DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN UPDATE TGL 07-01-2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 7 januari 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

*KASUS KONFIRMASI  COVID-19*

Total            : 282 org

Sembuh : 155 org

Aktif :  26 org  isolasi RSU,  94 Isolasi Mandiri)

Meninggal :   7 org

WNI              : 265 org

Laki2            : 130 org

Perem : 152 org

Usia

<5 : 6 org

5 - 19  :26 org

20 - 29 :52 org

30 - 39 :54 org

40 - 49 :43 org

50 - 59 :23 org

60 - 69 :20 org

70 - 79 : 7 org

*SUSPEK*

1. Total         : 715 org

2. Discardid : 688 org

    - Meninggal :  14 org

3. Aktif         :  13 org

4  Laki-Laki : 443 org

5. Perempuan : 272 org

6. WNI : 710 org

7. WNA :   5 org

8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19    :  78 org

20-29 : 242 org

30-39 : 101 org

40-49 :  84 org

50-59 :  85 org

60-69 :  57 org

70-79 :  25 org

>80    :   4 org

*PROBABLE*

1. TOTAL.                  : 4

2. MENINGGAL : 3

3. MENUNGGU : 1

*KONTAK ERAT*

TOTAL : 1606 org

Discarded : 1539 org

Aktif :     67 org

*HASIL LAB. SWAB *

Positif            :  282  org

Negatif          :6.819 org

Menunggu hasil :     67 org

Jumlah          :7.168 org

*HASIL RAPID TEST*

Reaktif            :        70 org

Invalid            :         0 org

Non Reaktif :13.385 org

Total              :13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 07 JANUARI 2021 :















PROGRAM PEMBANGUNAN DESA TONJONG FOKUSKAN PADA PERBAIKAN INRASTRUKTUR JALAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pengerjaan pengaspalan jalan di Kampung Pamijahan Desa Tonjong Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Rt 13 Rw 05 dalam selama 4 hari sudah selesai dilaksanakan dengan menggunakan aspal semi hot mix, pengerjaan jalan ini mendapat pengawalan langsung Kepala DesaTonjong, Asep Tambo, sehingga masyarakat pun senang karena proses pengerjaan sesuai waktu yang direncanakan serta dengan kualitas pengerjaan yang memuaskan.

Hasil penelusura PNews yang didampingi salah seorang warga, Sodik, jalan di Desa tonjong hampir di seluruh kampung sudah dalam kondisi bagus sehingga warga pun merasa nyaman saat akan pergi ke kebun dan sawah, sehingga nantinya hasil panen petani pun dengan mudah bisa diangkut menggunakan kendaraan tanpa harus memikul jauh-jauh.

“Dulunya saat petani akan mengankut hasil panen harus dipikul atau harus mengeluarkan upah para pemikul buruh harian lepas, “ungkap Sodik.(5/1)

Kepala Desa Tonjong, Asep Sanusi, mengakui, dulunya jalan ini sulit dilalui apalagi jika musim hujan tiba karena kondisi jalan pun berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.

“Mudah-mudahan program perbaikan jalan ini bisa sepenuhnya dinikmati warga, “kata Asep.

Asep menambahkan, bukan tanpa alasan jika programnya lebih difokuskan pada infrastruktur jalan, karena bisa mempercepat laju roda perekonomian masyrakat.

“Jika jalan bagus otomatis ekonomi pun lancar, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

 

CEGAH PENYEBARAN COVID, POLAIR CIAMIS TERUS EDUKASI WISATAWAN TERKAIT PROKES DI OBYEK WISATA PANGANDARAN


PANGANDARANNEWS.COM
- Saat libur natal dan tahun baru 2021 beberapa waktu lalu, Polair Polres Ciamis, menempatkan anggotanya di beberapa titik lokasi wisata di Kabupaten Pangandaran, seiring dengan meningkatnya jumlah arus wisatawan yang akan menikmati liburannya.

Menurut salah seorang anggota Polair, Ipda Nanang Tri, ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datng ke obyek wisata Pangandaran.

Selain memberikan rasa aman, kata Nanang, seluruh anggota Polair yang beretugas di pantai selalu memberikan edukasi terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker, menjaga kerumunan dan mencuci tangan menggunakan sabun.

“Kami juga terus menerus menghimbau wisatawan yang sedang berenang agar jangan terlalu ke tengah karena dikhawatirkan terbawa arus laut, “kata Nanang.(2/1)

Nanang bersukur karena sejauh ini khususnya di sejumlah obyek wisata Pangandaran tidak terjadi klaster baru pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah berkat upaya semua baik saat atau pasca libur natal dan tahun 2021 tidak terjadi klaster baru di Pangandaran, “ imbuhnya.

Di tempat terpisah, salah seorang wisatawan asal Kota Cimahi, Ani Sumarni (45) mengatakan, sebelum berangkat untu berlibur ke Pangandaran sudah melakukan rapid test sehingga saat melewati tol gate obyek wisata pantai Pangandaran pun tidak mengalami kesulitan.

Yuli mengaku ia senang dengan upaya yang dilakukan pihak keamanan pantai yang selalu memperingati  serta melakukan edukasi terkait protokol kesehatan dan keselamatan saat berwisata di Pangandaran, mengingat hingga saat ini pandemi Covid-19 belum reda. 

“Saya yakin para wisatawan pun dengan senang hati menerima edukasi protokol kesehatan di obyek wisata yang langsung disampaikan beberapa anggota Polair, ”ujarnya. (PNews)


PASCA LIBUR NATARU PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI SEJUMLAH OBYEK WISATA

 

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk antisipasi pasca keramaian libur natal dan tahun baru (nataru) 2021, beberapa hari lalu Pemkab Pangandaran melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah titik obyek wisata dan lokasi lainnya, seperti di obyek wisata pantai Pangandaran, komplek perkantoran pemerintah, DPRD, kantor Bupati, pantai Batu Hiu, terminal, pantai Karapyak, Karangtirta, Green Canyon dan Pantai Batukaras, dengan menggunakan mobil gunners spraying

Menurut sekretaris PMI Kabupaten Pangandaran, Dadang Gunawan, penyemprotan ini dilakukan di sejumlah wilayah terutama tempat keramaian wisata, dan Pemkab Pangandaran telah menyiapkan  1.500 leter disinfektan.

“Penyemprotan atas kerjasama PMI Kabupaten Pangandaran dengan PMI Pemprovi Jawa Barat,” ujarnya.(4/1)

Kata Dadang, selama libur natal dan tahun baru beberapa hari lalu objek wisata Pangandaran ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah sehingga untuk pencegahan pandemi covid, PMI pun melakukan penyemprotan disinfektan agar tidak tercipta kluster Covid19 baru pasca libur nataru.

“Dengan tetap mentaati protokol kesetatan mudah-mudahan tidak ada penambahan atau kluster baru Covid-19, dan Pangandaran pun tetap dengan status zona hijau,”imbuhnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, penyemprotan disinfektan usai liburan panjang natal dan tahun baru 2021 merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi penyebaran covid, teutama di tempat umum dan ruang publik.

"Penyemprotan lebih difokuskan di obyek wisata dan fasilitas umum lainnya, terutama di desa yang kasus COVID-19 tinggi seperti di Desa Pajaten yang hingga kini terdapat 14 orang warga yang positif COVID-19," kata Jeje. (PNews)


BEAS PERELEK JADI JARING PENGAMANAN SOSIAL WARGA DESA HEGARWANGI

PANGANDARANNNEWS.COM/TASIKNEWS – Beberapa tradisi kehidupan di desa yang tidak bisa ditemui di perkotaan seperti beas perelek, merupakan salah-satu wujud kebersamaan dan sipat gotongroyong masyarakat pedesaan yang sudah ada turun temurun.

Beas perelek merupkan wujud bentuk gotong royong masyarakat yang berlatar budaya sunda dalam rangka mengatasi kesulitan pangan yang dialami warga, dan ini merupakan tradisi tolong-menolong khas urang Sunda.

Terdiri dari dua kata, beas (beras) dan perelek (bunyi yang dihasilkan saat bulir beras dituangkan pada sebuah wadah) merupakan wujud “kewajiban” seluruh warga desa untuk menyimpan sekitar satu sendok beras yang disimpan pada sebuah wadah kecil yang setiap malamnya beras-beras tersebut sekitar tengah malam akan diambil petugas ronda pada tiap malamnya. Dari 1-2 sendok makan beras yang terkumpul nantinya akan disimpan di rumah kepala dusun atau Ketua RW, dan dalam jangka waktu tertentu biasanya beras yang terkumpul itu akan diketahui jumlahnya saat beras tersebut akan digunakan untuk membantu jika ada salah seorang warga mendapat musibah atau memerlukan bantuan karena sesuatu hal.

Seperti dituturkan kepala Dusun Rt 03 Rw 06 Dusu Hegarwangi Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Budiman Abud, menurutnya ada dua tradisi turun temurun warga,seperti tradisi jimpitan, yaitu kegiatan gotong royong dalam rangka membantu kebutuhan pokok salah seorang warga yang memerlukan bantuan dan tradisi serupa yang dikenal dengan istilah Beas Perelek

“Manfaat beras perelek ini benar-benar sangat dirasakan di masa pandemi sekarang ini, “ungkap Budiman. (4/01)

Menurut Budiman, beas perelek yang bermula dari kearifan lokal budaya sunda yang bisa difungsikan untuk menabung dari 1-2 sendok bulir beras sehingga bisa terkumpul yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk membantu warga sendiri (dari warga untuk warga).

Kenapa menggunakan beras, kata Budiman, karena jika menggunakan uang kadangkala warga adakalanya tidak punya, tapi ini diganti hanya dengan satu-dua sendok makan beras saja.   

“Pada masa pendemi sekarang ini mungkin manfaat beas perelek ini bisa menjadi tawaran solusi dan meruapakn salah satu bentuk jaring pengaman sosial, “jelas Budiman.

Sementara secara terpisah, saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Hegarwanggi, Muhamad Taufan atau yang lebih akrab disapa Pan-pan, mengatakan, pihaknya berusaha agar di Desa Hegarwangi tidak ada warga yang tidak mampu memasak nasi, karena desa akan segera memberi bantuan jika memang ada warga yang diketahui tidak mampu membeli beras.

Disoal kegiatan beas perelek yang dilakukan warga, menuurutnya, kegiatan ini sudah ada sejak dulu dan sudah menjadi tradisi masyarakat.

Jadi, imbuhnya, program jaring pengaman sosial ini sudah ada sejak lama di pedesaan walau dilaksanakan dengan cara sederhana yang kental dengan tradisi dan kearifan lokal, dan ini merupakan gerakan gotong-royong untuk saling membantu antara sesama warga.

“Jadi beas perelek ini benar-benar merupakan gerakan moral dari warga dan manfaatnya sepenuhnya untuk warga, “Pungkasnya. (ANWARWALUYO)


UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 4 JANUARI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 4 januari 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

*KASUS KONFIRMASI  COVID-19*


Total            : 234 org

Sembuh : 146 org

Aktif :  26 org  isolasi RSU,  55 Isolasi Mandiri)

Meninggal :   7 org

WNI              : 235 org

Laki2            : 104 org

Perem : 120 org

Usia

<5 : 6org

5 - 19  : 20 org

20 - 29 : 46 org

30 - 39 : 50 org

40 - 49 : 37 org

50 - 59 : 20 org

60 - 69 : 15 org

70 - 79 :  5 org


*SUSPEK*

1. Total : 712 org

2. Discardid : 688 org

    - Meninggal :  14 org

3. Aktif         :  10 org

4  Laki-Laki : 442 org

5. Perempuan : 270 org

6. WNI : 707 org

7. WNA :   5 org

8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19    :  78 org

20-29 : 241 org

30-39 : 100 org

40-49 :  84 org

50-59 :  85 org

60-69 :  56 org

70-79 :  25 org

>80    :   4 org

*PROBABLE*


1. TOTAL.                  : 4

2. MENINGGAL : 3

3. MENUNGGU : 1


*KONTAK ERAT*

TOTAL :  1598 org

Discarded :  1539 org

Aktif :      59 org


*HASIL LAB. SWAB*

Positif            :   234 org

Negatif             :6.819 org

Menunggu hasil    :     59 org 

Jumlah             :7.157 org


*HASIL RAPID TEST*

Reaktif            :       70 org

Invalid            :         0 org

Non Reaktif :13.385 org

Total              :13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 04 JANUARI 2021 













:


Ribut Audiensi di Bawaslu Kabupaten Pangandaran



PANGANDARANNEWS.COM -Masyarakat Pangandaran Bersatu (MPB) menggelar audiensi ke Bawaslu Pangandaran, Senin (4/1/2021). Massa sebanyak 50 arang ini kembali mempertanyakan kinerja Bawaslu Pangandaran yang dinilai lambat dan tidak transparan. Diduga laporan pelanggaran pilkada dipetieskan. 

Menurut juru bicara MPB, H. Ahmad Irfan Alawi, pilkada telah usai. Namun banyak temuan dan laporan pelanggaran pilkada yang tidak diselesaikan secara tuntas. Malah ada intimidasi kepada saksi pelapor pendukung pasangan Adang-Supratman. 

"Pilkada memang telah selesai tapi banyak saksi yang ditersangkakan dan sebagian laporan mengendap. Kami datang untuk mempertanyakan sejauh mana kinerja Bawaslu Pangandaran dalam menangani kasus pelanggaran pilkada," ujar Irfan. 

Hal yang sama disampaikan kordinator audiensi, Anton yang mengkritik lambatnya Bawaslu dalam merespon laporan tiam AMAN. Penyelenggara pilkada seharusnya menjaga netralitas demi demokrasi di Pangandaran.

"Pilkada telah berlalu tapi suasana kebatinan masyarakat masih terluka karena ada rasa tidak adil dalam perkara pilkada. Lewat audiensi ini kami ingin keterbukaan Bawaslu," ujar Anton. 

Menanggapi pernyataan dua juru bicara MPB, Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, memaparkan tahapan perkara pelanggaran yang ditangani Bawaslu. Namun suasana audiensi berubah menjadi memanas karena jawaban pihak Bawaslu dinilai tidak transparan.

Massa berteriak-teriak menumpahkan kekesalan mereka yang tidak mendapatkan informasi terbuka. Semua penjelasan Bawaslu diteriaki sehingga tidak jelas kesimpulannya. 

Setengah jam kemudian Ketua Bawaslu Pangandaran keluar dari ruangan dan tidak kembali lagi. Massa semakin panas hingga akhirnya ada massa susulan di halaman luar Bawaslu. (PNews)


DATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN UPDATE TGL 03-01-2021


PANGANDARANNEWS.COM –
Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 03 JANUARI 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran. 

KASUS Konfirmasi  COVID-19

Total            : 233 org

Sembuh : 146 org

Aktif :  27 org (isolasi RSU,  53 Isolasi Mandiri)

Meninggal :   7 org

WNI              : 233 org

Laki2            :1104 org

Perem         : 119 org

Usia

<5 : 6org

5 - 19  : 20 org

20 - 29 : 45 org

30 - 39 : 49 org

40 - 49 : 37 org

50 - 59 : 20 org

60 - 69 : 15 org

70 - 79 :  5 org


SUSPEK


1. Total : 711 org

2. Discardid : 688 org

    - Meninggal :  14 org

3. Aktif :   9 org

4  Laki-Laki : 442 org

5. Perempuan : 269 org

6. WNI : 706 org

7. WNA :   5 org


8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19    :  78 org

20-29 : 241 org

30-39 : 100 org

40-49 :  84 org

50-59 :  85 org

60-69 :  55 org

70-79 :  25 org

>80    :   4 org


PROBABLE

1. TOTAL.          : 4

2. MENINGGAL : 3

3. MENUNGGU : 1


Kontak Erat

TOTAL : 1591 org

Discarded : 1539 org

Aktif :   52 org


Hasil Lab. Swab

Positif    :  233 org

Negatif  :6.819 org

Menunggu :   52 org

Jumlah  :7.149 org


HASIL RAPID TEST

Reaktif  :    70 org

Invalid    :     0 org

Non Reaktif :13.385 org

Total      :13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 03 JANUARI 2021 :
















x

MASYARAKAT PANCATENGAH BERHARAP TAHUN 2021 PLN MAMPU TINGKATAKAN PELAYANAN

Pangandarannews.com/tasiknews – Warga di Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya berharap di tahun baru 2021 menjadi awal peningkatan pelayanan PLN yang beberapa waktu lalu sering padam sehingga masyarakat pun dibuat pusing karena tiba-tiba lampu dan semua alat yang menggunakan listrik mati.

Seperti disampaikan seorang ibu rumah tangga yang enggan ditulis namanya, akibat sering mati aliran listrik didaerahnya sejumlah peralatan rumahtangga yang mengunakan listrik banyak yang rusak. 

“Dua unit tv, alat memasak nasi dan alat lainnya yang mengguna listrik kini semua jadi rongsok padahal semua itu kami beli dengan uang yang tidak sedikit, ‘terangnya. (31/12)

Ia pun berharap memasuki tahun baru 2021 mudah-mudahn tidak sering lagi terjadi pemadaman listrik, karena ia mengaku heran dengan pelayanan yang diberikan pihak PLN yang terkesan tidak ada niat untuk memperbaiki kondisi ini. 

Dan lagi, lanjutnya, akibat sering terjadi mati lampu, tidak sedikit usaha masyarakat yang dirugikan karena tidak bisa produksi, seperti perusahaan konfeksi, bordir atau usaha lainnya yang operasionalnya porduksinya menggunakan alat elektronik.

“Urusan listrik ini kan kami awam karena hanya PLN yang tahu masalah ini, jadi saya berharap di tahun baru ini ada peningkatan pelayanan dari pihak PLN, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)




SEJUMLAH WISATAWAN NIKMATI LIBUR TAHUN BARU DI OBYEK WISATA PANTAI CIPATUJAH

pangandarannews.com/tasiknews – Meski sudah ada pernytaaan resmi dari Pemkab Tasikmalaya menjelang libur natal dan tahun baru 2020, namun hal ini tidak menurutkan niat masyarakat untuk menghabiskan berwisata di akhir tahun ini di pantai Sindangkerta dan Cipatujah. Alasan mereka, selain berwisata di tempat ini relatif murah karena warga juga sekalian pulang kampung atau berkunjung ke tempat keluarga di sekitar wilayah Tasik Selatan.

Malah beberapa pengunjung di kedua obyek wisata tersebut mengatakan, alasan penutupan obyek wisata oleh pemerintah karena pandemi ini kurang masuk akal dan hanya menghalangi aktivitas masyarakat khususnya yang hendak berwisata.

“Tapi walau begitu kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan paling tidak memakai masker saat berada di lokasi wisata, “ujar Diana, salah seorang pengunjung di Pantai Sindangkerta asal Bogor.(01/01-21)

Diakui Diana, pengunjung yang datang ke kawasan wisata baik di Sindangkerta atau Cipatujah memang sangat berkurang dibandingkan dengan libur tahun baru lalu, namun kondisi ini tidak mengurungkan niatnya untuk berwisata ke destinasi wisata yang ada di sekitar wilayah Tasik selatan ini.

Hampir satu tahun dalam kondisi pandemi, kata Diana, membuat ia ingin melepas kepenatan atau paling tidak refreshing dari rutinitas sehari-hari di masa pandemi dengan kegiatan yang sangat membosankan.

“Ini juga sekalian nengok saudara yang ada di Karangnunggal, kesempatan ini saya gunakan untuk berwisata, “terangnya. (ANWARWALUYO)








MALAM PERGANTIAN TAHUN OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN DITUTUP, WISATAWAN PUN MENGAKU KECEWA

PANGANDARANNEWS.COM – Keramaian malam penggantian tahun 2021 di obyek wisata pantai Pangandaran sungguh sangat berbeda dari even yang sama di tahun-tahun sebelumnya, pasalnya Pemkab Pangandaran tak mau ambil risiko jika sampai terjadi kerumunan dan berujung terjadi penularan Covid-19 sehingga pemda pun melalui aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan langkah penutupan akses pintu masuk ke kawasan pantai jelang malam pergantian tahun sejak pukul 20.00 WIB. (31/12) 

Seperti disampaikan Sekretaris Sat Pol PP Pangandaran, Bangi, sebenarnya kebijakan penutupan ini ituasional, jika memang diprediksi pengunjung akan membludak.

“Dan tadi malam karena kondisi di dalam kawasan wisata sudah ramai dan dikhawatirkan terjadi kerumunan massa banyak sehingga ," kata Bangi, Sekretaris Satpol PP Panganlangsung kami tutup, “terangnya.

Akibat penutupan ini tidak sedikit wisatawan yang kecewa karena harus putar balik tidak bisa merayakan malam pergantian tahun baik di kawasan pantai timur atau di pantai barat.

Sementara pantauan PNews di lapangan, walau tidak menimbulkan kepadatan apalagi terjadi kerumunan kondisi di dalam kawasan pantai cukup ramai, tampak sejumlah wisatawan hilir mudik begitu juga di beberapa kafe-kafe juga ramai. 

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Hesti (28) yang ditemui di salah satu resto kafe mengaku merasa kecewa karena malam pergantian tahun baru ini tidak bisa melihat kemeriahan kembang api saat detik-detik pergantian tahun.

“Tapi saya juga maklum karena kondisi kita saat ini memang tidak memungkinkan untuk itu, tapi walau pun demikian saya masih tetap bisa menikmati libur akhir tahun ini, “ujar Hesti.

Hal berbeda disampaikan beberapa pemilik pondok wisata dan hotel, menurutnya banyak wisatawan mengaku sangat kecewa dengan pentupan obyek wisata ini pasalnya untuk datang ke Pangandaran wisatawan sudah dari jauh-juah hari memesan hotel tapi ketika datang ke Pangandaran tidak bisa masuk lokasi wisata karena di pintu masuk (toll gate) sudah ditutup petugas gabungan.

“Sebelumnya kan tidak ada pengumuman akan ditutup, jadi saat wisatawan booking kamar yang kami terima dengan membayar deposit, “terangnya. (PNews)




UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 31 DESEMBER 2020


PANGANDARANNEWS.COM
– Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Minggu tanggal 31 Desember 2020 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS Konfirmasi  COVID-19

Total            :   213 org

Sembuh :   146 org

Aktif :    27 org  isolasi RSU,  33 Isolasi Mandiri)

Meninggal :     7 org

WNI              :   213 org

Laki2            :   106 org

Perem :   107 org

Usia

<5 :  6 org

5 - 19  : 14 org

20 - 29 : 42 org

30 - 39 : 47 org

40 - 49 : 32 org

50 - 59 : 17 org

60 - 69 : 15 org

70 - 79 :  4 org

SUSPEK

1. Total         : 708 org

2. Discardid : 679 org

    - Meninggal :   14 org

3. Aktif         :   15 org

4  Laki-Laki : 440 org

5. Perempuan : 268 org

6. WNI : 709 org

7. WNA                 :     5 org

8. Usia :

< 5 th :  23 org

6-19    :  78 org

20-29 : 241 org

30-39 : 100 org

40-49 :  84 org

50-59 :  85 org

60-69 :  55 org

70-79 :  25 org

>80            :   4 org

PROBABLE

1. TOTAL.                  : 4

2. MENINGGAL : 3

3. MENUNGGU : 1

KONTAK ERAT

TOTAL : 1586 org

Discarded : 1383 org

Aktif :  203 org


HASIL LAB. SWAB

Positif    :     213 org

Negatif  : 6.708 org

Menunggu hasil         :   203 org

Jumlah  : 7.124 org

HASIL RAPID TEST

Reaktif    :         70 org

Invalid    :           0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total      : 13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.


Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 31 Desember 2020 :
















PEMBANGUNAN BAK SAMPAH DI DESA CIKUKULU BANGUN KESADARAN WARGA TERAPKAN PHBS

Pangandarannews.com/tasiknews – Persoalan sampah biasanya menjadi masalah tersendiri di setiap tempat, karena jika memang tidak ditangani serius selain menjadi pemandangan yang kurang sedap diihat juga bisa menjadi sumber penyebaran penyakit.

Tapi tidak dengan apa yang dilakukan Pemerinatahan Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, pihak desa berupaya menanggulangi permasalahan sampah ini dengan  membangun bak yang berfungsi sebagai salahsatu upaya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sembarangan pada  tempat.

Seperti disampaikan Kepala Desa Cikukulu, Asep Triyana, pembangunan bak sampah di anggarannya diambil dari Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2020, nantinya berfungsi untuk menampung sampah dari warga yang kemudian dibakar.

“Mudahmudahan dengan adanya bak sampah ini warga tidaklagi membuang sampah rumahtangga ke sungai dan sembarngan tempat sehingga keasrian lingkungan pun bisa tetap terjaga, “jelasnya, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(29/12)

Asep menambahkan, pada anggaran tahun 2021 Pemdes Cikukulu juga akan melakukan musyawarah dengan BPD dan lembaga desa lainnya untuk menganggarkan pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus sebagai tempat pembakaran sehingga nantinya tidak ada lagi pesoalan sampah yang menumpuk dan di buang di sembarang tempat.

“Dan tujuan akhirnya, warga pun kan semakin sadar tentang bahayanya akibat membuang sampah sembaragan teruta pada lingkungan di sekitar kita, “ucap Asep. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN