PANGANDARANNEWS.COM - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mencatat, untuk tingkat hunian hotel selama empat hari libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan.
Demikian disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, namun yang paling signifikan hanya di Pantai Barat Pangandaran saja yang kunjunganya memang paling tinggi dibanding objek wisata lainya.
Berdasarkan data dari PHRI Kabupaten Pangandaran, terang Agus, tingkat hunian hotel pada 21 hingga 24 Maret 2026 terus mengalami kenaikan.
"Pada 21 Maret tercatat sebesar 52 persen, kemudian meningkat menjadi 63,3 persen pada 22 Maret 2026. Lonjakan tajam terjadi pada 23 Maret dengan angka mencapai 96 persen dan puncaknya pada 24 Maret yang menyentuh 98 persen," jelasnya.(24/03/26)
Agus mengatakan, tingkat hunian tertinggi ini terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Okupansi (tingkat hunian) yang mencapai hampir 100 persen hanya terjadi di Pantai Pangandaran, selain hotel, penginapan dan rumah warga juga banyak disewa oleh pengunjung.
Agus menyebut, anggota PHRI di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berada di Pantai Pangandaran tapi tersebar di sejumlah destinasi wisata lain mulai Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Parigi, dan Karapyak.
Namun untuk tingkat hunian di kawasan Pantai Karapyak masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 2 persen.
"Tentunya banyak kamar kosong, karena wisatawan umumnya hanya datang untuk beraktivitas di siang hari tanpa menginap," ungkapnya.
Namun Agus memprediksi, memproyeksikan tingkat hunian hotel di seluruh Kabupaten Pangandaran pada 25 hingga 28 Maret 2026 akan mengalami penurunan sebelum kembali meningkat.
"Pada 25 Maret diperkirakan 45 persen, lalu naik menjadi 50 persen pada 26 Maret. Tingkat hunian pada 27 Maret menjadi 68 persen, dan diprediksi mencapai 80 persen pada 28 Maret 2026," imbuhnya. (hiek)
