KETERBUKAAN DAN TRANSPARASI WARNAI PEMBANGUNAN DESA KERTAYASA

CIJULANG-Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, mengatakan, pembangunan kantor desa yang menelan anggaran sekitar Rp. 420 juta berasal dari bantuan provinsi sebesar Rp. 300 juta dan PADes Rp. 120 juta.

“Pelaksanaannya sendiri berjalan tiga tahap, mulai tahun anggaran 2016  hingga sekarang. “kata Rohman, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(13/12)

Rohman menambahkan, pekerjaan ini diperkirakan akan selesai akhir desember tahun 2018, dengan sistim dan cara pengerjaannya pemberdayaan masyarakat.

“Dengan besaran upah sekitar Rp. 90 ribu per hari. “jelas Rohman.

Sementara ketua TPK, Ma’mun, mengatakan, pihaknya merasa puas dengan sistim pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan yang ada di Desa kertayasa. Karena, lanjut, Ma’mun, mulai dari awal perencanaan memang masarakat sudah dilibatkan langsung pada setiap kegiatan yang ada di desa.

“Saya merasa yakin bahwa sistem pemerintahan desa seperti sekarang ini, dengan transparansi dan keterbukaan desa kami akan lebih maju dan bersih dari KKN. ”ungkap Ma’mun. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN LEPAS LOMBA JALAN SEHAT BULAN BHAKTI KEMENAG KE 73

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melepas peserta jalan sehat Dalam rangka Hari Amal Bhakti ke 73 tahun 2019 kemenag dan Milad ke 3 Kantor Kementerian Agaman (kemenag) Kabupaten  Pangandaran.yang di gelar diseputar alun-alun Desa Parigi.(15/12)

Acara jalan sehat sendiri ini untuk memperebutkan hadiah grand prize 2 tiket umroh, satu tiket umroh serta berbagai hadiah menarik lainnya, seperti seperti Speda,Mesin cuci, dispenser, Kipas angin, Kompor gas dan hadiah lainnya.

Dalam kesempatan ini juga turut hadir Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, Cece Hidayat, Asisten Gaerah I, H. Tatang Mulyana, Kepala Bagian Humas dan Kesra setda Pangandaran.

dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Poangandaranm Cece Hidayat,menyampaikan, kegitan ini merupakan wujud syukur bahwa kementrian agama nanti 2019  telah memasuki usia 73 serta sejak berdirinya Kantor Kemenag di Kabupaten Pangandaran yang sudah menginjak usia yang ke 3..

Cece juga mengucapkan terimakasihnya kepada Pemkab Pangandaran yang sudah enberikan lahan seluas  2 hektar untuk pembangunan gedung kemenag yang lokasinya berdampingan  dengan KUA Kecamatan Pangandaran.

"Bagi kami ini merupakan sebuah suport keberadaan kami serta semangat agar kami bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran.  ”ucap Cece.
Selain itu cece pun berterimakasih atas akan diberikannya tunjangan bagi 650 guru non pns dilingkungan kemenag masing masing akan di berikan honor  setiap bulan sebesar Rp 300 rbu

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada kesempatan yang sama menyampaikan selamat kepada Kementrian Agama yang akan memasuki usia ke 73 pada tahun 2019 mendatang juga tahun ke 3 kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran

"Atas nama masyarakat saya mengucapkan selamat dan terimakasih pada seluruh bhakti insan kemenag, mudah-mudahan bisa terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat. “kata bupati.

Jeje juga berharap, kebersamaan dan sinergitas yang telah dibangun selama ini bisa terus terjalin agar tercipta hubungan yang lebih erat.

"Kebersamaan yang dibangun selama ini Alhamdulillah tercipta deng baik, mana program kami dan mana kemenag, berbagai program ini telah dijalankan dengan baik dan nyata, " ujarnya.(PNews)

PEDULIAN PADA PETANI, M. TAUFIQ BAGIKAN BIBIT DURIAN DI DESA PADAHERANG

PADAHERANG-Untuk memotivasi warga dalam usaha pertanian di lahan miliknya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq, memberikan bantuan bibit pohon durian pada para petani di Dusun Sukarenah Desa Padaherang Kecamatan Padaherang.(13/12)

Di hadapan para petani, Taufiq mengatakan, diharapkan ini dapat membantu para petani untuk lebih bergairah lagi dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitasnya di bidang pertanian selain menanam padi.

“Saya berharap ke depan Desa Padaherang bisa menjadi sentra durian, karena jenis buah ini bernilai ekonomis tinggi. “ucap Taufiq.

Disoal kenapa harus durian, Taufiq mengatakan, karena selama ini jenis buah berduri ini bisa diandalkan menjadi komoditas andalan serta bisa menjadi penunjang sektor ekonomi petani.

“Dan pemberian bibit durian ini merupakan salah satu bentuk kepedulian saya terhadap petani yang selama ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan. “pungkasnya. (PNews)

RASA AMAN DAN NYAMAN HAL PENTING HARUS ADA DI OBYEK WISATA

CIJULANG - Berwisata biasanya dilakukan masyarakat menjadi saat-saat untuk penyegaran (refreshing) melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari, dengan cara mengembalikan pikiran yang lebih rileks, apalagi dengan suasana hiruk-pikuk suasana kota. Walau pun pada prakteknya sebagian masyarakat justru memilih berwisata dengan jenis yang menantang adrenalin, memerlukan ketahanan fisik serta tidak jarang melelahkan.

Tapi dari semua jenis wisata tersebut ada hal-hal penting yang mutlak disediakan para penyelenggara wisata, antara lain hadirnya rasa aman, dan nyaman. 

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, itulah kenapa setiap destinasi wisata yang sangat populer di dunia bisa begitu diminati, karena salah satunya ada rasa aman dan nyaman pada pengunjungnya, sehingga wisatawan pun bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang mengesankan. Dan tentunya hal tersebut bisa menjadi cerita positif untuk mereka bagikan saat kembali ke daerah atau negara asalnya.

“Obyek wisata yang baik harus bersih dan indah", katanya (13/12)

Menurut Rohman, ini sudah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi, walau masih ada salah pemahaan terjadi disebagian daerah kunjungan wisata, ketika tuntutan kepada publik (wisatawan) untuk menjaga kebersihan disayangkan tidak dibarengi dengan tersedianya fasilitas kebersihan yang memadai, seperti tempat sampah dan fasilitas kebersihan lainnya.

"Karena bisa jadi masyarakat sebenarnya sadar pentingnya menjaga kebersihan, tapi kesadaran mereka tidak terwadahi oleh media penampung yang layak dan berada di tempat yang tepat", imbuhnya.

Tidak hanya masalah kebersihan, kata Rohman, idealnya pemerintah setempat juga serius menata daerahnya dengan lebih rapi dan asri dengan cara tetap melestarikan dan menjaga eksositem lingkungan agar tetap seimbang.

“Untuk itu saya dengan dukungan Pemkab Pangandaran serta dukungan anggaran dari Kementerian Desa mencoba menerapkan hal tersebut di obyek wisata Green Canyon yang ada di desa kami. “tandasnya. (AGE)

WABUP BUKA KICK OFF MEETING PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAB. PANGANDARAN TAHUN 2020

PARIGI- Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, dalam rapat Kick off Meeting Perencanaan Pembangunan Kabupaten Pangandaran tahin 2020, yang diselenggarakan di aula setda(13/12), dalam sambutannya menyampaikan,  perencanaan pembangunan ini dilakukan untuk menentukan skala prioritas pembangunandan langkah-langkah atrategis yang akan ditempuh yang bernuara pada  kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekretaris PSDKU UNPAD Pangandaran, DR. Dipl.Ing. Husin M Al Banjari M.Si, Ketua Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran (ASUP Jabar) Prof. DR. Reiza D M.Hum,  Asisten, Kepala Bappeda, Kepala SKPD, Camat, dan kepala desa, Adang juga mengatakan, pertemuan awal ini merupakan rangkaian proses penyusunan RKPD Kabupaten Pangandaran tahun 2020 dengan tujuan untuk menyampaikan prioritas pembangunan daerah, serta regulasi perencanaan tahun 2020 untuk kemudian menjadi bahan di musrenbang kecamatan, forum perangkat daerah, pra musrenbang dan musrenbang kabupaten.

Adang mengatakan, ada beberapa pendekatan dalam merencanakan pembangunan di Kabupaten Pangandaran, dan perencanan pembanguan daerah ini dilaksanaka dengan serangkaian dialog pembanguna daerah melalu pendekatan bottom-up, teknokratik, politik dan top down.

Ini semua, kata Adang, dilaksanakan secara simultan dalam rangka merumuskan perencanaan pembangunan yang lebih bermakna serta memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi bagi seluruh masyarakat di kabupaten pangandaran.

“Sehingga proses ini memerlukan sinkronisasi antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah. “jelasnya.

Pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota, lanjut Adang, diperlukannya adanya upaya penciptaan sinkronisasi dan sinergi perencanaaan pembangianan untuk menghasilkan pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna.

“Sehingga dari pertemuan ini diharapkan busa menjadi sarana dalam menyelesaikan isu strategis derah melalui pelaksanaan program kegiatan sektoral di tiap OPD yang berbasis pada kinerja. “imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, wakil bupati juga berkesempatan membahas tentang sosialisasi Perda nomor 3 tahun 2018 terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran serta sosialisasi program kerja ASUP Jabar tahun 2018. (PNews)

MUHAMAD TAUFIQ: ” DPRD APRESIASI PENGHARGAAN YANG DITERIMA PEMKAB PANGANDARAN”

PARLEMEN-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq, S.IP. M.Si saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, DPRD memberikan apresisasi pada Pemkab Pangandaran dengan segala capaian-capaiannya, baik pembangunan ik infrastruktur, SDM serta yang lainnya.

Menurut Taufiq, dengan perolehan beberapa penghargaan baik yang diberikan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat atau pun pusat, ini membuktikan jika Pemkab Pangandaran benar-benar memang hebat.

“Baik atas nama fraksi partai Golkar atau pun secara kelembagaan DPRD saya sangat mengapresiasi semua prestasi yang sudah diraih Pemda Pangandaran. “tutur Taufiq.(12/12)

Dikatakan Taufiq, tidak mudah untuk mendapat sebuah penghargaan jika tidak ada kerja keras, keseriusan, tekad yang kuat, soliditas dan kebersamaan. Artinya, Pemkab Pangandaran di usianya yang ke 6 dengan kepemimpinan bupati-wakil bupati definitif belum genap 3 tahun selama ini sudah mampu membuktikan dengan meraih beberapa prestasi di bidang pemerintahan. 

Walau pun Pangandaran sekarang sudah bukan Daerah Otonomi Baru (DOB) lagi, tapi kata Taufiq, ternyata beberapa waktu lalu Pangandaran bisa mendapat predikat DOB terbaik se-Indonesia.

“Saya kira itu penghargaan yang sangat luar biasa, karena untuk mendapatkan itu pasti banyak syarat, kriteria dan capaian prestasi harus dimiliki. “kata Taufiq.

Di bidang pembangunan pun, lanjut Taufiq, langkah kebijakan pemda sudah tepat untuk mendahulukan kepentingan masyarakat.

“Kantor bupati yang masih menggunakan bekas kantor kecamatan, SKPD yang masih menggunakan rumah kontrakan bahkan rumah dinas bupati dan wakil bupati pun belum ada, itu karena pemda ingin mendahulukan kepentingan rakyatnya. “tegasnya.

Taufiq menambahkan, dalam kurun waktu 2 tahun lebih kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati definitif, APBD Kabupaten Pangandaran lebih dialokasikan pada keinginan serta harapan seluruh masyarakat untuk mempunyai  infrastruktur jalan yang bagus di setiap pelosok, layanan kesehatan, ketersediaan pendidikan serta penataan wisata yang memang menjadi visi semua.

“Kami atas nama masyarakat di DPRD tentu berharap sama, tingkat kepuasan masyarakat menjadi tujuan akhir dari semua proses pembangunan yang ada. “kata taufiq lagi.

Jika pada tahun 2018 ini pembangunan infrastruktur baru mencapai sekitar 68 %, maka, lanjut Taufiq, diharapkan pada tahun 2020 mendatang seluruh infrastruktur jalan di Kabupaten Pangandaran tidak ada lagi jalan rusak.  

“Dan semua ini bisa tercapai dengan kebersamaan seluruh elemen baik yang ada di pemerintahan atau masyarakat sebagai penikmat hasil pembangunan. “pungkas Taufiq. (PNews)

DISDIKPORA PANGANDARAN SERAHKAN SK KENAIKAN PANGKAT DAN PURNABAKTI

PANGANDARAN-Bertempat di aula Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Kabupaten Pangandaran, sebanyak 153 PNS di lingkup Dinas Pendidikan  menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat dan Purnabakti yang diserahkan langsung Kepala Disdikpora, Drs. H. Surman, M.Pd.

Dari 153 ASN tersebut, diantaranya147 ASN penerima kenaikan pangkat dan 6 orang yang memasuki masa Purnabakti.

Dalam sambutannya, Surman, menegaskan agar seluruh ASN selalu meningkatkan kedisiplinan serta tetap menjaga kekompakan dan keharmonisan dalam bertugas.

“Guru merupakan insan yang harus digugu dan ditiru, maka berbuatlah yang positif untuk memajukan pendidikan dan aktif disegala bidang yang baik. ”Ucap Surman. (11/12)

Surman juga mengingatkan, SK kenaikan pangkat merupakan penghargaan bagi ASN yang telah memenuhi syarat dan ketentuan sesuai aturan serta dalam pelaksanaannya tidak dipunggut biaya apapun. Karena, lanjut Surman, ia sudah menginstruksikan pada seluruh jajarannya agar dalam setiap kegiatan apapun yang menyangkut guru, sekolah dan kegiatan lainnya jangan ada pungutan apa pun.

Dan khusus 11 orang warga pendidik di Kecamatan Cimerak, diantaranya Rasimun, H.Solihin,Surahman, Tosin Badwi, Maman, Agus Hamdani, Noneng dan 4 orang lainnya yang sekarang menerima SK Kenaikan Pangkat dengan golongan pangkat yang berbeda beda merupakan usulan priode Oktober 2018 yang diusulkan pada April 2018.

“Saya berharap dengan kenaikan pangkat ini harus dibarengi juga dengan kenaikan disiplin. “ucapnya lagi.

Sementara Kasubag Kepegawaian, Soleh, S, mengatakan, semua Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran merupakan pelayan tenaga pendidik dan Kependidikan. Maka sekali ia menegaskan, dalam proses ini tidak ada pungutan apapun di lingkup disdikpora.

“Saya ucapkan selamat pada semua peneria SK, dan saya harap jangan segan-segan apabila ada keperluan apa pun untuk datang ke kantor Disdikpora. “ungkap Soleh. (RASIMUN)

NAH, BUPATI PANGANDARAN ANGKAT BICARA TERKAIT RASIONALISASI ANGGARAN

Ada beberapa pertimbang terkait rasionalisasi anggaran di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diantaranya, optimalisasi 4 skala perioritas kebijakan yang sudah digariskan pemda.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ketika disoal kebijakan pemangkasan anggaran hampir di semua SKPD, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(10/12)

Menurut Jeje, kebijakan ini tentunya bukannya tanpa alasan, karena walau memang dirasakan “ekstreem”,  tapi kata Jeje, Pangandaran harus melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang untuk memenuhi tuntutan dan memenuhi hak-hak dasar kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi penting, saat masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan dan memulai penataan wisata untuk menuju visi kita menjadi wisata berkelas dunia. “ungkapnya.

Pada setiap kesempatan, menurutnya ia sering mengatakan, pemda tidak mempunyai anggran yang besar tapi pembangunan daerah harus terus berjalan.

“Kalau kita membangun dengan anggaran yang besar, tentunya semua orang dapat melakukannya. “imbuh Jeje.

Persoalannya, kata Jeje lagi, mampukan pemda berinovasi memenuhi kekurangan anggaran tersebut, baik melalui bantuan dari pemprov atau pun pusat bahkan dengan optimalisasi CSR. Karena jika hanya berkutat pada kueh APBD saja, Jeje mengakui, tentunya tidak akan mencukupi.

Jeje pun mencontohkan saat ia akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saat itu pada APBD hanya ada sekitar Rp. 35 milyar saja, menurutnya ia pun harus putar otak untuk mencari kekurangannya.

“Saya datang ke pemprov, ke pusat dan Alhamdulillah RSUD pun sebentar lagi bisa terwujud dengan anggaran ratusan milyar. “jelasnya. 

Lebih jauh Jeje mengatakan, pada dasarnya apa yang ia lakukan selalu diawali dengan gagasan atau mimpi-mimpi dulu, seperti yang dilakukan dalam kebijakannya pada relokasi pedagang pantai dan penataan wisata. Setelah dirasakan program tersebut bagus dan bisa memberi manfaat pada masyarakat, ia pun akan membawanya baik ke pemprop atau pada kementerian untuk mempresentasikan program tersebut dengan jelas dan gamblang. Dan gayung pun bersambut, karena ternyata setiap program kebijakan yang selama ini digulirkan selalu mendapat dukungan anggaran dari pemprop dan pusat. Bukan hanya itu, menurutnya ia pun  bisa memanfaatkan CSR untuk ikut berkontribusi pada pembangunan yang ada di Pangandaran.

“Begitu juga dengan rencana pembangunan Pasar Pananjung tahun 2020 mendatang yang rencana anggaran sekitar Rp.60 milyar, ya kita cari dulu anggarannya. “imbuhnya.

Saat disoal hubungan dengan rasionaliasi anggaran pada pemerintahannya, kata Jeje, ia tidak mau berkomentar banyak, tapi ia menegaskan ada banyak peluang bisa lebih dimaksimalkan selain penggunaan APBD. Artinya, kebijakan semua itu ada pada pimpinan untuk selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas tanpa harus terpaku pada jumlah anggaran di masing-masing SKPD.

“Sekali lagi saya katakan, jika persoalannya menunggu anggarannya ada, lalu sampai kapan program-program bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan masyakarat..? ”pungkas Jeje. (PNews)

UNTUK KE EMPAT KALINYA PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN KABUPATEN PEDULI HAM

Untuk yang ke empat kalinya sejak tahun 2015 hingga tahun 20118, kembali Kabupaten Pangandaran mendapat anugerah menjadi Kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan Ham RI yang serahkan langsung Menteri Hukum dan HAM,  Yasonna H. Laoly dan kepada Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari  pada Peringatan Hari HAM Sedunia ke-70 di Jakarta.(11/12)

Menurut Wakil Bupati H. Adang Hadari yang didampingi Kabag Hukum Seda Pangandaran, Jajat Supriadi, SH, M.Si,  penghargaan menjadi kabupaten pweduli HAM ini merupakan wujud kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Pangandaran telah memperhatikan aspek hak asasi manusia (HAM).

“Penilaian ini dillaksanakan di tingkat provinsi dan pusat  melalui pelaporan peduli HAM setiap triwulan yang dikoordinasikan panitia RANHAM kabupaten melalui bagian hukum setda.”ungap Adang.

Adang menambahkan, kedepan tentunya harus ada meningkatkan dan kerja keras seluruh elemen agar Pangandaran  senantiasa memberikan perhatian dan peduli terhadap hak-hak dasar masyarakat. Antara lain, hak asasi manusia ini adalah hak kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak, serta hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini diuharpakna menjadi kebanggaan seluruh masyarakat dan tentunya pula bisa menjadi motivasi bagi kitra semua untuk melakukan ytang terbaik. “kata Adang lagi.

Sementara menurut Kepala Bagian Hukum setda pangandaran, Jajat Supriadi, SH. M.Si, dalam acara peringatan hari HA sedunia yang dihadiri gubernur, bupati dan Walikota yang akan menerima penghargaan, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, dalam sambutannya menyampaikan,  melalui program pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia untuk memotivasi dan mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat oleh pemerintah daerah. Diantaranya,  hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan, hak-hak perempuan dan anak, hak atas pekerjaan, perumahan yang layak dan lingkungan yang berkelanjutan.

Dan terkait Peduli Hak AsasManusia, masih kata menteri, merujuk pada upaya pemerintah daerah kabupaten/kota untuk meningkatkan peran dan tanggung jawabnya dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.

“Dengan demikian, dalam hasil penilaian terhadap upaya yang telah dilakukan daerah pun ada tingkatannya, yakni Kabupaten/Kota yang Peduli, Cukup Peduli, dan Kurang Peduli Hak Asasi Manusia, sesuai dengan capaian yang telah diraihnya. “kata Jajat, menyampaikan ucapan menteri.

Jajat juga mengatakan, dari 514 kabupaten/kota, tercatat ada 409 Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi menyampaikan data capaian dalam upaya pemenuhan hak dasar yang telah dilaksanakannya.

“Dari jumlah partisipan tersebut, sebanyak 271 Kabupaten/Kota meraih kategori Peduli HAM, dan yang masuk kategori Kabupaten/Kota Cukup Peduli HAM ada 75 Kabupaten/Kota. “terang Jajat. (PNews)



WARGA PANGANDARAN IKUTI MANCING MANIA MERIAHKAN HUT SAT POL AIR

PANGANDARAN-Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahunnya yang 68, Satpol Air Polres Ciamis mengajak masyarakat yang mempunyai hobi mancing untuk mengikuti lomba mancing mania ikan mas yang dilaksanakan di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(9/12)

Acara yang turut dihadiri Kapolsek dan Danramil Pangandaran berlangsung meriah dan penuh keseruan.

Menurut Kepala Bagian Oprasional (KBO) Sat Pol Air, Ipda. M. Anang Tri Sodikin SH, selain tujuan utama menjalin silaturahmi, melalui mancing mania ini pun bisa lebih mendekatkan aparat kepolisian, khususnya Sat Pol Air dengan masyarakat.

“Kami mengucapkan terimakasih atas antusias serta peran serta masyarakat pada seluruh rangkaian acara hari ulang tahun Pol Air. “kata Anang.

Anang menambahkan, dari mulai bakti sosial di Dusun Bojongjati Desa Pananjung, Donor darah di mako Pol Air Pangandaran, motor trabas dan rangkaian acara lainnya hingga mancing mania, ternyata sambutan masyarakat sangat positif.

“Karena memang dari seluruh acara kami selalu melibatkan langsung masyarakat pangandaran pada seluruh rangkaian acara. “ungkapnya.

Anang berharap, mudah-mudahan kebersamaan ini selalu terjalin hingga kerjasama antara Pol Air Polres Ciaimis dengan masyarakat pun akan semakin sinergis.

“Terutama menjelang penghelatan nasional hajat demokrasi, Pemilu dan Pilpres yang akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. “pungkasnya. (hiek)

MAMAN SUHERMAN:”PETANI BUTUH OPTIMALISASI SARANA DAN PRASARANA PERTANIAN”

PARIGI – Masyarakat Kabupaten Pangandaran yang mayoritas hidup dari bertani menjadi sesuatu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah terutama menyangkut sarana dan prasarana pertanian untuk lebih peningkatan hasil bagi para petani itu sendiri, khususnya tanaman padi sebagai kebutuhan dasar hidup.

Seperti dikatakan salah satu tokoh masyarakat dan penggiat pertanian di Kecamatan Parigi, Drs. H. Maman Suherman, saat ditemui di kediamannya, mengatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat, karena hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak azazi manusia. Apabila ketersediaan pangan lebih kecil dari kebutuhan, maka bisa berdampak terhadap ketidakstabilan ekonomi dan berbagai gejolak sosial dan politik.

“Hal ini bisa terjadi tentunya apabila ketahanan pangan terganggu", katanya.(7/12)

Dikatakan Maman, dukungan prasarana dan sarana pertanian harus diutamakan dengan tujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), meningkatkan produktivitas dan produksi melalui upaya memperluas lahan pertanian pada kawasan tanaman pangan untuk mengimbangi alih fungsi lahan. Dan perbaikan sarana dan prasarana pertanian merupakan kunci keberhasilan dari pencapaian target swasembada pangan.

Di Kabupaten Pangandaran, kata Maman, masih banyak sawah-sawah dengan sistim pengairannya hanya mengandalkan dari curah hujan atau biasa disebut sawah tadah hujan, karena sarana irigasi belum berfungsi maksimal.

“Makanya tidak heran saat musim kemarau tiba para petani kebingungan karena sawah mereka tidak bisa lagi ditanami. "jelas Maman.

Menurut Maman, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian juga harus bisa memperhatikan ketersediaan pupuk yang cukup terutama yang bersubsidi, jangan sampai petani kesulitan mencari apalagi sampai mencari pupuk keluar daerah.

Diharapkan juga, lanjut Maman, dinas terkait juga harus rajin terjun langsung ke lapangan untuk melihat dan mendengar langsung kebutuhan petani.

“Yang tidak kalah pentingnya, pemda pun harus intens mengontrol standar harga gabah jangan sampai para petani merugi," imbuhnya.

Maman pun berharap pemerintah daerah juga bisa melakukan upaya rehabilitasi jaringan irigasi, melakukan upaya optimalisasi lahan, meningkatkan ketersediaan alat dan mesin pertanian serta memperbaiki sistim distribusi pupuk bersubsidi agar sampai pada petani .

"Untuk bisa berswasembada pangan, Pemkab Pangandaran hendaknya bisa memberikan solusi dengan meningkatkan sarana dan prasarana pertanian", pungkasnya. (AGE)

TAHUN 2019 PEMPROP JABAR GELONTORKAN RP. 80 MILYAR UNTUK PENATAAN PANTAI BARAT DAN TIMUR PANGANDARAN

PANGANDARAN-Dalam kunjungan Menteri Pariwisata, Arif Yahya yang didampingi Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil ke Kabupaten Pangandaran (28/11), di hadapan beberapa pengusaha menteri mengatakan, dalam rencana membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga saat ini  pihaknya sudah 4 bulan masih terus menggodognya.

Menurut Arif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengusaha dalam berinvestasi, diantaranya hendaknya pengusaha jangan sekali-kali ingin meraih untung dengan cara cepat. Caranya, pengusaha harus bisa menjual nilai investasinya dengan menurunkan harga hingga 10 %. Lalu dari mana pengusaha mendapat keuntungan, tentunya dari yang 90 persennya.

“Biasanya kesalahan yang dilakukan investor ingin mengambil untung dari awal, itu penyakitnya. “tegas Arif.

Dengan ditetapkan satu wilayah menjadi KEK, kata Arif, nantinya pemerintah pun akan membangun infrastruktur yang tidak bisa ditangani APBD.

“Pada bulan maret 2019, diharapkan penentuan KEK di jabar ini bisa selesai. “imbuh Arif.

Sementara menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebenarnya jabar ini sangat istimewa, hanya sayang kurang dipoles. Karena pada musrenbang pun jawa barat sudah diputuskan menjadi provinsi pariwisata. Memang untuk itu ongkosnya mahal, tinggal good will dari semua pihak.

“Seakarang saya sudah mewajibkan semua kabupaten-kota mempunyai destinasi wisata. “terang Kang Emil, sapaan akrabnya.

Pemprop jabar pun, masih kata Emil, sudah menganggarkan Rp.40 milyar untuk setiap daerah, dan untuk itu pemprop sudah menganggar sekitar Rp. 2 trilyun.

”Dan khusus untuk Kabupaten Pangandaran saya menganggarkan dua kali lipat. “tegasnya.

3 tahun ke depan rencana reaktifasi jalan kereta api, revitalisasi bandara Nusawiru juga penataan pantai timur dan barat.
“Saya konversikan Pangandaran menjadi Hawai, dan untuk itu saya akan berangkatkan bupati kesana. “ungkapnya.

Menanggapi pernyataan menteri pariwisata dan gubernur jabar, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengungkapkan, untuk mencapai visi Pangandaran menjadi wisata berkelas dunia memang diperlukan keterlibatan pihak ketiga, para pengusaha. Dan KEK sendiri, kata bupati, merupakan jalan toll untuk menggapai visi tersebut.

“Mudah-mudahan semua harapan masyarakat yang sudah di depan mata ini segera tercapai. “imbuhnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN: “SAYA SANGAT MENDENGARKAN BETUL KEINGINAN PELAJAR”

PANGANDARAN-Upaya pendekatan yang dilakukan pemerintah pada dunia pendidikan, salah satunya dengan mendengarkan langsung dari para peserta didik.

Seperti yang dilaksanakan Pemkab Pangandaran, melalui bertemu dengan para pelajar dalam acara Road Show Forum Osis Jawa Brat tahun 2018 yang digelar di aula setda.(8/12)

Dalam acara yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Dinas Pendidikan Pangandaran, Dewan pembibing osis jabar dan Kordinator Daerah Forum OSIS Kabupaten Pangandaran, panitia penyelenggara berkesempatan  memperkenalkan beberapa program kerja forum osis jawa barat.

Sementara Ketua koordinator derah forum OSIS Pangandaran, Saka Muhamad Prayogie,mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dan serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten-kota di Jawa Barat.

“Selain menjadi ajang silaturhmi, road show ini juga lebih endekakan antara siswa dengan pemerintah daerah. “ucapnya.

Hal senada dikatakan Dewan Pembimbing Forum OSIS Jawa Barat, Riga Wijayakusumah, forumini merupakan wadah para pelajar yang ad di wilayah jabar yang menjadikan kegiatan ini menjadikan momentum yang tepat serta berkesinambungan antara pemerintah dan siswa.

“terimakasih kepada pemkab Pangandaran yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, mudah-mudahan dari pertemuan ini banyak hal-hal positif yang bisa kita dapatkan. “kata Riga.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. jeje Wiradinata, mengatakan, forum ini merupakan salah satu kesempatan untuk bisa berkomunikasi langsung dengan para murid yang ada di Pangandaran.

Dan forum ini menjadi penting, karena, kata bupati, upaya pendidikan pada genderasi muda merupakan hal yang pundamental serta menjadi bagian dari pembangunan generasi muda yang utuh yang harus terus dilakukan.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pembangunan jalan dan jembatan atau pembangunan fisik lainyya, tetapi bagaimana pemerintah daerah bisa membina generasimuda yang baik. “tegas bupati.

Bupati mengatakan, bermacam-macam kultur adat yang datang ke Pangandaran, tetapi sejatinya para pelajar Pangandaran tetap harus menncari pola salah satunya dari sisi pariwisata, sehingga generasinya mudanya tetap beretika menjadi citra masyarakat pelajar pangandaran.

Menurutnya, ia sangat mendengarkan betul apa saja keinginan pelajar, karena membangun daerah  tanpa disertai pembangunan SDM yang cerdas mustahil bisa tercapai. “

“Kita boleh mengenal budaya luar, tetapi dalam keseharian kita tetap harus berperilaku dan budaya orang Pangandaran. “tegas bupati lagi. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN