BUPATI PANGANDARAN DIDAMPINGI KAPOLRES DAN DANDIM CIAMIS PASTIKAN PPKM DARURAT BERJALAN MAKSIMAL

PANGANDARANNEWS.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pangandaran dipimpin langsung Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Pangndaran H. Ujang Ending didampingi Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng., Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P., Kajari Ciamis Yuyun Wahyudi, Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono, dan Kasat Pol Air Polres Ciamis AKP Sugianto, kemarin monitoring penerapan penerapan PPKM Darurat di kawasan obyek wisata, yang dimulai dari Pos Lantas di taman Bunderan Mesjid Agung Pangandaran. (7/7)

Tim pun langsung menyasar lokasi yang dianggap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, seperti kawasan perhotelan, Kampung Turis dan Pantai Barat Pangandaran.

Kepada media Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng., mengatakan, pengawasan ini untuk memastikan penerapan PPKM Darurat di sejumlah obyek vital berjalan maksimal, sehingga diharapkan bisa menurunkan angka penyebaran virus corona khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Pengecekan ini juga kata Kapolres dalam rangka penerapan PPKM Mikro Darurat Jawa-bali untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 diwilayah Pangandaran. 

“Kebijakan ini juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kapolres.

Kapolres menghimbau kepada seluruh pengelola hotel maupun dan pelaku usaha lainnya agar tetap mematuhi kebijakani PPKM Darurat Jawa-Bali, antara lain  pembatasan pengunjung hotel maupun pasar adan tidak adanya pembeli yang makan di tempat atau take away.

Kapolres juga mengatakan, masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, diantaranya dengan menyediakan tempatpencuci tangan dan membatasi jumlah pengunjung hotel atau pembeli. 

“Karena kedisiplinan ini manjadi kunci memutus rantai penyebaran virus corona,” tegasnya. (PNews)


PEMDES KARANGMEKAR BAGIKAN RATUSAN MASKER PADA PEDAGANG PASAR DARI CSR BRI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Titana Bahtiar, dibantu selur perangkatnya membagikan 500 masker bantuan Corporate Social Resfoncibility (CSR) BRI kepada sejumlah pedagang di pasar.(7/7)

Di sela-sela kegiatan tersebut, kepada PNews, Titana Bahtiar yang akrab dipanggil Asep Bahtiar mengatakan, pembagian masker ini merupakan estafet dari CSR BRI dalam rangka upaya bersama pencegahan penularan wabah virus Covid-19 khususnya pedagang yang ada pasar, karena dinilai pasar merupakan tempat yang banyak berkerumunnya warga.

“Ini  tanggung jawab kami di pemerintahan desa setelah mendapat bantuan Bank BRI, “ungkapnya.

Asep berharap dengan membagikan masker ini sebelum alat-alat Prokes yang lain, masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah.

Sambil membagikan masker, kata Asep, ia pun tidak lupa menghimbau masyarakat agar tetap patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan (Prokes) demi menjaga keselamatan dari paparan virus Covid.

“Atas nama warga Desa Karangmekar kami mengucapkan terimakasih kepada BRI Karangnunggal, “ucap Asep. (ANWARWALUYO)


MELALUI KORAMIL 1214/SUKARAJA, KODIM 0612/TASIKMALAYA LAKSANAKAN PROGRAM VAKSINASI TAHAP PERTAMA

PANGANDARANNEW.COM/TASIKNEWS – Kodim 0612/Tasikmalaya laksanakan program vaksinasi tahap pertama yang digelar di dua tempat, wilayah Kecamatan Sukaraja bertempat di Koramil Sukaraja dan Kecamatan Tanjungjaya bertempat di Desa Cintajaya, dengan sasaran 280 peerta vaksinasi dan target 240 orangsudah divaksin.

Menurut Danramil 1214/Sukaraja, Kapten Arm Esa Advanisa B, pihaknya sangat mengapresiasi dengan antusias dengan kesadaran masyarakat yang datang lokasi untuk mengikuti vaksinasi.

“Hari ini kami sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 140 dosis untuk 140 orang, “kata Esa.(6/7)

Dengan kerjasama yang baik semua pihak, kata Esa, kegiatan vaksinasi berjalan lancar an sukses, “Saya mengucapkan terimakasih kepada tenaga kesehatan dan vaksinator yang telah bekerja profesional saat pemberian vaksin ini,”ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Sukaraja Memed Supendi AMK, S.KM MSi menjelaskan, pihaknya sangat bersyukur atas terealisasinya  target vaksin tahap pertama sebanyak 100 persen dari target 140 orang dan dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Alhamdulillah respon warga sangat bagus sehingga  target sasaran vaksinasi tahap pertama ini 140 peserta sesuai target yang telah ditentukan, “kata Memed. (ANWARWALUYO)


KAJARI CIAMIS : “ PELANGGAR PPKM AKAN DIKENAKAN SANKSI TIPIRING”

PANGANDARANNEWS.COM - Pelanggar Peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dikenakan sanksi Tindak Pudana Ringan (Tipiring).

Demikian disampaikan Kepala Kejari Ciamis Yuyun Wahyudi, aturan tersebut kini sedang digodok antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Kajari, Kapolres dan Dandim 0613 Ciamis.

Nantinya, lanjut Kajari pelanggar PPKM akan berlakukan tindak pidana ringan (Tipiring), yang akan diberlakukan mulai minggu depan.

"Kita akan menegakkan aturan Mentri Dalam Negeri, “ucapnya. (7/7).

Aturan Tipiring ini, lanjutnya bisa berupa denda ataupun sanksi kurungan, tergantung nanti  hasil dari pembahasanya seperti apa.

Sementara saat diminta komentarnya Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan setiap kali ada operasi yustisi pihaknya telah menerapkan aturan denda.

"Kami terapkan denda sebesar Rp 20 ribu, tapi selama PPKM darurat sekarang ini belum ada denda baru paling sebatas edukasi, "kata Undang. (PNews)


MESKI CUACA BURUK SEBAGIAN NELAYAN PANGANDARAN TETAP MELAUT


PANGANDARANNEWS.COM  - Walau saat ini cuaca sedang tidak menentu namun sebagian nelayan Pangandaran tetap pergi melaut.

Seperti disampaikan Ketua Rukun Nelayan Batukaras Aah Warto, dalam satu pekan ini cuaca memang sedang tidak bersahabat atau bisa dibilang sedang buruk, tapi sebagian nelayan ada yang melaut ada yang tidak, dan nelayan yang tidak melaut mereka lebih memilih untuk mencari kesibukan lain.

"Seperti merawat perahu, jala atau  menjemur ikan hasil tangkapannya, " ungkap Aah.(7/7)

Selain itu, masih kata Aah, ada juga yang lebih memilih untuk ikut menarik jaring arad dan ikan hasil pembagiannya mereka jual untuk menambah kebutuhan sehari-hari.

Heru (45) nelayan Bojongsalawe membenarkan,  beberapa nelayan memang ada yang masih nekad melaut  walau resikonya besar, karena memang tidak ada kerjaan lain, sementara dapur harus tetap ngebul.

Heru mengatakan, memang sebagian besar banyak nelayan  yang mengurungkan niat untuk melaut.

"Banyak juga sih yang menunda keberangkatan dalam beberapa hari ini, " ucapnya. (PNews)

PRIHATIN KASUS PENYEBARAN COVID-19 TERUS MENINGKAT, PMII PANGANDARAN GELAR DOA’ BERSAMA

PANGANDARANNEWS.COM – Ikut prihatin dengan kondisi pandemi covid-19 yang terus meningkat, beberapa hari lalu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran gelar do'a bersama yang dilaksanakan secara virtual dengan diikuti puluhan kader.(04/07)

Menurut Ketua PMII  Yusup sidik, pihaknya ikut berduka karena terus meningkatnya warga Pangandaran yang terpapar bahkan sejumlah warga ada yang meninggal akibat  terpapar virus Covid 19.

Dengan diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, kata Yusup, harus dipatuhi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Selain memaksimalkan ikhtiar dengan menjaga imunitas kita berdo'a agar virus ini tak terus berkembang dan diberi keselamatan dan perlindungan oleh Alloh, “ungkap Yusup.

Yusup menambahkan, seluruh elemen pun harus bahu membahu mengingatkan satu dengan yang lain untuk siaga memutus penularan virus Covid 19 agar setiap sektor mulai dari sektor ekonomi, pendidikan dan sektor lainnya bisa cepat normal kembali. Karena hal ini harus dilakukan setiap stakeholder dengan bekerja sama melakukan pencegahan penularan mulai dari gugus tugas tertinggi sampai di tingkat bawah dengan mengajak kepada masyarakat untuk bersama sama melawan Covid 19  agar segera keluar dari pandemi yang sudah sangat lama ini.

“Kebijakan PPKM ini tak akan mampu menekan penyebaran Covid jika tak ada pengawasan ketat daru pemerintah baik di tingkat atas hingga ke tingkat RT, “tegasnya.

Dan sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus ini, menurut Yusup akan  sulit berhasil jika semua kurang kesadaran secara kolektif.

Yusup pun berharap diharapkan kebijakan PPKM ini bisa menekan angka penyebaran covid 19 dan masyarakat tidak ikut panik dengan meningkatnya angka penyebaran sampai hari ini.

“Mari hadapi pandemi ini dengan tenang, patuhi PPKM dan jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan, “pungkasnya.(PNews)


TEKAN KASUS STUNTING DAN GIZI BURUK PUSKESMAS PADAHERANG GULIRKAN "GIGI EMAS"

PANGANDARANNEWS.COM - Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Hingga saat ini kasusu stunting tersebut masih menjadi tantangan khususnya di bidang kesehatan di Kabupaten Pangandaran, dengan angka kemiskinan sekitar 7 % menjadi salah satu pemicunya, hal lainnya minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana memberi asupan gizi yang seimbang bagi putra-putrinya. Tak hanya terjadi pada keluarga miskin saja, artinya stunting bisa terjadi pada keluarga kaya jika orangtua tak cukup paham bagaimana memberi nutrisi seimbang bagi anak, untuk mengatasi permasalah tersebut kini Pemkab Pangandaran program “Menyeting Gigi Emas”

Adalah Suryati, Kepala Puskesmas Kecamatan Padaherang, yng menjadi pengagas program tersebut, mengatakan, “Gigi Emas” merupakan singkatan dari 5 program, diantaranya gerakan makan telur, instruktur ASI ekslusif, lumbung gizi desa, kelompok masyarakat peduli jamban dan alarm kelahiran.

“Menyeting Gigi Emas itu singkatan dari mencegah stunting dengan Gigi Emas”,”ungkapnya. (5/7)

Menurut Suryati, ia sengaja menggunakan singkatan agar mudah disosialisasikan pada masyarakat sehingga masyarakat pun mudah untuk mengingatnya dan pada saatnya diharapkan kasus stunting di Pangandaran bisa ditekan.

Alasan digulirkan gerakan makan telur, karena menurut Suryati telur merupakan sumber protein tinggi yang murah dan terjangkau semua kalangan, sedangkan ASI eksklusif merupakan program untuk para suami agar menjadi instruktur bagi para istrinya agar mau menyusui selama 6 bulan.

Sedangkan lumbung gizi desa, imbuhnya merupakan gerakan untuk mengumpulkan donatur pemberi makanan tambahan bagi anak gizi buruk dan stunting, dan tidak lupa masyarakat pun didorong untuk peduli lingkungan dengan menyediakan jamban yang bersih agar kesehatan sanitasi lingkungan selalu terjaga.

“Saat ini program Gigi Emas baru dilaksanakan di 9 desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Padaherang, dan rencananya semua Puskesmas di Pangandaran pun sudah sepakat melaksanakan program ini, ”ujar Suryati.

Suryati mengatakan, program Gigi Emas ini telah terbukti mampu menekan kasus stunting di Kecamatan Padaherang yang sebelumnya ada 12 kasus stunting dan 19 kasus gizi buruk, dan setelah diluncurkan program ini kini kasus stunting tinggal 2 dengan kasus gizi buruk nihil.

“Dan tantangan kami saat ini adalah bagaimana mengupayakan upaya mempertahankan atau mencegah agar kasus tidak terjadi,” imbuh Suryati.

Ditemui terpisah, saat diminta komentarnya, Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Puskesmas Padaherang tersebut, apalagi saat ini masalah ini sedang mendapat penilaian Kementerian Kesehatan dalam ajang penilaian inovasi penanganan stunting di Indonesia.

Kata Jeje, ia pun memberikan presentasi terkait program “Menyeting Gigi Emas” seghingga bisa  masuk nominasi 56 besar inovasi penanganan stunting di tingkat nasional.

“Kasus stunting dan gizi buruk saat ini memang masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) yang harus diselesaikan oleh Pemkab Pangandaran, “ujarnya.

Dengan angka 7 % tingkat kemiskinan di Pangandaran, diakui Jeje ini sangat berpengaruh menjadi penyebabnya, padahal upaya menekan kemiskinan teus dilakukan salah satunya dengan cara menanggung semua kebutuhan dasar masyarakat miskin, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, rumahnya diperbaiki. 

“Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan masyarakat miskin akan mampu untuk memberi asupan gizi yang baik untuk anak-anaknya sehingga bisa selalu sehat dan cerdas dan pada ujungnya kasus stunting pun bisa menurun bahkan dihilangkan,” tegas Jeje. (PNews)

 

CEK PERSIAPAN IDUL QURBAN WABUP TASIK SIDAK KE PASAR HEWAN SINGAPARNA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka persiapan menjelang persiapan Hari Raya Idul Adha, Wakil Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin S.Pd MAP melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Hewan di Kecamatan Singaparna. (7/6)

Dalam kesempata tersebut wabup mengatakan, tidak ada larangan untuk berjualan hewan kurban dengan pertimbangan banyak hal, terutama keberlangsungan hajat hidup orang banyak. 

Namun, ujar wabup, warga yang ada pasar hewan ini wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes), jangan sampai karena abai keluarga sendiri yang menunggu hasil berjualan malah jadi korban karen terpapar covid 19.

Wabup mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan keluarga dengan tetap tidak mengabaikan prokes, karena kepedulian ini berarti ikut menjaga kesehatan semua.

“Dan jangan lupa ibadah sholat lima waktu karena  sering mengambil wudhu untuk menghilangkan segala virus penyakit karena air wudhu insaalloh mampu  membersihkan segala penyakit, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


WARGA ANTUSIAS IKUTI PROGRAM VAKSINASI DI DESA MEKARJAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –Desa Mekarjaya kecamatan Sukaraja  Kabupaten Tasikmalaya menargetkan vrogram vaksinasi harus selesai hari ini.(6/7)

Demikian disampaikan Kepala Desa Mekarjaya Mulyadi, menurutnya vaksin jenis sinovac ini merupakan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) di masa pandemi sekarang ini.

“Kami menargetkan hari ini ada 100 warga bisa ikuti vaksinasi, “ujarnya, saat ditemui PNews di sela-sela kesibukannya mengikuti vaksinasi tahap ke 2 yang bekerjasama dengan Puskesmas Sukaraja dan dibantu Babinsa, Babinkantibmas serta perwakilan Gugus tugas covid-19 Kabupaten Tasikmalaya.

Mulyadi berharap  warga Desa  Mekarjaya selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan patuh pada peraturan pemerintah, seperti memakai masker mencuci tangan, menjaga jarak , menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas (5M).

Melalui kegiatan program vaksinasi ini , ia juga mengedukasi warga agar selalau melakukan gerakan hidup sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh. 

“Selain mengikuti vaksinasi ini warga juga dihimbauselalu mematuhi protokol kesehatan, “imbuhnya.

Mulyadi juga mengaku senang karena pada umumnya warga baik dan antusias ingin mendapatkan vaksinasi covid-19.

“Pada kesempatan kegiatan vaksinasi tahap berikutnya diharapkan semua warga bisa mendapatkan giliran, "pungkasnya. (AMIRSARIPUDIN)


PPKM DARURAT KURANG MAKSIMAL, BUPATI PANGANDARAN AKAN BERI WARNING PADA SEJUMLAH DESA

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata merasa kecewa pasalnya warga yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) banyak yang tidak terpantau petugas Satgas Covid-19 di tingkat desa.

Seperti di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, kata Jeje, ada yang sedang menjalani Isoman tapi tidak memakai gelang karet dan stiker, padahal itu penting untuk ciri yang terpapar covid.

Selain itu ternyata  masih banyak warga yang tidak memakai masker, menurutnya masa harus dia senidir yang  turun ke semua desa, itu tidak mungkin, karena  tugas tersebut sudah jelas dikendalikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan seharusnya sudah jalan semua.

"Setiap hari kurang tidur, langkah apa yang harus diambil agar kasus covid bisa menurun, “ kata Jeje kepada sejumlah awak media di aula kantor bupati, Parigi. (5/7)

Jeje pun mengajak kepada Satgas untuk bersama-sama berjuang dan terus memantau warga yang sedang menjalani Isoman, jangan sampai ada waga yang sedang menjalani  Isoman masih bisa berkeliaran.

Dirinya menegaskan jika yang Isoman sampai berkeliaran,  sama saja  dengan menularkan penyakit kemana mana."Isoman itu kan minimal 10 hari, kan sudah dihimbau untuk diberi gelang karet dan stiker tapi pada gak jalan." Jelasnya.

Dan saat ini sedang diberlakukan PPKM Darurat, semua kegiatan ditutup sehingga membuat denyut  perekonomian tersendat, tapi jika semua bersama-sama bertekad untuk melawan pandemi Covid-19 ini dan sadar, menurutnya, kasus Covid-19 niscaya bisa cepat menurun.

Tapi jika penanganan ini dilakukan setengah - setengah, maka lanjut Jeje, hasilnya pun tidak akan berjalan dengan baik.

Karena seperti diketahui sepekan terakhir ini kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, diantaranya di Kecamatan Parigi, Kecamatan Pangandaran, dan beberapa Desa di Kecamatan Padaherang, tapi anehnya semua Kepala desanya diam.

“Apa tidak takut atau gimana kalau masyarakatnya meninggal,"ungkapnya.

Ia pun memberikan warning kepada kepala desa yang pemberlakuan PPKMnya yang kurang maksimal.


"Masa, Saya harus memberhentikan kades, kalau saya ditekan oleh pemprov saya senang karena saya tentu bisa lebih bekerja lagi dan memang itu sudah kewajiban juga,"pungkasnya.

Berikut ini up date data covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Senin tanggal 5 juli 2021 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

DATA  COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN UPDATE TGL 05-07-2021

KASUS KONFIRMASI  COVID-19

Total    :   3379 org

Sembuh         :   2872 org

Aktif :        51 org  isolasi RSU, 15 isolasi PKM, 351 Isolasi Mandiri)

Meninggal :        90 org

WNI      :    3226 org

Laki2    :    1370 org

Perem :    2009 org

Usia

<5         :         33 org

5 - 19  :       191 org

20 - 29 :       240 org

30 - 39 :       230 org

40 - 49 :       200 org

50 - 59 :       197 org

60 - 69 :       112 org

70 - 79 :         35 org

80-        :           7 org


SUSPEK

1. Total :      908 org

2. Discardid :      834 org

    - Meninggal :        32 org

3. Aktif :        42 org

4  Laki-Laki :      526 org

5. Perempuan :      381 org

6. WNI :      903 org

7. WNA         :          5 org

8. Usia :

< 5 th :        23 org

6-19    :        78 org

20-29 :      242 org

30-39 :      102 org

40-49 :        90 org

50-59 :        89 org

60-69 :        59 org

70-79 :         25 org

>80    :           4 org

PROBABLE

1. TOTAL.          : 13

2. MENINGGAL : 7

3. MENUNGGU : 0

4. SELESAI : 6


KONTAK ERAT

TOTAL :   2026 org

Discarded :   2026 org

Aktif :          0 org


HASIL LAB. SWAB

Positif    :   3.379 org

Negatif  :  8.989 org

Menunggu hasil :          0 org

Jumlah  :12.368 org


HASIL RAPID TEST

Reaktif    :       70 org

Invalid    :         0 org

Non Reaktif :13.385 org

Total      :13.455 org


(PNews)





DUA HARI PASCA PPKM DARURAT, KASUS COVID-19 DI T PANGANDARAN BELUM MEREDA

Kadis Kesehatan Pangandaran, Yani AMarzuki
PANGANDARANNEWS.COM – Sejak diberlakukannya PPKM darurat, ternyata tidak membuat kasus pandemi covid-19 di Kabupaten Pangandaran menurun, berasarkan dta yang ada di gugus tugas total angka kematian karena covid-19 tercatat 87 orang, per tanggal 4 Juli 2021, dan di hari kedua pemberlakuan PPKM Darurat, angka kematian akibat corona pun bertambah 2 orang dari semula 85 orang pada tanggal 3 Juli 2021.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani A Marzuki, total konfirmasi dalam dua hari, dari tanggal 3 juli hingga 4 juli 2021 meningkat 52 orang, data konfirmasi 3.174 orang dan pada data tanggal 4 juli tercatat ada 3.226 orang.

“Begitu juga pasien yang menjalani isolasi di RSUD Pandega mengalami peningkatan sebanyak 4 orang dari hari sebelumnya 63 orang bertambah menjadi 67 orang, “terang Yani.(4/7)

Sedangkan pasien yang menjalani isolasi di Puskesmas juga mengalami peningkatan pada tanggal 3 juli tercatat ada 6 orang yang semula pada (3/7/2021) sebanyak 17 orang pada (4/7/2021) menjadi 23 orang. Sementara untuk yang menjalani isolasi mandiri mengalami penurunan -183 orang yang pada (3/7/2021) sebanyak 454 orang pada (4/7/2021) sebanyak 271 orang,” terang Yani.

“Sedangkan untuk jumlah angka suspek meningkat 13 orang dari data tanggal 3 juli sebanyak 23 orang menjadi 36 orang pada tanggal 4 juli, “ucanya.

Yani juga menghimbau pada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan serta selalu penerapkan protokol kesehatan juga diharapkan masyarakat mematuhi PPKM Darurat karena ini untuk kebaikan bersama.

“Saya juga sampaikan, dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 diharapkan masyarakat yang belum divaksin agar segera ikuti vaksinasi, “tegasnya. (PNews)



 


DIGELAR SECARA VIRTUAL, DPRD PANGANDARAN GELAR PARIPURNA TETAPKAN PERDA RPJMD TAHUN 2021-2026

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Perwakilan Ralyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu menggelar rapat paripurna untuk menetapkan persetujuan DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Rapedra) tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, menjadi Peraturan Daerah (Perda), bertempat di ruang rapat paripurna. (2/7).

Pelaksanaan Paripuran tersebut digelar secara virtual, mengingat angka penularan Covid-19 yang mengalami peningkatan di Kabupaten Pangandaran

Menurut Ketua Pansus V  DPRD Kabupaten Pangandaran Ucup Supriatna, dalam pembahasan ini pihaknya bertugas membahas Raperda RPJMD tahun 2021-2026 sejak tanggal 18 Juni sampai dengan 1 Juli 2021.

Kata Ucup, ada beberapa tahapan yang dilaksanakan di antaranya, menggelar rapat internal, rapat kerja dengan SKPD, harmonisasi dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Barat dan konsultasi ke BAPPEDA Provinsi.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 tahun, terhitung sejak dilantik sampai dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Daerah, “terang Ucup, (4/7)

Dalam dokumen RPJMD  ada rencana pembangunan daerah dan ini dokumen yang dibutuhkan daerah untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan dengan implementasi pembangunan di daerah, dan dokumen RPJMD ini juga nantinya menjadirujukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) dan rencana tahunan sebagai penjabaran secara teknis yang dilaksanakan oleh seluruh SKPD.

Cup mengatakan, RPJMD 2021-2026 merupakan dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Pangandaran untuk periode 5 tahun yang disusun sesuai dengan kewenangan pemda, dan penyusunannya berpedoman pada RPJPD Kabupaten Pangandaran tahun 2016-2025, RTRW Kabupaten Pangandaran tahun 2018-2038 serta memperhatikan RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023 dan RPJMN tahun 2020-2024.

Ucup menyebut, RPJMD tahun 2021-2026 untuk dijadikan acuan seluruh perangkat daerah sesuai tugas pokok dan fungsinya yang dituangkan dalam dokumen RENSTRA perangkat daerah sebagai dokumen perencanaan 5 tahunan perangkat daerah.

"Dokumen RPJMD ini selanjutnya akan dijabarkan ke dalam rencana kerja pemerintah daerah dan  RKPD yang merupakan perencanaan tahunan yang memuat rancangan kerangka ekonomi, prioritas pembangunan dan rencana kerja dan pendanaannya,"pungkasnya. (PNews)







 

SALAHSATU BENTUK DISIPLIN KERJA KADES MARGALAKSANA TERAPKAN APEL PAGI HARI SENIN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Setelah dilantik menjadi Kepala Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, Jaja Hidayat dala tata kelola pemerintahan desanya selalu menerapkan disiplin pada perangkatnya, salah satunya setiap hari senin ia mewajibkan seluruh perangkat desa untuk melaksanakan apel pagi yang dilaksanakan di depan kantor desa. 

Menurut Jaja, ini untuk menumbuhkan disiplin dalam melaksanakan tugas di desa untuk memberikan pelayanan pada warga lebih baik lagi.

“Saya menekankan untuk berdoa dulu sebelum bekerja agar selain untuk pengabdian pada masyarakat diharapkan kinerja kita ini menjadi ibadah, “ungkapnya.(5/7)

Dengan motto kerja ikhlas, cerdas dan tuntas, kata Jaja, ini menjadi motivasi seluruh perangkat dan lembaga yang ada di desa.

“Kita berika pengabdian terbaik pada warga agar warga sebagai penerima manfaat pun bisa senang, “imbunya. (AMIRSARIPUDIN)


PEMDES CIKUPA DIBANTU BHABINKAMTIBMAS DAN BABINSA SOSIALISASIKAN PPKM MIKRO

PANGADARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Hari ini Pemdes Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menggelar operasi yustisi sekaligus sosialisasi pemberlakuan PPKM mikro dan pembagian 150 masker kepada masyarakat.(3/7)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kades Cikupa Yudha Heryadi, Bhabinkamtibmas Bripka Berni N.H.S.H, Babinsa Serka Mamat, perangkat Desa Cikupa dan para kepala dusun.

Menurut Bhabhinkamtibmas Bripka Berni, kegiatan ini merupakan program utama untuk menekan penularan virus Covid-19 yang ada di Desa Cikupa.

Dalam kegiatan tersebut, kata Berni, petugas memberikan himbauan terkait protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Sedangkan sasaran pembagian masker, kai berikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kantor desa, “kata Berni.

Berni mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menekan penularan penyebaran virus covid khususnya di Desa Cikupa salahsatu usaha adalah dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan 5 M lainnya.

“Kami akan sering melakukan patroli rutin untuk memberikan himbauan PPKM Mikro di wilayah Desa Cikupa, “imbuhnya

Saat  dihubunggi lewat sambungan telepon, Kepala Desa Cikupa Yudha Heryadi mengatakan selai tetap patuh ikuti protokol kesehatan, ia uga menghimbau masyarakat agar berbanyak ibadah.

“Mari kita semua berdoa’ agar pndemi covid-19 segera berakhir, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)











 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN