PANGANDARAN NEWS

PANGANDARAN NEWS

SUDAH DUA TAHUN TEMBOK PAGAR DESA CILIANG DIBIARKAN AMBRUK

PARIGI – Sudah lama keberadaan tembok di halaman Kantor Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dibiarkan ambruk tanpa ada usaha perbaikan. Pa dahal kantor desa tersebut ada pada lintasan jalan nasional.

Demikian disampaikan salah seorang warga yang merasa risih karena sampai hari ini Pemerintahan Desa Ciliang seperti membiarkan saja pemandangan yang kurang indah dioandang itu.

“Sebagi warga saya tentunya malu, karena kantor desa berada pada lintasan jalan nasional. “ungkapnya.(31/5).

Masih menurut warga yang enggan ditulis namanya tersebut, seharusnya pihak desa respon dengan keberadaan desanya sendiri, apalagi jika dihubungkan dengan Pangandaran yang mempunyai visi-misi sebagai kabuoaten pariwisata yang mendunia, tentunya sering dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. sudah  seharusnya pemerintah desa cepat-cepat memperbaiki tembok tersebut jangan dibiarkan saja.

"Ini sudah hampir dua tahun dibiarkan begitu saja, padahal desa saat ini kan banyak bantuan program dari pemerintah, baik dari APBD maupun dari pusat dan provinsi, seperti ADD, DD juga BANPROV", ucapnya.

Pernah, suatu saat seorang wisatwan asal Bandung, Deni Kusnandar saat bertemu PNews di Obyek Wisata Batuhiu, menyampaikan, rasanya kurang indah dan nyaman jika ada desa di pinggir jalan intasan utama dengan kondisi yang dibiarkan seperti itu.

"Harusnya di depan kantor desa yang kebetulan ada di pinggir jalan nasional bisa rapih jangan dibiarkan pagar temboknya ambruk begitu saja, ini kan kota wisata", jelasnya. (AGE)

KEMUNCULAN BINATANG AJAG RESAHKAN WARGA PAGERBUMI

CIGUGUR - Masyarakat Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu sempat digegerkan dengan kemunculan hewan ajag (hewan sejenis srigala) yang memangsa puluhan hewan ternak kambing milik warga, hingga sudah banyak ternak seperti kambing milik pendudik desa yang menjadi mangsa keganasan hewan tersebut, Namun anehnya, setiap ternak yang jadi mangsa ajag tersebut hanya diambil organ bagian dalamnya saja.

Hingga saat ini warga pun masih merasa was-was, karena bukan tidak mungkinj jikasuatu saat binatang tersebut datang ke kampung dan memangsa ternaknya lagi. Apalagi beberapa hari yang lalu ada kabar, binatang buas tersebut sudah masuk dan menyerang di wilayah Desa Bunisari (desa yang bersebelahan dengan Pagerbumi).

Seperti diceritakan salah seorang warga Pagerbumi, Muksin (45), ia merasa khawatir dengan serangan yang dilakukan ajag tersebut, terutama saat malam tiba. Terkadang, menurutnya, ia  tidak bisa tidur karena khawatir ternaknya menjadi santapan ajag yang datang ke kampungnya.

"Hampir tiap malam saya tidak tidur karena takut suatu saat kambing yang tinggal empat ekor milik saya jadi sasaran, apalagi sekarang ada kabar beredar ajag tersebut sudah menyerang wilayah desa tetangga. “ungkapnya. (30/5)

Masih cerita Muksin, padahal dulu warga Pagerbumi pernah berhasil menembak mati hewan itu dan membuang bangkainya ke sungai yang mengalir ke arah Desa Bunisari.

“Makanya saya sempat heran dengan kemunculan kembali ajag tersebut. “kata Muksin.

Sehingga, menurut Munksin, tidak sedikit warga yang bertanya-tanya, apakah hewan yang dulu pernah dibunuh itu hidup kembali atau mungkin di wilayahnya memang banyak hewan sejenis ajag ini.

"Ada juga sebagian warga yang bicara, mungkin saja ini hewan jadi-jadian seseorang yang sedang mempertinggi ilmu hitam. “ pungkas Muksin. (AGE)

SEKDA PANGANDARAN RENCANAKAN SEMUA MOBIL DINAS AKAN DIPASANG LOGO PEMDA

PARIGI – Demi kenyamanan dan menjaga kondusifitas terkait kendaraan mobil dinas yang terkadang digunakan pejabat saat libur panjang, Pemkab Pangandaran akan memasang logo Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai salah satu upaya meminimalisir penyalah gunaan kendaraan dinas.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH, seluruh kendaraan dinas yang dipakai ASN tak terkecuali semua kepala SKPD, harus memasang Logo pada seluruh kendaraan dinasnya, sehingga nantinya penggunaaan kendaraan tersebut dapat diawasi.

“Dan tentunya kami juga bisa mengawasi  agar kendaraan itu tidak disalah gunakan selain untuk kepentingan dinas,” katanya.(30/5)

Dikatakan Mahmud, dengan pemasangan logo tersebut nantinya para pejabat yang menerima fasilitas kendaraan dinas tidak akan bisa menyamarkan menjadi mobil pribadi dengan menukar plat merah menjadi plat hitam untuk urusan pribadinya.

Selain itu, lanjut Mahmud, dengan adanya logo pada kendaraan dinas juga untuk memudahkan pendataan dan mudah untuk dikenali karena kendaraan itu merupakan salah satu aset daerah yang harus dijaga dan dirawat.

Dengan kebijakan ini, masih kata Mahmud, ke depan diharapkan tidak ada lagi penggunaan kendaaan dinas untuk kepentingan pribadi, karena kendaraan ini dibeli dari hasil pajak rakyat.

“Ini juga salah satu upaya untuk memperkuat eksistensi dan identitas bahwa kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan milik negara", kata Mahmud.

Menurut Mahmud, kebijakan ini segera akan dikomunikasikan dengan Bupati untuk meminta pendapatnya, apakah ini bisa diberlakukian atau tidak.

Rencana kebijakan Sekda Pangandaran yang akan menerapkan logo pada seluruh kendaraan dinas, mendapat tanggapan waraga. Salah satunya warga Kecamatan Cijulang, Bibin (45), menurutnya, memang sudah seharusnya para pejabat tidak menggunakan kendaraan dinasnya saat libur untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Bibin pun berharap, dengan pemasangan logo pemda, nantinya tidak ada lagi pejabat yang menggunakan kendaraan dinasnya di luar urusan dinasnya.

“Salama ini saya heran, mobil dinas kok seperti milik pribadi sampai bisa dibawa jalan-jalan ke mall atau kemana saja padahal di luar tugas kantor,” ungkap Bibin. (AGE)

BELUM ADA PENATAAN, PEROLEHAN PAD TAHUN 2017 OW BATUHIU BARU 24,6 %

PARIGI – Obyek Wisata (ow) pantai Batuhiu yang terletak di wilayah Desa Ciliang Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran hingga saat ini untuk target perolehan PADnya baru menapai  24,64% dari target PAD tahun 2017 sebesar Rp 854 juta.

Kasubag UPTD pariwisata Cijulang, Asep Purwanto, mengakui, kunjungan wisatawan ke Batuhiu masih kurang didatangi pengunjung dan belum ada perubahan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Hingga buklan mei ini PAD kami ini baru sekitar 24,64%, apa mungkin penataan kawasan pantainya yang kurang menarik atau karena sejak dulu memang belum ada perubahan jadi mungkin wisatawan bosan untuk berkunjung kesini", katanya. 25/05.

Tapi walau pun demkian, menurut Asep, ia yakin dan tetap berusaha agar target tahun ini  bisa tercapai.

Sepinya OW Batuhiu ini juga diakui Dani (26), wisatawan asal Bandung yang sudah lima kali berkunjung ke obwis Batuhiu. Menurutnya, sejak pertama kali berkunjung ke Batuhiu, hingga sekarang keadaaanya tetap tidak ada perubahan padahal lahan untuk sebelah timur untuk pengembangan wisata masih luas.

"Dari tahun 2013 saat pertama berkunjung kesini pemandangannya kok gitu-gitu aja, penataan wisatanya pun tetap seperti dulu, jadi lama-lama saya merasa bosan karena dari tahun ke tahunnya tidak ada sesuatu yang baru.", ungkapnya.

Asep berharap, ke depan mudah-mudahan Pemkab Pangandaran bisa lebih menata lagi Batuhiu agar wisatawan datang ke Batuhiu.

"Mungkin dengan sentuhan pemkab serta ada prioritas untuk penataan kawasan bisa membuat Batuhiu lebih menarik lagi untuk dikunjungi. “katanya.(AGE)

WOW KEREN,,,! RATUSAN BONSAI HIASI PELATARAN TIC PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sekitar 300 lebih para penggemar tanaman bonsai berkumpul di pelataran gedung TIC (Touris Informtion Center) Pangandaran. Berbagai jenis bonsai dipajang berderet rapih dari ukiuran terkecil hingga setinggi orang dewasa.

Komunitas Perkumpulan Penggemar  Bonsai Pangandaran (PPBI) sengaja untuk pertama kali menggelar Pameranr Bonsai se-Kabupaten Pangandaran. 

Satu jam lebih mengelilingi lokasi pameran melihat satu persatu bonsai yang dipamerkan mata pun tidak pernah puas menikmatinya, sehingga setiap harinya even pun tidak pernah sepi pengunjung.

Dan mata pengunjung pun akan dimanjakan dengan segala jenis tanaman, ukuran, bentuk, gaya serta penampilan prima. Dari seluruh jenis ukuran yang ditampilkan, bisa dikatakan, ternyata bonsai karya Pangandaran telah maju pesat dan mempunyai penggemar yang tidak sedikit.
   
Menurut Humas PPBI, Dani, even ini digelar selain untuk ajang silaturahmi antar penggemar bonsai yang ada di Pangandaran, juga untuk saling bertukar informasi sesama komunitas penggemar bonsai.

“Saya tidak menyangka, ternyata pencinta bonsai banyak juga di Pangandaran. “ungkapnya.(26/5)

Dani mengatakan, dalam kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini, banyak kreatifitas tergali dari sesama anggota, sehingga diharapkan ke depan akan menambah khasanah dan wawasan tentang cara merawat bonsai yang benar dan sekaligus indah dilihat.

Seperti dikatakan salah seorang penggeamar bonsai asal Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran, Sigit. Menurutnya, kecintaan pada keindahan bosan merupakan art (seni) yang tidak bisa diukur dengan materi.

“Artinya, jika seseorang sudah menyukai, maka susah kalau diukur hanyas dengan harga yang ditawarkan. “kata Sigit.

Hal senada dikatakan Kang Ayi, menurut penggemar bonsai asal Desa Batukaras Kecamatan Cijulang ini, menikmati keindahan bonsai sulit dikatakan dengan kata-kata, memandang tipikal dan tekstur tanaman bertumbuh mini ini seakan memandang pohon besar dalam satu tatapan mata.

“Terasa ada kesejukan merasuk dalam batin serta memberika nuansa keindahan alam dalam media kecil. “ungkapnya. (hiek)

BUPATI CIAMIS HADIRI ACARA PELETAKAN BATU PERTAMA MESJID AL QAUSAIN BANJARSARI

BANJARSARI- Bertempat di Kecamatan Banjarsari, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin berkesempatan hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Al Qausain yang juga dihadiri ketua Baznas Ciamis, KH Saeful Uyun, anggota DPRD, Forum Kecamatan Banjarsari, Tokoh Agama dan warga masyarakat lainnya.
Mesjid yang ini dibangun dari APBD Provisi Jawa Barat, menurut Ketua Pembangunanya, H. M Cholil, menelan biaya sekitar Rp 13 milyar.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis, H. Iing menyampaikan, walaupun melalui proses yang tidak mudah namun  pembangunan mesjid ini sudah memenuhi syarat menjadi masjid besar. Dari luas lahan sekitar 4.340 m2, luas area parkir bisa menampung 50 mobil dengan kafasitas mesjid yang akan banyak menampung jemaah.

“Saya mengucapkan terimakasih untuk masyarakat Banjarsari yang telah banyak membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Ciamis. “kata Iing.(24/5)

Menjekang datangnya buklan suci Ramadhan, Iing pun mengajak masyarakat yang hadir untuk senantiasa meneladani secara baik dari segala ucapan dan tindakan yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan sejatinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan tanggungjawab kita bersama dan bukan orang per orang. “imbuh Iing.

Di akhir sambutannya, Iing pun tidak lupa meminta kepada para jama’ah yang hadir untuk senantiasa mendukung pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan membangun Kabupaten Ciamis yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan bersama.(Toni  T)

PEMKAB PANGANDARAN NIKMATI INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM ACARA MUNGGAHAN

CIMERAK - Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, seperti biasanya tradisi munggahan ini jadi bagian penting yang “harus” dilakukan umat islam di tanah jawa, tidak terkecuali masyarakat Pangandaran, sebagai ajang silaturahmi antar sesama umat muslim sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

Munggahan tak hanya dilakukan masyarakat, pemerintah puntidak mau ketinggalan, untuk  menggelar acara silaturahmi di jajaran pemerintahan dengan nuansa munggahan.

Seperti di pemerintahan kabupaten Pangandaran, bertempat di Pantai Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak.(24/5). Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, ketua DPRD Iwan M Ridwan dan anggita DPRD lainnya serta hampir seluruh pejabat di lingkup pemda Pangandaran larut dalam suasana penuh religi.

Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata mengatakan, mudah-mudahan acara ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan saling memaafkan sebelum melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan tiba.

“Kita sebagia manusia memiliki kesalahan, baik yang terasa maupun tidak saat kita melaksanakan tugas pekerjaan sehari-hari, mari kita saling memaafkan pada moment silaturahmi ini", katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H.Adang Hadari, ia bersyukur semua masih diberi nikmat panjang umur hingga sebentar lagi bertemu dengan bulan ramadhan yang penuh berkah hingga  semuanya bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan suci  Ramadhan.

“Dan lewat acara munggahan ini mari kita saling memaafkan, “ ungkap Adang sambil mengutip sebuah hadits, yang artinya, Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Masih di acar munggahan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan berharap, acara ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antara pimpinan dan bawahan sebagai cara untuk lebih merekatkan hubungan kerja dalam melaksanakan tugas, karena dalam acara munggahan ini semua lebih menekankan pada acara saling memaafkan atas segala kesalahan selama ini sebelum bulan suci ramadhan tiba.

“Betapa indah jika kecersamaan ini selalu terjaga hingga, sehingga tugas berat pun jika dikerjakan dengan penuh ikhlas dan kebersamaan, akan terasa ringan.

Pada akhir acara, wakil bupati, H. Adang Hadari pun berkesempatan memimpin do'a bersama. (AGE)

JUMLAH LANSIA DI PANGANDARAN CAPAI 40 RIBU JIWA

PARIGI-Berdasarkan hasil survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2014, jumlah rumah tangga lanjut usia (lansia) sekitar 16,08 juta atau 24,50 persen dari dari jumlah rumah tangga di Indonesia.
Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Koordinasi Komda Lansia Kabupaten Pangandaran tahun 2017 di aula setda. (23/5).

Dikatakan Jeje, rumah tangga lansia adalah anggota rumah tangga yang berumur 60 tahun ke atas.

“Jumlah lansia pada tahun 2020 diprediksi mencapai angka 30 jiwa atau sebanding dengan 15,5 % dari seluruh penduduk Indonesia. “kata Jeje.

Lanjut usia, menurut Jeje, merupakan karunia Tuhan pada seluruh hambaNya yang harus disyukuri bersama. Tapi di Indonesia lanjut usia juga mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam undang-undang nomer 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia, pemerintah bertugas mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasana penunjang bagi terlaksananya upaya peningkatan kesejahteraan sosial para lansia.

“Jadi kita harus mengupayakan agar lansia pun bisa berperan dalam pembangunan dengan kearifan, keterampilan dan kondisi fisiknya. “imbuh Jeje.

Menurut Jeje, ada 6 faktor yang perlu diperhatikan menjelang lanjut usia. Seperti, kesehatan emosi/fisik yang baik, pendapatan yang cukup, akomodasi sesuai, rekan atau tetangga yang sehaluan, hobbi yang mengasyikan dan filosofi hidup yang memadai.

Sementara Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang juga Ketua Komda Lansia Kabupaten Pangandaran mengatakan, jumlah lansia di Pangandaran ada sekitar 40800 jiwa dan merata ada hampir di setiap kecamatan.

“ Tapi data ini harus diperifikasi ulang, dan saya minta ke dinas terkait untuk mendata ulang berapa jumah riil lansia yang ada di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Adang. (hiek)

INI KATA KADIS DPPKAD KABUPATEN PANGANDARAN TERKAIT KENDARAAN DINAS ASN

CIJULANG-Sangat disayangkan, adanya kendaraan dinas yang onderdilnya ditukar-tukar hanya untuk kepentingan pribadi. Padahal kendaraan tersebut merupakan sarana penunjang dalam melakukan tugas , juga untuk keperluan pelayanan sosial bagi masyarakat saat ada kebutuhan yang sipatnya urgen.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar. S, MM saat dikonfirmasi PNews perihal kejadian tersebut.

Hendar menegaskan, kewajiban merawat aset milik negara sudah melekat menjadi tanggungjawab setiap pemegang aset tersebut. Tidak semua Aparatur Sipil Negara (ASN ) mendapatkan kendaraan dinas, oleh karena itu dia meminta supaya para pemegang kendaraan dinas benar-benar memperhatikan kondisi kendaraan yang diberikan kepadanya.

“Kita tidak bisa melakukan pembiaran dengan kejadian itu, jangan sampai karena dianggap barang milik negara kemudian dibiarkan begitu saja," kata Hendar. (23/5)

Dikatakan Hendar, perlunya perawatan intensip untuk kenyamanan kendaraan yang dipakai untuk bertugas karena kendaraan itu dipakai setiap saat.

“Jika suatu saat kendaraan dinas tersebut onderdilnya ada yang diganti, maka bekasnya harus ada jangan sampai hilang”, ujarnya.

Menurut Hendar, jika ada kendaraan dinas yang hilang, ASN tersebut harus membuktikan dengan surat keterangan dari pihak kepolisian. Meskipun begitu, yang bersangkutan tetap harus bertanggungjawab dan menggantinya.

"jika kendaraan dinas itu hilang, maka ASN tersebut harus bertanggungjawab dan mengganti senilai harga kendaraannya yang dia pakai", tandasnya. (AGE)

DI SDN 3 KALIPUCANG UN HANYA DIIKUTI 6 SISWA SAJA.

KALIPUCANG-Dari 31 SD Negeri yang ada di wilayah UPT Disdikpora Kecamatan Kalipucang, sebanyak 577 siswa kelas VI telah melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2017. Di salah satu sekolah, SDN 3 Kalipucang UN hanya diikuti 6 siswa saja.

Menurut Kepala Sekolah SDN Kalipucang 3, Ade Rusdianto Spd, dari jumlah seluruhnya 59 siswaN 3, kelas VI hanya 6 siswa yang melaksanakan UN, menurun dari tahun 2016 sebanyak 10 siswa.

“Tapi walau hanya 6 siswa saja, siswa tetap bersemangat mengikutinya. “ ungkap Ade. (22/5)

Ade menambahkan, jumlah 59 siswa tersebut terdiri, kelas 1 10 siswa, kelas 2 6 siswa, kelas 3 11 siswa, kelas 4 15 siswa kelas 5 11siswa dan kelas enam 6 siswa.

“Di Kecamatan kalipucang, malah ada sekolah dengan jumlah siswanya di bawah sekolah kami. “ungkapnya lagi.

Sementara dikatakan Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Kalipucang, Rundana, SPd, MM, dari 577 siswa yang mengikuti Ujian Nasionanya, seluruh siswa kelas 6 berhasil mengikuti UN tahun 2017.

“memang benar, untuk SDN 3 Kalipucang murid kelas 6 hanya 6 siswa saja.”kata Rundana.

Diakui Rundana, sudah sejak lama jumlah peserta didik sekolah dasar di Kecmemang sejak lama jumlah peserta didik sekolah dasar di kecamatan Kalipucang mengalami penurunan. Kondisi geografis, tanah pegunungan dan jumlah pemduduk yang sedikit menjadi salah satu kendalanya.

“Jumlah sekolah pun tidak merata, seperti dalam 1 desa ada 3 SD. “pungkasnya. (Isis Koswara).

BELUM DILENGKAPI DOKUMEN, DUA KAPAL BANTUAN UNTUK NELAYAN PANGANDARAN URUNG DIGUNAKAN

CIJULANG - Program kapal bantuan untuk koperasi nelayan terancam terbengkelai. Pasalnya,  beberapa kapal bantuan hasil pengadaan tahun 2016 tersebut tidak bisa dioperasikan karena tak dilengkapi dokumen.

Menurut anggota komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Yenyen Windiani,  SH, hambatan penerbitan dokumen dan perizinan untuk kapal bantuan menunjukkan lemahnya koordinasi antara Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Pangandaran tahun 2016 lalu dengan Dinas Perhubungan Laut ( HUBLA) Provinsi. Sementara untuk penerbitan surat ukur (akta gros) kapal merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan yang diajukan oleh pembuat kapal dan pembuatan ijin penangkapan ikan merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Tidak akuratnya perencanaan dan kinerja DKP tahun 2016 lalu yang menggunakan dana dari APBN dikhawatirkan berimplikasi pada kerugian negara akibat kapal bantuan mangkrak dan minimnya manfaat dalam upaya menghadirkan kesejahteraan nelayan kecil,” jelas Yenyen.(22/5).

Menurutnya lagi, seperi diketahui adanya dua kapal penangkap ikan dengan bobot 10 GT di Pangandaran hasil dari program pemerintah yang masih belum punya kelengkapan dokumen tidak akan optimal dalam penggunaannya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Pangandaran, Ema Sukman membenarkan hal itu,  menurutnya, ke dua unbit kapal bantuan dengan bobot 10 GT sampai saat ini tidak bisa beroperasi.

"Ke dua kapal penangkap ikan yang tidak bisa beroperasi tersebut lantaran belum memiliki dokumen," kata Ema.

Masih dikatakan Ema, kapal penangkap ikan tersebut merupakan kapal berkafasitas 10 GT yang saat ini keberadaannya ada di Pangkalan Penangkapan Ikan (PPI) Nusawiru Kecamatan Cijulang.

"Kapal itu merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2016 yang bersumber dari DAK," terangnya.
Sementara Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan, Rida Nirwana Kristiana, S.Sos, M.Si mengatakan, kapal yang belum memiliki dokumen untuk sementara belum diperbolehkan beroperasi. Dan saat ini pihaknya sedang memproses kelengkapan dokumen kapal tersebut agar bisa dimanfaatkan nelayan sebagai mana mestinya.

Dikatakan Rida, untuk bisa dioperasikan, kapal bantuan tersebut harus  memiliki kelengkapan dokumen, antara lain, Buku Kapal Perikanan (BKP), Gros Akte, Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI).

"Dokumen BKP, SIUP dan SIPI dikeluarkan Kementrian Kelautan Perikanan sedangkan Gros Akte dikeluarkan oleh kementrian perhubungan lewat pembuat kapal", jelas Rida.(22/5).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan, jumlah kapal penangkap ikan berkafasitas besar tercatat sebanyak 13 unit. Ke 13 unit kapal tersebut diantaranya kapal penangkap ikan 10 GT sebanyak 3 unit, kapal penangkap ikan 20 GT 2 unit dan kapal penangkap ikan 30 GT sebanyak 8 unit.  (AGE)

42 BIDAN KABUPATEN PANGANDARAN TERIMA SK PNS

PARIGI-Tepat di Hari Kebangkitan Nasional, 42 Bidan Desa di Kabupaten Pangandaran menerima SK PNS yang diserahkan langsung Wakil Bupati, H. Adang Hadiri di Lapangan Parigi.(22/5).

"Saya berharap setelah mendapatkan SK, bisa meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat salah satu tuntutan dari pemekaran Kabupaten Pangandaran,"Kata Adang.

Saat ini, lanjut Adang, ditambah 42 yang hari ini menerima SK, seluruh bidan desa yang berstatus PNS ada 72 orang, sedangkan jumlah seluruh desa di Kabupaten Pangandarab ada 93 desa sehingga masih kekurangan sekitar 21 bidan lagi yang berstatus PNS.

"Ini harus ada pemetaan lagi, sebab sekarang kadang ada 2 bidan dalam satu desa, dan sebaliknya ada juga desa yang belum memiliki bidan PNS, nanti saya akan kordinasi dengan Dinas kesehatan. “katanya lagi.

Untuk kekurangan 21 bidan, lanjut Adang, Pemkab Pangandaran berencana akan mengajukan kembali pada pemerintah pusat agar nantinya tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas khusus.

masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, MM,Kes mengakui sampai sekarang bidan des PNS masih kurang. Namun menueut yani, saat ini Dinas kesehatan belum akan melakukan pemetaan terlebih dahulu. Tapi menemempatkan bidan-bidan PNS tersebut sesuai dengan SK dari pemerintah pusat.

"Setelah selesai CPNS nya baru kita lakukan pemetaan, sehingga nantunya seluruh desa terdapat bidan desa PNS,"kata yani.

yani pun berharap dengan adanya tambahan bidan desa berstatus PNS, diharapkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) bisa menurun sesuai dengan target Dinas Kesehatan selama lima tahun.

"Kami masih mengusulkan kekurangan 21 bidan lagi," ungkapnya.(hiek)

ADA FESTIVAL ALAM SENI BUDAYA KAMPUNG SINGKUR DI WONDERHILL JOJOGGAN

PARIGI-Di obyek wista (ow) Wonderhil Jojogan Kecamatan Parigi, bulan lalu digelar “Festival Alam Seni Budaya Kampung Singkur”. Kegiatan yang diinisiasi Pangandaran Promotion Board bersama management pengelola Wonderhill Jojogan, Kompepar juga didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dan BJB.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Ai Nanan Handayani, kegiatan ini dalam rangka untuk mempromosikan destinasi wisata baru, dengan menampilkan seni budaya leluhur termasuk aneka  jajanan, kuliner buhun sebagai ciri khas wisata yang mengedepankan kearifan lokal.

Ai menambahkan, event ini diharapkan bisa menjadi kalendar pariwisata tahunan di Kabupaten Pangandaran, karena festival budaya ini melibatkan beberapa jenis seni. Seperti, rampak kendang, lebon, lengser upacara adat, gondang, badud, ronggeng gunng, rampak jaipong, wayang ruat, karinding , reog, eok dan wawacan.

“Untuk kedepan, kegiatan ini akan lebih besar dan semarak serta bisa melibatkan langsung peran serta masyarakat sekitar area wisata. “ungkap Ai.

Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyambut gembira serta memberikan apresiasi karena kegiatan ini lahir dari masyarakat.

“Pemkab Pangandaran dalam upaya mewujudkan visi dan misinya memang belum melakukan upaya promosi pariwisata secara fokus, karena kita masih konsentrasi dalam penataan kawasan dan infrastruktur. “kata Jeje.(29/4)

Menurutnya, pemda akan terus mensupport tumbuhnya partisipasi masyarakat, hususnya dalam pengelolaan objek wisata dan harus tetap berorientasi menuju pariwisata yang mendunia.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa ditiru di destinasi lainnya, artinya, masarakat sebagai salah satu stakeholder pariwisata dituntut untuk terlibat langsung serta bisa lebih mengembangkan kreatifitasnya pada dunia wisata. “imbuhnya. (Anton  AS)

Untuk Mempererat Silaturahmi, WARGA LANGKAPLANCAR GELAR HARKITNAS DAN DOA’BERSAMA

LANGKAPLANCAR-Dalam rangka memperingat Hari Kebangkitan Nasional (harkitnas) tahun 2017, Paguyuban Peduli Masyarakat Langkaplancar (PPML), menggelar deklarasi dan istigosah bersama bertempat di lapangan terbuka di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. (0/5).

Kegiatan tersebut di hadiri berbagai elemen seperti, forum Komunikasi Kecamatan Langkaplancar, Waka Polres Ci amis besertaanggotanya, Tokoh Masyarakat, Pesantren, Tokoh agama, pemuda Anshor, Ormas Paguyuban Pagar Nusa, Kepala Desa, LPM, BPD, PKK dan masyarakat lainnya.

Dalam deklarasi tersebut, masyarakat Langkaplancar membacakan 5 pernyataan sikap antara lain, menolak faham dan gerakan radikalisme, yang bertentangan dengan pancasila, dan UUD, 1945, dalam bentuk apapun di langkaplancar, menolak intervensi, intimidasi, dan pemerasan, dalam bentuk apapun di wilayah kecamatan langkaplancar, menolak hadirnya pasar moderen berbasis frenchise dan lebih mendukung pusat perekonomian, masyarakat pasar tradisional, menolak semua bentuk ekploitasi dan ekplorasi sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan dan bertentangan dengan prinsip prinsip keadilan social dan mendukung penuh upaya penyelamatan situs budaya sebagai salah satu warisan sejarah.

Selain pernyataan sikap, diisi kegiatan  doa’ bersama untuk mewujudkan cita cita luhur bangsa indonesia yang berlandasan pancasila dan UUD 1945,

Menurut salah seorang Pemuda Anshor, Muhtadin,SHi,  kegiatan ini murni  prakarsa masyarakat Kecamatan Langkaplancar untuk  mengukuhkan kembali nilai-nilai nasionalisme, rasa kebangsaan  yang sekarang dirasakan sudah mulai pudar.

“Kegiatan ini tidak terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan tertentu, namun betul-betul hanya kegiatan keagamaan menjelang bulan suci ramadhan, istigosah, doa’ bersama dan upacara hari kebangsaan hari kebangkitan nasional. “ungkap Muhtadin.

dikatakan Muhtadin, semua elemen masyarakat yang ada di sepakat mengadakan kegiatan ini untuk memperat jalinan silaturahmi serta menolak berbagai gerakan sepeerti yang tertuang dalam 5 butir pernyataan untuk menjadikan masyarakat bisa hidup di alam demokrasi menuju kemajuan bersama.

dengan acara ini, diharapkan masyarakat lebih peduli lagi pada nilai-nilai nasionalis dalam balutan silaturahmi yang kokoh.

Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Langkaplancar, intinya, kami well come adanya LSM, Ormas dan media untuk menjalin silaturahmi seluruh warga. “imbuh Muhtadin. (Budi S )
 
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 4

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Label 6

');
  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN