INI 3 CATATAN WAGUB JABAR SAAT BERKUNJUNG KE OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM -  Seperti dilansir sebuah media on line, dalam kunjungan kerjanya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ke obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, ia memberikan tiga catatan terkait evaluasi libur Lebaran di Pantai Pangandaran dan terkait Pangandaran saat ini ingin dijadikan salah satu wisata internasional di Jabar.

Kata Uu, Pangandaran memang dijadikan skala prioritas karena Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingin menjadikan Pangandaran ini menjadi tujuan wisata internasional, sehingga perlu disediakan sarana, prasarana dan infrastruktur sebagai penunjangnya.

“Evaluasi perlu dilakukan tepatnya saat Pangandaran diserbu wisatawan seperti saat libur Lebaran tahun sekarang, “ujar Uu, saat berada di Pangandaran.(07/05)

Uu mengatakan ada tiga hal utama yang akan dilaporkan pada gubernur untuk ditindaklanjuti, antara lain masalah ketersediaan lahan parkir, masalah sampah yang masih banyak berserakan dan akses arus balik para wisatawan masih terhambat.

Menurutnya ia masih melihat banyak kendaraan yang parkir sembarangan sehingga menjadi salah satu penyebab kemacetan, oleh karena itu Pemkab Pangandaran harus menyediakan tiga jalur alternatif sebagai akses keluar wisatawan dari Pantai Pangandaran. 

Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, kepada PNews saat ditemui di toll gate utama, ia mengakui masalah parkir dan kebersihan di kawasan wisata menjadi evaluasi yang harus diperbaiki.

Selain parkir, imbuh Kusdiana, kebersihan di obyek wisata pun harus menjadi perhatian bersama baik para pelaku usaha wisata (pedagang pantai) atau pun wisatawan itu sendiri, karena sampah yang berserakan di pantai kebanyakan bekas bungkus kemasan makanan ringan dan botol air mineral.

Disoal ketersediaan lahan parkir, Kusdiana mengatakan hingga saat ini pihaknya memang belum ada data estimasi prakiraan jumlah kendaraan yang masuk dan berapa ketersediaan lahan parker yang ada di obyek wisata Pangandaran.

“Khususnya saat libur lebaran dan tahun baru, karena kedua sesen itu terjadi lonjakan wisatawan, “ungkapnya. (PNews)   


PRIHATIN, TINGKAT KEPEDULIAN PADA KEBERSIHAN WISATAWAN YANG DATANG KE PANGANDARAN MASIH RENDAH

PANGANDARANNEWS.COM – Selain menambah pundi-pundi Penghasilan Asli Daerah (PAD) ternyata membludaknya wisatawan yang datang ke obyek wisata Pangandaran saat libur lebaran 1443 Hijriah  membuat persoalan tersendiri terkait kebersihan di seputar area wisata sehingga menggangu keasrian dan keindahan sebagian kawasan wisata.

Setiap hari saat libur Hari Raya ini, hampir sejak pukul 06.00 WIB wisatawan sudah tumplek di tepian pantai, bahkan tak wanya pengunjung para pedagang asongan turut penuhi kawasan pantai.

Salah seorang pengunjung asal Batutulis Bogor, Dani Herdiana (48) mengatakan, ia yang datang tadi malam jam 21.00 bersama keluarganya mengaku tidak kebagian penginapan sehingga ia pun memutuskan tidur di mobil.

Menurut Dani ia memilih libur saat weekend pertama karena diprediksi wisatawan sudah berkurang atau mulai kosong, namun ternyata malah masih ramai juga hanya di perjalanan saja yang lancar dan waktu tempuh perjalanan pun normal. 

Kepada PNews Dani mengatakan, ia sangat prihatin melihat kondisi pantai yang dipenuhi sampah plastik yang berserakan hampir di sepnajang pantai. 

"Saya kaget dan prihatin, ternyata masih banyak wisatawan yang masih abai kebersiahan dengan buang sampah sembarangan, ada popok bayi, botol plastik, bungkus kemasan makanan ringan dan lainnya berserakan hamper di sepnajang pantai, " ucapnya.

Dani sangat kecewa karena keindahan pantai Pangandaran yang sudah dikenal dimana-mana kini harus pudar karena ulah masyarakat yang abai pada kebersihan dan lingkungan. 

“Saya juga berharap agar Pemkab Pangandaran memperbanyak keberadaan tong sampah dan terus menerus mensosialisasi tentang kebersihan ini, khususnya di kawasan wisata, “imbuh Dani. (PNews)

 

WAGUB JAWA BARAT PANTAU KONDISI OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN SAAT LIBUR LEBARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum hari kemarin berkunjung ke Kabupaten Pangandaran untuk memantau langsung aktivitas wisata Pantai Pangandaran yang menjadi destinasi wisata saat libur Lebaran 1443 H serta memantaua terkait fokus kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta penerapan protokol kesehatan di objek wisata Pangandaran.(06/05) 

Kepada sejumlah awak media Uu mengatakan, kunjungannya ini dilakukan untuk memantau dan evaluasi dalam rangka menjadikan Pangandaran sebagai salah satu lokasi wisata berskala internasional di Jabar. Dan pada momentum libur Lebaran ini merupakan saat yang tepat untuk menilai progres yang sudah dilakukan, mengingat jumlah wisatawan saat ini mencapai 100.000 orang per harinya.

Seperti diketahui, kata Uu, obyek wisata Pangandaran ini dijadikan skala prioritas karena Gubernur Jawa Barat ingin Pangandaran ini menjadi wisata internasional.

“Oleh karena itu kami perlu menyediakan sarana, prasarana dan infrastruktur yang memang harus disediakan sarana penunjangnya,"ucapnya.

Uu menjelaskan, salah satu evaluasi yang akan ditindaklanjuti adalah saat banyak wisatawan yang datang, dari hasil pemantauan tersebut ia mencatat ada tiga hal utama yang akan dilaporkan untuk ditindaklanjuti, antara lain masalah ketersediaan lahan parkir, masalah sampah yang masih banyak berserakan dan akses jalan pulang para wisatawan yang masih terhambat.

Uu menambahkan kesadaran masyarakat terkait parkir ini masih minim, sehingga masih ditemukan mobil-mobil terparkir di tengah jalan sehingga membuat kemacetan. Banyak kendaraan yang parkir di tengah jalan yang terpaksa harus digeser, digotong, dan Itu merepotkan warga sehingga hal ini pun menjadi bahan evaluasi yang akan dilaporkan kepada Gubernur;

“Sementara untuk jalur balik, Pemda Kabupaten Pangandaran sudah menyiapkan tiga jalur alternatif untuk wisatawan pulang di libur Lebaran tahun ini, guna mengurangi kemacetan di jalur utama, “jelas Uu.

Permasalahan lainnya, masih kata Uu, akses jalan pulang yang selalu macet di perjalanan, sehingga perlu dipikirkan juga jalur alternatif untuk pulang, dan hal ini sudah dipersiapkan oleh Pemkab Pangandaran dan tinggal realisasinya.

Disoal penerapan prokes, Uu mengakui wisatawan lebih longgar prokes dibandingkan tahun sebelumnya sehingga ia pun mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah untuk menjaga prokes, meskipun sedang berada di lokasi wisata.

Uu juga mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Jabar sudah mendekati nol, tempat-tempat isolasi Covid-19 pun sudah mulai kosong. Oleh karena itu ia optimistis pandemi Covid-19 di Jabar akan segera berakhir. (TnT)


MASIH DALAM SUASANA LEBARAN, 3 PUNGGAWA PERSIB RAMAIKAN STADION CIKUPA DI AJANG PERTANDINGAN PERSAHABATAN MELAWAN RALIS SELETION

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Beberapa pemain andalan Tim Persib Jawa Barat, seperti Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani menjadi ikon tak terlupakan bagi warga Tasikmalaya Selatan (Tasela) saat hadir di ajang pertandingan antara Persib VS Ralis Selection yang digelar di stadion Cikaret Desa Cikupa.(06/05)

Tampak hadir dalam laga tersebut, Andi Ralis Promotor kegiatan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKB H. Oleh Soleh, S.H, Ketua Panitia penyelenggara Serka Mamat R, Danramil 1215/karangnunggal Kapten  Caz Dadan Kusnadi, Ketua Karang Taruna Wibawa Mukti, serta para tokoh dan sesepuh dilingkungan wilayah Cikaret.

Masyarakat Tasela pun sangat antusias untuk menyaksikan langsung pertandingan langka ini sehingga tampak terlihat ribuan penonton punmembludak memenuhi setiap sudut lapang sepak bola Cikaret, tak lupa beberapa bobotoh seperti Viking Karangnunggal, Viking Tasela, Bobotoh serta Bonek pun turut serta meramaikan kehadiran Abdul Azis Cs, sambil merayakan hari raya idul Fitri 1443H. 

Pertandingan Persib VS Ralis Selection ini dimotori pengusaha muda,m Aa Ralis (Andi Ralis) ini betul - betul mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Tasela, pertandingan pun berjalan lancar dan aman, juga panitia yang di bantu Karang Taruna Wibawa Mukti Desa Cikupa, kerjasama pihak aparat, Pemdes Cikupa, terlaksana sukses tanpa ekses.

Dalam sambutannya sebelum laga digelar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKB H. Oleh Soleh, S.H menjadi sponsor dalam pertandingan tersebut menyampaikan terimakasihn kepada 3 punggawa Persib Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani yang telah menyempatkan hadir di laga persahabatan ini.

“Masih dalam suasana hari lebaran, kita bisa bersiraturahmi sambil menyaksikan pemain idola kita, idola masyarakat Jawa Barat, “ucap Oleh.

Even ini juga kata Oleh merupakan ajang pencarian atau seleksi pesepak bola junior di Tasela khususnya, agar pemain yang ada di daerah bisa lebih termotivasi dengan kehadiran para seniornya.

Ucapan yang sama disampaikan Ketua Panitia Serka Mamat Ruhimat, kepada PNews ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Tasela, khususnya masyarakat Desa cikupa yang sudah begitu antusias menyaksikan secara langsung pertandingan persahabatan ini.

Inysa Allah kedepanya kami bercita - cita menggelar pertandingan yang lebih meriah lagi dan berharap bisa menghadirkan lebih banyak lagi pemain Persib, “kata Mamat. 

Mamat juga tak lupa berterimakasih kepada Andi Ralis yang sudah mempromotori pertandingan ini, Karang Taruna Wibawa Mukti, Polsek Karangnunggal, jajaran Koramil 1215/Karangnunggal dan semua pihak yang telah mendukung acara ini sehingga terlaksana dengan lancar, aman dan kondusif.

Di tempat terpisah saat diwawancara PNews usai pertandingan, 3 punggawa Persib Abdul Azis, Zalnando dan Erwin Ramdani mengatakan hal yang sama, pihaknya senang bisa bermain di Karangnunggal, khususnya stadion sepak bola Cikaret ini dan bermain dengan pemain-pemain Ralis Selection meski timnya kalah 2-1.

Menurut Abdul Azis, ia pun sangat senang bisa hadir dan bermain di tengah-tengah warga Tasela, karena ini merupakan pengalaman yang luar biasa, apalagi sambutan dari para Bobotoh, Viking dan warga seluruhnya yang hadir menyaksikan pertandingan.

“Jelas ini membuat kami termotivasi untuk menunjukan bahwa kami betul menjadi tim dan pemain kebanggaan warga Jawa Barat dan khususnya warga Tasela, “ungkap Azis Cs. (ANWARWALUYO)


HARI KEDUA LEBARAN 1443H PANTAI CIPATUJAH TASIK PADAT DIKUNJUNGI WISATAWAN


pangandarannews.com /tasiknews - Memasuki hari kedua Liburan Hari Raya Idul Fitri 1443 H Pantai Sindangkerta Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya diserbu pengunjung yang datang dari beberapa kota seputar Tasikmalaya.

Kedatangan pengunjung ke objek wisata pantai Sindangkerta memang selalu terjadi pada setiap momen libur lebaran, namun untuk keramaian kali ini diindikasikan lebih tinggi karena selain adanya kebebasan pengunjung sekaligus memanfaatkan momen setelah Lebih 2 tahun di berlakukan  pengaturan dan pembatasan pengunjung karena pandemi covid 19 terutama saat libur hari raya.

Bukan hanya Pantai Sindangkerta, sejumlah objek wisata lainnya di selatan  Tasikmalaya juga di padati pengunjung.

Salah seorang pengunjung asal Bandung jang Ujang (36) menyampaikan, ia datang bersama keluarga besarnya untuk menikmati kesempatan berlibur di momen hari raya idul fitri tahun ini setelah tidak mudik ke kampung halaman selama 2 tahun dari tempatnya merantau di Kota Bandung.

Ujang mengatakan, walaupun hanya sekedar mengajak keluarga besar makan bersama dan mengajak sambil bakar ikan namun pantai Sindangkerta menjadi tujuan utama keluarganya.

"Selain indah liburan kesini tidak usah merogoh biaya besar, " ucapnya.(03/05).

Menurutnya ia merasa bersukur
setelah 2 liburan lebaran tidak bisa berkumpul bersama keluarga besar di hari raya, pada lebaran tahun ini kembali bisa merasakan kehangatan berkumpul dengan keluarga dan sahabat.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala desa Cipatujah H Acep, mengatakan ia sangat bahagia karena pantai Cipatujah  ramai lagi.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Cipatujah, kata Acep tentu akan sangat membantu perekonomian masyarakat.

"Alhamdulillah ini berkah Hari raya idul Fitri masyarakat Cipatujah kembali bisa mengais rezeki dari sektor pariwisata, "ujar  Acep.

Ia berpesan selama liburan lebaran ini agar pedagang dan pengunjung bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai, karena menjaga kebersihan merupakan tanggungjawab bersama.

"Kebersihan juga selain indah dilihat juga bisa menimbulkan rasa nyaman baik bagi pengunjung atau masyarakat, "imbuhnya. (udirustandi-suherman)

BANYAKNYA PEZIARAH KE TPU CINEHEL TASIK BAWA BERKAH BAGI PARA PENJUAL BUNGA


pangandarannews/tasiknews
- Sudah menjadi tradisi setiap Hari Raya Idul Fitri masyarakat Taman Pemakaman Umum (TPU) Cinehel di Kelurah Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, selalu dipenuhi warga Kota Tasikmalaya yang akan berziarah ke makam keluarganya. Dan momen ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bunga dan makanan kecil di sekitar lokasi TPU.

Sejak pagi hari para pedagang musiman ini ramai dikunjungi para warga yang berziarah, terutama aneka jenis bunga yang akan ditaburkan di makam keluarganya masing-masing.

 Salah satu penjual bunga, Eni (38) mengatakan, banyaknya peziarah yang datang di momen lebaran yang terjadi satu tahun sekali merupakan berkah bagi dirinya, karena dari hasil penjualan bunga ini bisa menambah penghasilan keluarga.

"Alhamdulillah pak hari ini banyak penziarah kubur yang datang kesini dan tentu banyak pula rezeki buat Kami, "ungkap Eni sambil menata beberapa jenis bunga dagangannya.(02/05)

Eni juga mengaku tradisi nyekar atau ziarah kubur ini sudah memberikan pengharapan bagi dirinya dan belasan penjual bunga lainnya untuk, dan mudah-mudahan menjadi berkah.

Hal senada disampaikan salah seorang tukang bakso dan penjual air mineral, lebaran tahun ini, tentu ia pun senang karena dagangan mereka laris dibeli penziarah.

Ia mengatakan lebaran saat ini cukup ramai karena tahun ini warga boleh berziarah setelah 2 tahun ke belakang tidak boleh karena pandemi covid-19.

"Ya lumayanlah..hasil keuntungan ini bisa untuk menambah kebutuhan sehari-hari bagi keluarga saya, "ucapnya.

Dari pantauan Pangadaran News  di lokasi, momentum ziarah kubur saat Lebaran tidak hanya dimanfaatkan oleh para pedagang bunga, penjaga parkir dadakan juga banyak bermunculan menawarkan jasa mengatur dan menjaga kendaraan para penziarah.

Tak hanya pedagang bunga dan petugas parkir dadakan, ramainya TPU Cinehel ini menjadi berkah tersendiri bagi 

petugas kebersihan tukang sapu di area pemakaman, walau mereka mendapat bayaran seikhlasnya namun menurutnya ia mengaku senang karena mendapat penghasilan tambahan di hari raya lebaran ini. 

"Alhamdulillah kami bisa mendapt rejeki tambahan pada momen lebaran ini, " katanya. (anwarwaluyo)


 



 

BERHARAP PAHALA, PEMDES CIMANUK SANTUNI YATIM PIATU


pangandarannews.com/tasiknews - Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh berkah ini dimanfaatkan oleh segenap umat muslim yang ada di pemdes Cimanuk  kec Cikalong kab Tasikmalaya.memberikan. Santunan anak  yatim  beramal..Berbagai cara kebaikan yang di lakukan dan salah satunya adalah berbagi dan menyisihkan sedikit harta benda untuk di berikan kepada 100 anak yatim .

Seperti disampaikan Kepala Desa Cimanuk, Anharudin, pihaknya berharap setidak bantuan tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban apalagi di masa masa seperti saat ini.

"walau jumlah yang diberikan tidak lah begitu besar tapi mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, "ungkapnya.(29/04)

Anharudin mengatakan, berbagi pada anak anak yatim tidak akan mengurangi Rizki kita tapi malah sebaliknya asal kita berbagi dengan iklas.

"Mari sisihkan rejeki kita untuk memuliakan anak yatim, "imbuhnya. (anwarwaluyo)

BUPATI PANGANDARAN KUNJUNGI KELUARGA KORBAN KECELAKAAN MOGE YANG TERJADI BEBERAPA WAKTU LALU

PANGANDARANNEWS.COM - Kisah pilu yang terjadi beberapa bulan lalu yang menewaskan 2 anak kembar Hasan dan Husen pada kejadian tertabrak Motor Gede Harley Davidson, kini mendapat perhatian pemerintah.

Bupati Kabupaten Pangandaran H jeje Wiradinata sengaja datang untuk mengunjungi rumah milik Emon-Empon, orangtua korban di Dusun Kedungpalungpung Desa ciganjeng Kecamatan Padaherang.(229/04) 

Kedatangan orang nomer satu di Kabupaten Pangandaran ini, tentu membuat kesedihan orangtua korban pun sedikit terobati karena ternyata Pemkab Pangandaran sudah memberi perhatian.

Kepada keluarga korban, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, ia sengaja datang  untuk silaturahmi serta memastikan pembangunan rumah madrasah tempat mengaji almarhum Hasan-Husen 

sudah selesai proses pembangunannya.

“Saya berdoa’ mudah-mudahan almarhum Hasan-Husen mendapat tempat di sisiNya dan keluarga korban yang ditinggalkan mendapat ketabahan, “ungkap Jeje.

Tak hanya itu, Jeje pun berjajnji akan menyiapkan sejumlah bantuan seperti tempat tidur  dan televisi untuk keluarga korban. 

Usai berjunjung ke rumah korban, bupati pun berkesempatan menyapa serta memberi sedikit rejekinya kepada warga yang kebetulan hadir di rumah korban.

Sementara saat dijumpa PNews, orangtua almarhum Hasan-Husen menyampaikan perasaan terpukulnya jika mengingat kedua anak kembarnya kini telah pergi untuk selamanya menghadap sang Khalik.

“Terlebih sekarang saat menghadapi lebaran, saya sangat sedih sekali jika membayangkan wajah anak kami, “ungkapnya. (TnT)


BERLAKU MULAI TANGGAL 1 MEI 2022, PEMKAB PANGANDARAN NAIKAN HARGA TIKET PARIWISATA

PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat ini terus menggenjot Penghasilan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor retribusi. setelah sebelumnya dibentuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), untuk lebih mengoptimalkan PAD tersebut kini memlalui Peraturan Bupati (Perbup) nomer 38 tahun 2022 tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Pemkab Pangandaran menaikan harga tiket masuk wisata ke lokasi-lokasi wisata yang ada di Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, berasarkan Peraturan Daerah yang mengatur tiket masuk wisata, maka sebagai petunjuk pelaksana yang mengatur secara detail di Peraturan Bupati (Perbup), paling tidak selama 3 tahun harus ada perubahan nilai.

Namun kata Jeje ia merasa malu saat beberapa tahun lalu akan menaikan harga tiket tersebut, pasalnya kondisi pantai atau lokasi wisata saat itu masih terkesan kumuh dan belum tertata seperti sekarang.

“Tapi saya yakin dengan harga tiket yang naik ini, Pangandaran masih relatif murah dibanding destinasi wisata lain yang ada di Jawa Barat, “kata Jeje, pada acara buka puasa bersama dengan awak media di rumah makan Mina Family di kawasan pantai Pamugaran.(28/04)

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Tonton menambahkan, Perbup 38 tahun 2022 ini sudah melewati beberapa kajian serta pemberitahuan kepada 37 stakeholder di bidang pariwisata.

Diakui Tonton, dalam prosesnya ini memang ada pro-kontra serta dinamika dari beberapa stakeholder, dan kenaikan sekitar 60-80 % ini berlaku hanya untuk retribusi wisata saja tidak dengan retribusi sampah dan parkir.

Pada Perbup nomer 38 tahun 2022 ini juga terang Tonton diterangkan klasipikasi obyek wisata, ada kelas I pantai Pangandaran, Pantai Karapyak, Green Canyon dan Obyek wisata Pantai Batukaras. 

“Sedangkan untuk obyek wisata pantai Batuhiu masuk obyek wsiata kelas II, “terang Tonton.

Ini perbandingan harga tiket sebelum dan sesudah kenaikan sebelum ditambah retribusi sampah, parkir dan asuransi, 

Perbup nomer 3 tahun 2016 (Sebelum kenaikan)


Perbup nomer 38 tahun 2022 (setelah kenaikan)
#PNews


WAKIL BUPATI PANGANDARAN HADIRI RAKERDA I KNPI KABUPATEN PANGANDARAN

Ujang Endin Indrawan:”Pemuda Tidak Boleh Hanya Menerima Tapi Harus Berani Bersuara Lantang Sampaikan Kritikan” 

PANGANDARANNEWS.COM Jika bicara soal idealism, spirit, semangat dan disiplin, ini menjadi penting, karena optimisme dan rasa percaya diri pada masa depan bangsa ditentukan oleh para pemuda.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan saat menghadiri undangan Rakerda I KNPI Kabupaten Pangadaran Tahun 2022, bertempat di Krishna Beach Hotel, (27/04) 

Dalam rakerda yang mengusung “Upaya Menuju Kiprah nyata Dalam Pembangunan Kualitas Pemuda Yang Maju Menuju Pangandaran Juara” Ujang Endin pun mengatakan, pemuda harus punya idealisme karena memang program itu berjalan tentang idealisme, artinya apa yang harus dilakukan pemuda serta apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. 

“Pemuda tidak boleh hanya menerima saja tapi harus berani mengeluarkan pendapat, bersuara lantang menyampaikan kritik serta memberikan masukan-masukan terhadap siapapun termasuk terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, ”tegas wabup.

Dalam Rakerda DPD KNPI I Kabupaten Pangandaran ini juga dibahas terkait Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)  AD/ART yang wajib dilaksanakan dalam satu periode.

Sementara Ketua Pelaksana, Dudung dalam sambutannya menyampaikan, dengan Rakerda ini para pemuda khususnya pengurus DPD KNPI bisa menyusun program-program kerja untuk tiga tahun yang akan datang.

“Dalam rakerda ini juga dibahas bagaimana pemuda di Kabupaten Pangandaran bisa lebih kondusif lagi,  khususnya wakil ketua dan para ketua OKP untuk bisa memberikan gagasan dan inovasi guna bagaimana pemuda pangandaran lebih kondusif lagi.”kata Dudung.

Selain dihadiri wakil bupati, Rakerda I KNPI Kabupaten Pangandaran Tahun 2022 turut dihadiri Ketua DPD KNPI Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf Ahmad, Kepala Badan Keuangan Hendar Suhendar, perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pangandaran Rohimat Resdiana dan seluruh pengurusa, Ketua OKP dan perwakilan dari Polres Pangandaran. #PNews


Akibat DAU dan Bankeu Provinsi Alami Penurunan, Pemkab Pangandaran Alihkan APBD Untuk Penanganan Pandemi

PANGANDARANNEWS.COM - Pendapatan Transfer yang bersumber dari DAU dan Bantuan Keuangan Provinsi Mengalami Penurunan, dan disisi lain APBD pun masih difokuskan untuk menangani pandemi covid-19. Hal ini tentu berimbas pada pemetaan anggaran yang mau-tidak-mau harus digeser atau dialihkan dalam rangka percepatan penanganan pandemi serta mendukung pemulihan perekonomian nasional.

Demikian disamp[aikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat mengikuti rapat paripurna DPRD pada acara penyampaian rekomendasi DPRD Kabupaten Pangandaran terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pangandaran tahun anggaran 2021, bertempat di gedung paripurna DPRD.(25/04) 

“Dan penurunan ini tentu menimbulkan konsekuensi terhadap penyelenggaraan pemerintahan,  salah satunya terhadap realisasi atau pelaksanaan program kerja, “ucap Jeje. 

Namun walau pun demikian, Jeje tetap mengapresiasi dan berterimakasih serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pimpinan dan anggota DPRD, khususnya kepada Pansus LKPJ yang telah mencurahkan tenaga, waktu dan pikirannya untuk membahas dokumen LKPJ secara seksama, penuh ketelitian dan kecermatan, sehingga pada hari ini dapat menyampaikan rekomendasinya kepada pemerintah daerah.

LKPJ ini menurut Jeje merupakan bagian dari tanggungjawab bersama dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan mampu menjawab segala tuntutan secara cepat, dan efisien sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga dalam upaya memupuk semangat tersebut, pemerintah daerah senantiasa berupaya untuk menyajikan dokumen LKPJ secara terperinci, informatif, jelas dan sesuai dengan sistematika yang diamanatkan dalam permendagri nomor 18 tahun 2020.

Dan berkaitan dengan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ tahun anggaran 2021, Jeje menyampaikan antara lain, berkaitan dengan optimalisasi capaian target PAD sebagaimana dimaklumi bersama, karena adanya pandemi covid-19 telah mengakibatkan penurunan pendapatan daerah sejak dua tahun ke belakang. Namun demikian berkat usaha bersama yang tidak kenal lelah, seiring membaiknya pandemi covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai menunjukan peningkatan terutama dari sektor retribusi daerah.

Jeje optimis, tahun ini dan tahun mendatang seiring dengan melandainya wabah covid-19, kami telah dan akan menyiapkan berbagai strategi serta kebijakan untuk meningkatkan PAD agar sampai pada titik optimalnya, termasuk dengan dibentuknya badan pendapatan daerah Bapenda.

“Pembentukan Bapenda ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mengoptimalkan pendapatan daerah melalui perangkat daerah yang khusus bertugas meningkatkan pendapatan asli daerah," kata Jeje.

Selanjutnya, berkaitan dengan adanya perbedaan data antara yang tercantum di dalam dokumen LKPJ dan data dari perangkat daerah, Jeje menyampaikan penyusunan dokumen LKPJ ini telah melalui tahapan verifikasi yang berjenjang, sehingga sudah dilakukan harmonisasi dan sinkronisasi dari perangkat daerah terkait. Namun demikian apabila masih terdapat hal-hal yang kurang sesuai, maka hal tersebut dikarenakan belum dilakukannya audit (unaudit) oleh BPK RI.

Dan terkait honor-honor yang belum dibayarkan, Jeje menyebut itu merupakan bagian dari kewajiban pemda untuk menyelesaikannya, tentunya dengan memperhitungkan kemampuan keuangan daerah dan arus kas. 

Dan terkait poin-poin rekomendasi, imbuhnya, ia juga menerima masukan ini sebagai upaya untuk perbaikan kedepan dan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan segala kebijakan. 

Jeje meyakini rekomendasi ini merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat terhadap penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjalankan fungsi checks and balances agar terpeliharanya keseimbangan dalam kehidupan demokrasi di Kabupaten Pangandaran. 

"Sekali lagi saya mengapresiasi dan berterimakasih serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya hingga tercapainya kemajuan-kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pangandaran, pungkasnya. #PNews







APDESI PANGANDAAN DATANGI DPRD BAHAS PERDA NOMER 11 TAHUN 2018


PANGANDARANNEWS.COM- Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran untuk memberikan masukan terkait Naskah Akademik perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Badan Permusywaratan Desa (BPD).

Seperti disampaikan Ketua APDESI Kabupaten Pangandaran Sugiono,S.H, ada tiga pasal penting dalam draft naskah akademik tersebut,  pertama pasal 21 yang mengatur staf kesekretariatan BPD, kedua pasal 75 terkait dengan besaran tunjangan BPD, ketiga pasal 31 terkait hubungan kerja BPD dengan pemerintah desa.

"Yang paling krusial itu pasal mengenai tunjangan BPD," ungkapnya. 

Kedatangan APDESI Kabupaten Pangandaran menurut Sugiono  bukan untuk menentang aspirasi dari BPD tersebut, namun untuk mempersoalkan perubahan pasal, karena pada akhirnya ketika tidak dirubah pun itu kan klausulnya minimalnya 50 persen dari Siltap kepala desa, artinya tanpa merubah pasal pun menaikan tunjangan BPD bisa-bisa saja.

"Tetapi kalau ini tetap tidak dirubah menjadi 75 persen, maka akan sangat memberatkan karena sumbernya dari keuangan desa," jelasnya.

menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin.H.M.M mengatakan, terkait tunjangan BPD yang sudah ditetapkan didalam peraturan daerah terdahulu namun karena ada usulan dan lain sebagainya, maka DPRD mencoba membuat formulasi baru, ini juga baru rencana.

Menurutnya, dasar dari perubahan itu bukan hanya terkait dengan keinginan menaikan hak keuangan BPD tapi ada beberapa hal seperti adanya perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 43 menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 11 yang berpengaruh terhadap perubahan Perda ini.

"Tunjangan yang diberikan didalam PP 11 RT RW tidak termasuk diangka yang 30 persen tetapi di angka 70 persen, maka ini ada ruang," ungkap Asep.

Menurut Asep perubahan Perda tersebut pada prinsipnya adalah bagaimana penguatan kelembagaan desa, maka perlu adanya sekretariat BPD.

Asep menambahkan apa yang disampaikan oleh APDESI Kabupaten Pangandaran merupakan saran masukan bagi DPRD dalam finalisasi perubahan Perda tentang BPD.

"Pada prinsip keuangan BPD ini juga ditentukan oleh kemampuan keuangan daerah melalui peraturan bupati, "ucap Asep. #PNews

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN