Khawatir Terkena Longsor, Sebuah Keluarga di Sukanagara Untuk Sementara Terpaksa Tinggalkan Rumahnya


PANGANDARAN NEWS - Satu keluarga mengungsi akibat bencana banjir dan longsor melanda di dusun sentul Rt 04/01 Desa Sukanagara kecamatan padaherang Kabupaten Pangandaran. 

Bangunan yang ditemati keluarga tersebut terpaksa harus dikosongkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi. 

Diketahui,  rumah tersebut dihuni Entis beserta istri dan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Sebenarnya lokasi pemukiman warga di Rt 04/01 Dusun Sentul ini termasuk dataran tinggi, namun tepat di depan rumah Entis terlihat tebing setinggi sekitar 6 meter dan di lokasi tersebut kebetulan saat ini sedang ada pekerjaan perbaikan jalan Sukanegara, yang berbatasan dengan Jawa Tengah, dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten pangandaran senilai Rp 1,7 milyar. 

Pengerjaan jalan dan tebing setinggi 6 meter ini dengan melakukan pengerukan atau digali dengan menggunakan alat berat/beko, serta untuk pemerataan tanahnya menggunakan bronjong batu supaya lebih kuat.

Namun sayang, warga menyesalkan pengerjaan jalan itu karena tanah dari hasil galian tersebut menutupi saluran air yang lokasinya di samping rumah Entis. 

"Waktu itu sekitar jam tiga sore curah hujan tinggi, berhubung tidak ada saluran air jadi air yang datang masuk ke rumah cukup tinggi, "terang Entis kepada PNews. (16/11) 

Dengan dibantu warga lainnya, kata Entis, ia pun membuat saluran supaya air bis mengalir.

Saat PNews datang ke lokasi, terlihat tembok penahan tanah (TPT) di belakang rumah Entis sudah retak bahkan hampir jebol akibat dari derasnya air yang menghantam, malah tampak longsoran tanah dari belakang rumah Entis. 


Akibat dari kejadian tersebut sekitar lebih dari seminggu Entis beserta keluarga pun terpaksa mengamankan diri mengungsi ke rumah mertua hingga saat ini. 

Menanggapi hal tersebut, pelaksana di lapangan, Nana, mengatakan pihaknya akan membuatkan saluran air. Namun untuk sekarang ini pihaknya belum bisa membuatkan saluran air tersebut dengan maximal. 

Untuk sementara ini, kata Nana, sudah dibuat saluran air kecil dulu karena jika saluran air tersebut dibuat lebih besar dan  maximal, saat ini masih musim hujan dan dikhawatirkan debit air tinggi nanti air mengalirnya besar jatuh ke rumah warga, sekarang yang penting air mengalir saja dulu sampai selokan.

Terkait permintaan Entis untuk antisiasi di lahan yang terdampak akibat derasnya air yang menghantam belakang rumahnya, Nana mengatakan, hingga saat ini hal tersebut belum ada kejelasan yang pasti. 

"Tapi dua hari yang lalu saya sudah melaporkan ke kantor namun belum ada kepastian, " katanya. 

Nana menambahkan, sejauh ini  pihak desa setempat pun terkesan abai dengan pekerjaan peningkatan jalan yang sedang ia kerjakan di wilayahnya. 

"Saya berharap pihak desa ikut pro aktif serta memberi masukan-masukan, ya intinya bisa berkomunikasi dengan baik, "imbuh Nana. 

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Desa Sukanagara, Tarso membantah pernyataan tersebut karena sejauh ini pihaknya sudah sangat aktif bahkan sering ke lapangan. 

Jika ia banyak kesibukan lain  menurut Tarso, tapi perangkat desa lain termasuk RT RW yang sering turun ke lapangan, dan  kalau pun ia sering menngontrol ke lapangan, menurutnya dalam  kapasitas apa.

Namun kendati demikian, Tarso mengatakan, pihak desa sangat berterimakasih atas realisasi peningkatan jalan Sukanegara.

"Kami berharap jika ada kendala-kendala di lapangan sebaiknya segera diperbaiki, "pungkasnya. (bill)

HUT PGRI KE 77 Jadi Ajang Silaturahmi dan Soliditas Guru di Gunungtanjung


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Dalam rangka menyambut HUT PGRI ke 77 yang jatuh pada tanggal 25 Nopember mendatang, para guru di Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmlaya menggelar sejumlah kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dengan antusias.

Seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman gedung PGRI, dan dihadiri
Muspika Gunungtanjung.

Ketua PGRI Gunungtanjung, Dede Sutisna.Spd menuturkan, pihaknya merasa bersukur karena dalam kegiatan menyambut Hari Jadi PGRI yang ke 77 di Kecamatan Gunungtanjung tahun ini sangat meriah dan mendapat sambutan antusias para guru.

Pada kegiatan ini, kata Dede, juga diadakan sejumlah perlombaan, seperti bola volley, lomba menyanyi lagu-lagu
perjuangan, kesenian tradisional dan kasidah.

"Kegiatan tersebut akan diadakan mulai tanggal 14 nopember sampai 16 nopember, "terang Dede.(14/11)


Masih kata Dede, dalam menyambut HUT PGRI ini juga  sengaja diadakan berbagai macam perlombaan agar para guru yang berada di Kecamatan Gunungtanjung bisa lebih akrab sehingga jalinan silaturahmi pun akan lebih erat.

Lokasi antara satu sekolah dengan sekolah lainnya yang saling berjauhan, menurut Dede, membuat para guru jarang bisa berkumpul.

"Dan dengan adanya kegiatan HUT PGRI diharapkan para guru bisa saling bersilaturahmi lebih dekat lagi, dan PGRI pun bisa lebih solid, "ujar Dede.(anwarwaluyo)

Sempat Dirawat Akibat Penyakit Jantung, Tokoh Pemekaran Kab. Pangandaran, H Adang Hadari, Meninggal Dunia



PANGANDARANNEWS.COM - Tak lama bereselang ditinggal anak sulungnya menghadap Sang Pencipta, salah seorang tokoh Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran yang juga pernah menjabat Wakil Bupati Pangandaran, H Adang Hadari, tutup usia di usianya yang ke 69, setelah dirawat di Rumah Sakit Santosa Bandung akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Menurut salah seorang kerabat, Ujang Idad, saat ditemui di rumah duka di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, ia membenarkan sebelum meninggal almarhum dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Santosa.

"Bapak wafar jam 5.50 dini hari jumat tanggal 11 nopember, "terang Idad.(11/11)

Tampak ribuan masyarakat yang ingin melayat memenuhi halaman rumah duka hingga ke jalan raya, sambil menunggu pemberangkatan jenazah yang akan dikuburkan di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, di makam keluarga bersama mendiang istri yang telah lebih dulu wafat beberapa tahun lalu dan makam putri sulungnya.

Seperti diketahui, semasa hidupnya H Adang Hadari dikenal masyarakat dengan pembawaannya kharismatik serta sipat kebapaannya yang selalu ia tunjukan kepada siapa pun yang dijumpainya.

Adang Hadari yang lebih akrab disapa "Bapa Kolot" oleh orang-orang dekatnya dikenal sebagai seorang politisi Partai Golkar sejak masih di Kabupaten Ciamis hingga menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, dengan capaian karier politiknya berhasil menjadi orang nomer dua di Pangandaran.

Sementara dalam acara serah terima jenazah dari pihak keluarga ke Pemda, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Sekda dan sejumlah pejabat, bupati menyampaikan, atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pangandaran, ikut berbelasungkawa serta mendoa'kan semoga amal baik almarhum diterima Alloh serta keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kesabaran.

"Saya atas nama pemerintah daerah menerima jenazah Haji Adang Hadari dari pihak keluarga yang selanjutnya akan segera kami kebumikan sebagaimana mestinya, "ungkap bupati.

Selamat Jalan Bapak Kolot.... (hiek)


KPU Pangandaran Segera Buka Pendaftaran PPK/PPS Pemilu 2024

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin,S.HI,M.IP

PNGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran segera buka pendaftaran untuk calon anggota PPK dan PPS pemilu 2024, seperti disampaikan Ketua KPU Pangandaran Muhtadin,S.HI,M.IP,  bagi masyarakat yang berminat menjadi PPK/PPS agar mempersiapkan diri dari sekarang karena pembukaan pendaftaran rekrutmen calon anggota PPK akan dimulai tanggal 16 November mendatang, sedangkan untuk pendaftaran anggota PPS dimulai tanggal 29 November 2022.

"Saat ini kami sedang menunggu kepastian jadwal dan juknisnya dari KPU RI, "ungkp Muhtadin.(09/11)

Ia menjelaskan, persyaratan untuk menjadi anggota PPK/PPS diatur di dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dan PKPU No. 8 Tahun 2022, diantaranya harus WNI, berusia minimal 17 tahun, setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945, NKRI, bhineka tunggal ika, dan cita-cita proklamasi 17 agustus 1945, berintegritas dan pribadi yang kuat, jujur dan adil serta yang bersangkutan bukan anggota parpol sekurang-kurangnya dalam waktu 5 tahun terakhir.

Selain itu, imbuh Muhtadin, calon berdomisili di wilayah kerja PPK/PPS, mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari narkoba, berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat.

"Dan tidak pernah dipenjara berdasarkan putusan pengadilan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun atau lebih, "ujar Muhtadin.

Semantra Anggota KPU Pangandaran Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Maskuri Sudrajat, S.Pd.I menambahkan,  ada yang berbeda dengan pemilu 2019 dalam proses rekrutmen badan adhoc pemilu 2024 mendatang, para calon tidak lagi mendaftar secara manual sebagaimana pemilu sebelumnya melainkan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi SIAKBA (Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc).

Maskuri mengatakan, jika dulu para calon anggota PPK/PPS datang ke kantor KPU dengan membawa berkas dan dokumen persyaratan, maka sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi karena proses pendaftaran melalui aplikasi SIAKBA.

"Semua dokumen persyaratan seperti e-ktp, ijazah, daftar riwayat hidup, foto, dan sebagainya diunggah melalui SIAKBA. Sehingga pelamar tidak perlu datang ke kantor KPU, "ucap Maskuri.

Hal ini menurut Maskuri seperti tertuang dalam keputusan KPU Nomor 438/2022 tentang penetapan aplikasi SIAKBA sebagai aplikasi khusus KPU," ungkapnya.

"KPU Pangandaran dalam hal ini membutuhkan 50 orang anggota PPK yang terbagi ke dalam 10 kecamatan dan 279 anggota PPS untuk 93 Desa se Kabupaten Pangandaran, "pungkasnya. (hiek)

9 Kabupaten – Kota Perbatasan Ikuti Porsenitas IX 2022 Dan Gelar Produk Unggulan Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Kabupaten Pangandaran menjadi tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Seni Perbatasan (Porsenitas) IX tahun 2022 serta Pameran Kunci Bersama Gelar Produk Unggulan dan Investasi Daerah yang diselenggarakan selama 3 hari, dari tanggal 2 hingga 4 nopember 2022.

Kegiatan ini diikuti 9 kabupaten-kota daerah perbatasan, diantaranya Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Brebes, Kota Cirebon dan Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan porsenitas ini diselengarakan di alu-alun Paamprokan di kawasan pantai barat, sementara Pameran Kunci Bersama Gelar Produk Unggulan dan Investasi Daerah dilaksanakan di alun-alun parigi.

Cabang oalhraga (cabor) yang diperlombakan dalam Porsenitas ini, diantaranya Dayung Eksekutif, Catru, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Sepeda Beregu & Perorangan, Badminton, Olahraga Tradisional Bakiak dan Olaharaga Tradisional Gobak Sodor.

Pada malam pembukaan yang dilaksanakan rabu malam (02/11) yang digelar di alun-alun Paamprokan, para kontiongen dari masing-masing daerah pun mengikuti pawai serta akstraksi seni khas daerah masing-masing.

Usai menyaksikan pawai serta akstraksi seni tersebut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi masing-masing kepala daerah peserta prosenitas serta sejumlah pejabat dan porkopinda 9 kabupaten-kota, berkesempatan membuka kegiatan dengan menabuh gendang yang dilakukan bersama oleh semua kepala daerah.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinta menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh daerah peserta porsenitas yang telah memilih Pangandaran menjadi tuan rumah tempat diselenggarakannya kegiatan ini.

Jeje mengatakan, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masarakat dan pemerintah daerah dalam momen satu dasawarsa hari jadi kabupaten pangandaran ke 10 bisa menjadi tempat diselenggarakannya posenitas ke 9 tahun 2022.

Perlombaan olahraga dalam ajang ini, kata jeje, bukan semata untuk tujuan prestasi karena atlit-atlit yang akan berlomba pada 9 cabang olahraga ini dilakukan para PNS dari masing-masing daerah yang selain sudah tidak muda lagi tentu staminanya pun berbeda dengan para atlit yang biasa berkompetisi dalam sebuah kejuaraan, porsenitas ini sejatinya merupakan ajang silaturahmi serta komunikasi untuk kemajuan di masing-masing daerah.

“Seringnya bertemu dan berkomunikasi tentu diharapkan akan mampu melahir komunikasi dan gagasan-gagasan dari kita bersama, “ucap Jeje. (hiek)


Ketua PPSM Dan TKSK Parungponteng Ajak Kaum Milenial Ikuti Gerakan Bertani Sayuran Organik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Food Agriculture Organization (FAO) dan International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan krisis pangan baru yang berdampak pada ketahanan pangan suatu negara, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian memiliki program Gerakan Sadar Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) dimana gerakan Sadar Pangan B2SA merupakan implementasi pangan keluarga yang dilakukan melalui pemilihan bahan pangan sehat dan bergizi sehingga memiliki peran dalam menjaga berat badan, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit dan pertumbuhan gizi. 

Sebagai perwujudan pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat dan perbaikan ekonomi pasca covid 19, sebagai Ketua Perkumpulan Petani Sayuran Milenial (PPSM) dan TKSK Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Sukmana S. Sos memberikan contoh khususnya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) binaannya dan umumnya kepada masyarakat luas dengan melaksanakan budidaya tanaman sayuran berupa mentimun, labu siam, cabai dan bawang daun. 

Alasan melaksanakan kegiatan ini, karena menurut Sukmana, ia melihat potensi sumber daya alam yang subur melimpah dan kondisi geografis juga karena mayoritas penduduk Kecamatan Parungponteng dan sekitarnya berpencaharian sebagai petani.

“Namun sayangn kaum milenial masih banyak yang belum tertarik pada dunia pertanian walaupun dengan karakteristik berbeda di setiap wilayahnya, “ujar Sukmana.

Kedepan diharapkan, imbuhnya, para KPM maupun masyarakat dan khususnya kaum milenial lebih banyak melaksanakan kegiatan bertani penanaman berbagai tanaman sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tidak perlu lahan luas bisa ditanam di polybag atau pot guna memanfaatkan pekarangan rumah dan jika hasilnya melimpah bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, dengan menanam kebutuhan sayuran sendiri jelas kualitas sayuran lebih sehat terlebih tidak menggunakan pupuk kimia sehingga semua yang dihasilkan merupakan sayuran sehat.

“Saya mengajak kepada kaum milenial dalam gerakan bertani ini dengan menanam cabe, tomat, Ketetimun dan semuanya merupakan sayuran organik, "terang Sukmana. (anwarwaluyo)


Sejumlah Pelaku Usaha Tolak Tegas Rencana Pemkot Banjar Relokasi Pkl Dan Parkir Di Jalan Hamara

PANGADARANNEWS.COM/BANJARNEWS  - Rencana penataan di seputar jalan Hamara Efendi yang akan berdampak harus direlokasinya para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para tukang parkir ke lahan baru  di jalan Kantor Pos kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar menuai reaksi serta mendapat penolakan dari  para pemilik toko dan PKL yang ada di seputar jalan Hamara tersebut.

dengan tegas menolak rencana yang akan di lakukan pemerintah, mereka meminta Pemkot Banjar agar membatalkan rencana relokasi itu. Penegasan penolakan relokasi tersebut disampaikan langsung sejumlah perwakilan PKL dan pemilik toko kepada wartawan, saat konferensi pers di Toserba Samudra. (31/10)

Salah satu perwakilan para pemilik took dan PKL, Aep Saeful Hijbi mengatakan, pihaknya secara tegas menolak rencana penataan dan relokasi PKL di jalan Hamara karena hal ini akan merugikan para pelaku usaha.

Selain itu, kata Aep, Pemkot Banjar belum bisa memberikan jawaban terkait keluhan pedagang atau solusi sehingga masalah ini pun hingga saat ini masih ngambang. 

“Kami menolak dan meminta pemerintah agar sesegera mungkin membatalkan rencana relokasi dan penataan Jalan Hamara Efendi,”tegas Aep kepada sejumlah wartawan.

Pelaku usaha yang melakukan penolakan ini bukan hanya dari perwakilan pemilik toko, namun, menurutnya, semua pedagang, pemilik toko, dan juru parkir, semuanya menolak dan penolakan ini dituangkan dalam bentuk surat pernyataan bersama .

“Ada 28 pemilik toko, 38 Pedagang Kaki Lima dan 20 orang juru parkir semuanya menolak, dan secara resmi ini sudah kami sampaikan kepada pemkot, “jelasnya.

Ia menambahkan rencana penataan dan relokasi Jalan Hamara Efendi tersebut hanya akan merugikan para pelaku usaha, pasalnya dalam penataan itu nantinya akan menghilangkan area tempat parkir bagi para pengunjung.

Selain itu, ujar Aep, berkaca pada konsep penataan yang sudah di lakukan daerah lain justru berdampak pada menurunnya omzet penjualan para pelaku usaha.

“Ini jangan terjadi di daerah kita, “pungkasnya. (Tito)


KB STITNU Al Farabi Ikut Larut Dalam Kemeriahan Karnaval Budaya Satu Dasa Warsa Kab. Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari Keluarga Besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (KB STITNU) Al Farabi Kabupaten Pangandaran mengikuti karnaval budaya dalam kegiatan hari jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10 dengan mengusung tema "Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara". (29/10)

setelah 2 (dua) tahun lebih dilanda pandemi covid-19, akhirnya tahun ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan lagi berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10, dengan salah satu kegiatan Karnaval Budaya yang selalu ditunggu masyarakat.

Kemeriahan karnaval budaya tersebut sangat dirasakan semaraknya, dengan antusias 200 tim peserta karnaval serta animo masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut. 

Dalam kegiatan ini, KB STITNU Al Farabi Kabupaten Pangandaran tak ingin ketinggalan untuk ikut serta memeriahkan karnaval budaya ini dengan menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari tarian, Pashion Show On The Street dan Pashion Show Budaya yang diikuti langsung oleh Ketua STITNU Al Farabi dan seluruh Civitas Akademik yang larut dalam rombongan karnaval. 

Seperti disampaikan Koordinator Karnaval STITNU, U'ang Burhanudin yang juga Wakil Ketua BEM STITNU, menurutnya  sebagai Perguruan Tinggi pertama di Pangandaran maka KB STITNU tentu menyambut dan sangat  antusias untuk ikut memeriahkan rangakain kegiatan milangkala satu dasa warsa Kabupaten Pangandaran. 

Dengan Visi Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa, maka, kata U’ang, Pangandaran harus bisa melestarikan dan merawat khas budaya. 

“Salah satunya dengan diselenggarakan karnaval budaya ini bisa mempertegas bahwa pemda menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran," Ungkap U'ang. (yusupsidik)


Karnaval Budaya Ikut Warnai Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke 10

PANGANDARANNEWS.COM - Karnaval budaya ikut mewarnai rangkaian peringatan dasa warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 25 oktober, Kegiatan ini digelar di kawasan Taman Sun Set pantai barat,(29/10)

Tampak ribuan masarakat baik wisatawan atau pun warga sekitar memenuhi tepi jala rute yang dilalui 200 grup peserta karnaval, mulai dari depan hotel Arnawa menuju jalan Pamugaran.

“Karnaval ini merupakan momen budaya yang sangat dinantikan masarakat yang sempat tak dilaksanakan 2 tahun ke belakang, karena pandemi covod 19, “ ujar Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dalam sambutannya sekaligus membuka acara karnaval yang diikuti masyarakat umum, pegawai di lingkup pemerintahan, BUMN, Perusahaan Umum Daerah (Perumda), 94 desa dari 10 kecamatan, ormas dan elemen masyarakat lainnya.

Peserta karnval pun nampak antusias menampilkan aneka budaya dan pakaianm karena selain ini menjadi tontonan menarik masyarakat juga nantinya akan mendapat penilaian dari panitia karnaval.

Penampilan peserta karnaval pun Nampak ada yang unik, cantik hngga mengundang tawa, seperti  menampilan ebeg atau kuda lumping, bebegig (hantu) dan kesenian-kesenian daerah lainnya.

pada ahir acara kepada sejumlah awak media, Bupati Pangandaran menyampaikan terimakasih kepada para peserta karnaval dan seluruh masyatakat yang telah ikut berperan serta bergembira dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10.

"Mari kita bersinergi untuk Pangandaran juara, “ucap bupati. (hiek)





Wakil Gubernur Jawa Barat: “Agar Wisatawan Betah, Warga Pangandaran Harus Bersikap Ramah, Someah Hade Ka Semah”

PANGANDARANNEWS.COM – Di usianya yang ke 10 Kabupaten Pangandaran jangan berpuas diri serta harus banyak evaluasi walau selama ini mendapatkan rapor baik dan sejumlah penghargaan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barata, Uu Ruzhanul Ulum, beberapa hari lalu saat sejumlah awak media mewawancarainya usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 di gedung DPRD Pangandaran.(25/10)

Dikataka Uu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam hal ini mewakili Gubernur Jabar sangat mendukung niat Pemkab Pangandaran untuk menjadikan daerah tujuan wisata berkelas dunia.

"Secara khusus Pa Gubernur lewat saya memberikan pesan, Pangandaran sudah layak menjadi pariwisata yang berkelas dunia walau pun masih ada catatan khusus, "ujar Uu.

Beberapa kendala menurut UU, seperti penerbangan sehingga Pemprov Jabar pun ingin berusaha mendorong agar Bandara Nusawiru diaktifkan semaksimal mungkin bahkan ada instrumen lain supaya Nusawiru ini bisa lebih bermanfaat. Karena wisata di Pangandaran bukan hanya wisata pantai saja, namun banyak sekali destinasi wisata lainnya sebagai pelengkap yang memang sangat indah, seperti ada Green Canyon, Santirah, Citumang dan lainnya.

Uu berpesan pada masyarakat Pangandaran agar wisatawan betah harus bersikap ramah, someah hade ka semah (ramah pada pengunjung-sunda) sehingga wisatawan yang datang kesini tidak merasa jera tapi merasa nyaman, karena sekalipun destinasi wisatanya bagus, indah, kalau tidak masyarakatnya tidak someah tentu tidak akan menmbuat nyaman pengunjung.

Ia jugaberharap adanya keberpihakan Pemda Pangandaran tidak tergantung anggaran dari Pemprovpada pengembangan sarana prasarana wisata. 

"Saya minta kepada anggota DPRD baik provinsi maupun pusat, Pangandaran harus difasilitasi karena masih banyak yang harus ditata terutama di kawasan pantai yang memerlukan anggaran lebih banyak lagi," tegasnya.

“Catatan saya untuk Pangandaran, diharapkan masyarakat bisa menerima dan menghargai culture, budaya, agama, karakter dan sifat wisatawan yang datang dari berbagai negara agar mereka merasa betah saat berwisata di Pangandaran, “ujar Uu.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengakui hingga saat ini pengembangan Bandara Nusawiru atau maskapai penerbanagan secara Internasional ke Pangandaran langsung memang belum ada. Namun saat ini akses penerbangan yang komersil sudah ada dari Pangandaran Ke Jakarta, ini bisa menjadi sebuah alternatif.

“Saat ini belum ada rencana karena masih menunggu rencana pembangunan Jabar Selatan, dan kami masih menunggu juga dari pemprov terkait anggaran dan pengembangan tersebut,"trang bupati. (hiek) 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN