INI LOKASI POS-POS KESEHATAN DALAM PENGAMANAN IDUL FITRI 1440 H

Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, ratusan petugas kesehatan Kabupaten Pangandaran yang nantinya akan disebar di setiap daerah melakukan persiapan menjelang dimulainya pengamanan hari raya.

Berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nomor : 440/4053/yk tanggal 13 Mei 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Pada Situasi Khusus Libur Keagamaan Tahun 2019, Dinas Kesehatan Pemkab Pangandaran pun langsung membentuk Tim Penyelenggaraan Kesehatan Mudik Keagamaan Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 dengan melibatkan instansi terkait sebagai wadah meningkatkan jejaring kerja.

Dengan membentuk Pos Kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kesiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan Public Safety Center (PSC) 119 Tahun 2019 baik pada jalur mudik, mudik balik dan jalur wisata dengan berkoordinasi bersama lintas sektor terkait, bagi yang bersedia memberikan pelayanan kesehatan 24 Jam di Puskesmas dan Rumah Sakit di sepanjang jalur mudik, balik dan lokasi wisata, termasuk penyediaan media promosi pada waktu mudik untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan selama mudik/balik libur idul fitri 1440 H/2019 M.

Berikut jumlah pos yang ada di sepanjang jalan protokol dalam pengamanan Idul Fitri 1440 H, Pos Kesehatan di Protokol : 9 buah, Pos Kesehatan Non Protokol : 6 buah, Pos Kesehatan Tempat Wisata : 11 bBuah, Pos Kesehatan Terpadu: 2 buah, Dokter: 24 Orang, Perawat : 108 Orang, Supir Ambulan: 24Orang dan Tim Monitoring : 15 orang.

Bagi Puskesmas yang ada di jalur protokol dan Pos Kesehatan Terpadu, terhitung mulai H-7 sampai dengan H+7 (29 Mei–12 Juni 2019) harus melaksanakan pelayanan Gawat Darurat 24 Jam.

sedangkan Pos Kesehatan khusus di tempat wisata mulai aktif pada hari H s.dhingga H+7 (5– 12 Juni 2019), dengan jam tugas dimulai pukul 07.00 WIB  hingga 17.00 WIB, dengan dibagi 2 Shift (pagi : 07.00-13.00 WIB dan sore : 13.00-17.00 WIB).

Pos Kesehatan Terpadu ini harus sudah didirikan maksimal pada tanggal 28 Mei 2019 sedangkan untuk Pos Kesehatan Wisata didirikan maksimal Tanggal 04 Juni 2019.

Puskesmas Jalur Protokol dan Pos Kesehatan Wisata harus memasang bendera palang hijau serta Pos Kesehatan Terpadu memasang spanduk Pos Kesehatan. (PNews)

PAM LEBARAN JAJARAN POLSEK KAWALU SIAP MEMBERI RASA AMAN WARGA

TASIK NEWS-Bertekad memberi rasa aman pada masyarakat baik dalam berlalu-lintas di jalan raya atau pun dari gangguan tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu bisa menimpa, merupakan tugas dan tanggungjawab Polri.

Demikian disampaikan Kapolsek Kawalu Kota Tasikmalaya, Kompol Lasimin, saat ditemui di selal-sela kesibukannya di pos pengamanan (Pam) Hari Raya Idul Fitri.(29/5)

“Kami juga harus memastikan jaminan rasa aman bagi warga yang akan mudik ke kampung halamannya menjelang lebaran ini. “ungkapnya.

Dikatakan Lasimin, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1440 H yang dimulai sejak tanggal 29 mei hingga 10 juni ini, khususnya jajaran anggota Polsek Kawalu siap selama 24 jam memantau arus lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan baik kendaraan roda 2dua atau pun empat, sehingga masyarakat pun bisa menikmati perjalanannya hingga tiba di tempat tujuannya masing-masing.

“Di pos pengamanan lebaran ini kami juga ditemani tim kesehatan dari Puskesmas Kawalu. “terangnya.

Lasimin pun tidak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan berkendara melakukan perjalanan untuk mengecek dulu kelengkapan surat-surat kendaraannya serta selalu berhati-hati selama di perjalanan.

“Kami siap 24 jam untuk melindungi masyarakat dari ganguan tindakan kriminalitas atau pun memberikan rasa aman di jalan raya khususnya di wilayah hukum Polsek Kawalu. “punkas Salimin. (ANWAR WALUYO)

PERNAH MENDAPAT PENGHARGAAN, KINI TRANSLOK NEGLASARI PERLU PERHATIAN PEMERINTAH

TASIK NEWS-Beberapa tahun ke belakang (sekitar tahun 2002) di atas tanah seluas 9 hektar dulunya ditumbuhi rumput ilalang liar dan beberapa aneka pohon buah-buahan. Pada Tahun 2003 tanah pengangonan itu kini disulap menjadi pemukiman warga, tepatnya transmigrasi lokal (translok) asal Aceh.

Pemerintah pada waktu itu menyediakan pemukiman baru bagi  penduduk translok pasca kerusuhan Aceh tersebut di dua tempat, di Kecamatan Jatiwaras dan Bojonggambir. Penduduk translok yang ditempatkan di Sanggariang  Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras, menempati tanah milik desa dengan sistem sewa kontrak selama 15 tahun dan warga translok Neglasari pada waktu itu ada 150 Orang, 60 orang penduduk Aceh dan 90 orang pribumi.

Seiring perkembangan jaman kini wajah kawasan hunia translok pun berubah, di lokasi yang tadinya hutan alang-alang pun sudah beridiri lembaga pendidikan yang menjadi tempat perkembangan dunia pendidikan, di bawah naungan Yayasan Al- Muhajirin.

Yayasan yang berdiri Tahun 2007 tersebut mengelola berbagai tingkatan lembaga pendidikan, diantaranya Taman Kanak-kanak Translok, PKBM Al - Muhajirin, MTs Neglasari, SMK Umul Quro serta mengelola program kesetaraan Paket A,B dan C.

Menurut ketua Yayasan Al- Muhajirin, Jaenudin,S.Pd,MM.Pd, hampir semua fasilitas pendidikan yang ada di Sanggariang hasil swadaya masyarakat.

"Pada tahun 2012 kami juga pernah mendapat bantuan dari gubernur jabar sebanyak dua lokal." Ungkap Jaenudin.

Jaenudin mengakui, kendati sudah berdiri lembaga pendidkan di translok namun perkembangannya masih tersendat sendat karena adanya beberapa kendala, seperti kurangnya publikasi, ketersediaan fasilitas pendidikan yang masih belum optimal juga akses jalan menuju kelokasi pendidikan masih perlu perbaikan.

"Untuk pendidikan anak sendiri, semua tenaga pengajar kami sarjana,"terangnya.

Hal senada diungkapkan Mantan Kepala UPT Translok, Tri Sutrisno, salah satu pendorong perkembangan kemajuan di translok, salah satunya dengan hadirnya lembaga pendidikan.

Dikatakan Tri, dan salah satu faktor pendukung kemajuan lembaga pendidikan yang ada di translok harus tersedia sarana infrastruktur jalan menuju ke lokasi yang bagus.

Tri berharap perjuangan yang dirintis mulai dari nol dan dilakukan secara swadaya masyarakat untuk eksistensi translok kedepannya ini bisa ditindak lanjuti pemerintah.

"Ulah dianteupkeun, lebar  karena sekarang pemerintah tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan masyarakat secara swadaya," “kata Tri, saat ditemui di lokasi.


Pada tahun 2006, kata Tri, translok Neglasari pernah dijadikan translok percontohan di Jawa Barat dan menjadi ajang study banding pemerintah DI Jogjakarta. Bukan tanpa alasan, penghargaan tersebut diperoleh karena hingga saat ini perkembangan kemajuan dan eksistensi warga transmigrasi masih tetap bertahan di pemukiman yang disediakan pemerintah.

"Malah anggota DPRD Aceh pun pernah berkunjung kesini karena ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang  perkembangan translok di Neglasari dan katanya masih bermukim di lahan transmigrasi dan mampu berkembang. “kata Tri lagi. (RUSDIANTO)


BUPATI PANGANDARAN:”PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN PERLU EVALUASI BERSAMA”

PARIGI-Dalam rapat evaluasi program bidang keagamaan Pemerintah Kabupaten Pangandaran tahun 2019 yang dilaksanakan di aula Setda beberapa hari yang lalu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, dana milyaran yang digelontorkan ini harus tepat sasaran dan sukses.

Menurut bupati, anggaran tersebut dimaksudkan untuk membntu pembangunan dan pengembangan urusan kagamaan.

“Dengan anggaran Rp 9 milyar ini diharapkan kegiatan keagamaan karenadan di sisi lain pemda pun tahun ini harus segera menyelesaikan pembangunan RSUD. “tuturnya.

Untuk perbaikan ke depan, kata bupati, semua kalangan, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama mengevaluasi program ini.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman, dengan kebijakan pendidikan karakter ini, anatara lain, Pangandaran mengaji, Ajengan masuk sekolah (AMS) dan Pesantren Ramadhan, acuannya ada pada peraturan bupati nomor 58 tahun 2017.

"Keberhasilan pendidikan di Kabupaten Pangandaran ini saling berkaitan demikian juga peran para ajengan sangat penting dalam memberikan dasar-dasar pendidikan sehingga peserta didik pun dapat meningkat prestasi dan nilainya,"ata Surman. (HARIS F)

AKIBAT TABRAKAN DENGAN TRUK, MOBDES MANDALAMEKAR RUSAK PARAH

TASIK NEWS- Mobil desa (Mobdes) Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya mengalami rusak parah di bagian depan akibat bertubrukan dengan truk, yang terjadi di jalur jalan raya Urug, Kecamatan Kawalu Tasikmalaya kota, (27/5)

Berdasarkan keterangan beberapa kesaksian warga yang kebetulan ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat mobdes yang dikendarai Sekdes Mandalamekar melaju dari Tasikmalaya kota menuju arah selatan untuk pulang setelah melaksanakan kedinasan.

“Saat itu mobil desa melaju dengan kecepatan sedang, namun tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah truk, mungkin karena kedua supir mungkin tidak bisa menguasai keadaan akhirnya tabrakan pun terjadi. “Ungkap salah seorang warga.

Akibat peristiwa lakalantas tersebut mobdes Mandalamekar pun mengalami rusak parah pada beberapa bagian kendaraan, beruntung Sekdes Mandalamekar selamat dan hanya mengalami luka ringan, dan untuk lebih lanjutnya kejadian lakalantas tersebut sudah di tangani pihak kepolisian.

Sementara saat akan dikonfirmasinya terkait kejadin tersebut, Sekdes Mandalamekar belum bisa diajak komunikas mungkin karea mengalami shok. (PNEWS BIRO TASIK)

.

SUDAH SAATNYA PEMERINTAH MENATA ULANG KAWASAN BISNIS KOTA TASIK

TASIK NEWS-Tak pelak lagi, menjelang Hari Raya Idul Fitri pusat-pusat perbelanjaan di   sepanjang jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya ramai dikunjungi pembeli, baik warga kota atau pun dari luar daerah. Bahkan bukan hanya di sepanjang trotoar, pedagang pun meluber ke badan jalan hingga lahan pejalan kaki pun hilang dan lebar jalan pun semakin menyempit.

Banyaknya pedagang musiman yang ikut mengais rejeki di akhir bulan ramadhan ini tentunya menjadi masalah tersendiri untuk masalah menataan kota. Karena bukan hanya trotoar  dan badan jalan yang semakin tersita, area parkir kendaraan pun semakin tersisih oleh deretan lapak-lapak yang salin berhimpitan pedagang kaki lima (PKL) yang menawarkan aneka dagangannya, sehingga kesan semerawutnya tata kota pun semakin terlihat.

Saat PNews mencoba menelusuri di sepanjang beberapa ruas jalan (27/5), seperti di jalan Pasar Wetan, Cihideung, pusat perbelanjaan Mayasari Plaza hingga berlanjut ke jalan Yudanegara dan seputar Masjid Agung, nampak kendaraan roda dua dan empat berjejer panjang seolah tak beraturan karena bersatu dengan lapak PKL.

Menurut seorang warga Bojong Tengah, Adang Sulaeman (56), kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab, karena selama ini pemkot pun terkesan menutup mata dan lepas tanggungjawab.

“Padahal saya yakin, perangkat aturannya pasti ada, hanya ketegasan dalam pelaksanaannya kurang optimal. “ungkapnya.

Ia menambahkan, apakah kesemarawutan ini karena kurang tegasnya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsinya atau kurang disiplinnya masyarakat (pedagang) sendiri pada aturan yang ada.

Menurut Dadang, harus ada pemahaman bersama, harus ada evaluasi untuk kembali menata kota ini agar pemerintah bisa kembali pada fungsi melindungi warganya dan masyarakat pun lebih sadar aturan dalam menjalankan usahanya.

“Saya kira belum terlambat Pemkot Tasikmalaya untuk mengkaji ulang penataan kotanya. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)




PELANTIKAN PLT KEPALA DESA SIRNAJAYA “TETAP” DIJABAT IPIN ARIFIN

TASIK NEWS-Menindaklanjuti surat dari kantor Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya  nomor : 00570/kec/2019, perihal pelantikan Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Desa Sirnajaya, belum lama ini bertempat di Aula Desa Sirnajaya, digelar acara pelantikan PLt kepala desa yang dihadiri para RT, Kepala Dusun serta tokoh masyrakat.(14/5)

Camat Sukaraja, Ir. Pambudi Setiawan, dalam sambutannya mengatakan, masa bakti Kepala Desa Sirnajaya, Ipin Arifin, S.Sos berakhir pada tanggal 16 mei 2019, dan untuk kelancaran pelayanan roda pemerintahn di desa sesuai mekanisme dan aturan, maka dilaksanakan penunjukan sekretaris Desa, Ipin Arifin, S.Sos menjadi PLt untuk melaksanakan tugas sehari-hari.

“Diharapkan dengan dilantiknya Ipin Arifin menjadi Plt ini pemerintahan desa
bisa seirama dengan semua komponen baik di internal maupun lembaga yang ada di desa Sirnajaya untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik. “tegas Pambudi.

Bila ada yang kurang dipahami, kata Pambudi, nantinya bisa berkoordinasi dengan kepala desa yang ada di Kecamatan Sukaraja sehingga keharmonisan dan kekompakan selalu terjaga juga diharapkan bisa mengedepankan prinsip keterbukaan.

Masih di tempat yang sama, mantan kepala desa, Ipin Arifin, S.Sos meminta maaf  pada perwakilanseluruh masyarakat Sirnajaya yang hadir jika selama dua periode dalam kepemimpinannya menjalankan roda pemerintahan desa masih banyak kekurangan dan menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang belum sempat diselesaikan.

Ia menambahkan, PR ini diharapkan dapat diselesaikan PLt dengan lancar dan tertib, sehingga walau sekarang pimpinan desa dijabat PLt, tapi roda pemerintahan di Desa Sirnajaya tetap berjalan seperti biasanya.

"Nama kepala desanya masih tetap sama, Ipin Aripin", selorohnya.(RUSDIANTO)


ISI KEGIATAN RAMADHAN, KOMUNITAS TURUNAN SODONGHILIR SUNDA NGAHIJI BAGI-BAGI TAKJIL

TASIK NEWS-Untuk mengisi kegiatan ngabuburit di bulan ramadhan, warga komunitas Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji melaksanakan kegiatan bagi-bagi takjil gratis kepada warga sekitar, yang dilaksanakan di Kecamatan Sodonghilir, tepatnya di jalan Raya Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya.(12/5)

Kegiatan bagi-bagi makanan pembuka puasa gratis ini diberikan kepada setiap pengendara motor, mobil dan warga sekitar yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.

Menurut salah seorang panitia, Tini Sartika, di bulan suci ini merupakan saat yang tepat untuk saling berbagi tali kasih yang ikhlas serta menjadikan ajang silaturahmi dengan sesama warga asli asal Sodonghilir.

Hal senada dikatakan salah seorang tokoh turunan Sodonghilir, Dedi Dahniar, ia merasa bersukur karena kegiatan ini mendapat sambutan antusias warga, sehingga 250 bingkisan  takjil yang disediakan pun habis.

“Warga turunan Sodonghilir  sangat mengapresiasi bentuk kegiatan-kegiatan sosial ini dan berharap bisa terus dilaksanakan tiap tahun."tutur Dedi.

Dedi berharap di bulan suci yang penuh berkah ini bisa diisi dengan kegiatan amal untuk menambah pahala serta ampunan Alloh SWT, berlomba berbuat dalam kebaikan serta terus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antara Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji.

“Kita jangan mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas manfaatnya, sebaiknya mari kita fokus untuk berbuat kebaikan serta memperbanyak ibadah di bulan penuh berkah ini."kata Dedi lagi.

Pada kesempatan yang sama, pengurus Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji mengucapkan terimakasih kepada semua institusi dan warga sehingga kegiatan bagi takjil gratis ramadhan tahun ini pun bisa berjalan dengan sukses. (MAMAT R)

GELAR TARLING, CARA PEMKAB TASIKMALAYA PERERAT TALI SILATURAHMI

TASIK NEWS-Safari Ramadhan dengan kegiatan Taraweh Keliling (tarling) selain untuk menambah amalan soleh di bulan suci ini juga bisa menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Seperti yang dilakukan lingku Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangkaian  ramadhan tahun ini dengan menggelar tarling di Mesjid Besar Al-Hasan di Kecamatan Karangnunggal. (22/5)

Dalam kegiatan tarling yang diawali buka bersama kali ini, dihadiri beberapa pejabat di lingkup Pemkab Tasikmalaya, diantaranya,  Kepala Disdukcapil, H. Azis, Kepala BPBD, Wawan, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP.MM, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, KUA, Apdesi, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Ulama, Pemuda, LSM dan Masyarakat Karangnunggal.
Dalam sambutannya, Kadis Dukcapil, H. Azis, menyampaikan, dengan meningkatkan amalan-amalan baik di bulan baik ini diharapkan, khususnya masyarakat Karangnunggal semakin maju dan barokah.

“Kecamatan Karangnunggal merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Tasikmalaya. “terang Azis.

Azis menambahkan, setelah usai melaksanakan hajat demokrasi, pemilu yang dilaksanakan pada bulan april lalu, tentunya ada sedikit geseken baik pemerintah dengan masyarakat atau pun masyarakat dengan masyarakat lainnya, karena mungkin ada perbedaan pilihan. Tapi setelah memasuki bulan ramadhan ini diharapkan perbedaan itu bisa direkatkan kembali dengan cara melakukan ibadah di tempat dan waktu yang sama.

Insaalloh dengan barokah di bulan ramadhan ini kita bisa mempererat kembali tali persaudaraan di antara kita. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

TAHUN INI PEMKAB PANGANDARAN AKAN BANGUN KEMBALI 2 PUSKESMAS SETARA HOTEL BINTANG TIGA

Pemerintah Kabupaten Pangandaran benar-benar serius untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat di bidang kesehatan, ini terbukti dengan dibangunnya Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan biaya ratusan milyar demi menjamin pelayanan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, setelah membangun 9 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di beberapa kecamatan, tahun ini Pemkab Pangandaran juga akan menambah 2 puskesmas di Kecamatan Cijulang dan Mangunjaya.

Seperti dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, saat melakukan safari ramadhan dengan kegiatan Taraweh Keliling (tarling) di di Masjid Nurul Fallah di Dusun Nyalindung Desa Masawah Kecamatan Cimerak. (27/5)

Menurut wabup, selain menggratiskan biaya pengobatan di puskesmas, Pemkab Pangandaran juga terus berupaya menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya.

“Untuk Puskesmas Cijulang sudah dianggarkan Rp. 3,8 milyar dan dan Mangunjaya sebesar Rp. 4,1 milyar, semuanya dari APBD tahun 2019. “terang wabup.

Wabup menambahkan, jika selama ini banyak masyarakat pergi berobat ke luar daerah, seperti Banjar dan Purwokerto, karena saat ini satu-satunya daerah di Jawa Barat yang belum memiliki RSUD hanya Pangandaran. Tapi ke depan, kata Wabup, diharapkan setelah ada RSUD hal ini tidak terjadi lagi, hingga masyarakat pun tidak perlu jauh-jauh untuk berobat.

“Beberapa bulan lagi kita akan mempunyai RSUD yang benar-benar megah dengan anggaran  pembangunannya sebesar Rp.238 milyar.”imbuh wabup.

Wabup juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memberi kepercayaan dan dukungannya pada pemerintah, karena tidak mungkin pembangunan akan berjalan dengan baik, tanpa peran serta  masyarakat.

“Mari bersama-sama untuk terus membangun Pangandaran agar lebih baik lagi. “pungkasnya. (PNews)

3 TAHUN BERTURUT-TURUT, KABUPATEN PANGANDARAN KEMBALI MENDAPAT PREDIKAT WTP

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pangandaran untuk ketiga kalinya secara bertutut-turut  kembali meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Opini WTP  tersebut didapat atas laporan Hasil Pemeriksaan (LHP ) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun anggaran 2018, yang diterima langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula kantor BPK RI, Perwakilan Propinsi Jawa Barat di Bandung.(27/5)

Saat dihubungi melalui telpon celullernya, bupati Pangandaran, mengatakan, WTP ini menjadi sebuah motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Karena saat ini seluruh SKPD sudah tidak boleh ada hal-hal mendasar yang salah.

“Dalam pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan baik serta disiplin dalam penggunaan anggaran, seluruh SKPD harus memahami tentang perencanaan penganggaran dan intinya, semuanya harus lebih baik lagi. “ungkapnya.

Dikatakan bupati, WTP ini merupakan penilaian dari sisi pengelolaan anggaran dan pertangungjawaban keuagan, maka ini akan menjadi sempurna apabila alokasi anggaran digunakan tepat sasaran serta pada hal-hal prinsip dan pokok yang pada akhirnya untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Dan akan menjadi motivasi semua untuk bekerja dan terus bekerja ke arah lebih baik lagi, “imbuhnya.

Bupati juga menyampaikan terimakasih pada seluruh masyarakat, karena walau usia Kabupaten Pangandaran baru berumur 7 tahun dengan 4 kali laporan keuangan, tapi sudah tiga kali tahun bertutrut-turut berhasil mendapat predikat WTP, dan tentunya keberhasilan ini akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Pangandaran.

“Tapi dengan keberhasilan ini saya harap kita tidak berpuas diri, malah sebaliknya ini harus menjadi motivasi kita semua untuk melakukan yang terbaik lagi. “tegas bupati.

Bupati juga mengatakan, jika sekarang ada beberapa rasionalisasi anggaran di SKPD sebagai pengguna anggaran, seperti mengurangi perjalanan dinas, pelatihan, pembelian Alat Tulis Kantor (ATK) dan lainnya, memang hal-hal seperti itu harus berhemat, karena optimalisasi anggaran serta tertib adminstrasi dan tertib pengelolaan keuangan ini sejatinya harus berujung pada kepentingan masyarakat.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, kepada msyrakat Pangandaran yang sudah terus menerus memberikan suport dan dukungannya sehingga Kabupaten Pangandaran bisa meraih predikat WTP 3 tahun berturut-turut. “kata bupati.

Seperti diketahui, selain Pangandaran ada 5 kota dan 8 kabupaten, diantaranya, Kabupaten Cirebon, Ciamis, Garut , Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang dan Kabupaten sumedang serta kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon dan kota sukabumi. (PNews)

PEMPROP JABAR DAN PEMKAB PANGANDARAN MATANGKAN KAJIAN PEMBANGUNAN BREAKWATER PANTAI BARAT

PANGANDARAN-Rencana pembuatan break water di pantai barat Pangandaran terus dimatangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran, sehingga nantinya para wisatawan yang datang berkunjung pun akan lebih aman dan nyaman.

Dalam pemaparan di aula Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, di hadapan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Tatang Mulyana SH, MM,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Ade Supriatna, serta kepala dinas terkait, tim konsultan memaparkan,  ada tiga alternatif perencanaan pembangunannya, antara alin, lokasi yang dekat cagar alam, di tengah-tengahnya dan alternatif ke tiga di sekitar kawasan Taman Pangandaran sunset.

"Pembangunan break water ini memerlukan perencanaan yang sangat matang karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan dari aspek teknis “ujar Kepala UPTD Wilayah Sungai Ciwulan Cilaki Dinas Sumber Daya Air  Provinsi Jawa Barat, Dikky.(6/5)

Selain itu, kata Dikky, perlu dilakukan kajian aspek sosial dan konsultasi publik agar semuanya paham, rencana apa kira-kira nantinya yang akan dibangun. Dan break water ini didesain ada di bawah  gelombang laut dan rata di saat air laut surut, ini dimaksudkan agar tidak menganggu pemandangan karena tidak akan muncul jika air sedang  pasang.

“Di Indonesia sendiri breakwater seperti ini baru ada di Nusa Dua dan pantai Sanur, Bali. “imbuhnya.

Saat diminta komentarnya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media, menyampaikan, kegiatan saat ini merupakan konsultasi publik supaya masyarakat tahu apa yang akan di kerjakan pemerintah.

"Dan tentu saja saya pun sengaja mengundang ahli kelautan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk mendiskusikan pemodelan, arus gelombang, sedemintasi dan abrasi "terang Jeje.

Menurut bupati, Pemprov Jabar saat ini sedang membuat DED (Detail Engineering Design),  namun, kata bupati lagi, ini harus ada pendalaman dan harus didiskusikan kembali dengan membentuk panel yang lebih kecil lagi sebelum mengeluarkan keputusan.

“Alternatif  ketiga dari sisi gelombang mungkin aman, tapi dampaknya nantinya seperti apa dan kemana itu yang ingin ia ketahui, “ungkap bupati.

Bupati berharap, tujuan dengan dibangunnya break water ini selain menambah keamanan dan kenyamanan,  juga  diharapkan dapat menahan gempuran ombak ke arah kawasan pantai. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN GELONTORKAN Rp. 1,1 MILIAR UNTUK KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN

CIJULANG-Keseriusan Pemkab Pangandaran dalam upaya membangun pendidikan berkarakter bukan hanya isapan jempol belaka, karena setiap tahunnya APBD mengucurkan anggarannya khusus untuk peningkatan pendidikan agar anak-anak tumbuh dengan jiwa dan karakter yang terpuji dan berahlak mulia.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai peluncuran program Pesantren Ramadhan di gedung Islamic Center Kecamatan Cijulang (20/5), kegiatan Pesantren Ramadhan ini merupakan salah satu dari program pendidikan karakter.

Pendidikan karakter, kata bupati, lahir sebagai sebuah upaya pemerintah dalam upaya memberikan tambahan pendidikan khusus agar anak-anak selain cerdas juga mempunyai karakter.

“Dengan program ajengan masuk sekolah, pesantren ramadhan, pangandaran mengaji dan program keagamaan lainnya, ini dalam rangka membangun jiwa anak-anak kita agar berkarakter dan berbudi luhur. “ungkap bupati.

Agar program ini tepat sasaran dan manfaat, imbuh bupati, perlu ada pengawasan yang baik dari seluruh elemen, seperti tokoh agama, masyarakat dan pemerintah.

Bupati juga menjelaskan, selama bulan ramadhan sekolah tidak meliburkan tapi kegiatan belajar anak-anak dipindahkan ke pesantren atau tempat-tempat yang ditunjuk menjadi tempat kegiatan pesantren ramadhan.

Jadi kalau selama ini siswa merasa wajib  datang ke sekolah, tapi kalau berangkat ke pesantren atau tempat pesantren ramadhan tidak wajib, oleh karena itu bupati meminta agar absensi dan pengawasan dari guru agar program ini berjalan dengan baik.

" 10 hari mungkin tidak akan cukup untuk mengenal bagaimana kultur kehidupan pesantren, bagaimana belajar agama dengan baik, tapi dengan pesantren kilat ini ada niatan siswa untuk belajar agama dengan baik. "imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, ini merupakan metode serta cara memotivasi anak untuk belajar agama, sehingga diharapkan di tempat-tempat yang menjadi kegiatan pesantren ini tentu harus menjadi perhatian semua.

“Saya minta nanti dibuat sistematis, mungkin hari ini belajar apa, besok apa dan seterusnya. “kata bupati lagi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga, H. Surman, M.Pd, saat diminta komentarnya, mengatakan, program yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan  dalam bidang keagamaan dan pendidikan karakter yang diikuti 45.138 siswa yang terdiri dari 32.835 ( siswa SD/MI) dan dari  SMP/ MTs ada 12.303 orang ini dilaksanakan  selama 10 hari di bulan ramadhan, dimulai sejak tanggal 19 sampai tanggal 29 mei 2019.

“Untuk membiayai program pesantren ramadhan ini pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 1 miliar lebih. “jelas Surman.

Dikatakan Surman, anggaran ini ada kenaikan dibanding tahun kemarin, dan karena tidak ada kegiatan malam hari maka perincian biayanya sebesar Rp 25ribu per siswa, hingga jika dikalikan jumlah peserta sebanyak 45.138 siswa, total anggaran yang dikeluarkan dari APBD tahun ini sebesar Rp. 1.1 milyar lebih. (PNews)

UNTUK KEDUA KALINYA PEMDA PANGANDARAN GELAR BAZAR MURAH RAMADAN

PARIGI-Mengawali tugasnya pasca dilantik beberapa hari lalu, Sekda Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, MM, yang didampingi Para Asisten, Para Kepala SKPD, Para Kepala Bagian serta Para Camat, berkesempatan menghadiri sekaligus membuka acara Bazar Murah Ramadhan 1440 H, yang di pusatkan di alun-alun Parigi. (25/5)

di hadapan para pejabat lingkup pemerintahan Pemkab Pangandaran serta msyarakat yang hadir, Kusdiana, mengatakan, berdasarkan pengalaman-pengalman biasanya pada saat bulan suci ramadhan permintaan terkait kebutuhan bahan pokok di masyarakat cenderung terus meningkat sehingga jika tidak dikontrol bisa berdampak pada kenaikan harga.

Lonjakan harga yang tinggi, kata Kusdiana, tentu akan mengurangi daya beli masyarakat, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.

“Maka untuk mengantisipasi hal tersebut untuk yang kedua kalinya Pemkab Pangandaran kembali menggelar bazar murah Ramadhan 1440 H. “ungkapnya.

Selain dijual di bawah harga pasar barang-barang yang ada di bazar, kata Kusdiana,  kegiatan bazar ramadhan ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan poko, sehingga masyarakat pun selama bulan ramadhan bisa mendapatkan barang-barang kebutuhannya dengan harga yang bia dijangkau, karena kegiatan ini juga sebagai refleksi dari kesepakatan aksi bersama dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menambahkan, komoditas yang dijual di bazar ini antara lain sembako dari Perum Bulog serta dinas teknis terkait, juga gas LPG dari Pertamina dan penukaran uang dari Bank Indonesia.

“Saya juga tidak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga silaturahim ukhuwah islamiyah serta terus berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah agar senantiasa dapat meraih nilai ketakwaan di sisi Allah SWT. “ungkapnya lagi.

Sementara menurut Ketua Pelaksana Bazar Ramadhan, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pangandaran, Dadan Sugistha, ST,  mengatakan, kegiatan Bazar ini merupakan kegiatan ke-2 kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan Bazar pertama pada 8 Mei 2019.

" Kegiatan Bazar ini terlaksana atas kerja sama dari Bulog, PT Pertamina dan BI yang diwakilkan BJB serta dari Dinas teknis terkait, antara lain, Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, dan Dinas Pertanian" ujarnya (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN