SOSOK Alm. ENDAH SURTINAH DI MATA SEORANG SAHABAT

Kedekatannya semakin erat saat proses pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran memasuki tahapan demi tahapan, tak jarang setiap malam harus rela tidur tengah malam bahkan menjelang dini hari karena harus menunggu suami pulang.

Demikian disampaikan Hj. Min Sumiarsih Rosbi, saat mengenang kedekatan dan kebersamaan dengan Alm. Hj. Endah Surtinah Hadari, baik sejak awal proses pemekaran sedang berjalan hingga hari-hari terakhir menjelang kepergiannya.

“Mungkin karena suami kami bersama-sama berjuang dalam penekaran sehingga persahabatan kami pun semakin dekat. “tutur Min. (15/3)

Hj. Min saat ditemui PNews usai mengikuti pemakaman sahabatnya ini di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, tak menyangka jika kebersamaan dengan wanita yang selama ini dikenal tegar dan selalu tersenyum ramah pada siapa saja harus berakhir secepat ini, padahal kebahagian yang direguk buah dari hasil perjuangan pemekaran belum lama sempat dinikmati.

“Tuhan menghendaki lain, tapi saya yakin ini yang terbaik untuk Ibu Wabup. “ungkap Min.

Disoal kedekatannya, Hj. Min lebih jauh menuturkan, karena masing-masing suaminya berjuang pada perjuangan yang sama, maka kebersamaan baik saat menggelar pertemuan-pertemuan membahas pemekaran atau cerita saat di rumah harus sendiri karena menunggu suami yang terkadang harus pulang ke rumah tengah malam, itu dirasakan bersama-sama.

“Tapi saya dan almarhum sepakat ini demi perjuangan, demi Pangandaran yang kami cintai. “cerita Min.

Dikatakan Hj. Min, almarhum merupakan sosok wanita yang hampir selama masa hidupnya didedikasikan untuk keluarganya, kecintaan pada keluarga merupakan “nutrisi” yang membuat langkahnya selalu ringan dan bersahaja.

“Kepada siapa saja bahkan pada orang yang tak dikenal pun almarhum selalu tersenyum dan menyapa ramah, dan mungkin karena itu orang-orang selalu hormat pada almarhum. “terang Min lagi.

Ditambahkan Min, selama kebersamaannya nyaris tak ada keluh kesah keluar dari tutur katanya, selalu riang di tengah kerumunan, baik yang muda atau pun tua selalu ingin dekat dengannya.

Menurut Min, selama rentang waktu kebersamaannya, yang paling berkesan ketika melihat rona bahagia di wajahnya saat detik-detik puncak perjuangan pemekaran Kabupaten Pangandaran  dibacakan. Teriakan histeris dan cucuran air mata bahagia pun bergemuruh di dalam gedung DPR RI beberapa tahun lalu. Semua orang yang saat itu ikut menyaksikan di Jakarta, lanjut Min, larut dalam suasana haru, bahagia bahkan rasa tidak percaya, bahwa Pangandaran akan memulai babak baru menjadi kabupaten termuda di Jawa Barat.

“Kami berdua pun berpelukan, air mata kami menetes bahagia dibarengi rasa syukur kami pada Tuhan. “tutur Min mengenang saat disahkannya Undang-undang nomer 21 tahun 2012 tentang pemekaran DOB Kabupaten Pangandaran.

Min juga mengatakan, ia sangat setuju Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran memberikan penghargaan Anubhawa Dharma Ekapada atas jasa-jasa almarhum dalam perjuangan pemekaran.

“Almarhum memang layak mendapat penghargaan tersebut mengingat jasa-jasa belilau sangat besar dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Pangandaran. “kata Min. (hiek-PNews)






KABUPATEN PANGANDARAN HARUS SEGERA PUNYA POLRES SENDIRI

Agun Gunanjar Sudarsa
PARIGI -Dalam pertemuan dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat kunjungan kerja masa reses, Agun Gunanjar Sudarsa,  anggota DPR RI komisi III, mengatakan, segera didirikannya Polres dan kejaksaan di kabupaten Pangandaran. Dikarenakan cakupan wilayah Polres, kejaksaan dan lembaga pemasyarakatan (LP) Ciamis terlalu luas.

“Dalam rangka meningkatkan ketertiban dan keamanan, ternyata Pa bupati pun mempunyai harapan seperti itu ", katanya. (20/02/)

Agun yang ditemui dalam acara makan siang bersama awak media di sebuah rumah makan di kawasan pantai Bojongsalawe Parigi, menambahkan, pasca terbentukna Daerah otonomi baru (DOB), Kabupaten Pangandaran dengan tatanan sosial, ekonomi dan pariwisata yang maju begitu pesat  sudah seharusnya punya Polres, kejaksaan, lembaga peradilan dan LP sendiri, karena dikhawatirkan jika hal tersebut tidak segera dilakukan akan memperlambat jalannya proses yang berhubungan dengan kamtibmas.

“Dan untuk bisa segera terealisasi semua ini, saya sudah koordinasi dengan polres Ciamis bahkan dengan perwakilan dari Polda Jabar, dan saat ini sedang dalam proses", imbuhnya.

Agun juga mengatakan, tentunya aspirasi ini akan segera bawa pada rapat pembahasan di komisi III dengan Kapolri.

“Tentunya saya sebagai wakil dari masyarakat Kabupaten Pangandaran yang ada di DPR RI berharap agar segera dibentuk Polres di Kabupaten Pangandaran", pungkasnya. (AGE)

WARGA KELUHKAN MINIMNYA PENERANGAN DI PANTAI BATUHIU

PARIGI - Obyek Wisata (OW) Batu Hiu yang berada di Desa Ciliang Kecamatan Parigi sekitar 30 menit perjalanan dari Pantai Pangandaran, dikeluhkan warga. Pasalnya, lampu penerangan di obyek tersebut jika malam hari sangat gelap, karena hanya ada 1 lampu yang masih menyala.

seperti dituturkan salah satu tokoh setempat, Rangga, sudah sejak beberapa bulan lalu lampu penerangan di sekitar lokasi pantai Batu Hiu padam dan hingga saat ini belum diperbaiki.

Menurutnya, jika selama ini selalu mengatakan bahwa Pangandaran menuju kawasan wisata yang mendunia, seharusnya sarana dan prasarana penunjang pariwisata pun segera dipenuhi. Jadi untuk terciptanya sapta pesona, aman, nyaman, indah dan lainnya pun harus bisa terpenuhi.

“Saya berharap dinas terkait segera turun tangan untuk menyikapi keluhan ini,” katanya. (22/02)

Rangga juga khawatir keadaan gelap di sekitar lokasi pantai bisa dijadikan tempat mesum dan rawan  terjadinya tindakan kriminal atau hal-hal negatif lainnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kompepar Batuhiu, Jajat Sudrajat, ia berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada wisatawan.

“Kita minta kondisi ini segera diperbaiki, kalau bisa ditambah lagi penerangannya biar semakin bagus, jangan sampai ada kesan pantai batuhiu ditelantarkan", tandasnya. (AGE)

PEMEKARAN DESA KARANGPAWITAN TERKENDALA MORATORIUM

PADAHERANG-Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Pangandaran merespon aspirasi masyarakat yang disampaikan Tim Pemerkarsa Pemekaran Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang dengan menggelar dengar pendapat ( Audiensi ) di aula Desa Karangpawitan. (11/2)

Dengar pendapat yang dipimpin langsung ketua DPRD, H Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd dan sejumlah anggota DPRD asal Kecamatan Padaherang, antara lain, Jalaludin S.ag, Solehudin, Imang Kardimang dan Cicih Mintarsih juga dihadiri warga masyarakat, Camat, Danramil Kepala Desa, BPD, dan Ketua RT- RWdari tiga dusun.

Seperti diketahui, dari 5 dusun jumlah seluruh Desa Karangpawitan , tiga dusun, diantaranya, Sindangratu, Sindangkerta dan Dusun Harjaresik, ingin memisahkan diri menjadi Desa Sindangharja. Sementara dua dusun lainnya, Patinggen1 dan Patinggen 2 tetap ada di Desa Karangpawitan.

Dalam sambutannya, ketua DPRD Pangandaran, Iwan, mengatakan, pemekaran Desa Karangpawitan dan Desa Sindangharja, daqlam prosesnya, tahapan demi tahapan dan alur persyaratan sudah layak dan memenuhi syarat.

Menurut Iwan, seluruhnya tahapan telah melalui proses yang benar dan tidak ada kendala yang dipermasalahkan, dan baik pemerintah daerah atau pun DPRD pun sudah merespon baik.

“Hanya saja persoalannya Menteri Dalam Negeri sampai saat ini belum mencabut moratorium Pemekaran Desa, jadi selama moratoriom maka pemekaran desa pun belum bisa dilaksanakan. ”kata Iwan.

Dikatakan Iwan, tidak hanya Desa karfangpawitan saja, tapi ada lima desa di Kabupaten Pangandaran yang ingin mekar.

Iwan juga menjelaskan, pada prinsipnya DPRD dan pemda sudah tidak ada masalah, karena apa bila  nanti ada pemekaran desa, tentu prosesnya tidak akan serta merta. Dimulai dengan penerbitan peraturan daerah yang disusul dengan Peraturan Bupati (perbup).

Jadi tahapannya, lanjut Iwan, bupati akan mengusulkannya ke pemerintah pusat melalui gubernur, dan setelah ijin turun, maka DPRD bersama-sama pemerintah daerah pun segera  menyusun Rencana Peraturan daerah (raperda) yang akan dirapatkan menjadi perda.

“Tapi sebelum disusun nanti desa akan diberi semacam desa Persiapan yang waktunya paling sedikit satu tahun dan lamanya tiga tahun. “terang Iwan.

Sementara ketua tim pemerkasa pemekaran, Teguh Sucipto berharap keingin masyarakat untuk mpemekaran desanya bisa segera terwujud.

“Kami akan terus berjuang sampai cita-cita dan harapan bisa terwujud, karena dengan terbentuknya desa Sindang Harja warga di tiga dusun akan lebih sejahtera. “kata Teguh. (Isis Koswara)



BUPATI RESMIKAN PADEPOKAN RONGGENG GUNUNG PANGANDARAN

PARIGI - Peresmian padepokan ronggeng gunung Pangandaran di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi yang dihadiri langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata,  Kadis Pariwisata dan kebudayaan, Drs. H. Undang Sobarudin, Asda II, Apip Winayadi serta para budayawan dan  tokoh masyarakat berlangsung semarak.

Dalam sambutannya, bupati merasa bangga dengan berdirinya sanggar seni budaya di Kabupaten Pangandaran. Bahkan, menurutnya, bisa berdiri sanggar-sanggar budaya di setiap daerah.

"Saya sangat mengapresiasi dengan berdirinya sanggar padepokan ronggeng gunung, dan mudah-mudahan bisa mewujudkan Pangandaran sebagai obyek wisata mendunia dengan ragam seni budayanya. " katanya. (17/02)

Ditambahkan Jeje, selain menikmati alam, nantinya para wisatawan pun bisa menikmati wisata budaya asli Pangandaran dengan ronggeng amen dan ronggeng gunungnya. (AGE)

TAHUN 2018 PEMDA PANGANDARAN KUCURKAN Rp 5 MILYAR UNTUK PENDIDIKAN BERKARAKTER

Agus Nurdin
PANGANDARAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran terus melakukan evaluasi program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) yang digulirkan pemda sebagai wujud kepedulian pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan berkarakter. Bertempat di ruang kerjanya (19/2), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta, menggelar pertemuan dengan MUI, ajengan dan Dinas Pendidikan untuk mendengarkan masukan-masukan sebagai wujud perbaikan dan evaluasi pada program yang digulirkan tahun lalu ini.

Pemkab Pangandaran, melalui Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga, berkesempatan memaparkan regulasi pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (perpres) nomer 87 tahun 2017, tentang penguatan pendidikan karakter.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd sdaat ditemui di ruang kerjanya (21/2).

Menurut Agus, berdasarkan Perpres tersebut, program AMS yang dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran yang melibatkan ajengan masuk ke sekolah bertujuan penguatan pendidikan karakter adalah pengejewantahan dari aturan tersebut. Dengan demikian, tidak ada satupun aturan yang dilanggar karena sudah sesuai dengan acuan di perpres, walau pun tentunya masih ada kekurangannya disana-sini yang harus diperbaiki untuk pelaksanaan pada tahun 2018. Dan sebagai sebagai acuan untuk para ajengan, pemda pun akan memberikan buku pedoman AMS sebagai kisi-kisi yang akan dilaksanakan di sekolah.

“Kita juga akan berupaya terus memberikan pemahaman pada guru dan ajengan, jangan sampai saat ajengan masuk gurunya malah tidak ada,”ujarnya.

Dalam AMS ini, lanjut Agus, ajengan lebih pada penyampaian materinya atau triggernya, karena sebagai pelaksanaan pembiasaannya ada di guru. Dan tentunya dengan AMS ini bertujuan adanya perubahan perilaku peserta didik, karena materi dari program ini acuannya pada Al quran, hadist dan hikayat atau cerita.

masih kata Agus, untuk siswa kelas 1,2 dan 3 akan diberikan hikayat atau cerita, belum pada materi yang berat-berat. dengan tidak menitikberatkan pada siswa untuk hafal alquran, namun cukup si anak rajin membaca alquran atau rajin ke mesjid untuk sholat. Jadi lebih pada soal pengejawantahannya, soal benar membaca, benar dalam shalatnya dan seterusnya. Dan itu semua akan menjadi tanggungjawab guru, untuk semua itu sudah tentu perlu sinergitas antara ajengan dan guru agama di sekolah.

“Untuk tahun 2018 ini pemda Pangandaran menganggarkan Rp 5 milyar, antara lain untuk program AMS, pesantren kilat dan manajemennya sebesar 5 % atau sekitar Rp 200 juta. “terang Agus.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin mengatakan, program AMS yang dilaksanakan sudah sesuai dengan aturan dan berjalan dengan baik, meskipun tentunya ada kekurangannya yang harus diperbaiki bersama.

“Saat ini ada 780 ajengan yang ikut program AMS dan berkembang sesuai kebutuhan, dan dari hasil evaluasi hari ini, kami sepakat usia minimal ajengan 30 tahun,”ungkapnya.

Terkait metoda yang diterapkan saat mengajar, lanjutnya, harus disesuaikan dengan usia anak didik dan tentunya ajengan pun perlu berinovasi agar pelajaran yang diberikan bisa menarik dan disenangi siswa.

“Secara umum program ini sudah bagus dan harus diteruskan dengan lebih baik lagi,”pungkasnya. (AGE)

HARI GINI, MASIH ADA SEKOLAH “SUNAT” BANTUAN SISWA

CIGUGUR – Sungguh ironis, disaat pemerintah sedang menggalakan program wajib belajar , ternyata masih ada sekolah yang berani memotong dana program bantuan, baik itu program Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau pun program KIP ( Kartu Indonesia Pintar).

Ini terjadi di SDN I Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, bantuan yang seharusnya diterima utuh siswa, ternyata “disunat” oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Seperti diungkapkan salah seorang orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya,
ia merasa kecewa dengan pemotongan dana bantuan KIP dari pemerintah sebesar Rp 400 ribu, karena yang keterima hanya Rp 225ribu.

“Dengan alasan keperluan ongkos dari Pagerbumi ke Cigugur untuk pencairan bantuan tersebut, Rp 25 ribu, pembelian seragam batik siswa Rp 100 ribu dan untuk uang kas Rp 50 ribu rupiah, hingga jumlah potongan tersebut sebesar 175ribu. “terangnya.

Menurutnya, tidak hanya ia saja, tapi ada 30 siswa semuanya sama mendapat potongan dengan jumlah yang sama.

“Saya juga sempat heran, kok ada potongan buat kas segala. “imbuhnya lagi.

Saat dikonfirmasi, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd sangat menyesalkan kejadian itu.

Dikatakan Agus, saat ada laporan tersebut, pihaknya pun  langsung melakukan konfirmasi ke kepala sekolah tersebut serta langsung segera diperintahkan untuk menghadap ke dinas.

Menurut Agus, uang bantuan tersebut peruntukan sudah jelas bagi siswa untuk kebutuhan sekolahnya, antara lain untuk membeli tas, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya, sehingga siapa pun tidak boleh dan tidak berhak melakukan pemotongan.

“Saya sudah langsung perintahkan agar mengembalikan uang tersebut pada siswa. “tegas Agus.(21/2)

Masih di tempat yang sama, kepala SDN I Pager bumi, Dadang Herul W mengaku tidak tahu menahu masalah pembagian dana bantuan tersebut.

Dadang mengatakan, ia sama sekali tidak tahu menahu masalah pemotongan itu, karena menurutnya, ketua komite dan bendahara sekolah yang mengurus dan membagikan bantuan tersebut, sehingga ia sempat kaget saat mendengar ada kabar pemotongan di sekolahnya.

Dadang juga mengatakan, ia menjabat Kepala Sekolah di SDN 1 Pagerbumi masih baru, sehingga belum tahu persis permasalahan di sekolahnya, baik dengan pihak komite atau pun dengan semua kebijakan atau aturan yang telah berjalan selama ini sesuai aturan kepala sekolah sebelumnya.

“Saya segera akan mengambil tindakan sesuai perintah dinas untuk mengumpulkan seluruh orang tua siswa besok hari (22/2-red). “terangnya.

Sementara entah kenapa, kepala UPTD Pendidikan Pemuda Olahraga Kecamatan Cigugur saat akan diminta keterangan melalui telepon celullernya, tidak pernah diangkat dan sms pun tidak pernah dibalas. (AGE)

AGUN GUNANJAR: “PANGANDARAN HARUS BUAT IKON WISATA”

Berawal dari mimpi, ungkapan tersebut mungkin tidak berlebihan sebagai sebuah harapan yang  tidak mustahil untuk bisa diwujudkan di kemudian hari.
Seperti diungkapkan anggota komisi III DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa saat kunjungan kerja masa reses ke Kabupaten Pangandaran. (20/2)

Menurutnya, Pangandaran harus punya ikon sebagai kabupaten pariwisata, dan itu harus dimulai dari sekarang. Artinya, lanjut Agun, menjadi kabupaten wisata bukan pula harus pengabaikan potensi-potensi lainnya yang ada di daerah. Seperti, kelautan, pertanian, perkebunan dan lainnya yang tentu semuanya bisa disinergikan dan tetap melekat pada ikon wisata.

“Saya sudah sampaikan hal ini langsung ke Pa Bupati, Jeje Wiradinata. “ungkap Agun.

Pada prinsipnya, lanjut Agun, wisatawan itu lebih cenderung memanfaatkan anugerah Tuhan pada fisiknya, seperti mata yang selalu cenderung ingin melihat sesuatu yang indah atau lidah bisa makan enak dan lainnya.

“Menikmati indahnya sunset, menyantap aneka  kuliner khas atau bisa menikmati segarnya angin pegunungan sambil berolahraga sehat. “imbuhnya.

Lebih jauh Agun mengatakan, Pangandaran dengan bentang pantai yang luar biasa indah, hamparan sawah, rimbun kebun, hutan dan potensi lainnya, sebaiknya dibuatkan trek selebar dua meter dimulai dari pantai barat melewati cagar alam sampai ke pantai timur.

Dalam trek tersebut, lanjutnya, nantinya wisatawan bisa menggunakan speda hingga ke pantai  Batukaras dengan melalui bukit, menyaksikan para petani dengan hamparan sawahnya, lalu masuk ke dalam hutan dan berakhir ke pantai lagi.

Lalu di antara trek tersebut lalu dibuatkan rest area tempat wisatawan untuk melepaskan lelah sambil minum kelapa muda atau menikmati sajian pindang gunung dan aneka kuliner khas lainnya.

“Nah itu semua bisa dijadikan ikon Pangandaran sebagai kabupaten wisata. “kata Agun lagi.

Agun juga mengatakan, soal desain dan hal lainnya pasti itu harus dilakukan dengan tidak sembarang karena pada akhirnya juga akan menjaga dan memelihara akar budaya bangsa. (hiek)

ISYU MORALITAS JADI BAHASAN DIES NATALIS HMI KE 71

PARIGI-Isyu moralitas menjadi menu utama bahasan dalam acara Dies Natalis ke 71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan Pangandaran di Gedung Serbaguna DPRD Pangandaran, Kamis (15/2)

Beberapa pembicara dari latar belakang yang berbeda, seperti Rizal Qudratulloh Aminuddin dari KNPI, Muhtadin dari KPUD Pangandaran, Erik Krisna Yudha Astrawijaya Saputra dari Lembaga Adat dan Syamsul Ma'arif dari perwakilan Jurnalis. Keempat nara sumber pun bergantian menyoroti perkembangan moralitas saat ini dari berbagai sudut pandang masing-masing.

Seperti diungkapkan Muhtadin, kehancuran suatu bangsa bisa terjadi apabila sudah tidak seimbang antara gagasan dan realita sosial.

"Nasib bangsa ini sangat ditentukan oleh moralitas kaum mudanya, maka perlu ada sinkronisasi antara gagasan bernegara dan beragama," ujarnya.

Dikatakan Muhtadin, mahasiswa pun hari ini rawan disusupi isme moralitas yang negatif, maka perlu penguatan secara spiritual agar tetap terkendali.

“HMI sebagai kalangan intelektual memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam bentuk penyadaran. “imbuh Muhtadin.

Sementara Erik Krisna Yudha Astrawijaya Saputra, lebih menyoroti ancaman moralitas saat ini, di antaranya free sex dan LGBT.

HMI sebagai kalangan intelektual, kata Erik, memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam bentuk penyadaran.

“Pada kenyataannya mereka ada di antara kita, dan kita tidak menganggapnya sebagai musuh yang harus dimusnahkan, akan tetapi propagandanya harus dicegah, tentu kita semua berkepentingan untuk melindungi keluarga kita masing-masing,” ungkapnya.

Dari unsur jurnalis, Syamsul Ma'arif  menambahkan, moralitas bukan hanya kata yang diberlakukan pada masyarakat umum saja, tapi moralitasnjuga berlaku untuk seluruh kalangan termasuk birokrat dan praktisi politis.  (AGE)

JEJE WIRADINATA LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KAMPUS UNIGAL II DI PANGANDARAN

CIJULANG - Acara peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kampus Universitas Galuh (Unigal) II di Kabupaten Pangandaran yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, Rektor Unigal, Ketua Yayasan Pendidikan Unigal, jug diharidi pejabat lainnya dilingkup pemerintahan Pemkab Pangandaran.

Dalam sambutannya, ketua yayasan pendidikan Galuh Ciamis, H Otong Husni Taufik, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda juga masyarakat Pangandaran atas segala bantuannya dalam proses pembangunan kampus II Galuh Ciamis di Pangandaran.

Menurutnya, dalam pembangunan yang menghabiskan biaya Rp.17 milyar, nantinya akan dibangun tiga lantai, karena di kampus II Unigal ini akan dibuka kelas program Megister.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemda dan seluruh lapisan masyarakat Pangandaran atas dukungan hingga bisa terwujud pembangunan kampus II Unigal di Kabupaten Pangandaran", ungkapnya 15/02
.
Ditempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sangat mengapresiasi Unigal Ciamis karena sebentar lagi kampus duanya akan berdiri di Pangandaran, tepatnya di Desa Margacinta Cecamatan Cijulang.

Atas nama pemerintah daerah dan warga masyarakat Pangandaran, Jeje pun menyambut baik keberadaan Unigal yang membangun sarana pendidikan tingkat tinggi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya.

“Secara tidak langsung, pemabngunan Unigal ini tentunya bisa meningkatkan SDM, khususnya para pegawai Pemda dengan bisa melanjutkan kuliah disini", kata Jeje.

Dikatakan Jeje, ini merupakan satu kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Pangandaran, karena dengan semakin banyaknya tempat mencari ilmu, akan meningkatkan APK.

“Seperti diketahui, saat saya masih menjabat wakil bupati Ciamis, hanya 8 %, dan mungkin yang 7 %nya kuliah di Unigal. “imbuhnya.

Usai penyampaikan sambutannya, bupati pun langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda akan dimulainya pembangunan kampus II Unigal di Pangandaran. (AGE)

DUKA WARGA MENGIRINGI KEPERGIAN SOSOK IBU YANG DEKAT DENGAN RAKYAT

CIJULANG - Duka yang mendalam bukan hanya dirasakan kerabat ataupun orang terdekatnya saja  atas kepergian isteri dari wakil bupati Pangandaran, Hj. Endah Surtinah, namun menurut salah seorang warga Cijulang, Andi (35) yang sehari-hari  berdagang nasi goreng di perempatan jalan statsiun Cijulang ikut menitikan air mata saat jenazah ibu wabup melintas dari bandara Nusawiru menuju rumah kediamannya di Cibenda.

Andi menuturkan, ia merasakan kehilangan sosok seorang ibu yang selalu ramah kepada siapa saja yang dijumpainya. sehingga saat pertama mendengar kabar duka itu, ia dan keluarganya merasakan sedih yang mendalam dan merasa kehilangan figur seorang ibu yang tidak banyak bicara namun selalu ramah terhadap warganya.

“Saya masih teringat saat beberapa waktu lalu saat ada kegiatan PKK di Islamic center Cijulang, beliau menyapa ramah pada saya. “ungkapnya.(15/2)

Andi pun sangat setuju, Pemda Kabupaten Pangandaran menganugerahi penghargaan Anubhawa Darma Ekapada  pada almarhumah  sebagai pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Hal senada dikatakan Asep (53), warga Cijulang seorang anggota ormas  Pemuda Pancasila, menurutnya yang lama mengenal almarhumah, merupakan sosok yang terlihat sederhana dalam   penampilan  dan tidak memandang strata dalam pergaulan.

Di mata Asep, Ibu Endah itu orangnya baik, ramah kepada siapa saja, dimana dan saat apa saja kalau bertemu pasti menyapa, sehingga ia benar-benar merasa kehilangan sosok seorang ibu seperti almarhumah.

"Saya dengan warga Cijukang lainnya hanya bisa berdoa’, semoga almarhumah diterima iman islamnya, diampuni segala dosanya dan semoga khusnul khotimah,amiin", pungkasnya. (AGE)

INI PERNYATAAN RESMI BUPATI TERKAIT UPACARA PEMAKAMAN IBU WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PARIGI-Ditemui di rumah duka, di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata atas nama pemerinatah daerah kepada awak media menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Wakil Bupati, Hj. Endah Surtinah, serta mengajak pada seluruh warga Pangandaran untuk ikut mendoa’kan, semoga almarhumah diterima segala amal baik dan di tempat di sisi Alloh.

“Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya sekitar jam 10.45 di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta, lalu diterbangkan dari bandara Halim Perdanakusumah sekitar jam. 15 dan tiba di bandara Nusawiru Cijulang jam. 16.00. “terang Jeje.(14/2)

Atas jasa-jasa almarhumah, menurut Jeje, almarhumah layak mendapat kehormatan, karena hal itu sudah diatur dalam Peraturan Bupati (perbup) tentang protokoler anggota presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, ketika sakit ditanggung BPJS atau pun saat ada persolan-persoalan lainnya hingga meninggal layak mendapat kehormatan.

“Apalagi beliau sebagai ibu wakil bupati, tentunya pemda memberikan penghormatan karena jasa-jasa almarhumah. “imbuh Jeje.

Jeje juga mengatakan, esok hari sekitar jam. 7.00 pagi jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka ke kantor pemda, kemudian akan digelar upacara resmi sebagai penghormatan yang terakhir dan selepas upacara jenazah pun akan dibawa ke tempat pemakaman umum di kampung halaman almarhumah di Desa Margacinta Kecamatan Cijuang.

“Saya sekali lagi mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Pangandaran untuk ikut mendoa’kan, semoga almarhumah mendapat taufiq dan hidayah serta ditempatkan di sisi Alloh. “kata Jeje. (PNews)

HARI INI PANGANDARAN BERKABUNG

Setelah melalui proses pengobatan di Rumah Sakit di Singapura dan Rumah Sakit Gotot Subroto Jakarta, Hj. Endah Surtinah, isteri Wakil Bupati Pangandaran, sekitar jam.11 hari ini (14/2) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Berita duka ini pun langsung tersebar ke seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran yang disambut dengan rasa duka yang mendalam.

Serentak seluruh lapisan masyarakat pun menundukan kepala seraya berdoa’, seperti dikatakan salah seorang warga kecamatan Padaherang, Noknok Siti Muflihah (55), menurutunya, ia dan rekan-rekan majlis taklim akan mengadakan pengajian dan doa’ khusus untuk almarhumah Hj. Endah Surtinah.

Insaalloh kami bersama majlis taklim disini akan khusus mendoa’kan almarhumah. “ungkapnya.

Sementara menurut keterangan dari staf Setda Pangandaran, jenazah almarhumah akan diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusumah sekitar jam. 15 dan diperkirakan mendarat di bandara Nusawiru Kecamatan Cijukang pukul. 4.00 sore nanti.

“Sekarang pa Bupati dan jajaran sedang mempersiakan penjemputan jenazah dan pemakaman almarhumah. “terangnya.(14/2). (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN