SELAMAT JALAN IBU KORWIL, TERIMAKASIH ATAS JASA DAN PENGAMBDIANNYA

CIMERAK-Bertempat di aula kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran,  Jum’at  lalu (28/6) berlangsung acara perpisahan Korwil Pendidikan, Hj.Onasih,SPd,MM dengan jajaran Kepala Sekolah dan Staf Korwil.

Dalam acara yang dihadiri seluruh Kepala Sekolah SD, K3S, PGRI dan pengawas TK/SD, mewakili seluruh leluarga besar pendidikan Kecamatan Cimerak, ketua K3S, Kasbollah, menyampaikan, terimakasih atas baktibaktinya korwil di lingkup pendidikan Kecamatan Cimerak, sehingga berkat kerja keras yang sudah dilakukannya, dunia pendidikan khususnya di Kecamatan Cimerak bisa terus maju dan berkembang.

“Jasa ibu akan kami ingat terus, sikap keibuan yang selama ini jadi panutan kami semua tetap akan melekat di hati kami, “ungkap Kasbollah.

Menjadi ketua korwil (dulu UPTD) wanita, kata Kasbollah, Hj. Onasih terbilang sukses memimpin serta mengelola sistim pendidikan di Kecamatan Cimerak. Dengan sikap keibuannya nampak luwes saat memberikan pengarahan-pengarahan pada jajaran dan seluruh pengajar.

Kasbollah juga mengatakan, selama kepemimpinannya, masalah keuangan, proses belajar mengajar, sarana prasarana pendidikan, pengelolaan adiminstrai di kantor dan seluruh stekorder pendidikan, bisa beralan lancar dan sukses.

“Tentunya kami semua akan kehilangan figur seorang pimpinan ang selama ini mendedikasikan dirinya untuk kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Kecamatan Cimerak, “imbuh Kasbollah.
(RASIMUN)

SIKAP KEPEDULIAN MASYARAKAT PADA HEWAN YANG DILINDUNGI KINI SEMAKIN TINGGI

PANGANDARAN-Ini merupakan salah satu sikap dan tindakan terpuji yang diperlihatkan masyarakat pada hewan-hewan yang dilindungi pemerintah, dengan menyerahkan langsung pada pihak yang berwenang untuk langsung ditangani.

Demikian dikatakan Kepala Resort Cagar Alam Pangandaran, Uking Iskandar, saat menerima seekor ular jenis sanca kembang dengan panjang 1,8 meter dan berat 4 kg yang berhasil ditangkap di tengha pemukiman warga di Dusun Parapat Desa-Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.(28/6)

“Ini benar-benar atas kesadaran masyarakat sendiri, warga langsung menghubungi kami saat ada hewan tertangkap di pemukiman, “kata Uking.

Uking mengatakan, bukan kali ini saja pihaknya menerima laporan ketika ada warga menemukan hewan yang memang harus dilindungi karena sekarang masyarakat sudah paham betul, kemana harus melapor dan sekaligus menyerahkannya.

Seperti beberapa waktu lalu, kata Uking, ia menerima laporan ada burung jenis elang jawa yang tertangkap di Kecamatan Mangunjaya, warga pun langsung menghubungi  Kantor BKSDA Pangandaran, dan petugas pun langsung menju lokasi mengambilnya untuk selanjutnya diserahkan ke kantor balai.

“Kalau ular seperti yang sekarang ini kami langsung melepaskan liarkan ke hutan di kawasan cagar alam, tapi kalau elang kami langsung menyerahkannya ke balai. “jelas Uking.

Ata nama kantor BKSDA, Uking pun mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi pada dedikasi warga yang selama ini sudah menujukan kepeduliannya bersama-sama untuk ikut melindungi baik tumbuhan atau pun hewan dari kepunahan.

“Dengan sikap kepedulian warga seperti itu, jelas kami pun merasa terbantu. “imbuh Uking. (PNews

TANGANI GAGAL PANEN PETANI SINDANGJAYA, BP3K AKAN USULKAN DANA STIMULAN

MANGUNJAYA-Para petani di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran tahun ini terancam gagal panen, pasalnya diperkirakan musim kemarau masih panjang sehingga dikhawatirkan tanaman padi yang ditanam di sekitar 700 hektar sawah pun akan mengalami kekeringan.

Untuk mencari solusinya, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Desa Sindangjaya pun langsung menggelar musyawarah yang dihadiri pemerintahan desa, LPM, Kordinator wilayah PU, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BP3K) dan 11 kelompok petani, yang digelar di aula desa.(26/6)

Dalam musyawarah tersebut para petani mendesak agar pihak desa untuk segera mencari jalan keluarnya sehingga kekhawatiran gagal panen pun bisa segera teratasi.

Sementara Kepala BP3K Mangunjaya, Cepi, di depan peserta musyawarah, menyampaikan, saat ini yang dibutuhkan petani solusi jangka pendek untuk menyelamatkan tanaman padi yang terancam gagal panen dengan cara memanfaatkan sisa air yang ada di bendungan Cikaso.

“Dan untuk biaya operasionalnya saya akan mengajukan dana stimulan jangka pendek, “kata Cepi.

Sementara untuk jangka panjangnya, kata Cepi, Pemkab Pangandaran berencana akan membuat sodetan di bendungan tersebut untuk mengairi seluruh sawah yang ada di Desa Sindangjaya.

“Dengan solusi jangka pendek ini diharapkan para petani tahun ini tetap bisa menikmati hasil panennya. “kata Cepi lagi. (Tn)

OBYEK WISATA PANTAI SINDANGKERTA TASIKMALAYA BUTUH PERHATIAN PEMDA

TASIK NEWS- Obyek Wisata (OW) Pantai Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya semakin hari semakin diminati wisatawan terutama pada hari libur dan akhir pekan. Tapi sayang hal ini tidak dibarengi dengan perhatian pemerintah daerah untuk lebih menata kawasan wisata yang ada di Tasimlaya selatan ini. padahal bukan tidak mungkin minat pengunjung akan semakin tinggi jika jika peda melakukan pembenahan serta memperbaiki inprastruktur dan sarana yang ada di sekitar lokasi wisata.

Seperti perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga sekitar pantai pun tidak gelap gulita saat malam hari. Begitu juga dengan tembok penahan abrasi di tepi pantai yang hampir sepanjang pantai kondisinya sudah ambruk akibat diterjang gelombang pasang. 

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Sindangkerta, Didin, pihaknya sudah berulangkali melaporkan hal ini ke Pemkab Tasikmalaya, tapi sayang hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Padahal ini sudah diketahui pemda, karena saat pejabat pemkab datang kesini sudah mengontrol dan mengambil poto-poto bagian mana saja harus segera diperbaiki, “ungkapnya.(27/6)

Kata Didin, perlunya perbaikan PJU karena tidak sedikit wisatawan yang datang dan bermain di sekitar pantai pada malam hari, sehingga dikhawatirkan pengunjung pun kurang nyaman karena keadaan di sekitar aktivitas wisata gelap gulita.

Padahal jika sarana yang ada di sekitar lokasi wisata Sindangkerta ini bagus, Didin yakin, akan semakin menarik minat wisatawan dari mana-mana untuk datang berwisata kesini. Dan tentunya jika arus kunjungan wisatawan meningkat dengan sendirinya menambah peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peluang usaha di sektor pariwisata. Seperti jualan makanan ringan, menyewakan ban, tikar, menjual jasa wisata dan jenis usaha lainnya.

Salah satunya, lanjut Didin, jika rumah makan yang menyediakan menu sea food meningkat, maka nelayan disini pun tidak usah jauh-jauh menjual ikan hasil tangkapannya, jadi usaha satu dengan yang lainnya saling keterkaitan.

“Ini peluang bagus dan pemerintah harus hadir sebagai menyedia sarana untuk kemudahan masyarakat, “kata Didin lagi.

Didin juga mengatakan, kondisi di lokasi wisata Sindangkerta seperti ini sudah lama dan terkesan Pemkab Tasikmalaya pun tidak respon karena sudah lama dibiarkan begitu saja.

“Padahal tidak jarang pejabat dari pemda datang mengontrol keadaan disini dan saya sendiri sudah bosan melaporkannya, jadi saya yakin pemda sudah mengetahui keadaan ini. “imbuh Didin. (ANWAR WALUYO)

MEDIA KECEWA SIKAP AROGAN YANG DIPERLIHATKAN KABID PUPR PANGANDARAN

PARIGI – Beberapa awak media mengaku kecewa dengan perilaku atau respon dari seorang pejabat  Kepala Bidang Binamarga di Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, setiap akan ditemui awak media ia tidak menghargai dan terkesan arogan. Seperti saat ditemui di ruang kerjanya, kabid tersebut langsung keluar tanpa berkata apa-apa dan membiarkan wartawan tersebut diam menunggu.

“Mendingan kalau datang lagi, ini kan sampai lama saya menunggu kabid itu tidak datang lagi. “ucap salah seorang wartawan mingguan.

Dan ternyata tidak hanya terjadi pada seorang wartawan saja, hampir semua wartawan yang selama ini bertugas liputan di Kabupaten Pangandaran, setiap akan menemui pejabat tersebut selalu kejadiannya seperti itu. Jangankan bicara dan menyambut, menyodorkan tangan untuk salaman saja tidak pernah.

Saat diminta tanggapannya terkait hal ini, Sekda Pangandaran, H. Kusdiana, menyampaikan permohonan maafnya serta berjanji untuk segera memanggil pejabat tersebut.

Menurut Kusdianan yang akrab disapa Iyang, tidak seharusnya pejabat pemerintah memperlakukan media seperti itu, karena pemerinahan dan pers harus saling membutuhkan dan sudah seharusnya pejabat pemerintah memposisikan media itu sebagai parner.

Apalagi kabid ini sudah eselon III, kata sekda, seharusnya lebih paham dan bisa lebih memaknai kemitraan dengan jurnalis.

“Walau itu sudah jadi karakter seseorang sebaiknya seorang pejabat bisa memposisikan diri, bagaimana caranya dan terhadap siapa pun harus bisa melayani dengan ramah, apalagi dengan pers sebagai mitra kerja kita. “ungkapnya. (26/6)      *PNews*

UNTUK PELAYANAN KESEHATAN, PEMKAB TASIK SEGERA LUNCURKAN HALLO TASIK 119

TASIK NEWS-Pada acara Halal bil Halal Sugianto tingkat kewadanan Karang Nunggal Kecamatan Cipatujah yang dilaksanakan di Gedung Da’wah Islam (24/6), Bupati Kabupaten Tsikmalaya, H. Ade Sugianto, menyampaikan, pemkab akan segera merealisasikan program HALO TASIK 119.

Pada program tersebut, kata Ade, pemda akan membuat sistem komputerisasi di  semua puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, sehingga pelayanan di tiap-tiap pusat-pusat kesehatan tersebut pun bisa lebih optimal, efektif dan efesien.

“Saya tidak mau lagi mendengar ada alasan dari rumah sakit atau puskesmas, kamar penuh atau alasan yang lainnya, terutama untuk pasien yang menggunakan BPJS. “tegas Ade.

Dan juga, lanjut Ade, dengan HALI TASIK 119, nantinya tidak ada lagi prasangka baik atau su’uzon, karena dengan program ini masyarakat akan lebih mudah dan lebih cepat mengetahui layanan kesehatan mana yang paling dekat jaraknya atau layanan yang masih memiliki ruang inap.

Bupati juga mengatakan, pemberdayaan Linmas akan lebih ditingkatkan dengan kekuatan 3000 orang, nantinya akan punya seragam baru serta diberikan beberapa pelatihan, karena selama ini linmas menjadi ujung tombak keamanan di masyarakat.

Insaaloh tahun ini pemda menganggarkan Rp. 5 milyar untuk peningkatan linmas. “kataAde.(ANWAR-JAJANG)


PEMKOT TASIK SEGERA PERCANTIK DAN MENATA SPORT CENTER DADAHA

Herdis Kiswa, S.I.Kom
TASIK NEWS-Setelah dibentuk Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pengelola Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, pihak UPTD terus membenahi serta melakukan penataan sarana dan prasana sport center Dadaha walaupun diakui pihak pengelola, anggaran pemeliharaan sangat kurang, tapi pembenahan  untuk menikatkan daya tarik wisata, seperti rencana mengajukan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) serta memelihara kebersiahan di seputar lokasi terus dilakukan.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Gumilang Herdis Kiswa, S.I.Kom, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (25/6)

“Dadaha  milik masyarakat kota Tasikmalaya, maka untuk menciptakan kebersihan pun kami tidak sendiri tapi bekerjasama dengan masyarakat sekitar, “kata Gumilang.

Menurut Gumilang, sejak terbentuk UPTD, kini komplek sport center Dadaha mulai ditata rapih. Karena Dadaha sekarang bukan saja menjadi arena olahraga tapi banyak warga yang datang berkunjung untuk bermain sambil berpoto atau sekedar jalan-jalan di seputar lapangan.

Gumilang mengatakan, UPTD Pengelola Komplek Dadaha di bawah naungan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, selain melakukan pembenahan juga sudah menyiapkan beberapa program terobosan, salah satunya dengan memasang kamera pengintai (CCTV) dan pegeras suara untuk memantau langsung ke seputar lokasi.

“Kami juga mulai menginvetarisir aset-aset yang masih ada, “imbunya. 

Gumilang menambahkan, dari beberapa program yang sudah disiapkannya antara lain pemasangan Area Traffic Control System (ATCS) yang dilengkapi dengan pengeras suara di beberapa titik strategis, sehingga kondisi di seputar komplek pun dapat terus terpantau.

Ke depan, kata Gumilang, ada tiap petugas keamanan yang akan melakukan patroli, sehingga warga yang mau berolahraga pun bisa melakukannya di malam hari.

“Pembenahan dan penataan sarana prasana ini kami lakukan tahap demi tahap, dan insaaloh tahun ini Dadaha kota Tasikmalaya akan lebih cantik dan indah. “pungkasnya. (ANWAR W-ATENG)

UNTUK LEBIH MEREKATKAN SILATURAHMI, P4 PADAHERANG GELAR HALAL BIL HALAL

PADAHERANG-Mempertahan tali silaturahmi serta kebersamaan untuk tetap menjalin hubungan yang selama ini sudah berjalan harmonis, diharapkan tetap kondusif dan bisa dipertahankan.

Demikian disampaikan Kelapa Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Drs H.Habib, di hadapan para Pembantu Petugas Pencatat Perkawinan (P4) dalam acara halal bil halal di aula kantor KUA Padaherang.(25/6)

“Kepada para petugas P4 saya berharap dalam rangka melayani masyarakat agar lebih selektif dan mohon lebih ditingkatkan lagi, “ungkap Habib.

Habib juga berharap, dalam rangka terus menjalin silaturahmi diantara petugas P4, secara rutin minimal satu bulan sekali bisa berkumpul untuk saling bertukar pengalaman serta saling mengisi satu dengan lainnya.

“Bahkan kalau bisa diadakan arisan, karena itu akan lebih meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara kita, “imbuhnya. (NANA HOERUMAN)

SMP ISLAM JATIWARAS RAIH PRESTASI UNTUK WUJUDKAN VISI SEKOLAH

TASIK NEWS-Dengan visi Terwujudnya Warga Sekolah yang Beriman Berbudi luhur, Berprestasi dan Mandiri, Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Islam Jatiwaras bisa mengimplementasikan visi tersebut, setidaknya sudah dibuktikan dengan perolehan beberapa prestasi bergengsi tingkat Internasional yang diraih Diki dan Sefti dalam kejuaraan Pencak Silat Gubes Cup yang di gelar di Sentul, Bogor,  belum lama ini.

bukan hanya itu, beragam prestasi lainnya baik di bidang Olah raga mau pun Akademiknya menjadi kebanggan tersendiri bagi sekolah yang berlokasi di Dusun Sindangamis Desa/Kecamatan Jatiwaras.

Seperti diungkapkan Kepala SMP Islam Jatiwaras, Nendi Hendriansah, S.Pd, pada acara perpisahan kelas IX  yang digelar di halaman sekolah.( 22/6), prestasi yang sudah ditorehkan para siswa ini merupakan kebanggan bagi sekolah dan seluruh warga Jatiwaras.

Nendi menambahkan, visi sekolah utnuk mendidik anak sejak dini menjadi mandiri,  paling tidak sudah bisa dibuktikan dengan prestasi yang sudah ditraih beberapa siswa.

“Tim kesenian sekokah pun tidak jarang mendapat undangan pernikahan untuk prosesi upacara adat, “imbuhnya.

Karena sekolah ini merupakan ruang lingkup kesenian yang dipimpin langsung ketua Yayasan Assuryadin, Tatang Sutisna, S.Pd, maka, lanjut Nendi, anak didik pun diajarkan seni budaya sunda, sehingga hasil ketekunan berlatih pun bisa dibuktikan dirasakan langsung oleh masyarakat.

nendi juga mengatakan SMP Islam Jatiwaras berdiri Tahun 2010, ditahun ajaran 2018/2019, sekitar 60%  siswa/siswinya melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami terus bertekad untuk ikut mencerdaskan anak-anak bangsa melalui pendidikan yang ada di sekolah kami. “imbuhnya. (RUSDIANTO)


TAMAN SAKURA JADI DESTINASI WISATA BARU CIPATUJAH

TASIK NEWS-Beriwisata tidak selalu harus ke tempat jauh dengan biaya mahal, pergi ke suatu tempat sederhana dengan ongkos murah asal bisa membuat senang baik dengan teman atau keluarga, itu juga bisa menjadi sarana pelepas kepenatan setelah disibukan dengan rutinitas sehari-hari.

Seperti pergi berwisata ke Taman Sakura di Desa Cipatujah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, yang pada  awalnya memiliki nama bergtuin te Tjibodas, merupakan sebuah tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan yang berasal dari luar negeri yang pastinya memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu tumbuhan yang dianggap penting dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah pohon kina.

Hingga saat ini keberadaan taman Sakura ini dianggap sebagai tempat atau Unikt Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konversi Tumbuhan yang berada di bawah naungan Pusat Konversi Tumbuhan

Bukan hanya itu, taman yang kerap dikunjungi menjadi tempat wisata murah, taman ini juga ternyata dulunya merupakan bekas peninggalan penjajahan Belanda yang berdiri sekitar pada tahun 1850-an.

Menurut beberapa pegunjung yang pernah berkunjung kesini, tempatnya cukup sejuk dengan pohon-pohon rindang hingga bisa betah duduk berlama-lama atau makan-makan (botram) dengan hidangan yang dibawa dari rumah.

Taman yang sekarang dikelola Karangtaruna desa, bertujuan untuk membangun kreatifitas pemuda dalam pengembanganpotensi wisata yang ada di desa.

Seperti diungkapkan salah seorang pengurusnya, Mardi, dibuka wisata baru taman Sakura ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata di Kecamatan Cipatujah, sehingga arus kunjungan wisatawan pun akan lebih ramai lagi, apalagi saat musim liburan sekolah ini ternyata pengunjung untuk daang ke Taman Sakura ini sangat menggembirakan.

“Ke depannya karangtaruna kreatif  Cipatujah yang dupercaya menjadi pengelola taman akan membuat rumah pohon dan beberapa saung gazebo, “ungkap Mardi. (23/6)

(ANWAR W-JAJANG)

ADANG HADARI : "MASIH BANYAK YANG PERLU DITINGKATKAN DI PANGANDARAN"

CIJULANG-Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari menegaskan, di Kabupaten Pangandaran ini masih banyak yang perlu ditingkatkan terutama komitmen terhadap objekfitas kepegawaian pemerintah daerah.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara silaturahmi Idul fitri 1440 H di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Pangandaran, yang dihadiri ketua MUI, para ketua ormas Islam dan pegawai di lingkup Kemenag.

 “Alhamdulillah kita hari ini berkumpul saling memaafkan setelah kita menjalani puasa ramadlan kemarin, dan kita masih merasakan kebahagiaan Idul Fitri ini, namun kita tidak boleh terlena karena masih banyak yang perlu kita tingkatkan,"ucapnya.(19/6)

Sementara Kepala Kemenag Kab. Pangandaran, Dr.  H.  Cece Hidayat MS. I, dalam sambutannya, selama  menjabat satu tahun tiga bulan di Kabupaten Pangandaran, bersyukur dapat berjalan lancar dan sukses serta berharap perjuangannya bisa terus maju terurama dalam pembinaan dan penyiaran agama.

"Atas nama Kemenag, saya juga mengucapkan terimakasih pada pemkab Pangandaran yang sudah menghibahkan tanah seluas dua hektare, bahkan kami sudah memproyeksikan ke depan pembangunan kantor Kemenag dengan megah, agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik,"ungkapnya.

Potensi keagamaan, menurut Cece, memiliki posisi strategis dalam peningkatan kehidupan  agama di masyarakat terutama anak-anak dan remaja. Dan semangat energi ramadhan yang baru saja berlalu sebaiknya bisa menjadi spirit untuk meningkatkan energi positif di masyarakat.

Cece menambahkan, ia tidak ingin ada keluhan dari masyarakat berkaitan dengan urusan kantor kementerian agama, dan diharapkan melalui silaturahmi ini bisa meningkatkan pembinaan pada  pemahaman yang tidak ekstrim dan radikal, dan khusus terkait potensi zakat yang belum dimaksimalkan ke depan bisa lebih dioptimalkan.

 “Dan alhamdulillah tahun ini masyarakat yang akan pergi menunaikan ibadah bertambah menjadi 444 orang," tambahnya. (HARIS F)

WARGA JATIWARAS KELUHKAN KONDISI JALAN YANG RUSAK PARAH

TASIK NEWS-Warga Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan di daerahnya yang rusak, akibatnya alur transportasi pun jadi tersendat.
Seperti diungkapkan salah seorang warga, Enjang, selama ini jalan tersebut hanya mendapat perbaikan “alakadarnya” dengan menambal sedikit demi sedikit.

“Malah kami warga berinisiatif urunan untuk membeli semen, karena kami memang peduli dan butuh, “ungkapnya.(18/6)

Enjang dan warga lainnya mendesak pemkab Tasikmalaya memberi perhatian dan segera memperbaikinya, sehingga laju transfortasi yang akan berdampak pada perekonomia pun bisa lancar.

“Saya juga kasihan melihat anak-anak sekolah yang melewati jalan itu harus ekstra hati-hati karena banyak batu tajam dankerikil. “imbuhnya. (ANWAR W-JAJANG)

KUNJUNGAN WISATAWAN LIBUR IDUL FITRI KE PANGANDARAN TAHUN INI ALAMI PENURUNAN

Menurut beberapa pelaku usaha wisata di Pangandaran, tingkat kunjungan wisatawan pada liburan hari raya Idul Fitri tahun ini terjadi penurunan jika dibanding liburan yang sama pada tahun lalu.
Beberapa pedagang atau usaha lainnya mengeluh, seperti diungkapkan seorang pengusaha wahana permainan air di pantai timur, Iwan, setelah terjadi sepi pengunjung pada musim libur tahun baru lalu karena ada dampak dari kejadian tsunami yang terjadi di selat sunda, ia berharap bisa terobati dengan datangnya libran Idul Fitri, tapi sayang kunjungan wisatawan kali ini ternyata menurun jika dibanding arus wisatawan lebaran tahun lalu.

“Mungkin karena masa liburan sekolah yang panjang sehingga wisatawan yang datang pun tidak sekaligus atau entah pengaruh lain, “ungkapnya.(15/6)

Iwan mengaku, penghasilan yang didapat dari usahanya selama liburan lebaran sekarang pun menurun hingga 20-30 %.

Hal senada dikatakan warga Desa Wonoharjo pemilik restoran yang menyajikan sea food di kawasan pantai barat, Edi (50), ia mengaku, omzet penjualan lebaran tahun ini memang ada penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Edi juga mengeluhkan, banyaknya pedagang sejenis dadakan yang menjual dagangannya dengan harga mahal, sehingga pengunjung pun memilih makanan lain.

“Mereka datang ke Pangandaran biasanya saat musim ramai saja, seperti libur lebaran dan tahun baru, “ungkapnya.

Edi berharap ada ketegasan pemerintah daerah agar bisa mentertibkan pedagang dadakan tersebut, sehingga pedagang tetap yang biasa jualan walau saat pangandaran sepi bisa merasakan marema ketika kunjungan wisatawan ke Pangandaran ramai.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Bagian Ekonomi Setda Pangandaran, Dadan Sugistha, ST, mengatakan, target pendapatan Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2019, sebesar Rp. 28, 5 milyar, hingga pertengahan bulan juni ini sudah tecapai sekitar Rp.3.8 milyar (25,90%).

“Dengan estimasi jumlah kunjungan sebanyak 1,5 juta lebih wisatawan, “terangnya.

Dadan juga menyampaikan capaian PAD di masing-masing obyek wisata pada liburan lebaran tahun ini yang tercatat daritanggal 5 juni hingga 20 juni 2019, antara lain, Green Canyon, sebesar Rp.54.325 juta (10.865 wisatawan), Pantai Pangandaran, Rp.2.245 milyar (448.939 wisatawan), pantai Batukaras, Rp. 498.515 juta (99.703 wisatawan), pantai Karapyak, Rp. 166.732 juta (47.368 wisatawan) dan pantai Batuhiu, Rp. 145.395 juta (29.079 wisatawan) 

Insaalloh, mudah-mudahan target 5 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2019 ini tercapa. “ungkapnya. (PNews)


PEMKAB PANGANDARAN TAK SERIUS TANGANI LINGKUNGAN HIDUP ?

Beberapa kasus pencemaran limbah di beberapa tempat di Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini masih menjadi keluhan beberapa warga yang kebetulan bermukim di sekitar wilayah terdampak.
Sebut saja pencemaran limbah yang dihasilkan beberapa hotel dan restoran yang mengalir ke pantai atau tercemarnya aliran sungai tonjong di Kecamatan Sidamulih yang diakibatkan dari pembuangan limbah PT Pecu membuat air sungai tersebut berwarna hitam dan berbau, pabrik pakan ayam di Kecamatan Cimerak hingga yang baru-baru ini diresahkan beberapa warga Kecamatan Mangunjaya karena di sekitar tempat tinggalnya tercemar bau menyengat akibat belum tertatanya sistim pembuangan serta pengelolaan limbah yang dihasilkan dari perusahaan penggemukan sapi.

Menurut seorang tokoh masyarakat Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih yang enggan ditulis identitasnya, seharusnya pemda hadir dan sigap mengatasi masalah ini. Karena pemerintah pun harus konsisten dengan slogan, melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan.

“Jika dibiarkan serta tidak segera ditangani, saya khawatir ke depan ini akan menjadi masalah serius, “ungkapnya.

Seharusnya sebagai kabupaten baru, katanya, pembangunan yang digalakan di semua sektor sejatinya harus berbanding lurus dengan pemahaman serta penerapan lingkungan yang ramah pula. Karena jika di sisi lain pembangunan terus berjalan sementara masalah lingkungan hidup terabaikan, jelas ini ketidakseimbangan ini akan melahirkan dampak buruk pada pembangunan daerah selanjutnya.

“Kita sudah punya pelajaran dari kejadian beberapa tahun lalu saat Pangandaran dicoret dari tujuan wisata karena saat itu memang keadaan pantainya kotor dan terkesan kumuh. “imbuhnya.

Ia juga menyayangkan karena di Pangandaran sendiri kurangnya para penggiat pencita alam yang meneriakan isyu pencemaran, karena seharusnya semua elemen sepakat jika lingkungan hidup yang sehat harus berbanding lurus dengan pembangunan yang sedang dilaksanakan pemda.

Saat diminta komentarnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidupdan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Surya Darma, SH. MH, mengatakan, sebenarnyania sudah menginstruksikan agar perusahaan selain harus mempunyai dokumen lingkungan hidup yang sipatnya administratif juga harus memiliki pengelolaan limbah secara fisik.

“Saya sudah mewajibkan kepada seluruh perusahaan yang ada di Pangandaran harus memiliki IPAL, “tegasnya.(17/6)

Seperti perusahaan hotel, menurut Surya, dari sekitar 300 hotel-hotel besar dan kelas melati  di Pangandaran hingga saat ini hanya 25 % saja yang sudah memiliki pengeloaan limbah secara baik. Padahal Dinas Lingkungan Hidup 1 minggu sekali memberikan sosialisasi (road show), tepatnya setiap rabu malam kamis dengan kuota 10 hotel per pertemuan. Tapi akhirnya pihak lingkunagn hidup keburu lelah, karena ternyata respon dari pengusaha hotel dan restoran sangat rendah.
“Setiap kali pertemuan mereka selalu mengatakan akan membuat pengelolaan limbahnya, tapi kenyataannya hingga sekarang baru 25 % nya saja, “imbuh Surya.

Surya menutukan, yang terjadi sekarang limbah tersebut meresap ke dalam tanah lalu diambil lagi dan dikonsumsi pengunjung, jelas itu kotor. Dan yang lebih parah lagi limbah itu dialirkan melalui gorong-gorong ke pantai, jelas itu akan bermasalah buruk karena sudah  melampaui baku mutu air laut.

“Padahal dalam masalah limbah, bupati sudah bersikap tegas bahkan sudah memerintahkan kami untuk dipidanakan, “kata Surya, sambil menyebutkan beberapa nama hotel besar yang sekarang belum mempunyai pengolahan limbah.

Sebenarnya untuk masalah limbah, kata Surya, Pemkab Pangandaran sudah mempersilahkan seluruh perusahaan menunjuk langsung konsultan limbahnya masing-masing sehingga tidak ada kesan interpensi pemerintah. Silahkan pihak perusahaan menunjuk konsultan yang bertanggungjawab, memenuhi standar dan murah.

Surya juga mengatakan, jika suatu saat terjadi masalah karena pencemaran semakin tinggi, kualitas air semakin rendah, dikhawatirkan ini akan menjadi persoalan besar sehingga berdampak pada lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

“Perusahaan sebaiknya harus sadar dan bekerjasama dengan pemda dalam urusan lingkungan, agar masalah lingkungan hidup tetap bisa terjaga. “pungkasnya.
(ANTON-PNews
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN