PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gundukan sampah kembali menumpuk di salah satu jalur utama Jalan RE Martadinata
Kota Tasikmalaya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia melainkan juga membentang ke pinggir jalan bahkan sebagian menutupi trotoar dan sisi jalan raya yang digunakan untuk lalu lintas.
Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang menumpuk sebagian besar adalah sampah organik, plastik, dan limbah lembaran yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan.
Kondisi ini tentu tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya telah melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala, namun masih ada kesenjangan antara volume sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kapasitas pengangkutan serta manajemen limbah yang ada.
Beberapa warga mengaku, tumpukan sampah in sering muncul kembali hanya beberapa hari setelah pembersihan dilakukan terutama menjelang akhir pekan atau setelah hari libur.
Permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang terus diperhatikan pemerintah kota, dengan harapan dapat menemukan solusi berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.
Salah seorang masyarakat, Reni asal Kota Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kondisi sampah kota Tasikmalaya masih belum teratasi dengan baik.
"Sejauh mana ketegasan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup? kebanyakan acara bersih-bersih hanya sebatas seremonial saja, itu kenyataan," ujarnya. (26/0226)
Ia juga mengatakan bahwa masalah serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Jalan Swaka, dan hal ini diperkirakan akan semakin parah usai Lebaran Idul Fitri 1447 H.
"Tentang kebersihan, sebaiknyaPemkot Tasikmalaya jangan hanya seremonial," tegasnya.(@nwarwaluyo)
