PUSKESMAS URUG KOTA TASIKMLAYA SIAP LAYANI KESEHATAN WARGA, APA PUN KELUHANNYA

TASIK NEWS-Kepala Puskesmas Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, H. Arif, masyarakat tidak perlu panik berlebihan dengan virus corona ini, tapi tetap waspada serta selalu berperilaku hidup sehat.

"Memang penyebarannya begitu cepat, itulah mengapa harus diantisipasi,"kata Arif, saat ditemui di ruang kerjanya.(2/4)

Menurutnya, setiap saat pihaknya mengimbau kepada pasien yang datang untuk segera ke Puskesmas jika terserang penyakit apa pun, karena petugas kesehatan pun selalu siap melayani  seluruh masyarakat. Setiap ada keluhan terkait kesehatan masyarakat puskesmas selalu siaga   memberikan pelayanan. Hanya saja, kata Arif, jika ada pasien yang dicurigai terjangkit virus corona, pihaknya pun akan arahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  karena di Puskesmas sarana dan prasarana sangat terbatas.

"Alhamdulillah  di Puskesmas  Urug  tidak pasien positif corona, tapi kami tetap siaga dengan segala kemampuan yang kami miliki," kata arip

Setiap ada keluhan masyarakat, menurutnya, tetap akan melakukan tindakan kesehatan sesuai SOP, tapi jika ada yang terjangkit virus corona, maka akan  segera dirujuk ke RSUD  yang sudah menyiapkan ruang isolasi.

Arif juga menghimbau agar masyarakat tetap selalu menjaga kesehatan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit, juga disarankan agar tidak berkontak langsung dengan orang-orang yang baru kembali dari luar negeri terutama dari negara-negara atau daerah lainnya yang terpapar virus corona.

"Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, makan-makanan yang bergizi, sering cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, pakai masker kalau batuk, serta hindari orang-orang yang baru kembali dari luar daerah,"jelas arip

Hal senada dikatakan salah seorang perawat, Tita, ia menghimbau, apa bila ada warga yang pulang dari luar kota, diharapkan segera melapor serta melakukan isolasi mandiri, diam di rumah selama 14 hari sejak kedatangan.

“Mudah-mudahan keadaan ini segera berlalu sebelum bulan suci ramadhan tiba, sehingga seluruh umat islam pun bisa menjalan ibadah puasa  dengan tenang tanpa ada rasa panik dan was-was seperti sekarang, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


INI UNGKAPAN WARGA KOTA TASIK TERKAIT ALIH FUNGSI TROTOAR

TASIK NEWS-untuk mengembalikan fungsi trotoar di Kota Tasik dibutuhkan tindakan tegas karena ini menyangkut  untuk penegakan regulasi pemerintah, sehingga tumbuh kesadaran bersama demi mengembalikan fungsi trotoar sesuai fungsinya untuk pejalan kaki.

Dan untuk mengembalikan fungsi trotoar yang memang sudah bukan semestinya butuh proses,  artinya pemerintah daerah harus memikirkan pemindahan atau relokasi para pedagang karena mereka membutuhkan tempat berjualan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Bojong Tengah, Yusuf Sulaeman (57), menurutnya, memang harus ada penataan PKL di sepanjang trotoar yang ada Kota Tasik, dengan kata lain mengembalikan fungsi trotoar menjadi jalan yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

“Secara normatif mungkin pemkot Tasik telah melakukan himbauan, edukasi dan  peringatan, “ungkapnya.(2/4)

Yusuf mengatakan, ia terpaksa harus berjalan hampir di tengah jalan saat pulang dari pusat perbelanjaan Asia Plaza, karena trotoar sudah dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL) sedangkan bahu jalan pun menjadi area parkir.

Pemkot Tasik harus melakukan tindakan untuk sterilisasi trotoar, tetapi, ujar Yusuf, tetap memikirkan PKL, da tidak bisa langsung main bongkar lapak tempat jualannya, karena itu akan  menimbulkan konflik sosial.

“Jika mereka tidak boleh berjualan di trotoar tetapi tetap harus dipikirkan juga mau dipindahkan kemana nantinya," tutur Yusuf.

Yusuf pun berharap, ke depannya pemkot melakukan pendekatan  dengan melibatkan stakeholder terkait, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Sehingga keberadaan trotoar bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsinya dan PKL pun bisa lebih ditata lagi, bukan berarti pelarangan untuk berjualan di trotoar tidak disertai dengan solusi, karena keberadaan PKL sebagai pelaku ekonomi yang mengantungkan hidup dari hasil berjualan juga perlu dipikirkan.

“Intinya, pemkot harus segera memperbaiki tata kotanya agar seluruh warga bisa menikmati kemajuan, kenyamanan serta keindahan Kota Tasik. “punkasnya. (ANWARWALUYO)

DPRD PANGANDARAN PANGKAS ANGGARAN RESES DAN BIMTEK UNTUK TANGANI VIRUS CORONA

KETUA DPRD PANGANDARAN, ASEP NOORDIN
PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M, menegaskan, dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, DPRD telah melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 2.25 milyar, yang  sudah disepakati dalam rapat pimpinan. Dua anggaran tersebut, diantaranya anggaran reses dan anggaran untuk bimbingan teknis pimpinan dan anggota DPRD.

Asep mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemda kabupaten harus menangani masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten/kota.

”Anggaran tersebut nantinya akan diarahkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten, apakah untuk sembako atau untuk peralatan kesehatan,” ungkapnya.(2/4)

Diharapkan kesepakatan yang diambil DPRD ini, kata Asep, menjadi suport Pemkab Pangandaran untuk terus melaksanakan percepatan penanggulangan Covid-19 yang semakin hari situasinya semakin tidak menentu. Serta mudah-mudahan langkah ini juga bisa menjadi sebuah kegiatan gotong royong sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2020, kegiatan-kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat atau tidak prioritas itu digeserkan.

Selain itu, imbuh Asep, yang juga bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, di internal Sekertariat DPRD pun telah melakukan pergeseran anggaran yang sama digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

“Di setwan ada sekitar Rp 200 juta, sehingga total jumlah seluruhnya sekitar  Rp 2.45 milyar, “ ujarnya. (PNews)

ORARI LOKAL KOTA BANJAR AJAK LANGSUNG MASYARAKAT HINDARI KERUMUNAN MASA

BANJAR NEWS - Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) lokal Kota Banjar, Yana S Bachyan SIP.Msi, melakukan sosialisasi terkait Maklumat KAPOLRI kepada warga dengan cara berkeliling menggunakan mobil bak terbuka milik BPBD Kota Banjar.

Dengan menggunakan pengeras suara, Yana mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan tidak membuat kerumunan masa.

"Seluruh  masyarakat yang mendengar suara ini diharap  tidak berkerumun, silahkan tinggal di rumah masing-masing untuk pencegahan virus corona, sekali lagi, bapak -ibu sekalian tolong jangan berkumpul," kata Yana melalui pengeras suara.(1/4)

Sementara kepada PNews, Yana mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas yang tidak jelas, kecuali urusan penting yang memang tidak bisa ditinggalkan.

Dan hari ini kita, kata Yana lagi, kegiatan yang dilaksanakan ORARI dalam rangka mengurangi penyebaran pendemi Covid-19 di Kota Banjar.

“Kami dengan tim BPBD Kota Banjar serentak melakukan sosialisasi kepada masyarkat secara langsung,"terang Yana ,usai berkeliling di Desa Sinartanjung dan Kelurahan Purwaharja.

Yana mengtakan, himbauan ini akan terus dilakukan tim ORARI lokal Banjar sampai batas yang ditentukan Pemerintah Kota Banjar.

"Dengan himabauan yang kamilakukan mudah-mudahan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah selama 14 hari atau dua pekan, hindari tempat-tempat ramai dan jangan berkumpul, ini untuk mencegah kontak fisik dengan orang lain,"ucap Yana. (TITO)

SATGAS PENANGANAN COVID 19 DESA SIRNAJAYA HARI INI LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN

TASIK NEWS-Pasca dibentuk Satgas penanganan covid 19, sesuai intruksi Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, hari ini Pemerintahan Desa Sirnajaya Kecamatan Sukarajahari ini melaksanakan penyemprotan disinpektan dan sosialisasi pada masyarakat terkait pencegahan covid-19. (2/4)

Susunan satgas penanganan covid 19, diantaranya, pemdes, polse, koramil, bidan desa, mantri kesehatan desa,  FKPM, LPM, BPD, PKK, Karangtaruna, Kader posyandu, BPBD, dan ketua RT-RW.

Kepala Desa Sirnajaya, Jajang  Muharam, SHl yang didamingi Kapolsek Sukaraja, Pengki, dalam sosialisasinya, menyampaikan, seluruh warga harus bisa menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga dengan selalu menerapkan pola hidup sehat,

Untuk pencegahan mewabahnya virus copid-19, kata Jajang, masyarakat dsarankan harus rajin mencuci tangan, makan teratur dengan makanan yang sehat, serta untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap bugar, melakukan olahraga dan berjemur selama 15 menit serta senantiasa yakinkan diri dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Jajang juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan hari ini, mudah-mudahan dengan penyemprotan disinpektan ini khususnya DesaSirnajaya bisa terhindar virus corona.

“Dan semoga dengan kebersamaan ini copid-19 negatif di desa kita, “pungkasnya. (ENDAH)

INI JADWAL SEMENTARA RSUD PANDEGA PANGANDARAN

Ini merupakan jadwal sementara Rumah Sakit Umum (RSUD) Pandega Pangandaran, yang Insa Alloh akan dibuka pada tanggal 4 April 2020 mendatang. Dan setelah masa covid-19, seluruh dokter yang bertugas di RSUD akan hadir setiap hari.

BUPATI PANGANDARAN INTRUKSIKAN KEPALA DESA LAKUKAN PENDATAAN PADA WARGA PENDATANG

PANGANDARAN NEWS-Kekhawatiran Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, cukup beralasan apabila semakin membludaknya warga yang datang dari berbagai wilayah, terlebih dari kota yang terpapar virus corona, tanpa dilakukan filterisasi akan berakibat sulit terkontrol warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), karena selama ini data ODP hanya berasal dari pendatang yang melapor saja.

Padahal, kata Jeje, Pemkab Pangandaran sudah melakukan berbagai upaya termasuk pengetatan akses masuk ke wilayah Pangandaran di 5 titik daerah perbatasan.

“Ini perlu pemahaman bersama karena penanganan covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi seluruh masyarakat harus ikut berperan aktif dengan mengikuti anjuran pemerintah, “tegas Jeje, usai menerima beberapa kepala desa di kediamannya beberapa waktu lalu.

Jeje mengatakan, ia sudah memanggil seluruh kepala desa secara bergantian untuk memerintahkan agar pemerintahan desa juga bisa aktif setiap hari melakukan pendataan apabila di desanya ada warga pendatang, karena selama ini ada indikasi banyak warga pendatang yang sungkan untuk melaporkan kedatangannya ke puskesmas serta melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari sejak kedatangannya.

Nantinya para pemudik ini harus mengisi  formulir serta pernyataan kesanggupan untuk melakukan isolasi mandiri, dan kalau ada warga yang tidak disiplin, ini akan dijadikan dasar untuk dilakukan langkah-langkah sesuai undang-undang.

Desa merupakan pemerintah yang paling dekat dangan masyarakat, sehingga, menurut Jeje, ini akan sangat epektif bila desa ikut berperan aktif mendata warganya yang baru datang dari luar wilayah. Perangkat desa seperti RT dan RW dibantu petugas dari babinsa, babinkmtibmas serta petugas kesehatan dari puskesmas mungkin bisa jadi garda terdepan untuk mendata pendatang ini.

“Dan pelaporannya jika memang lokasinya jauh bisa melalui sms atau pesan whats app, “imbuhnya.

Jeje menambahkan, ia sudah meminta ke gugus tugas Covid-19 agar ada upaya pendataan di seluruh desa, sehingga bisa diperoleh data riil di lapangan yang akurat.

Jeje juga menyampaikan, ia dengan jajaran pemerintahan sedang mempersiapkan langkah-langkah terkait jaringan pengaman sosial, terutama program yang mempunyai efek terhadap kebutuhan pokok dengan menggerakan ekonomi masyarakat, walau saat ini pemkab juga harus bekonsentrasi pada rencana peresmian RSUD Pangandaran yang akan dilakasanakan tanggal 4 April 2020.

Awalnya, kata Jeje, ada sedikit masalah soal kerjama BPJS tetapi sudah ada jalan keluar, sehingga diharapkan RSUD Pandega akan segera bisa melayani,khsusunya masyarakat Pangandaran.

“Dan untuk antisipasi, kami juga sedang menyiapkan ruang observasi jika ada warga yang positif corona atau PDP. “terangnya. (PNews)

UPAYA PENCEGAHAN VIRUS CORONA PEMDES PARAKANHONJE LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN

TASIK NEWS-Sebagai upaya pencegahan virus corona, Pemerintahan Desa (Pemdes) Parakhonje  Kecamatan  Bantarkalong  Kabupaten Tasikmallaya,  lakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah halamann rumah pemukiman warga. Dengan upaya tersebut  diharapkan masyarakat bisa terbebas dari penyebaran Virus Corona di lingkungan tempat mereka tinggal.

Kepala Desa Parakhonje, Abduloh, kepada PNews, menjelaskan, kegiatan penyemprotan disinfektan  kerjasama dengan Karangtaruna, Polsek, Koramil dan Dinas Kesehatan, menjadiupaya pencegahan agar Virus Corona tidak menyebar ke masyarakat.

Untuk saat ini, jelas dia, baru satu kampung yang sudah melaksanakan penyemprotan dimulai dari tempat pemukiman hingga halama kantor desa serta mensosialisasikan kewaspadaan virus corona pada warga.

“Saya berharap masyarakat melawan penyakit yang bisa mematikan ini dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta sering mencuci tangan, rajin olahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari tempat-tempat keramaian, “kata Abduloh, saat ditemui di sela-sela penyemprotan di Mesjid jami Dusun Cihandiwung. (1/4)

Abduloh juga menekankan kepada warga yang baru mudik dari kota diwajibkan untuk segera melapor ke puskesmas sebelum pulang ke rumah, dan setelah sampai rumah diwajibkan untuk mengisolasi diri selama 2 minggu sehak kedatangan.

“Kita berdoa’ mudah-mudahan virus corona  segera reda sebelum bulan suci ramadhan tiba,  sehingga kita pun lebih aman  dalam  untuk melakukan ibadah ramadhan, imbuhnya. (ANWARWALUYO)

JUBIR GUGUS TUGAS PENANGANAN VIRUS CORONA KOTA BANJAR UMUMKAN POSITIF COPID-19

BANJAR NEWS - Kasus mewabahnya virus Corona di Kota Banjar Jabar dalam lima hari terakhir meningkat drastis.

Berdasarkan data  yang di sampaikan juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Copid -19) Kota Banjar, H. Tomi Subagja , dua orang  dengan dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona  (COVID-19), sementara 141  orang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 8 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Data kasus corona di kota Banjar, ujar Tomi, berada  di 4 wilayah Kecamatan, diantarnya, Kacamatan Banjar, Langensari, Pataruman dan Kecamatan Purwaharja.

“Dan Kacamatan Purwaharja  masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, “terangnya.(1/4)    *TITO

DUA ORANG PDP DINYATAKAN POSITIF COVID-19 DI KOTA BANJAR

BANJAR NEWS-Dua Pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kota Banjar merupakan warga Kabupaten Ciamis dan warga Banjar, di nyatakan positif Virus Corona.

Seperti disampaikan Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, saat konferensi pers di Kantor Sekertariat Daerah (Setda) Kota Banjar, pada hari ini di kota Banjar ada 2 pasien yang dinyatakan postif covid-19.

Kata Nana, warga Banjar yang positif ini seorang laki-laki berusia 16 tahun dan seorang perempuan dengan usia 72 tahun merupakan warga Kabupaten Ciamis.

"Sebelumnya warga Banjar yang positif ini tidak pernah beraktifitas ke daerah yang zona merah atau datang dari zona merah, pasien ini awalnya cuma sakit demam saja, "terang Nana.

Nana juga mengatakan, agar masyarakat mengikuti himbauan pemerintah isolasi diri sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 sehingga tidak menambah pasien positif lagi.

Dengan kejadian ini, Nana menegakan agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah untuk  menangani penyebaran COVID-19, dengan cara antara lain diam di rumah. Dan untuk itu, menurut Nana, pihaknya akan lebih tegas dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Nana mengatakan, pihaknya akan lebih tegas lagi melakukan berbagai upaya pencegahan dan saya berharap masyarakat  mau mengikuti untuk lakukan cocial distancing dan diam di rumah saja sehingga pemerintah lebih mudah menangani penyebaran COVID-19 ini.

"Saat ini tim sedang melakukan tracking, siapa saja yang sudah kontak dengan pasien positif corona ini, sementara kedua pasien sekarang sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus di RSU kota Banjar, “jelas Nana.

Sementara Wakil Direktur (wadir) bagian pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Banjar, Purkon saat di hubungi media, membenarkan adanya 2 pasen positip virus corona dan sekarang dirawat di RSU.

“Sekarang keduanya sedang menjalani perawatan khusus, “ucaapnya singkat. (TITO)

PMI KOTA BANJAR BARENG BPBD, ORARI, WARTAWAN DAN MASYARAKAT, LAKUKAN PENYEMPROTAN DESINFEKTAN

BANJAR NEWS - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar bersama masyarakat, hari ini melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah lokasi di Kota Banjar.(1/04)

Ketua PMI Kota Banjar, Supratman, yang memimpin langsung kegiatan ini,mengatakan,  dalam usaha  meminimalisir penyebaran virus corona di wilayahnya.

"Kami juga sangat mendukung keselamatan masyarakat,sehingga diperlukan gerakan preventif secara masif dan continyu seperti ini, “kata Supratman.

Dengan menyisir beberapa titik serta memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya selalu menerapkan pola hidup sehat, menurutnya, diharapkan bisa meminimalisir tingkat penyebaran Covid-19.

Selain dari PMI, kegiatan penyemprotan disinfektan  yang dilakukan sejak pagi hngga malam hari ini juga melibatkan masyarakat, BPBD, Sat Pol PP, Orari dan rekan media kota Banjar, menggunakan dua unit mobil PMI dan BPBD.

"Beberapa lokasi yang dilakukan penyemprotan di antaranya terminal angkot, SD Mekarsari 1 dan beberapa sarana ibadah. “pungkasnya (TITO)

MENYUSUL BERTAMBAHNYA JUMLAH ODP, MULAI HARI INI AKSES MASUK KE PANGANDARAN AKAn DIPERKETAT

PANGANDARAN NEWS-Mulai hari ini (31/3)  jam 06.00 WIB, Pemkab Pangandaran akan berlakukan pengetatan wilayah. Keputusan ini dilakukan setelah Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata,  menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di aula Kantor Bupati Pangandaran. (30/3)

Usai mengikuti rapat tersebut, ada lima titik lokasi yang akan dijaga petugas selama 24 jam, yag merupakan akses masuk ke wilyah Pangandaran, diantaranya, Desa Kertamukti dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang, Jembatan Citanduy batas wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang dan  Desa Bunisari Kecamatan Langkaplancar.

Kebijakan ini dilakukan, menurut Jeje, karena hingga saat semakin banyak jumlah masyarakat masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona (covid-19). Apalagi dengan kedatangan pemudik dari luar wilayah, terjadi lonjakannya sangat luar biasa, dn ini tentunya perlu pengendalian yang serius.

“Hingga hari ini saat tercata hampir 400 ODP, itu yang terdata dan mungkin masih banyak lagi ODP yang tak terdata, “jelasnya.

Jeje juga mengatakan, keputusan ini juga setelah Pemkab Pangandaran mempertimbangkan kondisi dan dinamika masyarakat, serta setelah melakukan kordinasi dengan Dandim, Kapolres dan Kajari Ciamis, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dinamika yang ada di masyarakat.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga Pangandaran yang sekarang ada di perantauan diharap untuk tidak mudik dulu, juga kepada pihak perusahaan angkutan untuk sementara menghentikan armadanya hingga  tanggal 14 April dan akan  dievaluasiv setelah tanggal 14 april nanti.

“Dan perlu juga saya sampaikan, Pemkab Pangandaran hingga saat ini tentu tidak akan tinggal diam,  dan akan terus mencari solusi terbaik untuk mengatasi kondisi sekarang ini,” kata Jeje. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN SEGERA RESMIKAN RSUD PANDEGA TANGGAL 4 APRIL 2020

PANGANDARAN NEWS-Meski kondisi masih dalam kegiatan antisipasi penyebaran covid-19, tapi Pemkab Pangandaran segera akan resmikan Rumah Sakit Umum Dareah (RSUD) Pandega dan segera beroperasi.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.(29/3)

“Insaalloh peresmian mulai beropersinya RSUD Pandega akan segera dibuka, tepatnya tanggal 4 april 2020, “kata Jeje.

Namun karena kondisi saat ini yang tidak memungkin bisa dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seperti rencana semula, sehingga peresmian RSUD pun akan disaksikan gubernur secara virtual melalui telekonference.

Ke depan, masih kata Jeje, masyarakat Pangandaran untuk berobat tidak usah lai keluar wilayah karena sejak dibuka nanti RSUD Pandega sudah bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini akan memberikan maslahat untuk seluruh masyarakat, “ungkapnya. (PNews)

DAMPAK PANDEMI COVID-19, KPU PANGANDARAN NONAKTIFKAN SEMENTARA PPK PPS PILKADA 2020

PANGANDARAN NEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menunda sejumlah tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 akibat meningkatnya pandemi virus Corona atau Covid-19, hal ini pun sangat berdampak pada masa kerja badan Ad Hoc pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, masa kerja PPK dan PPS dihentikan sementara sesuai dengan Surat Edaran KPU RI  bernomor 285/PL.02-SD/01/KPu/III/2020 Tentang Tindak lanjut Tahapan Pemilihan Tahun 2020 oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang didalamnya mengharuskan KPU Kabupaten/kota menunda masa kerja PPK PPS berkaitan dengan penundaan sejumlah tahapan pilkada. Itu artinya status PPK dan PPS menjadi nonaktif.

"Kami sudah lakukan pleno terkait penonaktifan itu dan sudah mengeluarkan surat keputusan KPU Kabupaten Pangandaran tentang penonaktifan PPK, Sekretariat PPK, dan PPS,"terangnya.(28/3)

Dan konsekuensi penonaktifan tersebut, lanjutnya, anggota badan adhoc pilkada ini tidak akan menerima hak keuangan kecuali PPK dan sekretariat akan menerima satu bulan setelah menjalani masa kerja satu bulan untuk selanjutnya diliburkan. Dan untuk PPS yang baru dilantik secara otomatis sama ikut nonaktif sementara dengan masa kerja yang akan ditentukan kemudian, hak keuangan juga belum akan diberikan.

Muhtadin menambahkan, PPK dan sekretariat sudah yang sempat menerima gaji satu bulan, bulan berikutnya tidak akan diberikan lagi, demikian pula halnya dengan PPS.

“Kebijakan ini merupakan konsekuensi atas penundaan tahapan pilkada, "Ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Divisi SDM Parmas, Maskuri Sudrajat, Penundaan tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan KPU Kabupaten Pangandaran dan masyarakat luas yang berpotensi penyebarannya terkait dengan kegiatan pada tahapan pilkada.

Kebijakan penundaan tahapan ini, menurut Maskuri, meliputi masa kerja PPS, pelaksaan verifikasi syarat dukungan calon , pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), pelaksanaan Coklit  dan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.

Maskuri juga menyampaikan, KPU pangandaran hanya menunda tiga tahapan terakhir sedangan pelantikan PPS sudah dilakukan hasil koordinasi dengan pemerintah dan Bawaslu. Penundaan pilkada juga mengakibatkan penundaan perekrutan sekertaris dan staff sekretariat PPS di setiap desa dan kelurahan di Pangandaran.

“Kami belum dapat memastikan apakah penundaan tahapan tersebut akan ikut berakibat pada tahapan lainnya, hingga saat ini kami masih menunggu intruksi dari pusat untuk langkah-langkah selanjutnya" imbuhnya.

Sementara, seperti yang dirlis di sebuah medi on line Kompas (29/3), terkait Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengeluarkan opsi untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 selama satu tahun

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, salah satu skenario yang disusun KPU dalam penundaan Pilkada 2020 akibat wabah Covid-19 ini, mengundurkan hari pemungutan suara hingga September 2021.

"Awalnya mau diundur hingga Juni 2021, kalau penundaan berkali-kali, tidak cukup ruang. Opsi yang paling panjang penundaan satu tahun, dilaksanakan September 2021," ujarnya, dalam sebuah diskusi via video conference, (29/3)

Ia mengatakan, apabila opsi tersebut dipilih, dipastikan akan mengubah tahapan yang sudah terjadwal. Selain itu sejumlah ketentuan juga mesti berubah, antara lain sinkronisasi data pemilih yang tidak berlaku lagi, batasan usia pemilih, siapa saja yang berhak ikut pemilu, hingga peserta pemilu.

"Apakah peserta yang sama akan diikutkan di September 2021 atau kepala daerah diperpanjang sampai 2021, maka daerah itu juga bisa diikutkan dengan Pilkada September 2021," kata Arief. (AGE-net)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN