UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI PEDESAAN, DESA KERTAMUKTI JALIN KERJASAMA DENGAN PT BAYER

PANGANDARAN- Dalam fungsinya, kepala desa harus bisa memberikan solusi bagi warganya dalam masalah  yang terjadi di masyarakat, tidak terkecuali dengan peningkatan SDM ( Sumber Daya Manusia ) dan penciptaan lapangan kerja bagi warganya. Sudah saatnya sekarang masyarakat dan pemerintahan desa tidak hanya menggantungkan kepada pemerintah, seperti yang dilakukan Kepala Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Asep Purnama yang berhasil menggandeng perusahaan PT. Bayer untuk pemasaran hasil pertanian warga Desanya.

"Yang paling penting, sebagai kepala desa harus bisa memberikan yang terbaik buat warga terutama dalam menciptakan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup warga. “Jelas Asep. (10/5).

Asep juga mengatakan, seluruh aparatur desa dituntut untuk bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan perangkat desa jangan hanya menanti bantuan dari pemerintah saja atau berharap uluran tangan para dermawan.

“Sebenarnya banyak sekali potensi yang ada di pedesaan yang belum maksimal dalam pemanfaatannya. “Kata Asep.

Seperti yang dilakukan pemerinatahan Desa Kertamukti, dengan menggandeng perusahaan PT. Bayer, mencoba untuk lebih membardayakan hasil pertanian warga agar bisa lebih bernilai ekonomis tinggi serta hasilnya bisa dilangsung dinikmati oleh masarakat desa.

“Alhamdulillah, dengan PT bayer, kami bekerja sama dengan menyediaan bahan baku yang diperlukan perusahaan seperti kunyit, kunci dan serei. “Terang Asep.

Dikatakan Asep, rencananya bahan baku hasil pertanian warga Desa kertamukti tersebut akan diekspor ke beberapa negara di asia seperti Singapura dan India.

“Total yang dibutuhkanb PT Bayer, 20 ton untuk kebutuhan kunyit dan 10 ton untuk kunci setiap bulannya. “Terang Asep lagi.

Dengan memanfaatkan lahan seluas 8 hektar milik desa, menurut Asep, warga bisa bercocok tanam jenis kunyit, kunci dan serei sebagai bahan baku PT Bayer yang bisa mempunyai nilai ekonomis dan jadi komoditi asli dari Desa kertamukti.

“Di atas lahan 8 hektar tersebut, warga menanam tanaman kunci 2 hektar, serei 2,5 dan sisanya untuk tanaman kunyit. “Imbuh Asep.

Sedangkan untuk kedepannya, lanjut Asep, bila ini berjalan mulus bisa dijadikan Badan Usaha Milik Desa  (BUMDes)  dan dijadikan PADes Desa Kertamukti. Dalam kerjasama  PT. BAYER dan Desa Kertamukti, pihak perusahaan pun sudah memberikan bantuan berupa mesin pengering untuk lebih mempercepat proses pengeringan.

“Dengan adanya kerjasama dengan PT Bayer ini, diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam perekonomian warga  dan diharapkan pula Pemkab Pangandaran bisa memberikan arahan untuk kelancaran usaha warga di Desa Kertamukti.” Pungkas Asep. (AGE).

PAW CICIH MINTARSIH MENGGANTIKAN ALM.BUNTORO DARI FRAKSI DEMOKRAT

PANGANDARAN-Untuk kelancaran tugas-tugas yang ada di DPRD, baru-baru ini dilaksanakan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pangandaran untuk anggota DPRD dari fraksi demokrat atas nama Alm. Buntoro yang meninggal beberapa bulan lalu akibat penyakit yang dideritanya. Dan sesuai aturan yang dimilki DPC Demokrat Pangandaran, memutuskan  Cicih Mintarsih sebagai penggantinya.

Acara yang digelar di gedung Da’wah Cijulang (13/5) selain dihadiri oleh pimpinan dan seluruh anggota DPRD, turut hadir pula Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Kepala SKPD, dan pemerintahan lainnya.

Surat PAW yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat memutuskan, Cicih Mintarsih sebagai Pengganti Antar Waktu alm. Buntoro karena meninggal dunia.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, SP.d M.Pd mengucapkan kepada Bupati Pangandaran seluruh aparatur pemerintahan yang sudah berkenan hadir dalam acara pelantikan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Cicih Mintarsih untuk mengisi kekosongan anggota dari fraksi demokrat alm Buntoro.

“Melalui pelantikan hari ini, maka Cicih Mintarsih resmi menjadi anggota DPRD Pangandaran terhitung tanggal 2 mei 2016.”Terang Iwan. (AGE)

SAFARI GERAKAN NASIONAL GEMAR MEMBACA 2016, DRS. MUH. SYARIF BANDO, MM: “Tingginya Budaya Tutur Dibanding Budaya Baca..”

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menggelar kegiatan gerakan gemar membaca buku sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam memajukan daerah. Dengan menghadirkan pembicaraa seperti, Puti Guntur Soekarno Putri Anggota komisi X DPR RI, Drs. Muh. Syarif Bando, MM dari perpustakaan Pusat dan DR.Oom, Kepala Perpustakaan Jawa Barat.
Pada acara yang digelar di Islamic Center tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata secara tersirat mengatakan akan mebangun dua gedung perpustakaan daerah yang refresentatif. “pemerintah pangandaran sangat resfek sekali pada kegiatan gemar membaca, dan kami pun Insaalloh akan membangun gedung perpustakaan yang ramah lingkungan.” Ungkap Jeje.(13/5).

Dikatakan Jeje, dengan dibangunnya gedung perpustakaan, diharapkan dapat merangsang minat baca bagi masyarakat khususnya anak-anak sekolah di daerah agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya. “Dengan gerakan gemar membaca buku, diharapkan pula  bisa meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia-red) dengan melaksanbakan langkah-langkah kongkrit serta realistis. “Ungkap Jeje lagi.
Sementara Puti Guntur Soekarno Putrri dalam diskusinya mengatakan, saat dirinya masih kecil sering dibacakan dongeng oleh neneknya (Ibu Fatmawati) dan cerita tentang beberapa tokoh suri tauladan. “Walau berawal dari membaca buku dongeng, tapi sejak saat pula tumbuh pada diri saya kegemaran membaca yang sangat bermanfaat. “Kata Puti.

Menurut Puti, buku merupakan gudang ilmu, maka jika ingin mengetahui dunia dan pengetahuan lainnya harus dibiasakan membaca. Karena dengan membiasakan membaca buku, walau dimulai dengan buku-buku dongeng, maka dari hari ke hari pengetahuan diri pun akan bertambah.
Ditambahkan Puti, kegiatan membaca adalah bagaian pancasilais, karena dengan gemar membaca secara langsung membangun karakter bangsa yang bermartabat. “Saya sebagai anggota komisi X DPR RI yang ada salah satunya menangani pendidikan sangat respon sekali ketika ada kegiatan perpustakaan dan kegiatan gemar membaca. “ Imbuh Puti.

Hal senada dikatakan Kepala Perpustakaan Jawa Barat,  DR. Oom, pihaknya sangat memperhatikan perkembangan perpustakaan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Apalagi secara kebetulan ia pun lahir di Pangandaran, tepatnya di Dusun Astamaya Desa Parigi. Maka secara pribadi pun Oom merasa terpanggil untuk bisa lebih mengembangkan dunia perpustakaan yang salah satu fungsinya menbuat masarakat agar gemar membaca. “Saya memberikan apresiasi pada Bupati Pangandaran, Bapa H. jeje Wiradinata yang mempunyai rencana akan membangun gedung perpustakaan yang dalam pembangunannya nanti tidak akan meninggalkan ciri daerah dan ramah lingkungan. “Kata Oom.

Menurut Oom, karena kegiatan membaca itu biasanya berawal dari pendidikan di rumah, maka peranan ibu-ibu sangat strategis untuk mengajak anak-anaknya agar membiasakan dari untuk gemar membaca. “Tadi saya sempat berbincang dengan Ibu Ida Wiradinata sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran, kata beliau akan memasukan program membaca pada setiap kegiatan PKK di Pangandaran. “Kata Oom lagi.

Dituturkan Oom, walau saat ini minat baca di Provinsi Jawa Barat tergolong relatif rendah, tapi pihaknya akan terus berusaha bagaimana meningkatkan minat baca di masarakat jabar hingga nantinya membaca jadi salah satu kebutuhan hidup. “Karena dengan membaca, seperti dikatakan bupati tadi, bisa meningkatkan IPM di pangandaran. “Imbuh Oom.

Masih di tempat yang sama, Drs. Muh. Syarif Bando, MM secara umum mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk 253,60 juta jiwa dari 17 jumlah penduduk.504 pulau dan terdiri dari 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa, dalkam gemar membaca masuk dalam peringkat 108 dari 187 negara dunia. Perungkat Indonesi ada di bawah ururtan Negara asean seperti Singapura (26), Brunei (33), Mlaysia (61),  Thailand (103) dan Filioina (112). Sedangkan secara pemahaman, menurut Syarif, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, cetak dan atau rekam secara professional dengan sistim yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi dan rekreasi para pemustaka. “Salah satu faktor rendahnya IPM  di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan masarakat. “Ungkap Syarif.

Dikatakan Syarif, peningkatan kualitas masarakat dalam pengembangan diri menambah ilmu pengetahuan secara mandiri mengalami banyak kendala. Diantaranya belum meratanya penyebaran bahan perpustakaan untuk masarakat. “Selain itu tingginya budaya tutur dibanding budaya baca di masarakat. “Terang Syarif.

Agar pemberdayaan perpustakaan dapat berperan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya manusiua (SDM), menurut Syarif, perlu dikembangkan perpustakaan dan minat baca masarakat lebih serius sebagai upaya mewujudkan Indonesisa gemar membaca dalam membangun karakter bangsa. “kehadiran institusi perpustakaan dengan dukungan pustakawan yang berkompeten seyogyanya mampu menyediakan dan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas sesuai dengan budaya lokal berciri khas Indonesia. “Terang Syarif lagi.

Sementara kewajiban Pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota, menurut Syarif sudah diatur dalam Undang-undang nomor 43 tahun 2007 pasal 8, yang menjamin penyelenggaraan dan pembangunan perpustakaan yang ada di daerah. (hiek)

KETUA DPRD PANGANDARAN PANTAU PERSIAPAN PILKADES SERENTAK DESA CIBOGO

PANGANDARAN-Desa Cibogo Kecamatan Padaherang adalah salah satu desa yang akan melaksanakan Pilihan Kepala Desa (pilkades) serentak tahun 2016 berkesempatan mendapat kunjungan ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd dalam rangka melihat kesiapan Panitia Pilkdes serentak jelang pelaksanaannya tanggal 22 Mei 2016.

Walau tidak ada jadwal resmi dengan kunjungan ke Desa Cibogo, namun sebagai Ketua DPRD Iwan merasa perlu untuk  datang bersilaturahmi dengan masarakat dan melihat sejauh mana kesiapan yang telah dilaksanakan panitia pilkades Cibogo. “Walau ini tidak resmi, tapi sabagi wakil rakyat saya mempunyai rasa tannggungjawab baik pada pelaksanaan pilkades atau melihat keadaan masarakat secara langsung. “Ungkap Iwan.(8/5).

Kepada masarakat Desa Cibogo Iwan menyampaikan, perlunya partisipasi langsung masarakat untuk menyalurkan hak suaranya dalam penyelenggaraan pilkades yang akan menentukan Kepala Desa sebagai pimpinan pemerintahan  di tingkat desa. “Kepada Bapak-bapak dan  Ibu-ibu, sesibuk apa pun saat pelaksanaannya nanti, diharapkan bisa hadir ke tempat pemilihan yang telah ditetapkan panitia pemilihan Kepala Desa Cibogo. “Tambah Iwan.

Selain itu Iwan pun berpesan agar seluruh warga bisa menjaga kondusifitas baik dari sebelum pelaksanaan, pada hari H pelaksanaan sampai dengan selesainya pilkades  yang akan menghasilkan Kepala Desa Cibogo pilhan rakyat. “Sekali lagi, jaga kondusifitas dan ingat, suara pilihan ibu dan bapak akan menentukan bagaimana roda pemerintahan Desa Cibogo ke depan. “Tegas Iwan.

Sementara saat ditemui, Ketua Panitia Pilkades Desa Cibogo, Sumardi (53),mengatakan, semua tahapan-tahapan  sudah berjalan sesuai aturan, tinggal nanti pelaksanaanya pada tanggal 22 mei 2016. “Saya atas nama masarakat dan panitia pilkades Desa Cibogo mengucapkan terimakasih kepada ketua DPRD, Pa Iwan yang telah menyempatkan diri berkunjung dan melihat kesiapan pilkades serentak Desa Cibogo. “Tutur Sumardi.

Dikatakan Sumardi, tahapan demi tahapan sudah dilaksanakan dengan lancar, baik oleh panitia atau pun oleh calon yang akan maju dalam pilkades Cibogo. “Seperti diketahui, untuk calon sendiri yang sudah resmi mendaptar ada 2 orang, yakni Bapak Ayim Karsim dan Ibu Iis Sumiati. “Terang Sumardi. (TONI T)

SEBAGIAN ANGGARAN UNTUK PENYELENGGARAAN PON XIX, BANPROP 2016 AKAN DITERIMA DESA 50 %

PANGANDARAN-Keberadaan serta peran Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Pangandaran mendapat sambutan positif dari 93 desa yang ada di wilayah Pemkab Pangandaran, terutama dalam menyalurkan beberapa aspirasi desa dalam kaitannya dengan pembangunan dan pengawalan semua bantuan pemerintah, baik bantuan dari pusat, provinsi maupun bantuan dari Pemda Pangandaran. Seperti halnya Bantuan Keuangan (bankeu) dari pemprop Jawa barat yang sekarang dipending  telah membuat pemerintahan  desa “resah” karena dana bantuan tersebut yang rencananya akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur yang ada di desa masing masing jauh jauh hari, malah ada yang sudah disampaikan oleh para Kepala Desa pada warganya.

“Maka tidak menutup kemungkinan jika nanti warga desa pun akan menuntut apabila wacana yang sudah disampaikan tidak ada realisasinya, “ Ungkap Ketua APDESI Kabupaten Pangandaran, Anwar Hidayat, Sag,MM(9/5).

Dan masalah ini, lanjut Anwar, jelas akan menjadi masalah serius di tiap-tiap desa yang sudah terlanjur masuki dalam perencanaan dalam APBDes dan  bantuan tersebut pun sudah masuk pada program pembangunan yang ada di desa.

“Kami akan mencoba audens dengan Bupati untuk menanyakan hal ini dan berhapa agar poemerintah bisa segera merealisasikan bantuan tersebut. “Imbuh Anwar.

Masih kata Anwar, terkait bantuan tersebut, pihak APDESI tetap menghargai kebijakan yang digulirkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, bahwa hal tersebut perlu aturan yang jelas dengan perencanaan yang matang.

“Dulu ada gagasan pa bupati, bantuan tersebut akan ditarik menjadi program P3IP (program percepatan infrastruktur pedesaan-red), untuk itu kami pun akan terus mengawal agar program P3IP secepatnya bisa diwujudkan. “Kata Anwar lagi.

Diperoleh informasi, lanjut Anwar, bahwa program P3IP tersebut sudah dibuat rancangan peraturan bupatinya dan akan dianggarkan pada APBD perubahan. “Menurut Kabid Pemdes, Tjomi Suryadi, rancangan tersebut sudah diajukan ke kabag hukum  dan selanjutnya diserahkan pada bupati untuk ditandatangani. “Terang Anwar.

Disoal bantuan dari pemprov jabar, Anwar menjelaskan, untuk banprop anggaran  tahun 2016 akan direalisasikan 50% atau sekitar 50 juta, itu dikarenakan sebagian anggaran tersebut dipakai untuk penyelenggaraan PON XIX 2016 karena kebetulan Jawa Barat dipercaya menjadi tuan rumah.
Sedangkan sisanya yang 50 % lagi akan dibayarkan sekaligus dengan bantuan untuk tahun 2017.
“jadi tahun 2017 tiap desa akan menerima Rp 150 juta dengan rincian bantuan tahun 2017 Rp 100 juta ditambah sisa kekurangan tahun 2016 Rp 50 juta. “ Terang Anwar. (AGE)

WAWAN: “K3S SIAP TINGKATKAN MUTU PARA KEPALA SEKOLAH”

PANGANDARAN-Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah bagi seluruh kepala sekolah, karena kegiatan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. Banyak sudah para kepala sekolah dengan kemampuan nya untuk dapat bisa maksimal dalam melakukan tugasnya peningkatan mutu pendidikan baik dengan cara memotivasi para guru ataupun dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan para guru walau kenyataannya belum bisa sesuai dengan harapan yang diinginkan.

"Dalam melaksanakan kepemimpinannya kepala sekolah, ia harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang tergantung kepada kemempuan para kepala sekolah. “ Jelas Sekretaris K3S Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, Spd.MM.(11/05).

Menurut Wawan, Kepala Sekolah mempunyai fungsi membangun, mengoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya semua kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, dan Kepala Sekolah juga berperan sebagai pemimpin yang mempunyai peranan perannya dalam membantu guru dan muridnya.

"Dalam hal ini K3S sangat punya peranan penting dalam peningkatan kinerja kepala sekolah di Kabupaten Pangandaran untuk dapat menciptakan para pemimpin yang profesional dalam mengelola semua kegiatan pendidikan dasar guna mewujudkan guru yang handal dalam memberikan pengajaran terhadap anak didiknya di kelas. “Kata Wawan.

Dikatakan Wawan, iapun siap berjuang demi peningkatan mutu para kepala sekolah lewat K3S walau nanti harus mengatur  waktu dengan tugas pokonya sebagai Kepala Sekolah.
"Ini merupakan tugas mulia dalam rangka pencerahan dan peningkatan kualitas para kepala sekolah demi tercapainya program pemerintah dalam membangun karakter anak didik agar menjadi manusia yang berguna untuk Nusa dan Bangsa, “Pungkas Wawan. (AGE)

KEMBANGKAN POTENSI DIRI CIPTAKAN LAPANGAN KERJA, JAWIE TUKANG CUKUR PINGGIR JALAN

   
PANGANDARAN-Kehidupan Jawie, biasa orang memanggilnya, warga Rt 03/01 Desa kedungwuluh Kecamatan padaherang Kabupaten Pangandaran ini bisa jadi salah satu potret susahnya mencari pekerjaan di negeri ini. Namun dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha. Hingga saat ini pun,  pemuda lulusan SMP ini terus memperjuangkan nasibnya. Dengan profesi sebagai tukang cukur rambut, tidak kurang setiap harinya Jawie memotong rambut hingga 40-50 kepala.
    Pelanggan yang datang pun dari segala usia, mulai dari usia sekolah hingga orang tua. Tidak jarang pelanggannya harus mengantre menunggu giliran untuk dipotong rambutnya. Dengan tarif hanya Rp.4000 saja, Jawie siap membuat para pelanggannya untuk tampil beda dengan dandanan rambutnya. “Untuk tahun kemarin saya hanya pasang tariff Rp 3000 saja.”Terang Jawie.(9/5).
    Lokasi tempat mangkalnya yang strategis di pinggir jalan Kedungwuluh,  tepatnya di pinggiran sawah setiap harinya Jawie dengan ramah melayani setiap pelanggannya yang datang minta pelayanan jasanya. “Alhamdulillah, pelanggan saya tidak hanya warga sekitar tapi ada juga dariluar kecamatan bahkan dari Kecamatan Banjarsari. “Ungkap Jawie.
    Menurut Jawie, sudah saatnya masarakat tidak terlalu menuntut pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan, sebab ternyata masarakat sendiri bisa menciptakan lapangan kerja endiri. “Paling tidak untuk  diri sendiri, dengan kehidupan pedesaan banyak sekali yang bisa dikerjakan dan menghasilkan. “Terang Jawie.
    Jika selalu menunggu dan berharap untuk bekerja di tempat lain, apalagi pergi ke kota yang belum tentu sama karakter dan adat istiadat daerah yang akan dituju, lebih baik mengembangkan potensi diri di kampung halaman. “Dan saya harap, tugas pemerintah daerah dalam hal ini harus jeli dan perhatian dalam melihat potensi yang ada di tipa-tiap desa. “Imbuh Jawie. (NANA ).

DIKELUHKAN PENGUNJUNG, BANYAK SAMPAH BERSERAKAN DI GREEN CANYOON

        
PANGANDARAN-Obyek Wisata Green Canyon salah satu destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran saat ini menjadi tempat wisata paforit yang banyak dikunjungi wisatawan saat libur tiba.  Namun apa jadinya bila di tempat wisata unggulan sekelas Green Canyon dipenuhi sampah plastik yang berceceran terutama di dermaga terminal pemberangkatan perahu. Jelas ini akan meninmbulkan pemandangan di area sekitar obyek wisata kurang sedap dipandang nmata. Pasalnya, dari sampah yang berserakan tersebut banyak lalat dan aromanya pun kurang sedap.

Beberapa wisatawan pun sangat mengeluhkan, seperti yang dikatakan Jamal (46) salah seorang wisatawan asal Purwakarta. Menurutnya, tidak sepantasnya di area yang menjadi lokasi pariwisata keadaannya terkesan kumuh dan terkesan kurang terurus masalah kebersihannya. “Petugas, pegawai atau siapa pun sebagai pengelola tempat wisata green canyon seharusnya lebih memperhatikan lagi kebersihan di area wisata, sehingga kami sebagai pengunjung akan betah  dan ketika kami puang akan mempunyai kesan baik tentang pariwisata pangandaran. “Ungkapnya.(7/5).

Masih kata jamal, bila masalah kebersihan kurang mendapat perhatian, maka bukan tidak mungkin pengunjung akan kapok untuk datang lagi. “Karena jelas kami kurang nyaman berada di lokasi dengan sampah yang berceceran.”Kata Jamal lagi.

Pentingnya perhatian para pengelola pariwisata, menurut jamal, masalah kebersihan seharusnya menjadi perioritas. Juga adanya pedagang asongan yang memberikan contoh tidak baik pada pengunjung dengan membuang sampah sembarangan, “Kalau bisa, pasang plang dengan ukuran besar tentang larangan membuang samopah sembarangan. “Imbuhnya.

Di tempat yang sama, saat PNews mencoba konfirmasi masalah tersebut pada Ketua Kompepar Green Canyoon, Arif (40), terkesan enggan untuk diwawancarai. Padahal PNews dan  sejumlah media lainnya bermaksud baik demi meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan Green Canyon agar wisatawan bisa lebih nyaman.  (AGE)

PANDAN LAUT PANGANDARAN JADI KERAJINAN TASIKMALAYA.

PANGANDARAN  - Keseharian yang dikerjakan sebagian warga pesisir pantai selatan Pangandaran di Desa Legokjawa, Ciparanti, Batukaras dan Kertamukti Kecamatan Cimerak,  masih banyak warga berprofesi sebagai pengrajin yang membuat kerajinan tangan berbahan baku daun pandan laut. Dari tangan-tangan terampilnya diperoleh hasil lembaran tikar  yang seterusnya diubah lagi menjadi handicraft sebagai cinderamata. Ada tudung saji, tas  dan pernik pernik lainnya. Namun sayang potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal, karena sebagai besar bahan baku pandan laut justru dijual ke pengrajin di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Salah seorang pengrajin, Muhidin pengepul daun pandan laut menjelaskan, setiap harinya ia mengumpulkan daun pandan laut untuk dikirim ke Rajapolah Tasikmalaya dan sebagian ke wilayah  Jawa Tengah, “2 sampai 3 ton per hari kami kirim pandan laut ke daerah tersebut.”Ungkap Muhidin.

Disoal akan rusaknya lingkungan hidup disekitar pesisir pantai karena hampir setiap hari pandan laut  di ambil warga, menurut Muhidin, dalam kegiatan ini ia dan rekan-rekannya  biasanya selalu diawasi oleh Kepala Desa dan aparatur desa lainnya, “jadi kami pun tidak gegabah dalam memetik daun-daun pandang yang ada hampir di sepanjang pantai. “Terang Muhidin.

Sebab, lanjut Muhidin, Kepala Desa selalu menekankan dalam kegiatan pembabatan daun pandan laut harus memperhatikan lingkungan jangan sampai pohon pandan laut itu punah.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Legokjawa, Rohaman, berharap kedepannya masyarakat bisa menjadi pengrajin yang professional agar hasilnya bisa menjadi tambahan pendapatan buat mereka, para pengrajin nantinya bisa dibuat kelompok-kelompok yang ada di tiap-tiap desa hingga keberadaannya bisa menjadi kegiatan berbasis  ekonomi pedesaan.

"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian Pemkab Pangandaran untuk bisa memberikan solusi  demi terwujudnya harapan kami" Ujar Rohman.

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Dekranasda Kabupaten Pangandaran, Hj.Ida Wiradinata mengatakan, ia kurang setuju jika pandan laut tersebut dikirim ke daerah lain tanpa diolah terklebih dahulu. "Ke depan, kita akan upayakan agar pandan laut tersebut dikirim setelah menjadi barang-barang kerajinan. "Kata Ida.

Dikatakan Ida lagi, jika bahan baku yang dikirimkan, maka nilai ekonomisnya tidak akan tinggi, padahal pihaknya berharap ada produk kerajinan unggulan yang bisa di hasilkan dari Kabupaten Pangandaran berbahan baku pandan laut. "Karena tidak semua daerah mempunyai pohon pandan laut, jadi komoditas tersebut bisa menjdi ciri khas kita. "Imbuh Ida  (AGE).






KECAMATAN LANGKAPLANCAR JADI TUAN RUMAH HKP 2016

    
LANGKAPLANCAR-Untuk pelaksanaan Hari Kida Pertanian (HKP) Kabupaten Pangandaran tahun 2016 yang akan digelar tanggal 6-10 mei mendatang, direncanakan bertempat di Kecamatan Langkaplancar.

     Hal terebut dikatakan Ketua KTNA Kabupaten Pangandaran, Warino dan pengurus lainnya saat melihat persiapan ke lapangan di Kecamatan Langkaplancar.

"Kunjungan ini dalam rangka persiapan HKP, dengan meninjau langsung kesiapan di lapangan untuk mengevaluasi kesiapan panitia lokal dalam menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaanya nanti" Ungkap Warino.(30/4).

    Ditambahkan Warino, Pengurus KTNA juga melakukan pengukuran area lapang Desa Bangunajaya Kecamatan Langkaplancar, tempat yang direncanakan akan dijadikan lokasi pusat kegiatan Hari Krida Pertanian (Agriculture Krida Day) HKP Ke 44 & Pangandaran Expo III 2016 (Rural Agricultural Development Exhibition / Pameran Pembangunan Pertanian Pedesaan).

  “Kegiatan (HKP) ini akan diikuti kontingen darin seluruh desa yang ada di  10 Kecamatan,  dan nantinya dilapangan ini akan didirikan Stan Pameran Pembangunan Pertanian Pedesaan sebanyak 100 stan, 93 Stan KTNA Desa, 7 Stan pendukung acara hingga seluruhnya berjumlah 100 stan karena kami menyediakan 1 stan untuk 1 desa. “Terang Warino. (ODS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN