10 kecamatan, SKPD dan komunitas lainnya ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, Ketua DPRD Asep Noordin, Sekda Kusdiana, Kepala Kejaksaan Ciamis, Kapolres Pangandaran AKBP Imara Utama, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Inf. Indra Mardianto Subroto dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Benny Bachtiar menyampaikan, Pangandaran sudah menjadi magnet bagi pariwisata Jawa Barat. Semua elemen masyarakat hadir di Pangandaran ini pun menjadi bagian penting perkembangan ekonomi khususnya di sektor pariwisata.

Saat masih menjabat gubernur, kata Beni, Ridwan Kamil pernah mengatakan bahwa yang menjadi lokomotif ekonomi di Jawa Barat ini adalah sektor pariwisata. Artinya, memang karena Jawa Barat dikenal sangat indah sekali.

"Saya berharap dengan konsep ini, kesejahteraan masyarakat khususnya di Jabar Selatan bisa terpenuhi serta akan mampu mewujudkan sila kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pada kesempatan yang sama mengatakan, dalam kurun sebelas tahun bersama-sama dengan satu tekad dan satu keinginan untuk mengembangkan Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata

Selamat 7 tahun bupati bersama Wakil Bupati dan jajaran pemerintah, menurutnya ia mencoba meyakinkan masyarakat untuk terus menata dan mengembangkan pariwisata. Walau mungkin dalam pengembangan pariwisata ini masih banyak kekurangan dan masih banyak yang harus dilakukan, tetapi saat ini semua tentu bisa merasakan hal yang bermanfaat.

"Salah satunya kunjungan wisata hingga saat ini mencapai sekitar tiga juta lebih, tentu hal ini menjadi satu kebahagiaan tersendiri menjadi sektor ekonomi yang luar biasa," ucap Jeje.


Jika saja PAD pariwisata mendapat Rp 30 milyar dan jika saja seorang wisatawan "menjatuhkan" uang sebesar Rp100 ribu, menurutnya ada Rp 300 milyar uang yang akan diterima langsung masyarakat melalui usaha wisata.

"Tentu ini menjadi potensi ekonomi yang luar biasa sehingga kita akan terus menata dan kembangkan," ujar Jeje.

Jika bicara pariwisata, kata Jeje, tentu bukan hanya alam dan pantai yang indah tetapi ada khasanah budaya,  kreativitas seni dan aneka wisata kuliner yang bisa lebih dikembangkan lagi di Kabupaten Pangandaran.

Di sisi budaya ada ronggeng gunung, ebeg dan sebagainya,  tentu akan kita kembangkan.

"Hari ini kita saksikan kirab budaya dalam rangka Milangkala yang ke 11 tahun diharapkan menjadi momentum untuk bangkit bersama-sama," tegasnya. (hiek)

Pemdes Cibongas Salurkan Beras Bulog Untuk Bulan Oktober


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Bertempat di aula Pemdes Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya hari ini melakukan penyaluran beras Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dikawal Babimsa dan babimas, masing masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima1 karung / 10 kg dan pembagian beras ini telah dilakukan sesuai dengan data warga yang diterima pihak desa.

Menurut salah seorang warga penerima manfaat, Nani (29)  pembagian beras Bulog ini merupakan program dari pemerintah yang bekerja sama dengan Bulog yang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Sementara Kepala Desa Cibongas Asep Sunarya mengatakan, pembagian beras Bulog ini sesuai dengan data yang kami terima dari pemerintah pusat. Data tersebut mencakup jumlah keluarga penerima bantuan beras di Desa Cibongas, sehingga proses distribusi dapat dilakukan dengan tepat sasaran.

Ia juga menambahkan pembagian beras ini sangat penting bagi masyarakat terutama, mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang mampu.

"Dengan adanya bantuan ini diharapkan beban kebutuhan pangan mereka dapat sedikit terangkat," ucap Asep.(22/10)

Akibat musim elnino ini, kata Asep,  petani pun mengalami gagal panen dan ini tentu membuat masyarakat kekurangan pangan apalagi musim kemarau ini masih belum berakhir.

"Akibat musim kemarau panjang ini, selain kesulitan air bersih masyarakat juga sangat kesulitan dalam hal lainya," imbuhnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi terbaik agar masyarakat tidak kesulitan dalam menanggung beban kehidupannya.

Pemerintah pusat melalui Bulog terus berupaya untuk memastikan stok beras yang cukup dan terdistribusi dengan baik ke seluruh pelosok negeri, dan pembagian beras bulog di Desa Cibongas merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya bantuan beras Bulog yang disalurkan melalui desa ini tentu masyarakat menyambut gembira serta berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil.

Asep menyebut, penyaluran beras ini menjadi langkah awal yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

"Semoga program ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia," ungkapnya. (udirustandi-anwarwaluyo)

.

Warga Desa Mangunjaya Pertanyakan Pembuatan Saluran Sungai BBWS Yang Tak Sampai Ke Wilayahnya


PANGANDARANNEWS.COM
- Warga Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran ramai-ramai mendatangi   Proyek pembangunan Saluran Sungai (SS) Citanduy yang di berlokasi di Dusun Kiara Bandung Desa Purwajaya Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, kedatangan warga tersebut untuk mempertanyakan pembangunan saluran sungai tersebut tak kunjung sampai ke lokasi pertanian di wilayahnya.

Padahal segala upaya sudah ditempuh pihak Desa Mangunjaya, seperti mendatangi Dinas Pengelolaan Air Provinsi Jawa Barat sambil menyerahkan tandatangan masyarakat sekitar agar air dari saluran tersebut bisa mengairi sawah di 4 dusun antara lain Dusun sindang, Bantarhuni, Gerendong dan Gimbal Desa mangunjaya.

Seperti diketahui, pembangunan saluran sungai yang didatangi warga Sesa Mangunjaya kabupaten Pangandaran terletak di perbatasan Kabupaten Pangandaran dan Ciamis.

Seperti disampaikan Kepala Desa Mangunjaya Suhuri SAG, kepada PNews, maksud kedatangan masyarakat ini untuk mempertanyakan pembangunan Saluran Sungai Citanduy yang sedang di kerjakan sekarang.

"Pembangunan saluran ini hanya sampai di wilayah perbatasan saja dan air nya tak pernah sampai ke area sawah yang ada di Desa Mangunjaya," jelas Suhuri.(20/10)

Maksud kedatangan warga ke lokasi proyek, terang Suhuri, bukan bukan untuk demo atau melakukan protes namun hanya ingin mempertannyakan kenapa aspirasi masyarakat petani Desa mangunjaya tak kunjung didengar pihak-pihak yang ber wenang.

"Kami ingin mendengar langsung dari pihak BBWS sebagai pihak yang melaksanakan kegiatan pembangunan ini," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, pihak BBWS melalui salah seorang stafnya, Ade Nuraeni menjelaskan, masalah ini hanya urusan kewenangan saja bahwa lokasi yang terletak di wilayah Dusun Sindang ini kewenangannya bukan di BBWS.

Sebelum ke lapangan, Ade juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan PPK, Satker dan pihak lainnya yang intinya ini hanya masalah kewenangan.

"Ada kewenangan balai dan ada pula kewenangan PSDA, itu kan aset mereka dan aset tanahnya kan ada di PSDA dan kita tidak bisa mengerjakan di aset orang lain," terangnya.

Namun apa pun yang disampaikan pihak BBWS, masyarakat Dusun Sindang tetap berharap kepada pemerintah agar bisa dicarikan jalan keluar karena luas yang harus diairi itu sekita 300 hektar terutama di musim kemarau seperti sekarang ini.(Tn)
.

Wakil Bupati Pangandaran Sebut, Festival Tampaling Di Desa Cikalong Untuk Membangun Desa Dan Merawat Budaya

Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan dan Ibu

PANGANDARANNEWS.COM
– Merawat dan melestarikan budaya yang ada di  masyarakat menjadi tugas bersama, karena budaya mempunyai kebaikan, kejujuran serta nilai-nilai luhur yang dimiliki para orang tua dahulu dalam etika berkehidupan. Banyak sekali filsafat yang dapat diambil untuk menjadi acuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang, karena budaya selalu menuntun pada kebaikan-kebaikan hidup.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan saat menghadiri Festival  Tampaling dalam gelaran budaya di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih, yang dilaksanakan di Bukit Budaya Giri Samboja.(19/10)


Menurut Ujang Endin, ia sangat mengaprsiasi dan memberikan penghargaan setingi-tingginya karena khususnya di Kabupaten Pangandaran ternyata masih ada desa yang selalu menyelenggarakan kegiatan untuk melestarikan budaya. Dan salah satu ciri khas dari masyarakat desa adalah kebiasaan hidup gotong royong yang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat desa, misalnya dalam memperbaiki atau membersihkan lingkungan desa.

“Dan hal ini tentu berbasis pada nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi di masyarakat desa,” terangnya.

Kata Ujang Endin, masyarakat desa memiliki adat istiadat dan tradisi yang dipegang teguh,  oleh masyarakat desa,  hal ini dapat dilihat dari adanya upacara adat yang dilakukan masyarakat desa serta masih mengandalkan alam sebagai sumber kehidupan.


Sistem kebudayaan desa, menurutnya, merupakan sebuah sistem sosial yang meliputi segala bentuk kegiatan, seperti keagamaan, seni budaya, adat istiadat, tradisi bahkan ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kegiatan semacam ini tentu bisa menjad contoh untuk desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ke depannya kegiatan budaya seperti yang ada di Desa Cikalong ini bisa dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sehingga selai n berfungsi untuk melestarikan kesenian dan budaya juga bisa menjadi konsumsi pariwisatA Yang bisa diulan pada wisatawan.

Masih di lokasi yang sama, Kepala Desa Cikalong Ruspandi mengatakan, Festival Nampaling (menangkap belalang di sawah) ini sudah menjadi kelender kegiatan budaya yang ada di desanya.  

Kegiatan ini kata Ruspandi biasa dilaksanakan pada bulan september, oktober atau di bulan nopember di setiap tahunnya. Dan untuk tahun ini festval tampaling ini mengambil tema, ngampihan pare (menyimpan padi) di leuit (semacam lumbung) padi.

“Setiap tahunnya suasana kegiatan budaya ini selalu mendapat respon warga, mereka sangat senang dan selalu berpartisipasi,” ucapnya.(hiek)


Keseruan Dan Gelak Tawa Penonton Warnai Lomba PBB Linmas se-Kabupaten Pangandaran


PANGANDARANNEWS.COM 
- Masih dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (Milangkala) Kabupaten Pangandaran ke 11 tahun 2023, bertempat di alun-alun Pangbagea Desa Cintakarya Kecamatan Parigi, digelar lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diikuti Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari 10 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran yang diinisiasi Satpol PP Pangandaran.(18/10)

Sejumlah Linmas yang  mayoritas para peserta lomba didominasi para lansia pun tampak kompak mengenakan pakaian hijau dengan sepatu hitam, tampak dengan sigap dan gagah di bawah terik matahari mulai melakukan bari-berbaris.

Mungkin banyak anggota yang tidak fokus atau lupa saat melaksanakan komando atau instruksi, tak ayal lomba baris berbaris ini menjadi tontonan yang mengundang gelak tawa peserta dan para penonton.

Di sela-sela kegiatan Kasat Pol PP Pangandaran Dedih Rakhmat mengatakan, perlombaan PBB Linmas antar kecamatan ini menjadi salah satu rangkaian milangkala ke 11 Kabupaten Pangandaran.

"Perlombaan PBB ini diikutoi Satuan Linmas utusan-utusan perwakilan dari tiap kecamatan,” terang Dedih.

Dedih juga menjelaskan, dalam lomba PBB ini yang dinilai salah satunya dari keseragaman dan kebenaran dalam gerakan dan kekompakan, hal ini dinilai sesuai peraturan yang ada.


Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata sangat mengapresiasi para Linmas peserta lomba yang sudah ikut berpartisipasi dalam perlombaan, walau mungkin baru opertama dilombakan.

Jeje menilai, jika dicermati siapa yang kerjanya paling ikhlas tentu para linmas ini karena dalam mengikuti kegiatan ini pun sangat antusias walau tak jarang menjadi bahan tertawa baik oleh rekan sendiri mau pun yang menyaksikan.

“Linmas di Pangandaran harus menjadi satuan perlindungan masyarakat yang paling dekat, walau mereka tampak sudah tidak muda lagi," kata Jeje..

Saat diwawancara, salah satu peserta Linmas Haeruman (53) mengaku grogi karena dilihat banyak orang dan ditertawakan penonton.

"Ini benar-benar pengalaman pertama tampil di depan banyak orang, ya jadi grogi,”ungkapnya sambil tertawa.

Namun menurutnya, justru perlombaan ini menjadi seru karena nyaris semua peserta alami kesalahan saat menjalan apa yang diinstruksi komandannya.

"Duh tadi memang saya tadi gemper pertama tampil di depan para pejabat dan penontonnya juga banyak," imbuhnya.(hiek)


Wah ! Ternyata Kabupaten Pangandaran Menempati Ranking Satu Penghasil Manggis Di Dunia


PANGANDARANNEWS.COM
– Tidak semua masyarakat mengetahui ternyata buah manggis yang dihasilkan dari para petani di Kabupaten Pangandaran menjadi ranking satu di Indonesia, bahkan di dunia.

Seperti disampaikan Kepala Departemen Analisis Farmasi Dan Kimia Medisinal sekaligus Dosen Imu Farmasi Universitas Padjdjaran (Unpad)Bandung, Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D, ia mengakun kaget karena dari data yang diperoleh ternyata saat ini manggis dari Pangandaran ada pada ranking 12 di Jawa Barat.

“Ranking satu penghasil manggis di Indonesia kan  Jawa barat,” terang Muchtaridi pada PNews, usai Pertemuan dengan Bupati Pangandaran di Pendopo Parigi.(17/10)

Setelah melalui analisis, kata Muchtaridi, baik dari kualitas, kuantitas dan rasa ternyata manggis yang dihasilkan dari para petani di Kabupaten Pangandaran ini menjadi ranking satu di Jawa Barat. Dan seperti diketahui, Jawa barat ini menjadi ranking satu penghasil manggis di Indonesia.

Sementara di tingkat internasional, dari sejumlah negara seperti Thailan, Vietnam dan Singapura ternyata  Indonesia merupakan ranking satu penghasil manggis di dunia.

“Tadi Pa Bupati juga mengaku kaget karena baru mengetahui bahwa manggis Pangandaran jadi ranking satu di dunia,” ungkapnya.

Muchtaridi  juga menerangkan, saat ini Unpad akan melakukan kerjasama dengan Pemda Kabupaten Pangandaran untuk lebih mengoptimalisasi manggis ini baik menjadi makanan olahan atau pun bahan farmasi.

Dengan anggaran berupa hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muchtaridi menyebut, pihaknya akan membangun pusat pengolahan manggis yang berlokasi di Desa Parakanmagngu Kecamatan Parigi.

Ia menambahkan, isi buah manggis tersebut bisa diolah menjadi makanan seperti kripik, brownis dan olahan lainnya yang mempunyai nilai jual tambah.

“Sementara kulitnya akan dijadikan bahan obat herbal atau farmasi,” ujarnya.

Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D
Intinya, kata Muchtaridi, pengolahan ini disamping dapat membantu petani dalam pemasaran manggis terutama saat panen raya yang harganya bisa anjlok hingga 60 %, juga nantinya diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Sementara saat diminta komentarnya Kepala Dinas Pwrtanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan, S.Hut, MM mengatakan, selama ini memang manggis dari Pangandaran sudah menembus pasar ekspor.

Namun sayang, kata Yadi, karena dari para petani Pangandaran manggis tersebut dijual ke pengepul atau pasar di Kabupten Tasikmalaya, maka manggis yang selama diekspor  pun berganti label menjadi manggis Tasik. 

“Ini sudah lama terjadi, manggis yang dihasilkan para petani kita menjadi manggis Tasik,” kata Yadi.

Disoal kerjasama yang dilkakukan dengan Unpad ini, Yadi mengaku saat ini pihaknya sedang menjajagi serta  mengkaji hal ini, apakah ini bisa lebih menguntungkan atau malah sebaliknya.

Namun kata Yadi, dari hasil pertemeuannya dengan pihak Unpad di depan bupati, manggis yang bakan diolah ini merupakan jenis yang kualitasnya dibawah kualitas ekspor.

“jadi ekspor terus berjalan, sementara manggis yang tidak masuk kualitas ekspor itu yang akan diolah baik menjadi makanan olahan atau kulitnya yang akan dijadikan bahan obat herbal,” terang Yadi. (hiek)


Anggota DPD RI/MPR RI Amang Syafrudin Adaka Pertemuan Dengan Warga Tasik

“Beri Kewenangan Pada Rakyat Jangan Ambil Suaranya Saat Pemilu Saja”


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
– Dalam rangka menyerap aspirasi bersama partai politik dan elemen masyarakat, anggota DPD RI/MPR RI asal Jawa Barat K.H. Amang Syafrudin, Lc., M.M, mengadakan pertemuan bertemopat di  salah satu Rumah Makan di Kota Tasikmalaya.(16/10)

Dengan tema Penguatan Sistem  Demokrasi Indonesia, kegiatan ini juga diuhadiri M. Sohibul Iman Dewan Penasehat Yayasan Buah Hati, anggota DPRD Kota Tasikmalaya fraksi PKS H. Dede Muharam bersama Bacaleg Partai Keadilan Sejahtera.

Di depan tamu yang hadir K.H. Amang Syafrudin mengatakan, kegiatan ini penting bagi masyarakat untuk melakukan koordinasi dan penguatan demokrasi Indonesia, salah satunya penguatan demokrasi Pancasila.

Menurutnya, sekarang ini demokrasi sedang terguncang oleh kasus yang terjadi di Palestina, Ukraina dan yang terjadi di tanah air yaitu di Rempang. Jadi jika bicara demokrasi tentu menyangkut  pemerintah dan rakyat, salah satunya dengan memberi kewenangan kepada rakyat dan jangan diambil suaranya saat Pemilu saja. 

“Suara rakyat harus terus didengar, nah MPR RI sangat peduli dengan penguatan demokrasi terutama penguatan demokrasi Pancasila," ungkapnya.

Ia juga menawarkan sistim ketatanegaraan ke berbagai negara dengan sistim Pancasila. Karena Pancasila itu sistim hidup yang universal dan bisa diterapkan di mana saja. Artinya, dengan Pancasila semua bisa mempersatukan negara Indonesia yang majemuk, berbhineka luar biasa tentang keberagamannya agama, kultur, suku, budaya dan bahasa.

Bagian dari peradabna bangsa Indinesia, kata A mang, adalah demokrasi model Pancasila yang menghargai bahkan berpijak segala keputusan-keputusan berdemokrasi itu kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusian, persatuan, permusyawaratan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini ada nilai pendidikan bagi masyarakat khususnya warga Kota Tasikmalaya dari berbagai kalangan baik dari Ormas serta partai dari mana pun, dan itu bisa memahami arti dari demokrasi Pancasila,” tegasnya.(anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN