DIDUGA LAKUKAN PUNGLI, KEPALA SEKOLAH DAN BENDAHARA SALAH SATU SMP -NEGERI DI KOTA BANJAR DIPANGGIL POLISI

BanjarNews
-Operasi tangkap tangan oleh pihak saber pungli polres Banjar terkait dugaan pungli di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjar, dua terduga berinisial AG (kepala sekolah) dan Er bendahara dipanggil pihak polisi.

Diduga Er yang terbukti memungut uang dari orang tua siswa denganRp 2 juta dengan barang bukti kwitansi kini diamankan polisi.

Kepada PNews, kasat Reskrim AKP Budi Nuryanto,  membenarkan adanya pemanggilan kedua tersangka pada hari Jum'at tanggal 12 Juni 2020.

"Kami sudah memanggil AG dan Er untuk di mintai, " keterangan.(12/6)

Budi mengatakan, kini pihaknya pun akan  melakukan pemeriksaan pada pihak lainnya yang diduga terkait perkara tersebut.

Menurutnya, pemanggilan ini berawal ketika diketahui telah terjadi pungutan yang dilakukan pihak sekolah pada siswa /orang tua siswa sebesar Rp 350 ribu , dengab rincian untuk keperluan siswa sebesar Rp 200 ribu dan Rp150 ribu untuk kegiatan perpisahan .
 
Sementara saat dikonfirmasi,  kepala sekolah mengatakan, uang pungutan tersebut itu merupakan hasil kesepakatan antara pihak komite dan orang tua siswa.

"Itu hasil rapat Komite dengan Orang tua siswa dan jelas dibuat sebuah kesepakatan, "terangnya.

Sementara ketua UPP saber pungli, Drs.Ade Najmuloh, mengatakan, pihaknya tidak dibenarkan ada pungutan di sekolah, dan apa pun dasarnya sekolah sudah tidak di perbolehkan melakukan pungutan apalagi saat ini masa pandemi covid-19, dilarang ada pertemuan atau perkumpulan orang.

Ade menambahkan, selain itu  biaya untuk raport dan izajah sudah dialokasikan  di anggaran BOS.

"Kmi sudah jauh-jauh hari mengingatkan kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan pungutan. "tegasnya. (TITO)

WABUP SUMEDANG STUDI BANDING PENERPAN PROTOKOL KESEHATAN DI OBYEK WISATA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM
-Wisatawan yang hendak berlibur diharuskan memiliki surat keterangan sehat yang dilampiri hasil rapid tes dari daerah asal mereka, ini dimaksudkan untuk meminimalisir penyebaran covid-19 pasca dibukanya obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Sehingga wisatawan yang tidak bisa menunjukan serta melakukan rapid tes di pos cek point atau di pintu masuk wisata pun dipersilahkan untuk pulang kembali. 

Hal ini dibenarkn Kepala Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Aang Saefulrahmat, menurutnya memang ada beberapa wisatawan yang terpaksa diperintahkan putar balik karena ditemukan reaktif setelah dilakukan rapid test covid-19 oleh petugas Labkesda di check point.

Aang juga menuturkan, beberapa waktu lalu pihanya sempat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Wakil Bupati Kabupaten Sumedang, Erwan Setiawan dan istrinya serta 15 orang yang ikut dalam robmbongannya di check point gedung PMI Kabupaten Pangandaran, tepatnya beberapa meter sebelum masuk toll gate wisata.

"Setelah dilakukan cek, ternyata waki bupati dan rombongannya dinyatakan non reaktif, sehingga diperbolehkan untuk memasuki obyek wisata, "ujarnya.

Sementara usai diperiksa, Wakil Bupati Kabupaten Sumedang, Erwan Setiawan, kepada wartawan, menyampaikan, tujuan kedatangannya bersama rombongan ke Pangandaran karena ingin mengetahui penerapan protokol kesehatan Covid-19 di obyek wisata Pangandaran saat diberlakukannya new normal, sehingga nantinya bisa diterapkan di Sumedang.

"Ini penting karena sebentar lagi Sumedang pun akan membuka beberapa obyek wisata, “ujarnya. (12/6)

Ia mengatakan, saat ini Sumedang belum membuka obyek wisata, dan diharapakan dalam waktu dekat ini dalam status zona hijau Sumedang akan membuka obyek wisata dengan tetap melakukan protokol kesehatan dengan seperti yang selama ini dilakukan menempatkan petugas dari Gugus Tugas di tiap-tiap kegiatan.

"Sekarang masih ada 2 orang yang positif dan mudah-mudahan segera  sembuh, sementara saat ini  baru lapangan golf dan kolam renang yang sudah buka,"terangnya.

Erwan juga sangat mengapresiasi upaya Pemkab Pangandaran dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, khususnya dengan dibukanya obyek wisata saat new normal, dan mudah-mudahan apa yang ada di Pangandaran ini informasinya bisa tersebar luas sehingga wisatawan bisa mempersiapkan bukti surat kesehatan bebas Covid-19 saat pergi berwisata.

Secaraterpisah, Ketua BPC PHRI Kab Pangandaran, Agus Mulyana,menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pangandaran sudah bisa membuka kembali wisata Pangandaran walau tetap harus menerapkan protkol kesehatan.

"Protokol kesehatan ini tentunya untuk menjaga dan melindungi baik pelaku usaha wisata juga pada pengunjung wisata, “kata Agus. (PNews)

GUBERNUR JABAR KUNJUNGI PANGANDARAN TINJAU PENERAPAN AKB DI OBYEK WISATA

PANGANDARANNEWS.COM-Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, hariini (11/6) melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran untuk memantau kesiapan menjalankan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sektor pariwisata. Dengan didampangi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati H. Adang Hadari, Forkopinda dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran melihat langsung ke lapangan di oyek wisata.

Usai melihat pelaksanaan AKB di ke beberapa hotel, pasar atau pusat perdagangan dan pelaku wisata lainnya,  kepada sejumlah awak media Kang Emil, sapaan akrabnya, menyampaikan, kunjungan ke Pangandaran ini merupakan kunjungan yang pertama kali ia lakukan pada saat pandemi covid-19.

“Pangandaran masuk zona biru, itu artinya 90% kegiatan boleh dilakukan walau masih dalam protokol kesehatan covid-19, kecuali yang 10 % di bidang pendidikan,"ujarnya.

Rindwan Kamil pun memuji Pemkab Pangandaran yang sudah menerapkan aturan-aturan pada masa pandemi ini, sehingga bisa terus ada pada status zona hijau. Dan kedisipilinan dalam menjalankan protkol kesehatan ini merupakan salah satu kelebihan bupati Pangandaran dan Forkopimda.

Ia menambahkan, untuk sementara ini pengunjung yang boleh masuk kawasan pantai Pangandaran yang berasal dari Jawa Barat saja dan ini juga berlaku untuk tempat wisata lainnya yang ada di Jabar, wisatawan pun harus bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid tes. Dan jika tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat  dari dokter, maka ini bisa melakukan tes Covid-19 di lokasi  dengan biaya Rp 200 ribu, dan ini lebih murah dibanding di daerah lain.

Jadi selain membeli tiket masuk, kata Kang Emil, saat memasuki pintu gerbang utama (toll gate) wisatawan pun akan diperiksa kelengkapan persyaratan tersebut dan jika tidak berkenan pengunjung pun silahkan putar balik.


Untuk pedagang pasar wisata, gubernur meminta kepada bupati agar membuat aturan wajib menggunakan face shield  (pembatas mika atau plastik) sehingga pelaksanaan protokol kesehatan di pusat oleh-oleh pariwisata Pangandaran menjadi contoh bagi tempat wisata lain.

Sementara usai makansiang di kawasan Kampung Turis pantai barat pamugaran, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, hari ini merupakan masa evaluasi  dibukanya obyek wisata Pangandaran untuk mendata mana yang sudah bagus dan mana yang masih harus diperbaiki, dan mungkin hari berikutnya akan dievaluasi semuanya.

“Saya meyakini penerapan AKB ini ada sudah bagus tapi mungkin di sektor lainnya masih ada yang kurang, tapisecara prinsip para pelaku wisata sudah membuat pernytaan kesanggupan menjalankan protokol covid-19, “ungkapnya.

Sementara untuk wisatawan sendiri, Jeje menilai sudah bagus. Karena selain diperiksa di pos cek point di perbatasan juga diperiksa di pintu masuk wisata.

Jeje juga mengakui, hingga saat ini wisata Pangandaran belum bisa menggeliat karena mungkin pengunjung belum semua tahu sarat yang harus diikuti pengunjung serta belum tahu ada rapid tes dengan biaya yang relatif murah.

“Tapi saya yakin dengan pemberitaan di beberapa media masyarakat akan tahu sehingga mereka pun tidak usah repot memeriksa kesehatan di tempat asalnya karena disini kami sudah menyediakan, “imbuhnya.

Jeje juga mengatakan, biaya rapid tes sebesar Rp 200 ribu ini nantinya akan dikonfensasikan dengan biaya terip hotel karena di masa pandemi ini pemkab Pangandaran tidak mewajibkan para pengusaha untuk membayar pajak hotel atau restoran.

Sementara saat diminta tanggapannya terkait Pekab Pangandaran terbaik dalam penerapan protokol esehatan terbaik se-Indonesia versi gubernur Jabar, Jeje mengatakan, sebenarnya ia baru tahu hal itu, karena secara prinsip sektor wisata ini merupakan gerakan ekonomi yang sangat luar biasa tapi resiko penularan juga cukup besar.

“Maka dari awal saya berpikir jika wisata dibuka maka penerapan protokolnkesehatan  ini harus tegas duterapkan baik pada wisatawan atau pun kepada para pelaku wisata itu sendiri, “tegas Jeje.

Jeje juga berharap agar masyarakat janagn euphoria, karena normal ini bukan seperti normal sebelum pandemi, pada new normal  kali ini protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya masih tetap harus dijalankan. (PNews)

BK SEGERA TINDAKLANJUTI ANGGOTA DPRD PANGANDARAN YANG MEMBUBARKAN KARANTINA

PANGANDARANNEWS-Menanggapi kasus anggota DPRD yang dengan sengaja membubarkan karantina pandemi covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Kertaharja,  Kecamatan Cimerak, menurut Ketua Badan Kehormatan ( BK) DPRD Kabupaten Pangandaran yang baru disahkan dua hari yang lalu, Ucup Supriatna, yang didampingi anggota BK lainnya, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Desa Kertaharja (kades Kertaharja) yang dinilai menyalahi aturan pemerintah.

Saat ditemui di ruangan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran, kepada PNews Ucup mengatakan, pihaknya akan bekerja sesuai tupoksi setelah kode etik dan tata beracara BK diparipurnakan.

"Saat ini DPRD baru melaksanakan pembahasan dan tak lama lagi akan segera di paripurnakana, " ucapnya.(9/6)

Ucup menambahkan, jika nanti sudah disahkan, maka secara bertahap BK pun akan segera memanggil pelapor, para saksi dan anggota DPRD terlapor, sehingga nantinya bisa diambil satu kesimpulan kebenaran terkait kejadian tersebut.

Disoal sanksi apa yang akan diberikan, Ucup mengatakan, tergantung nanti hasil kesimpulan yang akan dibahas seluruh anggota BK. Bisa saja terlapor dikenakan sanksi ringan, sedang atau berat.

“Semuanya harus jelas dulu dan tidak bisa terburu buru,  jadi kita tunggu saja nanti hasil akhirnya. " tandasnya.  (AGE)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 08 JUNI 2020

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Senin, tanggal 08 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total                        : 5   orang
Sembuh             : 1   orang
Masih Perawatan             : 4   orang
WNI                          : 5   orang
Laki2                        : 4   orang
Perem             : 1   orang

Usia
20 - 29                     :     orang
30 - 39                     : 1   orang
40 - 49                     : 3    orang
50 - 59                     :       orang
60 - 69                     :  1   orang

 1. Total                    : 10   orang
2. Selesai            :   5   orang
  - meninggal            :   5   orang

Ket :

a. Diagnosa            : Diabetesmellitus
b. Diagnosa            : Stroke
c. Diagnosa            : TB
d. Diagnosa            : Phlegmon
e. Diagnosa            : Stroke

3. Msh pengawasan            :  0   orang
4  Laki-Laki            :  5   orang
5. Perempuan            :  5   orang
6. WNI            :10   orang
7. WNA            :  0   orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19               : 1   orang
20-29            : 1   orang
30-39 :
40-49                  : 1   orang
50-59            : 2   orang
60-69            : 3   orang
70-79            : 2   orang
>80    :


DALAM PEMANTAUAN:

1. Total :549   orang
2. Selesai            : 542    orang
3. Msh pemantauan            :    7     orang
4. Laki-Laki            :340     orang
5. Perempuan            :209     orang
6. WNI            :544     orang
7. WNA            :    5     orang
8. Usia :
< 5 th            :   11    orang
6-19               :  73     orang
20-29            :225     orang
30-39            : 79      orang
40-49            : 72      orang
50-59            : 48      orang
60-69            : 31      orang
70-79            :  8       orang
>80                         :  2       orang

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL           : 89      orang
SELESAI           : 71      orang
MASIH PEMANTAUAN   : 18      orang

Hasil Lab. Swab

Positif                       :      4   orang
Negatif                     :  126   orang
Menunggu hasil    :  883   orang
Jumlah                     :1013   orang


HASIL RAPID TEST

Positif                       :       4  orang
Invalid                       :       8  orang
Negatif                    : 1980  orang
Total                         : 1992  orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 08 Juni 2020 :


























MELALUI PARIPURNA, KETUA DPRD PANGANDARAN LANTIK UCUP SUPRIATNAN DAN HAMDI PIMPIN BK

PANGANDARANNEWS.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran hari ini menggelar rapat paripurna untuk memilih Ketua dan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD.

Hasil paripurna tersebut, Ucup Supriatna dari fraksi PDI Perjuangan terpilih menjadi ketua dan wakil ketua terpilih, Hamdi dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M, sesuai dengan tata tertib dalam pembentukan anggota BK harus melalui dua tahapan, diantaranya, pertama harus melalui musyawarah pimpinan fraksi. Dan kedua, apabila musyawarah tidak tercapai maka dilakukan melalui  pemilihan langsung.

"Dari hasil musyawarah pimpinam fraksi disepakati bahwa agar lima calon anggota Badan kehormatan ini agar ditetapkan menjadi anggota Badan Kehormatan, " ujarnya.

“Dan untuk memlihi siapayang jadi ketua BK, itu ditentukan oleh anggota BK sendiri, “terangnya. (8/6)

Asep menambahkan, ternyata hasil dari musyawarah yang kelima anggota tersebut, disepakti Ucup Supriatna menjadi ketua dan wakilnya oleh Hamdi.

Dalam pemilihan anggota BK ini, kata Asep, partai Gokar merupakan satu-satunya fraksi yang tidak  mengusulkan calon, dan itu merupakan hak semua fraksi.

“Tapi setelah diklarifikasi dalam alat kelengkapan dewan ternyara Golkar memang sudah dobel keanggotaannya, "terang Asep lagi.

Asep berharap, BK DPRD Kabupaten Pangandaran yang baru terbentuk ini bisa segera melaksanakan beberapa agenda kegiatan, seperti  menetapkan kode etik dan tata ber-acara DPRD.

"Selain itu,  sepeti  kemarin ada beberapa pengaduan tentunya itu jadi agenda BK, sehingga setelah etik ditetapkan, BK pun bisa melaksanakam kewenangan-kewenanganya sesuai tata tertib dan kode etik serta tata ber-acara,"pungkasnya. (PNews)

HARI INI DUA WARGA PANGANDARAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19 Bupati Pangandaran: “Pasien Positif covid-19 Mayoritas Merupakan Pemudik”

PANGANDARANNEWS.COM- Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Pangandaran bertambah dua orang, kedua pasien positif tersebut yang diketahui beralamat di Kecamatan Pangandaran. Satu orang pasien diketahui merupakan seorang pria yang baru datang dari Jepang yang saat kedatangannya di Pangandaran ia sudah menunjukan hasil swab tesnya negatif, tapi saat kembali menjalani tes swab di Pangandaran, dia dinyatakan positif.

Sementara seorang warga lainnya yang positif, sama merupakan warga Kecamatan Pangandaran, yang mempunyai riwayat perjalanan dari Bekasi berprofesi pekerja buruh bangunan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, kepada awak media Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, membenarkan, kedua pasien positif itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Saat ini kedunya sudah masuk ruang isolasi di RSUD Pandega, “terang Jeje. (5/6)

Jeje mengatakan, sejak awal ia melakukan mengetatan di perbatasan wilayah karena memang pihaknya lebih menekankan pada para pemudik.

Karena seperti diketahui, kata Jeje, warga yang tinggal di Pangandaran semua negatif sehingga baik sebelum hingga diberlakukan PSBB Pemkab Pangandaran melakukan pengetatan denga menempatkan sejumlah petugas di seluruh lokasi perbatasan akses masuk ke Pangandaran. Dan sejauh ini sudah dilakukan rapid tes terhadap 1.132 dan tes swab terhadap 2.020 orang.

“Jadi hingga saat ini pasien positif di Pangandaran sebanyak 5 orang. Dengan rincian satu orang sudah dinyatakan sembuh dan 4 lainnya masih diisolasi di RSUD Pandega, “kata Jeje.

Disoal hari ini mulai dibuka kembali obyek wisata Pangandaran, Jeje mengatakan, kondisi ini tidak mempengaruhi, pariwisata tetap dibuka tapi seminggu ke depan akan dilakukan evaluasi kembali.

Karena, menurut Jeje, selain aktivitas wisata tetap harus menggunakan protokol kesehatan covid-19, wisatawan yang datang pun diharuskan mwmbawa surat keterangan sehat dengan dilampiri hasil rapid tes dari daerah asal.

“Dan jika wisatawan tidak bisa menunjukan surat sehat, Pemkab Pangandaran pun akan menydiakan rafid tes yang akan ditempatkan di pos cek point, “ujarnya. (PNews)

PELAKSANAAN NEW NORMAL DI KOTA DI BANJAR GAGAL DILAKSANAKAN , INI PENJELASANNYA


BANJARNEWS- Pernyataan Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih di depan para awak media Selasa (2/6) setelah mengadakan rapat dengan Forkompimda, terkait pelaksanaan new normal atau Aktivitas Kebiasaan Baru (AKB) yang akan dimulai setelah kebijakan PSBB Provinsi Jawa Barat akan berakhir padatangga 12 juni 2020, dinilai tergesa-gesa.

Saat itu Ade menyampaikan, Pemkot Banjar siap untuk melaksanakan protokol new normal di tengah pandemi Corona (Covid-19), dan untuk mendukung kebijakan itu pihaknya  tengah menyusun aturan dengan merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan terkait new normal.

Kenyataannya, rencana pelaksanaan AKB atau new normal di Banjar gagal dilaksanakan dan pernyataan ini dikeluarkan setelah dilakukan rapat dengan Forkompimda, sehingga wali kota pun kembali mengeluarkan Peraturan Wali kota (Perwal) pemberlakuan kembali PSBB jilid ke tiga. Dalam perwal tersebut disebutkan bahwa PSBB jilid ketiga kembali dilaksanakan terhitung mulai Rabu tanggal 3 juni hingga Jum'at 12 juni 2020.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Wakil Wali Kota Banjar, H.Nana Suryana, menerangkan, gagalnya pelaksanaan AKB ini karena ada beberapa hal serta prosedur yang belum bisa ditempuh dan belum selesai, seperti standar operasionil protokol kesehatan AKB yang belum selesi dan dasar hukum berupa peraturan wali kota dan keputusan wali kota terkait pelaksanaan AKB belum ada.

“Sementara kita masih harus mempersiapkan SOP AKB, perwalnya, kepwalnya dan ijin dari kementrian kesehatan sebagai  pedoman pelaksanasn AKB , “ujarnya.(TITO)

PELAKSANAAN PROGRAM DAK HARUS AMANAH, TRANSPARAN DAN PENUH TANGGUNG JAWAB

TASIKNEWS-Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan sistem belajar mengajar di lingkungan sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), penyaluran bantuan fisik bangunan sekolah yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 siap diluncurkan dan mulai disosialisasikan.

Sosialisasi ini dilaksanakan melalui sistem Video Confrence (vicom) di aula kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dengan menghadirkan 1 orang perwakilan  kepala sekola dan dan 1 orang Komite Sekolah untuk 15 SD di Kecamatan Karangnunggal.

Sosialisasi ini juga turut dihadiri Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal,  Acep, Spd., M.Mpd,  K3S, Ketua PGRI, Pengawas dan staf birokrasi UPTD..

Dalam sambutannya Acep, menyampaikan, pada implementasinya alokasi DAK fisik harus baik dan bisa dibertanggungjawabkan serta harus sesuai juklak juknis dari pemerintah.

Acep juga mengucapkan terima kasih pada pemerintah, karena walau saat ini dalam suasana Covid-19 namun DAK bidang pendidikan  masih tetap bisa disalurkan.

“Ini menunjukan sebuah konsistensi pemerintah dalam menjamin kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, “kata Acep. (4/6)

Sementara melalui video confrence, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Tatan Warsika, Spd., M.Pd, menyampaikan, dalam pelaksanaan program DAK ini harus betul-betul amanah, tranparan  dan penuh tanggung jawab.

“Dan yang paling pentng, tidak keluar dari regulasi yang telah ditetapkan dalam penerapannya agar tidak muncul berbagai masalah. ”tegasnya. (ANWARWALUYO)

KABAR GEMBIRA UNTUK CALON PENGANTIN, KINI AKAD NIKAH BISA KEMBALI DILAKSANAKAN DI KUA

TASIKNEWS-Seperti dirilis di sebuah media on line, Kementrian Agama telah mengeluarkan Surat Edaran  (SE) Dirjen Bimas Islam No.P-004 tentang pelaksanaan akad nikah  yang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan, Yang sebelumnya akad nikah dianjurkan untuk ditunda karena adanya pandemi virus corona, dan itu pun hanya bisa dilakukan di KUA bukan di tempat lain.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Karangnunggal, H. Didi, S,Ag, adapun bisa dilaksanakan di tempat lain selain di kantor KUA, sebelumnya diwajibkan membuat pernyataan di atas materai.

Dari hasil rapat dinas di Kabupaten Tasikmalaya, keputusannya mulai hari tanggal 3 juni 2020 akad pernikahan sudah normal kembali.

“Hanya tetap harus mengikuti pada aturan protokol Kesehatan Covid-19, walupun itu bukan kewenangan pihak Kemenag dalam pengaturannya, “kata Didi.

Hasil pantauan PNews di lapangan, memang saat ini sudah mulai banyak pasangan calon penganten baru yang mengantri untuk melangsungkan akad pertikahannya di Kantor KUA Karangnunggal, pasalnya memang sebelumnya sempat dilakukan penundaan karena pandemi Corona.

“Tentunya ini kabar baik bagi para calon pengantin karena mulai tanggal 3 juin akad pernikahan sudah bisa dilakukan kembali dengan normal, “ujarnya. (ANWARWALUYO)

POLRI, TNI DAN BPBD GELAR AKSI KEMANUSIAN DI SEPANJANG BANTARAN SUNGAI CIJOLANG BANJAR

BANJARNEWS-Kepolisian Resor Banjar Polda  Jabar,TNI dan BPBD menggelar aksi bantuan sosial  kemanusiaan kepada warga di sepanjang bantaran sungai Cijolang, Kota Banjar, dengan titik keberangkatan dimulai dari Dusun Bebedahan dengan menggunakan perahu karet.

Dala kegiatan ini, Kapolresta  Banjar, AKBP Melda Yanny, S.I.K., M.H, didampingi Wadanramil 1313/Ciamis, Kapten Arm. Yuni Ariyadi dan personel BPBD Kota Banjar pun menyisir sepanjang sungai Cijolang untuk menyalurkan bantun 130 paket bantuan sosial Peduli Kemanusiaan kepada para penambang pasir.

“Di atas perahu tadi kami sempet melakukan perbincangan dengan beberapa penambang terkait imbauan-imbauan protokol kesehatan dalam proses pencegahan berkembangnya virus corona  seperti menggunakan masker,cuci tangan dan jaga jarak , dan ternyata mereka sudah paham" ungkapnya.(3/6)

Melda berharap, bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban warga di tengah maraknya pandemi virus corona, dan berharap masyarakat bisa tetap sabar dan disiplin.

“Dan jangan lupa untuk senantiasa patuh pada himbauan pemerintah untuk tetap  menerapkan protokol kesehatan, terlebih Kota Banjar akan mulai menerapkan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru,,” tandasnya. (TITO)

KOTA BANJAR SIAP LAKSANAKAN AKB /NEW NORMAL

BANJARNEWS-Sejak berakhirnya masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada tanggal 2 Juni 2020, sekarang Pemerintah Kota Banjar siap melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New normal.

Alhamdullilah PSBB di Banjar sudah berakhir, kini pemkot akan segera persiapkan  jilid baru pelaksanaan AKB,” kata Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, saat ditemui PNews usai rapat dengan Forkopimda di pendopo. (2/6)

Ade mengatakan, setelah berakhir PSBB tahap ke dua dan Banjar masuk di zona hijau , AKB pun akan segera dilaksanakan setelah berakhirnya masa PSBB Provinsi Jawa Barat yang akan berakhir tanggal 12 Juni 2020 mendatang. Tapi Walaupun telah berakhir masa PSBB tahap kedua, aktivitas penjagaan chek poin di perbatasan tetap bejalan sampai berakhir PSBB propinsi Jawa Barat nanti

Dalam beberapa hari ini, kataAde, pemkot akan mempersiapkan ketentuan-ketentuan dalam pemberlakuan AKB. Dan ia pun menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik setelah pemberlakuan AKB nanti, karena justru mengajak masyarakat untuk bisa lebih disiplin dalam penerapan AKB ini.

“Dalam AKB ini masyarakat harus lebih maksimal dan disiplin mengikuti protokol kesehatan,”ujarnya.

Ade juga menjelaskan, dalam skenario AKB ini sektor ekonomi pun akan dibuka, tapi dengan tidak mengenyampingkan protokol kesehatan serta tetap menekan adanya pembatasan .

Disoal sanksi kepada warga yang melanggar, Ade mengatakan, para pelaku usaha yang tidak mengikuti protokol kesehatan tentunya akan diberlakukan sanksi, yang dibagi pada tiga tahap, antara lain, teguran, tulisan sampai penyegelan.

"Itu kita atur nanti dalam Peraturan wali kota,  "terangnya. (TITO)

PEMKAB TASIK SECARA RESMI BUKA KEMBALI SELURUH MASJID UNTUK TEMPAT IBADAH

TASIKNEWS-Setelah beberapa bulan pemerintah menghimbau agar kegiatan ibadah tidak dilakukan di mesjid, hari kemarin (2/6) Sekretaris Daerah Sekda (sekda) Kabupaten Tasikmalaya,  Dr. H. Mohamad Ze, secara simbolis membuka kegiatan keagamaan di Masjid Baiturahman Singaparna, menandakan dibukanya kegiatan ibadah dan kegiatan agama lainnya di mesjid-mesjid di seluruh Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Zen menyampaikan, meskipun mulai melakukan penerapan new normal atau adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun pembatasan serta protokol kesehtan covid-19 masih tetap dilakukan. Menurutnya, pemerintah tidak ingin penerapan new normal berarti masyarakat bebas beraktivitas dan lepas kendali.

Dalam kesempatan tersebut, Zen juga memberikan bantuan dari pemkab kepada Masjid Besar Kabupaten Tasikmalaya dan 39 Masjid Besar di tiap-tiap kecamatan, seperti masker, pembersih lantai, dan alat kebersihan lainnya.

“Dibukanya kembali kegiatan ibdah dan kegiatan lainnya di ini tetap dengan melaksanakan protokol Kesehatan, seperti mencuci tangan, jaga jarak,  memakai hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan disekitar lingkungan masjid, “jelasnya.

Dikatakan Zen, sesuai imbauan bupati Tasikmalaya, agar masyarakat tetap menjaga jarak minimal dua meter, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, membawa alas sujud (sajadah) masing-masing, menggunakan masker, tidak melakukan kontak fisik atau bersalaman.

Sementara Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar yang turut hadir dalam acara tersebut, menambahkan, ada sekitar 5.847 masjid yang dibuka secara resmi dibuka untuk digunakan jadi tempat ibdah dan kegiatan agama lainnya, termasuk 39 masjid besar di tiap-tiap kecamatan, 1.721 masjid di desa dan 172 musala di tempat publik.

“Seiring dengan penerapan PSBB yang mengarah kepada AKB, kami akan buka masjid secara penuh hari ini dan akan dipakai kegiatan keagamaan secara penuh,"ungkapnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB TASIK SALURKAN ALAT KESEHATAN UNTUK TEMPAT IBADAH DI KARANGNUNGGAL

TASIKNEWS- Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Karangnunggal menerima bantuan hibah Alat Pelindung Diri (APD), masker, handsanitizer dan cairan disinfektan dari Pemkab Tasikmalaya, yang diserah oleh Ketua DMI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar, M.Pd dan diterima langsung Ketua DMI Kecamatan Karangnunggal,KH. Dadang serta disaksikan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP. M, serta dihadiri para tokoh Agama dan sebagian kepala desa, bertempat di aula kecamatan. (2/6)

Mewakili Bupati Tasikmalaya, KH Dede Saeful Anwar, MPD mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi para tokoh agama, DKM dan masyarakat di seluruh kecamatan serta desa yang terdampak wabah Covid-19.

Da tujuan penyaluran melalui DMI ini, kata Dede, dalam rangka upaya menyikapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan sistem sayap yang lebih luas dan menyeluruh guna percepatan penanganan pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi dalam penanganan covid-19 ini pemerintah meminta bantuan dan partisipasi para sesepuh Agama, para Kiyai, Ajengan yang secara emosional dinilai sangat dekat dengan masyarkat,” jelas KH Dede mewakili penyampaian Bupati.

Dede menambahkan, sekitar 5.874 masjid yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sekarang sudah diperbolehkan kembali untuk melakukan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya tapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta bisa menyesuaikan diri dengan New Normal atau kebiasaan kehidupan baru, seperti  jaga jarak, selalu pakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan pakai Sabun di tiap tempat ibadah (masjid, pesantren atau madrasah).

 “Dengan dibukanya kembali tempat-tempat ibadah, pesantren dan tempat kegiatan pendikan agama, ini dimaksudkan agar tidak terjadi fitnah bahwa santri dan lingkungan keagamaan sebagai tempat tumbuhnya penyebaran pandemi Covid-19, “terang Dede.

Untuk melengkapi bantun ini, imbuh Dede, nanti akan dihadirkan petugas kesehatan sehingga bisa  terjalin net working atau kerja sama yang baik antara lingkungan keagamaan dan pihak kesehatan.

Sementara Camat Karangnunggal Asep M Dahliana, STp, MM, dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintahan kecamatan mengucapkan terimakasih pada Pemkab Tasikmalaya yang telah memberikan bantuan ini yang diperuntukan khusus di lingkungan tempat ibadah dan tempat kegiatan agama lainnya.

 “Mudah-mudahn bantuan ini bermanfaat dan semoga musibah yang kita hadapi ini segera berakhir sehingga  mayrakat pun bisa berakvitas seperti biasa lagi, “kata Asep. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN