SPBU DEKAT SEKOLAH DAN RSUD, LAYAKKAH ?

PANGANDARAN-Pembangunan SPBU di Jalan Merdeka depan SMA Muhammdiyah Pangandaran dinilai tidak layak. Pasalnya, selain tempat tersebut dekat dengan rencanapembangunan Rumah Sakit umum Daerah juga dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah. Hal tersebut bisa membahayakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Demikian dikatakan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi Nasdem, Ruspandi. Menurutnya seharusnya pembangunan SPBU terserbut jaraknya 1km atau lebih dari pemukiman warga dan fasilitas umum.

“Polusi yang ditimbulkan dari bahan bakar tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan, apalagi nantinya dekat SPBU tersebut akan dibangun  RSUD. “kata Ruspnadi.(1/11).

Menurut Ruspandi, Pemkab Pangandaran seharusnya lebih mementingkan kepentingan umum karena jika memang rencana pembangunan RSUD jadi disana, menurut Ruspandi, itu akan menimbulkan efek tidak baik untuk pasien yang sedang dirawat.

Ditambahkan Ruspandi, untuk rekayasa arus lalu-lintas pun menurut Ruspendi, di jalan tersebut akan terjadi kemacetan dengan kendaraan yang akan keluar masuk SPBU.

“Itu kan jalan utama, pasti pada saat-saat tertentu  akan terjadi macet. “imbuh Ruspendi.

Ruspandi juga mengatakan, jika persoalan perijinan melalui BKPRD (Badan Kordinasi Penataan Ruang Daerah) sudah ditempuh, hendaknya pemda juga bisa melihat dari sisi estetika kota dan kepatutan, walau itu bukan peraturan.

“Saya termasuk yang merasa heran, jika Dinas Kesehatan dan BPLH di BKPRD ikut  merekomendasi ijin SPBU ini. “kata Ruspandi. (hiek).

MAPOLRES CIAMIS DAN PUSLABFOR MABES POLRI GEREBEK GUDANG PEMBUATAN SABU DI PANGANDARAN

PANGANDARAN - Satnarkoba Polres Ciamis bersama puslabfor Mabes Polri berhasil menggerebek sebuah tempat kos- kosan yang dijadikan gudang pembuatan sabu di Kabupaten pangandaran  jawa barat. Ironisnya, lokasi kosan tersebut jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Mapolsek Pangandaran. selain mengamankan tersangka yang merupakan pasangan suami istri, petugas juga menyita beberapa jenis bahan sabu lengkap dengan peralatan untuk meracik barang haram tersebut.

Penggerebegantersebut dilakukan setelah sebelumnya melakukan pengintaian, dan setelah diyakini tempat kosan di DusunKarangsari Desa Pananjung Kecamatan Oangandaran tersebut memang dihuni tersangka pembutan narkoba, Polri pun langsung menggerebek penghuni kosan serta barang buktinya.

Dalam penyergapan tersebut, dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri, Indra meldi asal Karang putih Lubuk Kilangan- Padang dan Anggun Wahyunita warga Karanganyar Sawah Besar Jakarta langsung digelandang untuk diperiksa lebih jauh.

Menurut keterangan polisi,saat penggerebegan tersebut keduanya sedang meracik bahan baku  sabu. Polisi pun langusng menggeledah seluruh sudut ruangan kamar kosan yang diketahui baru tiga bulan disewa oleh kedua tersangka.

Puslabfor Mabes Polri memastikan, jika bahan bahan tersebut, positif merupakan bahan baku berupa cairan untuk membuat sabu.

Kini kedua tersangka berikut sejumlah barang bukti yang diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah langsung diamankan ke Mapolres Ciamis.

Saat ini Satnarkoba Polres Ciamis masih terus mengembangkan kasus tersebut, untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih besar.

Sementara pemilik kosan, Endin Haerudin mengatakan, kedua tersangka baru tiga bulan menghuni kamar kosan tersebut, keduanya dikenal sebagai penghuni kosan yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan warga lainnya, sehingga ia pun kaget ketika satuan Reserse Narkoba Polres Ciamis bersama Puslabfor Mabes Polri menggerebek tempat kosan miliknya. (AGE).

JELANG LIBURAN NATAL DAN TAHUN, JEMBATAN MADASARI SIAP HUBUNGKAN PANTAI BATUKARAS DAN MANDASARI

CIMERAK - Jembatan Madasari di Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, salah satu fasilitas  yang mengghubungkan obyek wisata Batukaras dan Madasari sebentar lagi akan segera bisa dinikmati sebagai jalur pariwisata. Pembangunan jembatan tersebut sampai saat ini sudah mencapai 80% dengan menghabiskan anggaran  sekitar Rp.2 milyar dari Dana AlokasiKhusus (DAK) lanjutan tahun 2016.

Salah seorang warga Dusun Madasari, Uhan (58) menyambut positif dengan dibangunnya jembatan Madasari sebagai akses wisata di daerahnya.

"Kami atas nama warga Madasari sangat gembira dengan dibangun nya jembatan ini, sekarang sudah masuk pada tahap penyelesaian", ungkapnya.

Uhen (46), sebagai pelaksana proyek menjelaskan, pembangunan ini ia kerjakan dengan sangat hati hati, karena, menurutnya, ia harus tahu pasang surut air laut terutama pada saat pembuatan pondasi jembatan.

“Karena kami pernah mengalami kerugian saat pertama mulai pengerjaan, saat itu kami begitu tergesa gesa saat pengerukan pasir sungai dengan menggunakan alat berat hingga menghabiskan buaya Rp. 15 juta, tapi keesokan harinya pasir yang sudah dikeruk rata lagi seperti semula" katanya.

Uhen menambahkan, pengerjaan proyek ini mudah-mudahan bisa selesai sebelum kelender kerja  habis.

“Kamiberusaha untuk professional dan maksimal karena jembatan ini harus bisa terpakai libur natal dan tahun baru 2017. “ tandasnya. (AGE).

KONVOI DUMP TRUCK AKIBATKAN JALUR PANGLESERAN-GUNUNGKELIR RUSAK PARAH

PARIGI-Jalur jalan Pangleseran – Gunungkelir merupakan Jalan Kabupaten Pangandaran yang menghubungkan Kecamatan Parigi dan Langkaplancar kini kondisinya telah rusak kembali. Apalagi dibeberapa ruas jalan, seperti di blok Cikadu Desa Cintaratu, Guha Lalay, Gemyang, Jumleng dan Mulyasari Desa Jadimulya kondisinya rusak berat, dengan kondisi jalan bergelombang, aspalnya pun hancur berganti dengan tanah kapur yang becek berkubang air saat hujan turun.

Seperti dikatakan penduduk setempat, Hendar (36), kerusakan jalan ini karena  beban kendaraan yang melintas dijalan terebut melebihi kekuatan kontruksi jalan yang dipijaknya termasuk juga mungkin drainasedi pinggir jalan yang tidak memadai.

“Kerusakan jalan ini di samping kualitas pengerjaan kontruksinya yang memang buruk,  juga disebabkan iring-iringan belasan angkutan dump truk pengankut matrial batu, split, pasir dan material lainya. “ungkap Hendara.(26/11).

Hendar menambahkan, tidak jarang truk-truk tersebut melintas dengan muatan alat berat milik perusahaan yang sedang melaksanakan pekerjaan di daerah Cimanggu, Karangkamiri dan sekitarnya.

“Bulan oktober hingga nopember, hampir setiap siang dan malam truk tersebut berlalulalang dan  diperparah lagi pada saat itu kondisi cuaca sedang terus menerus diguyur hujan yang cukup deras. “ungkapnya lagi.

Hal  senada dikatakan seorang ibu rumah tangga (57) warga Cintakarya-Cintaratu Kecamatan Parigi, kalau pada bulan oktober hingga pertengahan bulan nopember kemarin memang sepanjang siang dan malam banyak konvoi  kendaraan proyek yang melintas dijalan depan rumahnya.

Dump Truk double yang mengangkut kayu dengan muatan penuh ditumpuk satu meter melebihi kalasori yang  sehingga tidak heran jika jalan ini cepat rusak. “terangnya.  (ODS)

KURANGNYA INFORMASI JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN, MASIH BANYAK WISATAWAN PANGANDARAN GUNAKAN JALUR CIKATOMAS

PANGANDARAN-Walau tidak sepadat hari-hari biasanya di akhir pekan, pangunjung yang datang untuk berwisata ke Pangandaran kini mulai berdatangan.

Wisatawan yang lebih banyak menggunakan mobil kecil dan speda motor, menjelang malam mulai memasuki toll gate Pantai Pangandaran.

“Sejak dari Tasikmalaya, sepanjang jalan hujan terus mengguyur hingga memasuki gerbang Pangandaran. “ujar salah seorang pengunjung asal Sumedang yang datang dengan rombongannya menggunakan speda motor.(26/11).

Sementara wisatawan asal Cianjur, Toni (45) mengatakan, ia yang datang dengan 10 mobil masuk ke Pangandaran lewat Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami baca di media sosial, katanya jembatan Ciputrapinggan Pangandaran ambruk lagi jadi kami pun lewat rute Salopa Cikatomas“terang Toni.

Menurut salah seorang petugas pariwisata, memang masih banyak pengunjung yang menggunakan jalur Cikatomas karena mendengar berita jembatan amblas lagi.

“Biasanya tanggal tua juga memang berpengaruh pada arus kunjungan, atau mungkin sekalian saja pikniknya nangti saja menunggu libur sekolah tanggal 10 desember. “ujarnya. 

Sementara seperti diketahui, walau jembatan sementara Ciputrapuinggan kemarin (24/11) ambruk lagi, tapi untuk kendaraan kecil masih bisa dan aman untuk melewati jembatan tersebut. Sementara, untuk kendaraan sejenis bus bisa lewat jembatan yang satunya lagi walau harus antri karena rekayasa lalulintas memberlakukan buka tutup.(hiek)

IWAN M RIDWAN : “PERENCANAAN JEMBATAN BAILEY CIPUTRAPINGGAN GAGAL. “

PANGANDARAN-Masyakat pangandaran sangat gembira ketika mendengar jembatan Ciputrapinggan dinyatakan selesai dikerjakan dan sudah bisa dilalui. Harapan pulihnya ekonomi mayarakat  yang beberapa bulan ini terpuruk karena sangat bergantung kepada kunjungan wisatawan pun tumbuh kembali.

Namun belum genap 24 jam sejak  diresmikan, salah satu pilar bronjong penyangga jembatan bailey Ciputrapinggan ambruk lagi diterjang air bah arus sungai Ciputrapinggan. Dan saat ini terpaksa arus lalulintas untuk sementara ditutup dan dialihkan ke jembatan bailey satu lagi dengan sistem buka tutup.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd tidak mampu menyembunyikan kekesalannya. Hal tersebut diungkapkan Iwan dalam acara pembinaan Karang Taruna se-Kabupaten Pangandaran di Hotel Pantai Indah Pantai Timur Pangandaran sebagai Ketua Majlis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT). (24/11).

“Saya sungguh kecewa. “ungkapnya.

Menurut Iwan, secara pribadi dirinya menerima hal ini sebagai takdir dari yang maha kuasa, namun dirinya mengaku  kecewa dengan gagalnya perencanaan dan pengerjaan jembatan sementara tersebut.

“Dalam hal ini mungkin kontraktor tidak bersalah karena telah bekerja seuai dengan perencanaan. “kata Iwan lagi. (ODS)

JALALUDIN, S.AG. : FRAKSI PKB APRESIASI SIKAP POLITIK PAN

PARIGI-Perihal penolakan Fraksi PAN DPRD Kabupaten Pangandaran terhadap Nota Keuangan / RAPBD  tahun anggaran 2017 (13/11), Ketua Fraksi PKB, Jalaludin S.Ag menolak untuk memberikan pernyataan. Menurutnya, hal itu tidak elok dikomentari karena berkaitan dengan rumah tanga partai lain. Namun Jalaludin mengafresiasi sikap  yang dilakukan fraksi PAN.

“Ini bisa jadi momen sebagai babak baru pendewasaan politik di Kabupaten Pangandaran. “ Kata Jalaludin. (15/11).  

Dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan kewajibanya sebagai wakil rakyat, menurut jalulidin,   semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan pada rakyat,  jangan sampai keberadaan DPRD dianggap hanyalah sebagai institusi “mandul”atau lembaga pelengkap pemerintahan saja.

“DPRD harus berfungsi sebagai alat kontrol untuk kemaslahatan dan kepentingan  masyarakat. “imbuhnya.

Menurut Jalaludin yang ditemui PNew di sekretariat DPC PKB Kabupaten Pangandaran, sikap F-PKB sangat jelas, sejak dari pembahasan draf KUA PPAS yang disampaikan eksekutif bulan juli lalu, kemudian karena ditetapkannya perda tentang organisasi perangkat daerah (OPD) kemudian diadakan revisi penyesuaian. Tapi saat itu eksekutif tidak memberikan informasi yang jelas tentang RKU anggaran sampai menjelang paripurna nota kesepakatan.

“Waktu itu pemda tidak memberikan hasil refisi KUA PPAS, oleh karenanya tidak mungkin kami harus menyepakati KUA PPAS yang secara detil belum kami analisa. “terang Jalaudin.

Adapun penolakan terhadap RAPBD 2017, menurutnya, karena ternyata postur APBD tidak melakukan skala prioritas di beberapa kegiatan lanjutan yang di anggaran perubahan 2016 oleh evaluasi Gubernur Jawa Barat dipertanyakan tetapi masih tetap dipaksakan akan dilaksanakan pada tahun 2017 tanpa melakukan kajian ulang sebagaimana yang disarankan gubernur.

“Dan yang juga  tidak kalah pentingnya, RAPBD tahun 2017 belum mengakomodir usulan-usulan masyarakat yang diantaranya usulan yang disampaikan DPRD yang diserap dari reses. “imbuhnya.

Jalaludin menambahkan, pihaknya tidak menolak program tetapi ia berharap segala sesuatunya harus berjalan seuai dengan mekanisme yang berlaku memenuhi aturan  termasuk ketentuan yuridis demi kemanan semua fihak. (ODS).

APPOI SIAP PENUHI KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK DI KABUPATEN PANGANDARAN.

CIMERAK - Pupuk merupakan kebutuhan para petani untuk meningkatkan hasil dan kualitas  pertanian. Saat ini  banyak petani yang menggunakan pupuk kimia, padahal hal tersebut bisa berdampak terhadap  rusaknya lahan.

Guna memelihara lahan pertanian sehingga terus produktif dan tidak rusak, petani sebaiknya beralih dengan mengunakan pupuk organik. Selain biaya murah juga dapat memelihara unsur hara tanah.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengrajin Pupuk Organik Indonesia (APPOI) Kabupaten Pangandaran dibawah naungan KTNA kabupaten Pangandaran, Dadang Suherman.

Disampaikan Dadang, setiap tahunnya produksi pupuk organik yang bisa dihasilkan APPOI mencapai 200 ton. Menurutnya, ia memiliki harapan besar untuk bisa memproduksi 1000 ton pertahunnya.

"Jika produksi kami bisa mencapai 1000 ton pertahun, maka kami bisa memenuhi permintaan pasar khususnya di Kabupaten Pangandaran.”terangnya.

Ditambahkan Dadang, pembuatan pupuk organik diproduksinya yang memanfaatkan sampah organik, bahan - bahan tersebut diolah dengan cara  fermentasi bakteri. Ini juga sekaligus ikut mensukseskan program pemerintah khususnya dalam memerangi sampah.

"Hasil demplot, dari 1 hektar sawah bisa menghasilkan 9,5 ton padi, dengan  perbandingan jika memakai pupuk kimia hanya menghasilkan 4,5 ton padi/hektarnya" terang Dadang.

Dadang, yang merupakan salah seorang warga Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran merasa heran, kenbapa selama ini kebutuhan pupuk di kabupaten Pangandaran
harus dari daerah lain.

“Saya berharap kedepannya, kebutuhan petani pada pupuk organik, bisa menggunakan produk kami, produk daerah sendiri. “ kata Dadang. (AGE).







HUT PGRI DI LANGKAPLANCAR, GURU-GURU BERIKAN SANTUNAN

LANGKAPLANCAR-Ratusan guru se-Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dan siswa SD, SLTP dan SLTA hari jumat kemarin (25/11) melaksanakan upacara  HUT PGRI ke 71 tahun 2016 bertempat di lapang komplek kecamatan Langkaplancar. Dengan kondisi lapang yang becek karena hampir setiap hari wilayah Langkaplancar terus menerus diguyur hujan, namun demikian upacara HUT PGRI berjalan hidmat.

Dalam sambutannya,Ketua PGRI Kecamatan Langkaplancar, Didi Sudiaman S.Pd, memberikan apresiasi untuk seluruh stakeholder pendidikan, karena dengan antusias dan dukungan teman se-profesinya bisa melaksanakan upacara untuk memperingati HUT PGRI di Kecamatan Langkaplancar.

“Kami berterimakasih untuk panitia penyelenggara, paskibraka SMAN 1 dan seluruh siswa peserta upacara, dengan kondisi lapang yang becek dan mengotori pakaian tapi upacara bisa berjalan tertib dab hidmat. “ungkap Didi.

Menurut Didi, kegiatan HUT PGRI ini juga dilnajutkan dengan rankaian acara lainnya, seperti  hari sabtu (26/11) dilanjutkan dengan berbagai lomba, seperti jalan santai, pemberian santunan kepada guru purna bhakti dan Guru yang terkena musibah bencana alam, 

“Hal ini dilakukan semata-mata untuk Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Kata Didi lagi.

Didi yang juga Kepala Sekolah di salah satu SD di Kecamatan Langkaplancar ini berharap, dengan semangat HUT PGRI yang ke 71 tahun, diharapkan guru semakin sejahtera, meningkat dalam pengabdian dan semakin profesional.

Hal senada dikatakan Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Langkaplancar, Yoyo Heryadi, S.Pd, pihaknya sangat bersimpati pada gerakan kepedulian guru-guru dengan tanpa diperintahkan, seluruh guru dengan sukarela mengumpulkan sejumlah uang untuk disumbangkan kepada anak-anak Pakibraka.

“Ini gerakan positif, dan bisa menjadi teladan. “ungkap Yoyo. (ODS)

SATGAS JAGA LEBUR SIAP BERIKAN RASA AMAN WISATAWAN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Bertempat di pantai barat, Bupati-Wakil Bupati, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang hadari menutup pelatihan peserta Satgas Pengamanan Pantai Jaga Lembur Pangandaran yang diikuti 100 orang peserta yang dikomandani, Nanang Sanudin.(25/11). Hadir dalam acara tersebut, Sekda Mahmud, SH, MH, Asda I dan II, TNI AL, Koramil, Polsek, Pol PP dan unsur Pemerintahan lainnya Pemkab Pangandaran.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, bertepatan dengan hari jum’at yang menurut kepercayaan umat islam sebagai hari yang suci, pelatihan Satgas Pengamanan Pantai Jaga Lembur Pangandaran resmi ditutup.

“Banyak harapan dan tanggungjawab ada di pundak anda untuk kepentingan masyarakat pangandaran. “tutur Jeje.(25/11).

Dengan legalitas SK Bupati Nomor 304/Kpts.419-Huk.Org/2016, menurut Jeje, diharapkan kehadiran Satgas Jaga Lembur bisa menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam penataan periwisata, sehingga Pangandaran sebagai wisata mendunia bisa  terwujud.

“Berupaya agar wisatawan bisa betah saat datang ke pangandaran merupakan salah satu tugas anda, dan Satgas Jaga lembur pun harus bisa menjadi contoh baik untuk seluruh pelaku wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. “imbuh Jeje.

Satgas Jaga Lembur juga harus bisa menjadi motor penggerak masyarakat, merubah main set masyarakat menjadi masyarakat wisata yang nantinya akan bersinergi dengan pemerintah.

“Untuk menjadi wisata dunia, salah satunya harus didukung dengan kondisi yang nyaman, aman dan penataan wisata yang tertata rapih. “Kata Jeje.

Kepada awak media, Jeje juga mengatakan, Satgas Jaga Lembur nantinya akan selalu kordinasi dengan pemerintah melalui Pol PP dan wilayah kerjanya mencakup seluruh obyek wisata se-Kabupaten Pangandaran.

“Untuk sementara ini, kesejahteraan anggota Satgas Jaga Lembur masih ditanggung APBD.” Terang Jeje. (hiek)




HASIL PENELITIAN, DI DESA KERTAHARJA CIMERAK ADA POTENSI EMAS

CIMERAK- Sejak masa penjajahan dulu sudah tersiar kabar adanya harta karun diwilayah selatan Jawa Barat, hanya saja waktu itu beberapa orang saja yang tahu keberadaan pirit/emas muda yang tersimpan di Kecamatan Cimerak. Dan itu terbukti pada masa penjajahan dulu dengan adanya jalur jalan kereta api sampai ke arah selatan, tepatnya di Kecamatan Cijulang terdapat stasiun terakhir nya. Dan sangat tidak mungkin jika waktu dibangun jalur kereta api oleh penjajah dulu bila di wilayah selatan jabar  ini tidak ada tujuan.

"Batu pirit atau emas muda yang ada di wilayah Kecamatan Cimerak ini sebagai bahan dasar emas sama dengan batu pirit yang ada.di PT.Preefort, Irian Jaya" kata Abdul Gofar yang biasa dipanggil Opang.(25/11).

H. Opang menambahkan, informasi tentang batu bahan emas ini ia peroleh dari temannya yang bekerja di PT.Preefort Irian Jaya.

Opang jga mengatakan,  dulu semasa ia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Ciamis pernah  mengusulkan dan menginformasikan hal ini, karena sudah jelas berdasar Uga/siloka sepuh Kacijulangan, adanya harta karun di wilayah Kabupaten Ciamis (sebelum pemelaran).

Hal senada dikatakan Kepala Desa Kertahraja Kecamatan Cimerak, H.Oman Rohman, sebenarnya di desanya, tepatnya di Dusun Jampang, Dusun Cikondang dan Dusun Purwasari terdapat potensi mineral emas.

“Hanya saja potensi ini samapai sekarang belum diketahui Pemkab Pangandaran. “ungkap Oman.(25/11)/

Oman juga menungkapkan, pembuktian adanya kandungan emas di desanya itu, waktu itu  pernah ada penelitian oleh perusahaan dari Jakarta.  Dan menurut hasil penelitian perusahaan tersebut menyatakan di beberapa area di Desa Kertaharja ada gurat emas.

“Namun saat itu ijin pertambangannya tidak keluar, makanya kami berharap bisa secepatnya dilakukan penelitian ulang oleh Pemkab Pangandaran, “ imbuhnya.

Konon, menurut cerita para orang tua di desanya, lanjut Oman, suatu saat nanti Desa Kertaharja akan sejahtera dan akan menjadi desa pertambangan emas, dari dulu cerita tersebut sudah lama berkembang di masyarakat.

"Semoga semua cerita orang tua dahulu tersebut akan menjadi kenyataan" pungkas Oman. (AGE).

BUPATI KECEWA, BELUM 24 JAM RESMI DIBUKA JEMBATAN BAILEY CIPUTRAPINGGAN AMBRUK LAGI

PANGANDARAN-Baru satu malam  diresmikan, pilar satu jembatan bailey Ciputrapinggan, Kabupaten pangandaran, sekitar jam 23.30 WIB tadi malam (rabu 23/11) bronjong batu penahan besi jembatan sementara dengan rnilai sekitar Rp. 900 juta ini kembali ambruk dihantam arus sungai karena hujan deras tadi malam.

Menurut Kepala Bidang Perhubungan Dinas PU Hubkominfo Kabupaten Pangandaran, Darma Widjaya, saat hujan lebat disertai angin dan halilintar mengguyur wilayah Pangandaran, tiba-tiba bronjong batu penyangga jembatan di bagian tengah ambruk.

“Saat terjadi, kebetulan ada kendaraan jenis avanza sedang melintas, untungnya tidak ada terjadi apa-apa pada kendaraan tersebut. “ungkap Darma.

Untuk antisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan, menurut darma, sekira pukul 02.00 WIB kamis dini hari, terpaksa arus lalin untuk sementara ditutup dan dialihkan ke jembatan bailey satu lagi dengan sistem buka tutup," ungkapnya lagi.(24/11)

Setelah menerima laporan tersebut, keesokan harinya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari pun langsung melakukan rapat teknis di Rumah Dinas Bupati di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, dan dilanjutkan di kantor Dinas PU Hubkominfo di Pangandaran untuk membahas penaganan jembatan tersebut. Dalam raopat tersbut hadir Ketua DPRD, Iwan  M Ridwan, S.Pd, M.Pd yang didampingi oleh Ketua Komisi III DPTD Bidang Pembangunan Wowo Kustiwa.

Menurut keterangan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari,  malam tadi air sungai Ciputrapiunggan meluap lebih tinggi 1 meter dari banjir bandang sebelumnya dengan disertai  material kayu dan bamboo yang langsung menabrak pilar jembatan.

"Setelah ini, untuk mengatasi hal tersebut kami akan melakukan rapat tehnik dahulu. Karena menurut pemborong yang mengerjakan jembatan tersebut, jika dilihat dari kondisi jembatan masih bisa dilalui kendaraan kecil dan roda dua. “Kata Adang.

Ditemui di saat melihat kondisi jembatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewanya. Karena baru kemarin pagi, dengan dihadiri ribuan warga untuk ikut berdoa’ memanjatkan rasa syukur karena pembangunan jembatan sementara sudah selesai, tapi berselang sampai 24 jam, bronjong batu di bawah jembatan sudah ambruk lagi.

“Kalau kecewa, mungkin ya. Tapi kalau marah..enggalah..saya engga marah, kalau marah-marah nanti malah jadi cepat tua.. Menurut Jeje, kalau punmarah belum tentu bisa mengatasi keadaan. ”ungkap Jeje.(24/11).
Masih kata Jeje, ia tegaskan pada pemborong, apakah ini bisa diatasi ? kalau bisa katakan bisa dan kalau tidak katakan tidak bisa.

“Tapi kata mereka (pemborong-red), ini bisa diatasi. Dan saya katakan, kalau bisa diperbaiki, segera perbaiki. ”tegas Jeje.

Di tempat yang sama, pimpinan CV. Prima, Erwin Herdiawan mengatakan, kalau ingin kuat harus dibangun permanen seperti penyangga pada jembatan lama.  Dan menurut Erwin, semula ia memprediksi banjir bandang yang terjadi beberapa minggu lalu siklusnya 10 tahun.

“Prediksi saya, banjir bandang tersebut akan terjadi lagi 10 tahun ke depan, tapi ternyata prediksi saya meleset. “Kata Erwin.

Erwin juga mengatakan, untuk perbaikan pondasi batu yang ambruk tersebut  diperlukan waktu 10 hari,

“Mulai senin depan, selama 5 hari perbaikan jembatan ini akan ditutup dulu. “terang Erwin. (hiek).





SISWA SMPN 1 MANGUNJAYA MENINGGAL SAAT JALAN SANTAI HUT PGRI KE 71

MANGUNJAYA-Jalan sehat tidak selamanya tubuh menjadikan sehat dan bugar. Hal ini terjadi di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, saat diadakan lomba gerak jalan santai dalam rangka hari ulang tahun PGRI yang ke 71 tingkat kecamatan. Salah satu peserta jalan santai meninggal saat mengikuti acara tersebut.(23/11).

Ika Riska, siswi kelas 9F SLTPN 1 Mangunjaya putri dari pasangan Darsuh dan Nia warga Dusun Cibeureum Desa Cibogo Kecamatan  Padaherang meninggal saat mengikuti lomba jalan santai yang di gelar di sekitar  jalan Mangunjaya.

Menurut Devi, teman satu kelasnya, Ika dan rekan-rekannya berangkat dari sekolah jam 9.00, sekitar 500 meter selepas dari garis star,  Ika jatuh pinsan dan langsung dibawa ke Mitra Sehat untuk diberi pertolongan pertama. Tapi malang, sekitar jam 10.00,  setelah diperiksa ternyata nyawa Ika tidak bisa tertolong.

 Pihak SLTPN 1 Mangunjaya membenarkan salah seorang siswanya meningggal saat mengikuti jakan santai HUT PGRI. Menurut pihak sekolah, Ika merupakan siswa yang sangat aktif dan selalu ikut pada setiap kegiatan sekolah.

“Saat mendengar berita tersebut kami sangat kaget, lantas kami pun memberitahukan pada orang tuanya. ”kata salah seorang guru.(TONI  T).


HARI INI JEMBATAN SEMENTARA CIPUTRAPINGGAN MULAI DIBUKA

PANGANDARAN-Disaksian ribuan warga masyarakat yang sengaja datang untuk ikut berdoa', Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari hari ini (23/11) resmi membuka penggunaan jembatan sementara Ciputrapinggan.

Selain dihadiri beberapa tokoh agama dan masyarakat,  doa' bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Otong Aminudin, juga dihadiri Kasdam Kodim 0613, Mayor Inf Djunaedi dan Wakapolres Ciamis, Kompol Imam Rachman serta jajaran pemerintahan Kabupaten Pangandaran.

Beberapa saat setelah dibuka, kendaraan pun, baik angkutan umum atau kendaraan pribadi langsung melintas jembatan  yang ambruk 9 Oktober lalu tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini dengan didahului doa' yang kita panjatkan bersama, jembatan bailey sudah bisa digunakan, saya harap wisatawan pun bisa kembali datang ke pangandaran. "kata Jeje.( 23/11).

Dikatakan Jeje, pasca ambruknya jembatan Ciputrapinggan sempat melumpuhkan perekonomian dan dunia pariwisata di Pangandaran. Tapi sekarang setelah jembatan bisa digunakan kembali, walau dengan jembatan sementara berkekuatan maksimal 20 ton, diharapkan bisa normal kembali.

"Dan diperkirakan pembangunan jembatan permanen akan memakan waktu sekitar 6 sampai 8 bulan ke depan. "terang Jeje.

Untuk antisipasi kelebihan muatan kendaraan yang akan melintas jembatan, menurut Jeje, nantinya akan dipasang alat kontrol beban kendaraan di kedua sisi jembatan.

"Kami akan libatkan Polri, TNI, Perhubungan dan Pol PP untuk menjaganya. "ungkap Jeje lagi.

Sementara Ketua PPK Ruas Jembatan Kementerian PU PERA, Asep Tahyat mengatakan, proses pembangunan jembatan permanen sungai Ciputrapinggan di kabupaten Pangandaran sudah masuk dalam proses lelang.

"Mudah-mudahan kalautidak ada halangan, pekerjaan jembatan tersebut diperkirakan pada bulan pebruari 2017 dengan lama pekerjaan  selama 5 bulan," jelasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN