MILANGKALA HARI JADI KAB PANGANDARAN KE 6, MOMEN UNTUK MELAKUKAN INTROPEKSI

PARIGI – Menyongsong milangkala Hari Jadi Kabupaten yang ke 6 yang akan dirayakan beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 25 oktober, merupakan momen yang pas untuk melakukan introspeksi.

Seperti diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat asal Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Haer (50). Menurutnya, ia sangat mengapresiasi perubahan-perubahan yang nampak saat ini, seperti jalan yang mulus mulai bisa dinikmati masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dengan bangunan puskesmas yang megah dan ketersediaan pendidikan gratis 12 tahun untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

"Semua itu sekarang dapat kita rasakan setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Ciamis melalui jasa-jasa para pejuang pemekaran yang sudah bahu-membahu dengan seluruh elemen masyarakat.", ungkapnya.(19/10)

Haer juga sangat mendukung 4 program perioritas, seperti Pangandaran Hebat yang digulirkan Bupati dan wakil bupati terpilih, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, terkait kebijakan pada masalah pendidikan, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan penataan dunia pariwisata.

"Sekarang masyarakat diberi kemudahan dengan layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis dan jalan-jalan yang ada di setiap daerah. “ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dengan tambahan kebijakan untuk perbaikan sarana dan prasarana rumah warga yang sudah tidak layak huni. Dan sebagai tokoh masyarakat, ia pun siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan program-program yang pro rakyat baik lewat pemikiran mau pun lewat kerja nyata.

"Karena ini semua bermuara pada kepentingan masyarakat banyak. “tandasnya. (AGE)

AKIBAT KURANG PEDULI WARGA, SAMPAH BERSERTAKAN DI TAMAN KOTA TASIK

TASIKNEWS-Masih kurangnya kesadaran dan kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersiahan menjadikan perilaku buruk dengan membuang sampah di sembarang tempat, padahal pihak pemerintah jauh sebelumnya sudah menyediakan tempat sampah di tempat-tempat strategis.

Seperti yang terlihat di lokasi Taman Kota Tasikmalaya, nampak tumpukan sampah membuat pemandangan taman jadi kotor dan terkesan semerawut akibat ulah warga yang mengunjungi area taman saat malam hari untuk melihat pemnadangan air mancur.

Menurut seorang warga asal Kota Banjar, tidak hanya di taman saja, sampah pun berserakan ke area sekitar mesjid  membuat tempat ibadah tersebut terkesan bukan tempat yang suci lagi.

“Petugas kebersihan pun napaknya kewalahan dengan sampah yang berserakan Diana-mana. “ungkapnya.(15/10)

Mungkin seharusnya, kata dia, warga harus lebih peduli terkait kebersihan kota serta merubah pola pikir, bagaimana agar kota bisa terlihat terus indah dan nyaman tanpa sampah. 

“Kita harus sudah memulai, kebersihan bukan tugas pemerintah saja tapi warga dengan tidak sembarangan membuang sampah sembarangan pun itu akan turut menjaga kebersiahan Kota Tasik. “imbuhnya. (ANWAR-UDI)

FANTASTIS ! PEMBANGUNAN LAPANGAN VOLLY DESA KERTAMUKTI SENILAI Rp. 140 JUTA

CIMERAK - Dana Desa (DD) digunakan untuk membiayai pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pembangunan peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan DD mungkin akan lebih bijak jika diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan, seperti perbaikan infrstruktur jalan yang selama ini menjadi sarana vital kegiatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Demikian disampaikan beberapa warga Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, terkait penggunaan DD yang ada di desanya.

Menurut warga, sangat disesalkan penggunaan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 140 juta, malah digunakan hanya untuk membangun fasilitas olah raga,  padahal di Kertamukti masih banyak infrastruktur jalan yang masih rusak.

“Dengan dana yang cukup fantastis tersebut seharusnya untuk perbaikan jalan dulu, karena masalah jalan ini lebih urgent. “ungjkap warga.(11/10)

Sejumlah warga mengaku tidak habis pikir, kenapa Pemerintahan Desa Kertamukti lebih mementingkan lapangan volley ball daripada memperbaiki jalan.

Lagian kalau untuk membangun lapang voli di tingkat desa tidak usah menggunakan uang sebesar itu. “imbuhnya.

Kepada PNews sejumlah warga juga menyampaikan, sebaiknya pihak yang berkompeten segera meninjau ke lapangan, apakah benar biaya lapang tersebut harus menggunakan biaya sebesar itu.

Lagi pula, lanjutnya, pembangunan sarana olahraga tersebut apakah dibahas dulu dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa, sehingga banyak warga tidak tahu dan kurang setuju anggaran sebesar itu hanya untuk membangun lapang voli.

Masalahnya, masih kata warga, di Desa Kertamukti masih banyak jalan yang harus segera mendapat perbaikan, jadi sebaiknya perbaikan jalan jadi skala perioritas bukan dengan mengalokasi ke pembangunan sarana olahraga.

“Dan kalau pun memang akan membangun lapang voli, saya kira tidak usah dengan anggaran sebesar itu. “pungkasnya. (PNews)




AKIBAT LAMA TAK TURUN HUJAN WARGA DESA BAGOLO ANTRI AMBIL AIR SUNGAI

KALIPUCANG-Akibat lama hujan tak kunjung turun hujan, warga Desa Bagolo Kalipucang Kabupaten Pangandaran kini harus antrian mengambil air.

Menurut salah seorang warga, Dede Jaenal, untuk memenuhi kebutuh rumahtangga sudah beberapa minggu ini warga berantrian mengambil air ke dataran sungai yang jaraknya relatif  jauh dari pemukiman.

"Setiap harinya warga mengantri dengan membawa jeriken berukuran besar untuk mendapatkan air bersih." ujarnya.(14/10)

Warga pun berharap kesulitan mendapatkan air bersih ini bisa segera teratasi dengan cara membantu mengirimkan tangki air bersih.

"Kami ngantri bukan hanya siang hari saja, tetapi sampai malam hari," tambah Dede. (HARIS F)

INI UNGKAPAN SEJUMLAH PEDAGANG ASIN DI PANANJUNG ENDAH

PANGANDARAN-Sejumlah pedagang asin di relokasi Nanjung Endah di jalan Kidang Pananjung nampak bisa tersenyum bahagia, pasalnya kios mereka yang semula terletak di posisi atas kini mendapat izin untuk mengisi lahan parkir.

Dengan posisi berjajar berukuran 2 meter persegi, para pedagang pun kini lebih bersemangat dan optimis, karena jika sebelumnya mereka hanya memperoleh Rp.25 ribu dalam satu hari, kni pendapatan mereka pun meningkat.

"Alhamdulillah, sekarang agak mendinglah.. para pengunjung dapat melihat langsung jualan kami, walau pun lokasi yang kami gtempati sempit tetapi jauh berbeda dengan sebelumnya,"ungkap salah seorang pedagang, Neni. (13/10)

Neni dan pedagang asin lainnya pun berharap blok kios asin Nanjung Endah ini diharapakan enjadi dapat daya tarik wisatawan untuk berburu oleh-oleh khas Pangandaran. (HARIS F)

DUGAAN PENYELEWENGAN DANA BANTUAN PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN CIJULANG TERNYATA TIDAK BENAR

CIJULANG - Dugaan penyelewengan dana bantuan pemerintah di salah satu desa di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandran ternyata hanya isu belaka dan tidak terbukti kebenarannya.

Seperti pernyataan yang diberikan kepala desa pada media, ternyata hal itu hanya kesalahan ucapan saja yang seharusnya ditelusuri dulu kebenarannya sebelum memberikan keterangan ke publik.

“Kami saat itu terburu-buru dala mengambil kesimpulan tanpa menelusuri kebenaran isu tersebut. “ucapnya.(12/10)

Ia pun mengakui, ini murni kesalahan kesalahannya selaku kepala desa yang sudah cepat mengambil kesimpulan setelah mendengar ada isu terkait hilangnya dana bantuan untuk desanya sebesar Rp. 270 juta. Padahal, lanjutnya, setelah ditelusuri dana tersebut masih ada.

“Ternyata yang terjadi hanya keterlambatan saja pada pengerjaan jalan desa di salah satu dusun di desa kami,"jelasnya.

Ia menambahkan, jika tidak percaya, silakan cek ke lapangan karena saat ini pekerjaan tersebut sudah mulai dikerjakan dan optimis bisa selesai pada bulan ini.

Ia juga mengatakan, tanggal 11 oktober kemarin, pihak Inspektorat dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Camat Cijulang sudah meninjau langsung ke lokasi dan hasilnya memang tidak ada penyelewengan, karena yang terjadi hanya faktor keterlambatan saja.

Ia pun atas nama pemerintahan desa sudah meminta maaf pada salah satu perangkatnya  yang kemarin diduga sudah menggelapkan anggaran desa.

"Sebagai manusia pasti tidak luput dari kekhilapan, dan saya pun sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan dan kepada semua pihak atas kesalahan saya memberikan informasi kepada media." pungkasnya. (AGE)

BUPATI PANGANDARAN TINJAU PEMBANGUNAN GEDUNG PONED PARIGI

PARIGI-Ini sudah menjadi rutinitas kebiasaan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata untuk mengecek langsung ke lapangan, melihat proses pembangunan yang dikerjakan pihak rekanan.

Seperti siang tadi, bupati  didampingi Kadis Kesehatan datang langsung meninjau lokasi pembangunan Poned Puskesmas Kecamatan parigi, karena ingin tahu sejauh mana progress pembangunannya.

Seperti biasa, Jeje selalu menanyakan, kapan bisa selesai, sudah berapa persen progresnya sekarang, bagaimana sarana parkirnya dan lainnya, hal seperti itu selalu ditanyakan ketika bertemu langsung pihak rekanan.

“Saya atau pun masyarakat berhak mengetahui anggaran pemerintah yang digunakan untuk pembangunan apa saja. “kata Jeje.(12/10)

Sementara menurut Kepala UPTD Puskesmas Parigi, Oyat Hidayat SKeb, ia berharap pembangunan area parkir di sekitar gedung poned bisa terealisasikan pada anggaran tahun ini.

“Tanah untuk tempat parkir tersebut sudah dibeli oleh pemkab dari warga. “terangnya.

Masih di tempat yang sama, pimpinan perusahaan Indah Savana grup, Agus Mulyana, yang mengerjakan pembangunan gedung poned parigi, mengatakan, pekerjaan dipastikan akan selesai sesuai kontrak yang sudah disepakati.

“Hingga saat ini progresnya sudah mencapai 65 % dan Insaalloh akan selesai sesuai SPK. “kata Agus. (ANTON AS

KOTA TASIK JADI TUAN RUMAH PENYELENGGARAAN RAPAT KOORDINASI KOMISARIAT WILAYAH III APEKSI

TASIK NEWS-Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ivan Dicksan M.Si. mengatakan dalam menyambut Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke 17 ini akan di adakan berbagai kegiatan, dan seluruh rangkaian acara tersebut dihartapkan bisa memunculkan potensi-potensi produk unggulan Kota Tasikmalaya.

Kepada awak media, Ivan juga menyampaikan, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk memerihakannya.

“Sesuai julukannya, Tasik kota resik, warga pun bisa memberikan kenyamanan serta selalu menjaga kebersihan kota. “ungkapnya.(11/10)

Ivan menambahkan, selain even hari jadi, Tasik pun akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III APEKSI yang akan dihadiri 25 wali kota.

“Pertmeuan ini juga akan dihadiri perwakilan negara sahabat, jepang. “imbuh Ivan.

Dengan kehadirin para delegasi tersebut, lanjut Ivan, diharapkan bisa ikut mempromosikan produk-produk kota Tasik.

“Dari semua tamu yang hadir, diharapkan bisa memperkenalkan produk-produk kita atau tidak menutup kemungkin nantinya ada peluang untuk kerjasama. “kata Ivan lagi. (ANWAR W)

RATUSAN PAYUNG GEULIS WARNAI TAMAN KOTA BATU ANDESIT KOTA TASIK

TASIK NEWS-Tasik Oktober Festival (TOF) ke II 2018, yang digelar 13-16 Oktober 2018 di kawasan batu andesit taman kota dengan hiasan payung geulis dan ornamen bambu kini menjadi arena spot selfie para pengunjung.

Ada sekitar 200 payung geulis menghiasi kawasan tersebut dipasangi lampu sehingga jika dilihat pada  malam hari seluruh payung pun bercahaya warna-warni menghiasi di taman.

Menurut penggagas konseptor dari Studio Rumah Palsu , Are, selain payung taman juga dihiasi ornament lainnya, seperti cireng, ayakan dan mendong serta hiasan bordir.

“Kami menampilkan berbagai etnik dari barang-barang yang selaa ini sudah menjadi ikon Tasik.”terangnya.(11/10)

Are menambahkan, sekuruh material yang dipasang ini bisa tahan lama, baik dari sinar matahari atau air, karena, menurut Are, ia sudah merancang untuk antisipasi terhadap cuaca tersebut, sehingga keutuhan dekorasi pun akan tetap awet.

“Kecuali jika ada tangan-tangan iseng yang jahil. “ungkapnya.

Are pun optimis taman kota batu andesit ini akan menjadi tempat paforit warga untuk dijadikan alternatif arena rekreasi atau pun sekedar refreshing.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat paling tidak bisa menjadi tempat hiburan masyarakat. “pungkasnya. (ANWAR WALUYO)

SDN 2 SUKARESIK SIDAMULIH KEMBALI DIBOBOL MALING

SIDAMULIH-Sejumlah barang berharga milik SD 3 Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, tadi malam kembali dibobol maling setelah masuk dengan cara mencongkel teralis yang ada di depan ruang kantor, pencuri pun dengan leluasa masuk ke ruang guru dan  menggasak barang berharga milik sekolah, seperti satu unit printer brader merk Canon, paket olah raga dan beberapa bola sepak.

 “Kejadian ini yang ketiga kalinya sekolah kami mengalami pencurian. “kata Ketua Komite SD 3 Sukaresik, Tunjung Prakoso.(12/10)

Sementara menurut kepala sekolah, Maman, kejadian hingga berulang ini setelah tembok benteng di belakang sekolah ambruk yang hingga saat ini belum diperbaiki.

“Untuk antisipasi ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan segera menganggarkan untuk perbaikan benteng tersebut. “ungkap Maman. (ANTON AS)

SMPN SATU ATAP LANGKAPLANCAR PERLU PENABAHAN SARANA RUANG BELAJAR

LANGKAPLANCAR-SMPN Satu Atap yang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar lokasinya sangat terpencil dan berada di perbukitan serta relatif jauh dari pusat keramaian ibu kota kecamatan.

Menurut salah seorang warga orangtua salah satu siswa sekolah tersebut, Aan, ia berharap Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, bisa memberikan perhatian pada sekolah tempat anaknya menuntut ilmu.

Penambahan fasilitas untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, menurut Aan, sangat perlu ditingkatkan agar kualitas dan hasil pendidikan tidak berbeda jauh dengan sekolah-sekolah yang mempunyai sarana belajar yang lengkap.

“Tapi walau pun dengan segala kekurangan ini, kami tetap masih bisa bangga menyekolahkan putra-putri kami disini. “ungkapnya.(10/10)

Sementara saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMP satu atap Langkaplancar, Himawan, menyampaikan, selama ini usahanya terus dipacu untuk menarik minat siswa tetap bersemangat dalam belajar.

Himawan membenarkan, selama ini keadaan sekolahnya dalam pengadaan sarana masih banyak kekurangan disana-sini. Seperti kondisi bangunan yang sudah lapuk hingga bisa saja sewaktu-waktu ambrol karena memang kondisinya sudah tua.

“Kami masih membutuhkan rehab untuk 2 ruang kelas, ruangan guru dan labolatorium IPA. “terang Himawan. (ANTON AS)

WARGA DESA CAMPAKA DAN SUKAMULYA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN BANGUN JEMBATAN PERMANEN

CIGUGUR-Keberadaa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Campaka dan Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, sebenarnya sudah tidak layak lagi dipergunakan. Namun karena jembatan tersebut merupakan jalur satu-satunya yang ada, maka hingga sekarang jembatan gantung pun masih difungsikan.

Menurut salah seorang warga  Sukamulya, Oman, seluruh warga desa sangat berharap bisa secepatnya Pemkab Pangandaran membangunan jembatan yang terbuat dari bilah bambu itu dengan permanen, karena selama ini untuk jalur kedua desa itu harus melalui Desa Cigugur yang jarak tempuhnya sekitar 40 km.

“Jalur ini sangat vital, banyak hasil kebun dan komoditas ekonomi lain warga terhambat pengirimannya karena selama ini belum ada jembatan permanen. “jelas Oman.(10/10) 

Hal senada dikatakan Kepala Desa Campaka dan Sukamulya, Omo dan Herdiana, saat ditemui di tempat kerjanya masing-masing, kepada PNews mengatakan, memang pembangunan jembatan tersebut sangat urgen, pasalnya jembatan sejenis itu sudah tidak layak lagi jika dibandingkan dengan arus transportasi sekarang. Saat ini warga, menurut mereka, sangat terbebani dengan biaya ongkos kirim saat akan menjual hasil buminya.

“Jembatan itu sudah menjadi urat nadi warga desa baik untuk jalur ekonomi atau pun sosial. “ujarnya.

Herdiana dan Omo juga mengatakan, jika rencana pembangunan jembatan tersebut selalu masuk dalam bahasan setiap tahun pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) desa.

“Tapi pembangunannya mengandalkan dari DD atau ADD jelas tidak akan mencukupi, kami berharap Pemkab Pangandaran bisa memasukan pembangunan jembatan tersebut di APBD tahun depan. “tuturnya lagi. (ANTON AS)

TERPUJILAH ENGKAU WAHAI IBU-BAPAK GURU (SUKWAN?)

TASIK NEWS-Jika mau jujur apa bendanya antara guru PNS dan non PNS (sukwan), sebenarnya kedua-duanya sama saja, tugas pokoknya mereka sama-sama membuat peserta didik menjadi pintar dan cerdas. Guru sukwan pun termasuk dalam ungkapan guru pahlawan tanpa tanda jasa.

Demikian disampaikan kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Sindanghela Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Entis Sutisna, saat diminta komentar terkait kinerja para guru non PNS.

“Sebenarnya dalam melaksanakan tugas di sekolah pengabdian guru sukwan tidak ada bedanya dengan yang sudah PNS. “ungkapnya.(12/10)

Diakui Entis, selama ini peran gurun sukwan sangat dibutuhkann dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hampir di setiap sekolah, bahkan mungkin KBM pun tidak akan berjalan lancar jika disana tidak ada peran guru sukwan sebagai pendidik.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh guru sukwan yang tiada lelah untuk mengabdi dan mudah-mudahan ke depan nasib para guru sukwan ini mendapat perhatian dari pemerintah agar kesejahteraannya semakin meningkat. “kata Entis. (ANWAR WALUYO-UDI RUSWENDI)

KETUA KWARCAB PANGANDARAN LANTIK ANGGOTA SAKA ADHYASTA PEMILU

PANGANDARAN-Dalam rangka persiapan  pemilihan umum tahun 2019,  Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten pangandaran mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif melalu pembentukan saka adhyasta pemilu tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Hotel Aquarium Pangandaran.(11/10)

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Kwarcab Pangandaran, Drs. Apip Wanayadi, untuk melantik anggota saka adhyasta, bertujuan untuk menyampaikan kepada siswa-siswi yang sudah memasuki kategori pemilih pemula agar turut ambil bagian dalam pesta demokrasi 2018 dan 2019 mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, menyampaikan, para siswa siswi yang di bentuk dalam saka adhyasta pemilu  diharapkan dapat berperan aktif menjadi agen perubahan di tengah masyarakat serta bisa menyampaikan pentingnya menyalurkan hak pilihnya.

“Ini menjadi penting, karena disamping adik-adik pramuka ini berpartisipasi jadi pemilih juga   harus bisa  menyampaikan hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu pada masyarakat," kata nya.

Pembentukan Saka Adhyasta ini, lanjut Iwan, juga bertujuan sebagai bentuk partisifasi dari para pemilih pemula yang tentunya sudah mempunyai hak pilih,

“Kami berharap, nantinya seluruh anggota saka adhyasta mempunyai tanggungjawab terhadap pengawasan pemilu dalam bentuk partisipatif. “imbuh Iwan. (Tn)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN