PSSI TASIK DORONG KAPOLRES TASIKMALAYA MASUK JADI PENGURUS PSSI JABAR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Jelang pemilihan bulan nopember mendatang bursa Calon Ketua Umum ASPROV PSSI Jawa Barat mulai ramai diperbincangkan, Tommy Apriantono masih jadi calon kandidat terkuat ia digadang-gadang mendapat dukungan dari 46 anggota PSSI Jabar dari total 70 Voter. 

Sementara Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya Juandi mengatakan, PSSI Tasik masih mengusung Pak Tommy sebagai Calon ketua untuk kedua kalinya.

Juadi mengatakan, sejumlah nama juga didorong menjadi calon Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat, salah satunya nama Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK MM CPHR juga muncul sebagai salah satu calon yang mendapat dukungan, bahkan mendapat dukungan lebih dari 46 voter untuk masuk kepengurusan PSSI Jawa Barat.

"PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga dorong Pak Kapolres Tasikmalaya yang juga Ketua Dewan Kehormatan PSSI Kabupaten Tasikmalaya sebagai Calon Anggota Exco, "ungkap Juandi.(15/9)

Selain dianggap mumpuni, jelas Juandi, Kapolres Tasikmalaya juga sudah terbukti mampu menghidupkan Persepakbolaan di Kabupaten Tasikmalaya walau tengah Pandemi.

Menurut Juandi, Kapolres sangat peduli atas kemajuan sepakbola Kabupaten Tasikmalaya dan konsen dalam pembinaan bibit pemain bola, salah satnya Kapolres selalu menyempatkan diri melihat para atlit sepakbola Tasik berlatih.

“Dan kami sangat mengpresiasi apa yang Pak Kapolrs lakukan untuk persepakbolaan Tasik, mudah mudahan persepakbolaan Priangan timur makin maju,"Tambah Juandi.

Selain Kapolres, imbuh Juandi direktur Utama PT LIGA Indonesia Ahmad Hadian Lukita, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat Herman SPd dan Sekretaris Tim PS Tira-Persikabo 1973 Rini Chandra juga didukung menjadi Calon Exco. Antusias banyak yang mendorong Kapolres Tasik dan tiga orang lainya untuk masuk pengurus Exco Asprov PSSI Jabar.

“Dari kota-kabupaten di Jabar lainnya seperti seperti Depok, Bogor, Karawang, wilayah Pantura dan Priangan Timur juga  mempunyai inisiatif bagaimana kalau PSSI Tasikmalaya mendorong nama Rimsyah, “jelas Juandi lagi.

Sementara Calon Exco Asprov PSSI Jabar Rimsyahtono berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga bisa masuk kandidat kepengurusan PSSI Jabar,  ia memastikan semua dukungan ini untuk kemjuan sepakbola di Jawa barat Khusus Tasikmalaya.

"Intinya kami ingin memajukan sepak bola di Priangan Timur dan Jawa Barat, dan atas  dukungan pencalonan ini semata demi kemajuan dunia sepak bola yang lebih baik dan berprestasi," ucapnya. (ANWARWALUYO)










JEMBATAN CINYEPET AMBRUK, JALUR PENGHUBUNGKAN DESA SARIMANGGU KE DESA KARANGMEKAR KARANGNUNGGAL PUTUS TOTAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Akibat terkikisnyaderasnya air sungai, jembatan Cinyepet di Kampung Rancapari Dusun Rancasengit Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya ambruk. (14/9)

Ambruknya jembatan yang selama ini menjadi sarana transportasi warga yang menghubungkan Desa Sarimanggu ke Desa Karangmekar tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.

Mendapati adanya kejadian tersebut Pemdes dibantu Ketua  BPD Eli Romli Spd MPd, Babinsa, bhabinkamtibmas, Polsek Karangnunggal, perangkat desa dan Ketua RW/RT, langsung meninjau lokasi melihat langsung lokasi ambruknya jembatan tersebut. 

Usai melakukan pengecekan, Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana S.Ip membenarkan robohnya jembatan Cinyepet ini  karena kondisi pondasi penyangganya di sebelah kiri dan kanan habis terkikis arus air yang deras sungai Ciharus yang meluap akibat hujan deras pada hari minggu dan hari Senin tanggal 12 dan 13 September 2021 kemarin.

“Akibatnya jalan penghubung Desa Sarimanggu dengan Desa Karangmekar terputus total

Dijelaskan Indra,  dengan robohnya jembatan tersebut membuat akses dari kedua arah menjadi terputus tidak bisa dilalui kendaraan baik kendaraan roda dua atau pun empat  bahkan untuk penyebrangan orang pun cukup membahayakan.

Indra mengatakan fungsi jembatan tersebut cukup penting sehingga robohnya jembatan tersebut mengakibatkan terhambatnya akses perekonomian warga Desa Sarimanggu khususnya menuju Pasar Rancabakung, Desa Karangmekar dan ke pusat ibukota kecamatan Karangnunggal .

Untuk sementara masih kata Indra kendaraan warga yang akan menuju ke Desa Karangmekar harus menempuh jalan melawati Kampung Cimanggu, Rancagobang dan Kampung Santrijaya.

“Sementara untuk mengamankan lokasi, kami dibantu warga telah menutup akses jalan menggunakan palang dari bambu agar memberi tanda pada pengguna jalan,”ucapnya. (ANWARWALUYO)


KETUA DPRD PANGANDARAN JANJI BERIKAN REWARD PADA DESA DENGAN CAPAIAN VAKSINASI TERTINGGI

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran telah  menyiapkan 10 hadiah yang akan diberikan kepada desa  yang capaian vaksinasinya tinggi.

Seperti disampiakan Ketua DPRD Kab  Pangandaran Asep Noordin H. MM, pemberian reward ini merupakan bentuk dukungan DPRD  kepada pemerintah daerah mensukseskan program vaksinasi Covid-19. 

"Ini sebagai bentuk dukungan kami dari DPRD kepada pemerintah daerah yang tengah gencar melaksanakan vaksinasi," ujar Asep, Selasa, 14 September 2021.

“Ada 10 televisi untuk diberikan kepada desa di tiap kecamatan yang capaian vaksinasinya tertinggi, “kata Asep.(14/9)

Asep menjelaskan, nantinya DPRD akan melakukan koordinasi dengan kecamatan untuk menentukan desa mana saja yang capaian presentase vaksinasinya tinggi yang mendapat televisi. Untuk dipasang di pos ronda.

“Program vaksinasi ini menjadi salah satu upaya untuk mengatasi virus covid-19,  dan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah daerah, TNI dan Polri saja, melainkan tanggungjawab kita  bersama, “ungkap Asep.

Asep menagajak pada seluruh masyarakat untuk ikut mensukseskan program vaksinasi agar segera terbangun herd imunity sehingga perekonomian pun bisa bangkit kembali.

“Dan sebagai ketua saya juga selalu mengingatkan kepada seluruh anggota DPRD untuk terus mensosialisasikan dan mengedukasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi  kepada masyarakat,"pungkasnya. (Pnews)



BUPATI PANGANDARAN:” JIKA SAMPAI HARI INI CAPAIAN VAKSINASI PELAKU USAHA DIBAWAH 90 PERSEN, WISATA AKAN DITUTUP LAGI”

PANGANDARANNEWS.COM – Kabupaten Pangandaran sudah mendapatkan dua kali atensi  dari pemerintah pusat, yang pertama saat uji coba dan pembukaan objek wisata Pangandaran, dan  persoalanya terkait kepadatan wisata sebenarnya kerumunan itu terkonsentrasi hanya di pantai barat Pangandaran saja dan masalah tersebut bisa disiasati dengan melakukan penutupan ke akses pantai barat pada waktu tertentu.

Demikian dsampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada media di aula kantor bupati di Parigi. (14/9).

Menurutnya, Objek Wisata (OW) yang ada di Kabupaten Pangandaran satu saat bisa saja ditutup kembali jika pelaku usaha wisata yang melaksanakan vaksinasi berada dibawah 90 persen.

Tidak hanya itu, kata bupati, terkait protokol kesehatan, seperti memakai masker dan lainnya akan diberlakukan dengan ketat, dan nantinya setiap 200 meter akan disimpan petugas untuk memberi peringatan baik kepada wisatawan  atau pedagang agar memakai masker.

Jeje mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan menutup kembali objek wisata jika sampai hari Kamis tanggal 16 september pelaku usaha wisata tidak melakukan vaksinasi dan angkanya masih dibawah 90 persen serta tidak memakai masker, maka hari Jumat, Sabtu wisata akan ditutup. Dan untuk hal ini pihaknya memberi waktu dua minggu minimal 50 persen untuk dosis pertama karena jika tercapai bisa naik lagi ke level 3 dan saat ini Pangandaran berada di level 2. 

 “Pemkab Pangandaran dan pelaku usaha wisata kan pernah membuat komitmen, jika tidak patuh prokes maka wisata akan ditutup lagi, “tegas Jeje.

Sejauh ini, kata Jeje vaksinasi di Kabupaten Pangandaran baru sampai 37,5 persen padahal untuk mencapai level 1 harus 70 persen, padahal dulunya ada enam assessment sekarang indikatornya tambah satu, yaitu jumlah vaksinasi. (PNews)


KAPOLRES TASIKMALAYA KOTA CEK PERLENGKAPAN SAR DAN TINJAU LATIHAN TERBATAS SAT SAMAPTA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Untuk antisipasi datangnya musim hujan yang terkadang disertai cuaca ekstrim hingga bisa mengakibatkan terjadinya bencana alam di beberapa daerah, Polres Tasikmalaya Kota melaksanakan pengecekan semua Perlengkapan SAR (Search and Rescue) dan Latihan Terbatas Personil Sat Samapta.(14/9) 

Seperti disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si,  pmeriksa semua peralatan ini untuk antisipasi bencana alam seperti banjir, pohon tumbang dan longsor karena saat  ini sudah memasuki musim penghujan sehingga perlu ditingkatkan kesiapsiagaan.

“Negara harus hadir ditengah masyarakat, sekalipun di tengah bencana, “kata Kapolres saat  menyaksikan Latihan Terbatas Personil Sat Samapta.

Kapolres berpesan agar tim selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan TNI dalam menanggulangi bencana alamserta selalu melakukan menghimbau kepada masyarakat agar tetap  waspada menghadapi musim hujan ini. 

“25 Personil SAR Sat Samapta Polres Tasikmalaya Kota siap siaga apabila sewaktu waktu dibutuhkan sebagaimana tugas Polri untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, “ujar Kapolres kepada sejumlah wartawan.

Sementara Kasat Samapta  AKP Yusuf Ruhiman, S.I.P., SH., MH. didampingi Kaur Bin Ops Iptu H. Iqsan. Menambahkan pelatihan terbatas ini dilakukan agar anggota saat terjun ke lapangan langsung siap bekerja dengan alat yang siap pakai.

"Semua peralatan seperti tenda, genset, chainsaw, perahu karet, rompi keselamatan dan alat Operasional sudah dicek,  semua sudah ready, “ucap Kasat Samapta yang akrab dipanggil Mang Ucup. (ANWARWALUYO)


TNI-POLRI BERSINERGIS SUKSESKAN VAKSINASI KODAM 3 SILIWANGI DI CIPATUJAH TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di Lingkungan Mess Pemda Sindangkerta Kecamatan Cipatujah, kemarin digelar “Serbuan Vaksin” untuk para Perangkat Desa dan warga masyarakat umum Kecamatan Cipatujah yang diselenggarakan Kodam 3 Siliwangi bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Cipatujah, APDESI, Kepala  tim gugus Covid 19 Karangnunggal, RT Siaga. Kegatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan penanganan Covid 19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju. (13/9)

Turut hadir alam kegiatan tersebut, Danramil 1225/Cipatujah Kapt. Inf. Muhamad Saleh, Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi,SH,  Ps. KA SPKT 3 Aiptu Yanto Suhaedi,Ps.Kanit Intelkam Bripka Gustia Gumilar ,Ba Polsek Cipatujah Bripka Ari Aryandi ,Ka UPTD Puskesmas Cipatujah Tarman,SKM.,M.Si, Camat Cipatujah Darja,S.Ip., para medis dan warga masyarakat peserta vaksinasi.

Dalam pelaksanaan “Serbuan Vaksin” tim Vasksinasi dari Nakes Kodam 3 Siliwangi beserta 8 medis lainya dengan sasaran warga masyarakat Kecamatan  Karangnunggal dengan jumlah yang hadir 777 orang, sedang stok vaksin yang disediakan Kodam III Siliwangi berjumlah 1200 vaksin.

Menurut Kapolsek Cipatujah, IPDA Yadin Aryadin,SH., polsek, Koramil dan pemerintah Kecamatan Cipatujah betugas untuk membantu mulai dari persiapan, pengamanan dan turut mensukseskan kegiatan ini dengan memberikan himbauan kepada masyarakat, para kepada para kepala desa serta perangkatnya.

“Dan kami ucapkan terimaksih karena semuanya  sangat antusias mengikuti kegatan ini, danyang pasti TNI dan Polri selalu bersinergi untuk mensukseskan program vaksinasi ini, “ kata Kapolsek. (ANWARWALUYO)


CIPTAKAN MURID JUARA, PEMKAB PANGANDARAN TERAPKAN DIGITALISASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mengetahui perkembngan pasca diberlakukan Pembelajaran tatap Muka (PTM), Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agus Nurdin, beberapa hari lalu melakukan pantauan, salah-satunya di PTM di SDN 1 Babakan Kecamatan Pangandaran dan SMPN 1 Padaherang Kecamatan Padaherang. (9/9)

Usai diterima langsung Kepala dan guru-guru di SDN 1 Babakan, Bupati langsung duduk bersama siswa untuk melihat pengajaran yang diberikan guru melalui papan tulis digital.

“Dengan adanya digitalisasi baik  proses belajar maupun guru yang menerangkan pada siswa jadi semakin mudah, “ungkap bupati.

Bupati mengaku sudah lama ia tidak memantau proses belajar tatap muka, sejak dulu sempat dibuka pada September 2020, tapi karena pad bulan juli - agustus dihentikan karena PPKM dan baru dibuka lagi setelah Pangandaran berada pada level 3.

Selain ingin melihat langsung PTM, kata bupati ia juga ingin mengetahui seperti apa proses belajar dengan sistem digital, apakah lebih mudah dan siswa mengaku lebih mudah, sehigga pembelajaran seperti sistem ini akan terus dilakukan, dan untuk tahap pertama ini baru beberapa sekolah saja yang melaksanakan proses belajar dengan sistem digital. Dari 286 SD sekarang baru 40 sekolah yang sudah menerapkan digitalisasi, itu pun baru kelas enam saja. 

“Insya Allah secara bertahap digitalisasi akan dilaksanakan sehingga proses belajar mengajar pun bisa berjalan lebih baik, karena ini merupaka salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memajukan sumber daya manusia” ucap Bupati.

Bupati mengatakan, sistem digitalisasi juga menjadi komitmen emda dalam utnuk meingkatkan kualitas pendidikan sehingga peserta didik tidak gagap tekonologi (gaptek) karena sejak usia dini sudah mengenal komputer, sudah mengikuti proses mengajar secara digital dan kedepannya diharapkan akan mampu bersaing dengan daerah lain.

Saat ini posisi pendidikan Kabupaten Pangandaran di Propinsi Jawa Barat sangat bagus, menurutny hal ini dibuktikan dengan angka rapot mutu SD yang menempati 3 besar se Jawa Barat.  Hari ini rapot mutu SD adapada rangking tiga se Jawa Barat, SMP ranking 4, kinerjanya rangking 1dan diharapkan dengan sistem pembelajaran secara digitalisasi ini kualitas pendidikan di Pangandaran akan semakin baik dan tentu ini juga dalam rangka menciptakan pendidikan yang juara.

Tapi bupati juga menghimbau agar pembelajaran saat kondisi pandemi ini tetap harus memperketat protokol kesehatan. Dan saat ini pembelajaran tatap muka sudah dimulai sejak Pangandaran PPKM level 3, tapi hanya diikuti 50 persen siswa, pakai masker, periksa suhu, juga setiap hari ada yang di swab. Dan hal ini akan terus dipantau.

“Saat ini program vaksinasi untuk tenaga kependidikan sudah hampir 100 persen, untuk siswa yang berumur 12 tahun keatas siswa SD kelas 6 sekitar 4.000, “terang bupati. (PNews)


SAAT PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MESJID AL ANSOR, BUPATI PANGANDRAN AJAK WARGA MAKMURKAN MESJID

PANGANDARANNEWS.COM – Masyarakat hendaknya selalu memakmurkan mesjid dengan memperbanya ibadah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Demikian disampiakan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata beberapa hari lalu dalam kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Al Ansor bertempat di Dusun Kamurang RT.03 RW. 10 Desa Babakan Kecamatan  Pangandaran. (10/9)

Saat ini seluruh dunia sedang dicoba dengan bencana dalam dunia kesehatan, adanya pandemi covid-19 sehingga buka hanya kesehatan saja yang terganggu  tapi seluruh aktivitas pun ikut terganggu.

 “Mari kita bergotong-royong menyelesaikan pembangunan mesjid ini, tapi jangan lupa mari kita juga bersama-sama selalu memakmurkannya,” ajaknya.

Pembangunan Masjid Al Ansor yang akan dibangun ini berada diatas tanah wakap berukuran 6M x 6M dan merupakan masjid ke 50 yang ada di Desa Babakan, dalam kesempatan tersebut bupati juga memberikan bantuan secara pribadi berupa material senilai Rp. 25 juta. (PNews)


BELUM TERCAPAI TARGET VAKSINASI, KABUPATEN PANGANDARAN GAGAL MASUK PPKM LEVEL I

Bupati Kab. Pangandaran H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomer 42 tanggal 13 September 2021 Kabupaten Dinyatakan dalam status PPKM level 2, padahal sehari sebelumnya Pemkab Pangandaran optimistis pekan ini akan masuk ke level 1. 

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata yang optimis saat menerima hasil  assesment yang dilakukan Kementerian Kesehatan yang menyatakan 6 indikator yang menjadi patokan status level PPKM sudah dicapai.

"Tapi  ternyata di Inmendagri kita masih level 2, ini mungkin karena capaian vaksinasi masuk jadi salah-satu indikator," ungkap Jeje. (14/9)

Menurutnya pemerintah pusat sudah melakukan hal yang tepat memasukan keberhasilan vaksinasi jadi salah-satu indikator, karena vaksinasi memang penting untuk tujuan terciptanya herd immunity dapat cepat tercapai.

Kebijakan pemerintah pusat ini, kata Jeje tentu akan direspon dengan melakukan melakukan  percepatan vaksinasi yang saat ini sudah berjalan, dengan target dalam 2 minggu ini  vaksinasi dosis 1 harus 50 persen karena saat ini Pangandaran baru mencapai sekitar 38 persen.

“Dalam 2 minggu ini kita harus bisa mencapai 50 persen agar bisa bertahan di level 2," imbuhnya.

Jeje mengaku optimistis untuk mengejar target itu kekurangan 12 persen ini bisa dicapai, degan estimasi setiap hari minimal 1 persen warga Pangandaran melakukan  vaksinasi sehingga bisa terealisasi minimal 3.000 per hari. 

Jeje mengatakan akan mengerahkan para pejabat eselon 2 untuk ikut membantu para Camat melakukan percepatan vaksinasi di lapangan. Termasuk menggelar kegiatan semacam gebyar vaksinasi serta menyasar komunitas tertentu. Dan untuk percepatan ini ia pun akan melibatkan seluruh camat  dengan melakukan mapping untuk gencar melakukan sosialisasi, edukasi dan vaksinasi di daerah yang sulit menerima vaksinasi.

“Dan stok vaksin kita pun sejauh ini masih mencukupi, “jelasnya. (PNews)


INI TANGGAPAN BUPATI SAAT LUHUT MENGATAKAN PANGANDARAN BERPOTENSI TERJADINYA PENYEBARAN KASUS IMPOR COVID

PANGANDARANNEWS.COM – Dilansir dari berita sebuah media on line, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerjunkan tim untuk mengevaluasi penerapan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembukaan kembali aktivitas masyarakat. 

Menurutnya di sejumah wilayah terjadi peningkatan mobilitas, terutama lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran yang dipenuhi wisatawan yang datang dari berbagai ddaerah seperti Bandung, Tasikmalaya dan Jabodetabek. Sehingga keadaan ini berpotensi untuk terjadi penyebaran kasus impor bagi daerah tersebut, dan hal ini diperparah juga karena lemahnya protokol kesehatan yang diterapkan.

“Tingkat okupansi hotel di Kawasan Wisata Pangandaran mendekati penuh tentu hal ini berlawanan dengan ketentuan yang mengatur kapasitas hotel yang diperbolehkan, “ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah pusat terus mendorong agar Pemda memahami dan mengawasi kondisi ini dan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk pengabaian peraturan mengenai PPKM.

Sementara terkait berita  tersebut, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya siap untuk meningkatkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi pelaku wisata. 

Jeje mengatakan sejak awal uji coba dibuka kembali obyek wisata Pemda dan pelaku wisata berkomitmen untuk bersama-sama memperhatikan prokes, seperti pakai masker dan tidak berkerumun. 

“Saat itu kami membuat komtmen secara tertulis untuk tetap menerapkan prokes di lokasi wisata, “kata Jeje. (14/9)

Baginya, imbuh Jeje, apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini harus menjadi motivasi baik bagi pelaku wisata, wisatawan atau pun Pemkab Pangandaran untuk semakin disiplin dalam menerapkan prokes, pasalnya jika semuanya abai pemerintah bisa saja menutup kembali objek wisata Pangandaran.

Jeje menambahkan, ia juga  sudah memberikan ultimatum kepada seluruh pelaku wisata agar segera melaksanakan vaksinasi karena ini penting untuk menekan risiko penularan dan dampak virus COVID-19. 

Bahkan, imbuh Jeje ia memberi tenggat waktu hingga hari Kamis tanggal 16 Septemner 2021, minimal 90 persen pelaku usaha wisata harus sudah divaksin, dan jika sampai waktu yang sudah ditentukan belum  90 persen, maka minggu depan wisata akan ditutup lagi. Dan langkah tegas ini terpaksa dilakukan karena untuk kebaikan masyarakat Pangandaran. 

"Jika sampai tanggal 16 september nanti vaksinasi pelaku wisata tidak mencapai 90 % wisata terpaksa saya tutup dan saya siap dengan segala risikonya," tegasnya. (PNews)


AKIBAT HUJAN DERAS SEJUMLAH KEBUN DAN HEWAN TERNAK MILIK WARGA DESA CIPATUJAH HANYUT TERBAWA ARUS BANJIR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi, SH, mengatakan seluruh jajarannya sigap mendatangi wilayah rawan banjir.

Seperti yang terjadi hari senin (13/9), akibat sepanjang malam hujan turun dengan intensitas tinggi telah mengakibatkan beberapa wilayah di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya tergenang air, dengan ketinggian air antara 60 centimeter sampai dengan 1,5 meter, sehingga mengakibatkan arus lalulintas pun sempat terhenti.

Selain menganggu arus lalulintas banjir pun merendam  penggilingan padi milik Entis di kampung Citoe Desa Cipatujah, sehingga mengalami kerugian padi 8 kwintal, beras merah siap konsumsi, mesin penggilingan padi rusak hingga tidak berfungsi dan harus dibongkar, dan diperkirakan kerugian sekitar 3 juta.

Tak hanya di Kampung Citoe, banjir juga terjadi Kampung cimangkak tepatnya di blok Jajaway dan blok singkur, mengakibatkan 3 kolam ikan milik wargab, tanaman padi dan palawija,  2 ekor kerbau hanyut terbawa arus banjir dan hingga saat ini belum ditemukan, diperkirakan kerugian materi sekitar 30 juta.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi, SH, menjelaskan saat ini semua wilayah yang terendam air sudah kembali normal, pada senin (13/9/21).

“Alhamdulillah jalur lalulintas pun sudah kembali normal seperti biasanya, "kata Kapolsek.(13/9), 

Namun ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstreem yang kemungkinan berpotensi terjadi genangan air ketika kembali turun hujan. (ANWARWALUYO)








ELEPASI JALAN RENDAH, SAAT HUJAN DERAS AKIBATKAN POROS JALAN SINDANGRERET – CIDADAP TERENDAM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Hujan deras sepanjang malam hingga pagi hari mengakibatkan banjir yang menggenangi poros jalan Sindangreret – Cidadap, tepatnya di Desa Ciawi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. 

Seperti dituturkan Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman mebenarkan kejadian banjir yang terjadi di wilayahnya, dan pihaknya pun langsung melakukan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dan dengan dibantu warga lainnya pihaknya pun melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir tersebut.(13/9)

Iman mengatakan, banjir yang selalu terjadi setiap tahunnya merupakan banjir langganan yang disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, sedangkan jalan yang menjadi genangan elepasinya sangat rendah serta pembuangan airnya tidak sesuai dengan debet air yang masuk.

Iman mengatakan, pemerintah desa selalu siap membantu warga dalam penanggulangan secara insidensial atau sementara setiap banjir terjadi.

“Namun untuk penanggulangan secara tuntas agar tidak terjadi lagi banjir atau genangan seperti ini, kami berharap ada campur tangan Pemda agar masalah ini bisa ditanggulangi,” ungkapnya.

Sementara menurut salah seorang anggota BPBD, mengakui memang intensitas curah hujan 2 tahun ini cukup tinggi sehingga banjir pun selalu terjadi di beberapa titik di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela), sehingga BPBD pun harus selalu siaga ekstra setiap ada koordinasi dari wilayah, seperti koordinasi yang dilakukan Kades Ciawi ini.

“Ini kewajiban dan tanggung jawab kami untuk membantu dan melayani masyarakat yang butuh bantuan atau penaggulangan di saat terjadi bencana,”ucapnya. (ANWARWALUYO)


MELALUI SEKOLAH ASWAJA PULUHAN KADER PMII KABUPATEN PANGANDARAN PERKUAT IDEOLOGI

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di Pondok Pesantren Raden Mumu Langensari Cijulang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan sekolah Aswaja dengan mengangkat tema "Mempertahankan Budaya Aswaja Sebagai Nafas Gerakan". (12/9) 

Acara yang diikuti 40 peserta serta dihadiri sejumlah tokoh, diataranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH. Icang dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Jalaludin.

Dalam sambutannya Ketua PC NU yang diwakili oleh KH. Icang menyampaikan, kegiatan seperti ini merupakan suatu keharusan bagi PMII karena ia lahir untuk menjalankan kebijakan kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) yang berbasis usia sekitar 20-30 tahun.

“PMII diharapkan bisa memahami serta lebih paham dan bisa lebih menjabarkan tujuan NU khususnya di kalangan mahasiswa dan masyarakat lainnya, “ungkap KH Icang.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pangandaran menyampaikan apresiasi dengan adanya sekolah aswaja ini, karena menurutnya sekolah aswaja ini bagus dilakukan sebagai ikhtiar agar tidak terbawa arus modernisasi dan terhindar dari distorsi (penyelewengan) sejarah yang dapat menimbulkan konflik beragama. Dan kader PMII harus menjadi garda terdepan dan harus mampu mendobrak segala hal yang menghalangi perkembangan dan penyebaran ideologi Aswaja.

“PMII harus berani dan jangan lupa disertai ilmu pengetahuan yang mempuni, “ujar Jalaludin.

Kegiatan yang diisi sejumlah pemateri, seperti Direktur Aswaja Center Kabupaten Tasikmalaya KH. Yayan Bunyamin Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DMI) Kabupaten Pangandaran, Dasep Supriatna Ubaidillah dan Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Pangandaran, Encep Najmudin,

Padakesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Amrulloh mengatakan, acara sekolah aswaja ini merupakan program kaderisasi non formal bidang kaderisasi PMII Pangandaran dan menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas mengenai Aswaja An-Nahdliyah bagi kader dan anggota PMII menuju Indonesia baru tahun 2025..

Dengan adanya sekolah aswaja ini, kata Amarulloh diharapkan lahir sebuah pengetahuan baru untuk menghadapi bebagai persoalan yang terjadi bukan hanya ruang lingkup teologi saja.

“Tetapi juga pada persoalan kemanusiaan, ekonomi, sosial dan politik yang sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat, “jelas Amaulloh.

Secara terpisah, saat diminta komentarnya, Ketua PMII Pangandaran Yusup Sidik mengatakan, ideologi Ahlussunnah Waljama’ah sangat penting bagai anggota dan kader PMII, karena selain  merupakan nyawa aswaja juga menjadi dasar untuk berfikirdan bergerak PMII. Sehingga kader dan anggota mesti memahami dan menjadi doktrin aswaja sehingga bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa menyebarkan faham dan doktrin khususnya di kalangan mahasiswa, karena generasi muda atau generasi millenial menjadi kalangan yang strategis menjadi sasaran dari penyebaran pemahaman pemahaman radikalisme dan intoleransi.

Yusup mengatakan sekarang sering muncul isu-isu radikalisme, intoleran dan hal-hal lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Aswaja, dan PMII sebagai warga pergerakan mesti memahami ajaran Aswaja sehingga kader dan anggota  bisa memfilter dan terhindar dari pengaruh ideologi yang ingin menghancurkan negara kesatuan republik indonesia.

“Kami seluruh kader PMII akan tetap berpegang teguh terhadap nilai nilai, prinsip-prinsip Aswaja dan tetap menjalankan organisasi dengan haluan ideologi Aswaja dan pancasila, “pungkasnya. (YUSUPSIDIK)


MENYUSURI KEINDAHAN WISATA SUNGAI CIPATANI DI KAKI GUNUNG CAKRABUANA PAGERAGEUNG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kreatifitas masyarakat Kampung Nangewer Desa Nangewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, dengan swadaya masyarakat murni telah mampu mengubah saluran air biasa menjadi kawasan wisata luar biasa. 

Melalui berbagai kreativitas warga Sungai Cipatani Aliran alir yang mengalir dari Gunung Cakrabuana itu awalnya hanya mengairi sawah dan kolam di Desa Nangewer, namun kini setelah ditata di bagian bendungan mampu menjadi lokasi wisata alam asri yang nyaman yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar daerah 

Seperti diungkapkan salah  pengurus  wisata  Cipatani Bobong, para pemuda dan masyarakat berinisiatif mengembangkan kawasan sungai Cipatani menjadi kawasan wisata alam dengan melakukan penataan di beberapa titik sehingga terlihat lebih menarik. 

“Kami bersukur karena kawasan wisata Cipatani direspon masyarakat luas,”ujarnya.(12/9)

Bobon juga tidak menyangka setelah dilakukan penataan ternya Wisata Alam Sungai Cipatai banyak dimintai masyarakat bahkan ada pengunjung yang sengaja datang dari luar Tasikamlaya termasuk Bandung dan dari  Kabupaten Pangandaran.

Setelah PPKM kini pemerintah sudah membolehkan masyarakat untuk beraktivitas normal, dan obyek wisata Cipatani pun kembali diserbu pengunjung, terutama saat hari libur akhir pekan.

Hanya saja, kata Bobon khusus untuk hari Jumat obyek wisata alam yang menyuguhkan hamparan sawah yang hijau dan aliran sungai Cipatani yang mengalir bening itu ditutup, tidak bisa dikunjungi masyarakat. 

“Jadi untuk hari Jumat mohon maaf tidak bisa menerima kunjungan wisata, dan ini sudah menjadi keputusan seluruh warga. ” ucapnya.

Di kawasan wisata Cipatani pengunjung cukup membeli tiket masuk Rp 3 ribu, sudah bisa merasakan dinginnya aliran air yang mengalir serta menikmati panorama hamparan sawah yang sangat luas laksana permadani yang terhampar di kaki gunung.

Bobon menyebut, selain menikmati suasana alam pengunjung juga bisa berenang atau sekedar bermain air menggunakan ban yang sudah disiapkan pengelola.

“Dan jangan lupa selain wisata alam kami juga menyediakan wisata kuliner dengan berbagai jajanan di lokasi wisata, “imbuh Bobon. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN