BUPATI PANGANDARAN:”JAGA LEMBUR HARUS MEMBERIKAN CONTOH BAIK”

BATUKARAS-Sebanyak 50 orang anggota Satuan Tugas (satgas) Jaga Lembur resort Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) untuk meningkatkan kemampuan dalam meciptakan keamanan dan ketertiban di objek wisata.

Diklat yang dilaksanakan selama 3 hari (18-20/11), dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata bertempat di Bumi Perkemahan Pantai Batukaras.(18/11)

Dalam sambutannya bupati menyampaikan, sejalan dengan penataan yang akan terus dilaksanakan menjadi salah satu upaya agar wisata Pangandaran lebih bagus,bak dan memenuhi kualifikasi syarat untuk menjadi tujuan wisata yang berkelas dunia.

"Kita akan promosikan terus-terusan seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, “tegasnya.

Bupati juga mengatakan, untuk kepentingan tersebut pemkab pun akan mendukung melalui anggaran dan kebijakan, tapi itu semua tidak cukup tanpa optimalisasi sektor keamanan, kenyaman dan ketertiban. Dan tentunya harus dipahami kultur dan karakter di tiap-tiap obyek wisata, sehingga sistim pengamanannya pun harus berasal dari masyarakat tersendiri.

“Dan sepakat kita namai satgas Jaga Lembur, “ungkap bupati.

Keberhasilan penataan di kawasan wisata, kata bupati, ini tidak terlepas dari peran serta Jaga Lembur. Dan salah satu bukti sukses penataan wisata, antara lain, menjaga kebersihan, perahu nelayan  pindah dan lebih tertata dan penataan pedagang yang ada di sepanjang pantai, yang bisa menyebabkan berhasil dengan baik karena pola kebijakan dan komunikasi dengan ditangani Jaga Lembur.

"Saya buat jaga lembur di batu karas ini karena memang disini akan kita tata, dimana perahu-perahu mestinya ditematkan, dimana lokai aktivitas wisatawan dan seterusnya, dan ini  tidak saling bertubrukan satu dengan lainnya tetapi saling memperkuat. " tambah Bupati.

Menurut bupati, jika hal itu tidak ditata dari sekarang, maka dikhawatirkan akan selamanya semerawut.

“Untuk itu saya berharap Jaga Lembur ulah jadi piomongen, sebaliknya perikan contoh yang baik, jaga selalu kekompakan, dan ini akan saya pantau terus, “tegas bupati. (PNews)


KISAH SERAM MAHLUK PENGHUNI SARANG BURUNG WALET DI DESA PARIGI

PARIGI – Cerita seram gedung walet di Dusun Babakan  Desa Parigi Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masih menjadi misteri dan membuat bulu kuduk merinding. Konon, di sekitar tempat ini masih banyak makhluk astral yang sering menampakan wujud seorang perempuan, anak kecil hingga  suara permpuan tanpa wujud.

Seperti diceritakan salah seorang warga yang tinggal di sekitar bangunan tersebut, Ade Endon (55), ia kerap melihat wujud anak kecil di pinggir bangunan paling belakang, saat ia pulang tengah malam ke rumahnya.

 Waktu itu, kata Ade,  ia pulang sekitar jam 12 malam,  tiba-tiba saja melihat anak kecil, mungkin itu tuyul sedang bermain.

“Saya sempat kaget, tapi karena jalan menuju rumah memang harus melalaui kesana, saya pun tetap berjalan, namun tak lama kemudian wujud anak kecil itu menghilang", katanya.(17/11)

Lain lagi dengan cerita warga lainnya, Kaman, yang sering mendengar suara perempuan bersenandung pada tengah malam tanpa wujud di sekitar bangunan itu.

Lain lagi cerita Usep (52), saat itu ia akan berangkat kerja lewat lokasi tersebut menggunakan speda motor sekitar jam 3 dini dua hari lalu (16/11). Tiba-tiba dari dalam bangunan Usep mendengar seperti suara orang memukul-mukul tembok dari dalam bangunan, suaranya sangat keras seperti ada  ada gempa, hingga Usep pun menghentikan motor.

Tapi ketika  Usep melihat gantungan lampu ternyata tidak bergoyang, hingga hampir sepuluh menit ia dengar suara seperti orang menggedor-gedor tembok dari dalam bangunan.

“Mau percaya atau tidak, tapi cerita menakutkan ini benar-benar dialami saya, “ungakp Usep.(AGE)



SAMBUT PILKADA TAHUN 2020, BAWASLU PANGANDARAN TINGKATKAN KERJASAMA DENGAN MEDIA

KALIPUCANG-Meningkatkan sinergitas antara bawaslu dan peran media menjadi penting, karena dalam tugasnya bawaslu ada keterbatasan pada pengawasan pelaksanaan baik itu pemilu, pilpres atau pun pilkada. Sehingga peran serta media bisa menjadi partner baik dalam proses pemilihan tersebut atau peran untuk mengedukasi masyarakat berdemokrasi yang baik dan sehat.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, pada acara “Media Gathtering Bagi Bawaslu Pangandaran Kabupaten Pangandaran dan Media Masa” yang dilaksanakan Karapyak Gampling, Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang.(17/11)

Menurut Iwan, media sebagai pilar demokrasi sangat dinanti dalam memberikan layanan informasi kepada publik, sehingga dengan gencarnya sosialisasi, pengawasan dan edukasi yang dilakukan media bisa mencegah terjadinya pelanggaran yang disebabkan karena ketidaktahuan di masyarakat.

“Inilah pentingnya kami di bawaslu bersinergi dengan media, “ungkap Iwan.

Iwan mengatakan, pelaksanaan kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan hari ini bertujuan agar tujuan pemilu tanpa ekses bisa tersampaikan pemahamannya melalui optimalisasi komunikasi publik.

Selain untuk tetap menjalin kemitraan serta membina hubunganyang media, kata Iwan, media gathtering juga untuk mengetahui evaluasi pemberian informasi sebagai bentuk press gathering yang dilakukan Bawaslu dengan upaya tetap menjalin hubungan baik dengan media serta untuk evaluasi pemberitaan pada penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Pemilu tahun 2019 yang dilakukan media massa.

“Tujuan lain, untuk mensosialisasikan persiapan pengawasan pada Pilkada 2020 dan  sosialisasi persiapan penanganan pelanggaran pada Pilkada 2020, “ucap Iwan.

Masih di tempat yang sama, Kepala Sekretariat Bawaslu Pangandaran, Apep, dalam sambutannya menyampaikan, latar balakang kegiatan media gathering merupakan salah satu kegiatan media relations yang dilakukan sebuah lembaga atau organisasi untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan media.

Media Gathering, menurut Apep, dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan komunikasi informal yang dilakukan lembaga dengan media dengan tujuan untuk mempemrat hubungan dan kemitraan serta menjalin ralasi melalui pertemuan informal dengan satu tujun untuk pemberikan informasi, untuk diinformasikan kembali kepada masyarakat luas melalui tayangan atau berita yang dimuat media masa.

Secara esensial, lanjut Apep, pemahaman Media Gathering ini merujuk pada tujuan untuk mendapatkan hubungan baik dengan para pelaku awak media untuk menempatkan informasiinformasi panting yang dinilai panting untuk disampaikan ke publik. (PNews)

IMAN CARLIMAN KEMBALI TERPILIH PIMPIN DESA SUKAWANGUN MASA BAKTI 2019-2025

Iman Carliman saat berdialog dengan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana
TASIKNEWS-Terpilihnya kembali Iman Carliman B, S.ip untuk memimpin Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya untuk masa bakti periode tahun 2019-2025, diharapkan bisa menuntas program-program desa yang selama 6 tahun masa kepemimpinan yang lalu belum tuntas.

Saat ditemui di ruangan kerjanya ketika berdialog dengan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.Tp.,MM, usai melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan Tim dari Kecamatan, kepada PNews Iman menuturkan,

Kantor Kecamatan Karangnunggal, kepada PNews Iman menuturkan, konsep cerdas terkait obsesi dan harapannya setelah dipercaya kembali memimpin Desa Sukawangun, dalam programkerja enam tahun ke depan, ia akan mengaplikasikan buah pikirannya demi kemajuan desa dan masyarakat.

Kata Iman, seluruh ide dan angan-angan dengan segenap kemampuan semata-mata untuk kemajuan masyarakat Desa Sukawangun dalam berbagai hal.


“Insya Alloh apa yang saya  kerjakan enam tahun ke belakang yang belum tuntas akan segera tuntaskan, yang akan saya tuangkan pada kesempatan yang saya miliki ini, “ucapnya.

Adapun program yang akan segera ia laksanakan, imbuhnya, terkait potensi yang tersedia seperti pembangunan tanggul Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di samping bangunan kantor desa.

“Disana akan segera disulap menjadi taman wisata air yang murah untuk masyarakat, “jelasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

WARGA CIPATUJAH KELUHKAN MINIMNYA PENERANGAN JALAN UMUM

TASIKNEWS-Pentingnya keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan menuju obyek wisata pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar sangat diharapkan wara. Pasalnya, akibat tidak ada PJU, pada jalur tersebut sering terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Dede, karena suasana gelap hampir di sepanjang jalan sering membuat pegendaran mengalami kecelakaan.

“Dan bukan tindak mungkin karena suasana gelap di sepanjang jalan ini juga bisa dijadikan tempat orang berbuat jahat, “ungkapnya.(16/11)

Beberapa hari lalu, tutur Dede, pernah ada wisatawan yang nyaris mengalami kecelakaan terperosok ke bahu jalan, hal tersebut diduga karena terbatasnya pandangan mata pengendara akibat gelapnya keadaan jalan.

“Hampir sebagian besar di jalur Tasik selatan memang tidak ada PJU, padahal Pemkab Tasikmalaya sudah mencanangkan program Tasik Caang, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

JUMAT BERSIH DI CULAMEGA CIPTAKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT ASRI DAN SEHAT

TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari jumat seluruh pegawai dan karyawan pemerintah Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, mengadakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantornya masing-masing.

Menurut Camat Culamega, TB Aam Muharam, M.Si, kegiatan jumat bersih (jumsih) ini sesuai intruksi dan arahan dari Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto.

“Kegiatan ini sekarang memang menjadi kebiasaan sekaligus kegiatan wajib yang dilaksanakan seluruh Instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, “terang Aam, saat ditemui di sela-sela kegiatan jumsih.(15/11)

Aam menambahkan, biasanya kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan pagi hari selepas olahraga bersama dengan membersihkan baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekitaran kantor,
dan ini merupakan agenda rutin seluruh perangkat dan karyawan yang dilaksanakan seminggu sekali agar semua bisa tetap menjaga serta menciptakan suasana lingkungan kantor tempat kerja bersih dan asri.

Dan kegiatan juga ini selain dikerjakan jajarannya, kata Aam, juga wajib dilaksanakan instansi/UPTD , seluruh pemerintahan desa dan masyarakat, sehingga  kebersihan lingkungan kantor dan rumah warga pun selalu terjaga.

"Alhamdulilah himbauan kami ternyata berkenaan, jum'at bersih pun dilaksanakan oleh seluruh perangkat pemerintah dan seluruh warga Kecamatan Culamega,"pungkas Aam. (ANWAR WALUYO- MAMAT RAHMAT)

CAMAT KARANGNUNGGAL TERUS DORONG GELITA PEMBANGUNAN YANG ADA DI DESA

TASIKNEWS-Dalam monev yang dilaksanakan forum Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, camat, Danramil, Kapolsek, Babinkamtibmas, Babinsa serta para pendamping, semua hadir melakukan monitoring pembangunan di Desa Cintawangi yang dibiayai dari anggaran Dana Desa (DD) tahap ke 2, salah satunya  pembangunan MDA Al Ishlah. (13/11)

Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP, MM, Danramil, Mayor Inf. Kurniadi, Kapolsek, AKP. H. Asep Ishak, S.IP, sepakat menyatakan, pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut cukup baik melihat hasil pekerjaan yang dilakukan Pemdes Desa Cintawangi melalui TPKnya dan hasil pekerjaannya pun dinyatakan sudah memenuhi standar kelayakan. Adapun sedikit kekurangan sempat dihimbau langsung agar lebih diperbaiki kembali, karena bangunan ini merupakan aset milik semua dan manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat langsung.

Bunda Paud L Agustini, yang sempat hadir mendampingi, menambahkan, penilaian baik ini termasuk supervisi  administrasi, supervisi Kegiatan Belajar Mengajarnya yang sudah menunjukan kemajuan walaupun sarana dan prasarana penunjangnya belum komplit.

Sementara menurut Kepala Sekolah Paud/MDA Al-Islah, Hernawati yang akrab disapa Nung, ia mengucapkan terimakasih Kepala Desa Cintawangi, Tohir dan jajarannya, yang telah peduli dan penuh perhatian terhadap pendidikan, karena berawal dari pendidikan segala bentuk kemajuan akan tercipta. Bahkan menurut Hernawati, bukan hanya pihak sekolah,  masyarakat pun merasa gembira dengan dibangunnya Ruang Kelas Baru (RKB) ini.

“Kami semua sangat senang serta mengapresiasi karena dengan dukungan semua pihak, sekolah kami menjadi lebih baik, “ungkapnya.

Di tempat terpisah, saat ditenui di ruang kerjanya, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.Tp.,MM, mengatakan, konsep cerdas terkait obsesi dan harapannya ke depan akan mengaplikasikan seluruh buah pikirannya demi kemajuan masyarakat.

“Insya Alloh apa yang saya  kerjakan enam tahun ke belakang yang belum tuntas akan segera tuntaskan, kemudian dengan kesempatan yang saya miliki kembali akan segera tuangkan, segala buah pikiran dan angan-angan dengan segenap kemampuan semata untuk kemajuan masyarakat Desa Sukawangun dalam berbagai hal, “tandasnya.(14/11)

Adapun konsep yang akan segera dilaksanakan, kata Asep, mengenai potensi yang tersedia seperti pembangunan tanggul Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di samping bangunan kantor desa dan segera disulap menjadi taman wisata air yang murah untuk masyarakat, bahkan kedepan secara bertahap akan terus ditata sedemikian rupa agar menarik minat pengunjung yang pada gilirannya ini mungkin akan menjadi salah satu penghasilan untuk desa.

“Saya tak peduli dengan suara sumbang apapun yang muncul, yang penting saya bekerja lurus-lurus saja dan berpihak untuk kepentingan umum, “tegas Asep. (ANWARWALUYO-JAJANG)

BABINKAMTIBMAS RUTIN MONITORING PENYALURAN BANTUAN BPNT DAN PKH DESA CIKAPINIS

TASIKNEWS-Untuk mengoptimalkan pengawasan program BPNTdan PKH di Desa Cikapinis Kecamatan Karangunggal Kabupaten Tasikmalaya, Babinkamtibmas rutin melakukan kunjungan ke lapangan. Hal ini dimaksudkan agar kebijakan sistem penyalurannya langsung dari pihak supplier ke E Warung keamanannya bisa selalu terjaga bahkan  kualitas dan kuantitas barang sangat terjaga. Sehingga jika ada komplen, maka bisa cepat tanggap  dan diselesaikan karena menggunakan sistem yang tidak ribet.

Seperti diungkapkan , Babinkamtibmas Desa Cikapinis,  Brigpol. Berni N.H, SH, untuk Desa Cikapinis pemanfaat penerima bantuan BPNT dan PKH jumlahnya kurang lebih 330 KPM dan tiap KPM menerima 8 kg beras dan 6 ons telor,  penyalurannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program ini pun bisa benar-benar merasakan manfaatnya, “ungkapnya, saat melakukan monitoring kegiatan program penyaluran bantuan BPNT dan PKH di BRILink Toko Delispa.(13/11)

Hal ini dibenarkan pemilik E warung di Rt.04 Rw.01 Dusun Ganda Mekar, Hj. Holis Lisnawati, menurutnya, dari sejumlah penerima manfaat sampai saat ini tidak banyak masalah dan tidak ada komplen baik terkait kwalitas atau pun kuantitas.

“Sejauh ini tidak ditemukan adanya keganjilan sehingga setiap penyaluaran pun lancar-lancar saja,”ujarnya

Sementara dalam pernyataan riil di lapangan, menurut pendapat salah seorang warga penerima manfaat, Edi (27) yang tinggal di Rt 02 Rw 02 Dusun, kepada PNews, mengatakan, ia merasa puas karena beras dan telor yang diterimanya memang mempunyai kualitas yang baik dan layak konsumsi.

“Sangat berbeda sekali jika dibanding saat saya menerima beras yang disalurkan dari Bulog, “ungkapnya.  (ANWARWALUYO/ MAMAT R)

PORCIDA CUP 2019 JADI AJANG PENCARIAN BAKAT SEPAK BOLA PARA SISWA

CIMERAK - Turnamen sepak bola yang diikuti oleh 21 club siswa Madrasah Tsanawiayah dan SMP se-Kabupaten Pangandaran, dalam rangka PORCIDA CUP tahun 2019 yang rencananya digelar mulai tanggal 10 nopember hingga 9 desemeber di lapang sepkabola di Dusun Cidadap  Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, mendapat apresiasi dari masyarakat untuk menyaksikan permainan para siswa dalam memgocek si bola bundar.

Pada pembukaan even kompetisi sepak bola untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 7 juta dari pihak sponsor SMK Nurul Huda Al-Gina, turut dihadiri Camat Cimerak, kades Legokjawa,  pengurus PSSI Kabupaten Pangandaran serta unsur muspika ini, menurut salah seorang guru SMK Nurul Huda Al-Gina, Yoga, salah satu tujuan digelarnya Porcida Cup ini, untuk mencari bakat para siswa khususnya di bidang sepak bola.

Yoga mengatakan, pihaknya merasa tergerak untuk menjadi sponsor karena selama ini memang terbilang jarang kegiatan pencarian bakat-bakat usia dini di bidang sepak bola, sehingga hasil kegiatan ini pun nantinya bisa mencetak atlet-atlet muda berbakat.

“Dan bukan tidak mungkin ke depannya ini bisa mengharumkan Kabupaten Pangandaran di  kancah persepakbolaan tanah air"ungkapnya.

Ia menambahkan, jangan dilihat besaran hadiahnya tapi masyarakat bisa melihat dari sisi prestasi para siswa, apalagi cabang olahraga (cabor) sepak bola begitu diminati masyarakat di negeri ini.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMK Nurul Huda Al-Gina, Hendri, mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk terus bisa mengembangkan bakat yang ada pada peserta didik, sehingga ke depan akan lahir pemain sepak bola handal yang bisa berbicara baik di tingkat daerah mau pun nasional.

"Dan mudah-mudahan even ini bisa menjadi media pengembangan bakat siswa, khususnya cabor sepak bola. “tegasnya. (AGE)

UNTUK TAMPUNG ASPIRASI WARGA, DESA CIKUPA GELAR MUSDUS DI TIAP-TIAP DUSUN

TASIKNEWS-Tahapan untuk merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dimulai dari tingkat dusun dengan dengan melakukan rapat kordinasi Musayawarah ( Rakor Musdus) di tiap-tip dusun, karena setiap ajuan atau usulan dari dusun tersebut harus disesuaikan dengan  RPJMDes dan RKPDes.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadi, dalam rapat kordinasi yang digelar bersama BPD, para kepala dusun dan perangkat desa, bertempat di aula desa.(12/11)

“Ini penting, dikarenakan tahun lalu masih banyak yang belum dikerjakan, maka pada musdus sekarang jangan keluar dari itu, tentukan skala proritas pembangunan dengan mengacu RPJMDes maupun RKPDes, “kata Yudha.

Di depan peserta rakor, Yudha menghimbau agar ketika musdus dilaksanakan harap diperhatikan terkait administrasi, seperti membuat berita acara, notulen dan foto-foto kegiatan serta daftar hadir Ketua RT, Ketua RW dan tokoh masyarakat yang mewakili.

“Sehingga pesan dari hasil musdus pun bisa tersampaikan ke masyarakat luas,”tegas Yudha.

Hal senada dikatakan Ketua BPD, Yayat Supriatna, tahapan musdus di tiap-tiap kedusunan harus bisa berjalan baik dan lancar, sehingga aspirasi dari warga bisa tersampaikan. Juga dalam pengawasan dan pendampingan harus terus ditingkatkan, hal ini untuk mencegah prasangka tidak baik dari masyarakat.

“setiap ajuan warga dalam musdus ditampung lalu tentukan skala prioritas, dan lebih mengetahui soal ini tentunya masyarakat itu sendiri,”ungkap Yayat. (ANWAR WALUYO-UDI RUSTANDI)

HUJAN DAN ANGIN KENCANG TERJANG PULUHAN RUMAH DI KECAMATAN PADAHERANG

PADAHERANG-Kejadian angin kecang disertai hujan deras yang terjadi sekitar jam 14.00 hingga jam 18.50 WIB (14/11) di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, telah merusak puluhan rumah serta  mengakibatkan pohon tumbang.

Seperti rilis yang disampaikan TAGANA Kabupaten Pangandaran, dilaporkan puluhan rumah di Dusun Anggaraksan RT 28 RW 12 Desa Maruyungsar, diantaranya rumah milik Ibu iyah, Tarna, Rahmat, Cicih, Ruswadi, Sumedi, Ino, Cipto dan Maryo juga di Dusun Pangolahan RT 08 RW 04
Desa Karang Mulya, rumah milik Ida Nurlela dan Adi Rikrik Yana (RT 11 RW 06).

Saat dikonfirmasi, Pjs Kepala Desa Maruyungsari, Warli Suherli, membenarkan, beberapa rumah warganya mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Muspika pun langsung turun ke lapaangan untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang menimpa rumah warga, “ungkapnya.

Atas nama warga, Warli berharap, mudah-mudahan korban akibat bencana ini bisa segera mendapat perhatian dan bantuan dari pemkab, dan untuk sementara pihaknya dibantu petugas dari kecamatan, Polri dan TNI, terus melakukan pendataan di lokasi serta memberikan arahan agar tetap sigap dan waspada jika kejadian ini terjadi lagi.

Warli juga mengatakan, untuk sementara bantuan yang diberikan pada korban yang mengalami kerusakan tempat tinggalnya, pihaknya berinisiatif mengambil dan dari kelompok dulu.

“Tapi saya wanti-wanti, jika nanti mendapat bantuan uang kelompok tersebut harus segera dikembalikan, “terang Warli. (ISIS KOSWARA)

BESEK BAMBU KINI SEMAKIN TERSINGKIRKAN PRODUK IMFOR BERBAHAN PLASTIK

TASIKNEWS-Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, permintaan besek (pipiti-sunda), yang terbuat dari bambu semakin menurun. Sepinya pembeli besek ini mungkin disebabkan semakin membanjirnya barang serupa yang terbuat dari bahan plastik.

Hal ini dirasakan para pengrajin yang sehari-hari membuat wadah dari anyaman bambu ini semakin kurang peminatnya. Seperti yang diungkapkan salah seorang pengrajain asal  Kecamatan Karangnunggal, Acih (62). Menurutnya sudah lama besek hasil buatannya semakin tidak laku, padahal sebelumnya dari hasil penjualan barang yang terbuat dari bilah-bilah bambu ini bisa menjadi tambahan penghasilan untuk keperluan rumahtangganya.

Dulu, kata Acih, pesanan pipiti selalu datang hampir setiap hari dari berbagai kegiatan seperti hajatan atau pun permintaan dari berbagai daerah. Namun sekarang lambat laun semaki berkurang  karena tergantikan besek plastik.

“Sekarang di acara hajatan pun sudah menggunakan yang berbahan plastik, mungkin lebih praktis, “ungkapnya.(9/11)

Menurunnya permintaan besek buatan Acih, mungkin karena masyarakat sekarang lebih senang menggunakan barang imfor, padahal jika dibandingkan harga tidak jauh berbeda. Atau kurangnya permintaan ini akibat kurangnya perhatian pemerintah pada sektor ekonomi mikro yang ada di pedesaan.

Padahal, pemerintah daerah melalui Dinas Pedagangan Koperasi dan UMKM bisa saja membuat regulasi  atau terobosan untuk kembali menggunakan besek yang sudah jelas ramah lingkungan tanpa zat kimia seperti produksi yang berbahan dasar plastik.

Artinya, jika pemda bisa membuat kebijakan itu, secara langsung kebijakan ini bisa ikut menumbuhkan  perekonomian masyarakat pedesaan. (UDI RUSTANDI) 

KAMPUNG KB BISA MENJADI INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT PEDESAAN

TASIKNEWS-Rakor kelompok kerja (Pokja) melalui tahapan penguatan Kampung KB di tingkat kecamatan dengan menghadirkan beberapa pokja dari 14 desa se-Kecamatan Krangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang dilaksanakan di aula kecamatan, dipimpin langsung Camat Karngnunggal, Asep M Dahliana, STP., MM, serta didampingi muspika lainnya, yang diantaranya Danramil Mayor Inf. Kurniadi dan perwakilan dari kepolisian sektor Karangnunggal, bertujuan untuk mendukung penuh kegiatan pembinaan dan penguatan Kampung KB.

Di depan peserta rakor, Asep mengatakan, saat ini masyarakat harus berpatokan pada Undang-undang nomer 16 tahun 2019, tentang batas usia perkawinan, yang ditetapkan mulai usia 19 tahun.

“Jika belum mencapai usia tersebut, maka perkawinannya harus ada lampiran rekomendasi dari pihak Kemenag,”terang Asep.(11/11)

Sementara menurut Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Reproduksi dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, R Riska Dewi, Am. Keb., SKM, yang turut hadir dalam acara itu, menuturkan, dalam penguatan Kampung KB itu dilakukan secara bertahap dan sistimatis dengan membentuk  Pokja di tiap Desa yang sudah dimulai sejak tahun2016 sebanyak 35 Kampung KB (KKB) sebagai percontohan, hingga tahun 2018 lalu telah tercapai 383 KKB di Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk Kecamatan Karangnunggal sendiri, kata Riska, dari 14 desa semuanya sudah terbentuk, bahkan menjadi 17 KKB pasalnya ada 3 Desa yang mempunyai 2 KKB, seperti di Desa Ciawi, Sarimukti dan Cibatu.

“Ada beberapa kriteria yang menjadi acuannya KKB, antara lain tingkat pendidikan, ekonomi, dan cakupan KB nya yang masih rendah, ”ujar Riska.

Disoal alokasi anggaran yang dipergunakan dalam program ini, Riska menerangkan, seluruhnya sudah disediakan pihak BKKBN melui APBN, APBD/DAK.

“Dan untuk lebih mengoptimalkan program KKB ini  pihak pemdes juga mengalokasikan anggaran yang berasal dari Dana Desa, “kata Riska lagi.

Hal senda dikatakan koordinator Kecamatan, Ade Siti Nursinah, S, Sos, dengan dibentuknya Pokja tiap desa bisa on progres hingga akan tercapai kesejahtraan bagi rakyat, bahkan berharap pula semua bisa berproses agar keberhasilannya lebih cepat. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

PADA SEMINAR NASIONAL II, IRRDA TASIKMLAYA KOMITMEN TINGKATAKAN LAYANAN KESEHATAN DI PELOSOK

TASIKNEWS-Asosiasi Dokter Indonesia cabang Tasikmalaya, beberapa hari lalu, menggelar Seminar Nasional II Indonesian Rusel and Remot Docters Asocciation (IRRDA), dengan mengambil tema, Kolaborasi, yang dilaksanakan di Bollroom Lantai 2 Hotel Santika jln. Yuda Negara Tasikmalaya. (9/11).

Dalam seminar yang turut dimeriahkan dengan penampilan unik Seni Musik Tradisional Angklung dari ibu-ibu Ikatan Dokter Indonesia (IIDI) cabang Tasikmalaya dan paduan suara mars IRRDA, dalam sambutan pembukaannya, Ketua panitia dalam Seminar Ilmiah Tahunan ke.II Cabang Tasikmalaya, dr. Faisal Suparyanto, MSI, yang juga PLT Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan, pokok bahasan dalam seminar Ilmiah ini, terkait layanan primer kesehatan Indonesia baik dari teknologi keilmuan kesehatan, peningkatan infrastruktur kesehatan, disiplin dan tanggung jawab petugas kesehatan yang dalam hal ini adalah para Dokter dengan segala kewajibannya.

Menurut dr Faisal, di Indonesia pelayan kesehatan untuk masyarakat masih belum memenuhi keadilan, selain wilayah geografis yang masih jadi kendala  mental petugas medis pun masih rendah.

“30 % dari jumlah dokter di Indonesia masih enggan ditempatkan di kampung-kampung dan di daerah terpencil, padahal masyarakat di pelososk pun  memiliki hak yang sama untuk menerima  pelayanan kesehatan yang adil, “ungkap Faisal.

Kini IRRDA berkomitmen dan mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan di dunia sekalipun akan meningkatkan fashion, komitmen, perhatian dan aksi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan, mendukung layanan primer khusunya daerah terpencil di Indonesia, sehingga dalam seminar IRRDA  kali ini pun sengaja mengambil tema "kolaborasi."

"Pada era JKN sekarang masyarakat Indonesia sudah sama membayar iuran BPJS, maka dalam pelayan kesehatan pun harus memenuhi keadilan di bidang pelayanan kesehatan yang sama pula."imbuhnya.

Faisal mengtakan, dalam peningkatan pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melalui Dinas Kesehatan saat ini akan membangun beberapa rumah sakit di 9 wilayah, diataranya di wilayah Tasikmalaya Selatan, seperti Kecamatan Karangnunggal, Cikatomas, dan Cipatujah.

“Selain pembangunan 9 rumahsakit, akan dilakukan juga sertipikasi klinik bahkan biaya pendamping kesehatan juga akan ditingkatkan guna progres peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat." pungkasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN