DANA BANTUAN ORMAS DI BELUM DISETUJUI PEMDA PANGANDARAN

PARIGI - Kepala Kesbangpol kabupaten Pangandaran, Solih, AP, merasa prihatin dengan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan adanya penggelapan dana untuk kegiatan pembinaan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Padahal setelah dicek bukti anggaran buat kegiatan tersebut ada bahkan kwitansi pengeluaran yang diberikan kepada perwakilan ormas yang hadir pada acara pembinaan keormasan di tahun 2016 dan 2017 lalu pun ada.

Dikatakan Solih, sesuai data yang ada di Kesbangpol, saat ini ada 43 ormas yang terdaptar dan 36 ormas yang sudah mempunya kantor kesekertariatan di Kabupaten Pangandaran.

"Setiap tahunnya jelas kami adakan kegiatan pembinaan karena ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan sekitar fungsi ormas dalam menjalankan aktifitasnya di masyarakat", ungkapnya. (26/04)

Solih juga mengungkapkan, jadi kalau ada pemberitaan adanya penggelapan dana untuk kegiatan pembinaan ormas itu tidak benar, karena saat ini belum ada anggaran untuk ormas dari APBD sesuai aturan dari Mendagri.

“Semua program dan kewajiban pemerintah daerah ini harus disahkan dulu oleh eksekutif dan legislatif", katanya.

Solih menambahkan, pihaknya saat ini sudah mengajukan anggarannya, tapi sampai saat ini belum disetujui kecuali dana untuk pembinaan, dan menurutnya, mudah-mudahan saja kedepannya bisa segera terealisasi.

"Saya juga menghimbau, untuk ormas yang sampai saat ini belum punya kantor kesekertariatan agar segera membuat kantor secretariat, karena hal ini wajib bagi semua ormas untuk penerbitan SKT ormas", tandasnya. (AGE)

H.TEDDY SONJAYA BERIKAN PEMBEKALAN UNTUK CALON PURNABHAKTI KOTA CIMAHI

PANGANDARAN-Sukses yang diraih dalam mengembangkan Usaha Menegah Kecil dan Mikro (UMKM) lewat beberapa pelatihan berkala hingga terbentuk produk ungggulan sampai pada akhirnya mempunyai sentra pemasaran terpadu “pusat oleh-oleh Pesisir Pangandaran”, semua ini tak luput dari peran serta Pemda Pangandaran.

Hal ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Indutri (kadin), H Teddy Sonjaya sebagai founder, saat  diundang  untuk  memberikan pembekalan kepada 87 orang calon purna bhakti dalam mempersiapkan masa pensiun dari masyarakat kota Cimahi, Bandung khususnya BKD Cimahi dan para purnabakti guru yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum'at (26-27 April 2018) bertempat di Horizon Palma Pangandaran dan dihadiri langsung sekda dan walikota Cimahi.

Dalam sambutannya, Teddy menyampaikan beberapa arahan terkait optimisme hidup dalam rangka menggapai cita-cita dan harapan untuk meraih impian lewat pengembangan usaha.

Menurut Teddy, tidak sedikit pegawai yang tertarik untuk bisa mengambil pensiun dini di usia yang masih muda, mereka lebih memilih mengambil kesempatan menggali potensi lewat pekerjaan yang dipilihnya.

“Menurut mereka, banyak kesempatan untuk memulai usaha baru dengan kesempatan baru serta potensi yang begitu luas", ucapnya.

Pensiun dini juga, lanjut Teddy,  memberikan peluang dan manfaat lain, seperti hemat biaya kesehatan karena tidak mengalami stres berat akibat lelah bekerja, juga karena peluang dalam pengembangan usaha begitu besar.

“Tidak salah jika usia kita sudah di atas 50 hingga 55 tahun karena usia itu untuk mempersiapan pensiun, tapi bukan berarti kita stop untuk semua usaha, stop untuk semua kebutuhan, tidak juga stop untuk kegiatan yang produktif", katanya lagi.

Teddy juga menyampaikan, mengapa ini penting untuk menghitung dana pensiun sejak dini, sebab pensiun itu memang tidak bisa dihindari. Pasalnya, pensiun itu kepastian, sebuah  keniscayaan baik siap dan tidak menghadapinya.

Yang harus disiapkan dalam memasuki masa pensiun, harus terbebas dari utang piutang, mempersiapkan perencanaan, baik dengan tabungan yang sudah disiapkan sedini mungkin dan kesiapan jaminan kesehatan.

Dalam kesempatan lain, Teddy juga memberikan sedikit paparan mengenai pasif income, hal ini wajib dimiliki setiap orang apalagi saat hari tua menjelang.
"Kita mencoba untuk bisa menyimpan dana di tempat yang bisa menghasilkan pasif Income, seperti berbisnis, membuat rumah kontrakan juga kos kosan atau menyimpan dana kita lewat deposito di bank", imbuhnya.

Jika memiliki rencana untuk pensiun dini, kata Teddy, maka satu hal yang harus dipastikan tidak ada lagi hutang atau cicilan yang memberatkan, artinya dana-dana yang dimiliki bisa digunakan sepenuhnya untuk keperluan sendiri.

Dan apabila sudah memiliki rencana yang baik setelah pensiun, maka artinya boleh untuk mengambil pensiun dini, karena waktu dan hak menjadi sepenuhnya dimilki sendiri walau sudah tidak lagi bekerja. Dan waktu yang yang dimiliki setelah pensiun hendaknya harus tetap dimanfaatkan dengan baik dan benar dengan segala potensinya. Artinya, jika ternyata uang yang dikumpulkan tersebut telah mencukupi atau malah berlebih, inilah salah satu tanda bahwa seseorang sudah pantas pensiun.

“Kita harus memastikan bahwa segala kebutuhan dan pembiayaan dapat terpenuhi sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja. “tegas Teddy.

Diakhir sambutannya, Teddy juga mengingatkan kepada semua peserta untuk tetap bisa memberikan perhatian pada masalah kesehatan.

"ingat salah satu kebutuhan yang menguras uang dalam jumlah besar adalah biaya kesehatan,  makanya jagalah kesehatan", pungkasnya. (PNews)

KADES KERTAHARJA: “MEDIA JANGAN ASAL NULIS KARENA ITU AKAN JADI OPINI PUBLIK”

CIMERAK – Sangat disayangkan, salah satu media online tidak cakap dalam membuat pemberitaan  sesuai dengan Undang-undang Pers no 40 tahun 1999, karena dinilai pemberitaannya kurang berimbang.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, H. Oman. Ia menyayangkan, pemberitaan dari salah satu media online tersebut yang asal-asalan karena  tanpa ada konfirmasi lebih dulu dalam penyajian beritanya.

 “Berita yang dimuat media online itu terkesan memojokan Desa Kertaharja, sementara saya sendiri selaku kepala desa tidak pernah diwawancarai lebih dulu, mending kalau berita itu benar",  Ujarnya.(27/4)

Dikatakan Oman, berita terkait jembatan di jalan Cibungur Dusun Jampang-Dusun Purwasari itu bukan kewenangan desa karena memang statusnya sudah menjadi jalan kabupaten", jelasnya.

Menurut Oman, yang lebih tahu kronologi  jembatan itu adalah pihak desa, dan jika saja pembangunan jembatan itu menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana desa (DD), mka jelas itu menyalahi aturan.

Sebetulnya, lanjut Oman, selaku kepala desa secara lisan atau surat, pihaknya pernah mengajukan usulan kepada pemerintah daerah melalui dinas PU agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

“Dan Alhamdulillah, usulan tersebut terpenuhi karena  jembatan tersebut rencananya akan diperbaiki tahun 2018 ini", ucapnya.

Oman juga menyampaikan kepada nara sumber yang bicara ke media tersebut hendaknya jangan asal bicara, apalagi sesama warga Kertaharja dan alangkah akan lebih baik jika ada persolan di Desa Kertaharja agar bisa datang datang menyampaikan langsung ke pihak desa untuk menanyakan kebenarannya.

“Saya juga meminta media bisa lebih cerdas tidak asal nulis karena kalau ini sudah ada di pemberitaan akan menjadi opini publik sehingga  seolah-olah saya selaku kepala desa tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat.” tegasnya. (AGE)

PRAKERIN FPIPS UPI BANDUNG BAHAS AKOMODASI, AKTIFITAS DAN AKTRASI PARIWISATA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kegiatan prakerin merupakan tugas latihan melaksanakan suatu proses kerja nyata perseorangan atau kelompok yang dilakukan mahasiswa baik di lapangan maupun di laboratorium yang ada hubungannya langsung dengan bidang keilmuan sesuai jurusan atau fakultas mahasiswa itu sendiri.

Demikian halnya yang dilaksanakan beberapa mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial (FPIPS), beberapa waktu lalu di Pangandaran.(7-9/4)

Menurut salah seorang Dosen pembimbing, Ahmad Hudaiby Galihkusumah,S.ST, MM, dalam kegiatan prakerin yang dilaksanakan selama 2 hari itu ada 3 materi yang difokuskan, antara lain, tentang akomodasi, aktifitas dan aktrasi pariwisata.

“Seluruhnya ada 67 mahasiswa yang kami bagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing satu materi yang difokuskan. “jelasnya.(9/4)

Hudaiby menambahkan, misalnya untuk kelompok yang membidangi akomodasi, ia harus menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan hotel-hotel di Pangandaran. Seperti, kapan berdirinya, bagaimana perkembangannya hingga bagaimana marketing yang dilakukan pengusaha hotel baik secara on line atau pun off line.

“Untuk kepentingan tersebut, para mahasiswa pun langsung mendatangi pihak hotel untuk memperoleh informasi yang akurat. “kata Hudaiby.

Sementara hasil dari penelitian kelompok yang membahas aktivitas, masih kata Hudaiby, yang dilakukan wisatawan, ternyata obyek wisata Pangandaran sendiri hanya dijadikan tempat untuk menginap, karena siangnya wisatawan tersebar ke beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar pangandaran, seperti Green Canyon, santirah, Pantai Batukaras, Citumang dan tempat-tempat wisata lainnya.

Lebih jauh Hudaiby mengatakan, sebagai dosen pembimbing, ia menuntut para mahasiswanya untuk berpikir akademik, analitik serta bisa komprehensif dan bekerjasama dengan pemerintah, khususnya dinas terkait.

Hudaiby juga menuturkan, salah satu yang muncul dilapangan saat di wawancara, ternyata  ada pro-kontra dari pedagang terkait relokasi. Jika dari segi keumuman destinasi wisata di dunia, pedagang di pinggir pantai itu memang tidak umum karena pantai itu benar-benar harus tertata yang akan dikomersilkan menjadi sebuah tujuan wisata, tapi proses edukasi ini harus terus berlangsung dan pemerintah. Dan menurut Hudaiby, proses penentangan ini akan berlangsung dua sampai lima tahun hingga para pedagang ini menemukan kenyamanan yang baru dalam usahanya.

“Hasil prakerin mahasiswa UPI ini nantinya akan kita seminarkan di Bandung tanggal 9 mei mendatang di Bandung. “pungkas Hudaiby. (hiek)

UPT PKM SALOPA RUTIN LAKUKAN KEGIATAN PROLANIS

TASIKNEWS- Untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien, selama satu tahun berjalan, UPT PKM Salopa melakukan kegiatan rutin pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis. 

Tiap Hari Rabu PKM Salopa rutin menggelar kegiatan Prolanis, suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Menurut salah seorang tm edukasi penyelanggaraan kegiatan pada UPT PKM Salopa, Ervin Pelani,SKep.Ns, kegiatan ini rutin diselenggarakan tiap hari rabu dengan tema berbeda.

Untuk rabu pertama kegiatan pemeriksaan, rabu kedua edukasi, penyuluhan dan pengobatan sementara hari rabu ke 3 dan ke 4 untuk kegiatan Kebugaran.

" peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 100 peserta, dengan usia rata-rata diatas 40 Tahun ." jelas Erfin. ***  ( Rusdianto / Udi.R )

MA TAROGONG GARUT GELAR PKL DI KECMATAN SALOPA TASIK

TASIKNEWS-Selama 2 Pekan ( 9-3 April 2018) 266 Murid Madrasah Aliyah ( MA ) Persis Tarogong Kabupaten Garut mengadakan kegiatan belajar di masyarakat guna melengkapi salah satu syarat kelulusan Sekolah yang tersebar 9 Desa di Kecamatan Salopa Kabupaten tasikmalaya.

Pada acara pembukaan yang dihadiri Para Kepala Desa se- Kecamatan Salopa yang dilaknakan di halaman kantor kecamatan, dalam sambutannya, Sekmat Salopa, H. Agus Syarip Hidayat,S.IP mengingatkan, selama melaksanakan kegiatan di masyarakat murid - murid bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Pelaksanaan kegiatan ini akan tentunya bisa menambah pengalaman yang akan membentuk generasi yang berkualitas serta berguna bagi Nusa dan Bangsa," ujar Agus.(9/4)

Sementara menurut Kepala MA Persis Tarogong- Garut, Aceng Syarif Mahmud, S.Pdi,  dengan diadakanya PKL diharapkan para peserta didik bisa belajar dan bersosialisasi langsung di masyarakat.

"Ini juga menjadi salah satu sarat kelulusan siswa,"terang Aceng. ***( Rusdianto/ Hermansyah)

ABRINA ZAHRA ALKARIMAH, ASAH BAKATNYA PADA AJANG O2SN

TASIKNEWS-Melihat hasil kreatifitas dari bakat melukis yang dimiliki anaknya, Sabrina Zahra Alkarimah, tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi orang tuanya, Nana dan Ai Tarliah.

Sabrina yang baru sekolah di TK BKOW pada UPT Salopa, ternyata diam-diam memiliki bakat terpendam, dan bakat tersebut terlihat pada perlombaan O2SN yang digelar beberapa waktu lalu di GDI Kecamatan Salopa.

Dengan mengikuti perlombaan yang digelar Dinas Pendidikan, seperti O2SN, menurut orangtua Sabrina, bakat anak akan terasah serta bisa menumbuhkan mental pada diri anak.

"Dengan mengikuti perlombaan seperti ini tentunya akan menambah rasa percaya pada anak dan  sebagai orang tua tentunya saya sangat mendukung hobi anak," ujar Nana.   *** ( Rusdianto )

OW CITUMANG, DI AKHIR PEKAN TETAP RAMAI DIKUNJUNGI WISATAWAN

PARIGI – Obyek Wisatawan (OW) Citumang di kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, dengan aliran airnya yang hijau bersih kembali dipadati pengunjung. (22/04)

Menurut salah seorang pengunjung asala Jakarta, Nurliana (25), ia dan keluarganya sudah empat kali datang ke Citumang.

Dikatakan Nurliana, suasana alam yang masih benar-benar alami dengan air sungai yang bersih menjadikan suasana sejuk dan romantis.

"Apalagi jika infrstruktur jalan menuju kesini sudah bagus, mungkin akan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung kesini. “ungkapnya.

Hal senada dikatakan salah seorang karyawan Perhutani yang sehari-hari bertugas di OW Citumang, Wawan, saat ini wisatawan yang datang terutama tiap hari Sabtu dan Minggu biasa biasa saja belum terjadi lonjakan.

"Beda saat memasuki libur panjang, wisatawan yang datang kesini pun bertambah. “ terangnya. (AGE)

DERMAGA DUA PALATAR GREEN CANYON JADI TEMPAT PAFORIT WISATAWAN

CIJULANG- Dermaga dua Palatar yang berada di Dusun Karangpaci Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran berfungsi menjadi salah satu tempat transit para wisatawan saat tiba ke area wisata Green Canyon. Keindahan alam yang masih terjaga dengan udara yang sejuk membuat wisatawan betah duduk berlama-lama sambil menikmati suguhan es kelapa muda yang dijajakan para pedagang diarea tersebut. Tak jauh dari dermaga, disana juga ada tempat berkemah untuk para wisatawan yang suka kegiatan adventure dan camping.

Seperti dikatakan salah seorang pemandu wisata warga Kertayasa ini, Solih (35), sebelum dibangun zeperti sekarang, disini dulunya hanya merupakan tempat para pemancing untuk menyalurkan hobinya.

"Dan setelah dibangun tahun 2017 lalu dan penataan oleh pemerintah daerah ditambah adanya warung-warung kecil penjual makanan, sekarang tempat ini semakin ramai. “ujarnya. (22/04/)

Solih mengatakan, ditempat ini juga kedepannya akan ditambah dengan beberapa fasilitas bermain yang bernuansa alam, seperti permainan yang memacu adrenalin wisatawan unjtuk meluncur dengan seutas tali, playing fox.

Solih menambahkan, ini semua tidak terlepas dari peran Pemerintahan Desa Kertayasa lewat BUMdesnya. Secara langsung atau pun tidak dermaga ini tentunya bisa memberi harapan bagi warga, antara lain, tersedianya lapangan kerja atau usaha berdagang makanan.

Dengan menambah beberapa fasilitas pendukung, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar dermaga dan lainnya, menurut Solih, dermaga ini akan lebih memberi kenyamanan pada wisatawan.

“Dan selama ini keluhan wisatawan hanya terkait sinyal jaringan telekomunikasi di sekitar dermaga kurang kuat." pungkasnya. (AGE)

KKP DORONG NELAYAN PANGANDRAN TANGKAP IKAN BERKUALITAS TINGGI

PANGANDARAN-Saat ini nelayan di Kabupaten Pangandaran sangat luar biasa, pertama mereka sudah menyadari betul hidup mereka di laut, sehingga mereka selalu saling menjaga supaya laut tidak ada yang merusak, tetap lestari dan nelayan pun mengatur itu sendiri.

Kedua, nelayan Pangandaran sudah berelompok membentuk KUD yang juga luar biasa, sehingga  putaran bisnisnya pun bagus, ini dibuktikan dengan salah satu KUD yang omzetnya sudah mencapai Rp. 80 milyar per tahun, jelas  ini suatu peran ekonomi yang berbasis masyarakat yang sangat maju.

Demikian disampaikan Direktur Jendral Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. R Sjarief Widjaya, Ph,D, Frina, saat ditemui di depan gedung Balai bengong di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang saat acara kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.(24/4)

“Dan yang ketiga, kegiatan para nelayan ini  diruning oleh ibu-ibu, ibu nelayan ini  juga tidak tinggal diam bukan hanya bapak-bapaknya ke laut tapi ibu-ibunya juga mengolah ikan hasil tangkapan tadi menjadi produk yang punya nilai jual. “ungkap  Sjarief.

Dikatakan Sjarief, kebetulan sekali Pangandaran merupakan daerah wisata sehingga disamping nelayan ke laut ibu-ibunya pun menjual hasil produknya pada wisatawan, sehingga jika dilihat, tingkat kesejahteran nelayan Pangandaran rumah dan tingkat ekonominya bagus.

“Saya mengapresiasi sekali, dan mudah-muadahan kehidupan nelayan di Pangandaran ini bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain. “kata Sjarief lagi.

Dengan bentang pantai Pangandaran sepanjang 91 km, menurutnya, sebenarnya persoalannya bukan berapa idealnya jumlah yang bisa dihasilkan, tetapi apakah dengan panjang pantai seperti itu volume ikan yang didaratkan bisa memberi kesejahteraan.

Jadi, lanjutnya lagi, pihaknya sekarang mendorong agar nelayan untuk tidak sembarang mengambil sebanyak-banyaknya tapi mengambil secara selektif ikan-ikan dangan kualitas tinggi, dan itu akan lebih cepat mensejahterakan daripada bicara volume.

Ikan kualitas tinggi dimaksud ukurannya cukup besar, misalnya bawal putih dengan harga Rp. 600-800 ribu per kg itu lebih menguntungkan daripada mengambil ikan kecil yang harganya lebih murah.

“Volumenya besar, tonasenya besar tapi harganya murah nah ini jangan kita biasakan. “jelas  Sjarief.

Kalau nelayan Pangandaran ini sudah bisa memilah ikan-ikan dengan kualitas tinggi, yang mana yang harus ditangkap dan selebihnya dia lepas, maka  rasanya sumber daya ikan tangkap di Pangandaran ini akan terjaga dan nelayannya juga akan lebih sejahtera.

“Minimalnya size ikan biasa dikonsumsi langsung itu yang paling mahal, ikan segar itu kan dikonsumsi langsung itu pasti untuk 2-3 orang, jadi antara 2-3 kg atau 1 kg itu satu angka yang maksimal. “terangnya lagi.

Kalau nelayan menangkap lebih besar lagi, 8 hingga 20 kg, menurut Sjarief, ikan tersebut sudah memasuki  matang gonad dan mereka sudah siap untuk bertelur memijah, sebaiknya ikan tersebut jangan ditangkap.

“Atau sebaliknya, ikan dengan ukuran lebih kecil, di bawah 1 kg atau 500 gram, itu juga jangan ditangkap karena dia punya potensi untuk berkembang lebih besar dan harganya lebih baik. “kata Sjarief.

Saat disoal fungsi Balai Bengong yang ada di PPI Cikidang, Sjarief menjelaskan, ini merupakan  gagasan Ibu Menteri KKP, Susi Pujiastuti. Dengan didirikannya Balai Bengong ini, ia berkeinginan agar kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai Indonesia bisa juga dirasakan nelayan yang ada di Pangandaran, oleh karena KKP ingin menyebarkan informasi sebanyak mungkin, dintaranya terkait bagaiman teknologi KJA Offshore dan teknologi kelautan lainnya di tempat ini.

Sore atau pagi hari setelah nelayan mendaratkan ikan hasil tangkapannya, para nelayan bisa berkumpul disini sambil ngopi dan lainnya, Balai Bengong akan menyampaikan informasi, seperti, berapa harga ikan, cuaca hari ini dan kemajuan teknologi. Dengan begitu semua bisa berdiskusi  yang akan didampingi langsung petugas dari KKP.

“Dan seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, PPI Cikidang yang tadinya milik Pemvrop Jabar sekarang diserahkan ke KKP sehingga kami yang akan mengelola, dan kalau kami yang mengelola otomatis perthatian KKP pun akan lebih besar dan kita mencoba ini menjadi satu centra perikanan yang hebat untuk nelayan Pangandaran. “pungkasnya. (hiek)

DIDAMPINGI SEJUMLAH MENTERI, PRESIDEN TEBAR BENIH KAKAP PUTIH DI KJA OFFSHORE PANGANDARAN JAWA BARAT

PANGANDARAN-Dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Keramba Jaring Apung (KJA) offshore bertempat di di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Selasa, 24 April 2018.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan nelkayan dan masyarakat, Presiden menyampaikan, KJA ini merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produktivitas dan membudidayakan ikan-ikan yang kini semakin sulit ditemukan.

"Dengan mengadopsi teknolgi dari Norwegia, ini pertama di Indonesia dan  diharapkan menjadi cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah dari budidaya perikanan Indonesia," kata Presiden. (24/4).

Presiden menjelaskan, KJA offshore (lepas pantai) ini merupakan sebuah proses transfer ilmu dan teknologi tentang budidaya ikan kepada para nelayan, sehingga nantinya bisa menghasilkan jumlah yang lebih banyak disbanding dengan cara konvensional.

Kepala Negara juga meminta agar para nelayan bisa mengikuti perkembangan teknologi tersebut demi kesejahteraan karena secara umum Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi perikanan nasional menjadi lebih banyak lagi.

Lalu keman akan kitabjual hasilnya, menurut Presiden, produksi ikan hasil budidaya ini bisa diekspor ke Timur Tengah, Australia, Eropa, Jepang dan Negara lainnya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, pada setiap lubang keramba ditebar bibit ikan Kakap Putih (Baramundi) yang kini sulit ditemukan nelayan setempat, pasalnya, karena salah satunya diakibatkan penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan.

"Mulai sekarang, marilah kita pakai jaring-jaring yang ramah lingkungan, jangan menggunakan ukuran kecil sehingga ikan kecil kena semua. Kalau sudah begitu, lalu anak-cucu kita nanti kehabisan ikan-ikan yang harusnya bisa dinikmati," imbuhnya.

Dengan menggunakan kapal riset dan latih Madidihang 03 milik KKP, Presiden dengan dididampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuju KJA lepas pantai untuk melakukan penebaran benih ikan kakap putih. (hiek/sumber; KKP)

KUNJUNGAN KE KJA OFFSHORE DAN PERUMAHAN NELAYAN JADI RANGKAIAN KUNJUNGAN PRESIDEN DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Setelah sebelumnya gagal melakukan perjalanan melalui udara karena terkendala cuaca buruk, akhirnya kunjungan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pun dilakukan melalui jalan darat dari kunjungannya sehari sebelumnya ke Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, presiden ke 7 Indonesia ini melakukan serangkaian kegiatan, seperti bertemu langsung para nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, melihat langsung keramba Jaring Apung (KJA) offshore di tengah laut sekitar 8 mil dari pantai dan mengunjungi perumahan nelayan di Desa Pangandaran.

Dalam pertemuan dan dialog langsung dengan para nelayan, menanggapi keinginan sejumlah nelayan terkait pengerukan di sungai Citanduy dan PPI Cikidang, Presiden yang akrab dipanggil Jokowi ini pun langsung memerintah Menteri PUPR agar segera melakukan pengerukan.

 “Tidak usah lama-lama dan dilihat dulu, langsung kerjakan. “kata presiden, yang disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir. (24/4)

Jokowi juga mengatakan, KJA offshore yang ada di Kabupaten Pangandaran  merupakan sebuah lompatan kemajuan, terobosan pertama di Indonesia yang akan menjadi cikal bakal bertambahnya produksi perikanan budi daya Indonesia.

Dengan teknologi KJA ini, lanjut Presiden, dari 1,2 juta benih ikan yang ditebar sekarang nantinya dapat menghasilkan 816 ton per tahun per unit.

"Ini sangat jauh perbedaanya dengan keramba jaring apung biasa yang hanya menghasilkan 5,4 ton per tahun per unit. “terang Jokowi.

Presiden menambahkan, KJA ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengadopsi teknologi dari Norwegia dan diperkirakan akan mampu menggenjot produksi komoditas ikan kakap putih secara signifikan

Selepas acara dengan para nelayan, dengan ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, presiden pun melakukan kunjungan langsung ke KJA untuk melihat langsung tempat pembudidayaan ikan kakap putih yang hanya ada tiga di Indonesia, antara lain di Pulau Karimunjawa  Jawa Tengah, Pulau Sabang Aceh dan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Dengan ditemani Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari serta Mentri KKP, Susi Pujiastuti, PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden pun berkesempatan melihat perumahan nelayan yang ada di Dusun Parapat Desa Pangandaran.

Saat berada di perumahan nelayan tersebut, kepada sejumlah awak media, Presiden menyampaikan,  
dari 204 unit yang sudah dibangun, ke depannya pemerintah akan menambah jumlah bangunan asal lahannya sudah tersedia.

"Nanti Pa Bupati da Pak Gubernur yang akan mencari lahannya dulu. " ungkapnya.

Dan setelah mampir di kediaman Menteri Susi Pujiastuti di Jalan Merdeka Pangandaran, Presiden pun langsung meninggalkan Pangandaran melalui penerbangan dari bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang. (ANTON AS)

AKIBAT CUACA BURUK, RATUSAN WARGA PANGANDARAN GAGAL MELIHAT IRING-IRINGAN PRESIDEN

CIJULANG - Ratusan masyarakat dan sebagian siswa sekolah berjejer memenuhi pinggir jalan antara Pangandaran – Bandara Nusawiru di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, jalur lintasn yang rencanannya akan dilewati iring-iringan rombongan Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Seluruh masyarakat penasaran ingin melihat orang nomer satu di negeri ini dalam acara kunjungan kerjanya di Kabupaten Pangandaran.

Hingga menjelang pukul 17.30, walau hujan turun, warga masih tetap setia menunggu walau sudah berjam jam menanti kedatangan persiden melintas di tempatnya.

Seperti diungkapkan salah satu warga Cijulang, Leni (35), ia rela menunggu berdiri di pinggir jalan karena keinginnannya melihat langsung wajah presiden ke 7 Indonesia.

"Saya rela menunggu karena kapan lagi saya bisa melihat orang no satu di Indonesia ini secara langsung kalau bukan sekarang", ungkapnya. (23/04)

Hal senada juga dikatakan Nanang (52) yang sejak tengah hari, rela meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan sudah berada di sekitar Bandara Nusawiru, Cijulang ddeemi keinginannya bisa melihat langsung presiden.

"Pak Jokowi kan presiden yang saya sukai, dia juga kader PDI Perjuangan sama dengan saya, makanya saya rela menunggu sejak pagi, karena ada kabar mau datang ke Pangandaran pagi sekitar pukul 09.00, namun ternyata sore hari, tapi saya tidak menyesal, saya ingin melihat secara langsung kehadiran beliau", katanya.

Menjelang malam, sekitar pukul 17.30, rupanya kedatangan presiden yang rencananya menggunakan jalur udara dan akan mendarat di bandara Nusawiru Cijulang, gagal karena kondisi cuaca yang buruk dan tidak memungkinkan untuk digunakan penerbangan.

Tapi Leni dan Nanang tetap berharap, dengan kunjungan pak Jokowi ke Pangandaran bisa lebih memberikan yang terbaik buat masyarakat Pangandaran.

"Dengan kedatangan presiden ke Pangandaran, diharapkan pemerintah pusat bisa lebih memberi perhatikan Pangandaran, khususnya sektor pertanian, perikanan juga pemberdayaan masyarakat. “, tandasnya. (AGE)

DPRD LAKUKAN UJI PETIK PEMBANGUNAN PUSKESMAS PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sejumlah anggota dari Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pangandaran yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Adang Sudirman, melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Kecamatan Pangandaran untuk melakukanj uji petik pada pembangunan Puskesmas tahun anggaran 2017.

Seperti dikatakan Adang, pihaknya hanya sebatas untuk mencocokan realisasi fisik bangunan dengan realisasi anggaran yang telah dikeluarkan.

“Apakah sama sesuai apa yang sudah disampaikan bupati pada kami. “ungkap Adang.(19/4)

Kunjungan para wakil rakyat ini pun tak disia-siakan pihak Puskesmas Pangandaran untuk menyampaikan keluhan terkait faslitas yang ada disana, seperti, laboratorium yang kurang besar/kurang memadai, ruang mayat jangan disatukan dengan gudang dan belum adanya freezer untuk perawatan mayat, garasi, dapur yang masih sempit dan antara bangunan puskesmas bagian belakang dn samping belum ada tembok pembatas dgn perumahan penduduk.

“Secara prinsip, pembangunan puskesmas harus sesuai dengan Permenkes nomer 76 tahun 1975. “ujar pihak Puskesmas. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN