ALIANSI PEDULI PALESTINA AJAK WARGA PANGANDARAN PEDULI PALESTINA

PANGANDARANNEWS.COM – Tindakan brutal yang dilskukan tentara Israel pada warga warga Palestina, mengundang rekasi keras dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Salah satu aksi menentang kejshatan perang yang merenggut ratusan korban warga sipil tersebut dilakukan sejumlah warga Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam Aliansi Peduli Palestina.

Aksi gerakan peduli Palestina yang dilaksanakan dua hari lalu diikuti sekitar 500 orang yang datang dari beberapa daerah di Kabupaten Pangandaran dimulai pukul 13.40 hingga 15.30 wib yang dilaksanakn di lahan parkir mesjid Itiqomah Pangandaran. (21/05)Sepertti disampaiakan kordinator aksi, Nana Nashirin, sesama umat muslim warga Pangandaran harus menunjukkan kepedulian yang nyata baik melalui sumbangan materi maupun doa untuk meringankan penderitaan warga Palestina.

"Hendaknya kita peduli terhadap mereka yang kini dilanda kezaliman Zionis Israel," tutur Nana. (HARISFIRDAUS)


SANTRI DAN REMAJA DESA LANGKAPLANCAR GELAR DIALOG DAN SILATURAHIM

PANGANDARANNEWS.COM - Puluhan pemuda dan santri yang tergabung dalam Ikatana Remaja Mesjid Darussa'adah (IRMADA) Dusun Cipancur Desa Langkaplancar Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran  beberapa gelar Dialog Pemuda Dan Pertemuan Santri yang dihadiri Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Langkaplancar, kepala desa, ketua MUI, Ketua ranting NU langkaplancar, Pemuda dan santri se-Desa Langkaplancar yang tersebar di berbagai pesantren, bertempat di halaman kantor desa.(19/05)

Kegiatan yang sudah menjadi kegiatan rutin tiap tahun dan menjadi momentum pembinaan dan pengkaderan muda-mudi di Desa Langkaplancar diawali dengan silaturahim remaja dan santri se-desa langkaplancar dilanjutkan dengan penampilan kreasi dari remaja dan santri dan diakhiri dengan dialog yang bertujuan agar bisa berperan dalam pembangunan bagi tanah kelahiran.

Dalam dialog yang mengangkat tema "Aktualisasi peran pemuda dan santri dalam membangun negri" panitia pun menghadirkan tiga nara sumber, seperti Ketua BAPEMPERDA DPRD Kabupaten Pangandaran Encep Najmudin, Ketua Tanfidziyah MWC NU langkaplancar Kyai Ade Bayanudin dan Ketua Pengurus Kecamatan KNPI Langkaplancar Muhamad Komara.

Dalam paparannya Encep Najmudin berpesan pada para santri bahwa kualitas santri menjadi spirit dalam berproses walau meski dalam realitanya santri selalu terbatasi oleh fasilitas dan juga kesederhanaan.

“Walau dengan keterbatasan tersebut santri tidak boleh menurunkan kualitas diri dan harus terus berkembang, “ujar Encep.

Sementara Muhamad Komara menambahkan, santri dan pemuda hari ini dituntut untuk tidak hanya sekedar ahli dalam pengajian, maka sekecil apapun peran santri dan pemuda harus bisa berkontribusi dalam rangka membangun negeri yang dimulai dari desa.

Kata Komara, santri jangan cuma azzam (Kebulatan tekad) tapi harus muqtarinan bifi'lihi (memaksudkan sesuatu bersamaan dengan perbuatan).

Masih di tempat yang sama, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Langakaplancar Kyai Ade Bayanudin menyampaikan motivasi yang diberikan tersebut harus ada filter dan arahan agar memilih pesantren berbasis Nahdlatul Ulama.

"Setidaknya ada IPNU dan IPPNU di dalamnya, “tegasnya.  (YUSUP SIDIK)



UNTUK YANG KELIMA KALINYA PEMKAB PANGANDARAN KEMBALI RAIH OPINI WTP ATAS LHP BPK

PANGANDARANNEWS.COM – Dari hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, untuk anggaran tahun 2020 Pemerintah Daerah Kabupaten kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan opini WTP atas pengelolaan keuangan APBD tahun 2020  ini menjadi capaian untuk yang ke 5 kalinya. Sebelumnya opini WTP juga diraih Pemkab Pangandaran untuk APBD tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019, dan tentunya prestasi luar biasa ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pangandaran karena di usianya yang belum genap 9 tahun sudah bisa meraih opini WTP berturut-turut.

Hasil opinit WTP yang ke lima kalinya diperoleh pada penyerahan laporan hasil pemeriksaan, pada hari Selasa 18 Mei 2021, bertempat di Kantor BPK Perwakilan Jawa Barat.

Dihubungi lewat telepon celullernya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan prestasi ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi agar dapat terus melakukan perbaikan-perbaikan terkait pengelolaan keuangan daerah sehingga lebih baik lagi.

“Tidak lua saya pun menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kinerja seluruh pejabat serta semua pihak yang terlibat di lingkup Pemkab Pangandaran, “ungkap Jeje.(18/5)

Tapi, kata Jeje, prestasi yang telah dicapai ini diharapkan tidak menjadi euforia karena pencapaian ini merupakan salah satu bukti kesungguhan Pemkab Pangandaran dalam pengelolaan dan akuntabilitas keuangan daerah.

“Artinya kita benar-benar pergunakan APBD untuk kepentingan masyarakat dengan proses akuntabilitas yang baik dan tertib administrasi, “imbuh Jeje.

Sementara menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran Hendar Suhendar, perolehan opini WTP ini tidak menjadikan target akhir dari pengelolaan keuangan daerah, karena justru ini harus jadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kinerja.

“Sehingga dalam pengelolaan keuangan pun bisa benar-benar akuntabel,” katanya. (PNews)




UPDATE DATA COVID0-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 19 MEI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Rabu 19 Mei 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.


*KASUS KONFIRMASI  COVID-19*

Total            :   2088 org

Sembuh :   1963 org

Aktif :     11 org  isolasi RSU,68 Isolasi Mandiri)

Meninggal :     46 org

WNI              :   2088 org

Laki2            :    860 org

Perem :   1228 org

Usia

<5 : 33org

5 - 19  :    191 org

20 - 29 :    240 org

30 - 39 :    230 org

40 - 49 :    200 org

50 - 59 :    197 org

60 - 69 :    112 org

70 - 79 :     35 org

80-        :      7 org



*SUSPEK*

1. Total :    824 org

2. Discardid :    807 org

    - Meninggal :     16 org

3. Aktif         :      1 org

4  Laki-Laki :    498 org

5. Perempuan :    326 org

6. WNI :    819 org

7. WNA :      5 org

8. Usia :

< 5 th :     23 org

6-19    :     78 org

20-29 :    242 org

30-39 :    102 org

40-49 :     90 org

50-59 :     89 org

60-69 :     59 org

70-79 :     25 org

>80    :      4 org


*PROBABLE*

1. TOTAL.          : 10

2. MENINGGAL : 6

3. MENUNGGU : 0

4. SELESAI : 4


*KONTAK ERAT*

TOTAL :   2020 org

Discarded :   2020 org

Aktif :      0 org


*Hasil Lab. Swab*

Positif            :   2088 org

Negatif          :   8989 org

Menunggu hasil :          0 org

Jumlah          : 11.077 org


*HASIL RAPID TEST*

Reaktif            :          70 org

Invalid               :        0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total              : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 19 Mei 2021 :

















BERSAMA FORKOPINDA WABUP PANGANDARAN PANTAU SEJUMLAH TEMPAT WISATA

PANGANDARANNEWS.COM - Beberapa hari yang lalu Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan didampingi Dandim 0613 Ciamis dan Kapolres Ciamis memantau beberapa obyek wisata pasca dilakuka entupa minggu malam.(16/05)

Saat berda di obyek wisata atai agandaran, wabup pun memantau langsung Pos Terpadu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Pangandaran dan Pos Pengamanan Pantai Gabungan Unsur Laut sambil membagikan masker.

Kepada media wabu mengatakan, pos-pos tersebu dibentuk untuk melakukan mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM.

“Pos tersebut mempunyai 4 fungsi, untuk pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 di tingkat desa, “kata wabup.

Dan untuk antisipasi pelaksanaan pencegahan serta penanganan covid-19 di tempat wisata, kata wabup, Pemkab Pangandaran jauh-jauh hari telah membangun Pos Terpadu PPKM ini.

Saat berada di tempat aktivitasi wisata wabu pun tidak lupa mengimbau kepada wisatawan aar selalu melaksanakan protokol kesehatan 

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu pakai maskernya ya...”ujar wabup kepada ejumlah wisatawan.

Dalam hal eneraan kebijakan masa pandemi di obyek wisata, pemda bersama forkopinda selalu mengikuti petunjuk dan arahan dari pemprov. 

‘Apa yang diinginkan masyarakat untuk ditutup kita tutup, intinya kami ini memenuhi apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Usai memantau di obyek Pantai Pangandaran wabup beserta rombongan pun langsung menuju obyek wisata Pantai Madasari dan Pantai Batukaras untuk melakukan hal yang sama di kedua tempat wisata tersebut. (PNews)


BERSAMA GUBERNUR JABAR, PEMDA KAB TASIKMALAYA IKUTI RAKOR COVID-19 DAN PEMULIHAN EKONOMI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya  kemabli mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Forkopimda Jawa Barat  yang diikuti Wakil Bupati H. Cecep Nurul Yakin dan Forkopimda Tasikmalaya, bertempat di Ruang Desk Sekretariat Daerah.(17/05)

Dalam kesempatan tersebut Gubenrur Jawa Barat berkesempatan memberi arahan kepada seluruh Kepala Daerah untuk senantiasa adaptif dan responsif dalam berbagai situasi dalam rangka menumbuhkan perekonomian di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Gubernur mengingatkan agar pemkab-pemkot selalu menosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 serta menggalakan terus program vaksinasi.

“Ini merupakan salah satu upaya  untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi di Jawa Barat, semoga  covid 19 cepat berkahir, “ucap gubenrnur. (ANWARWALUYO)


BUPATI PANGANDARAN: "WISATA PANGANDARAN SIAP DIBUKA KEMBALI"

PANGANDARANNEWS.COM – Usai pertemuan dengan para pelaku usaha dan seluruh stake holder pariwisata, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, muai hari selasataggal 18 mei 2021 kembali akan membuka obyek wisata karena dalam pertemuan tersebut selurh pelaku usaha pariwisata berkomitmen akan mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19, setela sebelumnya atas instruksi Gubenrnur Jawa Barat ditutup pada hari minggu tanggal 16 mei lalu pasca viralnya video kerumunan pengunjung yang abai menerapkan prokes di Pantai Batu Karas pada Sabtu tanngal 15 Mei 2021.

Menurut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, keputusan membuka kembali objek wisata setelah pemda melakukan sosialisasi dengan para pelaku usaha wisata yang dituangkan dalam fakta integritas kesanggupan untuk ikut andil dalam mengawasi protokol kesehatan di obyek wisata.

“Jika semua para pelaku usaha wisata menyanggupi untuk mematuhi serta mengawasi penerapan protokol kesehatan, maka obyek wisata di Pangandaran bisa di buka kembali, “kata bupati, usai pertemuan dengan para pelku usaha wisata di alun-alun Paamprok di kawasan pantai Pamugaran.(17/05)

Bupati menatakan, surat pernyataan yang dibuat para pelaku usaha wisata ini nantinya akan disampaikan ke Gubernur dan Presiden, bahwa seluruh pelaku usaha wisata siap mematuhi dan ikut mengawasi protokol kesehatan.

Bupati mengakui, penutupan obyek wisata di Kabupaten Pangandaran tentu menimbulkan dinamika, karena selama pandemi covid ini ekonomi masyarakat juga harus bisa tumbuh kembali, artinya ekonomi bisa berjalan dan kesehatan masyarakat pun tetap terjaga.

“Jadi saya tegaskan kembali, jiak semua sanggup mematuhi protokol kesehatan, maka besok obyek wisata Pangandaran akan dibuka kembali,”  tegas bupati.

Mengingat kapasitas obyek wisata Pantai Batu Karas lebih kecil ketimbang obyek wisata di Pantai Pangandaran, maka, kata bupati, nantinya  akan dilakukan sistem buka tutup untuk menghindari kerumunan pengunjung seperti yang dilakukan di obyek wisata pantai Pangandaran, dengan dilakukan penyekatan sehingga tidak terjadi penumpukan atau kerumunan pengunjung.

Sementara menurut Kadis Kesehatan Pangandaran, drg Yani Ahmad Marzuki, paska terjadinya kerumunan pengunjung yang sempat viral di media sosial, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pun langsung secara random melakukan pemeriksaan Rapid Antigen pada para pelaku usaha wisata di obyek wisata pantai Batu Karas.

Alhamdulillah dari hasil sampel Rapid Antigen yang dilakukan secara acak pada puluhan pelaku usaha wisata, hasilnya negatif,” terang Yani. 

Yani menambahkan, dari pantauan seluruh pelaku usaha wisata pantai Batu Karas pun siap memantuhi protokol kesehatan dan menandatangani surat pernyataan akan ikut andil mengawasi protokol kesehatan yang disaksikan langsung Bupati Pangandaran. (PNews)


SATGAS COVID-19 :"TERJADI LONJAKAN HINGGA 100,8 % DI TEMPAT WISATA MELONJAK 100,8% SAAT LIBUR LEBARAN"

WAGUB JABAR : “PENUTUPAN OBYEK WISATA PANGANDARAN AKAN DIEVALUASI

PANGANDARANNEWS.COM – Memasuki H +3 libur hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021, kunjungan wisatawan ke obyek wisata Pangandaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat terjadi peningkatan kunjungan hingga 100,8 %. 

Seperti disampaikan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah,  kenaikan kunjungan wisata ini terjadi pada tanggal 14-15 Mei 2021, setelah sebelmnya saat hari Idulfitri pertama 13 Mei 2021 ada penurunan dibandingkan kunjungan pada pekan sebelumnya.

Dewi mengatakan, perbandingan pada tanggal 7 dan 8 Mei dan tanggal 14-15 Mei pada saat libur lebaran terjadi kenaikan sebesar 100,8 persen. 

“Artinya terjadi kenaika dua kali lipat pergerakan orang yang ke tempat wisata pada saat libur Idulfitri,” jelas Dewi melalui kanal YouTube Pusdalops BNPB.(16/5) 

Pada tanggal 6 mei lalu, kata Dewi, jumlah warga yang berkunjung ke tempat wisata sebanyak 25.215 orang, sementara pada tanggal 13 mei tercatat ada 8.694 wisatawan.

Kemudian kenaikan hingga 100,8 persen lebih terjadi pada kumulatif jumlah wisatawan pada periode 14-15 Mei, yang mencatat 111.223 wisatawan. Sementara pada pekan sebelumnya yakni 7-8 Mei hanya mencatat 55.398 wisatawan di kedua hari itu.

Sementar ditemui secara terpisah, Pasca penutupan wisata Pangandaran, Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum langsung melakukan kunjungan dan peninjauan dibeberapa lokasi, menyesalkan saat mengetahui adanya video yang viral di meda sosial  yang mempertontonkan kerumunan wisatawan yang tidak patuh, tidak menjaga, mengabaikan serta melanggar protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah di lokasi wisata di Kabupaten Pangandaran, sehingga dengan ditemani Bupati Pangandaran H Jeje wiradinata, kepala Dinas Pariwista, Kasat Pol PP, TNI dan Polri, mewakili gubernur Jabar, wagub pun langsung meninjau lokasi wisata yang viral tersebut untuk menindaklanjuti.

Wagub yang datang ke Pangandaran juga untuk melakukan pemeriksaan apakah penutupan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku ataukah belum, dengan langsung melakukan percakapan dengan para pelaku usaha wisata, para pedagang, terkait dengan penutupan sementara obyek wisata Pangandaran.

“Pada dasarnya, Pemprov tidak melarang dibukanya tempat wisata asal dengan catatan semua pihak tetap taat pada aturan yang ada, menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat, “kata Wagub. (16/5)

Wagub juga mengatakan pihaknya akan mengevaluasi terkait masalah ini secara menyeluruh serta berharap segera didapat jalan keluar terbaik, dengan mengelaurkan kebijaksanaan dari Pemprov Jabar yan tidak merugikan masyarakat, para pelaku usaha wisata dan para pedagang di lokasi wisata Pangandaran.

‘Artinya masyarakat di obyek wsiata Panandaran tetap bisa mencari nafkah karena momentum hari raya idul  fitri  membawa berkah  bagi warga Pangandaran yan memunyai usaha di lokasi wisata, “katanya. (ANWARWALUYO)


H+1 LIBUR LEBARAN WALAU HARUS JALANI RAPID TEST ANTIGEN, WISATAWAN MULAI DATANGI OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Walau belum padat pada H+1 Hari Raya Idul Fitri1442 H, obyek wista mulai didatangi wisatawan dari berbagai daerah.

Untuk berjaga-jaga serta sebagai langkah antiiasi terjadi klaster enyebaran covid-19 di obyek wisata,  Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pun melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepada para wisatawan bertemat di gerbang utama (tol gate) pantai Pangandaran.(14/5)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran drg. Yani Ahmad Marzuki, saat ini pihaknya menyiapkan 30.000 rapid test antigen untuk wisatawan ini. 

"Pemeriksaan ini akan dilakukan hingga tanggal 24 Mei 2021," kata Yani.

Yani mengatakan, selain di pantai Pangandaran, pemeriksaan rapid test antigen juga dilakukan di obyek wisaa lain yang ada di Kabaen angandaran, seerti antai Batkaras, Batuhiu, Green Canyon dan tujuan wisata lainnya.

Yani membenarkan walau saat ini ada kebijakan larangan mudik tapi obyek wisata Pangandaran tetap dibuka tapi dengan sarat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) serta ditunjang dengan pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan secara acak.

“Hingga hari ini belum ditemukan adanya wisatawan yang positif rapid test antigen mudah-mudahan  sehat semua dan jangan lupa selalu menerapkan prokes “ucapnya.

Salah seorang wisatawan asal Kota Tasikmalaya, Diana (24), mengungkapkan, ia sangat mendukung pelaksanaan rapid test antigen ini karena ini bisa menjadi uaya emutus mata rantai penyebaran covid-19.

Menurutnya ia n sangat reson dan menyambt baik karena rapid test antigen dilakukan tidak bersipat paksaan nam dilaksanakan dengan sukarela atas keinginan wisatawan. 

“Saya juga senang karena ini dilakukan tanpa biaya alias gratis, dan Alamdulillah saat tadi diperiksa saya negatif covid, “ujarnya.  (PNews)




UPDATE DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN PER 13 MEI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Berikut up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari kamis 13 Mei 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.


*KASUS Konfirmasi  COVID-19*

Total            :   2045 org

Sembuh :   1904 org

Aktif :       10 org  isolasi RSU,85 Isolasi Mandiri)

Meninggal :       46 org

WNI              :   2045 org

Laki2            :     844 org

Perem :   1201 org

Usia

<5         :       33 org

5 - 19          :     191 org

20 - 29         :     240 org

30 - 39         :     230 org

40 - 49         :     200 org

50 - 59         :     197 org

60 - 69         :     112 org

70 - 79         :       35 org

80-                :         7 org


*SUSPEK*

1. Total         :     821 org

2. Discardid :     791 org

    - Meninggal :       16 org

3. Aktif         :       14 org

4  Laki-Laki :     497 org

5. Perempuan :     324 org

6. WNI :     816 org

7. WNA :          5 org

8. Usia :

< 5 th :        23 org

6-19    :        78 org

20-29 :      242 org

30-39 :      102 org

40-49 :        90 org

50-59 :        89 org

60-69 :        59 org

70-79 :        25 org

>80    :          4 org


*PROBABLE*

1. TOTAL.                  : 10

2. MENINGGAL : 6

3. MENUNGGU : 0

4. SELESAI         : 4


*Kontak Erat*

TOTAL :     2020 org

Discarded :     2010 org

Aktif :         10 org


*Hasil Lab. Swab*

Positif            :    2045 org

Negatif          :    8979 org

Menunggu hasil :        10 org

Jumlah          : 11.034 org


*HASIL RAPID TEST*

Reaktif            :        70 org

Invalid            :          0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total              : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 13 mei 2021 :















MASUKI HARI KE 8 DIBERLAKUKAN PENYEKATAN PETUGAS TERUS BERJAGA DI POS JEMBATAN PANCIMAS KALIPUCANG PANGANDARAN

PANGANDARANEWS.COM – Sejak diberlakukannya kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat tanggal 6 Mei lalu hingga saat ini Petugas dari Polri bersama instansi terkait lainnya masih bersiaga di pos penyekatan di sejumlah pintu masuk tujuan para pemudik seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, salah satunya titik penyekatan yang ada di wilayah hukum Polres Ciamis di jalan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah  di Jembatan Pancimas Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Seperti disampaikan Kapolsek Kalipucang Kompol Juameli selaku Kepala Posko, setiap hari petugas  gabungan TNI-Polri dan Instansi Pemerintah Terkait tetap bersiaga untuk memeriksa dan menghentikan pemudik yang melintas menuju ke Jawa Tengah dan sebaliknya dan masa penyekatan larangan mudik ini berlaku selama 12 hari sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. 

“Hari ini ada 50 personel gabungan yang bergantian lakukan tugas untuk memeriksa kendaraan baik yang akan masuk mau pun keluar Jawa Barat,” kata Jumaeli, saat ditemui seusai melaksanakan Apel Pengamanan di Pos Penyekatan. (13/05)

Jumaeli menjelaskan, seulurh personil yang bertugas di Pos Penyekatan terdiri dari anggota Polres Ciamis, Kodim 0613/Ciamis, Dishub, Satpol PP, Satgas Covid-19 Kecamatan, Pegawai Desa, Kecamatan, PGRI dan Petugas Kesehatan. Seluruh personil teresebut secara bergantian melakukan tugas pemeriksaan setiap kendaraan yang akan menuju ke Jawa Tengah dan sebaliknya.

Petugas yang berjaga, imbuhnya, akan memeriksa mulai dari kelengkapan surat kendaraan, data diri pengemudi dan penumpang dan  surat keterangan hasil swab negatif atau bebas Covid-19.

“Dan jika tidak ada kelengkapan data-data warga yang hendak mudik tersebut maka akan kami akan menuyuruh agar putar arah, ” tegas Jumaeli. (PNews)


PELAKSANAAN SHOLAT IDUL FITRI DI KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN INI TIDAK ADA SAMBUTAN BUPATI

PANGANDARANNEWS.COM – Hari ini masyarakat Kabuaten Pangandaran melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 H ada di yang di mesjid ada ada juga di tempat terbuka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Dari pantauan PNews di lapangan, di Masjid Darussalam Dusun Kedungrejo Desa WonoharjoKecamatan Pangandaran, ada penurunan jumlah jamaah yang mengikuti Shalat Idul Fitri mungkin karena berkurangnya warga yang mudik ke kampung halaman karena adanya larangan mudik dari pemerintah pusat.

Dalam sambutan panitia, salah seorang pengurus DKM Mesjid Darussalam, Joko Supriyanto, ada yang berbeda pada rangkaian acara tahun ini, selain jemaah yang tidak meluber hingga ke luar mesjid lebaran tahun ini pun tidak ada pembacaan sambutan Bupati Pangandaran yang biasanya selalu ada dan dibacakan sebelum pelaksanaan shalat ied.

“Kami panitia penyelenggaran tidak menerima sambutan bupati, “ucapnya. (13/5)

Menurutnya, hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri pagi ini, tidak ada kiriman naskah sambutan dari Bupati Pangandaran.

Joko mengatakan, ini tahun kedua pelaksanaan shalat ied dalam kondisi pandemi covid-19 sehingga dalam pelaksanaanya pun jumlah jamaah yang datang menurun dibanding momen yang sama sebelum ada pendemi.

“Mudah-mudahan kali ini menjadi idul fitri pintu masuk untuk mengakhiri bencana andemi covid-19, “imbuhnya. (PNews)


KONDISI PANDEMI TAK SURUTKAN SEBAGIAN WARGA KOTA TASIK LAKUKAN ZIARAH KE MAKAM KELUARGA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Hari Raya Idul Fitri biasanya sering dijadikan masyarakat untuk momen berziarah ke makam keluarga, tak terkecuali masyarakat yang ada di tasikmalaya.

Seperti halnya yang dilakukan Sandi warga asal Cempaka, yang terlihat datang ke pemakaman uumum Cinehel bersama keluarganya.

Menurut Sandi, usai melaksanakan Shalat Ied selepas makan ketupat dan opor ayam sajian khas lebaran ia dan keluarga langsung berangkat menuju makam keluarganya di TPU Cinehel.

Walau dalam kondisi pandemi covid-19 ternyata tidak menyurutkan beberapa warga untuk tetap melakukan ziarah dengan mengajak keluarga mereka.

“Ini sudah menjadi tradisi keluarga kami, hampir seiap tahun pada hari raya lebaran atau sebelum masuk bulan ramadhan kami biasa berziarah ke makam untuk mendoa’kan sodara kami yang telah meninggal, “kata Sandi.(13/5)

Tak hanya keluarga Sandi, TPU yang berlokasi di sisi aliran Sungai Cinehel yang membelah Kota Tasik ini pun dikunjungi keluarga lainnya dari berbagai kalangan.

Banyaknya warga yang berziarah ke TU Cinehel ini uga menjadi berkah sendiri bagi warga lainnya, salah satunya yang dialami Ngatiyem, salah seorang penjual bunga musiman.

Ngatiyem yang menjajakan bunganya di sekitarTPU merasa beruntung pasalnya setia lebaran selalu kebagian rejeki lebih dari hasil penjualan bunganya.

Alhamdulillah setiap lebaran saya marema melayani pembeli yang akan berziarah, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

 

KEBIJAKAN PENYEKATAN BERHASIL TEKAN JUMLAH PEMUDIK TUJUAN PANGANDARAN

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Kabuaten Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan dampak positif dari operasi penyekatan atau larangan mudik, pemudik tujuan Pangandaran menjadi sangat minim.

"Terhitung sejak tanggal 22 April 2021 total pemudik tercatat 475 orang itu dan sejak diberlakukannya penyekatan ada tanhggal 6 mei lalu tercatat hanya sekitar 100 orang," kata Jeje, (10/05)

Jeje mengatakan, angka ini jauh berbeda dengan jumlah pemudik saat lebaran tahun lalu, saat  awal pandemi tahun lalu tercatat 5.000 lebih perantau yang pulang ke Pangandaran, artinya penyekatan ini bisa menekan pemudik secara signifikan.

Dalam sisa waktu 2 hari lagi menuju hari raya Idul Fitri, Jeje berharap tidak terjadi penambahan pemudik dan mudah-mudahan perantau asal Pangandaran bisa menyadari dan patuh oada kebijakan  larangan mudik ini. 

Sementara pagi pemudik yang terlanjur datang, kata Jeje, selain harus menjalani isolasi mandiri yang akan  diawasi Satgas COVID-19 fi  tingkat desa pemudikjuga harus menjalani rapid tes antigen , walau sejauh ini belum ada yang dinyatakan positif.

Jeje mengatakan saat ini Pemkab Pangandaran juga sudah mengeluarkan himbauan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri agar dilaksanakan di ruangan terbuka dengan memberlakukan jaga jarak. 

Terkait kegiatan open hause yang biasa dilaksanakan pada hari lebaran, Jeje mengatakan lebaran tahun ini tak ada open house dan Pemkab tidak akan menggelar salat Ied serta mempersilahkan pelaksanaan salat Ied di lingkungan masing-masing tapi  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Dan saya juga mengingatkan ASN agar tidak mudik, para ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, “tegasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN