PANGANDARAN NEWS.COM/TASIKNEWS - Kampung Cirengkak, Desa Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kembali menghadirkan kemeriahan melalui dua agenda tahunan khusus kalangan muda-mudi.
Selain tradisi Hapal Bihalal yang telah ada sejak 1992, juga menampilkan atraksi unik berjalan di atas bambu melintasi daerah tergenang air.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat, Odong, atraksi berjalan di atas bambu ini tidak hanya menjadi ajang hiburan yang menarik tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar pemuda dan pemudi setempat.
Selain jadi ajang hiburan, kata Odong, tujuan kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan dalam komunitas lokal.
"Sehingga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan semangat dan kreativitas dalam konteks tradisi daerah," ungkapnya.(22/03/26
Sementara itu, acara tahunan Halal Bihalal yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat Odong ini juga sukses digelar dengan suasana hangat di RW 4 RT 01. Setelah lebih dari tiga dekade berjalan. "Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini tidak hanya fokus pada momen saling memaafkan dan berkumpul," terangnya.
Peserta juga antusias mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti lomba kreasi, diskusi tentang perkembangan daerah serta pertukaran ide untuk mendorong kemajuan Desa Sukahurip.
Dan seperti diketahui, Odong menyebut, Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar berkumpul tapi juga menjadi wadah untuk membangun semangat kebersamaan dan membentuk karakter muda-mudi yang peduli dengan lingkungan sekitar.
Atas nama warga, Odong juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima dari seluruh masyarakat.
Ia mengaku bersyukur karena acara ini terselenggara meriah berkat dukungan sponsor dari mereka yang merantau ke Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.
"Mereka dengan senang hati kembali ke kampung halaman untuk mendukung kegiatan tahunan ini," imbuhnya.
Salah seorang warga, Encep, dari Kampung Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah (kampung tetangga Cirengkak), memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan kedua kegiatan tersebut.
Menurutnya, hal ini menunjukkan kreativitas dan inovasi kalangan muda-mudi dalam membangun kebersamaan yang kompak sehingga mampu eratkan silaturahmi.
"Meskipun kita dari kampung yang berbeda, tapi ini bisa jadi tempat akur dan sauyunan antar masyarakat," ucap Encep.
Tak hanya Encep, banyak juga peserta yang ikut menyampaikan rasa bangga bisa melestarikan tradisi yang telah ada sejak tahun 90-an. Dan mereka berharap, kedua agenda tahunan ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga keharmonisan antar warga.(@nwarwaluyo)
