WARGA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN HENTIKAN GALIAN C DI JALUR PASIRGADUNG

CIJULANG - Proyek galian C yang berada di wilayah Dusun Nagrog Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, tepatnya di blok Pasir Gadung pinggir jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Cijulang dan Cimerak menuju Kabupaten Tasikmalaya, kondisinya sangat menghawatirkan, apalagi pada musim hujan, sehingga tidak jarang di lokasi tersebut sering terjadi bencana tanah longsor karena memang kondisi tanahnya yang labil.

Menurut salah seorang warga Dusun Nagrog, Septa (45), ia sangat khawatir jika kebetulan melintas jalan wilayah tersebut saat pergi ke tempat kerjanya di Cimerak.

"Saya takut jika kebetulan saya lewat tanahnya longsor menupi jalan karena di area akivitas  galian C kondisi tanahnya labil apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, “ungkapnya.( 07/10).

Ditambahkan Septa, ia berharap tempat tersebut dibenahi dan Pemkab Pangandaran segera  meninjau lokasi tersebut sebelum bencana terjadi.

Septa juga menghimbau pada semua pemakai jalan dari Cijulang menuju ke arah Cimerak untuk lebih waspada apalagi jalan di malam hari.

"Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan, namun tetap kita harus waspada saat melintas dilokasi tersebut apalagi sekarang musim hujan. “kata Septa. (AGE)

JEMBATAN GANTUNG ROBOH, JALUR DUA DUSUN DI KECAMATAN SIDAMULIH TERPUTUS

SIDAMULIH-Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Bojong Aren dan Tarikolot Desa Pajaten ke Dusun Gembor dan Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, ambruk.

Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter yang membentang di atas sungai Cikembulan tersebut  roboh sekitar jam 3.30 dini hari (7/10) saat hujan mengguyur sekitar lokasi.

Jembatan yang hanya bisa dilitasi roda dua ini berlokasi di Dusun Nengklok Desa Pajaten selama ini digunakan warga sekitar menuju Desa Cikembulan melalui Dusun Gembor dan Cikangkung sekarang hanya tinggal menyisakan tiang pancang saja.

"Kawat slingnya dan badan jembatannya hanyut terbawa arus sungai. " terang Kepala Dusun Tarikolot, Sahro.(9/10)

Menurut salah seorang perangkat Desa Pajaten, Dede, saat malam kejadian, debet air sungai Cikembulan terus meningkat hingga sekitar pukul 3.30 dini hari, air sungai sampai pada jembatan.

Arus deras yang disertai material pepohonan yang terbawa arus sungai akhirnya menghanyut jembatan yang dibangun tahun 2001 dari program PNPM ini.

“Padahal jika air sungai Cikembulan dalam keadaan normal, jarak permukaan air ke jembatan tersebut sekitar 7 meter. “ungkap Dede. (hiek)

BERITA BANJIR PANGANDARAN TAK PENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN

PANGANDARAN-Munculnya berita di media sosial tentang banjir di Pangandaran tidak menyurutkan niat beberapa wisatawan untuk menikmati libur akhir pekannya.

Seperti dikatakan salah seorang wisatawan asal Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Sihabudin yang datang ke Pangandaran bersama rekan kerjanya di kantor UPTD Pendidkan Kecamatan Jatiwaras.

Menurut Ahmad, memang hujan terus mengguyur sepanjang perjalanannya, tapi itu tidak mengurungkan ia dan teman-temannya meneruskan perjalanannya ke obyek wisata Pangandaran.

"Dan sesampainya di Pangandaran kami tetap masih bisa bersenang-senang. "kata Ahmad saat ditemui di hotel Rahayu 4 tempatnya menginap.(7/10).

Menurut Ahmad, memang dirinya tidak tahu ada berita banjir Pangandaran di medsos. Tapi, lanjut Ahmad, ia tidak melihat hal-hal atau keadaan yang mengkhawatirkan terjadi di Pangandaran. Dan Ahmad pun mengatakan, normal-normal saja melihat keadaan di Pangandaran.

"Kalau hujan, memang sekarang mungkin sudah masuk musim hujan, sehingga hujan turun hampir di setiap daerah. " kata Ahmad lagi.

Sementara menurut petugas di toll gate wisata Pangandaran, pengunjung malam ini lumayan ramai yang didominasi kendaraan bus-bus besar.

"Malah tadi ada rombongan moge (motor gede-red) dari Jakarta. "terangnya. (hiek)

PEMBANGUNAN BENDUNGAN CIKASO KEMBALI JEBOL

MANGUNJAYA-Meluapnya aliran sungai Cikaso membuat resah warga di Desa Jangraga Kecamatan mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, sampai saat ini intensitas hujan yang masih tinggi membuat warga berbondong-bondong untuk mengantisipasi masuknya air ke dalam rumah.

Warga desa pun beramai-ramai membuat bendungan seadanya untuk menahan aliran air dari proyek bendungan yang jebol akibat diterjang luapan sungai Cikaso.

“Rencananya bendungan tersebut untuk sawah, “terang warga.(7/10)

Ditambahkan warga, bendungan tersebut memang rencananya bisa mengairi puluhan hektar sawah yang terletak di dua desa, yakni Desa Sindangjaya dan Jangraga.

“Tapi karena hujan terus menerus mengakibatkan aliran sungai Cikaso meluap sehingga  bendungan yang masih dalam tahap pengerjaan pun roboh. “terangnya lagi. (Toni Taufik)

DAMPAK HUTAN GUNDUL DI CIGUGUR DAN LANGKAPLANCAR, CIJALU TERENDAM BANJIR

PARIGI - Tingginya curah hujan yang terjadi dalam seminggu ini, di beberapa daerah terjadi bencana banjir. Seperti di Dusun Cijalu Desa Parigi Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran (07/10), bencana banjir tersebut memutus akses jalan arah Parigi- Cigugur.

Menurut salah seorang warga, Agus (30), banjir ini telah memutus akses jalan provinsi arah Parigi – Cigugur terendam air yang disebabkan luapan sungai Cijalu Hilir yang terjadi sejak tadi malam.

"Tadi malam wilayah kami diguyur hujan terus menerus, hingga mengakibatkana debit air sungai Cijalu hilir terus meluap, dan ini juga akibat banjir kiriman dari wilayah Langkaplancar akibat hutan gundul sehingga tidak bisa menahan air hujan hingga pada akhirnya bencana banjir pun datang", jelasnya.

Dikatakan Agus, mungkin ini dampak dari penebangan hutan yang terjadi di wilayah Langkaplancar dan Cigugur, akibatnya baru hujan beberapa hari sudah jadi bencana banjir.

Ditempat terpisah salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, ia merasa khawatir untuk 2 -3 tahun mendatang bila hutan yang berada di kedua wilayah tersebut terus ditebangi oleh perum perhutani, bukan tidak mungkin ini akan menjadi bencana yang lebih besar lagi.

"Kami hanya bisa menghimbau agar perhutani tidak terus menerus  menebangi kayu di hutan sebagai resapan air, terutama di wilayah gunung singkup dan gunung porang, karena ini akan berdampak buruk pada daerah yang berada di bawah wilayah itu", tegasnya. (AGE)

BENCANA LONGSOR DI KALIJATI TELAN 4 KORBAN

SIDAMULIH-Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran menelan 4 korban jiwa.

Menurut beberapa warga, hujan yang turun tadi malam sejak pukul. 21.00 mengakibatkan di beberapa tempat terjadi longsoran-longsoran kecil, begitu juga yang terjadi di rumah Rasman (42).  Bukit kecil yang berada tepat di atas rumahnya tiba-tiba longsor menimpa sebagian rumahnya.

“Kejadiannya sekitar jam 12 malam, saat itu hujan masih turun deras. “cerita seorang warga saat ditemui di rumah korban.(7/10).

Sementara menurut suami korban, Rasman,  sebenarnya dalam rumah itu semuanya ada 7 orang. Pada saat kejadian  ibu korban Arsih (55), istri korban, Yuyun (35), salah seorang putra kembarnya, Aldi (5) dan si bungsu Andika (10 bln) tidur di kamar belakang, sementara Rasman sendiri tidur di kamar depan bersama si sulung dan seorang lagi anak kembarnya.

“Tadinya si kembar yang tidur dengan saya pun semula tidur dengan ibunya, tapi tengah malam ia nangis terus hingga langsung saya bawa pindah tidur dengan saya di kamar depan. “ungkap Rasman.

Ketika longsoran tanah merah itu menimbun rumahnya, Rasman pun hanya bisa berteriak meminta pertolongan tetangganya. Seketika warga pun berdatangan menuju rumahnya yang sebelah kanannya nampak sudah dipenuhi longsoran tanah.

Menurut beberapa kesaksian warga, empat korban ditemukan di kamar belakang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sedangkan Rasman dan kedua anak yang tidur bersamanya, hanya kakinya saja yang tertimbun.

“Kebetulan posisi tidur mereka dengan kaki menghadap ke dinding, sehingga longsoran tanah pun hanya menimbun kaki mereka. “terang warga.
Masih kata warga, dengan bantuan beberapa tetangga, sekitar jam 1 malam korban pun berhasil dievakuasi ke rumah kerabatnya yang berlokasi di belakang rumah korban. 

“Dan sampai siang ini meski pun hujan masih mengguyur, kami langsung menguburkan keempat jenazah. “ungkapnya lagi. (hiek)

BUPATI PANGANDARAN AJAK BUKA-BUKAAN BICARA PAJAK HOTEL-RESTORAN

Tentang pemasangan baliho peringatan bagi 13 hotel dan satu restoran penuggak pajak, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang sedang melakukan kunjungan kerjanya di Lombok dan Menado melalui sambungan telefon celullernya langsung memberikan komentarnya.

Menurutnya, itu terpaksa dilakukan karena ketidaktaatan para pengusaha hotel dan restoran dalam menjalankan kewajibannya sebagai warga negara, dalam hal ini yang berkaitan dengan keterbukaan masalah pajak hotel dan restoran.

“Padahal manfaat dari pajak tersebut bisa kita gunakan untuk pembangunan Pangandaran ke depan. “ungkap Jeje.(6/10)

Secara politis, lanjut Jeje, pajak itu bisa menjadi gambaran tingkat pergerakan perekonomian khususnya pada sektor usaha dalam bidang kepariwisataan.

Masih kata Jeje, pajak tersebut mempunyai dua dimensi. Pertama, perolehan pajak bisa digunakan sebagai acuan untuk mengukur sejauh mana pertumbuhan ekonomi di bidang perhotelan dan restoran, khususnya gambaran tinggi rendahnya transaksi yang terjadi pada tingkat hunian hotel dan restora.  Sehingga nantinya akan menjadi mudah baik bagi pemerintah atau investor yang datang ke Pangandaran ketika melihat laju pertumbuhan usaha jasa hotel atau restoran memang sangat prosfektip.

Bagi pemerintah tentunya akan semakin mudah menetapkan pola-pola kebijakan dan regulasi, sedang bagi investor, tentu nantinya akan mendapat gambaran bahwa berinvestasi di Pangandaran sangat luar biasa. Jika usaha hotel dan restoran ini menunjukan perkembangan ekonomi yang luar biasa, maka policy pemerintah pun tentu akan luar bisa pada sektor ini.

Jadi kalau pajaknya tinggi, itu merupakan gambaran pergerakan ke arah bisnis usaha perhotelan dan restoran memang bagus, dan tentunya pemerintah pun akan mendorong ke arah lebih bagus lagi.

“Itu kira-kira fungsi pajak hotel dan restoran. “jelasnya lagi.

Dan ini terbukti, kata Jeje, ketika ia dengan 18 Daerah Ototnomi Baru (DOB) se-Indonesia diundang dalam sebuah pertemuan di Lombok, kontribusi PAD terhadap APBD Pangandaran paling tinggi mencapai 8 %, padahal potensi sesungguhnya luar biasa.

Dikatakan Jeje, pajak hotel dan restoran tahun 2016 hanya terbayarkan sekitar Rp 6 milyar, maka loginya pergerakan uang di hotel-restoran di Pangandaran dalam setahun itu sekitar 6 milyar. Menurut Jeje, itu sangat tidak masuk akal, sangat kecil bila dibandingkan dengan retribusi wisata yang sekarang sudah mendekati Rp 11 milyar.

Jeje pun mengungkapkan kekesalannya, saat ia sengaja mengundang untuk berkomunikasi dengan para pengusaha hotel dan restoran ke kantornya.

“Ingin tahu siapa yang hadirnya ? jika setingkat menejer masih mending, yang datang hanya room boy atau pegawai stap yang tidak punya kebijakan, artinya, ternyata para pemilik perusahaan kurang respon “ujarnya kesal.

Dan saat dilayangkan surat peringatan yang kedua, lanjut Jeje, mestinya itu direspon dengan baik pengusaha, tapi ini kesannya seperti mengabaikan peringatan pemerintah, hingga masuk peringatan ketiga dengan memajang baliho tersebut.

“Kalau perlu, jika masih membandel saya tidak segan-segan mencabut ijin usahanya. “tegas Jeje.

Jika ada petugas di lapangan yang nakal, menurut Jeje, silahkan laporkan, dan jika ada kesalahan dalam penghitungan pajak yang dibayar, silahkan adukan pada tim.

Lagian besaran pajaknya kan mereka sendiri yang menghitungnya. “ujarnya.

Kalau ada complain, Jeje pun mempersilahkan untuk datang dengan membawa data-data yang benar, dan kalau ditemukan ada petugas yang nakal, silahkan laporkan, karena menurut Jeje, ia akan menindak dan melakukan langkah-langkah yang tegas untuk itu. dan sekarang terpulang dari keinginan para pengusaha apakah mau untuk ikut berkontribusi pada Pemerintah Daerah.

“Kalau orang tentu akan berdalih macam-maam, tapi faktanya, nanti saya akan sebutkan satu persatu hotel A berapa bayar pajaknya, hotel B dan seterusnya, secara rasional atau kasat mata saja sudah jauh perbedaannya. “ungkap Jeje.

Jadi,  tidak usah marah, tidak usah gusar dan mecari-cari alasan karena memang kalau benar ada kekeliruan, tinggal datang ke tim dengan membawa data yang lengkap, dan tentunya akan segera diperbaiki, dan kalau masih belum puas, tentunya ada saluran hukum.

Karena Pemkab Pangandaran pun tidak hanya akan dengan mencabut ijin usahanya, tapi juga bisa mempidanakan tentang penggelapan uang negara. 

“Dan saya mendorong petugas di lapangan dalam pemasangan baliho bagi wajib pajak yang masih bandel, karena kita juga sudah menghitung dari asfek hukumnya.”kata Jeje.

Dan menurut jeje, ia yakin, jika pajak yang didapat dari hotel dan restoran hanya Rp 6 milyar, sebagai gambaran pergerakan uang di hotel dan restoran di Pangandaran, tentunya investor enggan datang untuk berinvestasi di Pangandaran.

Bukan hanya itu, dari sisi kepentingan masyarakat, jika yang terjadi seperti sekarang ini, tentunya baik pemerintah pusat atau propinsi tidak akan mendorong Pangandaran sebagai pusat pertumbuhan ekonomi atau menjadikan Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK).

"Dan yang akan rugi, tentunya masyarakat Pangandaran. "pungkasnya.  (hiek)

NAH LHO ! KETAHUAN ADA HOTEL DI PANGANDARAN BELUM BAYAR PAJAK

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran benar-benar melaksanakan rencananya untuk memberi peringatan pada beberapa pengusaha hotel dan restoran yang belum melaksanakan kewajiban membayar pajaknya.

“Ini bentuk peringatan kami yang kedua, setelah dilayangkan peringatan pertama ternyata tidak ada tanggapan dari pihak pengusaha. “terang Asisten Daerah (Asda) II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Apip Winayadi. (6/10)

Menurut Apip, ada 13 hotel dan satu restoran yang diberi teguran keras dengan dipasang bener peringatan di obyeki wisata Pantai Pangandaran, karena ditenggarai pemiliknya tidak melaporkan dan membayar pajak secara jujur.

Apip juga mengatakan, pemasangan bener peruingatan ini meruoakanj salah satu upaya dalam mengoptimalkan pendapatan daerah (PAD) dasri sektor opajak hotel dan restoran.

“Dari hasil investigasi timsus, ada 13 hotel dan satu restoran yang belum membayar pajak sesuai Perda nomer 45 tahun 2016 tentang pajak hotel. “terang Apip lagi.

Dikatakan Apip, ada indikasi antara jumlah hunian dengan surat ketetapan pajak yang mereka laporkan tidak ternyata sesuai. Contohnya, dalam kenyataannya kamar terisi sepuluh tapi yang dilaporkan hanya dua atau tiga kamar yang terisi.

Jika para pengusaha hotel ada yang kurang puas karena tindakan ini, menurut Apip, pemerintah daerah membuka dialog untuk menyelesaikannya. Silakan konfirmasi ke pemda, karena ini sipatnya sekedar warning saja yang bertujuan penegakan aturan agar ada peran serta semua pihak untuk menciptakan sinergitas yang saling menguntungkan.

 “Kepada hotel yang dipasangi baliho, silakan operasi seperti biasa, tapi baliho yang kami pasang tidak boleh diturunkan sampai ada penyelesaian pajak hotel yang bersangkutan. “tegas Apip lagi.

Pemasangan peringatan yang dilakukan petugas gabungan, Sat Pol PP, Satgas jaga Lembur, Asda I, II, III dan beberapa petugas dari Dinas Keuangan, ternyata mendapat perhatian dari beberapa masyarakat yang kebetulan melintas di lokasi.  

“Saya sangat setuju dengan tindakan pemerintah ini, masa untuk bayar kewajiban sendiri saja susah, “ungkap salah seorang warga sambil melajukan kembali speda motornya. (hiek)

AKIBAT HUJAN SEMALAMAN, SEBUAH RUMAH DI PADAHERANG ROBOH

PADAHERANG-Sebuah rumah milik Sudibyo (70) warga Rt 01 Rw 01 Dusun Patinggen 1 Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang ambruk hampir rata dengan tanah.

Menurut warga, kejadiannya diperkirakan sekitar jam 2.30 dini hari tadi (5/10) akibat hujan yang mengguyur hampir sepanjang malam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan jutaan rupiah, karena seluruh bangunan dan perabotan rumah tangga nampak hancur tidak bisa dipergunakan lagi.

Nampak pemilik rumah, Sudibdyo pun pasrah menatap reruntuhan rumahnya yang dipastikan sudah tidak bisa dihuni lagi. (Isis koswara)

PROYEK BENDUNGAN SUNGAI CIKASO NYARIS AMBROL DIHANTAM LUAPAN SUNGAI

MANGUNJAYA-Sebuah proyek bendungan di Sungai Cikaso di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya yang baru dua bulan berlajan dalam pengerjaaanya, nyaris ambrol karena tidak kuat menahan terjangan aliran air sungai.

Bendungan yang baru sekitar 40 % progres pengerjaannya ini dilaksanakan CV. Purnama Bakti dengan besar anggaran Rp 1,9 milyar berasal APBD Kabupaten Pangandaran ini direncanakan pembangunannya selesai tahun 2018 dan nantinya akan mampu mengairi sawah di dua desa, yakni Desa Jangraga dan Sindangjaya.

Salah seorang tim pengawas di lapangan, Asep membenarkan, pekerjaaan bendungan Cikaso ini nyaris ambrol karena paktor alam.

“kami tidak menyangka debet air sungai cikaso bisa sebesar ini, mungkin karena hujan deras semalaman. “ungkapnya.(5/10). (Toni Taufik)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN