DIPASTIKAN TAK ADA KONVOY KENDARAAN DAN PESTA KEMBANG API MENYAMBUT MALAM TAHUN BARU DI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM  - Menyambut momen malam tahun baru di Pangandaran kali ini dipastikan tidak ada pesta atau konvoy kendaraan pasalnya Pemkab telah mengeluarkan sejumlah larangan dan imbauan menjelang pergantian tahun. 

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menegaskan, masyarakat terutama anak-anak muda dilarang melakukan konvoi sepeda motor termasuk Hotel dan restoran pun dilarang menggelar pesta kembang api atau pertunjukan musik.

"Untuk mengawal himbauan ini serta mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang bisa berujrung kerumunan massa kami sudah sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri, “tegas Jeje.(21/12)

Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada pihak keamanan untuk menghalau apabila ada konvoi kendaraan kecuali wisatawan, karena jika wisatawan dan warga berkumpul di obyek pantai Pangandaran biasanya akan terjadi kerumunan, dan itu akan menimbulkan kemacetan.

Beberapa upaya juga akan dilakukan, kata Jeje, diantaranya pihaknya menginstruksikan kepada seluruh kepala desa untuk mengimbau warganya agar tidak keluar rumah di malam pergantian tahun, apalagi malam pergantian baru kali ini jatuh pada malam jumat, sehingga sebaiknya diisi dengan hal-hal positif dan bukan dengan hura-hura.

“Kami juga sudah melarang pada seluruh hotel dan restoran untuk tidak menggelar acara hiburan dan pesta kembang api yang terbuka untuk umum dan hanya diperbolehkan menggelar live music yang diperuntukan tamu hotel saja, “ tegas Jeje.

Tak hanya itu, menjelang liburan natal dan tahun baru, tim Satgas COVID-19 Kabupaten Pangandaran setiap hari terus intensifkan razia protokol kesehatan (prokes) di beberapa titik strategis, seperti di bundaran Marlin depan mesji agung Pangandaran.

"Razia yustisi ini terus kami lakukan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan , salahsatunya memakai masker saat berada di luar rumah, "Sekretaris Satpol PP Pangandaran, Bangi. (PNews)


INSUNING BARAYA SUNDA LAKUKAN FATWA ORGANISASI, SUNDA NGAHIJI SUNDA BABAKTI

Pangandarannews.com/tasiknews – Untuk melaksanakan amanat yang tertulis dalam anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Insuning Baraya Sunda (IBS), sebuah organisasi     kesundaaan di Kabupaten Tasikmalaya, terus melakukan serentetan kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah Pandemi Covid-19. 

Seperti disampaikan Ketua IBS, HLS Galih, S.Kom, organisasi kedaerahan ini dimaksudkan untuk menjunung tinggi budaya sunda dan menjalin erat tali silaturhami baik antar anggota mau pun dengan masyarakat sekitar, selaras dalam motto organisasi, Sunda ngahiji. Sunda babakti.

“Ketiak mendengar ada warga yang terpapar covid, maka kami pun sigap pada saat itu juga melakukan konsolidasi dengan semua jajaran untuk melakukan tindakan sosial kemanusiaan, “kata Galih kepada PNews didampingi bendahara umum, Ambu Hj. Rose S.H beserta jajaran Kepengurusan DPP Paguyuban IBS. (17/12) 

Dalam marwah gerakanya, kata Galih, IBS selalu menyatukan semua komponen dari berbagai seniman dan budayawan sunda sesuai fatwa AD/ART, setiap anggota baraya sunda harus spontan membantu apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Begitu juga mendengar ada warga yang sedang diisolasi mandiri di kampung Sangengeng, saat itu juga, masih kata Galih, IBS lagsung mengumpulkan pengurus, untuk segera membantu sesuai permintaan warga walau hanya sebatas kemapuan organisasi karena sipatnya spontan.

Sementara bendahara umum IBS. Hj rose SH, menambahkan, setelah mendapat kabar pagi pagi maka saat itu juga langsung menghubungi para baraya, dan dengan hitungan jam salah seorang dermawan muda,Yuki, langsung mengantarkan 2 karung beras ke DPP IBS.

“Bantuan dua karung beras tersebut langsung diserahkan kepada kelurarga korban bernama guruh, “terangnya. (ANWARWALUYO)


Plt WALI KOTA TASIK APRESIASI KEGIATAN MILANGKALA APG TASIKMALAYA KE 2

 

Pangandarannews.com/tasiknews – Acara puncak milangkala ke 2 2 Aliansi Pewarta Giat (APG) Tasikmalaya di gelar di halaman sekretariat APG di Jl Buninagara III Kota Tasikmalaya.(20/12)

Setelah sebelumnya seluruh anggota dan pengurrsu APG menggelar aksi sosial dan menyalurkan santunan untuk anak yatim piatu, pada acara puncak milangkala yang dimeriahkan pagelaran seni budaya calung bobodoran kolaborasi dari Republik Konslet Mang Ocid, mendapat apresiasi dari Plt Walikota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusup, Kabid Komimfo, ketua PK Golkar dan para tamu undangan lainnya.

Muhammad Yusup juga berharap seluruh rangkaian kegiatan milangkala ini bisa meberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain aktif memberikan informasi kepada masyarakat saya juga bangga karena para pewarta juga ikut peduli kepada anak yatim dan jompo, dan ini sangat kami Apresiasi, ” Kata H Muhammad Yusuf. (PNews biro Tasik)


WARGA PANCATENGAH SENANG KINI JALAN CIWATIN-CIBONGAS NYAMAN DILALUI KENDARAAN

PANGANDARANNEWS.COM/

TASIKNEWS – Masyarakat Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya merasa bersukur karena jalan di lokasi tanjakan Cibongas yang semula kondisinya sangat mengkhawatirkan sehingga para pengendaran kendaraan yang lewat jalur tersebut harus hati-hati, kini mendapat  perbaikan dari Pemkab melalui Dinas PU Kabupaten Tasikmalaya.

 “Beberapa hari lalu tidak jarang di jalur tersebut banyak relawan dadakan dengan alat menangkap ikan meminta sumbangan pada pengendara yang lewat, “ujar salah seorang warga.(20/12)

Pekerjaan perbaikan jalan tesebut langsung disaksikan Kepaka Dinas PU, H. Rahmat dan Camat Pancatengah, H.Jajang, S,Sos,Msi, karena perbaikan jalan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan camat.

Menurut beberapa warga, masyarakat Pancatengah sangat beruntung memiliki Camat H, Jajang, karena walaupun terbilang masih lama tugas di Kecamatan Pancatengah namun sudah bisa menunjukan kecintaanya pada masyarakat. 

Jajang sendiri merupakan putra daerah, putra dari seorang tokoh Pancatengah, AMR JY, yang bertahun-tahun rumahnya  dijadian kantor camat sejak Kecamatan Pancatengah masih merupakan kamantren di era tahun 70an.

“Kini kami pun senang karena jalan raya Ciwatin-Cibongas sudah nyaman dilalui kendaraan, “imbuh warga. (ANWARWALUYO)


WARGA PANCATENGAH KELUHKAN TERKAIT SERINGNYA PEMADAMAN LISTRIK DI WILAYAHNYA


pangandarannews.com-tasiknews
- Sudah sejak lama masyarakat Pelanggan PLN DI  Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, mengeluhkan dengan seringnya padamnya aliran listrik, sehingga untuk mendapatkan kenyamanan serta tidak banyaknya gangguan penerangan,    masyarakat pun hanya bertanya -tanya kapan masalah ini bisa diperbaiki karena sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak PLN.

Menurut salah seorang warga menuturkan, jika di musim hujan atau ada angin kencang mungkin wajar jika arus listrik terganggu, namun kadang pemadaman terjadi di siang hari bolong tanpa ada hujan, angin kencang atau gangguan lainnya

“Ini sudah lama terjadi, tiba-tiba listrik padam padahal tidak hujan atau terjadi angin kencang, ujarnya. (19/12)

Warga berharap PLN bisa menjelaskan serta bertanggungjawab terkait seringnya terjadi pepadaman listrik di daerahnya, sesuai motto Perusahaan Listrik Negara,” Listrik Pintar saat ini dan listrik sampai ke pelosok negri”.  Tapi sayang jika jaringan listrik sudah tersedia namun pelayanannya sendiri sangat mengewakan masyarakat pengguna, sehingga tidak jarang warga pun kembali ke penerangan masa lalu dengan menggunakan lampu cempor.

Sebenarnya masyarakat bukan protes ataupun menyudutkan PLN, namun masyarakat hanya ingin agar aliran listrik di daerahnya tidak terjadi gangguan.

“Kami awam tentang listrik dan hanya PLN yang bisa menjelaskannya, “ujarnya lagi.

Ia juga mengatakan, jika konsumen telat membayar tagihan listrik dikenai denda sebaiknya pelayanan juga lebih ditingkatkan.

“”Ini kan terkesan tidak adil, bayar telat didenda tapi listrik sering padam tidak pernah ada perbaikan, “tegasnya. (ANWARWALUYO)


PERINGATI MILANGKALA KEDUA, APG TASIK LAKUKAN BAKTI SOSIAL DAN SANTUNAN YATIM PIATU

pangandarannews.com/tasiknews - Aliansi Pewarta Giat (APG) Tasikmalaya kemarin mengadakan kegiatan milangkaka ke-2, sebuah kegiatan rutin organisasi setiap tahun.(19/12)

Seperti disampaikan Ketua Aliansi Pewarta Giat, Dadang Suhendar, kegiatan milangkala ini diisi dengan aksi sosial Santunan anak yatim piatu di Kampung Nabrak Desa Tenjonagara Kecamatan Cigalontang.

“Ini merupakan bentuk bakti insan jurnalis kepada masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan, mudah-mudah apa yang sudah kami perbuat ini bisa bermanfaat “ungkapnya.

Dalam kegiatan Milangkala ini, imbuh Dadang, diterapkan protokol kesehatan dengan membagikan masker sertahimbaua tetap jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun.

Dadang juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang telah mendukung dan memberikan bantuan, diantaranya Hj Siti Mufatahah Anggota DPR RI, Bagas Suryono dan Muslim Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,  H Yanto Aprianto SH, Dwi Friastoto dan Ahmad Safei, sehingga acara pun berjalan sukses.

“Semoga seluruh bantan ini menjadi amal baik di hadapan Alloh SWT, kami juga berdoa” mudaha-mudahan bencana covid 19 bisa cepat hilang, “imbuh Dadang.

Sementara itu Ketua Panitia Milangkala Ke 2 Hendrizal, menambahkan, kegiatan aksi sosial ini dibagi di dua tempat, yang pertama kegiatan santunan anak yatim di Kampung Nagrak Desa Tenjonagara Kecamatan Cigalontang sebanyak 50 Orang anak yatim dan yang kedua merupakan acara puncak akan diadakan di Sekretariat APG Tasikmalaya di Lapangan H. Muhtadin Jalan Buninagara III RT.06/RW 05 Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.

“Pada acara puncak juga sama akan diisi dengan santunan anak yatim dan Jompo, masing masing 25 orang serta akan diisi dengan acara pagelaran Kreasi Seni Sunda, ”terang Hendrizal. 

(PNews biro Tasik)


MELENGKAPI SEJUMLAH PENGHARGAAN YANG TELAH DITERIMA, DI AKHIR TAHUN PEMKAB PANGANDARAN RAIH IGA

PANGANDARANNEWS.COM – Melengkapi beberapa penghargaan yang telah diterima sebelumnya, di akhir tahun 2020 Pemkab Pangandaran kembali bersama 55 kabupaten lainnya mendapat anugerah Innovative Government Awward  (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri, yang diterima langsung Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata di Jakarta.(18/12)

Penghargaan ini diberikan kepada pemkab karena dinilai daerah tersebut memiliki Indeks Inovasi Daerah (IID) di atas 1.000 dengan skor tertinggi mencapai 2.435.00.

IGA yang digagas Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendagri ini merupakan upaya untuk mendorong pemerintah daerah agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan peranserta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.

Seperti disampaikan Kepala Balitbang Kemendagri Agus Patoni, pemberian anugerah ini merupakan apresiasi untuk langkah besar yang sudah dilakukan pemda dalam peningkatan pelayanan publik, 

reformasi sektor pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

“IGA tahun ini diberikan kepada Pemkab yang sudah membuat terobosan baru serta berbagai inovasi baik di bidang pelayanan publik, tatakelola pemerintahan mau pun dalam penyelenggaraan kewenangan daerah,”terang Agus.

Sementara melalui Press Release kepada media, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas seluruh jajaran Pemkab dan  dukungan penuh dari seluruh masyarakat Pangandaran.

Kata Jeje, ada 32 inovasi yang dilakukan Pemkab Pangandaran, diantaranya Simral Great (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan Terintegrasi Berbasis Elektronik), Asinpeda (Aplikasi Sinkronisasi Pegawai Daerah); Sikakap (Sistem Informasi Kenaikan Pangkat ASN Kabupaten Pangandaran); AMS (Ajengan Masuk Sekolah), Si Muke Hot (Aksi UMKM Masuk Ke Hotel); Lempar Jaring Nelayan (Literasi Pangandaran dengan Kerjasama, Perpustakaan Keliling dan Silang Layan); Tapa (Tanam Padi), Simolek (Sistem Informasi Online Pengantar Kerja); ATM (Anak TK Mitigasi); Webgts (Wisata Edukasi Bencana Goes To School); Spab (Satuan Pendidikan Aman Bencana), Hotana (Hotel Tangguh Bencana); BBM (Bunda Belajar Mitigasi); Jempling (Jemput Pelayanan Keliling); SPA (Sistem Pelayanan Adminduk Pangandaran) Online, D3K (Disdukcapil Delivery Dokumen Kependudukan) Online; Sapu Jagat (Satuan Polisi Pamong Praja Urusan Jaga Perda dan Trantibum), Pelakor (Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Pupuk Organik) di Kecamatan Mangunjaya; Iket Pangsi (Inovatif, Kompeten, Efektif, Transparan, Gampang dan Singkat) di Kecamatan Cigugur, Di Kecamatan Langkaplancar: Senyuman M’ba Ismik (Selalu Nyaman Untuk Mengurus Perizinan); Siap Komandan (Sistem Akuntabilitas Pembinaan Komunikasi Antar Desa di Kecamatan), Di Puskesmas Padaherang: Bugiza (Lumbung Gizi Desa); Gemalur (Gerakan Makan Telur); Insasi (Instruktur ASI Eksklusif); Semibal (Senin Minum Herbal); Pokmas Pejam (Kelompok Masyarakat Peduli Jamban), Jumpa Fans (Jaringan untuk Membantu Penurunan AKI Fokus Antenatal Care Serentak) di Puskesmas Pangandaran; Caffe Latansa (Lansia Sehat Sejahtera,  Posyandu Lansia di Puskesmas Selasari, Si Cantik (Strategi Informasi Cerita Tentang Jentik) di Puskesmas Cijulang; Petasan (Penjaringan PTM di Pangaosan) di Puskesmas Legokjawa dan Asasi (Ayah Sayang Anak dan Istri) di Puskesmas Cigugur.

“Dengan sejumlah inovasi ini Alhamdulillah Pemkab Pangandaran mandapat penghargaan IGA dengan kategori Kabupaten Sangat Inovatif,” tulis Jeje. (PNews)

 

AKSI SOLIDARITAS UMAT ISLAM TASIK SERUKAN POLRI USUT TUNTAS KASUS MENINGGALNYA 6 ANGGOTA FPI

pangandarannews.com/tasiknews - Umat Muslim di Kota Tasikmalaya dari berbagai daerah siang tadi mendatangi Polres Tasikmalaya Kota, setelah sebelumnya berkumpul di Masjid Agung Kota Tasik yang kemudian bersama-sama melakukan aksi jalan kaki ke mako Polresta.(18/12)

Setiba di Mapolresta, massa pun langsung berkumpul serta melakukan orasi untuk menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain usut tuntas pelanggaran HAM atas penembakan 6 syuhada Laskar FPI, bebaskan Imam Besar Habib Rizieq Shihab  (IB HRS) tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama, stop diskriminasi hukum, dan kembalikan fungsi Polri untuk melayani dan mengayomi masyarakat, bukan melayani oknum penguasa jahat.

Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya, Ust Muhamad Yanyan Al Bayani menegaskan, pihaknya hingga kini masih menunggu komando dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan para Habaib dalam menyikapi tragedi berdarah serta proses hukum IB HRS.

“Kami menginginkan agar keadilan sesuai Pancasila bisa ditegakan di bumi Indonesia, “ungkpnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, S.H., S.I.K., M.Si didampingi  Dandim 0612 Letkol Inf Ari Sutrisno, S.IP, depan masa peserta aksi, menyampiakn, pihaknya akan segera menyampaikan sejumlah tuntutan Umat Muslim Tasikmalaya ke Mabes Polri. 

Dari pantauan PNews.   aksi massa di depan Mapolresta Tssikmalaya berjalan damai dan tertib, dan usai aksi tersebut massa pun langsung membersihkan sampah yang berserakan di depan Mapolresta.  (ANWARWALUYO)


FFPUIP GELAR AKSI DAMAI TINTUT POLRI TUNTASKAN KASUS PENEMBAKAN ANGGOTA FPI

PANGANDARANNEWS.COM - Ratusan massa yang yang tergabung dalam Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) menggelar aksi damai di halaman mapolsek Pangandaran. (18/12)

Massa yang bergerak dari mesjid agung Pangandaran berjalan secara teratur dengan dibarengi pembacaan shalawat dan orasi terkait desakan kepada pemerintah agar segera menuntaskan kasus hukum kaitan pembunuhan 6 syuhada di kilometer 50 beberapa hari yang lalu, dan massa juga menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS) tanpa syarat, serta meminta POLRI kembali kepada fungsinya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Para peserta aksi pun diterima Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, serta langsung menerima aspirasi yang disampaikan perwakilan peserta aksi.

Suyadi juga memahami apa yang menjadi aspirasi atau keinginan para wakil pengunjuk rasa, dan ia merasa bangga para pengunjuk rasa datang ke kapolsek bukan ke jakarata.

"Saya akan menyampaikan apa yang menjadi harapan para peserta aksi karena hanya itu yang dapat saya lakukan,"ungkapnya. (HARIS FIRDAUS)

DIDUGA KORBAN PENCURIAN DENGAN KEKERASAN SEORANG IBU DI MANGUNJAYA TERLUKA PARAH

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang warga di Rt 21 Rw 06 Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Karnasih, tadi pagi diduga telah menjadi korban pencurian dengan kekerasan. (18/12)

Menurut saah seorang warga, Darso, saat pulang dari puskesmas mengantarkan korban, menuturkan, berawal dari kecurgiaan warga karena korban tidak ikut dalam pengajian rutin hari jumat, padahal seriap hari jumat korban selalu hadir. Rumah ibu Karningsih yang hidup sendirian lokasinya memang sedikit jauh dari tetangga.

Lalu Darso pun memberanikan diri mengecek ke dalam rumah korban dan mendapati tubuh korban tergeletak di lantai dengan luka di dahi diduga bekas hantaman benda tumpul dan diketahui motor beat milik korban pun hilang.

"Ketika saya pegang tangannya ternyata masih berdenyut, saat itu dengan dibantu warga lainnya membawa korban ke puskesmas Mangunjaya " terang Darso.

Sementara kanit reskrim Polsek Padaherang saat tiba di TKP membenarkan, telah terjadi pencurian dengan kekerasan menimpa Karnasih, dan kasus ini pun langsung ditangani Polsek Padaherang.  (Tn)


58 KPM KEMBALI TERIMA BLT DARI DD CIBONGAS TAHAP III

Pangandarannews.com/tasiknews-Pemdes Cibongas Kecamatan Pancatengah, bertempat di aula desa kembali menyalurkan antuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 3 dengan nilai Rp 300 ribu untuk tiap-tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).(14/12)

Pada kegiatan yang dihadiri Camat dan dan anggota Polsek Pancatengah, ada sekitar 58 KPM yang terdampak pandemi covid-19 datang e aua desa dengan tatap menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga jara dan memamki masker, sebelum memasuki aula desa.

“Kami himbau agar warga tetap memantuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, “ujarnya.

Ha senada dikatakan Plt Camat Pancatengah, Jajang,  ia berharap selain LT ini bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari, masyarakat juga dihimbau agar selalu mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap menjaga kesehatan  serta tidak luoa berdoa’ agar musibah non alam ini segera berakhir, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


PILKADA KABUPATEN TASIKMALAYA MEMANAS, RELAWAN WANI SAMPAIKAN 8 TUNTUTAN PADA KPU

Pangandarannews.com/tasiknews – Ratusan masa pendukung pasangan calon nomer urut 4, Iwan Saputra dan Iip Miftahul Faoz (Wani),  ramai-ramai mendatangi Kantor KPU Tasikmalaya untuk menolak hasil penghitungan suara Pilkada Kabupaten Tasikmaaya.(15/12)

Para peserta aksi beranggapan telah terjadi kejanggalan dalam proses perhitungan surat suara yang berimbas pada kekalahan pasangan Wani.

Dalam aksi yang melibatkan sejumlah ormas, LSM, OKP serta simpatisan, menyampaikan  tuntutannya terkait kejelasan serta tanggapan dari aksi sebelumnya tangggal 10 Desember 2020 yang hingga saat ini  belum ada tanggapan dari KPU.

Menanggapi para peserta demo, KPU mengambil sikap untuk mengajak perwakilan peserta aksi untuk beraudens dengan memanggil 10 perwakilan dari masing-masing relawan agar segala tuntutan tersebut bisa dipahami dan dimengerti dengan jelas.

Ketua Korlap Aksi dari LSM GAZA Iim Imanuloh mengatakan, pihaknya sangat kecewa dan menyesalkan karena terkean ada pembiaran dari penyelenggara Pilkada, seperti KPU, BAWASLU dan Panwascam terkait adanya pengarahan kepada ASN terutama Camat dan para kepala desa agar memenangkan paslon nomer 02.

“Seperti dengan cara mengarahkan penerima bantuan PKH, BPNT dan program sosial lainnya termasuk Program Rt Siaga, “ujar Iim.

Paling tidak ada 8 tuntutan yang dismpaikan para relawan Iwan Saputra dan Iip Miftahul Faoz, diantaranya,  1. KPU Kab. Tasikmal menyelenggarakan real count sendiri dan tidak terintegrasi dengan sistem KPU pusat tidak berdasarkan hasil penghitungan berjenjang hingga menimbulkan ketidakpastian. 2. Proses rekapitulasi suara yang ditayangkan secara umum dikantor KPU diberhentikan dengan alasan untuk mematuhi Prokes ditengah pandemi covid-19, nyatanya seluruh peserta yang hadir sudah mematuhi prokes, namun demikian KPU yang dibantu aparat kepolisian malah membubarkan masa.

3. Pada pukul 21 : 00 wib saat rekapitulasi suara baru 72, dan 61 % dan selisih paslon No. 02 dengan Paslon No. 04 semakin menipis, yaitu 33 % 32,12 % (hanya selisih 0,88 %), KPU menghentikan penayangan dan membubarkan seluruh peserta yang hadir, dengan memberi alasan ada kegiatan yang berbeda yaitu " kita butuh istirahat" KPU akan menghentikan segala bentuk aktivitas penghitungan, dan akan dilanjutkan pukul 08 : 00 besok paginya.

4. selang beberapa menit (kurang dari satu jam) setelah masa membubarkan diri, real count dilanjutkan secara online tanpa ada pemberitahuan kepada para saksi yang sempat hadir.

5. Pada pukul 00 : 00 malam hari, hasil perolehan suara paslon no. 02 sempat hilang tak ada hasil suara sama sekali, dan tiba-tiba muncul lagi pada pukul 03 : 00 pagi hari, dengan loncatan angka yang pantastis, sementara menurut tabulasi, suara paslon No. 04 sekalipun data belum masuk 100% masih unggul meskipun tipis.

6. berkenaan dengan poin 5, relawan wani menuntut KPU Kab. Tasikmalaya dalam penghitungan tingkat Kecamatan, untuk membuka C1 plano dan absesnsi per TPS, hingga akurasi data yang tercatat benar-benar terverifikasi bersama.

7.  Adanya bantuan Covid-19 yang diturunkan menjelang pemilihan, patut diduga mempengaruhi  pilihan masyarakat atau money politic, yang sebenarnya bantuan covid -19 bisa dikeluarkan jauh-jauh hari sebelum pencoblosan yang tentunya ada kebijakan lain. yang menurut undang-undang tidak diperbolehkan, namun tetap dikeluarkan oleh petahana, atas dasar pelanggaran ini, kami meminta kepada KPU dan mendiskualifikasi paslon No. 02.

8. Memohon kepada KPK RI untuk dapat meneliti terkait bantuan Covid - 19, dengan indikasi untuk pemanfaatan memenangkan paslon No. 02.

“Dari 8 tuntutan ini, jika tidak ada kepastian atau tindak lanjut baik dari KPU, Bawaslu serta pihak KPK, maka kami akan terus menggelar aksinya sampai tuntutan tersebut ditindak lanjuti, “ujarnya. 

Seperti diketahui, pada hasil rekap suara real count KPU Kabupaten Tasikmalaya, pasangan nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin unggul tipis dari pasangan Iwan Saputra - Iip Miftahul Faoz. 

Dan ini hasil selengkapnya perolehan suara pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang digelar tanggal 9 Desember lalu, pasangan calon nomor urut 1 Azies Rismaya-Haris Sanjaya perolehan suara 221.916  (23,17%), nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin 314.924 (32.88%), nomor urut 3 Cep Zamzam-Padil Karsoma 113.561 (11,68%) dan nomor urut 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz dengan perolehan suara 307.512 (32,10%), dari 978.663 suara masuk (73,42 %). (ANWARWALUYO)








SEJUMLAH PENDUKUNG DAN SMPATISAN AMAN LAKUKAN AKSI DEMO DI KANTOR BAWASLU PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan pendukung dan simpatisan pasangan calon nomer urut 2 Adang Hadari-Supraman (Aman) di Pilkada Kabupaten Pangandaran sore tadi (15/12) melakukan demo di depan sekretariat Kantor Bawaslu Pangandaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Menurut massa pendemo, aksi ini dilakukan karea diduga ada indikasi pelanggaran pada Pilkada serentak tahun 2020 yang dilaksanakan tanggal 9 desember lalu, dan pihaknya ingin mendorong Bawaslu untuk menegakan keadilan hukum dalam menyikapi dugaan pelanggaran ini.

Seperti disampaikan kordinator aksi, Anton, pihaknya akan mengawal tegaknya demokrasi dalam hal ini proses Pilkada Pangandaran dengan visi Pilkada Pangandaran yang  Bermartabat.

“Dengan kekuatan seadanya ini masyarakat pangandaran ingin mendorong Bawaslu untuk menegakkan keadilan hukum dengan menindak tegas pelanggarayang terjadi pad Pilkada, “ujarnya.

Dalam aksi ini juga, kata Anton, pihaknya ingin merekomendasikan kekuatan hukum pada Bawaslu untuk menanggapi  pelanggaran-pelanggaran Pilkada di Kabupaten Pangandaran, baik itu money politik, kesalahan suara ataupun interpensi serta intimidasi apalagi campur tangan PNS dan kerumunan yang kemeua itu merupakan komitmen Pilkada terlepas dari calon manapun yang melanggarnya harus mendapatkan keadilan yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan menyampaikan, Bawaslu menyambut baik aksi ini karena merupakan alat untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan adanya situasi dan kondisi pilkada Pangandaran.

“Saya mohon maaf tidak bisa menghadiri langsung demo karena saat demo dilaksanakan saya masih mengawasi proses rekapitulasi tingkat Kabupaten di hotel Pantai Indah,” ungkapnya.

Tapi menanggapi aksi demo ini, ujarnya, Bawaslu pasti akan menangani apabila memang sudah terjadi pelanggaran.

“Untuk ini kami pasti akan tegak lurus, “tegasnya.

Jika memang syarat atau unsur-unsurnya terpenuhi serta fakta hukumnya ada, menurut Iwan, Bawaslu berkomitmen bersama Polri dan kejaksaan untuk tegak lurus dalam penanganan hal tersebut. Tapi sebaliknyajika fakta hukumnya tidak kuat serta tidak terpenuhi maka tidak mungkin memaksakan untuk naik.

“Namun Bawaslu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga proses demokrasi di Kabupaten Pangandaran tetap berjalan sesuai haraoan bersama, “imbuhnya. (PNews)





KETUA KPU PANGANDARAN: “3 HARI SEJAK PENETAPAN KPU WAKTU PENGAJUAN GUGATAN KE MK”


PANGANDARANNEWS.COM
  –  Usai memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran tahun 2020, yang digelar di Hotel Pantai Indah Timur, kepada sejumlah awak media Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin menyampaikan, pada hari ini KPU Pangandaran melaksanakan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara dalam tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati untuk tingkat kabupaten,  selanjutnya setelah hasilnya ditetapkan keseluruhan proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran dengan kekuatan hukum hasilnya akan dipublikasikan.

“Untuk pasangan calon Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan memperoleh 138.152 suara dan untuk pasangan Adang Hadari-Supratman 128.187 suara, “terang Muhtadin. (15/12)

Dikatakan Muhtadin, dan pada tahapan selanjutnya selama 3 hari kedepan pasca penetapan hari ini merupakan waktu untuk pasangan calon (paslon) atau pihak-pihak terkait yang barangkali ada hal-hal yang kurang puas serta ingin melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Waktunya 3 hari sejak KPU menetapkan hasil rapat pleno ini, yait sekitar pukul 13.00 tanggal 15Desember 2020, “jelas Mhtadin. 

Disoal aksi walkout dari saksi salahsatu paslon, Muhtadin mengatakan, secara prinsip tidak berpengaruh keabsahan proses rekapitulasi hasil perolehan suara dan dan jalannya proses rekap di tingkat KPU Kabupaten Pangandaran, tetapi hal ini menjadi catatan dalam kejadian khusus bahwa saksi dari pasangan calon nomor urut 2 tidak hadir, tidak menyaksikan proses rekap dari awal sampai akhir. 

“Namun sakali lagi saya katakan, secara prinsip sama sekali tidak berpengaruh terhadap keabsahan hasil daripada proses rekap ini, “jelas Muhtadin lagi.

Sebelum walkout, terang Muhtadin, aksi dari pasangan calon Adang Hadari-Supratman, menyampaikan beberapa catatan setidak-tidaknya ada 6 catatan terkait dugaan informasi adanya money politic dan beberapa catatan kejadian-kejadian yang menurut mereka menjadi sesuatu yang akan dilakukan proses selanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini KPU sudah metetapkan rekap suara untuk hasil masing-masing pasangan calon termasuk juga proses bagaimana administrasi pencatatan data pemilih dan lain sebagainya, sedangkan proses penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran terpilih nanti setelah KPU menerima buku register perkara konstitusi dari MK jika memang ada pihak yang melakukan gugatan.

Jadi, lanjut Muhtadin, setelah masa 3 hari pasca penetapan rekapitulasi hasil hari ini, kemudian KPU memeriksa dan mendapatkan informasi dari MK dengan bukti penerimaan Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK).

“Tapi jika tidak ada maka KPU pun akan menggelar rapat untuk menetapkan bupati-wakil bupati terpilih hasil tahapan Pilkada Kabupaten Pangandaran tahun 2020, “ucapnya.

Muhtadin juga mengatakan, tingkat partisipasi pemilih masyarakat pada Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran tahun ini mencapai 83,88% di atas target nasional, 77,5 %. Dan merupakan tingkat partisipasi tertinggi dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Barat tahun 2020.

Artinya, kata Muhtadin, antusias masyarakat Pangandaran ternyata sangat tinggi dalam pesta demokrasi ini, walau Pilkada tahun ini dilaksanakan saat situasi pandemi covid-19.

“Data yang ada pada kami jumlah persentase tertinggi di KecamatanSidamulih dan Cijulang, “terangnya.

Sementara msih di tempat yang sama, Divisi Hukum Komisioner KPU Jawa Barat, Reza Alwan Sovnidar, SH, menambahkan, pada prinsipnya, pertama KPU Provinsi Jawa Barat tentu memerintahkan KPU Pangandaran untuk menunggu selama 3 hari sejak diputuskan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten sesuai Peraturan MK nomor 6 tahun 2020 di pasal 7. 

Artinya, kata Reza, 3 hari sejak ditetapkan hasil pleno ini tanggal sekitar pukul 13, silahkan pihak yang mengajukan atau melakukan permohonan ke MK, dan KPU dalam posisi menunggu jika memang ada pihak yang mengajukan permohonan sengketa hasil pleno hari ini ke MK.

“Artinya lagi,  kami pihak KPU segera bersiap-siap untuk bersengketa, kira-kira begitu, “ujar Reza. 

Jadi dalam hal ini yang mengajukan keberatan atau sengketa ini dari paslon yang merasa dirugikan, dan KPU posisinya pasif, karena nanti di MK KPU akan mempertanggungjawabkan hasil kerja pada seluruh tahapan Pilkada. 

“Jadi nanti kami menunggu permohonannya seperti apa, kemudian dalil-dalil yang dimohonkan kepada majelis di mahkamah konstitusi seperti apa, ya nanti akan kami jawab “tegasnya. 

Jika ada ada tuduhan terkait kinerja, maka KPU siap dengan pembuktiannya. Juga saat dibutuhkan klarifikasi KPU pun akan melakukannya. Jadi pada prinsinya, kata Reza, KPU  'wait and see'.

Peraturan MK nomer 6 tahun 2020 merupakan pedoman untuk beracara di mahkamah konstitusi terkait dengan sengketa hasil pada pilkada 2020 ini. 

Terkait dengan selisih, MK membuat terobosan baru bahwa selisih hasil itu tidak menjadi syarat utama terhadap permohonan, tapi majelis tetap akan mempertimbangkan selisih itu sebagai pertimbangan pada saat memberikan keputusan. Artinya para pemohon boleh untuk mengajukan permohonan sengketa itu tidak hanya terkait dengan selisih, tapi bisa dengan variabel-variabel lain yang kemudian bisa disampaikan atau dimohonkan kepada Mahkamah Konstitusi karena prinsipnya MK ingin menjadi garda terakhir untuk para pencari keadilan. 

jadi sekali lagi, imbuh Reza, terkait selisih itu hanya jadi salah satu pertimbangan mahkamah, bukan kemudian menjadi syarat formil dari pengajuan. 

“Tapi pada prinsipnya apa pun itu kami akan menghargai karena itu hak dari siapapun untuk mengajukan sengketa, “ungkap Reza.

Dan apabila memang ada sengketa, maka, menurut Reza, KPU harus siap karena itu akan menjadi pembuktian bahwa kerja KPU sudah on the track, yang dalam bahasa sederhananya itu merupakan sarana pembelaan untuk membuktikan kinerja KPU.

“Jadi kami harus siap dan harus menghormati siapapun yang memang sengketa, karena itu hak, “pungkasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN