KPU Kota Banjar Gelar FGD Bahas Tamasya

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU ) Kota Banjar menggelar kegiatan Focus Group Discusion (FGD) terkait Tanggapan Dan Masukan Masyarakat Terhadap Dukungan Pasangan Perseorangan Dalam Pemilihan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Banjar Tahun 2024, bertempat di aula Hotel Mandiri Kota Banjar.(06/06)

Hadir dalam kegiatan FGD ini, diantaranya Forkopimda Kota Banjar, seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa dan anggota Tri Bina (Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Bina Desa dan Kelurahan) se-Kota Banjar.

Di sela-sela kegiatan Ketua KPU Kota Banjar, Muhammad Mukhlis kepada awak media mengatakan, setiap kabupaten- kota yang ada calon perseorangan harus melaksanakan sosialisasi Tanggapan dan Masukan Masyarakat (Tamasya).

Dalam tahapan calon perseorangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar tahun 2024, kata Mukhlis, saat ini memasuki tahapan perbaikan ke 1 dan penyerahan perbaikan ke 1 dokumen syarat dukungan KPU Kota Banjar. 

"Jadwal ini dimulai dari tanggal 3 Juni sampai 7 Juni 2024 pukul 23.59 WIB," jelasnya.

Mukhlis menambahkan, tanggapan dan masukan masyarakat terhadap dukungan pasangan perseorangan dalam pemilihan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Banjar Tahun 2024 dimulai dari bulan Mei sampai 19 Agustus 2024.

KPU Kota Banjar sendiri, menurutnya, akan senantiasa menjaga integritas dan soliditas serta mengedepankan azas keadilan dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar yang ikut serta dalam kontestasi dan mengawal proses demokrasi yang berbudaya. 

"Mari kita mapag Pilkada Banjar 2024," pungkasnya. (tito)

Dinas Pertanian Pangandaran Terus Lakukan Pengecekan Kesehatan Hewan Kurban

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk memastikan ketersedian dan kesehatan hewan kurban yang digunakan masyarakat,  Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pangandaran melakukan pengawasan langsung ke sejumlah kandang penjual hewan kurban.

Dihubungi lewat sambungan telepon, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Deni Rakhmat mengatakan, pihaknya bersama dokter hewan serta Kepolisian terus melakukan melihat langsung ke penjual hewan kurban.

Deni memastikan, kondisi kesehatan hewan-hewan kurban di Pangandaran terjamin dan kondisinya sehat sebelum disembelih nanti pas Idul Adha. 

"Pengawasan hewan kurban ini kami lakukan menyeluruh di 10 kecamatan," ungkapnya.(06/06)

Ia menyebut sudah dua minggu ini sudah berjalan Distan melakukan kunjungan ke para peternak, dan saat ini di Kecamatan Cimerak pihaknya datang ke 4 kandang atau penjual ternak.

"Dan hasilnya semua hewan tidak ada masalah, termasuk yang ada di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang," terangnya.

Saat ini, kata Deni  tidak ada check poin khusus untuk pengecekan hewan kurban di Kabupaten Pangandaran. Sehingga Dinas Pertanian melakukan  pengecekan langsung ke penjual dan pasar hewan.

Berbeda saat ada wabah penyakit mulut dan kuku sedang merajalela, saat itu menurut Deni sempat ada Check Point hewan kurban yang datang dari luar Pangandaran bertempat di Kecamatan Kalipucang.

Namun Deni mengaku pihaknya  belum bisa memastikan berapa tahun ini jumlah hewan kurban di Kabupaten Pangandaran, saat ini Distan baru tahap inventarisasi dan pendataan.

Ia.menambahkan, hewan kurban yang ada di Kabupaten Pangandaran kebanyakan berasal dari Jawa Tengah, namun dari Pangandaran juga ada yang dikirim keluar daerah sekitar 150 ekor dengan jenis yang akan digunakan kurban in antara lain jenis limousin, brahman, Sapu Simental dan Peranakan Ongole atau PO.

Deni juga memastikan pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait adanya hewan kurban yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku.

"Termasuk sapi yang kena antraks, itu juga belum ada," ucapnya.(hiek)

Cuaca Buruk Dan Gelombang Tinggi Penyebab Turunnya Tangkapan Nelayan Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Ada beberapa faktor jika hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan,.bisa saja karena faktor cuaca, musim ikan, gelombang tinggi dan lainnya.

Hal ini disampaikan salah seorang nelayan Pangandaran, Junaedi (50), jika kondisi seperti itu pendapatan ikan pun bisa turun hingga 50 persen.

Menurut nelayan asal Jongorbatu Desa Pangandaran ini, namun ada juga jenis ikan yang biasa ada justru saat cuaca gelombang tinggi, seperti  bawal putih atau bawal hitam, cumi-cumi dan ikan lain yang berukuran besar.

"Saat ini gelombang sedang tinggi sehingga banyak nelayan terpaksa tidak melaut, namun ada juga beberapa nelayan yang memaksakan pergi," ungkapnya.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Kabupaten Pangandaran Sarlan mengatakan, gelombang tinggai atau cuaca buruk memang berpengaruh pada tangkapan ikan.karena banyak nelayan yang memilih tidak melaut.

Menurutnya, hingga bulan April  tangkapan ikan di Kabupaten Pangandaran sudah mencapai  303.508 ribu kilogram dengan nilai retribusi mencapai Rp 600 juta lebih, dari target Rp 1,50 Miliar tahun ini.

Hitungan pendapatan yang masuk ke kas daerah sebesar Rp 3,5 rupiah ini diambil dari Rp100 per satu kali transaksi di 13 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tersebar di Kabupaten Pangandaran, mulai dari pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang hingga pantai Madasari di Kecamatan Cimerak.

"Jumlah ini dari hasil revisi.per November atau Desember tahun 2023," jelasnya.(hiek)

Tingkatkan Keterampilan Warga, Disnaker Ciamis Adakan Pelatihan Tata Boga Di Desa Sukahurip

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Untuk meningkatkan keterampilan dan bakat masyarakat, Desa Sukahurip Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis bekerja sama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis mengadakan Pelatihan Tata Boga bertempat di aula desa.(06/06)

Dalam pelatihan yang dihadiri anggota PKK Desa Sukahurip, diajarkan bagaimana cara  pembuatan berbagai makanan ringan mulai dari bahan, alat, dan proses pembuatannya.

Seperti disampaikan Ketua PKK Des Sukahurip, Lilis Sukastri, dengan pelatihan ini diharapakan warga mampu memproduksi sendiri serta mendirikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Dalam pelatihan yang dilaksanakan 13 hari ini pesertanya dibatasi hanya 25 orang dengan  batasan usia 18 sampai 35 tahun," ungkap Lilis.

Ia berharap dengan pelatihan ini warga bisa lebih produktif untuk menghasilkan sesuatu yang bisa berdampak positip pada perekomian keluarga, sehingga ekonomi keluarga pun dapat terbantu.

Atas nama seluruh pengurus dan anggota PKK Desa Sukahurip Lilis juga menyampaikan terimakasih kepada Disnaker Kabupaten Ciamis yang telah memberikan arahan dan pelatihan di desanya.

Sementara Menurut salah seorang peserta pelatihanTeti, ia mengaku senang mengikuti program pelatihan tata boga ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan diri.

"Setelah mengikuti pelatihan ini kami pun bisa membuat sendiri aneka makanan, seperti bolu dan kue lainnya yang nantinya selain bisa dikonsumsi juga bisa dijual ke warung-warung," ucapnya. (anwarwaluyo)

Situs Batu Kalde Di Kawasan BKSDA Resort Pangandaran Masuk Aset Pemda

PANGANDARANNEWS.COM - Hanya ada satu Cagar Budaya yang saat ini sudah ditetapkan dan mendapat Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Situs Batu Kalde yang berada di kawasan Cagar Alam BKSDA Resort Pangandaran.

Demikian disampaikan Kabid Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira saat mengunjungi situs tersebut yang didampingi Polisi Khusus Cagar Budaya, Haris Bugis.(05/07)

Saat ini, kata Sugeng, ada 166 cagar budaya di Kabupaten Pangandaran dan 40 diantaranya sedang didaptarkan ke data pokok provinsi.

" 3 situs sedang diproses untuk dijadikan cagar yaitu terowongan kereta api Wilhelmina, Julian dan Henrich dan satu yang sudah terdaftar di Oemkab Panndaran, yaitu situs Batu Kalde yang ada di kawasan BKSDA resort Pangandaran," ucapnya. 

Situs Batu Kalde
Seperti diketahui, menurut Sugeng, untuk menetapkan cagar budaya diperlukan penelitian serta kajian arkeolog, dan pengumpulan kelengkapan dokumen sejarah.

"Anggaran untuk penelitian Cagar Budaya tersebut memang cukup mahal karena harus memfasilitasi para arkeologi dan melibatkan beberapa tim untuk penelitian ini," terangnya.

Sementara Polisi Khusus Cagar Budaya Haris Bugis mengatakan, situs Batu Kalde ini merupakan sarana umat Hindu Zaman dulu yang merupakan nandi atau patung sapi dan altar lingga yoni.

"Namun posisinya sekarang sudah bergeser, mungkin disebabkan kondisi alam dan beberapa hal," katanya.

Atau bisa saja digeser kejadian alam seperti Tsunami atau tangan manusia, saat zaman penjajahan jepang dulu.(hiek)

Duduki Hasil Sirvey Tertinggi, Ujang Endin Semakin Mantap Maju Di Pilkada Pangandaran

Ujang Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya usai mengetahui hasil survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik terkait Popularitas bakal calon (bacalon) Bupati Pangandaran 2024 yang menyatakan Ujang Endin Indrawan menempati urutan tertinggi, ia mengaku semakin percaya diri untuk terus melangkah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diketahui, hasil Survey yang dikeluarkan Lembaga Riset Kebijakan Publik yang dilaksanakan tanggal 5-10 Mei 2024 Ujang Endin atau yang lebih akrab dipanggil Ue unggul 54,5 persen disusul Ino Darsono 46,2 persen dan Dadang Okta 43,8 persen.

Kepada sejumlah awak media yang mewawancarai usai membuka kegiatan Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran di Krisna Beach Hotel, Ujang Endin menyampaikan hasil survey ini menambah rasa percaya diri terutama untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik calon pengusungnya.

Selain menjadi lebih percaya diri, kata Ujang Endin, tentu hasil survey elektabilitas ini juga bisa menjadi modal awal untuk meyakinkan partai politik yang nanti akan mengusungnya.

"Karena untuk maju dalam pencalonan ini paling tidak harus mempunyai popularitas, elektabilitas dan isi tas," ucapnya.(04/06)

Namun menurut hasil survey terbaru itu tetap tidak bisa jadi ukuran sepenuhnya, karena ia mengaku baru bergerak beberapa bulan saja.

"Prosesnya masih panjang, artinya saya pun belum bekerja secara masif," akunya.

Namun ia juga tidak menampik jika hasil survey ini menjadi spirit dan modal besar untuk terus bergerak maju di Pilkada 2024. Dan ia pun mengaku semakin yakin karena baru bergerak beberapa waktu saja bisa membuat hasil survey menempatkan dirinya menjadi tertinggi.

"Apalagi kalau saya nanti sudah bergerak lebih masif dan intens," imbuhnya.

Disoal siapa yang menjadi pendampingnya nanti, Ujang Endin menyebut siapapun masih berpeluang termasuk dengan Dadang Okta.

"Yang saya kenal, selain seorang mantan birokrat Dadang Okta juga merupakan tokoh masyarakat dan termasuk yang hasil surveynya tinggi," ungkapnya.(hiek)

Siapa Sangka, Ternyata Kualitas Tembakau Pangandaran Terbaik Se-Indonesia

PANGANDARANNEWS.COM - Tak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Pangandaran pun kini menjadi salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Barat.

Tak main-main, tembakau yang dihasilkan para petani Pangandaran ini berkualitas tinggi dibanding tembakau yang dihasilkan daerah lain di Indonesia.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, salah satu indikatornya tembakau yang dihasilkan para petani tembakau di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya ini dipatok dengan harga Rp25 ribu per kilo gram.

"Sementara harga tembakau dari daerah lain dijual dengan harga Rp5-7 ribu per kilo gram nya," kata Tedi, usai mengikuti
Sosialisai Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kabupaten Pangandaran, bertempat di Krisna Beach Hotel Pangandaran.(04/06)

Saat ini kata Tedi, ada sekitar 300 petani tembakau yang di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya yang mampu menghasilkan 200 ton tembakau setiap tahunnya.

"Dengan luas lahan 28 hektar," jelas Tedi.

Tedi mengatakan, saat ini yang menjadi tantangan untuk memfasilitasi para petani tembakau ini terkait belum adanya sentra atau gedung untuk menampung dan menyimpan hasil para petani.

Disoal pemasaran, Tedi mengatakan, tidak ada kendala karena pembeli dari luar daerah akan datang langsung ke lokasi.

Walau pun harga tembakau Pangandaran jauh di atas tembakau dari daerah lain, namun, kata Tedi, para petani tidak kekurangan pembeli.
Dan biasanya petani pun akan memanen tembakau ini disesuai dengan jumlah pesanan, sehingga tidak akan terjadi over produksi.

"Daripada panen banyak tapi tidak habis, lebih baik disesuikan dengan jumlah permintaan," ucap Tedi.

Tedi berharap pihaknya bisa segera membangun fasilitas untuk penunjang para petani tembakau ini, salah satunya dengan membangun sentra atau gedung yang bisa dijadikan gudang tempat menyimpan hasil panen petani.

"Dan ternyata di Jawa Barat ini belum ada kabupaten-kota yang mempunyai sentra tembakau," imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan saat diminta komentarnya mengatakan, cukai dari tembaku ini telah berkontribusi lebih dari 10.persen pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) serta membuka ratusan ribu lapangan kerja.

Untuk di Jawa Barat, kata wabup, luas untuk pertanian tembakau ini ada sekitar 12 ribu hektar, sedangkan untuk kebutuhan pasar, dibutuhkan 38 ribu hektar lahan.

"Artinya ini, di Jawa Barat saja perranian tembakau ini masih berpeluang besar," kata wabup.

Wabup mengatakan, setidaknya ada dua hal yang menjadi sukses negara dalam mengembangkan penghasil industri tembakau. Pertama, industri tembakau dibangun secara alami. Artinya industri tembakau dibangun dekat dengan perkebunan tembakau, misalnya di Kecamatan Padaherang atau Mangunjaya harus dijadikan sentra industri tembakau karena disana terdapat lahan perkebunan tembakau yang luas.

Kedua, harus ada kerjasama antara industri besar dan kecil. Dan saat ini kendala terbesar yang masih dihadapi industri kecil ini, adanya perusahaan besar yang masih bermain di sektor industri kecil sehingga menimbulkan daya saing yang tidak seimbang.

"Mudah-mudahan dengan akan dibangunnya sentra industri hasil tembakau ini, paling tidak industri tembakau Kabupaten Pangandaran akan mampu bersaing dengan daerah lain," ungkap wabup.(hiek)

Pasca Galunggung Meletus Dan Tsunami, Terumbu Karang di Cagar Alam Pangandaran Tersisa 20-40 Persen

Hadiat Kelsaba
PANGANDARANNEWS.COM - Kondisi terumbu karang di perairan Pantai Pangandaran saat ini dinilai cukup memprihatinkan, pasalnya dari beberapa terumbu karang yersebut banyak yang sudah mati.

Seperti disampaikan salah seorang petugas BKSDA Resort Pangandaran, Hadiat Kelsaba atau akrab dipanggil Encek, keberadaan terumbu karang ini sekarang diperkirakan hanya tersisa di Cagar Laut Pangandaran, Pangelek Batukaras dan Batupayung Batukaras.

"Sementara yang ada mulai dari pqntai Karapyak, Karangnini hingga ke pantai yang  perbatasan Kabupaten Tasik, sudah jadi karang gosong atau karang mati," ungkapnya.(02/06)

Terumbu karang yang ada di Cagar Alam Pangandaran ini ia menyebut hanya tersisa 20 sampai 40 persen saja, diantaranya Batu Karang yang identik tidak berkembang biak dan Terumbu karang yang masih bisa tumbuh dan berkembang biak.

Setelah diinventarisir, menurutnya saat ini ada sekitar 16 jenis terumbu karang ditambah jenis-jenis ikan yang suka berlindung ada 68 jenis mulai dari jenis ikan konsumsi, ikan hias sampai ikan beracun.

Ia mengatakan, awal mula kerusakan terumbu karang ini terjadi saat gunung Galunggung meletus di tahun 1982, karena saat itu ketika air laut sedang surut abu vulkanik langsung mengubur terumbu karang.

"Ditambah aktivitas pengunjung serta perahu nelayan dan pesiar menjadi penyebab kerusakan terumbu karang di cagar alam," imbuhnya.

Tak hanya itu, saat terjadi Tsunami di tahun 2006 terumbu karang ikut kena imbasnya khususnya jenis karang tepi sehingga saat ini yang tumbuh karang-karang keras.

Untuk melestarikan terumbu karang ini, sejumlah aktivis dan pecinta lingkungan pun rajin melakukan transplantasi terumbu karang walau ia mengaku hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa mematikan berapa centimeter terumbu karang bisa tumbuh setiap tahunya.

Encek juga mengaku, kerusakan terumbu karang di khususnya yang ada di cagar laut Pangandaran ini sempat diperparah dengan adanya kapal viking yang diledakan beberapa tahun lalu di kawasan yang nota bene tempat tumbuh karang, padah terumbu karang ini selain berfungsi sebagai fish apartement juga menjadi tempat berkembang biak biota laut. Terumbu karang ini secara tidak langsung berfungsi  menjadi penahan abrasi sebagai penahan ombak sebelum sampai ke pesisir.

"Selain itu, aktifitas perahu nelayan yang secara tidak langsung bersentuhan dengan terumbu karang terutama saat air laut surut, ini juga tentu mengancam keberlangsungan terumbu karang," pungkasnya.(hiek)


Belum Punya Tempat Penyimpanan, Sejumlah Temuan Arkeologi Di Pangandaran Belum Tertata

PANGANDARANNEWS.COM - Sudah Banyak yang diperkirakan fosil dan artefak ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, namun saat ini Pemkab Pangandaran sehingga penemuan arkeologi tersebut belum bisa disimpan dengan baik.

Seperti Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Sugeng Yudistira, saat ini sebagia temuan arkeologi atau fosil atau artefak ini untuk sementara disimpang di kantor Disparbud.

"Yang disimpan disini merupakan fosil dan artefak tulang manusia purba dan juga gerabah," terang Sugeng kepada PNews di kantornya.(03/07)

Sugeng menyebut, saat ini masih ada beberapa temuan arkeologi yang belum diambil dari lokasi penemuannya, seperti batu meja di Desa Babakan Pangandaran, batu gimbal di Kecamatan dan yang terbaru penemuan fosil Gastropoda (siput) purba di Kecamatan Cimerak.

"Lokasi yang diperkirakan banyak ditemukan fosil ada di Desa Selasari Kecamatan Parigi yang ada di gua Sutraregregan," katanya.

Sugeng berharap pihaknya segera mempunyai tempat atau gedung khusus untuk menyimpan beberapa temuan arkeologi ini, sehingga temuan yang bernilai sejarah ini bisa terdata dan tersimpan aman. 

"Selain menjadi koleksi arkeologi, temuan fosil dan artefak ini juga kan bisa untuk wisata edukasi," imbuhnya.(hiek)

DPC PDIP Pangandaran Usulkan Citra Pitriyami dan Ino Darsono Maju Di Pilkada 2024

Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Saat diwawancara usai melantik 547 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2023 di aula SMP Negeri 1 Pangandaran, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan bahwa PDIP saat ini sudah memiliki nama pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2024, Citra Pitriyani dan Ino Darsono

"Mekanisme penjaringan sedang dilakukan dan saya mengusulkan dua nama tersebut," jelasnya.(31/05)

Jeje mengatakan, Citra Pitriyani  merupakan sosok kader PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran sementara Ino Darsono mantan Ketua DPC PAN Pangandaran sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran.

Setelah mengamati dan mencermati sesuai dengan ketentuan di internal partai, maka, kata Jeje, kedua sosok tersebut pantas untuk diusulkan dan saat ini sedang diproses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Jakarta.

Selain nama Citra dan H Ino, lanjut dia, nama-nama lain yang ikut mendaftar beberapa waktu lalu juga sedang diproses namun pihaknya mengusulkan kedua nama tadi.

"Citra sebagai Bakal Calon Bupati dan Ino Darsono sebagai Bakal Calon Wakil Bupati," imbuhnya.

Jeje menyebut banyak variabel dan faktor yang menjadi alasan untuk mengusulkam Citra dan Ino Darsono ini, apakah itu subyektif atau objektif ia yakin mereka sudah mempersiapkan sebaik-baiknya.

"Dan tentu pihak DPD pun akan memperdalam kedua sosok yang diusulkan tersebut, baik itu sisi kuantitas maupun kualitasnya," ungkapnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN