2017 PEMKAB PANGANDARAN TIDAK ADA PENGERJAAN JALAN LAPEN

PARIGI - Banyaknya pembangunan infrastruktur jalan lapen (lapisan penetrasi) di Kabupaten Pangandaran tahun 2016 lalu dikeluhkan masyarakat, pasalnya tidak sedikit jalan lapen tersebut tidak bisa bertahan lama dan cepat rusak. Bahkan ada yang baru beberapa bulan setelah pengerjaaan selesai hancur lagi.

Kadis Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pangandaran,  Jaja Nurulhuda, ST, M.Dev.Plg membenarkan hal itu, menurutnya, setelah diteliti lebih lanjut pengerjaan jalan lapen cenderung cepat terjadi kerusakan karena dalam pengerjaaannya dilaksanakan sebelum bangunan kelengkapan jalan itu tersedia.

“Seperti belum adanyan TPT (tembok penahan tebing-red), plat beton dan saluran air di area jalan yang dibangun", katanya. (18/5).

Jaja yang ditemui PNews di ruang kerjanya lebih lanjut mengatakan, dengan belum tersedianya bangunan kelengkapan tersebut, saat hujan turun air akan menggerus kontruksi lapisan jalan ditambah lagi banyaknya kendaraan bertonase tinggi melintas, akibatnya jalan pun cepat rusak dan hancur.

Menurut Jaja, agar tidak terulang lagi, tahun 2017 ini  pengerjaan jalan akan memakai kontruksi  hotmiks dan rigit/beton. Alasan memakai kontruksi jalan rigit/beton, karena kontruksi ini bisa dibangun walaupun bangunan pelengkap jalan belum ada.

“Jadi di saat hujan turun pun jalan tersebut akan semakin bagus kualitasnya saat terkena air", imbuh Jaja.

Ditambahkan Jaja, untuk pengerjaan kontruksi jalan hotmiks diharapakan lapisan pondasi bawah (LPB) dalam proses pemadatannya harus lebih padat,  agar kualitas hotmiks tersebut bisa bertahan lama.

“Saya berharap para kontraktor bisa memaksimalkan hasil kerjanya, terutama dalam pengerjaan infrastruktur jalan agar masyarakat pun bisa lebih lama menikmati jalan bagus. “pungkasnya. ( AGE)

SUBHANALLOH, SEORANG BAYI LAHIR TANPA OTOT PERUT.

CIMERAK - Kadang manusia hanya bisa berencana dan berharap tapi Tuhan lah yang menentukan semua taqdir mahluknya,  seperti halnya yang dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) Satim dan Kayah warga Dusun Sirnagalih RT 07/05 Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang melahirkan anak ke tiga lahir tanpa otot perut.

"Kami hanya bisa pasrah pada yang maha kuasa, tapi kami pun akan berusaha sekuat tenaga agar bayi ini bisa normal seperti bayi pada umumnya, semoga lewat medis bisa memberikan harapan untuk anak kami", jelas Satim.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Cimerak, Aang Andi mengatakan, bayi yang bernama Aldi Herdiansyah tersebut baru lahir satu minggu lalu di RSUD Kota Banjar.

"Kondisi kesehatan bayi normal, namun secara fisik sangat menghawatirkan karena isi organ tubuh yang ada di dalam perut tidak menetap atau labil,"terang Aang.

Dengan kondisi tersebut usus bayi yang tanpa otot, lanjut Aang, posisi ususnya pun seperti tumpah, terkadang ada disebelah kanan atau sebelah kiri.

"Secara ekonomi kondisi pasutri ini kurang mampu dan kami telah melakukan upaya untuk penanganan secara medis," tambahnya.

Aang menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) untuk memproses BPJS.

Sementara menurut Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran, Ade Ajat Sudrajat, berkas untuk persyaratan pembuatan BPJS telah diserahkan ke Dinsos PMD. Dan rencananya setelah BPJS bayi tersebut keluar akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke RSUD Kota Banjar.

"Semoga saja ada penanganan khusus setelah nanti team medis melakukan pemeriksaan secara intensif", tandas Ade.  (AGE)

MASIH BANYAK JALAN DI KABUPATEN PANGANDARAN PERLU PERBAIKAN

PARIGI - Sepanjang 98,9 km berstatus jalan kabupaten di Pangandaran Jawa Barat, dalam kondisi rusak berat. Berdasarkan data Bidang Binamarga, panjang jalan kabupaten tercatat sepanjang 500,24 km.

Menurut Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Asep Sanjaya, panjang jalan aset kabupaten tahun 2017 mengalami kenaikan.

"Tahun 2016 panjang jalan kabupaten sepanjang 332,2 km, dan pada tahun 2017 ada kenaikan status jalan desa menjadi jalan kabupaten sepanjang 168,04 kilometer," terang Asep, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(17/5)

Asep menambahkan, sedangkan untuk jalan nasional tercatat sepanjang 76,056 km dan  provinsi 8,89 km.

"Lebar jalan nasional di Pangandaran rata-rata 8 meter, sementara jalan provinsi rata-rata 5-6 meter sedangkan jalan kabupaten rata-rata 3 meter-4,5 meter."terangnya lagi.

Asep menjelaskan, dari total panjang jalan 500,24 km, sepanjang 82,79 km kondisinya dalam keadaan sedang, dan 150,5 km kondisinya dalam keadaan baik.

Sementara menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurul Huda, data jalan kabupaten yang disajikan belum tuntas, karena di tahun 2017 dimungkinkan ada perubahan status dari jalan desa menjadi jalan kabupaten.

"Untuk tahun 2017 kami telah merencanakan target pembangunan jalan kabupaten sepanjang 98,276 kilometer," kata Jaja.

Total anggaran yang telah disediakan untuk perbaikan jalan tersebut, menurut Jaja, sekitar Rp 216 milyar yang dibagi menjadi 65 paket pekerjaan lelang.

"Tahun ini kami membagi menjadi dua jenis pekerjaan di antaranya rigid sepanjang 76,295 kilometer dan hotmix sepanjang 21,981 kilometer", imbuh Jaja.  (AGE)

BUPATI BUKA KAWASAN EKONOMI GRAND PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA : PEMDA “GELAR KARPET MERAH” UNTUK PARA INVESTOR…

PANGANDARAN-Untuk mewujudkan kawasan penunjang pariwisata Pangandaran, PT Pancajaya Makmur Bersama (PMB) membangun sentra ekonomi, Grand Pangandaran yang berlokasi tidak jauh dari kawasan wisata Pantai barat, tepatnya di jalan tol Pangandaran.

Sekitar 50 ruko (rumah toko) berukuran 75 m2 berdiri megah di lahan seluas 200 m2, nantinya akan menjadi pusat ekonomi penunjang dunia pariwisata Pangandaran.
Dalam sambutannya, menejer PT PMB, Alif, menyampaikan terimakasihnya atas partisipasi sehingga Grand Pangandaran bisa terwujud.
“Marilah kita bangun prduktipitas antara Pemerintah Daerah, pengguna ruko dan PT PMB. ”ungkapnya.(17/5).

Dikatakan Alif, bukan hal mudah untuk bisa mewujudkan Grand Pangandaran karena melalui berbagai rintangan, akhirnya bisa terwujud juga.

“Mari kita bersama-sama bahu membahu, agar perusahaan kami bisa berdiri tegak untuk ikut menyongsong  Pangandaran menjadi wisata yang mendunia. “kata Alif.

Hal senada dikatakan Kasubdit Kawasan Wisata Terpadu Kemeterian Pariwisata RI, Antariksa, menurutnya, saat ini sektor pariwisata terus bertransfomasi menjadi salah satu sektor ekonomi tercepat dibanding sektor lainnya.

“Sektor Pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar di atas  migas. “terangnya.

Sementara Bupati Pangandaran dalam sambutannya, atas nama Pemerintahan Kabupaten Pangandaran  menyampaikan terimakasih PT PMB sudah bisa merealisasikan salah satu penunjang wisata Pangandaran.
Menurut Jeje, kini saatnya dunia pariwisata tidak hanya mengandalkan kebijakan tangan pemerintah saja sebagi pengelola, salah satunya dibutuhkan investor untuk pengembangannya. Dan pemerintah sendiri harus siap dengan konsep-konsep kepariwisataannya.

“Kami menggelar karpet merah untuk investor yang datang ke Pangandaran. ”kata Jeje.
Dikatakan Jeje, ia akan mengintruksikan ke SKPD teknis, agar memberikan kemudahan-kemudahan kepada siapa saja yang akan berinvestasi di Pangandaran.

“Perijinannya jangan dipersulit. “tegas Jeje.

Jeje juga mengatakan, setelah dibukanya Grand Pangandaran, dengan sendirinya akan merubah imej wajah wisata Pangandaran.

“Mari kita songsong mimpi kita menjadikan wisata mendunia yang sudah di depan mata. “imbuh Jeje. (hiek)

BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN SK HET ELPIJI 3 KG, TEDI GARNIDA: “HARGA DI PENGECER MAKSIMAL Rp 20 RIBU”

PARIGI – Melalaui rapat kordinasi yang digelar antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan pengusaha gas yang ada di Pangandaran sepakat, untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3 kg sebesar Rp 16900 di kecamatan yang berjarak kurang dari 60 km dari Statsion Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dan Rp 17400 untuk kecamatan  berjarak lebih dari 60 KM.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM Dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran Drs. Tedi Garnida, MM kepada awak media usai mengikuti rapat kordinasi di aula seta Pangandaran.(16/5).

Dikatakan Tedi, untuk Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kecamatan Kalipucang HETnya Rp 16900 sedangkan Kecamatan Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Langkaplancar, Cijulang dan Kecamatan Cimerak Rp 17400.

“SPBE terdekat yang memasok gas ke Kabupaten Pangandaran dari Banjar," ungkap Tedi.

HET gas elpiji ukuran 3 kg, menurut Tedi, nantinya akan dituangkan ke dalam Surat Keputusan (SK) Bupati. dan setelah ada SK yang akan mengatur harga gas elpiji 3 kg di masyarakat,  diharapkan bagi para agen, pangkalan serta pengecer ada batasan harga jual.

Ditambahkan Tedi, dengan adanya pagu HET ini konsumen pun mempunyai kejelasan harga serta tidak akan ada lagi perbedaan harga di tiap-tiap kecamatan.

"Kami juga akan perintahkan ke setiap pangkalan, mereka wajib memasang papan pemilik pangkalan dan  alamat jelas serta mencantumkan HET," ujarnya.

Setelah diterbitkan SK Bupati, lanjut Tedi, Pemkab, agen dan  pangkalan harus bertanggung jawab untuk mengimflementasikannya karena ke depan akan dilakukan pembinaan berjenjang dan pemerintah pun akan terus memantau. Para agen harus bertanggungjawab pada harga di pangkalan dan pangkalan harus bertanggung jawab berapa harga di tingkat pengecer.

“Ini harus sistematis agar nantinya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas. “imbuh Tedi.

Lebih jauh Tedi mengatakan, HET ini berlaku hingga di tingkat pangkalan saja, karena  untuk harga di tingkat pengecer, tentunya bisa berbeda tergantung dekat atau tidaknya dengan pangkalan. Tapi pihaknya meminta kepada para pengecer agar menjual gas elpiji 3kg dengan harga maksimal Rp 20 ribu.

Dengan diberlakukannya HET tersebut, nantinya masyarakat tidak akan beralih membeli ke pangkalan. Sebab, agen dan pangkalan sudah memiliki sistem tersendiri. Kalau pun masyarakat  mau beli langsung ke pangkalan, jika jaraknya jauh, maka harus mengeluarkan ongkos sendiri.

“Dalam satu desa kan hanya ada satu pangkalan saja,"ujarnya.

Sementara menurut Kordinator Hiswana, Agus, dengan dikeluarkan SK Bupati yang akan mengatur HET gas elpiji ukuran 3 kg, diharapkan Pemkab Pangandaran dan seluruh agen bisa bersama-sama mengawasi harga sampai di tingkat pengecer.

"Di Kabupaten Pangandaran ada 9 agen, 93 pangkalan, tapi keberadaanya tidak merata sebab ada beberapa desa yang memiliki pangkalan lebih dari dua pangkalan,"terang Agus. (hiek)

JOENE IRWAN SUARSA JABAT KETUA BPC HIPMI PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA: “HIPMI Harus Profesional dan Ikuti Mekanisme..”

PANGANDARAN-Himpunan Pengusaha Muda Indinesia (HIPMI), diharapkan bisa memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah, khusus pada sektor ekonomi yang berorientasi untuk pengembangan wisata.

Demikian dikatakan Joene Irwan Suarsa, S.Ip, M.Si yang terpilih menjadi ketua BPC HIPMI  Kabupaten Pangandaran usai pelantikannya di hotel Horison Palma Pangandaran. (15/5).

“Terimakasih pada dukungan yang diberikan dan kepercayaan pada saya untuk memimpin HIPMI Pangandaran 3 tahun ke depan. “kata Irwan dalam sambutan singkatnya.

Pada sambutan berikutnya,  Ketua HIPMI Priopinsi Jawa Barat, Jodi Janitra menyampaikan, dalam acara pelantikan pengurus HIPMI Pangandaran yang dihadiri bupati dan wakil bupati membuktikan, HPMI Pangandaran akan bisa berkembang karena didukung penuh pemerintah daerah.

“Sebaliknya, HIPMI pun harus bisa berkiprah dan mendukung apa yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. “kata Jodi.

Sementara ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pangandaran, H. Teddy Sanjaya mengatakan, HIPMI harus bisa melakukan segala jenis usaha, karena sudah terbukti pangandaran mempunyai banyak potensi untuk bisa dikembangkan dari sisi ekonomi.

“Tidak salah jika Pangandaran menjadi daerah wira usaha, karena orang muda Pangandaran mempunyai jiwa Entrepreneurship. “ucap Teddy.

Masih di tempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan, hari ini berkumpul anak muda Pangandaran dalam satu wadah untuk ikut memajukan perekonomian daerah.

Dalam kurun waktu relatif singkat, menurut Jeje, pertumbuhan ekonomi masyarakat Pangandaran terus meningkat disertai juga meningkatnya daya beli masyarakat, dan tentunya semua ini harus direspon positif pula oleh pelaku ekonomi yang ada di Pangandaran. Karena tidak sedikit, lanjut Jeje lagi, program Pemerintah Daerah untuk memprotek pengusaha orang Pangandaran.

“Misalnya, kami membatasi pertumbuhan toko modern karena pemda ingin agar para pengusaha lokal bisa langsung berperan aktif. “imbuh Jeje.

Jeje pun menyampaikan, seluruh anggota HIPMI diharapkan bisa meningkatkan profesionalisme dalam melkaksanakan kegiatan usahanya.

“Semua anggota HIPMI harus profesional dan mengikuti makanisme. “tegas Jeje. (hiek)

BUPATI PANGANDARAN BUKA POPWILDA WILAYAH III JAWA BARAT.

PARIGI - Upacara pembukaan POPWILDA wilayah III Jawa Barat yang diikuti tujuh kabupaten/kota (Kabupaten Indramayu, Cirebon, kotamadya Cirebon , Kabupaten Kuningan,  Sumedang, Majalengka dan Kabupaten Pangandaran) dilaksanakan di alun-alun Parigi Kabupaten Pangandaran. (15/05).

Acara yang dipimpin Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata sebagai pembina upacara, juga dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dan beberapa pejabat lainnya di lingkup Pemkab Pangandaran.

POPWILDA wilayah III Jawa Barat ini akan berlangsung dari hari Senin tanggal 15 sampai dengan kamis 19 Mei mendatang, yang akan mempertandingkan  delapan cabang olah raga (Bola volly, Bulutangkis, Tenis Meja, Bola Basket, Tenis Lapang, Sepak Bola, Sepak Takraw dan Pencak Silat) yang akan diikuti sekitar 865 atlet.

Menurut Jeje dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat bertanding  serta bisa selalu menjaga sportifitas antar sesama atlet, Jeje menyampaikan, Kabupaten Pangandaran sebagai tempat diselenggarakan POPWILDA Jawa Barat untuk wilayah III tahun 2017, sangat bangga dan menjadi kehormatan dipercaya menjadi tuan rumah.

“Selamat datang di Kabupaten Pangandaran dan selamat bertanding, semoga seluruh peserta lomba bisa terus menjaga sportifitas pada setiap cabor yang diperlombakan. “ungkap Jeje.

Dikatakan Jeje, selamat bertanding untuk seluruh atlet  dari seluruh kontingen yang akan berlaga di POPWILDA Jawa Barat, mudah-mudahn penyelenggaraan POPWILDA di Pangandaran bisa sukses tanpa ekses.

Jeje berharap, sebagai tuan rumah, ia berharap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen dengan keramahan, tutur sapa yang baik, selalu tersenyum bila bertatap muka sebagai cerminan karakter masyarakat Pangandaran.

“Kami juga berharapa kegiatan POPWILDA ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada satu hambatan dari awal hingga akhir serta nantinya bisa memunculkan atlet-atlet berprestasi yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat di Jawa Barat. “kata Jeje. (AGE)

PEMKAB PANGANDARAN GELAR WELCOME PARTY JELANG POPWILDA JABAR 2017

PARIGI – Bertempat di aula setda Kabupaten Pangandaran, minggu malam (14/5) digelar acara welcome party dalam rangka menyambut perwakilan peserta Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah ( POPWILDA) Jawa Barat  yang diikuti tujuh kabupaten/kota, diantaranya, Kabupaten Indramayu, Cirebon, kotamadya Cirebon , Kabupaten Kuningan,  Sumedang, Majalengka dan Kabupaten Pangandaran sebagai tuan rumah. Kegiatan POPWILDA akan mempertandingkan beberapa cabang olahraga (cabor) seperti, Bola volly, Bulutangkis, Tenis Meja, Bola Basket, Tenis Lapang, Sepak Bola, Sepak Takraw dan Pencak Silat, yang akan dilaksanakan mulai senin besok (15/5) di beberapa lokasi pertandingan tiap-tiap cabor.

Bupati Pangandaran,  H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen peserta POPWILDA Jabar yang akan mulai bertanding esok hari.

"Kami ucapkan Selamat datang kepada perwakilan peserta POPWILDA dari seluruh kontingen tujuh kabupaten/kota yang telah berkenan hadir dalam acara welcome party ini. “kata Jeje.(14/5)

Dalam rangka silaturahmi jelang dimulainya POPWILDA, lanjut Jeje, Pemkab Pangandaran menyampaikan permohonan maaf  apabila dalam penyambutan ini kurang meriah. Kabupaten Pangandaran yang baru berusiai 4 tahun,  saat ini sedang giat-giatnya membangun terutama penataan kawasan wisata.

“Nanti kami akan mengajak para tamu undangan yang hadir untuk bisa mengenal dan menikmati obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran tanpa harus membeli tiket masuk alias gratis, asalkan nanti bisa mempromosikan pariwisata Pangandaran bila sudah kembali ke daerah masing-masing setelah pelaksanaan POPWILDA selesai."sambung Jeje.

Jeje juga menyampaikan,  sebagai tuan rumah POPWILDA, Pangandaran siap memberikan pelayanan terbaik selama  even berlangsung kepada semua kontingen.

Masih dalam acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pun berkesempatan memberi cinderamata kepada seluruh perwakilan peserta POPWILDA. (AGE)

BAZNAS PANGANDARAN SALURKAN ZAKAT MELALUI RTLH

MANGUNJAYA-Walau baru berumur beberapa bulan saja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangandaran sudah mampuh membuktikan keberadaannya untuk menanganai masalah zakat di Pangandaran.
BAZNAS Kabupaten Pangandaran, dengan salah satu program unggulannya, bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu ddengan anggaran bersumber dari dana terkumpul dari zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dibayar para Pegawai Negeri Sipil melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap-tiap SKPD.

Salah seorang warga Rt 16 Rw 06 Desa Sindangjaya Kdecamatan Mangunjaya, Kumdari merasa senang saat ia mengetahui rumahnya masuk dalam daptar RTLH Baznas Kabupaten Pangandaran.

“Saya sangat berterima kasih kepada baznas yang sudah memberikan bantuan untuk perbaikanb rumah saya. “ungkapnya.((12/5).

Sementara menurut Ketua Baznas Pangandaran, Drs Hendri, rumah yang dibedah merupakan rumah warga tidak mampu yang kondisinya tergolong tidak layak huni berdasarkan usulan dan data dari desa.

“Syarat utama penerima RTLH, rumah harus milik sendiri dan masuk dalam golongan warga miskin sementara kriterianya harus memenuhi syarat untuk dibantu. “jelas Hendri.

Dikatakan Hendri, program bedah rumah dari Baznas ini serentak disalurkan di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Namun tahun ini baru bisa mengusulkan 1 KK saja per kecamatannya. “jelas Hendri lagi.

Ini program pertama dari baznas ini, kata Hendri,  akan terus berjalan sesuai dengan kondisi anggaran, dan masyarakat diharapkan jangan ragu-ragu untuk membayar zakat, karena baznas akan menyalurkan zakat yang terkumpul untuk kemaslahatan umat. 

Insya Allah akan kami tasharufkan sesuai ketentuan syariat maupun perundang-undangan yang berlaku” katanya. (Toni  T)

BUPATI PANGANDARAN APRESIASI SMAN I PARIGI, LULUS 100 % DAN 34 SISWA LOLOS SNMPTN

PARIGI –Acara perpisahan kelas XII SMA Negeri I Parigi yang digelar di Gedung Olaharaga (GOR) yang dihadiri Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman dan orang tua siswa, sabtu lalu (13/5) berlangsung semarak.

Menurut Wakil Kepala SMAN I Parigi sekaligus bidang kesiswaan, Wawan Suwandi, Spd, Mpd  dalam sambutannya menyampaikan, dari jumlah 329 siswa peserta UN bisa lulus 100%. 

“Setelah dilakukan beberapa pertimbangan seluruh guru pengajar, akhirnya bisa lulus semua dan saya juga berbangga hati karena dari 60 siswa yang ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN-red) tahun 2017, 34 siswa berhasil  lolos seleksi. “ungkapnya.

Sementara Kepala SMAN I Parigi, H. Eman Hermawan dalam sambutannya berpesan agar semua siswa yang di wisuda saat ini jangan sampai melupakan para guru yang telah membimbing dan mengajar selama menimba ilmu di SMAN I Parigi.

"Yang namanya guru itu tidak ada sebutan mantan guru, jadi sampai akhir hayatnya pun tetap sebagai guru yang telah memberikan ilmu kepada kita semua" tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan rasa apresiasinya pada prestasi kelulusan serta hasil SNMPTN siswa-siswi SMAN I Parigi yang bisa menjadi kebanggaan baik almamater atau pun daerah.

"Saya sebagai Bupati Pangandaran tentunya merasa bangga dengan segala prestasi yang sudah diraih anak didik SMAN I Parigi dan yang lebih membanggakan lagi dua siswanya bisa masuk di Fakultas kedoteran Unpad", paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Jeje pun berpesan kepada seluruh orang tua siswa agar tidak cepat-cepat menikahkan anaknya dan hanya puas dengan ijazah SMA saja, tapi biarlah anak tersebut melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi untuk meraih cita-citanya.

"Pesan dari saya, para orang tua siswa jangan dulu anaknya disuruh menikah karena selain usianya masih belia, mereka pun masih punya harapan untuk bisa menggali potensi diri demi masa depannya. “kata Jeje.

Menurut Jeje, ia berharap para orang tua bisa melanjutkan anak-anaknya ke perguruan tinggi, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun negeri ini.

"Saya berharap dan memimpikan sepuluh tahun ke depan semua siswa yang saat ini diwisuda bisa memberikan yang terbaik untuk Pangandaran, lebih-lebih ada yang bisa jadi bupati, Mentri juga pejabat lainnya, seperti halnya Ibu Susi Pujiastuti yang membuat harum Pangandaran, dan salah satu kunci utama  untuk meraih sukses adalah jujur dan disiplin", imbuh Jeje. (AGE).

WARGA CIBULUH KELUHKAN ABRASI SUNGAI RANCAWUNGU

Add caption
KALIPUCANG - Warga Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berharap Pemerintahan Kabupaten Pangandaran memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, selama ini warga khawatir terjadi longsor yang diakibatkan semakin terkikisnya jalan oleh abrasi sungai tersebut, karena tidak jarang juga air sungai meluap menutupi badan jalan sehingga sarana transportasi warga pun terhambat.

Genangan air yang menutupi jalan tersebut diakibatkan saluran air yang ada disekitar jalan  tidak berfungsi maksimal. Akibatnya, sarana transportasi rusak dan roda perekonomian desa pun jadi tersendat.

“Sebenarnya hal ini sudah saya sampaikan ke pemda. “terang Kepala Desa Cibuluh, Budi Andrianto.(12/5).

Pada tahun 2015, menurut Budi, pihaknya sudah mengajukan proposal, namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemda. Proposal itu dibuat karena permintaan warganya yang khawatir jalan penghubung desa akan terputus longsor dan kikisan abrasi sungai Rancawungu.

“Saluran air sangat di butuhkan warga Dusun Cibuluh, dan kalau tidak secepatnya ditanggulangi dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian warga. “imbuh Budi.

Sebab, meurut Budi, di Rancawungu ada sekitar 25 hektar hamparan sawah petani,  karena warga desa mayoritas bermata pencaharain sebagai.

“Kami juga berharap kepada DPRD untuk mendorong pemda melalui dinas terkait agar segera memperbaiki serta merealisasikan apa yang menjadi keluhan warga. “pungkasnya.(AGE)

“BAKSO KALMUD” ALA AMIN KEPO

CIJULANG - mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama jajanan bakso, kuliner satu ini yang biasanya sangat disukai para kaum wanita. Dengan bentuknya yang bulat berbahan dasar tepung terigu dan daging  ini memang tiada duanya dan selalu menjadi makanan paforit.

Salah satunya bakso Amin Kepo, dengan sajian khasnya “bakso kalmud" ( bakso kelapa muda). Yang berbeda dari baso kalmud ini, sajian bakso dan kuahnya tersebut dimasukan ke dalam kelapa muda setelah air kelapa muda tersebut diambil untuk sajian minumannya.

Saat  PNews  mencoba bakso kalmud Amin Kepo yang berlokasi di depan Kantor Polsek Cijulang, menurut Amin kepo, awalnya ia hanya coba-coba untuk mencari inovasi baru dalam sajian baksonya.

“Eh, ternyata banyak peminatnya bahkan pembeli yang datang kesini banyak juga dari luar Cijulang. “ujarnya.(11/5)

Dikatakan Amin, sejak kreasinya yang mencapurkan gurihnya rasa bakso dalam kelapa muda, Amin pun bersyukur karena bisa kebanjiran pembeli,

“Harga satu porsi bakso kalmud dibandrol hanya Rp 20 ribu saja,  dan Alhamdulillah para konsumen bisa merasakan kepuasan setelah menyantap bakso kalmud", imbuhnya. (AGE)

DPRD DAN GMBI TANDATANGANI MOU UNTUK KEMAJUAN PANGANDARAN

PARIGI- Untuk menyikapi semakin rapuhnya nilai-nilai NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia) di negeri ini, Ormas GMBI ( Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) melakukan audens dengan DPRD Kabupaten Pangandaran yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M,Pd serta anggota komisi I dan III bertempat di ruang bamus. (10/5).

Menurut ketua GMBI Pangandaran, Nandang Suhendar, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintahan Kabupaten Pangandaran untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dinamis.

 "Sebagai generasi muda yang mempunyai rasa solidaritas pasti punya kewajiban membangun untuk mempertahankan NKRI karena NKRI merupakan harga mati. “kata Nandang.

Dengan demikian, lanjutnya, sebagai generasi penerus bangsa dan negara, khususnya anggota ormas GMBI harus mempunyai rasa solidaritas dan militansi untuk  membentuk keutuhan NKRI.

"GMBI siap berkomitmen mempertahankan Pancasila,  UUD 1945 dan Bhineka tunggal ika,  juga siap untuk memberantas paham komunisme,  Narkoba,  korupsi dan paham-paham yang akan merubah ideologi Pancasila", tegasnya.

Ditambahkan Nandang, semua elemen harus dapat membangun tali persaudaraan yang erat demi persatuan dan kesatuan sesuai motto GMBI, NKRI adalah Harga Mati.

”Artinya, sekali melangkah ke depan pantang untuk mundur dan kitapun harus berani tampil ke depan" imbuh Nandang.

Sementara menanggapi auden tersebut, Ketua DPRD, Iwan M Ridwan mengatakan, pernyataan sikap GMBI untuk bekerjasama dengan pemerintah serta untuk mempertahankan keutuhan NKRI ini sangat mengapresiasi semua.

"Saya sangat bangga dengan pernyataan sikap GMBI yang siap bersinergi dengan Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, saat ini mungkin baru satu ormas yang menyatakan sikapnya seperti ini, mudah-mudahan ke depannya sikap ini diikuti oleh ormas-ormas lainnya di Pangandaran"tandas Iwan.

Usai audens, Ketua DPRD dan GMBI pun berkesempatan menandatangi MOU kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.  (AGE)

Info Lapangan Kerja Baru, PT. JAPFA COMFEED INDONESIA. Tbk BUKA CABANG DI PANGANDARAN

CIMERAK - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agri-food terbesar dan terintegritas di Indonesia. Unit bisnis utama perusahaan ini, pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas serta pembudidayaan pertanian.

Untuk pengembangan usahanya, saat ini PT. Japfa comfeed Indonesia.tbk sedang  merintis membangunan jaringan perusahaannya di Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Sukajaya  Kecamatan Cimerak.

Salah sorang perwakilan PT. Japfa comfeed Indonesia.tbk wilayah selatan, Syamsul (45) , menjelaskan, perusahaannya akan menempati lahan seluas 32 hektar, dan direncanakan untuk  kandang ayam dengan ukuran 14m x 120m sebanyak 32 di lahan seluas 6 hektar, dan sisanya akan dibuat lahan penghijauan disekitar bangunan kandang sehingga nantinya lingkungan sekitar kandang pun akan terlihat hijau dan asri.

"Proyek pembangunan ini mudah mudahan bisa selesai akhir tahun 2017 ini,  paling tidak pembangunan kandang ayam tahun ini minimal dua bangunan kandang bisa diselesaikan", terang Syamsul.(06/05)

Menurut Syamsul, keunggulan dari perusahaan ini meliputi integrasi vertikal dan skala ekonomi, artinya, perusahaan menjalin hubungan baik antara operasional yang dilakukan di hulu dengan hilir.

“Dengan dijaganya hubungan tersebut maka akan terjamin kualitas produk yang unggul di samping itu dengan skala ekonomi, Japfa pun menawarkan produk-produk dengan biaya yang terjangkau bagi konsumen Indonesia", tambah Syamsul.

Dikatakan Syamsul, PT. Japfa merupakan penghasil domestik DOC ayam broiler, ayam layer dan pullet terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan lebih dari 80 fasilitas pembibitan dan penetasan DOC yang tersebar di wilayah tanah air.

Disoal rekrutmen tenaga kerja, menurut Syamsul, PT. Japfa comfeed, 80 % pegawainya tentu akan memakai tenaga kerja asli daerah.

“Dan sekitar 20% tenaga ahlinya kami bawa dari kantor pusat. ", jelas Syamsul. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN