Aduh, Tumpukan Sampah Kembali Menumpuk Jalan RE Martadinata Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gundukan sampah kembali menumpuk di salah satu jalur utama Jalan RE Martadinata

 Kota Tasikmalaya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia melainkan juga membentang ke pinggir jalan bahkan sebagian menutupi trotoar dan sisi jalan raya yang digunakan untuk lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang menumpuk sebagian besar adalah sampah organik, plastik, dan limbah lembaran yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan. 

Kondisi ini tentu tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya telah melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala, namun masih ada kesenjangan antara volume sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kapasitas pengangkutan serta manajemen limbah yang ada. 

Beberapa warga mengaku, tumpukan sampah in sering muncul kembali hanya beberapa hari setelah pembersihan dilakukan terutama menjelang akhir pekan atau setelah hari libur.

Permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang terus diperhatikan pemerintah kota, dengan harapan dapat menemukan solusi berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Salah seorang masyarakat, Reni asal Kota Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kondisi sampah kota Tasikmalaya masih belum teratasi dengan baik. 

"Sejauh mana ketegasan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup? kebanyakan acara bersih-bersih hanya sebatas seremonial saja, itu kenyataan," ujarnya. (26/0226)

Ia juga mengatakan bahwa masalah serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Jalan Swaka, dan hal ini diperkirakan akan semakin parah usai Lebaran Idul Fitri 1447 H.

"Tentang kebersihan, sebaiknyaPemkot Tasikmalaya jangan hanya seremonial," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Saat Liburan Lebaran 1447 H, Wisatawan Padati Pantai Padabumi Cimanuk Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Padabumi yang berdekatan dengan Pantai Karangtawulan di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi destinasi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H (2026). 

Terlihat wisatawan datang dari berbagai daerah, mulai dari Tasikmalaya hingga Bandung. 

Salah satu pengunjung asal Tasikmalaya, Surahman, mengaku terpukau dengan keindahan karang yang tersebar di sepanjang bibir pantai. 

"Pantai Padabumi sangat bagus, spotnya estetik sekali dengan karang-karang yang ada. Cocok untuk bersantai dan berfoto," ujarnya.(26/03/26)

Tak hanya itu, ungkap Surahman, akses menuju area atas yang menghadap Pantai Karangtawulan kini lebih mudah berkat adanya tangga yang telah dibangun sehingga membuat wisatawan dapat menikmati pemandangan laut yang lebih luas dari ketinggian.

Hal senada disampaikan salah seorang wisatawan rombongan asal Bandung, Eno, yang datang beramai-ramai bersama teman-teman juga memberikan apresiasi positif. 

Menurut Enok, liburan di sini sangat asik karena bisa menikmati pemandangan sambil menikmati segelas kopi. 

Meskipun berbeda dengan Pantai Pangandaran, imbuhnya, keindahan Pantai Padabumi tidak kalah menarik apalagi tiket masuknya murah meriah.

Sayang saat Pengantaran News akan wawancara dengan Ketua Pokdarwis Pantai Padabumi untuk mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan dan potensi wisata pantai ini, pihak Pokdarwis wawancara tidak dapat terlaksana sedang sibuk menangani pengunjung yang semakin padat. (@nwarwaluyo)

Nahas, Seorang Pengendara Motor Di Pangandaran Tewas Tertimpa Dahan Pohon

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Nasib naas menimpa seorang pengendara motor, Dewi Safitri (23), warga Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Ia tewas setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni yang tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya di Jalan Raya Provinsi, Dusun Ciheras Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (24/03/26) sekitar jam 23.00 WIB.

Dahan besar yang jatuh dari pohonnya langsung menghantam bagian kepala dan bahunya saat ia melaju seorang diri dengan sepeda motor di jalan yang mulai lengang, suara jatuhnya dahan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. 

Menurut salah satu pengguna jalan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, Arif, peristiwanya terjadi begitu cepat dan tanpa peringatan.

“Pohon itu memang sudah tua dan memang dikhawatirkan warga," ungkapnya.

Saksi mata lainnya, Ade Mustopa, menjelaskan, insiden maut itu terjadi tepat di wilayah Dusun Ciheuras, perbatasan RT 01/02 RW 01 Desa Sukaresik, dan saat itu korban berada persis di bawah pohon mahoni tua ketika dahan kering tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya.

Ade menambahkan, Korban pun kehilangan kendali dan sepeda motor yang dikendarainya bahkan masih sempat melaju liar sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid, warga yang mendengar suara benturan pun langsung berhamburan ke lokasi. 

"Namun nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh sehingga nyawanya pun tak tertolong," kata Ade.

Kejadian yang merenggut nyawa ini pun kontan memicu kemarahan warga, mereka menilai banyaknya pohon tua di sepanjang jalur nasional yang tak terawat menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Atas nama warga Desa Ade pun dengan tegas meminta pemerintah tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi, karena keselamatan warga jauh lebih penting dibanding proses administrasi yang berlarut-larut.

“Kami warga Sukaresik memohon supaya ada pemangkasan dan jangan menunggu jatuh korban jiwa lagi, baru ada tindakan,” tegasnya.

Saat dihubungi lewat telepon selularnya, ketua Tagana Pangandaran, Nana Sumarna mengaku upaya pemangkasan pohon kerap terbentur persoalan izin dari pihak terkait termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Padahal, ujarnya, kondisi pohon-pohon tersebut sudah lama mengkhawatirkan," ucap Nana.(hiek)


Walau Tidak Merata, Tingkat Hunian Hotel di Pangandaran Naik Signifikan

PANGANDARANNEWS.COM -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mencatat, untuk tingkat hunian hotel  selama empat hari libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, namun yang paling signifikan hanya di Pantai Barat Pangandaran saja yang kunjunganya memang paling tinggi dibanding objek wisata lainya.

Berdasarkan data dari PHRI Kabupaten Pangandaran, terang Agus, tingkat hunian hotel pada 21 hingga 24 Maret 2026 terus mengalami kenaikan. 

"Pada 21 Maret tercatat sebesar 52 persen, kemudian meningkat menjadi 63,3 persen pada 22 Maret 2026. Lonjakan tajam terjadi pada 23 Maret dengan angka mencapai 96 persen dan puncaknya pada 24 Maret yang menyentuh 98 persen," jelasnya.(24/03/26)

Agus mengatakan, tingkat hunian tertinggi ini terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Okupansi (tingkat hunian) yang mencapai hampir 100 persen hanya terjadi di Pantai Pangandaran, selain hotel, penginapan dan rumah warga juga banyak disewa oleh pengunjung.

Agus menyebut, anggota PHRI di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berada di Pantai Pangandaran tapi tersebar di sejumlah destinasi wisata lain mulai Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Parigi, dan Karapyak.

Namun untuk tingkat hunian di kawasan Pantai Karapyak masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 2 persen.

"Tentunya banyak kamar kosong, karena wisatawan umumnya hanya datang untuk beraktivitas di siang hari tanpa menginap," ungkapnya.

Namun Agus memprediksi, memproyeksikan tingkat hunian hotel di seluruh Kabupaten Pangandaran pada 25 hingga 28 Maret 2026 akan mengalami penurunan sebelum kembali meningkat.

"Pada 25 Maret diperkirakan 45 persen, lalu naik menjadi 50 persen pada 26 Maret. Tingkat hunian pada 27 Maret menjadi 68 persen, dan diprediksi mencapai 80 persen pada 28 Maret 2026," imbuhnya. (hiek)

Tiba Musim Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Sindangkerta

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Sindangkerta merupqkan salah satu destinasi wisata pantai unggulan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menunjukkan daya tariknya dengan dikunjungi sekitar seribu wisatawan pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

Kondisi pantai yang aman, nyaman dan bersih, tentunya menjadi poin utama yang membuat lokasi ini diminati oleh wisatawan.

Seperti disampaikan Koordinator Wisata Pantai Sindangkerta, Dede, dukungan kolaboratif juga menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan wisata di sini agar terus bisa meningkatkan kualitas destinasi.

Dede mengaku, pihaknya pun terus berupaya agar Pantai Sindangkerta menjadi salah satu wisata favorit di Jawa Barat. 

"Dukungan penuh dari Koramil Cipatujah dan Polsek Cipatujah juga menjamin keamanan, sehingga wisatawan yang datang ke sini merasa aman dan nyaman," kata Dede.(24/03/26)

Sementara Ketua Komite Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Sindangkerta, Wawan menyampaikan, rasa syukur karena pantai ini terus menjadi pilihan utama wisatawan. 

Ia juga bersyukur karena Pantai Sindangkerta saat ini terus diminati masyarakat yang ingin berlibur.

Namun, Wawan berharap adanya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya terkait pembangunan Tempat Penunjang Wisata (TPT) yang sebelumnya roboh akibat abrasi.

Wawan mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana diharapkan akan membuat Pantai Sindangkerta semakin rapi dan menarik, bahkan mampu bersaing dengan destinasi wisata pantai ternama di Pangandaran.

"Semoga Pemkab Tasikmalaya segera melengkapi sarana dan prasarana disini," ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Oji Koswara (37) menuturkan, Pantai Sindangkerta dengan suasana yang aman, nyaman, dan bersih sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun kerabat.

"Kami sangat terkesan sekali dengan keindahan pantai Sindangkerta ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


Libur lebaran 1447 H, Obyek Wisata Pangandaran Dipadati Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki hari ketiga libur Lebaran 1447 HHH, obyek wisata Pantai Barat Pangandaran terus dipadati pengunjung. Kepadatan tersebut berdampak pada meningkatnya laporan orang hilang sementara, terutama anak-anak yang bermain di tepi pantai. Data petugas mencatat, lebih dari 40 anak dilaporkan terpisah dari orang tua.

Tidak hanya anak-anak, sejumlah wisatawan dewasa juga mengalami kejadian serupa. 

Salah satunya Radiansyah, wisatawan asal Rancaekek yang kehilangan adiknya berusia 16 tahun di sekitar Pos 3 Pantai Barat.

Menurut Radiansyah, kronologis peristiwa itu terjadi saat mereka berenang bersama keluarga. Adiknya yang bernama Risma sempat mencari anggota keluarga lain tetapi tidak kembali ke lokasi semula.

Saat ini, kata Radiansyah, ia masih melakukan pencarian dan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang berpatroli.

"Semoga petugas bisa segera menemukan adik saya," ungkapnya.(24/03/26)

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polres Pangandaran bergerak cepat melakukan penanganan. Semua petugas yang ada di setiap pos pengamanan pun secara rutin mengumumkan ciri-ciri wisatawan yang terpisah melalui pengeras suara.

terpisah, Kapolres Pangandaran, Ikrar Potawari menyampaikan, sebagian besar laporan berhasil ditangani dengan baik. Dan wisatawan yang terpisah pun dapat ditemukan kembali setelah dilakukan pengumuman identitas atau ciri-ciri melalui pengeras suara.

"Sebagai langkah antisipasi, kami dari Polri, TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta penjaga pantai terus meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan," terang Kapolres.

Selain itu, imbuh Kapolres, rambu larangan berenang berupa bendera merah juga diperbanyak di sepanjang garis pantai.

Kapolres juga mengimbau wisatawan khususnya orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak dan anggota keluarga lainnya di tengah keramaian guna menjaga keselamatan selama liburan.(hiek)


Masyarakat Belum Sadar, Sampah Rumahan Numpuk Saat Idul Fitri Di Sebuah Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi saluran air di salah satu kawasan Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius setelah ditemukan banyak sampah menumpuk dan menghambat aliran air, lokasi tersebut berada di dekat jembatan dengan tulisan iklan "Bubur Ayam Mang Aying" yang terpasang pada bagian atas struktur jembatan.

Tumpukan sampah ini berupa kantong plastik, serta berbagai jenis limbah padat lainnya yang menumpuk di permukaan dan pinggir saluran. 

Kondisi ini jelas tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan genangan air, penyumbatan saluran irigasi atau drainase, serta menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Hal ini tentu bertentangan dengan larangan tegas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumberdaya Air Wilayah Sungai Citanduy yang tercantum dalam papan petunjuk yang dipasang di lokasi strategis, melarang mendirikan bangunan di sepadan saluran irigasi dan membuang sampah ke saluran air lainnya. 

Berdasakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 08/Prtn/2015,.Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2008 dan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 15 Tahun 2004. 

Menurut salah seorang warga yang sering melewati kawasan itu, Asep, kepada Pangandaran News menyampaikan, Dalam wawancara dengan Pangandaran News com, Asep – ia mengungkapkan kekhawatirannya yang semakin besar setelah musim liburan Idul Fitri.

Hingga saat ini, kata Asep, kenyataannya masih banyak yang membuang sampah ke aliran sungai.

"Apalagi di hari raya Idul Fitri ini sampah rumahahan semakin banyak numpuk di saluran sungai ini," kata Asep.(23/03/26)

Asep menyebut, sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait upaya pembersihan yang akan dilakukan maupun tindakan penegakan hukum terhadap pelanggar. 

"Kondisi ini mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah agar tidak mencemari sumber daya air dan mengganggu kenyamanan hidup warga, terutama pasca-perayaan besar yang biasanya menghasilkan lebih banyak limbah," ujar Asep.(@nwarwaluyo)

Penghapusan Biaya Ojek Odong-Odong dan Spot Baru Dorong Minat Wisatawan Kunjungi Wisata Panjalu

PANGANDARANEWS.COM/CIAMISNEWS – Wisata Situ Lengkong di Panjalu Kabupaten Ciamis, semakin menjelma sebagai destinasi favorit wisatawan di Jawa Barat. 

Pada tahun 2026, tercatat peningkatan jumlah kunjungan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Koordinator Wisata Panjalu, Teteng Supriatna menyampaikan, tahun ini menjadi tahun peningkatan bagi wisata Situ Lengkong.

Peningkatan minat wisatawan tersebut, kata Teteng, didorong oleh dua faktor utama. Pertama, dibukanya spot wisata baru yang memperkaya pilihan aktivitas bagi pengunjung dan kedua, penghapusan biaya untuk ojek odong-odong yang sebelumnya berlaku di kawasan Nusa Pakel membuat akses ke berbagai titik wisata menjadi lebih terjangkau tanpa beban biaya tambahan.

Diakui Teteng, kenaikan jumlah kunjungan tahun ini memang signifikan dan salah satu penyebabnya adalah tidak adanya beban ongkos untuk ojek odong-odong seperti dulu.

"Jadi wisatawan merasa lebih nyaman berkunjung. Ditambah lagi dengan adanya tempat wisata baru yang menarik." jelas Teteng.(23/03/26)

Untuk kedepannya, lanjut Teteng, pihak pengelola dan Koordinator Wisata Panjalu berharap dapat terwujud sinergitas yang lebih erat dan baik antara pemerintah Kabupaten Ciamis dengan pemerintahan desa setempat. 

"Karena dengan kolaborasi yang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pengelolaan kawasan, serta daya tarik wisata Situ Lengkong agar terus berkembang dan menjadi destinasi yang lebih baik bagi wisatawan dari berbagai daerah," ujarnya.(@nwarwaluyo)

Posko Kesehatan Mudik Idul Fitri 1447 H Kabupaten Ciamis, Siap Bantu Pemudik dengan Berbagai Layanan Kesehatan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Dalam rangka mendukung kelancaran perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M, Puskesmas Panjalu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis membuka Posko Kesehatan Mudik di lokasi Cihaurbeti-Panjalu.

Posko yang berada tepat di persimpangan jalan utama arah mudik ini siap memberikan dukungan kesehatan bagi seluruh pemudik serta menyediakan layanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau, sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular serta menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama perjalanan mudik.

Posko Kesehatan Mudik Puskesmas Panjalu menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, antara lain pemeriksaan kesehatan umum beserta pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar gula darah, pemberian obat dasar serta pertolongan pertama untuk kasus kecelakaan atau keluhan kesehatan akut

- Konseling kesehatan terkait pola makan sehat, istirahat cukup, dan pencegahan penyakit umum saat mudik seperti diare, flu, dan kelelahan

- Distribusi informasi edukasi kesehatan melalui brosur dan penyuluhan langsung

- Pemberian vitamin dan suplemen dasar untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lokasinya sendiri berada di jalur strategis, Cihaurbeti-Panjalu atau persimpangan jalan utama arah mudik. Dengan waktu O

operasional, mulai tanggal 21 Maret 2026 setiap hari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Menurut salah seorang petugas perwakilan Tim Kesehatan Puskesmas, pihaknya berharap posko ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang sedang dalam perjalanan. 

"Tim kami yang terdiri dari dokter, perawat, dan petugas kesehatan siap membantu dengan sepenuh hati agar perjalanan mudik lebih aman dan sehat," ujarnya.(23/03/26)

Selain itu, imbuhnya, posko ini juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan relawan untuk mengkoordinir tanggapan cepat jika terjadi kondisi darurat kesehatan di sekitar lokasi. Sehingga masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan informasi terkait kesehatan dapat langsung mengunjungi posko tersebut. 

"Hingga saat ini, kondisi lokasi posko berjalan lancar dan kondusif bahkan menjadi tempat istirahat sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan bagi para pemudik yang berhenti," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Dua Kegiatan Tahunan Muda-Mudi Cirengkak Meriahkan Desa Sukahurip, Atraksi Berjalan di Bambu dan Tradisi Halal Bihalal Jadi Sorotan

PANGANDARAN NEWS.COM/TASIKNEWS - Kampung Cirengkak, Desa Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kembali menghadirkan kemeriahan melalui dua agenda tahunan khusus kalangan muda-mudi. 

Selain tradisi Hapal Bihalal yang telah ada sejak 1992, juga menampilkan atraksi unik berjalan di atas bambu melintasi daerah tergenang air.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Odong, atraksi berjalan di atas bambu ini tidak hanya menjadi ajang hiburan yang menarik tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar pemuda dan pemudi setempat. 

Selain jadi ajang hiburan, kata Odong, tujuan kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan dalam komunitas lokal.

 "Sehingga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan semangat dan kreativitas dalam konteks tradisi daerah," ungkapnya.(22/03/26

Sementara itu, acara tahunan Halal Bihalal yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat Odong ini juga sukses digelar dengan suasana hangat di RW 4 RT 01. Setelah lebih dari tiga dekade berjalan. "Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini tidak hanya fokus pada momen saling memaafkan dan berkumpul," terangnya.

Peserta juga antusias mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti lomba kreasi, diskusi tentang perkembangan daerah serta pertukaran ide untuk mendorong kemajuan Desa Sukahurip. 

Dan seperti diketahui, Odong menyebut, Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar berkumpul tapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan dan membentuk karakter muda-mudi yang peduli dengan lingkungan sekitar.

Atas nama warga, Odong juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima dari seluruh masyarakat.

Ia mengaku bersyukur karena acara ini terselenggara meriah berkat dukungan sponsor dari mereka yang merantau ke Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya. 

"Mereka dengan senang hati kembali ke kampung halaman untuk mendukung kegiatan tahunan ini," imbuhnya.

Salah seorang warga, Encep, dari Kampung Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah (kampung tetangga Cirengkak), memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan kedua kegiatan tersebut. 

Menurutnya, hal ini menunjukkan kreativitas dan inovasi kalangan muda-mudi dalam membangun kebersamaan yang kompak sehingga mampu eratkan silaturahmi.

"Meskipun kita dari kampung yang berbeda, tapi ini bisa jadi tempat akur dan sauyunan antar masyarakat," ucap Encep.

 

Tak hanya Encep, banyak juga peserta yang ikut menyampaikan rasa bangga bisa melestarikan tradisi yang telah ada sejak tahun 90-an. Dan mereka berharap, kedua agenda tahunan ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga keharmonisan antar warga.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Dishub Pangandaran Sediakan 10 Armada Shuttle Bus Wisatawan, Catat Rutenya

PANGANDARANNEWS.COM  – Sebanyak 10 armada bus shuttle siap membawa penumpang secara gratis, dan saat bus-bus tersebut telah tiba dan bersiaga di kawasan parkir eks Pasar Wisata Pangandaran. 

Armada ini, nantinya akan difungsikan untuk mengantar dan menjemput wisatawan menuju berbagai hotel serta titik strategis di kawasan wisata Pantai Pangandaran selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, menghadirkan layanan shuttle gratis ini sebagai upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi saat lonjakan pengunjung di musim liburan.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Nana Sukarna, layanan shuttle akan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB dan sistem yang diterapkan adalah antar-jemput penumpang (shuttle service) di sejumlah titik strategis yang telah disiapkan.

“Layanan ini kami hadirkan agar mobilitas wisatawan semakin mudah dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di kawasan pantai,” kata Nana.(20/03/26)

Nana menjelaskan, saat ini sebanyak 10 halte telah disiapkan untuk mendukung operasional shuttle tersebut. Empat halte berada di dalam kawasan eks Pusat Wisata sebagai area parkir sentral, seperti Halte 1 hingga Halte 4. Dan enam halte lainnya tersebar di sepanjang kawasan pantai, meliputi Surya Pesona (Halte 5), Pondok Seni (Halte 6), Skywalk (Halte 7), Nanjung Sari (Halte 8), Horison Palma (Halte 9), serta Polairud (Halte 10).o

Untuk menjangkau berbagai destinasi wisata, Dishub Pangandaran juga menyiapkan lima trayek utama. Trayek 1 melayani rute PW – Matahari Susi – Sunset – Krisna. Trayek 2 meliputi PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Pasanggrahan. Trayek 3 mencakup PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Laut Biru.

Sementara itu, Trayek 4 memiliki jangkauan lebih panjang, yakni PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Laut Biru – Cagar Alam – Air Mancur. Adapun Trayek 5 melayani rute PW – Simpang 4 Ajo – Kejaksaan – Polairud – TPI – Air Mancur.

Setiap trayek akan dilayani oleh dua unit shuttle ini, jelas Nana, ditambah dua unit cadangan sehingga total terdapat 12 armada yang disiapkan. Dan sistem operasional dilakukan secara bergiliran guna memastikan layanan tetap optimal, terutama saat terjadi lonjakan jumlah wisatawan.

Dengan hadirnya layanan shuttle gratis ini, Nana berharap, arus lalu lintas di kawasan wisata Pangandaran dapat lebih tertata.

"Dan juga sekaligus untuk memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung," ucapnya. (hiek)


Meski Kondisi Keuangan Daerah Terbatas, Jelang Lebaran Pemkab Pangandaran Berikan Uang Kadedeh Pada Tenaga P3K Paruh Waktu

PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu di Kabupaten Pangandaran menerima uang kadeudeuh sebesar Rp 300 ribu dari pemerintah daerah.

Bupati Pangandaran, Hj Citra Pitriyami, saat pertemuan dengan wartawan di Kampung Turis Pangandaran mengatakan, meski kondisi keuangan daerah terbatas PPPK paruh waktu tetap mendapatkan kadeudeuh, meskipun nilainya tidak besar.

“Alhamdulillah tenaga P3K paruh waktu tetap dapat kadeudeuh, walaupun kas daerah kita terbatas,” ujarnya.(07/03/26)

Para tenaga PPPK paruh waktu sudah berstatus ASN ini, kata bupati, sudah sewajarnya menerima perhatian dari pemerintah daerah. Walaupun tidak besar, hanya Rp300 ribu, namun ini bentuk perhatian untuk teman-teman PPPK dari Pemda.

Saat dikonfirmasi, salah seorang tenaga PPPK paruh waktu membenarkan bahwa dirinya telah menerima uang tersebut. Walaupun mereka menilai, nominal yang diberikan belum mempertimbangkan masa kerja sebelumnya.

“Ada yang sudah puluhan tahun mengabdi sebelum diangkat, tapi nominalnya tetap sama,” terang salah satu tenaga P3K yang enggan disebutkan namanya. (hiek)


Hingga Hari H -1 Lebaran 2026, Tidak Terjadi Kepadatan Di Terminal Tipe A Indihiyang Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebagai terminal terbesar di wilayah Priangan Timur, Terminal Tipe A Indihiang Tasikmalaya, menjelang Hari Raya Lebaran 2026 telah siap siaga melayani jutaan pemudik masyarakat Jawa Barat. Saat ini terminal beroperasi dengan kondisi yang aman, lancar, dan terkendali.(19/03/26)

Berbagai fasilitas pun telah disiapkan untuk kenyamanan perjalanan, termasuk ruang tunggu ber-AC yang nyaman bagi calon penumpang yang sedang menunggu keberangkatan. 

Hingga jam 14.30 WIB, area terminal tampak masih cukup kosong dan belum terjadi lonjakan jumlah penumpang. 

Menurut salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan, Zaenal Arifin, puncak arus mudik dan balik diperkirakan akan terjadi setelah Hari Raya, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan dengan lebih santai.

Zaenal mengatakan, arus lalu lintas di sekitar Terminal Tipe A Indihiang saat ini didominasi oleh kendaraan roda dua. Hingga saat ini, tidak ada laporan kecelakaan atau gangguan signifikan yang mengganggu kelancaran perjalanan.

Satu-satunya titik dengan sedikit kemacetan, jelas Zaenal, berada di kawasan Pasar Lewo Limbangan walaupun kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memerlukan tindakan pengalihan jalur. 

"Jalur utama Tasikmalaya-Gentong yang menghubungkan ke Garut juga tetap bebas hambatan, memudahkan akses bagi para pemudik yang akan menuju berbagai daerah di Priangan," terangnya.(19/03/26)

Dari data yang ada, terang Zaenal, kedatangan sebanyak 13 unit bus dengan total 26 penumpang dan keberangkatan debanyak 171 unit bus dengan total 674 penumpang.

Zaenal juga mengajak seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk bersama-sama mendukung Terminal Tipe A Indihiang sebagai pusat angkutan utama Tasikmalaya dan sebaiknyanaik turun penumpang hanya di terminal resmi.

"Dan kami mohon untuk tidak menggunakan area layanan PO Budiman dan Primajasa sebagai tempat naik turun penumpang, karena lokasi tersebut hanya difungsikan untuk istirahat, perawatan, dan perbaikan kendaraan," tegasnya.(@nwarwaluyo)


Sambut Idul Fitri, Forum Alumni MTSN Rarangjami 2 Angkatan 2003 Tasik Salurkan Bantuan Kepada Sesama

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Forum Sosononoan Alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Rarangjami 2 Tasikmadu angkatan 2003, kembali menunjukkan rasa kekeluargaan yang erat dengan menyelenggarakan bantuan kepada salah satu anggotanya yang mengalami musibah. 

Dalam momen penuh kehangatan yang terjadi menjelang bulan Ramadhan, anggota bernama Desi secara langsung menyerahkan bantuan rezeki kepada penerima bantuan, Epul.

Mendapatkan bantuan tersebut, Epul menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan dukungan dari seluruh anggota forum. 

Epul pun menyampaikan terima kasih atas kepedulian terhadapnya, semoga sahabat forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 mendapatkan rezeki yang melimpah, kesehatan yang baik, serta segala kebaikan selalu menyertai semua.

"Semoga sahabat-sahabat kita dilancarkan rezeki, sehat selalu, dan berkah besar menjadi milik kita semua," ungkap Epul.(18/03/26)

Disoal terkait tujuan pemberian bantuan tersebut, salah seorang forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 Desi menjelaskan, ini merupakan bentuk wujud berkah yang ingin dibagikan di bulan Ramadhan. Karena nilai saling membantu dan berbagi menjadi lebih mendalam, apalagi di bulan ramadan.

"Kita sebagai keluarga besar alumni selalu berkomitmen untuk saling support dan berbagi rezeki satu sama lain," ucapnya.

Pada kesempatan lain, seluruh alumni pun bersama-sam Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Dan segenap keluarga besar Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 mengucapkan selamat menyambut hari kemenangan, semoga seluruh umat muslim diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah dan diberikan ampunan serta berkah dari Allah SWT.(@nwarwaluyo)

 

 V

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN