wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

MUHAMAD TAUFIQ: “PEJABAT HARUS TURUN DAN BISA MEREALISASIKAN ASPIRASI MASYARAKAT..”

MANGUNJAYA-Sudah seharusnya pejabat pemerintahan mau turun langsung dan selalu mendengar sekecil apa pun aspirasi masarakat.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Goklkar kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq dalam acara haklah bihalal Partai Golkar se-Kecamatan Mangunjaya.

“Pejabat Pangandaran harus respek serta selalu mau mendengar apa yang mejadi keluhan warganya. “ungkap Taufiq.(1/7).

Ditambahkan Taufiq, ini semua agar pemerintah bisa melihat sejauh mana tingkat kesejahteraan masarakat secara riil di lapangan yang sudah dicapai.

Taufiq juga mengatakan, kepada seluruh Kepala Desa agar betul-betul tepat sasaran dalam penggunaan anggaran desa yang tidak sedikit jumlahnya.

“Pembangunan yang ada di desa harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masarakat yang ada di pedesaan. “imbuhnya.

Taufiq juga berpesan, hendaknya pemerintahan desa agar berhati-hati dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran  yang sudah ditentukan cara penggunaannya melalui aturan serta perundang-undangan yang ada.

“Sekarang bukan hanya kejaksaan, Polri dan BPK saja yang memantaunya, tapi KPK pun bisa sampai ke tingkat desa, jadi saya mohon agar desa menggunakan anggarannya sesuai aturan. “tegas Taufiq.

Di akhir sambutannya Taufiq pun berpesan, agar seluruh umat islam khususnya para kader dan simpatisan Partai Golkar selalu menjalin ukhuwah islamiyah untuk memperkokoh persatuan. (Toni  T)




BELUM GENAP 1 TAHUN, JALAN SINDANGJAYA-CIRAPUAN MANGUNJAYA KEMBALI RUSAK

MANGUNJAYA-Miris, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sindangjaya-Cirapuan Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran keadaaanya kemabali rusak parah. Padahal, jalan tersebut usia pembangunannya belum genap satu tahun.

Jalan yang menurut beberapa warga dalam pengerjaaanya terkesan asal- asalan ditambah lagi jalan tersebut sering dilewati truk-truk besar dengan beban muatan berat, membuat jalan tersebut kembali rusak.

“Padahal pemerintah sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,4 milyar untuk pembangunan jalan Sindangjaya-Cirapuan tersebut. “ungkap warga.(28/6)

Warga pun sekarang hanya bisa merasa kecewa serta berharap hal ini bisa secepatnya jadi perhatian pemerintah.

“Kami masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan tentunya sangat kecewa dengan kwalitas pengerjaan jalan ini, apalagi sekarang truk bermuatan coran dengan beban lebih dari maksimal bisa bebas lewat jalan ini. “ ungkapnya lagi.

Menurutnya, jalan Sindangjaya-Cirapuan ini merupakan jalan utama menuju Ibu Kota Kecamatan Mangunjaya yang sudah seharusnya berkwalitas baik karena jalan ini sangat vital merupakan sarana utama transfortasi warga.

“Kami berharap pemerintah agar bisa memberi perhatian pada pemborong yang nakal dan tidak memperhatikan kwalitas dalam pengerjaannya serta segera ada tindakan tegas pada truk-truk yang bermuatan berat lewat kesini. “tuturnya. (Toni   T)

INSFEKTORAT PANGANDARAN LAKUKAN SIDAK KE TOL GATE OBYEK WISATA, ADE SUPRIATNA: “Untuk Mengetahui Hasilnya Harus Melalui Evaluasi dan Kajian Dulu.”

CIJULANG - Kepala inspektorat Kabupaten Pangandaran, Drs. Ade Supriatna beserta jajarannya kamis kemarin (9/6) melakukan insfeksi mendadak (sidak) ke toll gate Obyek Wisata (OW) Batukaras untuk meninjau kinerja para petugas saat melayani para wisatawan yang berkunjung ke OW pantai Batukaras. Kunjungan tersebut juga dalam rangka meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata di berbagai lokasi wisata yang ada di kabupaten Pangandaran yang sekarang ramai jadi isu di masarakat dan di beberapa sosial media (sosmed).

Ditemui di lokasi Kepada PNews, Ade menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke toll gate Batukaras untuk melihat secara langsung para petugas tiket dalam melayani wisatawan yang datang untuk berlibur ke pantai indah Batukaras.

"Dengan cara seperti ini (sidak-red), mudah-mudahan juga bisa meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata yang sekarang sedang ramai jadi isu di beberapa sosmed", ungkapnya.

Ade menambahkan, kalau pengawasan ini bisa dilakukan setiap libur panjang tiba, baik oleh DPRD maupun dari pemkab, pasti bisa lebih baik hasilnya pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor wisata.

Disoal berapa persen tingkat kebocoran PAD dari sektor wisata saat ini, Ade menjelaskan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan karena semua harus dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kebocorannya.

"Dari hasil sidak ini saya belum bisa memastikan berapa kebocorannya karena ini harus dievaluasi dulu dan dibuktikan secara benar", ucap Ade.

Ade juga mengakatan, setelah toll gate batukaras, Insfektorat akan langsung menuju ke OW Batuhiu dan Pangandaran. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KEBOCORAN TIKET WISATA PANGANDARAN SUDAH LUAR BIASA…”

PANGANDARAN - Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berang setelah mengetahui adanya kebocoran retribusi masuk pada tol gate di sejumlah objek wisata, dan bupati pun mengatakan, ke depannya pengelolaan tiket tersebut penanganannya harus dialihkan.

"Kami akan pindahkan pengelolaan tiket masuk pariwisata pada tim khusus di luar kedinasan," tegasnya.(28/6)

Jeje juga mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena banyaknya laporan kebocoran tiket masuk di toll gate kawasan wisata pantai Pangandaran.

"Tim yang selama ini mengelola tiket akan kami hapus dan akan diganti dengan tim khusus," ujarnya.

Ditambahkan Jeje, dari hasil laporan yang masuk, kejadian kebocoran tersebut sudah dalam kondisi luar biasa dan harus segera ditangani secara luar biasa juga secara khusus.

"Jelas, kondisi ini akan sangat berpengaruh pada PAD dan jika hal ini dibiarkan terus terjadi, maka dipastikan target PAD dari sektor pariwisata pun tidak akan tercapai." kata Jeje.

Jeje menegaskan, untuk pengelolaan retribusi tiket diperlukan orang-orang pilihan yang memiliki kejujuran, kredibilitas dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Dan nantinya, lanjut Jeje, tim khusus yang akan dibentuk, diantaranya terdiri dari PNS, masyarakat dan tokoh masyarakat yang akan ditugaskan secara khusus dan bertanggung jawab langsung ke Bupati.

"Kedepan, saya sudah tidak ingin lagi mendengar adanya kebocoran-kebocoran yang tentunya akan sangat merugikan masarakat.", tandasnya. (AGE)

A.ILHAM TAUFIK: “DIPERLUKAN PELAYANAN PUBLIK YANG MAKSIMAL UNTUK MEWUJUDKAN PANGANDARAN HEBAT"

CIJULANG - Dalam mewujudkan cita cita dan harapan masyarakat Kabupaten Pangandaran dituntut adanya kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan semua unsur lapisan masyarakat, sehingga nantinya akan tercipta keselarasan dalam penataan daerah sesuai dengan harapan.

Demikian dikatakan salah seorang warga Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, A. Ilham taufik (24), dalam obrolan ringannya di sebuah warung kopi.

Menurutnya, di era transparansi dan akuntabilitas seperti sekarang ini, faktor membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan utama bagi pemda. Untuk itu, lanjutnya, setiap lembaga pemerintah daerah di tuntut memiliki kinerja yang baik terutama melalui pelaksanaan program yang selaras dengan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi masyarakat serta melalui implementasi pengendalian intern di lingkungan instansi pemerintah.

“Secara pribadi saya sangat mendukung program dan kebijakan Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata yang memperioritaskan tiga program andalan, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis dan raskin gratis yang semuanya sangat didambakan masyarakat terutama warga yang kurang mampu.”ungkapnya.(30/6)

Program dan kebijakan Bupati Pangandaran tersebut, menurutnya, perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat, dan selanjutnya tinggal bagaimana penerapannya melalui SKPD terkait program tersebut sampai ke masyarakat.

“Terutama masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik yang harus lebih ditingkatkan,"imbuhnya.

Ilham, yang saat sekarang sedang menyelesaikan program pasca sarjana ( S2) di Jogjakarta, juga mengatakan, untuk memajukan daerah, ada beberapa kerangka permasalahan yang dihadapi seluruh Pemerintah Daerah, diantaranya pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran serta mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan pelayanan diseluruh wilayah.

“Saya berharap, semoga Pangandaran bisa menjadi kabupaten yang mampu mewujudkan segala harapan masyarakatnya sesuai slogan Pangandaran Hebat yang sering kita gembar-gemborkan. “ungkapnya lagi.  (AGE)

HATI-HATI, ADA BAHU JALAN AMBLAS DI JALUR MENUJU OW BATUKARASAS

CIJULANG - Amblasnya bahu jalan sedalam 0,5 meter menuju Obyek Wisata (OW) Pantai Batukaras, tepatnya di wilayah Dusun Pasuketan Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran membuat cemas para pemakai jalan. Dikhawatirkan bila tidak cepat diperbaiki bukan tidak mungkin badan jalan bisa terbawa dan tergerus derasnya aliran sungai Cijulang.

Kejadoian tersebut baru diketahui sekitar pukul 16.00 (28/6) saat arus lalu lintas menuju pantai Batukaras sedang padat baik kendaraan roda 4 maupun dua.

Menurut salah seorang warga Batukaras, Yana (35) yang saat ini ikut mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, kejadian ini terjadi setelah hujan mengguyur sejak beberapa hari yang lalu ketika debit air sungai Cijulang naik dengan arus yang begitu deras.

“Mungkin saja karena tanah di sekitar lokasi longsor tersebut berada di pinggir sungai sehingga kondisi tanah pun labil hingga mengakibatkan sebagian bahu jalan ikut tergerus air sungai", katanya. (29/06)

Hal senada dikatakan Edi (46) warga desa Batukaras, dari awal ia sering memperhatikan tanah harim disekitar sungai Cijulang semakin hari semakin habis akibat terkikis air dan pelebaran sungai. Dan bila hal ini tidak segera mendapat penanganan dengan memperbaiki TPT, dikhawatirkan badan jalan pun akan semakin terkikis aliran sungai.

"Saya khawatir jika hal itu dibiarkan tanpa ada perbaikan, lama-lama jalan pun akan habis terbawa aliran sungai.",ungakapnya.

Edi juga mengatakan,perbaikan TPT ini harus secepatnya, mengingat saat ini hujan kadangkala turun dengan deras membuat volume air sungai Cijulang terus meningkat membuat tepian sungai pun terus mengalami abrasi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Kepala UPTD Pariwisata Kecamatan Cijulang-Parigi, Dadang, mengatakan, pihaknya berharap agar amblasnya bahu jalan utama menuju OWh Batukaras bisa segera diperbaiki untuk menunjang kelancaran arus wisatawan yang akan berkunjung saat liburan seperti sekarang.

"Saya berharap ini bisa secepatnya diperbaiki supaya para pengunjung yang akan berwisata ke Batukaras lancar kembali. “kata Dadang. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “MOMEN IDUL FITRI JADIKAN PENYEMANGAT KEBERSAMAAN…”

CIJULANG-Jajaran Pemerintahan Kabupaten Pangandaran tahun ini dalam melaksanakan salat Idul Fitri  tahun 1438 H/2017 yang jatuh pada hari minggu (25/6) dipusatkan di Kecamatan Cijulang.

Bupati, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari didampingi Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, Sekda Mahmud, SH, MH dan jajaran pemerintahan lainnya bersama ratusan jemaah masyarakat Kecamatan Cijulang pun nampak khusu mendengarkan khutbah yang digelar di mesjid Agung Al Islah.

Dalam sambutannya Jeje Wiradinata menyampaikan, pada hari kemenangan ini seluruh umat Islam hendaknya saling membukakan pintu maaf serta lebih semangat lagi dalam membangun ukuwah antar umat.

Masih dalam sambutannya, Jeje juga mengatakan, atas nama seluruh jajaran pemerintahan meminta maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam melaksanakan tugas masih terdapat banyak kekurangan.

“Kami semua manusia biasa tentunya tidak luput dari kesalahan, dan di hari fitri ini kami pun ingin meminta maaf lahir kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran. “kata Jeje.

jeje juga mengatakan, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), program dan kebijakan Kabupaten Pangandaran tentunya akan lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, program pendidikan gratis, melaksanakan pelayanan  kesehatan gratis serat penataan kawasan wisata.

“Dalam melaksanakan visi dan misi menjadikan Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia, pada tahun-tahun awal ini kami terus konsolidasi agar program berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan.” Kata Jeja lagi.

Untuk mencapai seluruh program ini, menurut Jeje, diharapkan ada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat serta senantiasa memohon doa agar apa yang dicita-citakan bersama bisa mudah terwujud.

Untuk infrastruktur, lanjut Jeje, tahun 2017 ini seluruh jalan kabupaten minimal sudah 50 persen sudah mendapat perbaikan dengan rabat beton dan hotmik.

“Begitu juga program kesehatan, pembangunan puskesmas-puskesmas, pendidikan gratis dan pentaan pariwisata terus kita pacu. “imbuhnya.

Selain itu, masih kata Jeje, selain pembangunan fisik, harus juga dibangun karakter pendidikan dan agama, diantaranya dengan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), bantuan oprasional kendaraan roda dua untuk MUI desa dan kecamatan serta pellaksanaan pesantren kilat untuk seluruh siswa selama bulan ramadhan.

“Pada tahun 2021 mendatang, Pangandaran hebat yang kita cita-citakan bersama, Insaalloh bisa terwujud. “tegas Jeje.

Masih dalam sambutannya Jeje pun tidak lupa mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Untuk seluruh umat islam di Kabupaten Pangandaran saya ucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. “ pungkasnya. (hiek)

SANTUNAN PADA YATIM PIATU WARNAI BUKA BERSAMA PARTAI GOLKAR PANGANDARAN

PARIGI-Ratusan simpatisan, kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pangandaran sore tadi (17/6) hadiri acara buka bersama yang diprakarsai pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran bertempat di sekretariat DPD di Desa Cibenda Kecamatan Parigi.

Acara buka bersama yang sudah menjadi tradisi ini langsung dipimpin ketua DPD Partai Golkar, Muhamad Taufiq, Wakil Bupati Pangandara, H. Adang Hadari sebagai dewan pertimbangan dan pengurus lainnya.

Menurut Taufiq, selain kegiatan buka bersama yang sudah menjadi tradisi Golkar, dalam kegiatan ini selain diisi dengan tausiah keagamaan, partai Golkar pun berkesempatan memberikan santunan pada anak yatim piatu dan sejumlah kaum jompo.

“Acara buka bersama ini sudah menjadi tradisi kami dan dimaksudkan untuk lebih mempererat silaturahmi antara simpatisan, kader dan seluruh pengurus partai Golkar Kabupaten Pangandaran. ”kata Taufiq.

Beberapa menit menjelang adzan maghrib, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutan singkatnya menyampaikan, saat-saat seperti ini merupakan saat bahagia bagi umat islam yang sedang menjalankan ibadah pusa.

Adang juga mengatakan, pada bulan yang penuh rahmat ini, sebaiknya umat lebih memperbanyak amalan ibadah seperti saling tolong menolong khususnya sesama muslim.

“Saya pikir sebelum buka puasa ini sebaiknya diisi dengan tausiah bukan dengan sambutan. “ungkapnya.

Adang pun berpesan kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar untuk selalu meningkatkan tali
silaturahmi baik selama bulan ramadhan atau pun di bulan-bulan lainnya. (hiek)

DAMPAK PERHUTANI KURANG INOVATIF ? DARI TAHUN KE TAHUN KUNJUNGAN KE TWA CAGAR ALAM TERUS MENURUN

PANGANDARAN-Perum Perhutani yang sudah puluhan tahun mengelola Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung Pangandaran dikeluhkan banyak pihak. Pasalnya, Perhutani dianggap  selama ini tidak pernah melakukan langkah-langkah inovatif sehingga dari tahun ke tahun pengunjung pun cenderung menurun.
Seperti disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin dan Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Edi Rusmiadi. Mereka berdua sama-sama memberikan nilai minus pada kinerja BUMN ini.

“Perhutani merupakan BUMN harusnya profit oriented, dan untuk menjadi pwerusahaan yang menguntungkan dituntut harus terus berinovasi. “ungkap Edi.(6/6)

Kalau manajemennya terus seperti ini, lanjut Edi, TWA Cagar Ala mini arahnya mau dibawa ke mana, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan dan terkesan asal-asalan.

Edi menambahkan, ia sangat menyayangkan terpuruknya TWA Cagar Alam Pananjung, padahal selain ada pemandangan pantainya, banyak lagi yang bisa dijual pada wisatawan, seperti hutannya yang rimbun berhawa sejuk, goa alam  atau kekayaan bukti sejarah keberadaan goa jepang bisa dijadikan destinasi wisata legendaris.

Edi juga menuturkan, hasil pantauan di lapangan serta berdialog dengan para pengelola, dapat disimpulkan ternyata perhutani memang terkesan tidak punya inisiatif dengan alasan menunggu instruksi pimpinan pusat. Seharusnya Asper Pangandaran, paling tidak kantor yang ada di lokasi punya keterpanggilan dan tanggungjawab moral.

Dan kalau memang merasa tidak mampu, sambung Edi, paling ada keinginan untuk menggandeng potensi masyarakat lokal, seperti Kompepar, Himpunan Pemandu atau lainnya  diajak diskusi.

“ Ini juga kalau memang pihak perhutani terbuka dan ada kemauan,” kata Edi.

Menurut Edi, banyak inovasi yang bisa dilakukan, seperti menjadikan sebagai wahana wisata edukatif, dengan lokalisasi satwa-satwa koleksi serta pelabelan jenis-jenis pohon yang ada di sana.

Diminta tanggapannya, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Pangandaran Yana Hendrayana mengatakan, Perum Perhutani mendapat Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1996.

Dan izin pengelolaannya, lanjut Yana, masih tersisa selama enam tahun lagi. Namun menurutnya, bisa saja sewaktu-waktu izin tersebut dievaluasi dan dicabut jika kinerjanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Yana juga membenarkan, jika dari tahun ke tahun memang terjadinya penurunan kunjungan wisatawan. Ia menduga salah satu faktornya,karena tiadanya inovasi di TWA sehingga mungkin membosankan.

“Di ijin IPPA itu, tugas pokok Perhutani itu mulai dari menjaga keamanan, kebersihan dan pengadaan saran-sarana wisata dan itu harus berinovasi, karena itu yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,”jelasnya. (hiek)

ADA PERUBAHAN JADWAL, FESTIVAL LAYANG-LAYANG TAHUN INI DIGELAR BULAN JULI

PANGANDARAN-Ajang tahunan pariwisata Pangandaran Kite Festival (Festival Layang-Layang Pangandaran) tahun 2017 kembali rencananya kembali akian digelar tanggal 15-16 Jul mendatang. Dan kegiatan pada bulan Juli tahun ini menandai, kembalinya even festival ini ke jadwal semula setelah beberapa tahun ke belakang menjadi rangkaian acara hari jadi Kabupaten Pangandaran, bulan oktober.

“Setelah dievaluasi, cuaca bulan oktober kurang mendukung ditambah bukan itu kegiatan hari jadi yang menumpuk, jadi kita sepakat dipindahkan lagi ke bulan Juli,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin.(9/6)

Usai memimpin rapat sosialisasi kegiatan ini di Gedung TIC, kepada awak media Undang juga menyampaikan, selain masalah padatnya waktu pada bulan oktober, menurutnya, ada beberapa perubahan mencolok dalam ajang tersebut tahun ini. Seperti, dari sisi anggaran yang dipangkas hampir lebih dari setengahnya.

Ia menjelaskan, jika helatan tahun lalu nilai anggarannya sekitar Rp 200 juta, tahun ini hanya Rp 96 juta. Minimnya anggaran ini, lanjut Undang, memaksa panitia dan pemerintah untuk berpikir kreatif agar kuwalitas Kite Festival tetap terjaga, bahkan kalau bisa lebih baik dari tahun-tahun lalu.

 “Tema yang akan kita angkat tahun ini merupakan kearifan lokal, yaitu layang-layang tradisional, seperti sawangan atau layang-layang malam dengan lampu hiasan kerlap-kerlip. ” terang Undang.

Dan untuk menambah semarak festival laying-layang tahun ini, masih kata Undang, diadakan sejumlah lomba yang akan merangkul lembaga pemerintah dan komunitas yang ada di masyarakat, di antaranya lomba layangan antar-SKPD, antar kecamatan serta antar desa.

“Begitu juga dalam kegiatan lainnya, mulai dari sajian aneka kuliner hingga seni pertunjukan budaya seni tradisional, seperti Ronggeng Gunung”imbuh Undang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Asep Yuliludin menyampaikan, untuk menyiasati minimnya anggaran kegiatan tahun ini, panitia akan mencari dukungan pihak ketiga.
Asep optimistis, kegiatan akan berlangsung meriah karena selain dukungan langsung dari masyarakat, panitia pun tetap mengundang peserta dari luar.

“Sejauh ini Malaysia dan Singapura sudah menyatakan kesiapannya, tapi mereka tidak ikut sertakan dalam lomba, tapi eksibisi,” punkas Asep. (hiek)

Direksinya “Alergi” Wartawan ? PT. PECU JAUH DENGAN WARGA SEKITAR PABRIK

SIDAMULIH - PT Pacifik Easteren Coconut Utama (PECU) yang berada di  Kecamatan Sidamulih Kabupaten  Pangandaran , merupakan salah satu penyumbang untuk sektor ekonomi lokal, dalam hal employments, langsung atau tidak langsung dari penciptaan industri pengolahan kelapa di wilayah Pangandaran yang hingga saat ini sudah memperkerjakan sekitar 780 karyawan asli pribumi.

Namun sangat disayangkan, kebesaran industri berskala nasional ini tidak dibarengi dengan kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) pimpinan  tersebut untuk bisa bersosialisasi dengan warga lain di sekitar area pabrik.

Tidak hanya itu, PT Pecu juga terkesan sangat tertutup dalam menjalin komunikasi saat beberapa awak media ingin mengetahui keberadaan, kegiatan dan ingin mengetahui dampak dari pabrik yang menghasilkan santan kering ini.

Seperti diketahui, selama ini aktivitas produksi di PT Pecu telah mencemari aliran sungai Citonjong, yang mengakibatkan sungai tersebut berwarna hitam dan berbau.

Malah, menurut salah seorang warga, sungai yang tadinya banyak sekali ikannya, sekarang biota air seperti ikan, kepiting dan udang tersebut sudah tidak nampak lagi.

Tidak kooperatifnya PT Pecu terhadap wartawan, seperti diungkapkan salah seorang wartawan mingguan, Agus Halim, ia sangat kecewa dengan sikap pimpinan perusahaan Pecu terutama bagian humas yang seharusnya bisa memberikan penjelasan yang terang agar masalah yang ada bisa diposisikan sebagaimana mestinya.

Sudah lima kali, menurut Agus, ia datang ke bagian humas (Roni-red) untuk komfirmasi berita tentang pencemaran sungai citonjong, tapi setiap kali kesana selalu beralasan sedang keluar, meeting atau alasan lainnya.

“Saat ditelepon via telepon celullernya  sering tidak aktif  dan kalau pun aktip tidak pernah diangkat. “imbuh Agus.

Padahal selama ini kedatangannya hanya ingin konfirmasi tentang isu yang beredar di warga sekitar, pabrik Pecu sudah mencemari air sungai dan air sumur warga.

“Niat saya baik kok, saya perlu tanggapan dari PT Pecu agar berita yang saya tulis bisa berimbang, tapi karena kenyataan seperti ini, ya maaf saja saya menulis berita hanya dari satu sumber saja, dari warga sekitar pabrik.", jelas Agus

Hal senada dikatakan Juhandi (50), warga Dusun Ciokong  Desa Sukaresik dan Tata (45) warga Desa Cikembulan. Menurut mereka, perusahaan PT.Pecu terutama pimpinannya memang tidak pernah bersosialisasi dengan memasyarakat warga sekitar pabrik, terkesan angkuh dan susah ditemui.

"Entah kenapa, jangankan wartawan yang tidak mereka kenal, warga pun susah jika ingin bertemu pimpinan perusahaan dan memang betul direksi PT Pecu tidak dekat dengan warga. “tegas mereka.

Warga pun berharap, pihak PT.Pecu bisa lebih dekat dengan warga. Jadi, kalau ada apa apa, seperti masalah pencemaran sungai Citonjong dan sumur-sumur, warga hanya butuh kejelasan serta normalisasi.

“Lagi pula apa ruginya sih dekat dengan masyarakat. “ungkap Jahidin. (AGE)

PETANI DI 2 DESA KABUPATEN PANGANDARAN TERIMA BANTUAN BENIH PALA DAN CENGKIH

CIJULANG – Dalam rangka meningkatkan sektor pertanian, Pemerintah Daerah Pangandaran melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan benih pala dan cengkih untuk petani yang ada di dua kecamatan, Kecamatan Parigi dan Langkaplancar.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Herdianto mengatakan, sebanyak 1.692 pala dan 2.600 batang cengkih tersebut disalurkan diantaranya, di Desa Selasari Kecamatan Parigi dan Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar, yang akan ditanam pada luas lahan seluruhnya sekitar 20 hektar.

Di Selasari penanaman dilakukan di atas lahan 10 hektare, untuk tanaman pala 5 hektare dan pohon cengkih 5 hektare.

“Sementara di Desa Sukamulya pun sama, penanamannya di atas lahan 10 hektar, yang masing-masing untuk pala 5 hektar dan dan cengkih 5 hektar." Imbuh Hrdianto.

dikatakan Herdianto, bantuan ini seluruhnya didanai dari APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2017 senilai Rp.66 juta dengan target capaiannya dapat meningkatkan penghasilan petani.

di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Rusyana menjelaskan, prosfek hasil tanaman perkebunan di Pangandaran sangat menjanjikan. Buah pala bisa panen pertama 3 tahun setelah penanaman, sedangkan cengkih 7 tahun sejak masa tanam.

Dan  kelebihan dari dua jenis tanaman tersebut, menurut Rusyana, harganya cenderung stabil, tidak pernah mengalami penurunan..

"Mudah-mudahan penyaluran benih ini bisa memotivasi petani Pangandaran agar tingkat ekonomi khususnya dari sektor pertanian terus meningkat. " pungkasnya. (hiek)

5 DARI 12 ASN PEMKAB PANGANDARAN PELANGGAR DISIPLIN, SEGERA DIBERHENTIKAN

PARIGI- 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran diberhentikan secara hormat setelah sebelumnya diberikan sanksi hukuman berat.

menurut Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran, Ganjar, sebelumnya Pemda Pangandaran juga sudah menjatuhkan hukuman disiplin kepada 12 ASN.

masih kata Ganjar, dari 12 ASN yang diberikan sanksi, rinciannya, fungsional umum sebanyak 5 orang, struktural 3 orang, penilik 1 orang dan guru 2 orang.
Ganjar juiga mengatakan, hukuman pada 12 ASN tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 dan Undang Undang ASN Nomor 5 tahun 2014.

"Pada proses berlakunya sanksi ada dua kategori penjatuhan hukuman, diantaranya 6 orang dievaluasi di masing-masing SKPD dan 6 lagi dikarantina di Setda,"terang Ganjar.

Hingga saat ini, dari ke 12 ASN yang telah dilakukan pembinaan dan evaluasi, karena dianggap  benar-benar telah melakukan pelanggaran PP dan Undang-undang tentang ASN, 5 orang ASN  akan diberhentikan.

"3 orang sudah resmi di SK kan pemberhentiannya, sedangkan 2 ASN lagi masih dalam tahap penyusunan SK pemberhentian,"ujarnya.

Sementara menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, 5 ASN yang diberhentikan merupakan 6 ASN yang dikarantina di Setdam sedang untuk yang seorang lagi, lanjut Muhlis, dianggap tingkat kedisplinannya meningkat.
“Dan untuk 5 orang yang akan diberhentikan, karena mereka tidak ada perubahan disiplin selama masa karantina, “jelas Muhlis.

ditambahkan Muhlis, berdasarkan UU ASN Pasaal 87 ayat 3, jika seorang ASN mangkir kerja selama 46 hari baik berturut-turut atau pun tidak masuk kerja selama satu tahun, maka akan diberhentikan secara hormat. Dan penjatuhan hukuman berdasarkan PP Nomor 53/2010 Pasal 10 angka 9 hurup d, untuk sanksi yang diberlakukan diberhentikan secara tidak hormat.

“Namun seandainya ASN tersebut telah bertugas lebih 20 tahun dan usianya 50 tahun, maka masih memiliki hak pensiun. “jelas Muhlis lagi. (hiek)

Hati-hati penipuan modus baru, CATUT NAMA PEJABAT PANGANDARAN UNTUK MEMINTA UANG PROYEK

CIJULANG – Hati-hati, kini ada modus baru penipuan yang menimpa salah seorang Kepala SKPD di Pemkab Pangandaran.
Seperti dialami Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Yani Ahmnad marzuki, ia menjadi korban penipuan dengan modus pencatutan namanya untuk meminta sejumlah uang kepada rekanan yang mengerjakan proyek di dinasnya.

menurut Yani, ia menjadi korban dengan modus, seseorang telah mengatasnamakan dirinya dan jabatannya sebagai Kepala Dinas untuk meminta sejumlah uang dari rekanan.

"Dengan mengatasnamkaan KepalanDinas Kesehatan OPangandaran, penelpon tersebut meminta uang kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan Puskesmas di Kecamatan Langkaplancar," terang Yani.

dikatakan Yani, hal tersebut diketahuinya setelah rekanan itu sudah mentransfer uang sebesar Rp.60 juta melalui rekening salah satu bank.

Dengan modus, pelaku mengatakan bahwa ia akan berangkat ke Bandung untuk suatu urusan. Padahal, menurut Yani, dirinya tidak ada rencana ke Bandung dan tidak pernah menyruruh seseorang untuk meminta uang kepada rekanan.

Merasa namanya sudah dicemarkan, Yani pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bupati, namun sayangnya sampai hari ini pelaku penelephon gelap tersebut belum ditemukan.

"Ini menjadi pelajaran bagi saya juga untuk pejabat lainnya di lingkup pemerintah Pangandaran. “ungkap Yani.

diperoleh informasi, masih kata Yani, ternyata melakukan aksi penipuannya bukan hanya meminta pada satu rekanan saja. Bahkan beberapa rekanan lainnya pernah mengalami hal serupa, namun tidak pernah melayaninya. (hiek)

PULUHAN WARGA RN KELUHKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN BOJONGSALAWE

PARIGI-Puluhan nelayan Parigi Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam aliansi nelayan dan Rukun Nelayan (RN) beberapa hari lalu rame-rame mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan keluhannya, masalah yang terjadi pekan lalu terkait adanya kecelakaan nelayan di lokasi pembangunan pelabuhan di pantai Bojongsalawe Kecamatan Parigi.

Menurut nelayan yang diterima komisi II, sebenarnya keluhan ini sebelumnya sudah disampaikan ke pihak syahbandar, namun kurang mendapat respon, maka nelayan pun berinisiatif menggelar auden ke DPRD.

“Seharusnya syahbandar bisa menjadi mitra nelayan. “ungkap salah seorang peserta audens.

Masih kata salah seorang peserta audens, pihaknya berharap jeritan dan teriakan nelayan bisa disampaikan ke pihak yang berkompeten agar pemasangan tiang pancang pelabuhan di Bojongsalawe dihentikan, karena sudah mengakibatkan kecelakaan bagi nelayan yang melaut.

“Ini dialami sendiri oleh ketua RN, Dudung. “ungkapnya lagi.

Para peserta pun sepakat meminta agar Dinas Kelautan Pangandaran bisa segera  menyelesaikan persoalan ini, karena dikhawatirkan akan ada lagi korban-korban lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, komisi II pun berjanji akan segera membantu untuk segera memecahkan persoalan ini serta menyampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk segera dicari penyelesaiannya.

Sementara menurut kepala Syahbandar Pangandaran, Fachrudin, pembangunan pelabuhan di Bojongsalawe yang menelan anggaran sebesar Rp 28, 27 milyar ini memang baru tahap pemasangan tiang pancang.
Menurut Fachrudin, sebenarnya pihaknya sudah menyampaikan hal ini serta kordinasi dengan pusat.

“Waktu hari minggu diberi tahu ada kecelakaan nelayan, keesokan harinya saya pun langsung melaporkan hal ini ke pusat. “terang Fachrudin.

Laporan yang ia terima langsung dari RN, menurut Fahrudin, akan terus dikaji serta dilakukan pendalaman untuk bahan laporan selanjutnya ke pusat.

“Dan kami pun siap memberi bantuan kepada nelayan yang mendapat musibah karena tiang pancang pelabuhan tersebut, walau tidak maksimal. “ungkap Fachrudin. (Toni  T)

WAKIL BUPATI PANGANDARAN SERAHKAN BANTUAN KE PONDOK PESANTREN DAN MESJID

MANGUNJAYA-Salah satu wujud kepedulian pemerintah dalam bidang keagamaan sekaligus sebagai syiar, belum lama ini Pemkab Pangandaran menyerahkan bantuan hibah keagamaan yang diserahkan langsung Wakil Bupati, H. Adang Hadari dalam acara Taraweh Keliling (tarling) bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya.

Dalam acara penyerahan bantuan yang turut dihadiri Ketua MUI, Ketua Baznas Pangandaran, Drs. Hendri dan beberapa kepala SKPD, Wakil Bupati berkenan menyerahkan hibah ke dua pondok pesantren dan 12 mesjid dengan total keseluruhan bantuan mencapai Rp 690 juta.

Dalam sambutannya, Adang Hadari menyampaikan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk membantu tempat-tempat ibadah dan pesantren sebagai tempat menuntut ilmu agama yang biasa digunakan masyarakat sebagai syiar agama islam.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi umat agar kegiatan keagamaan di Kabupaten Pangandaran terus hidup dan berkembang sesuai yang kita harapkan. “kata Adang.(12/7).

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati pun berkenan menyerahkan santunan untuk 15 anak yatim piyatu serta penyerahan secara simbolik kepada penerima rutilahu program unggulan baznas Kabupaten Pangandaran yang ada di Kecamatan Mangunjaya.(Toni T)

WARGA KESAL GAS ELPIJI 3 KG SELALU BERMASALAH, HARGANYA MAHAL, SUSAH DIDAPAT ISINYA PUN KURANG

PARIGI - Masyarakat pengguna gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran merasa prihatin dengan mahalnya harga gas tersebut ditambah lagi kondisi segel tabung yang longgar dan mudah dicopot tidak seperti biasanya begitu kuat bila akan dibuka, ditenggerai segel tersebut merupakan segel palsu.

Seperti dialami salah seorang warga Dusun Karangkamal Desa Margacinta Kecamatan Cijulang,  Isah, (67), beberapa kali dirinya membeli tabung gas elpiji 3 kilogram DENGAN kondisi segel yang tidak seperti biasanya.

Menurut Isah, ia sangat kecewa dengan peredaran gas elpiji 3 kilogram dengan harganya yang mahal, barangnya susah didapat bahkan di tempatnya membeli harganya mencapai Rp 24 ribu.

Selain itu Isah juga menyesalkan, karena akhir-akhir ini banyak peredaran gas elpiji 3 kilogram yang  takarannya tidak sesuai, karena baru saja dipakai beberapa hari sudah habis.

"Padahal penggunaan sebelum-sebelumnya dengan sekarang sama, tapi kok sekarang cepat habis," ungkap Isah.

Isah menduga gas elpiji 3 kilogram yang ia beli saat ini tidak sesuai dengan takaran, apakah segel yang longgar dan mudah copot itu akibat dari ulah oknum nakal untuk mengurangi isinya   atau rusak di perjalanan saat pengiriman dari agen ke pangkalan,

“Sebagai konsumen jelas saya tidak mau dirugikan dengan hal tersebut, sudah mahal, susah didapat ditambah sekarang isinya kurang. “kata Isah.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd pun merasa berang dengan munculnya masalah gas elpiji 3 kilogram yang selalu saja menjadi  persoalan dan menyengsarakan masyarakat sebagai konsumen.

"Jika masyarakat ada yang merasa dirugikan dengan peredaran gas tersebut, saya harap  segera lapor ke pemerintah setempat," kata Iwan.(13/06)

Iwan juga menegaskan, dan jika memang ada dugaan selama ini terjadi di masyarakat benar, ia mendorong agar masyarakat melapor ke polisi untuk menempuh jalur hukum karena ini sudah menjadi perbuatan pidana.

"Terus terang saya jengkel dengan persoalan peredaran gas elpiji yang selalu bermasalah, kasihan dong masyarakat yang jadi korban," ungkapnya. (AGE)

INI KATA KETUA DPRD PANGANDARAN TENTANG KETERLAMBATAN PENCAIRAN “PANGANDARAN HEBAT”

PARIGI-Banyaknya keluhan dari SMA/SMK Negeri tentang keterlambatan pencairan program Pangandaran Hebat yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran langsung direspon ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd.

Iwan pun membenarkan jika keluhan keterlambatan pencairan anggaran itu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Menurutnya, waktu ia menghadiri undangan acara perpisahan ke beberapa SMA dan SMK negeri beberapa minggu lalu, memang banyak kepala sekolah yang mengeluhkan soal itu.

“Untuk meminta kepada orang tua siswa sudah tidak boleh sedangkan menunggu anggaran belum cair, apalagi sekarang untuk biaya perpisahan. “kata Iwan.(12/6)

Saat ditemui PNews di ruang kerjanya, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini lebih jauh mengatakan, mekanisme anggaran program “Pangandaran Hebat” itu sudah jelas, dana yang berasal dari APBD Kabupaten Pangandaran ditransfer dulu ke Pemerintahan Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pedidikan provinsi karena sekarang SMA/SMK negeri sudah menjadi tanggungjawab pemprov.

“Lain lagi untuk SMA/SMK swasta, ini bisa langsung dari Dinas Keuangan ke sekolah masing-masing. “terang Iwan.

Iwan juga mengatakan, seharusnya Dinas Pendidikan Pangandaran lebih intens lagi berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, sementara Dinas keuangan bertugas hanya membayarkan saja sesuai dengan ketentuan.

“Harusnya Kepala Dinas Pendidikan yang paling sering kordinasi ke provinsi, apalagi jika ada kekhawatiran dana yang sudah ditransfer ke provinsi itu hangus, dan berarti ke depan tidak boleh lagi ada program seperti ini. “imbuhnya lagi.

Ditambahkan Iwan, saat ia hadir pada acara perpisahan beberpa SMA/SMK diperoleh informasi, semua sekolah mengakui dengan anggaran BOS SMA/SMK ini, setiap siswa akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp 2 juta per tahun, jumlah tersebut merupakan gabungan dari BOS pusat dan provinsi, dan jika ditambah dari dana program Pangandaran Hebat, maka kebutuhan sekolah pun sudah bisa terpenuhi.

“Pokoknya untuk standar sekolah di Kabupaten Pangandaran itu sudah cukup tanpa harus ada pungutan apa pun. ”jelas Iwan lagi.

Dan sekarang, lanjut Iwan, seluruh SMA/SMK yang ada di Kabupaten Pangandaran seluruhnya mengeluhkan tentang keterlambatan proses pencairan dana pendidikan yang berasal dari program “Pangandaran Hebat” ini. Dan kejadian ini memang baru terjadi tahun ini pasca SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Mungkin karena mekanismenya masih baru, jadinya banyak kelemahan dan kekurangan di sana-sini.

“Saya berharap dinas teknis, yaitu Dinas Pendidikan dan Keuangan harus lebih sering kordinasi dengan propinsi, dan ke depannya tidak boleh ada pencairan yang terlambat. “tegasnya.

Iwan juga mengatakan, secepatnya ia akan segera menugaskan komisi I yang membidangi pendidikan untuk segera melihat langsung ke lapangan agar diketahui pokok masalahnya. (AGE)

MASIH MENUNGGU SURAT GUBERNUR, PANGANDARAN HEBAT BELUM TEREALISAI

PANGANDARAN - Lambatnya pencairan dana pendidikan dari program “Pangandaran Hebat” untuk SMA/SMK Negeri di Kabupaten Pangandaran, dikeluhkan beberapa sekolah karena hingga saat ini masih belum jelas serta belum adanya kepastian kapan realisasinya.

Seperti diketahui, program “Pangandaran Hebat” yang rencananya akan diberikan per semester ini merupakan program yang digulirkan Pemkab Pangandaran dalam dunia pendidikan untuk meringankan beban masyarakat khususnya dalam masalah biaya pendidikan.

Menurut Kepala SMAN I Parigi, H.Eman Hermawan, pihak sekolah sangat mengharapkan dana tersebut bisa segera cair karena ini menyangkut berbagai kegiatan yang ada di tiap-tiap sekolah saat ini yang semuanya menyangkut biaya pendidikan.

"Saya berharap anggaran program Pangandaran Hebat ini bisa cepat cair, karena ini untuk  memenuhi segala kepentingan yang saat ini mulai dibutuhkan sekolah", ungkapnya.

Ditambahkan Eman, ketika ia mengetahui untuk pencairan dana program Pangandaran hebat sampai saat ini belum disetujui di tingkat provinsi, ia merasa kecewa, karena saat ini sudah memasuki bulan juni akhir semester pertama januari-juni yang seharusnya saat pertama mulai digulirkannya program ini.

Ketika diminta tanggapannya, Sekertaris Dinas Disdikpora Kabupaten Pangandaran, H. M. Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd membenarkan adanya keterlambatan pencairan dana program Pangandaran Hebat untuk SMA dan SMK Negeri. Tapi menurut Agus, semuanya harap bisa mengerti dan bersabar karena ini merupakan program baru di lingkup Dinas Pendidikan Provinsi.

"Alhamdulillah, kami bersama DPPKAD Kabupaten Pangandaran sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Keuangan Provinsi untuk secepatnya bisa melaksanakan proses pencairannya karena memang waktu yang mulai mepet", jelasnya.(12/06)

Dikatakan Agus, dalam koordinasi tersebut diperoleh keterangan, sebelum pencairan dana program ini harus ditempuh dulu sembilan syarat, salah satunya harus ada surat permohonan dari gubernur tanpa bisa diwakili.

“Hingga saat ini kedelapan syarat sudah ditempuh dan tinggal satu syarat lagi, yaitu surat permohonan dari gubernur, dan menurut informasi Pa Gubernurnya saat ini sedang melaksanakan umroh. “jelas Agus.

Agus juga mengatakan, pihaknya optimis akhir bulan Juni program Pangandaran Hebat untuk pendidikan gratis di Kabupaten Pangandaran ini bisa segera dicairkan.

"Sementara untuk SMA dan SMK swasta sudah tidak ada masalah dalam proses pencairannya.",tambah Agus (AGE)

KABAR GEMBIRA UNTUK WARGA MANGUNJAYA, PADAHERANG DAN KALIPUCANG, BAYAR PAJAK KENDARAAN BISA di Sa-Desa CIGANJENG

PADAHERANG-Warga tiga kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Padaherang, Mangunjaya dan Kecamatan Kalipucang sekarang tidak usah repot lagi dalam mengurus pembayaran pajak kendaraan dengan mendatangi kantor Samsat yang ada di Kecamatan Pangandaran. Selain jaraknya yang relatif jauh, warga pun harus ngantri jika datang langsung ke kantor Samsat Pangandaran.

Untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan pembayaran pajak kendaraan, beberapa hari lalu kantor Samsat sekarang sudah membuka terobosan baru dengan membukan kantor Samsat Desa (Sa-Desa) yang berlokasi di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang untuk malayani warga di tiga kecamatan tersebut.

Saat ditemui salah seorang petugas Samsat, Bripka Supiyan mengatakan, salah satu pertimbangan  Tunggilis dipilih menjadi lokasi keberadaan Sa-Desa, karena Desa Tunggilis terletak di tengah-tengah lokasi paling ujung wilayah kerja Samsat Pangandaran.

“Ini semacam jemput bola untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraannya. “ungkap Supiyan.

Ditambahkan Supiyan, fungsi Sa-Desa ini sama, untuk melayani pembayaran pajak tahunan kendaraan (STNK) motor dan mobil, dan dengan dibuka setiap hari kerja,  masyarakat Mangunjatya, Padaherang dan Kalipucang sekarang tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Samsat Pangandaran.

“Kecuali untuk kendaraan dengan plat kuning mobil umum karena ada asuransi untuk penumpangnya, maka pengurusan pajaknya masih tetap harus di Samsat Pangandaran. ”terang Supiyan.

Masih kata Supiyan, selain Sa-Desa, Samsat Mobil Keliling pun masih tetap berjalan yang sekarang khusus untuk pelayanan wilayah selatan.

“Sa-Desa merupakan inovasi pertama Samsat Pangandaran, dan mudah-mudahan ke depan bisa diperluas lagi ke wilayah lainnya karena selain untuk memudahkan layanan pada masyarakat, juga bertujuan untuk lebih meningkatkan Pendapatan Daerah. “pungkas Supiyan. (isis Koswara)

GELIAT PEMBANGUNAN DI DESA PANYUTRAN LIBATKAN ANTUSIAS WARGA

PADAHERANG-Desa Panyutran, salah satu dari 14 desa di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran secara geografis terletak  pada dataran tinggi pegunungan dengan kondisi jalan, baik yang menuju ke desa lain atau ke ibu kota kecamatan sangat memprihatinkan.

Pada tahun 2017, dengan memanfaatkan Dana Desa (DD), Panyutran terus menggeliat dalam program pembangunan desanya.

Menurut Kepala Desa Panyutran, Dasto, program DD tahun ini akan diperioritaskan pada perbaikan infrastruktur jalan yang ada di desanya.

“Dari keseluruhan jalan yang ada di desa kami, baru 30 % saja yang kondisinya baik. “terang Dasto.(12/6)

Seperti yang sudah ada dalam program kegiatan pembangunan desa, lanjut Dasto, tahun 2017 ini sekitar Rp 120 juta dialokasikan pada pembangunan 570 meter jalan di Dusun Balater, dengan rincian Rt 20 sepanjang 270 meter, Rt 21 kebagian 150 meter dan Rt 22 dengan panjang jalan 150 meter.

“Semuanya memakai jalan rabat beton. “jelasnya.

Masih kata Dasto, pihaknya sangat mengapresiasi antusias warganya yang bisa terlibat langsung pada pembangunan desa. Tidak hanya kaum pria, ibu-ibu pun nampak tak segan-segan untuk turun langsung  dalam pengerjaan pengcoran jalan di tiap-tiap RT.

“Di tengah-tengah pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, warga tetap semangat ikut dalam proses pengecoran. “kata Dasto.

Sementara salah seorang warga, Diah (32) mengatakan, ia sangat berterimakasih dengan adanya perbaikan jalan di lingkungannya karena memang sudah bertahun-tahun jalan ini belum mendapat perbaikan sehingga jika datang musim hujan, jalan pun akan licin dan terkadang membahayakan warga.

“Mudah-mudahan dengan kondisi jalan yang sudah bagus bisa melancarkan tranfortasi warga desa saat akan menjual hasil panen kami. “ungkapnya. (Isis Koswara)

MEMPRIHATINKAN, JALAN SENILAI Rp 720 JUTA TAK BERTAHAN SATU TAHUN

CIMERAK-Pembangunan jalan dengan teknik lapen pada proyek pengerjaan jalan kabupaten Tahun Anggaran 2016 di Kabupaten Pangandaran, dinilai kwalitas pengerjaannya sangat rendah hingga hasilnya pun berumur pendek atau cepat rusak.

Demikian dikatakan salah seorang pengamat pembangunan jalan dan jembatan asaL Kecamatan Langkaplancar, Dani Hamdani, ST. Menurutnya, salah satunya proyek peningkatan jalan Pareang-Cikondang di Kecamatan Cimerak yang dibangun pada bulan oktober hingga desember 2016 silam, saat ini kondisinya sudah memprihatinkan.

"Dengan teknik lapen memang tidak menjamin akan bertahan lama tapi bila dikerjakan dengan baik dan profesional paling tidak akan bertahan selama 2 hingga 3 tahun", ujarnya.(9/6)

Bila bicara teknis, lanjut Dani, memang banyak faktor yang mempengaruhi satu hasil, namun jika pengerjaannya dilakukan dengan profesional, maka bisa dipastikan hasilnya pun harus baik.

“Tidak ada alasan lain, jika memang rekanan mengerjakan proyek jalan tersebut,” tegasnya lagi.

Dani pun sangat setuju apa yang disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, rekanan harus bekerja profesional agar menghasilkan pekerjaan yang berkwalitas.

“Dan diharapkan bupati pun nantinya berani memberikan sanksi kepada para rekanan yang terbukti dalam pengerjaan hasilnya buruk untuk tidak diikut sertakan pada proyek berikutnya. “pungkasnya.
(Budi Setiawan)

TAHUN 2017 PEMBANGUNAN JALAN GUNAKAN HOT MIX DAN BETON, Dani Hamdani : "Keinginan Bupati Pangandaran Tergantung Keseriusan Rekanan".

CIMERAK- Keinginan Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata untuk membangun jalan kabupaten dengan menggunakan rabat beton dan hotmix untuk tahun 2017 ini sekaligus menghapus lapen, dimaksudkan agar awet dan tahan lama sangat diapresiasi masyarakat.

Namun, menurut salah seorang pengamat pembangunan jalan dan jembatan, Dani Hamdani, ST, keinginan positif bupati itu tergantung keseriusan rekanan dalam pelaksanaanya. Pasalnya, sekuat apapun keinginan bila tidak didukung keseriusan dan profesionalitas pelaksananya (rekanan) niscaya tak akan terwujud.

Apa yang dikatakanj Dani tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya, ada beberapa proyek anggaran tahun 2016 yang tidak sinkron dengan keinginan pemerintah. Seperti jalan yang menghubungkan Desa Cimerak hingga Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

“Tiga rekanan yang jadi pelaksana peningkatan jalan hotmiks tahun anggaran 2016 tersebut ternyata 2 diantaranya menunjukan hasil yang tidak baik kualitasnya, proyek yang dikerjakan antara bulan oktober hingga desember 2016, namun baru beberapa bulan saja sudah ambrol", ujar Dani sambil menunjukan foto jalan dimaksud.(9/6).

Dijelaskan Dani, ratusan titik sepanjang jalan tersebut saat ini sudah bolong-bolong dan jadi genangan air dan bahan materialnya pun berhamburan, padahal jika dihitung, jaklan tersebut  baru 7 bulanan umurnya.

“Keinginan dan kebijakan Bupati meniadakan lapen dan hanya menggunakan teknik betonisasi dan hotmix dengan maksud agar kuat dan tahan lama dinilainya sangat baik dan solutif, namun keinginan ini harus dibarengi dengan niat dan komitmen yang sama dari para rekanan. “imbuh Dani.

Meskipun persoalan pembangunan infrastruktur itu sangat kompleks, lanjut Dani, bentuk pengawasan merupakan hal yang paling penting untuk meminimalisir kesalahan. (Budi setiawan)

BOLEHKAH KENDARAAN DINAS DIPAKAI DI LUAR KEDINASAN ? SAAT LIBUR BANYAK KENDARAAN DINAS KELUAR PANGANDARAN

PANGANDARAN - Pengguna kendaraan dinas di Kabupaten Pangandaran banyak yang berasal dari luar daerah, hal ini tentunya mengundang pertanyaan serta menjadi sorotan dari berbagai kalangan.

Seperti dikatakan salah seorang aktivis kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al-Farabi Kabupaten Pangandaran, Rahmat Hidayat mengatakan, penggunaan kendaraan mobil dinas sebaiknya digunakan untuk keperluan kedinasan saja.

"Kami mengamati, hampir sebagian besar kendaraan dinas pejabat Pangandaran banyak yang berasal dari luar Pangandaran. “kata Rahmat.

Menurut Rahmat, ia sering mengamati saat ahir pekan atau hari libur kerja, pejabat para pengguna aset pemerintah tersebut banyak yang membawa kendaraan dinasnya untuk pulang ke luar dari Kabupaten Pangandaran.

"Dengan banyaknya kendaraan dinas yang dibawa pulang tersebut jelas ini akan menimbulkan cemburu sosial di masyarakat Pangandaran sendiri,"tambahnya.

Untuk itu, Rahmat berharap, saat libur kerja sebaiknya kendaraan dinas ini tidak dibawa pulang pejabat yang berasal dari luar Kabupaten Pangandaran.

Sejatinya, kendaraan dinas itu dibeli dari uang rakyat, sehingga jangan sampai ada pejabat yang menggunakan kendaraan negara untuk kepentingan keluarga diluar kedinasan.

Ditempat terpisah Kepala Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pangandaran, Ade Kurnia mengatakan, sebenarnya tata cara penggunaan kendaraan dinas telah diatur dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2016.

"Dalam regulasi tersebut dijabarkan, pengguna aset kendaraan mobil dinas ini diperuntukan pejabat eselon II dan eselon III, sedangkan untuk kendaraan dinas motor diperuntukan pejabat eselon IV," kata Ade.

Menurut Ade, dan hingga saat ini pengguna aset dinas baik kendaraan mobil dan motor di Pangandaran tidak ada persoalan dan terjaga dengan baik.

"Sepengetahuan kami tidak pernah terjadi penyalahgunaan kendaraan dinas karena pejabat pengguna aset pun ada kesepakatan untuk menjaga aset dengan baik,"jelasnya. (AGE)

HATI-HATI, SEKARANG BANYAK BEREDAR GAS ELPIJI 3 KG BERISI AIR

CIJULANG - Apa jadinya bila seorang pengusaha sudah berpikir keuntungan semata tanpa memikirkan orang lain, dengan jalan mendolimi masyarakat sebagai konsumen demi meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Kejadian ini terjadi saat salah seorang warga Dusun Cicurug Desa Cibanten Kecamatan Cijulang, Nani Sumarni terheran-heran saat medapati tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang ia beli dari warung ternyata berisi air, dan ini dialaminya minggu lalu selama 3 kali pembeliannya berturut-turut.

"Minggu lalu kami sekeluarga pergi ke Banjar, sekalian sambil membawa tabung gas elpiji kosong ukuran 3 kilo gram yang rencananya akan membeli gas di daerah Parigi,"terang Nani.

Sesampainya di salah satu pangkalan di daerah Parigi, masih tutur Nani, ia pun lantas menukarkan tabung gas kosong tersebut dengan tabung gas elpiji yang tersedia di pangkalan, dan sesampainya di rumah tabung pun lalu dipasang pada kompor gas. Tapi betapa herannya, saat melihat jarum pada regulator tidak bergerak sama sekali dan tidak mengeluarkan bercakan api serta bau gas sedikit pun.

Nani pun baru sadar, setelah dicek tabung gas elpiji tersebut ternyata isinya air, karena dari bobot dan suara tabung saat digoyangkan berbeda dengan tabung gas elpiji yang lainnya.

"Dan kejadian ini saya alami 3 kali secara berturut-turut," jelasnya.

Nani berharap, Pemkab Pangandaran bisa segera menindak tegas pengusaha licik seperti akibatnya yang ia alami sendiri, agar masyarakat pun akan merasa aman sebagai konsumen.(AGE)

JEJE WIRADINATA: “PEMBORONG DI BAWAH STANDAR SEBAIKNYA DICORET SAJA..”

PARIGI–Kepada seluruh pengusaha mitra kerja pemda, diharapkan dalam pengerjaan 500 km infrastruktur jalan pada anggaran tahun 2017 ini benar-benar memperhatikan kwalitas dan hasil kerja yang optimal serta bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sehingga hasilnya pun bisa bertahan lama dinikmati warga.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di hadapan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda Mahmud, SH MH, Wakil Ketua DPRD, Adang Sudirman, Ketua Komisi III, Wowo Kustiwa, Kepala SKPD dan 20 dari 60 rekanan yang diundang dalam rapat percepatan penyerapan anggaran bertempat di aula setda.

“Saya minta rekanan bekerja sesuai spek dan bahan yang dipakai pun harus bagus karena pengerjaan jalan ini, sampai tahun 2017 baru 35 % dari total panjang jalan kabupaten “ungkap Jeje.(8/6).

Jeje juga mengatakan, pemborong yang di bawah standar kualitas sebaiknya dicoret saja, dinas terkait jangan segan segan menindaklanjuti apabila ada rekanan yang tidak benar dalam pengerjaan proyek. Baik pengusaha atau dinas harus berkomitmen untuk bisa mengawasi serta mengevaluasi mumpung sekarang masih dalam proses awal.

“DAK sebesar Rp 29 milyar yang sampai saat ini belum dibayar karena kesalahan kita di tahun 2016 lalu, ini jangan sampai terulang kembali ditahun ini. "tegas Jeje.

Ditambahkan Jeje, sebaiknya rekanan bisa pro aktif dalam penyerapan anggaran, terutama untuk bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sementara dalam perbaikan infrastruktur jalan, menurut Jeje, target tahun 2018 perbaikan jalan kabupaten bisa mencapai 80 %, dan tentunya untuk semua itu diperlukan dukungan dari berbagai elemen dan semua pihak.

“Khususnya kepada para rekanan sebagai mitra kerja pemerintahan, harus mempunyai rasa memiliki dengan melaksanakan pengerjaan yang berkualitas, jangan sampai jalan yang dibangun setahun yang lalu pada tahun berikutnya sudah hancur lagi, makanya kami prioritaskan untuk tahun ini  pada pengerjaan rigit beton agar bisa bertahan minimal 5 tahun sampai 10 tahun", tegas jeje.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Pangandaran, Wowo kustiwa, menurutnya, komisi III siap untuk mengawasi kinerja rekanan yang melaksanakan pekerjaan pada anggaran tahun 2017 ini.

"Pekerjaan yang tidak ada papan proyek juga kantor direksi kit akan kami pertanyakan, sebab seperti di tahun 2016 lalu ada proyek yang tidak pasang papan proyek, sehingga saat kami ditanya masyarakat, itu proyek apa, kami tidak bisa menjawab", jelas Wowo. (Anton  AS)

WARGA RESAH, SERING TERJADI KECELAKAAN LALIN AKIBAT DUMP TRUK PENGANGKUT PASIR

PANGANDARAN- Masyarakat mulai merasa resah dengan ativitas dump truck pengangkut pasir  melintasi jalan utama di Kabupaten Pangandaran yang terkesan ugal-ugalan sehingga banyak menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Seperti dituturkan salah seorang warga Dusun Haurseah Kecamatan Cijulang, Agung Jaya Purnama (38). Menurutnya, ia merasa tidak nyaman dengan antrian dump truk terutama malam hari yang selalu lewat di depan rumahnya, pasalnya pengendara truk pasir tersebut sepertinya ugal-ugalan dalam menjalankan kendaraannya.

"Jelas ini sangat mengganggu pengendaran lain sehingga truk tersebut sudah banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas", jelasnya.

Agung juga mengatakan, jalan hot mix yang bagus ini merupakan pasilitas umum bukan untuk memfasilitasi ratusan dump truk pengangkut pasir. Seharusnya kejadian 2 tahun lalu bisa dijadiklan pelajaran, dengan lalu lalang truk bermuatan pasir ini yang mengakibatkan jalan cepat rusak lagi.

“Kalau jalan sudah hancur yang rugi kan tetap masyarakat banyak. “ungkapnya lagi.

Dikatakan Agung, kapasitas truk pengangkutan pasir dari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini dinilai telah mempengaruhi kerusakan jalan karena beban kendaraan tersebut selalu melebihi tonase kekuatan jalan.

Hal senada dikatakan warga Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Sudrajat, aktivitas truk pengangkut pasir sangat membahayakan pengguna jalan lain. Sudah banyak korban kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia disebabkan karena kelalaian sopir truk pengangkut pasir, dan disanyalir kejadian itu karena kebanyakan sopir truk tersebut dalam menjalankan kendaraannya ugal-ugalan dan melakukan konvoy dengan pengangkut pasir lainnya.

"Kami minta Pemda Pangandaran segera turun tangan melakukan pengendalian truk-truk tersebut agar keselamatan pengguna jalan bisa lebih terjamin," kata Sudrajat.

seperti diketahui, pasir yang diangkut dari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ini dikirim ke Kabupaten Cilacap Jawa Tengah melalui jalur jalan utama di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran dan Kecamatan Kalipucang.

sementara di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Haryono, S.Sos mengaku telah mengetahui dan membenarkan adanya keluhan sejumlah warga terhadap aktivitas truk pengangkut pasir ini serta permintaan agar Pemda Pangandaran bisa secepatnya mengatasi masalah ini.

"Kami sudah merencanakan akan melakukan pengendalian truk-truk tersebut, “ungkapnya.

Ditambahkan Haryono, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi dengan pihak Samsat dan Polri untuk menertibkan truk pengangkut pasir ini.

"Rencananya kami akan menggelar operasi pada seluruh kendaraan yang melintas di jalur nasional di Kabupaten Pangandaran, termasuk truk pengangkut pasir," tambahnya. (AGE)

HARGA GAS ELPIJI 3 KG DI PANGANDARAN MASIH TAK SESUAI HET

CIMERAK -Gas elpiji jenis 3 kilogram (kg) di Kabupaten Pangandaran saat ini sudah mulai membuat bingung masyarakat pengguna, pasalnya masyarakat bingung dengan tidak stabilnya harga dipasaran yang mencapai kisaran Rp 24.000 s.d 27.000 per tabung.

Padahal, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dalam rapat kordinasi bukan lalu yang membahas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas elpiji 3 kg yang akan dituangkan dalam peraturan Bupati sudah menetapkan HET tersebut dengan harga Rp16.900 dan Rp 17.400 sesuai zonasi wilayah.

Salah seorang warga Kecamatan Cimerak, Lubis mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 3 kg ini terjadi di beberapa wilayah.

"Selain mahal, ketersediaan gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah sekarang semakin sulit didapat," kata Lubis, Kamis (8/6/2017).

Menurut Lubis, jika persoalan ini berlarut-lartut dan tidak segera ditangani dikhawatirkan  masyarakat kecil akan jadi korban.

"Kami harap pemda segera langsung turun ke lapangan agar persoalan kelangkaan dan mahalnya gas elpiji 3 kg tidak berkelanjutan," tambahnya.

Di tempat terpisah, salah satu pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg, Toto Mustopa mengaku ia pernah menerima pesan singkat langsung dari pertamina yang mengatakan adanya penjualan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pangandaran dengan harga Rp 24.000 s.d 27.000.

Masih kata Toto, Dalam pesan singkat tersebut pihak pertamina pun menghimbau agar setiap agen menjual gas elpiji 3 kg sesuai HET di daerah masing-masing yang sudah dikordinasikan dengan pemda.

"Tapi menurut saya, seharusnya pertamina dengan dibantu unsur muspika hendaknya datang meninjau langsung ke daerah supaya pihak pertamina pun bisa langsung memberi peringatan pada si penjual gas elpiji 3 kg tersebut", ungkapnya. (AGE)

PEMKAB PANGANDARAN SIAPKAN ANGGARAN Rp 1,2 MILYAR UNTUK KEGIATAN PESANTREN KILAT

PARIGI - Kegiatan “pesantren kilat” pada bulan suci ramadhan dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas keagamaan di usia anak sekokah, dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun mewajibkan kepada seluruh pelajar baik SD, SMP dan SMA untuk mengikuti pesantren kilat selama bulan Ramadan.

Menurut Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, rencananya pesantren kilat akan dilaksanakan mulai Senin, (5/6/2017) mendatang yang akan diikuti sekitar 50.000 pelajar se-Kabuoaten Pangandaran.

Masih kata Jeje saat ditemui usai taraweh keliling (tarling) di salah satu mesjid di Kecamatan Parigi, karena jumlah siswa/siswi yang akan mengikuti kegiatan ini mencapai puluhan ribu, maka pelaksanaannya pun akan dilaksanakan di pesantren atau diniyah yang berdekatan dengan lokasi sekolah masing-masing siswa.

 "Pelaksanaannya bisa dilakukan di tempat diniyah tapi tidak di sekolah,"kata Jeje.(4/6)

Ditambahkan Jeje, untuk siswa tingkat SMA dan Kejuruan, karena kewenanganya sudah berada di Pemerintah Provinsi, maka Pemkab Pangandaran akan mengirim surat permohonan dulu ke Dinas Pendidikan propinsi.

"Jika untuk pesantren yang memiliki tempat pemondokan, maka siswa yang mengikuti pesantren harus mondok, sedangkan bagi pesantren yang tidak memiliki tempat pemondokan, pelaksanaan pesantren kilat dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB,"terang Jeje.

Saat ini, menurut Jeje, Pemkab Pangandaran telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,2 miliar untuk pelaksanaan pesantren kilat ramadhan tahun ini.

"Jadi, pada legiatan pesantren kilat ini pihak sekolah tidak lagi membebankan biaya kepada orang tua murid, terkecuali siswa-siswi yang mondok di pesantren karena ada beberapa beban biaya lainnya," imbuh Jeje.

Salah seorang tokoh agama di Kecamatan Cijulang, H.Atang Abdul Halim, sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, pesantren kilat bagi para pelajar benar-benar sangat  efektif karena suasana ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk kegiatan yang bernuansa keagamaan.

“Jadi kalau seandainya pelajar kita diberikan pendidikan yang baik, kualitas keimanan yang baik, ahlak yang baik, ketakwaan yang baik dan pergaulan yang baik itu akan punya pengaruh yang positif sebagai bekal dalam menghadapiu zaman yang serba modern ini" ungkapnya. (AGE)

ROHIMAT RESDIANA: “ GENERASI MUDA HARUS MEMILIKI PROBLEM SOLVING UNTUK KEMAJUAN BANGSA “

PADAHERANG - Maraknya berbagai  permasalahan kebangsaan yang berkembang  akhir-akhir ini, mulai dari disintegrasi bangsa, ideologi kebangsaan, radikalisme, narkoba dan korupsi telah mengundang keprihatinan dari  seorang tokoh muda Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana.

Ditemui di kediamanya di Desa Cibogo Kecamatan Padaherang, calon kuat Kandidat Ketua KNPI Kabupaten Pangandaran ini mengungkapkan kegelisahan tentang nilai-nilai kebangsaan yang berkembang saat ini. Ia pun berharap agar setiap elemen bangsa bersatu untuk menjaga nilai luhur budaya bangsa, ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan penerapan paham keagamaan yang di landasi cinta kasih dan kesucian.

“Indonesia sekarang sedang diuji oleh anak bangsanya sendiri yang memiliki pemahaman berbeda tentang konsep kebangsaan, seperti paham radikalisme, menjadi pecandu narkoba dan juga oleh keserakahan korupsi,”paparnya.(3/6)

Lebih lanjut pengurus KNPI Pangandaran yang lebih akrab dengan sapaan Imat ini menyampaikan, dalam tataran yang lebih kecil, khususnya di Kabupaten Pangandaran, kompleksitas permasalahan yang ada tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di tingkat nasional.

“Jujur harus kita akui,di Kabupaten Pangandaran pun masalah intoleransi, radikalisme, narkoba dan korupsi menjadi ancaman yang harus di antisipasi sejak dini, karena kalau dibiarkan akan merugikan kita semua,” kata Imat.

Untuk menanggukangi atau mengatasi semua persoalan tersebut, lanjut Imat, diperlukan penggerak yang memiliki problem solving dan mau berjuang demi bangsa dan negara.

“Generasi muda lah yang harus maju dan menjadi solusi bagi bangsa dan negara ini, intinya peran serta mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus lebih diperluas di dalam segala bidang,”pungkasnya. (AGE)

KADIN PANGANDARAN BERHARAP PELAKU UMKM BUKA PUSAT INKUBASI USAHA

PANGANDARAN-Membangun citra dan memperluas jaringan kerjasama untuk kemanfaatan masyarakat berbasis kesetaraan serta mengembangkan pendidikan dan pelatihan masarakat menuju  penguatan kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan sekaligus mengembangkan system organisasi yang propesional harus terus dilakukan para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

Demikian dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) KabupatenPangandaran, H. Teddy Sonjaya dalam acara pembukaan Pelatihan Pengembangan Usaha Baru yang digelar di Hotel Sandaan Pangandaran. (27/5)

Menurut Teddy, kedepan Kadin akan terus memberikan pelatihan rutin dan berkelanjutan dalam kaitan masalah teknis,managemen Usaha sertabagai mana sebuah produk bisa berkembang, berdaya saing, berkwalitas dan menarik minat pembeli, dengan menghadirkan narasumber dari Unpad, Intitut Pertanian Bogor dan para narasumber lain yang berkompeten di bidangnya, karena seluruh pelaku UMKM perlu memiliki ilmu dari segi teknis bisnis dan pengembangan produk ada banyak macamnya. Dan yang paling umum biasanya pelatihan tentang keterampilan pengembangan teknis produksi dan juga keterampilan manajerial Usaha.

“Serta agaimana cara mengefektifkan pengelolaaan sumberdaya untuk aktivitas pemberdayaan masyarakat dibidang sosial ekonomi dan lingkungan. “terang Teddy.

Teddy berharap, kedepan UMKM  mengadakan inkubator bisnis, sebuah tempat para wira usaha dapat belajar banyak hal cara mengelola sebuah usaha kecil secara lenkap, sederhana dan mudah. Konsep ini di bangun karena mengingat selama ini sebagian besar UMKM lahir dan tumbuh dengan sendirinya (by accident, not by design).

“Ada UMKM yang lahir secara sehat,banyak yang lahir kurang sehat, ada yang belum cukup umur untuk di lahirkan tapi terpaksa harus lahir menjadi UMKM prematur yang memerulkan incubator untuk memberikan daya dukung kehidupan sehingga sang bayi UMKM mampu hidup sehat’’ imbuh Teddy.

Sementara menurut salah seorang pembicara, Alfa Edison Agus Teguh MPDH dari Al IPB Tenaga Ahli Kapasitas (TAK), tujuan yang ingin dicapai melalui inkubator bisnis ini, bisa terciptanya UKM / UMKM /Wira usaha yang sehat, bangga dengan profesi sebagai wirausaha, mandiri dan mengetahui bagaimana cara mengelola usaha yang lebih baik, sederhana, dan berkelanjutan.

Dikatakan Edison, mencetak atau mengembangakan wirausaha baru untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang ada yanbg bisa menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang mandiri.

“Maka dari itu kami berharap Kadin Pangandaran intens dalam melakukan pelatihan, pengembangan, pemberdayaan untuk mewujudkan gerakan sosial, ekonomi dan lingkungan serta  melakukan pelatihan kewirausahaan UKM dan UMKM secara mandiri harusnya dilakukan di beberapa tempat mudah mudahan banyak manfaatnya’’ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris Kadin Pangandaran, Tantan mengatakan, untuk pelatihan pengembanga Wira Usaha Baru UKM danUMKM, menurutnya, harus ada  kordinasikan dengan dinas terkait  seperti BPMPT bidang UMKM, Dinas Perindustrian, Pendidikan dan Dinas Kesehatan kaitan PIRT, agar berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

“Alhamdulilah, kami melihat responnya cukup baik untuk di tindak lanjuti, sehingga kami pun berharap kedepan pelatihan ini lebih intensif dan berkembang kearah promosi dan pemasaran untuk di luar pangandaran sertauntuk lokal bisa kita tunjang dengan potensi parawisata yang sangat baik dan menarik. “ungkap Tantan.

Sebagai contoh, pelatihan keterampilan teknis produksi untuk UMKM olahan hasil laut, misalnya bagaimana pengembangan model dan rasa serta cara pemotongan ikan yang baik dan benar. Pelatihan produksi yang benar dan berkelanjutan membuat frozen food, Pengembangan Gula Merah menjadi produk turunan yang menarik di pasaran.

“Seperti produksi gula cristal atau yang lainnya perlu pelatihan bagaimana cara pengemasan yang baik dengan desain yang baik pula. “kata Tantan lagi. (hiek)

WARGA CIKEMBULAN DESAK PT PECU SEGERA NORMAILASASIKAN SUNGAI CITONJONG

SIDAMULIH - Beberapa warga Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, kamis kemarin (1/6) melakukan audens dengan manager dan humas PT Pacifik Easteren Coconut Utama (PECU) bertempat di ruang rapat milik perusahaan tersebut.

Seperti  diketahui,  PT PECU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan santan kelapa dan usahanya saat ini memang cukup berkembang,

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Cikembulan, H. Endang Ahmad Hidayat, usai mengikuti audens menyampaikan, maksud kedatangannnya bersama warga lainnya menemui perusahaan PT Pecu untuk melakukan audens terkait penanggulangan limbah di sekitar sungai Citonjong yang semakin hari sudah sangat memprihatinkan terutama pencemaran pada air sungai yang selama ini banyak dikeluhkan warga sekitar.

"Alhamdulilah, kami diterima dengan baik oleh jajaran pimpinan perusahaan, diantaranya ada General Manager, Bambang Sujianto dan bagian humas, Roni", terangnya.

Menurut Endang, pihaknya selama ini hanya meminta agar PT.Pecu bisa menormalisasikan lagi sungai Citonjong, sehingganya airnya tidak berbau tak sedap seperti dulu lagi. Karena sebelum ada produksi PT Pecu, sungai tersebut juga menjadi salah satu mata pencaharian warga, jadi tempat tangkapan ikan sungai. 

Kepada PNews, General Manager (GM) PT Pecu, Bambang Sujianto menyampaikan kesiapannya memenuhi tuntutan warga untuk segera melakukan tindakan normalisasi sungai Citonjong. menurutnya, pihaknya akan segera melaporkan ke pimpinan pusat perihal aduan masyarakat disekitar pabrik.

"Sebagai GM di perusahaan ini, saya akan segera melaporkan hasil audens ini kepada pimpinan pusat dan diharapkan pusat pun segera menindaklanjutinya", tegasnya.

Bambang menambahkan, hanya mungkin untuk proses normalisasi sungai Citonjong pastinya akan memerlukan waktu lama.

“Tidak seperti membalikan telapak tangan, diharapkan warga bisa bersabar", ungkapnya.

Sementara salah seorang warga peserta audens, Tata (43) berharap agar PT.Pecu bisa secepatnya melaksanakan normalisasi sungai Citonjong agar warga disekitar pabrik yang berdampingan langsung dengan sungai tersebut bisa nyaman.

"Saya berharap pihak perusahaan cepat tanggap keinginan warga yang selama ini mengeluhkan  pencemaran di sungai Citonjong", tandasnya. (Age/Anton.AS)
 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN