CIPTAKAN MURID JUARA, PEMKAB PANGANDARAN TERAPKAN DIGITALISASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mengetahui perkembngan pasca diberlakukan Pembelajaran tatap Muka (PTM), Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agus Nurdin, beberapa hari lalu melakukan pantauan, salah-satunya di PTM di SDN 1 Babakan Kecamatan Pangandaran dan SMPN 1 Padaherang Kecamatan Padaherang. (9/9)

Usai diterima langsung Kepala dan guru-guru di SDN 1 Babakan, Bupati langsung duduk bersama siswa untuk melihat pengajaran yang diberikan guru melalui papan tulis digital.

“Dengan adanya digitalisasi baik  proses belajar maupun guru yang menerangkan pada siswa jadi semakin mudah, “ungkap bupati.

Bupati mengaku sudah lama ia tidak memantau proses belajar tatap muka, sejak dulu sempat dibuka pada September 2020, tapi karena pad bulan juli - agustus dihentikan karena PPKM dan baru dibuka lagi setelah Pangandaran berada pada level 3.

Selain ingin melihat langsung PTM, kata bupati ia juga ingin mengetahui seperti apa proses belajar dengan sistem digital, apakah lebih mudah dan siswa mengaku lebih mudah, sehigga pembelajaran seperti sistem ini akan terus dilakukan, dan untuk tahap pertama ini baru beberapa sekolah saja yang melaksanakan proses belajar dengan sistem digital. Dari 286 SD sekarang baru 40 sekolah yang sudah menerapkan digitalisasi, itu pun baru kelas enam saja. 

“Insya Allah secara bertahap digitalisasi akan dilaksanakan sehingga proses belajar mengajar pun bisa berjalan lebih baik, karena ini merupaka salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memajukan sumber daya manusia” ucap Bupati.

Bupati mengatakan, sistem digitalisasi juga menjadi komitmen emda dalam utnuk meingkatkan kualitas pendidikan sehingga peserta didik tidak gagap tekonologi (gaptek) karena sejak usia dini sudah mengenal komputer, sudah mengikuti proses mengajar secara digital dan kedepannya diharapkan akan mampu bersaing dengan daerah lain.

Saat ini posisi pendidikan Kabupaten Pangandaran di Propinsi Jawa Barat sangat bagus, menurutny hal ini dibuktikan dengan angka rapot mutu SD yang menempati 3 besar se Jawa Barat.  Hari ini rapot mutu SD adapada rangking tiga se Jawa Barat, SMP ranking 4, kinerjanya rangking 1dan diharapkan dengan sistem pembelajaran secara digitalisasi ini kualitas pendidikan di Pangandaran akan semakin baik dan tentu ini juga dalam rangka menciptakan pendidikan yang juara.

Tapi bupati juga menghimbau agar pembelajaran saat kondisi pandemi ini tetap harus memperketat protokol kesehatan. Dan saat ini pembelajaran tatap muka sudah dimulai sejak Pangandaran PPKM level 3, tapi hanya diikuti 50 persen siswa, pakai masker, periksa suhu, juga setiap hari ada yang di swab. Dan hal ini akan terus dipantau.

“Saat ini program vaksinasi untuk tenaga kependidikan sudah hampir 100 persen, untuk siswa yang berumur 12 tahun keatas siswa SD kelas 6 sekitar 4.000, “terang bupati. (PNews)


SAAT PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MESJID AL ANSOR, BUPATI PANGANDRAN AJAK WARGA MAKMURKAN MESJID

PANGANDARANNEWS.COM – Masyarakat hendaknya selalu memakmurkan mesjid dengan memperbanya ibadah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Demikian disampiakan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata beberapa hari lalu dalam kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Al Ansor bertempat di Dusun Kamurang RT.03 RW. 10 Desa Babakan Kecamatan  Pangandaran. (10/9)

Saat ini seluruh dunia sedang dicoba dengan bencana dalam dunia kesehatan, adanya pandemi covid-19 sehingga buka hanya kesehatan saja yang terganggu  tapi seluruh aktivitas pun ikut terganggu.

 “Mari kita bergotong-royong menyelesaikan pembangunan mesjid ini, tapi jangan lupa mari kita juga bersama-sama selalu memakmurkannya,” ajaknya.

Pembangunan Masjid Al Ansor yang akan dibangun ini berada diatas tanah wakap berukuran 6M x 6M dan merupakan masjid ke 50 yang ada di Desa Babakan, dalam kesempatan tersebut bupati juga memberikan bantuan secara pribadi berupa material senilai Rp. 25 juta. (PNews)


BELUM TERCAPAI TARGET VAKSINASI, KABUPATEN PANGANDARAN GAGAL MASUK PPKM LEVEL I

Bupati Kab. Pangandaran H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomer 42 tanggal 13 September 2021 Kabupaten Dinyatakan dalam status PPKM level 2, padahal sehari sebelumnya Pemkab Pangandaran optimistis pekan ini akan masuk ke level 1. 

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata yang optimis saat menerima hasil  assesment yang dilakukan Kementerian Kesehatan yang menyatakan 6 indikator yang menjadi patokan status level PPKM sudah dicapai.

"Tapi  ternyata di Inmendagri kita masih level 2, ini mungkin karena capaian vaksinasi masuk jadi salah-satu indikator," ungkap Jeje. (14/9)

Menurutnya pemerintah pusat sudah melakukan hal yang tepat memasukan keberhasilan vaksinasi jadi salah-satu indikator, karena vaksinasi memang penting untuk tujuan terciptanya herd immunity dapat cepat tercapai.

Kebijakan pemerintah pusat ini, kata Jeje tentu akan direspon dengan melakukan melakukan  percepatan vaksinasi yang saat ini sudah berjalan, dengan target dalam 2 minggu ini  vaksinasi dosis 1 harus 50 persen karena saat ini Pangandaran baru mencapai sekitar 38 persen.

“Dalam 2 minggu ini kita harus bisa mencapai 50 persen agar bisa bertahan di level 2," imbuhnya.

Jeje mengaku optimistis untuk mengejar target itu kekurangan 12 persen ini bisa dicapai, degan estimasi setiap hari minimal 1 persen warga Pangandaran melakukan  vaksinasi sehingga bisa terealisasi minimal 3.000 per hari. 

Jeje mengatakan akan mengerahkan para pejabat eselon 2 untuk ikut membantu para Camat melakukan percepatan vaksinasi di lapangan. Termasuk menggelar kegiatan semacam gebyar vaksinasi serta menyasar komunitas tertentu. Dan untuk percepatan ini ia pun akan melibatkan seluruh camat  dengan melakukan mapping untuk gencar melakukan sosialisasi, edukasi dan vaksinasi di daerah yang sulit menerima vaksinasi.

“Dan stok vaksin kita pun sejauh ini masih mencukupi, “jelasnya. (PNews)


INI TANGGAPAN BUPATI SAAT LUHUT MENGATAKAN PANGANDARAN BERPOTENSI TERJADINYA PENYEBARAN KASUS IMPOR COVID

PANGANDARANNEWS.COM – Dilansir dari berita sebuah media on line, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerjunkan tim untuk mengevaluasi penerapan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembukaan kembali aktivitas masyarakat. 

Menurutnya di sejumah wilayah terjadi peningkatan mobilitas, terutama lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran yang dipenuhi wisatawan yang datang dari berbagai ddaerah seperti Bandung, Tasikmalaya dan Jabodetabek. Sehingga keadaan ini berpotensi untuk terjadi penyebaran kasus impor bagi daerah tersebut, dan hal ini diperparah juga karena lemahnya protokol kesehatan yang diterapkan.

“Tingkat okupansi hotel di Kawasan Wisata Pangandaran mendekati penuh tentu hal ini berlawanan dengan ketentuan yang mengatur kapasitas hotel yang diperbolehkan, “ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah pusat terus mendorong agar Pemda memahami dan mengawasi kondisi ini dan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk pengabaian peraturan mengenai PPKM.

Sementara terkait berita  tersebut, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya siap untuk meningkatkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi pelaku wisata. 

Jeje mengatakan sejak awal uji coba dibuka kembali obyek wisata Pemda dan pelaku wisata berkomitmen untuk bersama-sama memperhatikan prokes, seperti pakai masker dan tidak berkerumun. 

“Saat itu kami membuat komtmen secara tertulis untuk tetap menerapkan prokes di lokasi wisata, “kata Jeje. (14/9)

Baginya, imbuh Jeje, apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini harus menjadi motivasi baik bagi pelaku wisata, wisatawan atau pun Pemkab Pangandaran untuk semakin disiplin dalam menerapkan prokes, pasalnya jika semuanya abai pemerintah bisa saja menutup kembali objek wisata Pangandaran.

Jeje menambahkan, ia juga  sudah memberikan ultimatum kepada seluruh pelaku wisata agar segera melaksanakan vaksinasi karena ini penting untuk menekan risiko penularan dan dampak virus COVID-19. 

Bahkan, imbuh Jeje ia memberi tenggat waktu hingga hari Kamis tanggal 16 Septemner 2021, minimal 90 persen pelaku usaha wisata harus sudah divaksin, dan jika sampai waktu yang sudah ditentukan belum  90 persen, maka minggu depan wisata akan ditutup lagi. Dan langkah tegas ini terpaksa dilakukan karena untuk kebaikan masyarakat Pangandaran. 

"Jika sampai tanggal 16 september nanti vaksinasi pelaku wisata tidak mencapai 90 % wisata terpaksa saya tutup dan saya siap dengan segala risikonya," tegasnya. (PNews)


AKIBAT HUJAN DERAS SEJUMLAH KEBUN DAN HEWAN TERNAK MILIK WARGA DESA CIPATUJAH HANYUT TERBAWA ARUS BANJIR

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi, SH, mengatakan seluruh jajarannya sigap mendatangi wilayah rawan banjir.

Seperti yang terjadi hari senin (13/9), akibat sepanjang malam hujan turun dengan intensitas tinggi telah mengakibatkan beberapa wilayah di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya tergenang air, dengan ketinggian air antara 60 centimeter sampai dengan 1,5 meter, sehingga mengakibatkan arus lalulintas pun sempat terhenti.

Selain menganggu arus lalulintas banjir pun merendam  penggilingan padi milik Entis di kampung Citoe Desa Cipatujah, sehingga mengalami kerugian padi 8 kwintal, beras merah siap konsumsi, mesin penggilingan padi rusak hingga tidak berfungsi dan harus dibongkar, dan diperkirakan kerugian sekitar 3 juta.

Tak hanya di Kampung Citoe, banjir juga terjadi Kampung cimangkak tepatnya di blok Jajaway dan blok singkur, mengakibatkan 3 kolam ikan milik wargab, tanaman padi dan palawija,  2 ekor kerbau hanyut terbawa arus banjir dan hingga saat ini belum ditemukan, diperkirakan kerugian materi sekitar 30 juta.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi, SH, menjelaskan saat ini semua wilayah yang terendam air sudah kembali normal, pada senin (13/9/21).

“Alhamdulillah jalur lalulintas pun sudah kembali normal seperti biasanya, "kata Kapolsek.(13/9), 

Namun ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi cuaca ekstreem yang kemungkinan berpotensi terjadi genangan air ketika kembali turun hujan. (ANWARWALUYO)








ELEPASI JALAN RENDAH, SAAT HUJAN DERAS AKIBATKAN POROS JALAN SINDANGRERET – CIDADAP TERENDAM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Hujan deras sepanjang malam hingga pagi hari mengakibatkan banjir yang menggenangi poros jalan Sindangreret – Cidadap, tepatnya di Desa Ciawi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. 

Seperti dituturkan Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman mebenarkan kejadian banjir yang terjadi di wilayahnya, dan pihaknya pun langsung melakukan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, dan dengan dibantu warga lainnya pihaknya pun melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir tersebut.(13/9)

Iman mengatakan, banjir yang selalu terjadi setiap tahunnya merupakan banjir langganan yang disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, sedangkan jalan yang menjadi genangan elepasinya sangat rendah serta pembuangan airnya tidak sesuai dengan debet air yang masuk.

Iman mengatakan, pemerintah desa selalu siap membantu warga dalam penanggulangan secara insidensial atau sementara setiap banjir terjadi.

“Namun untuk penanggulangan secara tuntas agar tidak terjadi lagi banjir atau genangan seperti ini, kami berharap ada campur tangan Pemda agar masalah ini bisa ditanggulangi,” ungkapnya.

Sementara menurut salah seorang anggota BPBD, mengakui memang intensitas curah hujan 2 tahun ini cukup tinggi sehingga banjir pun selalu terjadi di beberapa titik di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela), sehingga BPBD pun harus selalu siaga ekstra setiap ada koordinasi dari wilayah, seperti koordinasi yang dilakukan Kades Ciawi ini.

“Ini kewajiban dan tanggung jawab kami untuk membantu dan melayani masyarakat yang butuh bantuan atau penaggulangan di saat terjadi bencana,”ucapnya. (ANWARWALUYO)


MELALUI SEKOLAH ASWAJA PULUHAN KADER PMII KABUPATEN PANGANDARAN PERKUAT IDEOLOGI

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di Pondok Pesantren Raden Mumu Langensari Cijulang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan sekolah Aswaja dengan mengangkat tema "Mempertahankan Budaya Aswaja Sebagai Nafas Gerakan". (12/9) 

Acara yang diikuti 40 peserta serta dihadiri sejumlah tokoh, diataranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH. Icang dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Jalaludin.

Dalam sambutannya Ketua PC NU yang diwakili oleh KH. Icang menyampaikan, kegiatan seperti ini merupakan suatu keharusan bagi PMII karena ia lahir untuk menjalankan kebijakan kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) yang berbasis usia sekitar 20-30 tahun.

“PMII diharapkan bisa memahami serta lebih paham dan bisa lebih menjabarkan tujuan NU khususnya di kalangan mahasiswa dan masyarakat lainnya, “ungkap KH Icang.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pangandaran menyampaikan apresiasi dengan adanya sekolah aswaja ini, karena menurutnya sekolah aswaja ini bagus dilakukan sebagai ikhtiar agar tidak terbawa arus modernisasi dan terhindar dari distorsi (penyelewengan) sejarah yang dapat menimbulkan konflik beragama. Dan kader PMII harus menjadi garda terdepan dan harus mampu mendobrak segala hal yang menghalangi perkembangan dan penyebaran ideologi Aswaja.

“PMII harus berani dan jangan lupa disertai ilmu pengetahuan yang mempuni, “ujar Jalaludin.

Kegiatan yang diisi sejumlah pemateri, seperti Direktur Aswaja Center Kabupaten Tasikmalaya KH. Yayan Bunyamin Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DMI) Kabupaten Pangandaran, Dasep Supriatna Ubaidillah dan Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Pangandaran, Encep Najmudin,

Padakesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Amrulloh mengatakan, acara sekolah aswaja ini merupakan program kaderisasi non formal bidang kaderisasi PMII Pangandaran dan menjadi upaya untuk meningkatkan kapasitas mengenai Aswaja An-Nahdliyah bagi kader dan anggota PMII menuju Indonesia baru tahun 2025..

Dengan adanya sekolah aswaja ini, kata Amarulloh diharapkan lahir sebuah pengetahuan baru untuk menghadapi bebagai persoalan yang terjadi bukan hanya ruang lingkup teologi saja.

“Tetapi juga pada persoalan kemanusiaan, ekonomi, sosial dan politik yang sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat, “jelas Amaulloh.

Secara terpisah, saat diminta komentarnya, Ketua PMII Pangandaran Yusup Sidik mengatakan, ideologi Ahlussunnah Waljama’ah sangat penting bagai anggota dan kader PMII, karena selain  merupakan nyawa aswaja juga menjadi dasar untuk berfikirdan bergerak PMII. Sehingga kader dan anggota mesti memahami dan menjadi doktrin aswaja sehingga bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa menyebarkan faham dan doktrin khususnya di kalangan mahasiswa, karena generasi muda atau generasi millenial menjadi kalangan yang strategis menjadi sasaran dari penyebaran pemahaman pemahaman radikalisme dan intoleransi.

Yusup mengatakan sekarang sering muncul isu-isu radikalisme, intoleran dan hal-hal lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Aswaja, dan PMII sebagai warga pergerakan mesti memahami ajaran Aswaja sehingga kader dan anggota  bisa memfilter dan terhindar dari pengaruh ideologi yang ingin menghancurkan negara kesatuan republik indonesia.

“Kami seluruh kader PMII akan tetap berpegang teguh terhadap nilai nilai, prinsip-prinsip Aswaja dan tetap menjalankan organisasi dengan haluan ideologi Aswaja dan pancasila, “pungkasnya. (YUSUPSIDIK)


MENYUSURI KEINDAHAN WISATA SUNGAI CIPATANI DI KAKI GUNUNG CAKRABUANA PAGERAGEUNG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kreatifitas masyarakat Kampung Nangewer Desa Nangewer Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, dengan swadaya masyarakat murni telah mampu mengubah saluran air biasa menjadi kawasan wisata luar biasa. 

Melalui berbagai kreativitas warga Sungai Cipatani Aliran alir yang mengalir dari Gunung Cakrabuana itu awalnya hanya mengairi sawah dan kolam di Desa Nangewer, namun kini setelah ditata di bagian bendungan mampu menjadi lokasi wisata alam asri yang nyaman yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar daerah 

Seperti diungkapkan salah  pengurus  wisata  Cipatani Bobong, para pemuda dan masyarakat berinisiatif mengembangkan kawasan sungai Cipatani menjadi kawasan wisata alam dengan melakukan penataan di beberapa titik sehingga terlihat lebih menarik. 

“Kami bersukur karena kawasan wisata Cipatani direspon masyarakat luas,”ujarnya.(12/9)

Bobon juga tidak menyangka setelah dilakukan penataan ternya Wisata Alam Sungai Cipatai banyak dimintai masyarakat bahkan ada pengunjung yang sengaja datang dari luar Tasikamlaya termasuk Bandung dan dari  Kabupaten Pangandaran.

Setelah PPKM kini pemerintah sudah membolehkan masyarakat untuk beraktivitas normal, dan obyek wisata Cipatani pun kembali diserbu pengunjung, terutama saat hari libur akhir pekan.

Hanya saja, kata Bobon khusus untuk hari Jumat obyek wisata alam yang menyuguhkan hamparan sawah yang hijau dan aliran sungai Cipatani yang mengalir bening itu ditutup, tidak bisa dikunjungi masyarakat. 

“Jadi untuk hari Jumat mohon maaf tidak bisa menerima kunjungan wisata, dan ini sudah menjadi keputusan seluruh warga. ” ucapnya.

Di kawasan wisata Cipatani pengunjung cukup membeli tiket masuk Rp 3 ribu, sudah bisa merasakan dinginnya aliran air yang mengalir serta menikmati panorama hamparan sawah yang sangat luas laksana permadani yang terhampar di kaki gunung.

Bobon menyebut, selain menikmati suasana alam pengunjung juga bisa berenang atau sekedar bermain air menggunakan ban yang sudah disiapkan pengelola.

“Dan jangan lupa selain wisata alam kami juga menyediakan wisata kuliner dengan berbagai jajanan di lokasi wisata, “imbuh Bobon. (ANWARWALUYO)


ADA TUJUH POINT DALAM NOTA KESEPAKATAN RANCANGAN KUA PPAS 2022 DPRD DAN BUPATI PANGANDARAN

Ketua DPRD Kab. Pangandaran Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – Ada tujuh point penting yang telah dipakati DPRD dalam nota kesepakatan pada rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2022, dan nota kesepakatan ini sudah ditandatangani Ketua DPRD dan Bupati Kabupaten Pangandaran.

Demikian disampaikan Ketua DPRDKabupaten Pangandaran Asep Noordin saat menggelar rapat paripurna di ruang paripiurna DPRD Pangandaran beberapa hari lalu.(11/9)

Pint pertama, jelas Asep, Pendapatan Daerah harus dihitung secara cermat, terukur sesuai dengan potensi daerah dan situasi kondisi pada saat ini.

Lalu point kedua, lanjutnya, program dan kegiatan di tahun 2022 harus mengacu pada rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Point ketiga, pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan akan selalu berpegangteguh dan berpedoman kepada ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku, “ucapnya.

Point keempat, masih kataAsep, prioritas pembangunan harus mengutamakan kepentingan publik sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Daerah, point ke lima, perlu pemerataan program dan kegiatan di SKPD sehingga setiap bidang dan seksi mempunyai kegiatan yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran 2022. 

Sedangkan pada point keenam, pelaksanaan kegiatan prioritas harus benar-benar teranggarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan keuangan daerah, dan point ketujuh, program dan kegiatan di tahun 2022 harus merupakan upaya pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi dengan pemberdayaan UMKM dan Pariwisata.

"Kami sudah komitment untuk berpegang pada nota kesepakatan yang telah dituangkan karena menyangkut kebutuhan dan kepentingan masyarakat, " pungkasnya. (PNews)









 





GELAR DOA’ BERSAMA DAN KEGIATAN SOSIAL, SYUKURAN NELAYAN PANGANDARAN DI MASA PANDEMI DIGELAR SEDERHANA

PANGANDARANNEWS.COM – Sudah dua tahun ini syukuran nelayan di Kabupaten Pangandaran tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu meriah denga berbagai kegiatan, di saat pandemi covid-19 ini syukuran nelayan digelar secara sederhana hanya dengan gelaran doa’ bersama itu pun dengan jumlah undangan terbatas.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, saat menghadiri doa’ dalam acara syukuran nelayan beberapa hari lalu di Plaza Air Mancur Pantai Timur Pangandaran, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini banyak kebutuhan masyarakat yang terhambat secara ekonomi.

“Biasanya dilakukan tabur bunga di pantai sebagai wujud penghormatan kami pada para nelayan yang gugur saat melaut, “ucap Jeje.(11/9)

Bupati juga mengajak kepada seluruh nelayan untuk tetap menjaga ekosistem dan alam ini agar tangkapan ikan kembali banyak, benahi cara menangkap ikan dan memanaatkan alam laut  agar ikan tidak semakin jauh dari pantai.

Sebagai Ketua HNSI dan ketua KUD, kata Jeje ia merasa sedih, karena hari ini udang lobster jadi susah didapat, setiap tahunya KUD Minasari biasanya Rp. 3-4 miliar per tahun, kini tidak tercapai.

“Ini akibat baby lobster terus menerus ditangkap, jadi buat apa kita menggelar syukuran nelayan kalau eksploitasi nelayan ini enggak keru-keruan,” ucapnya.

Usai doa bersama Bupati bersama istri Hj Ida Nurlaela Wiradinata berkesempatan memberikan  bantuan paket sembako kepada anak yatim piatu dan fakir miskin.

Hal senada dikatakan Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran Fuad Husein juga mengakui syukuran nelayan sekarang ini memang tidak semeriah syukuran nelayan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, ini untuk menghargai kebijakan pemerintah saat kondisi pandemi Covid-19 masih dalam masa PPKM sehingga syukuran pun dilaksanakan secara sederhana.

Di masa pandemi ini, kata Fuad, nelayan juga telah bisa memberikan kontribusi pada pelaku usaha serta mampu menjadi bagian dalam pengembangan di sektor pariwisata.

"Kami ingin memberikan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Pangandaran," ucapnya. (PNews)


GUBERNUR JAWA BARAT LANTIK MUHAMAD YUSUF JADI WALI KOTA DEPINIF TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di Gedung Sate Kota Bandung Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil beberapa hari lalu (10/9) melantik Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Muhammad Yusuf menjadi Wali Kota Tasikmalaya  untuk masa jabatan 2017- 2022. 

Dalam sambutannya Ridwan Kamil menyampaikan, tentunya moment ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat  Kota Tasikmalaya, dan setelah dilantiknya Wali Kota Tasik definif ini diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang sudah ada, pasalnya secara de facto sebelumnya M Yusuf telah bekerja sebagai Plt Walikota Tasikmalaya sehingga pembangunan Kota Tasikmalaya akan lebih cepat.  

“Saya titip jangan sampai terulang lagi peristiwa hukum yang membuat pembangunan kota Tasikmalaya jadi terhambat, ”kata Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar ini.

Emil  juga meminta agar wWali Kota Tasik yang baru, Yusuf sigap dalam mengatasi pandemi COVID-19 dan cepat mengendalikan berbagai kebijakan lokalsejalan dengan pemerintah provinsi dan pusat, sehingga bisa kembali fokus membangun dan promosi pariwisata.

“Ingat kunci kemenangan melawan pandemi ini adalah kebersamaan, tidak bisa oleh Walikota dan gubernur sendiri, semua harus bekerjasama”, tutur Emil.

Emil juga mengatakan, walikota harus bisa merangkul kaum milenial serta melakukan inovasi untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kota Tasikmalaya seperti wisata kuliner, alam dan budaya. Dan melalui berbagai inovasi diharapkan kota Tasikmalaya akan lebih maju sehingga tingkat kemiskinan pun akan menurun karena pengentasan kemiskinan masih menjadi perhatian utama.

“Sempoga Pak Yusuf dapat  mengakhiri jabatan dengan husnul khotimah karena ini menjadi kecintaan masyarakat terhadap bapak sendiri,” pundkasnya.(ANWARWALUYO)










HINDARI PENUMPUKAN WISATAWAN DI SATU TITIK SATLASTAS POLRES CIAMIS LAKUKAN REKAYASA LALU-LINTAS DI OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mengurangi kepadatan dan terjdinya penumpukan wisatawan di satu lokasi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ciamis dibantu dengan petugas gabungan dari  TNI, Satpol PP, Dishub, dan Satgas Jaga Lembur melakukan pengamanan dan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah titik dalam kawasan wisata Pantai Pangandaran. (12/9)

Pemantauan serta rekayasa lalu-lintas di sejulah lokasi, diantaranya di Bunderan Ikan Marlin, Simpang MTsN 1, Simpang Susi, Ujung Tol, Simpang Arnawa Timur Barat, Simpang Ajo, Simpang Pasangragan, Simpang Laut Biru, Simpang Pramuka, Simpang Krisna, Pamprokan, dan Simpang Cikembulan ini dimulai  pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Seperti disampaikan Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng melalui Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Zanuar Cahyo Wibowo, S.I.K., pengamanan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi kepadatan wisatawan di kawasan Pantai Pangandaran serta menghindari terjadinya  penumpukan wisatawan di satu titik..

“Ini menjadi upaya kita untuk mengantisipasi penyebaran virus corona akibat banyaknya wisatawan yang menumpuk di kawasan pantai,” terangnya.

AKP Bowo mengatakan, pihaknya juga melakukan rekayasa arus lalu lintas saat situasi Pantai Pangandaran sudah melebihi kuota yang ditentukan  dengan mengalhkan wisatawan agar mengunjungi destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah sampai sore ini kondusif serta  situasi dan kondisi arus lalu lintas pun ramai dan lancar,” tegasnya. (PNews)


PANGDAM III/SILIWANGI: “KITA AKAN TERUS LAKSANAKAN VAKSINASI SELAMA STOK VAKSIN MASIH TERSEDIA”

PANGANDARANNEWS.COM  – Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait percepatan program vaksinasi agar terbentu herd immunity masyarakat, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto bersama Forkopimda Provinsi Jabar melakuka kegiatan safari  ke Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabuaten Pangandaran untuk melihat langsung pelaksanaan vaksinasi yang  melibatkan 10 orang tenaga kesehatan (nakes) dari TNI dan Dinkes Kabupaten Pangandaran, dengan  500 dosis yang akan diberikan kepada masyarakat sekitar.(12/9)

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., MAP, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan serta unsur lainnya.

Di sela kegiatan tersebut kepada sejumlah wartawan Pangdam menyampaikan, sekarang pariwisata  di Kabupaten Pangandaran sudah mulai dibuka walau masih dibatasi sebanyak 50% bagi pengunjung setiap destinasi wisata. Namun walau masyarakat dan wisatawan sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan 5M, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari pembatasan dan mengurangi aktivitas di luar. 

Kata Pangdam, sekarang fokus pada masyarakat yang berada di daerah wisata dulu yang harus divaksin, sehingga wistawan pun akan lebih nyaman untuk berwisata.

“Tapi saya himbau baik kepada wisatawan atau pun masyarakat pelaku wisata harus tetap menerapkan protokol Kesehatan, “kata Pangdam.

Baik TNI atau pun pemerintah daerah sekarang terus dikebut vaksinasi selama stok vaksin masih ada, tidak ada kendala dan tidak ada target yang pasti pelaksanaan pelaksanaan ini akan dilaksanakan, tapi sesuai anjuran Presiden pelaksanaan vaksinasi harus terus ditingkatkan.

“Pokoknya, selama stok vaksin masih tersedia kita akan terus melakukan vaksinasi sebanyak-banyaknya,” imbuh Pangdam. (PNews)


PEMUDA MABUK DI RAJAPOLAH ANIAYA TUKANG CUKUR HINGGA JARI KELINGKINGNYA PUTUS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Seorang Tukang cukur rambut  di Terminal Rajapolah  Kabupaten Tasikmalaya bernama Agus Supriadi (34) warga Sukamaju Kaler Indihiang, dianiaya pemuda mabuk menggunakan parang hingga jari kelingking kanannya putus dan luka 46 jahitan di bagian pergelangan.(11/9)

Menurut saksi Ujang, karena korban tidak memberinya segelas kopi, saat itu tiba-tiba pelaku yang belakang diketahui bernama Erik  (35) warga Kampung Babakan Bebedahan Rt 02/01 Kecamatan Rajapolah mendatangi korban dengan  memecahkan kaca dan hendak membacokan parang ke bagian kepala, tetapi korban menangkis dengan tangan kanannya.

Apolsek Rajapolah AKP Dede Darmawan SH membenarkan, kejadiannya sekitar pukul 15.00 wib di Kampung Babakan Bebedahan Rt 02/01 Desa Rajapolah dan  saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek  dengan barang buktinya.

Masih kata Kapolsek, korban mengalami luka berat dan langsung mendapat perawatan di Puskesmas Rajapolah.

"Pelaku diduga telah melakukan penganiayaan berat sehingga bisa dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 5 Tahun penjara,"terang Kapolsek. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN