DUGAAN PENYELEWENGAN DANA BANTUAN PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN CIJULANG TERNYATA TIDAK BENAR

CIJULANG - Dugaan penyelewengan dana bantuan pemerintah di salah satu desa di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandran ternyata hanya isu belaka dan tidak terbukti kebenarannya.

Seperti pernyataan yang diberikan kepala desa pada media, ternyata hal itu hanya kesalahan ucapan saja yang seharusnya ditelusuri dulu kebenarannya sebelum memberikan keterangan ke publik.

“Kami saat itu terburu-buru dala mengambil kesimpulan tanpa menelusuri kebenaran isu tersebut. “ucapnya.(12/10)

Ia pun mengakui, ini murni kesalahan kesalahannya selaku kepala desa yang sudah cepat mengambil kesimpulan setelah mendengar ada isu terkait hilangnya dana bantuan untuk desanya sebesar Rp. 270 juta. Padahal, lanjutnya, setelah ditelusuri dana tersebut masih ada.

“Ternyata yang terjadi hanya keterlambatan saja pada pengerjaan jalan desa di salah satu dusun di desa kami,"jelasnya.

Ia menambahkan, jika tidak percaya, silakan cek ke lapangan karena saat ini pekerjaan tersebut sudah mulai dikerjakan dan optimis bisa selesai pada bulan ini.

Ia juga mengatakan, tanggal 11 oktober kemarin, pihak Inspektorat dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Camat Cijulang sudah meninjau langsung ke lokasi dan hasilnya memang tidak ada penyelewengan, karena yang terjadi hanya faktor keterlambatan saja.

Ia pun atas nama pemerintahan desa sudah meminta maaf pada salah satu perangkatnya  yang kemarin diduga sudah menggelapkan anggaran desa.

"Sebagai manusia pasti tidak luput dari kekhilapan, dan saya pun sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan dan kepada semua pihak atas kesalahan saya memberikan informasi kepada media." pungkasnya. (AGE)

BUPATI PANGANDARAN TINJAU PEMBANGUNAN GEDUNG PONED PARIGI

PARIGI-Ini sudah menjadi rutinitas kebiasaan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata untuk mengecek langsung ke lapangan, melihat proses pembangunan yang dikerjakan pihak rekanan.

Seperti siang tadi, bupati  didampingi Kadis Kesehatan datang langsung meninjau lokasi pembangunan Poned Puskesmas Kecamatan parigi, karena ingin tahu sejauh mana progress pembangunannya.

Seperti biasa, Jeje selalu menanyakan, kapan bisa selesai, sudah berapa persen progresnya sekarang, bagaimana sarana parkirnya dan lainnya, hal seperti itu selalu ditanyakan ketika bertemu langsung pihak rekanan.

“Saya atau pun masyarakat berhak mengetahui anggaran pemerintah yang digunakan untuk pembangunan apa saja. “kata Jeje.(12/10)

Sementara menurut Kepala UPTD Puskesmas Parigi, Oyat Hidayat SKeb, ia berharap pembangunan area parkir di sekitar gedung poned bisa terealisasikan pada anggaran tahun ini.

“Tanah untuk tempat parkir tersebut sudah dibeli oleh pemkab dari warga. “terangnya.

Masih di tempat yang sama, pimpinan perusahaan Indah Savana grup, Agus Mulyana, yang mengerjakan pembangunan gedung poned parigi, mengatakan, pekerjaan dipastikan akan selesai sesuai kontrak yang sudah disepakati.

“Hingga saat ini progresnya sudah mencapai 65 % dan Insaalloh akan selesai sesuai SPK. “kata Agus. (ANTON AS

KOTA TASIK JADI TUAN RUMAH PENYELENGGARAAN RAPAT KOORDINASI KOMISARIAT WILAYAH III APEKSI

TASIK NEWS-Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ivan Dicksan M.Si. mengatakan dalam menyambut Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke 17 ini akan di adakan berbagai kegiatan, dan seluruh rangkaian acara tersebut dihartapkan bisa memunculkan potensi-potensi produk unggulan Kota Tasikmalaya.

Kepada awak media, Ivan juga menyampaikan, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk memerihakannya.

“Sesuai julukannya, Tasik kota resik, warga pun bisa memberikan kenyamanan serta selalu menjaga kebersihan kota. “ungkapnya.(11/10)

Ivan menambahkan, selain even hari jadi, Tasik pun akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III APEKSI yang akan dihadiri 25 wali kota.

“Pertmeuan ini juga akan dihadiri perwakilan negara sahabat, jepang. “imbuh Ivan.

Dengan kehadirin para delegasi tersebut, lanjut Ivan, diharapkan bisa ikut mempromosikan produk-produk kota Tasik.

“Dari semua tamu yang hadir, diharapkan bisa memperkenalkan produk-produk kita atau tidak menutup kemungkin nantinya ada peluang untuk kerjasama. “kata Ivan lagi. (ANWAR W)

RATUSAN PAYUNG GEULIS WARNAI TAMAN KOTA BATU ANDESIT KOTA TASIK

TASIK NEWS-Tasik Oktober Festival (TOF) ke II 2018, yang digelar 13-16 Oktober 2018 di kawasan batu andesit taman kota dengan hiasan payung geulis dan ornamen bambu kini menjadi arena spot selfie para pengunjung.

Ada sekitar 200 payung geulis menghiasi kawasan tersebut dipasangi lampu sehingga jika dilihat pada  malam hari seluruh payung pun bercahaya warna-warni menghiasi di taman.

Menurut penggagas konseptor dari Studio Rumah Palsu , Are, selain payung taman juga dihiasi ornament lainnya, seperti cireng, ayakan dan mendong serta hiasan bordir.

“Kami menampilkan berbagai etnik dari barang-barang yang selaa ini sudah menjadi ikon Tasik.”terangnya.(11/10)

Are menambahkan, sekuruh material yang dipasang ini bisa tahan lama, baik dari sinar matahari atau air, karena, menurut Are, ia sudah merancang untuk antisipasi terhadap cuaca tersebut, sehingga keutuhan dekorasi pun akan tetap awet.

“Kecuali jika ada tangan-tangan iseng yang jahil. “ungkapnya.

Are pun optimis taman kota batu andesit ini akan menjadi tempat paforit warga untuk dijadikan alternatif arena rekreasi atau pun sekedar refreshing.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat paling tidak bisa menjadi tempat hiburan masyarakat. “pungkasnya. (ANWAR WALUYO)

SDN 2 SUKARESIK SIDAMULIH KEMBALI DIBOBOL MALING

SIDAMULIH-Sejumlah barang berharga milik SD 3 Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, tadi malam kembali dibobol maling setelah masuk dengan cara mencongkel teralis yang ada di depan ruang kantor, pencuri pun dengan leluasa masuk ke ruang guru dan  menggasak barang berharga milik sekolah, seperti satu unit printer brader merk Canon, paket olah raga dan beberapa bola sepak.

 “Kejadian ini yang ketiga kalinya sekolah kami mengalami pencurian. “kata Ketua Komite SD 3 Sukaresik, Tunjung Prakoso.(12/10)

Sementara menurut kepala sekolah, Maman, kejadian hingga berulang ini setelah tembok benteng di belakang sekolah ambruk yang hingga saat ini belum diperbaiki.

“Untuk antisipasi ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan segera menganggarkan untuk perbaikan benteng tersebut. “ungkap Maman. (ANTON AS)

SMPN SATU ATAP LANGKAPLANCAR PERLU PENABAHAN SARANA RUANG BELAJAR

LANGKAPLANCAR-SMPN Satu Atap yang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar lokasinya sangat terpencil dan berada di perbukitan serta relatif jauh dari pusat keramaian ibu kota kecamatan.

Menurut salah seorang warga orangtua salah satu siswa sekolah tersebut, Aan, ia berharap Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, bisa memberikan perhatian pada sekolah tempat anaknya menuntut ilmu.

Penambahan fasilitas untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, menurut Aan, sangat perlu ditingkatkan agar kualitas dan hasil pendidikan tidak berbeda jauh dengan sekolah-sekolah yang mempunyai sarana belajar yang lengkap.

“Tapi walau pun dengan segala kekurangan ini, kami tetap masih bisa bangga menyekolahkan putra-putri kami disini. “ungkapnya.(10/10)

Sementara saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMP satu atap Langkaplancar, Himawan, menyampaikan, selama ini usahanya terus dipacu untuk menarik minat siswa tetap bersemangat dalam belajar.

Himawan membenarkan, selama ini keadaan sekolahnya dalam pengadaan sarana masih banyak kekurangan disana-sini. Seperti kondisi bangunan yang sudah lapuk hingga bisa saja sewaktu-waktu ambrol karena memang kondisinya sudah tua.

“Kami masih membutuhkan rehab untuk 2 ruang kelas, ruangan guru dan labolatorium IPA. “terang Himawan. (ANTON AS)

WARGA DESA CAMPAKA DAN SUKAMULYA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN BANGUN JEMBATAN PERMANEN

CIGUGUR-Keberadaa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Campaka dan Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, sebenarnya sudah tidak layak lagi dipergunakan. Namun karena jembatan tersebut merupakan jalur satu-satunya yang ada, maka hingga sekarang jembatan gantung pun masih difungsikan.

Menurut salah seorang warga  Sukamulya, Oman, seluruh warga desa sangat berharap bisa secepatnya Pemkab Pangandaran membangunan jembatan yang terbuat dari bilah bambu itu dengan permanen, karena selama ini untuk jalur kedua desa itu harus melalui Desa Cigugur yang jarak tempuhnya sekitar 40 km.

“Jalur ini sangat vital, banyak hasil kebun dan komoditas ekonomi lain warga terhambat pengirimannya karena selama ini belum ada jembatan permanen. “jelas Oman.(10/10) 

Hal senada dikatakan Kepala Desa Campaka dan Sukamulya, Omo dan Herdiana, saat ditemui di tempat kerjanya masing-masing, kepada PNews mengatakan, memang pembangunan jembatan tersebut sangat urgen, pasalnya jembatan sejenis itu sudah tidak layak lagi jika dibandingkan dengan arus transportasi sekarang. Saat ini warga, menurut mereka, sangat terbebani dengan biaya ongkos kirim saat akan menjual hasil buminya.

“Jembatan itu sudah menjadi urat nadi warga desa baik untuk jalur ekonomi atau pun sosial. “ujarnya.

Herdiana dan Omo juga mengatakan, jika rencana pembangunan jembatan tersebut selalu masuk dalam bahasan setiap tahun pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) desa.

“Tapi pembangunannya mengandalkan dari DD atau ADD jelas tidak akan mencukupi, kami berharap Pemkab Pangandaran bisa memasukan pembangunan jembatan tersebut di APBD tahun depan. “tuturnya lagi. (ANTON AS)

TERPUJILAH ENGKAU WAHAI IBU-BAPAK GURU (SUKWAN?)

TASIK NEWS-Jika mau jujur apa bendanya antara guru PNS dan non PNS (sukwan), sebenarnya kedua-duanya sama saja, tugas pokoknya mereka sama-sama membuat peserta didik menjadi pintar dan cerdas. Guru sukwan pun termasuk dalam ungkapan guru pahlawan tanpa tanda jasa.

Demikian disampaikan kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Sindanghela Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Entis Sutisna, saat diminta komentar terkait kinerja para guru non PNS.

“Sebenarnya dalam melaksanakan tugas di sekolah pengabdian guru sukwan tidak ada bedanya dengan yang sudah PNS. “ungkapnya.(12/10)

Diakui Entis, selama ini peran gurun sukwan sangat dibutuhkann dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hampir di setiap sekolah, bahkan mungkin KBM pun tidak akan berjalan lancar jika disana tidak ada peran guru sukwan sebagai pendidik.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh guru sukwan yang tiada lelah untuk mengabdi dan mudah-mudahan ke depan nasib para guru sukwan ini mendapat perhatian dari pemerintah agar kesejahteraannya semakin meningkat. “kata Entis. (ANWAR WALUYO-UDI RUSWENDI)

KETUA KWARCAB PANGANDARAN LANTIK ANGGOTA SAKA ADHYASTA PEMILU

PANGANDARAN-Dalam rangka persiapan  pemilihan umum tahun 2019,  Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten pangandaran mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif melalu pembentukan saka adhyasta pemilu tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Hotel Aquarium Pangandaran.(11/10)

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Kwarcab Pangandaran, Drs. Apip Wanayadi, untuk melantik anggota saka adhyasta, bertujuan untuk menyampaikan kepada siswa-siswi yang sudah memasuki kategori pemilih pemula agar turut ambil bagian dalam pesta demokrasi 2018 dan 2019 mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, menyampaikan, para siswa siswi yang di bentuk dalam saka adhyasta pemilu  diharapkan dapat berperan aktif menjadi agen perubahan di tengah masyarakat serta bisa menyampaikan pentingnya menyalurkan hak pilihnya.

“Ini menjadi penting, karena disamping adik-adik pramuka ini berpartisipasi jadi pemilih juga   harus bisa  menyampaikan hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu pada masyarakat," kata nya.

Pembentukan Saka Adhyasta ini, lanjut Iwan, juga bertujuan sebagai bentuk partisifasi dari para pemilih pemula yang tentunya sudah mempunyai hak pilih,

“Kami berharap, nantinya seluruh anggota saka adhyasta mempunyai tanggungjawab terhadap pengawasan pemilu dalam bentuk partisipatif. “imbuh Iwan. (Tn)

JELANG MILANGKALA KE 6, PANGANDARAN BERHASIL RAIH PREDIKAT DOB TERBAIK SE-INDONESIA

Menjelang usia ke 6 yang akan diperingati tanggal 25 oktober mendatang, Kabupaten Pangandaran, dari hasil penilaian Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, kembali meraih predikat Daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia. Dengan capaian skor 93,75, Pangandaran berhasil meraih nilai teratas dari 6 DOB dengan katagori baik dan 12 DOB lainnya dengan katagori sedang.

Keenam DOB dengan katagori baik, diantaranya, Kabupaten Pangandaran (93,75), Kabupaten Musi Rawas Utara (92,00) pada ranking kedua, Kabupaten Panungkal Abab Lematang Ilir (91,50), Kabupaten Kolaka Timur (90,75) dan Kabupaten Pesisir Barat (90,25). 

Penghargaan ang diterima langsung Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari serta didampingi Sekda, Mahmud, SH, MH, Asisten Daerah dan pejabat lainnya di Solo Jawa Tengah ini pun disambut gembira seluruh pejabat yang turut hadir di Kota Solo.(11/10)

Menurut Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, tahun sebelumnya Kabupaten hanya mampu meraih skor 84,7 dengan katagori sedang.

“Kita hanya memerlukan skor 1,25 untuk mencapai 95 dengan katagori sangat baik. “terang Mahmud.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata yang kebetulan sedang berada di Jakarta, mengatakan terimakssih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras mempersebahkan yang terbaik untuk Pangandaran.

“Syukur Alhamdulillah hari ini Kabupaten Pangandaran ditetapkan menjadi DOB terbaik, “:kata Jeje.

Jeje menambahkan, sebenarnya masih banyak kekurangan dan kelemahan disana-sini, karena belum seluruhnya harapan masyarakat dan cita-cita pemekaran bisa terpenuhi. 

Tentunya ini, kata Jeje, akan menjadi spirit untuk membangun Pangandaran ke depan yang lebih baik lagi.

“Jika sekarang Pangandaran menjadi DOB terbaik itu bukan karena prestasi kami, karena semua merupakan ini kewajiban dan amanah masyarakat yang harus kami kerjakan. “kata Jeje lagi.

Jeje juga menyampaikan terimakasih pada seluruh elemen yang selama ini sudah bersama-sama membangun Pangandaran.

“Menjadi DOB yang terbaik merupakan hasil kerja semua pihak sekaligus menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat Pangandaran. “imbuhnya.

Sementara menurut anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Hj. Ijah Hartini, saat dihubungi lewat telepon celluernya mengatakan, ini menjadi kado terindah untuk seluruh masyarakat yang sebentar lagi akan merayakan milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke 6.

Ijah mengatakan, sejatinya ini bukan hanya hasil kerja pemerintah saja, tapi ini merupakan hasil sinergitas antara pemerintah dan seluruh masyarakat. 

"Ini prestasi luar biasa Prestasi yang luar biasa serta menjadi bukti kekompakan Pemda dan masyarakat dalam mewujudkan tercapainya harapan pembangunan di seluruh sektor. "tutur Ijah.

Jika hari ini Pangandaran berhasil menjadi DOB terbaik, kata Ijah, masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan pun harus benar-benar merasakan efek positif dari pembangunan itu sendiri.

“Selamat untuk pemerintahan dan seluruh warga Pangandaran, mudah-mudahan Pangandaran semakin semakin hebat selaras dengan nafas pemekaran. “ungkap Ijah. (PNews)
 

H. SURMAN: “PERLUNYA ORANGTUA MEMILIKI QUALITY TIME UNTUK KELUARGA”

H. Surman
PANGANDARAN-Ada beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah Pemkab Pangandaran daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terkait peningkatan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa. Seperti, memasukan muatan lokal menjadi muatan pembelajaran kelautan dan pariwisata dan muatan mata pelajaran tersendiri bahasa sunda pada  2 jam pelajaran per minggu.

Demikian disampaikan Sekretaris Disdikpora, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, kepada PNews di ruang kerjanya.(7/10)
“Artinya, kedua muatan pembelajaran itu dianggap perlu karena mempunyai korelasi langsung dengan keberadaan masyarakat Pangandaran. “tuturnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Dikpora, H. Surman, pihaknya kini sudah mewajibkan kepada seluruh orangtua siswa agar pada jam 18.00 hingga 20.00, mematikan tv dan android, terutamma siswa kelas VI SD.

“Kami menekankan agar para orangtua siswa membimbing anak-anaknya pada jam-jam itu, dan ini sudah disosialisasikan melalui UPTD dan sekolah-sekolah. “terang Surman.

Surman menambahkan, perlunya orangtua membimbing putra-putrinya untuk mengenal lebih dekat lingkungan keluarga, sehingga jika suatu saat sudah keluar dari pendidikan formal bisa berperilaku positif.

“Dan orangtua juga harus mempunyai quality time untuk berkumpul dengan keluarga, terutaa anak. “imbuh Surman. (hiek)

WISATA KALIJATI HILLS HARUS DIMULAI DENGAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN

SIDAMULIH-Sepertinya Pemkab Pangandaran sudah saatnya memberi perhatian lebih pada perkembangan daerah Sidamulih, baik pebangunan infrastruktur atau pengebangan wisata. Perbaikan jalan yang ada di wilayah Sidamulih bisa menjadi alternatif pengurai kemacetan disaat arus lalu lintas padat seperti pada libur idul fitri.

Dengan membuka jalan jalur Kalijati yang akan menembus langsung ke Cikohkol Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, diharapkan kemacetan yang sering terjadi akan terurai, karena jalur ini bisa untuk pintu keluar arus wisatawan. Jaraknya pun relatif lebih pendek jika dibanding antara Pangandaran-Kalipucang-Padaherang-Banjarsari dengan jalur Pangandaran Kalijati-Cikohkol Banjarsari dengan beda jarak tempuh sekitar 20-30 kilo meter.

Camat Sidamulih, Dedi Surachman, S.Sos, M.Si, ketika menemani PNews dan Tokoh Presidium, H. Yos Rosby, beberapa waktu lalu melihat ke lapangan, mengatakan, untuk tahun ini proyek lanjutan rabat beton jalan di Desa Kersaratu dari cibodas hinggai ke Muara Tiga serta  pembangunan jembatan dan rabat beton di 3 tanjakan terjal yang berada di wilayah Desa Kalijati.

Proyek pengerjaan infrastruktur ini, lanjutnya, akan dilanjutkan tahun 2019 dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Pangandaran sebesar Rp.10 milyar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Perbaikan jalan di wilayah Sidamulih sudah hampir selesai, hanya saja jika akan digunakan menjadi pintu keluar arus wisatawan perlu ada pelebaran jalan. “ungkapnya.

Selain bisa menjadi jalur alternatif, masih kata Dedi, Sidamulih pun bisa jadi pilihan varian destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Wisata Pantai yang eksotis di Desa Sukaresik dengan pesona lagunanya, goa yang berada di Desa Sidamulih, yang akan memacu adrenalin wisatawan untuk mengexplornya, wisata alam Sodong Panjang di Desa Cikalong, Wisata Mancing di Situ Cirangkong ditemani seduhan khas Kopi Srikandi, produk lokal Desa Kersaratu, ada wisata Budaya dengan kearifan lokal yang masih terpelihara dan serta wisata minat khusus di Desa Kalijati yang merupakan dataran tinggi dengan panorama alam yang luar biasa indah selepas mata memandang dengan aroma khas  udara pegunungan yang segar dengan hamparan pohon-pohon hijau yang masih asri serta jauh dari kebisingan.

“Dan saya yakin ada dampak positif yang bisa diterima masyarakat ketika jalur Kalijati ini sudah bisa dilalui wisatawan. “kata Dedi.

Hal senada dikatakan salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Pangandaran, H. Yos Rosbi. Menurutnya, banyak yang bisa ditawarkan dari potensi yang ada di Kalijati untuk dunia pariwisata.

Jika jalan tembus Pangandaran-Cikohkol Banjarsari sudah bisa dilalui kendaraan wisatawan, tentunya ini akan merubah tatanan kehidupan perekonomian masyarakat.

“Misalnya, sepanjang jalur Kalijati nantinya masyarakat bisa menjajakan hasil produksi mereka untuk dijual pada wisatawan, baik yang berkunjung ke Kalijati atau pun yang pulang melewati jalur ini. “tutur Yos.  

Terkait potensi wisata, menurut Yos, dengan melibatkan investor ke depan bisa diciptakan wisata minat khusus. Seperti, arena off road, motocross, paralayang, kereta gantung dan arung jeram  dengan memanfaatkan arus sungai.

“Tapi ini semua bisa dimulai ketika sarana transfortasinya sudah tersedia dengan baik. “imbuhnya.

Yos mengatakan, apa yang sedang dilaksanakan Pemkab Pangandaran sudah selaras dengan ruh napas pemekaran. Peningkatkan pelayanan publik, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat, perbaikan infrastruktur yang ada di desa-desa yang semuanya itu saat menjadi isyu pemekaran pertama dicetuskan menjadi harapan seluruh warga.

Kini, lanjut Yos, masyarakat sudah senang bisa menikmati pembangunan di wilayahnya masing-masing, aktivitas sosial, ekonomi dan keagamaan pun tidak lepas dari sentuhan kebijakan pemerintah daerah. Jika dulu jarak tempuh dan waktu dari pelosok yang ada di Kecamatan Langkaplancar ke Parigi memerlukan waktu tempuh yang panjang, kini dengan waktu yang relatif sebentar masyarakat sudah bisa menikmati perjalanan lancar dan singkat.

“Saat saya bertemu dengan rekan-rekan dari daerah lain rata-rata mereka mengatakan jalan-jalan di daerahnya sudah bagus semua, jadi mungkin tahun besok tinggal menyelesaikan jalan-jalan yang ada di Sidamulih. “imbuh Yos.

Disoal potensi wisata yang ada di kawasan Kalijati, Yos mengakui terobsesi dengan obyek wisata yanga ada di negeri jiran Malaysia, Genting Island. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan nuansa pegunungan, Kalijati pun bukan tidak mungkin bisa dibuka menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) sekelasnya. Sumber air yang tidak pernah mengering walau musim kemarau, kearifan lokal serta budaya masyarakatnya yang masih kental, itu salah satu modal dasar bisa dikembangkannya Kalijati menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus.

“Dan sekali lagi, semuanya itu harus diawali dengan menyediakan sarana transfortasi jalan yang bagus, apalagi dengan visi kita menjadikan Pangandaran seebagai tujuan wisata dunia. “tegasnya. (hiek)


BKPSDM PANGANDARAN BERI KEMUDAHAN PENDAFTARAN CPNS, SUKET BISA GANTIKAN STR

PARIGI- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusi (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran memberikan keringanan bagi calon peserta CPNS dari tenaga kesehatan, dalam proses pengiriman berkas lamaran dengan tidak mengharuskan untuk menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR), dan bisa hanya diganti dengan surat keterangan (suket). Karena dalam surat keterangan tersebut bisa menjelaskan bahwa STR sedang dalam proses pembuatan.

Demikian dikatakan Kasubdit Pengadaan dan Pemberhentian, Supendi, saat ditemui di ruangbkerjanya.(9/10)

Supendi mengatakan, jika nantinya calon dinyatakan lulus diterima menjadi PNS, maka yang bersangkutan wajib menyertakan STR yang asli.

“Pengalaman pada penerimaan CPNS tahun 2014, sat itu pun kami tidak mewajibkan, baru setelah dinyatakan lulus yang bersangkutan harus menyertakan STR tersebut. “jelasnya.

Menurut Supendi, kebijakan ini merupakan inisiatif dari Pemkab Pangandaran, setelah sebelumnya melakukan berbagai pertimbangan dan tidak bertentangan dengan aturan.

Sementara syarat lainya yang harus dilampirkan calon pelamar, lanjut Supendi, antara lain, KTP, Ijazah, Transkrip Nilai, Surat Lamaran yang ditujukan kepada Pemkab, Akreditasi BAN-PT dan STR.

“Untuk waktu pendaftaran secara nasional dipajukan hingga tanggal 15 Oktober 2018. “imbuhnya.

masih kata Supendi, seluruh data calon yang sudah daptar hingga tanggal 9 oktober jam 10 pagi, sudah mencapai 5.690 dengan formasi guru sebanyak 3.929, tenaga kesehatan 483 dan tenaga teknis sebanyak 1.024.

Sementara menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Agus Supriatna, SH, saat dikonfirmasi, mengatakan, jika aturan yang ditetapkan BKPSDM seperti itu, maka pihaknya akan mengikutinya, karena yang terpenting seluruh calon harus menyertakan surat keterangan sedang di proses.

“Dan dengan ketentuan setelah dinyatakan keterima yang bersangkutan harus segera menyertakan yang aslinya. “kata Agus. (PNews)




SHERIN KEZYA SISWA SD 2 KARANG UKIR PRESTASI LEWAT PUPUH WANOJA

TASIK NEWS-Prestasi bisa diraih oleh siapa saja, baik orangtua, remaja bahkan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Seperti ukiran prestasi yang sudah diraih Sherin Kezya, siswa kelas 2 SD Karang Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Sherin, begitu biasa disapa, melalui lomba pupuh wanoja sudah bisa mem,buat bangga orangtuanya dan mengharumkan nama sekolah tempat ia menuntut ilmu.

“Ini menjadi kebanggaan untuk keluarga sekolah kami. “ungkap Kepala SD 2 Karang, Dedi.(8/10)

Dedi mengatakan, walau siswanya ini menjadi juara II dalam lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan kabupaten Tasikmalaya, namun tidak mengurangi kegembiraannya karena Sherin sudah bisa menunjukan pada teman-temannya bahwa dalam ketekunan bisa menghasilkan prestasi.

“Mudah-mudahan, dengan difasilitasi pemda, dalam hal ini dinas pendidikan, semua potensi yang ada di daerah bisa terangkat. “imbuh Dedi. (ANWAR-UDI)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN