KPU Pangandaran Gandeng Awak Media, Sosialisasikan Proses Edukasi Demokrasi

PANGANDARANNEWS.COM - Di tengah padatnya rangkaian jadwal tahapan Pemilu 2024, Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran melaksanakan rangkaian alur penetapan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran , dari mulai Penyerahan DAK2 dari Menteri Dalam Negeri ke KPU RI. Kemudian Penetapan Jumlah Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota hingga ke tahapan Uji Publik, dengan harapan nantinya ada tanggapan dari mayarakat maupun peserta pemilu.

Sebelum menggelar acara uji publik yang akan dilaksanakan minggu minggu ini, bertempat di aula, KPU Kabupaten Pangandaran juga melaksanakan kegiatan bersama awak media sebagai mitra terkait sosialisasi dan publikasi sehingga diharapkan rangkaian proses rancangan penataan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD Kabupaten Pangandaan bisa sampai ke publik.(13/12)

Dalam kegiatan tersebut Ketua Divisi Penyelenggara KPU Pangandaran, Andis Sose SE pun memaparkan secara teknik kepada awak media terkait penetapan alokasi kursi, pembagian jona dan lainnya.

“Kami berharap publikasi ini mendapatkan tanggapan dari masyarakat melalui pemberitaan awak media terkait Uji publik rancangan penataan dapil dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten Pangandaan katanya, “ucap Andis.

Hal senada disampaikan Ketua KPU MUhtadin, ia berharap dalam setiap even dan tahapan yang diinformasikan ini bisa sampai ke masyarakat.

Selain itu kata Muhtadin, PKPU juga memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga diharapakan  iklim politik di Kabupaten Pangandaran berjalan dinamis ,dan penuh dengan kesejukan. 

“Intinya kami berharap terjadi sebuah proses dinamika politik yang kondusif dan sejuk, “kata Muhtadin.

Muhatdin juga menjelasakan, seluruh partai politik yang lolos perifikasi di Kabupaten Pangandaran berjumlah 18 Parpol, namun saat ini KPU Pangandaran masih menunggu keputusan KPU RI untuk pengesahannya. (TnT)


APDESI Dan PPDI Kabupaten Pangandaran Kompak Tuntut Pemda Segera Cairkan TPAPD

PANGANDARANNEWS.COM -  Sejumlah perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pangandaran ramai-ramai mendatangi halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran, untuk menyampaikan aspirasinya terkait belum dibayarnya Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD).(12/12)

Disaat yang sama, di aula setda tampak Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) pun melakukan audens yang diterima langsung oleh Bupati dan wakil Bupati Pangandaran yang didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa dan Perwakilan dari Bagian Pemerintahan Umum Setda Pangandaran.

Dala audens tersebut, Ketua Apdesi kabupaten Pangandaran Sugiono SH menyampaikan, TPAPD merupakan bantuan keuangan dari APBD, termasuk insentif linmas, RT dan RW, namun sayang hingga hari ini TPAPD tahun 2022 cair lima bulan, kemudian RT RW Rp 500 ribu baru cari tahun ini.

Kedatangan Apdesi ini, kata Sugiono, pihaknya ingin memastikan apakah pembayaran TPAPD tersebut akan dibayarkan sepenuhnya atau tidak.

"Dan kami tadi mendengar langsung dari Pa Bupati, kalau kemampuan pembayaran TPAPD ini hanya lima bulan, termasuk untuk insentif linmas, RT dan RW juga kemampuanya segitu," jelasnya.

Namun, menurut Sugiono, tadi bupati mengatakan pemda akan mengupayakan untuk membayar TPAPD tersebut lebih dari lima bulan walau kondisi keuangan daerah hanya akan bisa membayar lima bulan saja, karena pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum maksimal.

“Dan hal tersebut kata bupati yang menjadi penyebab belum dibayarkanya TPAPD, namun kami tetap berharap mudah-mudahan segera dibayar," imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Plt Ketua PPDI kabupaten Pangandaran Bustanul Arifin mengatakan, tahun ini memang baru masuk 5 bulan, namun bupati menjajikan akan menambah lagi dua bulan atau tiga bulan.

Bustanul menuturkan, TPAPD 2020 sudah dibayarkan full kemudian 2021 hanya satu bulan. Sementara yang diinginkan PPDI tahun 2021 dibayarkan sepenuhnya termasuk yang 2022 dibayarkan sepenuhnya juga.

Bustanul mengaku kurang puas terkait pertemuan dan audens dengan pemda ini, namun pihaknya juga memahami kondisi keuangan daerah saat sekarang ini seperti apa.

“Namun pemerintah daerah juga harus memahami hak kami,"tegasnya.

Sementara itu Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata usai audens dengan Apdesi kepada sejumlah awak media mengatakan, TPAPD itu merupakan kebijakan yang dikeluarkan saat fiskal Kabupaten Pangandaran masih bagus, dan itu merupakan kebijakan tidak normative karena pemda mengeluarkan insentif senesar Rp 1,5 juta itu hanya di Kabupaten Pangandaran.

Akan tetapi saat terjadi pandemi Covid-19, keuangan daerah terganggu, dan memang pembayaran TPAPD 2021 baru satu bulan, namun bupati ingin pada tahun 2023 mendatang semua bisa dibayarkan asal saratnya semua desa kompak jangan ada yang ngemplang pajak.

Bupati menjelaskan, pemda saat ini sedang mengupayakan agar pembayaran TPAPD itu lebih dari lima bulan, walaupun saat ditanyakan ke Dinas Keuangangan, kemampuan untuk bayar TPAPD ini hanya lima bulan.

“Tapi percayalah,  saat ini saya sedang mengupayakan agar dibayar lebih dari itu, mungkin dengan menggeser dari pos lain," ungkap bupati. (hiek)





Seorang Warga Keluhkan Lambatnya Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Purwadadi

PANGANDARANNEWS.COM – Salah seorang keluarga pasien Idi (69) menyampaikan ketidakpuasannya terkaitan pelayanan di UPTD Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis, pasalnya dirinya merasa terlalu lama saat menunggu antrian.

Saat itu Idi kakek dari pasien bernama Rapasha (3,5) merasa jenuh karena menunggu antrian dari jam 09:00 pagi sampe jam 12:00, baru mendapat panggilan.

Karena harus menunggu lama, kata Idi, pekerjaan sehari-hari sebagai petani menjadi terhambat.

“Saya merasa pelayanan di UPTD Puskesmas purwadadi kurang memuaskan, “ungkapnya (12/12) 

Idi mengatakan, sebelumnya ia melakukan pengobatan di Kilinik Mitra Sehat Padaherang Kabupaten Pangandaran, karena menurutnya pelayananya sangat cepat dibanding di Puskesmas Purwadadi. 

Idi berharap kepada pihak Puskesmas Purwadadi ke depan bisa lebih mengutamakan pelayanan cepat tanggap, karena semua yang datang ke Puskesmas tentu membutuhkan pelayanan memuaskan.

“Kalau harus antri hingga 3 jam lamanya jelas bisa menghambat aktivitas kami sehari-hari, “imbuhnya. (bill)


Pengerjaan Rabat Beton JUT Dan TPT Di Desa Purwadadi Diduga Terkesan Asal-Asalan

PANGANDARANNEWS.COM - Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton dengan volume 34,88 m3 dan TPT 92.2 m3, dengan anggaran sebesar Rp 120.039.900, bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2022 di Dusun Ciwitali Desa Purwadadi (Jalan Pramuka) yang berdekatan UPTD Puskesmas Kecamatan Purwadadi, diduga pekerjaan terkesan asal - asalan. 

Hal ini dibisa dilihat di lapangan, adukan pasir dan semen rapuh dan mudah terlepas, beda dengan tambalan yang ada disebelahnya semennya lebih banyak. Sementara untuk galian dasar terlihat kurang dalam atau mendekati standar galian pondasi sekitar 20 - 30 cm. 

Ditemui dan dikonfirmsi di lapangan Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Kasi Ekbang) Desa Purwadadi, Tuyan Kritia, menuturkan, ia hanya mendapat tugas untuk menunggu dan mengawasi pekerjaan di lapangan, diluar hal - hal yang sifat teknis maupun non teknis Tuyan mempersilahkan bertanya langsung ke Kepala Desa dan Sekretaris Desa Purwadadi.

“Saya tidak punya kewenangan selain menunggu dan mengawasi pembangunan ini, “ujarnya. (12/12) 

Mendapat arahan dari Kasi Ekbang Tuyan, PNews pun mencoba melakukan konfirmasi ke kantor desa dengan didampingi Kasi Ekbang, namun sayang saat hendak ditemui Kepala Desa ternyata tidak ada ditempat. Dan menurut salah seorang staf desa, Kepala Desa sedang dinas ke Ciamis.

Sementara saat menemui Sekretaris Desa, terlihat sedang sibuk kerja, hingga PNews pun hanya menunggu di luar, namun karena cukup lama dan sepertinya enggan menemui awak media PNews pun pulang.  Dan hingga berita diturunkan, belum ada keterangan dari pihak pemerintan Desa Purwadadi. (bill)


Disdakop Pangandaran Respon Langsung Keluhan Warga Terkait SPBU


PANGANDARANNEWS.COM -Menanggapi keluhan salah seorang warga di media sosial (medsos) terkait ukuran isi di sebuah Statsiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disdagkop UMKM) Kabupaten Pangandaran langsung menerjunkan petugas tera ke SPBU tersebut untuk melakukan uji tera.

Dari pantauan PNews yang ikut langsung ke lokasi, setelah dilakukan pengujian ukuran volume ternyata ada pada ambang batas 20 mili liter dari 20 liter bensin jenis pertalit yang diuji atau hanya 1 mili liter dari per 1 liternya.

Menurut petugas tera dari Disdakop UMKM Pangandaran, Ari Ridwan Mas, ST, batas toleransinya sendiri sesuai aturan adalah 20 mili liter per 20 liter, toleransi batas kesalahan yang diizinkan sesuai aturan adalah +- 100 mililiter dari 20 liter atau +- 0,5%

"Dan tadi ketika saya ukur di SPBU ini hanya selisih 20 mili liter dari 20 liter, "terang Ari.(08/12)

Ari mengatakan, secara periodik pihaknya 1 tahun sekali melakukan pemeriksaan seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Pangandaran serta melakukan pengawasan minimal 3 bulan sekali.

Tapi tidak hanya itu, kata Ari, ia juga siap datang melakukan pemeriksaan ini saat ada keluhan atau permintaan dari pihak perusahaan SPBU. Karena  perusahaan pun merasa khawatir jika alat pengukur liter di SPBU miliknya terdapat selisih yang bisa merugikan konsumen (masyarakat).

Seperti pemeriksaan hari ini, menurut Ari, dilakukan karena ada cuitan atau keluhan masyarakat di medsos sehingga ia pun langsung datang melalukan uji tera. Dan hasilnya ternyata yang dikeluhkan masyarakat khususnya konsumen SPBU ini tidak terbukti.

"Tapi apa pun kami selalu akan merespon apabila memang ada keluhan dari masyarakat terkait alat ukur baik timbangan, volume, literan atau alat ukur lainnya, "ungkap Ari.

Sementara petugas dari SPBU, Toto, kepada PNews menyampaikan, pihaknya selain selalu melakukan alat ukurnya, ia juga akan merasa senang jika ada konsumen yang datang langsung ke kantor jika memang ada hal yang kurang berkenan dengan pelayanan perusahaan.

"Silahkan datang, kami akan terima keluhan masyarakat, dan ini demi kepiasaan konsumen dan kami dari pihak perusahaan, 'ujarnya. (hiek)


Seorang Pasien Keluhkan Pelayanan Di RSUD Kota Banjar


PANGANDARANNEWS.COM- Perasaan tidak puas atas pelayanan Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Banjar dirasakan salah satu keluarga pasien, Sajidin (33) saat mendampingi orangtuanya bernama Sarjiah (45) yang sedang kontrol kesehatan ke spesialis psikiatri. (6/12)

Memurut Sajidin ia merasa tidak puas dengan pelayanan RSUD Banjar, pasalnya attitude seorang dokter psikiatri kurang baik di matanya.

Sajidin menuturkan, sesampainya di lokasi sekitar pukul 07:30 pagi, Sajidin mengantri mengambil nomer antrian hingga mendapatkan nomer antrian C73. Kurang lebih 30 menit nomer antrian C73 mendapat panggilan dari loket empat dan di arahkan ke ruang pemeriksaan psikiatri. Terlihat di ruangan psikiatri penuh dengan pasien yang sedang menunggu pemanggilan, Sebelum memasuki ruang dokter pasien orangtuanya pun diperiksa terlebih dahulu terkait keluhan oleh petugas pendamping dokter yang sedang ditemani anak kecil yang diduga anaknya, di area persis depan ruanganya.

"Kalo gak salah jam 08:30 pagi, Ibu saya diperiksa tentang keluhanya, biasanya ibu saya kalau ditanya dokter atau pendamping dokter tidak pernah terbuka makanya waktu itu saya yang memberi keterangan kepada pendamping dokter, " ungkapnya kepada PNews. (07/12)

Samidin menambahkan, ia tidak bisa menjelaskan semua soalnya kata pendamping dokter tersebut  kalau lebih rincinya nanti ditanyakan oleh dokter. Namun karena Sajidin tidak memakai masker ia pun dilarang masuk ke ruangan dokter apa pun dalihnya.

"Saya memohon kepada si pendamping supaya diizinkan masuk tapi tetep tidak bisa, lalu saya pun diarahkan untuk membeli masker dulu ke warung depan baru bisa masuk, "terangnya.

Ahirnya, kata Sajidin ia pun membeli dulu masker supaya bisa masuk mendampingi orangtuanya ke ruangan dokter.
Namum setelah berhadapan dengan dokter Diah, ia menyebut pelayanan dokter psikiatri di luar dugaannya bahkan dokter tersebut sempat mengeluarkan nada tinggi memanggil petugas pendampingnya.

"Pas saya menggeserkan kursi sekitar 10 cm saya kaget karena dokter teriak-teriak memanggil petugas karena saya telah menggeserkan kursi, padahal saya hanya berniat ingin lebih dekat supaya penyampaian keterangan dokter lebih jelas kedengaranya," jelas Samidi.

"Saya kena marah dokter, katanya saya pasien bandel, kata dokter dia merhatiin saya dari dalam karena tidak memakai masker, "tambahnya.

Setelah beberapa menit orangtua Sajidin pun diperiksa dan diberi pertanyaan oleh dokter Diah, dn ia pun di sarankan untuk keluar dari ruanganya.

"Silahkan bapa keluar pemeriksaan sudah selsai kata si dokter kepada kami, "ucap Sajidin.

Sebelum keluar Sajidin sempat meminta waktu untuk pemeriksaan ibunya karena  ada beberapa keluhan dan perilaku aneh yang akan ia sampaikan. Namun sayang dokter tidak memberi waktu karena pemeriksaan ibunya sudah selsai. Sajidin pun mencoba diam karena ia mau menyampaikan keluhan ibunya tapi dokter malah teriak-teriak lagi memanggil pendamping dan menyuruh pendamping menelpon pihak pelayanan.

"Saya disuruh menunggu di depan soalnya kata si pendamping mau ada dari pihak pelayanan datang kesini, "terang Sajidin.

Setelah menunggu beberapa menit dua orang dari petugas pelayanan datang menghampiri dan membawa Sajidin dan Ibunya ke ruangan yang tidak jauh dari ruang pemeriksaan. Kemudian ia disuruh menceritakan kronologi dari awal sampai ahir, lalu Sajidin pun menuturkan bahwa ia kurang memahami karakter dokter Diah, dan pihak pelayanan pun meminta maaf atas nama  dokter Diah.

"Saya berharap pihak RSUD Banjar bisa mengedepankan attitude yang baik dalam melayani pasien apalagi pelayanan terhadap pasien disabilitas, "kata Sajidin.(bill)

Bapenda Kabupaten Pangandaran Hanya Kelola Pendapatan Dari Sektor Pajak Daerah

PANGANDARANNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran sebagai institusi yang mengelola pendapatan daerah ternyata bukan merupakan satu-satunya lembaga yang mengelola seluruh Pendapatan Asli Daerah (APD), namun ia hanya mengelola pendapatan khusus dari sektor pajak daerah saja. Diantaranya, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Hotel, Restoran, reklame, hiburan, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan air tanah, pajak Parkir  dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun sumber PAD lainnya seperti pendapatan dari sektor retribusi, pengelolaannya ada di intstansi lain. 

Menurut Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya (PDL) di Bapenda Kabupaten Pangandaran, Asep Rusli, untuk pendapatan daerah dari sektor lainnya pengelolaannya diserahkan pada SKPD terkait, seperti retribusi wisata ada di Dinas Pariwisata, retribusi parkir dikelola Dinas Perhubungan dan retribusi sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Dari masing-masing dinas tersebut lalu disetorkan ke kas daerah, “terang Asep.(05/12)

Artinya, kata Asep, Bapenda disecara langsung tidak bertanggungjawab pada optimalisasi atau capaian pendapatan dari target masing-masing pendapatan tersebut.

Asep juga menyampaikan, secara umum hingga bulan Nopember PAD dari pagu target 2022 sudah mencapai Rp 126.868.522.100 atau 83,79 % dari target Rp 126.868.522.100. 

Dan berikut perinciannya, 

(hiek)



Diduga Pengendara Mengantuk Sebuah Mobil Tabrak Pohon Di Padaherang

PANGANDARANNEWS.COM - Diduga supir mengantuk, sebuah mobil mini bus warna merah menabrak pohon jati di jalan perbatasan Desa kedungwuluh dan Desa karangmulya kecamatan padaherang Kabupaten Pangandaran.(05/12)

Akibat kejadian tersebut tampak kondisi bagian depan mobil pun rusak parah dan separuh badan mobil masuk kedalam empang milik warga setempat.

Menurut keterangan petugas dari Polsek padaherang, Deko, sebelum menabrak pohon jati mobil tersebut sempat menabrak mobil lain yang berada di depannya. 

Diduga mengantuk, terang Deko, mobil brio merah dari arah Pangandaran yang di kendarai saudara Enjang pun  menabrak mobil SS di depanya yang di kendarai saudara Eso. Lalu mobil pun oleng dan ahirnya menabrak pohon jati.

*Akibat dari kecelakaan ini sopir mobil Brio mengalami luka serius di bagian kepala belakang, "jelas Deko.

Dan untuk penangan lebih lanjut korban dibawa ke BLUD Puskesmas Padaherang guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. (bill)

Warga Karangsari Digegerkan Dengan Kemunculan Kukang, Hewan Yang Dipercaya Pembawa Sial


PANGANDARANNEWS.COM -Warga Dusun Nagrak Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangndaran digegerkan oleh kedatangan dua binatang langka secara misterius dan dipercaya masyarakat hewan tersebut pembawa sial.

Menurut keterangan seorang warga, Waslim, peristiwa kemunculan hewan tersebut terjadi di Rt 06/03 Dusun Nagrak Desa Karangsari sekitar pukul 21: 23.

Waslim menuturkan, tiba-tiba saja hewan itu jatuh dari atas, mungkin sedang berjalan di atas kabel lalu jatuh ke bawah.

"Semuanya ada dua ekor, yang satu berhasil ditangkap tapi yang satu lagi sempat kabur memanjat pohon mangga tapi berhasill ditangkap, "terang Waslim.(02/12)

Kata Waslim, hewan tersebut bernama kukang dan merupakan jenis binatang yang dilindungi di indonesia yang keberasaannya terancam punah secara internasional.

Kukang adalah jenis primata yang gerakannya lambat dengn warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis cokelat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata.

Namun sejumlah Wwarga setempat mempercayai satwa ini pembawa sial, binatang pemalu ini diketahui bisa menghilangkan rezeki sampai menyebabkan kecelakaan bagi siapa saja yang menyimpan dan memeliharanya.

"Keberadaan kukang juga dipercaya dapat menyebabkan huru-hara apabila darahnya sampai jatuh ke tanah, "terang Waslim lagi.

Percaya atau tidak konon hewan ini pembawa sial, jadi kata Waslim, ia tidak berani memeliharanya. Rencananya hewan ini akan berikan kepada orang yang sedang melintas di jalan.

"Saya bingung mau dibawa kemana yang penting hewan ini jauh dari lingkungan kami, "ucapnya. (Bill)

Pangandaran Dipercaya Jadi Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2022


PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata wiradinata menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2022 Jenjang SD dan SMP yang digelar tangal 30 Nopember hingga 1 Desember 2022, bertempat di Hotel Pantai Indah Timur.


Bupati Jejej merasa bersukur dalam acara festival bahasa ibu yang di selenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Merdeka Belajar Episode 17 dengan tajuk revitalisasi bahasa daerah, memberi keprcayaan pea Kabupaten Pangandaran untuk menjadi tuan rumah.

"Saya sangat senang melihat pemuda-pemudi Sunda, budayawan-budayawan Sunda, maestro-maestro Sunda, datang ke Pangandaran, dan ini tentu merupakan suatu kehormatan, dan kebanggaan kami warga Pangandaran, "ucap Jeje.(30/11)

Selain sangat bersyukur, kata Bupati Jeje, dengan adanya kurikulum Merdeka Belajar sekarang, muatan-muatan lokal tentang kebudayaan dan tradisi daerah mampu dikembangkan dan dipelajari di sekolah

Ia juga berharap kedepannya pupuh juga bisa dikenal anak-anak dan di sekolah-sekolah baik melalui pembelajaran langsung atau lainnya.

"Bisa juga melalui lomba pupuh baik untuk tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai masyarakat umum, yang digelar tiap tahun, "kata Jeje. (PNews)

Pujianti, Kisah Sukses Seorang TKW Asal Padaherang Meraih S1 di Hongkong

Pujianti
PANGANDARANNEWS.COM - Perjalan nasib seseorang memang tidak ada yang tau, berbagai rintangan dan cobaan kadang mewarnai kisah kehidupan manusia.

Begitu juga perjalanan hidup seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Padaherang, Pujianti, wanita kelahiran 11 November 1989, dengan berbekal semangat dan pantang menyerah, Pujianti patut diacungi jempol. Usai menyelesaikan pendidikannya di SMP, Pujianti merantau dariu kampong halaman ke kota demi menyambung hidup dan keluarganya. Namun sayang hasilnya kurang memuaskan sehingga ia pun memutuskan untuk menjadi seorang TKW. 

Walau pun tidak sedikit yang beranggapan negatif dengan sebutan TWK namun hal ini tidak jadi penghalang bagi Pujianti yang memutuskan untuk menjadi TKW di Singapor dan melanjutkan bekerja di Hong Kong, dan di negeri terakhir Pujianti pun mampu melajutkan pendidikanya hingga maeriah gelar sarjana. 

Dilahirkan dari keluarga buruh petani yang kurang mampu, Pujianti pun harus menerima saat ibunya meninggal waktu ia berumur 3 tahun, sementara kakaknya sibuk merantau untuk membiayai kehidupanya sendiri.

“Saya harus punya tekad keras untuk merubah nasib saya sekaligus membantu ekonomi keluarga, “tekadnya saat itu. 

Baginya menjadi seorang TKW yang sering di pandang sebelah mata sering menjadi bahan hinaan dan sering mendapatkan kekerasan fisik bagi orang – orang yang tidak punya jiwa kemanusiaan, tetapi tidak bagi Pujianti. 

Tugasnya saat menjadi TKW Pujianti hanya melayani kebutuhan sehari-hari majikannya, sehingga ia pun bisa memanfaatkan waaktu luangnya untuk belajar. Dan hal positif yang bisa diambil saat menjadi TKW, ternyata mereka sangat menghargai waktu, pekerja keras dan tanggungjawab dalam segala hal. 

Delapan tahun menjadi seoarang TKW Hong Kong, Pujianti pun berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga meraih gelar sarjana (S1), dan pendidikannya inilah yang kelak menjadi modal usaha ketika kembali ke kampungan halamannya. 

“Banyak sekali skill yang bisa digali saat saya di luar negri, selain itu juga kita bisa belajar tentang teknik dan cara kerja mereka, “ujar Pujianti.

Keterampilan yang ia dapatkan saat menjadi TKW, diantaranya tentang kuliner yang kegiatannya sering diadakan oleh KBRI Hong Kong. Ia juga ikut memperkenalkan budaya Indonesia ke manca negara melalui organisasi-organisasi yang ia geluti, baginya pengalam adalah guru yang terbaik.

Selain menjadi TKW, Pujianti juga bisa menjadi contoh teman- temannya terkait stigma TKW yang selama ini dipandang negatif, karena menurutnya jika semua profesi digeluti dengan hal yang positif, tentu hasilnya pun akan menjadi positif.  

Dari hasil jerih payahnya selama menjadi TKW selain bisa meraih gelar Sarjana, secara ekonomiu dia juga bisa membantu orangtua dan saudaranya di kampung halaman. 

Tak sampai disitu, usai kepulanganya ke tanah kelahiran dia juga bisa melanjutkan kuliah S2 di Universitas Galuh Ciamis, gelar yang didapatkanya ini benar-benar dari hasil jerih payahnya sendiri. 

Belajarlah sampai ke negri beton (China), bagi Pujianti pepatah ini memang bagus dan betul adanya,  karena di dunia ini ketika kuasa Tuhan bicara maka tidak ada yang mustahil terjadi. 

Banyak hal dan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya, dari setiap perjuangan dan pengorbanan akan terasa indah laksana setelah hujan terbitlah terang. 

Kini berbekal pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, sekarang Pujianti pun bisa mejadi guru dan dosen pengajar di salah satu desa. 

“Saya juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan organisasi lainya, bisa menjadi cahaya dalam kegelapan adalah moto hidup saya, “ucapnya. (Kisah ini seperti dituturkan penulis, Pujianti)





Seorang Warga Di Tunggilis Unggah Ke Medsos Mempertanyakan Bansos Yang Tak Kunjung Cair

PANGANDARANNEWS.COM – Bermula dari postingan di media sosial Facebook dari akun bernama @Totong rusman tunggilis yang mengunggah sebuah poto buku tabungan lengkap dengan Kartu Keluarga Sejahtera dan menuliskan kekecewaanya terhadap pemerintah, dalam unggahan tersebut pemilik akun Totong (45) mempertanyakan Bantuan Sosial (bansos). Karena sejauh ini menurutnya ia tidak pernah mendapatkan bansos tersbut padahal tahun sebelumnya sudah dua kali menerima tapi tahun ini bansos tersebut tak kunjung cair tanpa kejelasan. 

"Bade tumaros abdi di pasih kartu nu kieu tapi bantosana teu lungsur punten da tumaros, cik nyangkut di mana eta batosana? (Saya mau bertanya, diberi kartu yang ini tapi bantuan tidak cair, maaf ini hanya bertanya dimana bantuan tersebut), " tulis totong dalam unggahan potonya di facebook sembari memperlihatkan buku tabungan dan kartu keluarga sejahtera.(29/11)

Setelah postinganya beredar luas bahkan postingan tersebut tersebar melalui screenshot melebar masuk di beberapa group whataps membuat tim media menelusuri keberadaanya untuk mengkroscek kebenaranya. 

Di ketahui totong tinggal bersama istri dan dua anaknya di rumah yang sederhana di Dsun Sukamaju Rt 07/011 Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten pangandaran.

Sebelumnya ia adalah pedagang jual beli pisang namun usahanya terkendala hingga kehabisan modal dan ahirnya motor yang ia pakai untuk keliling mencari pisang harus terjual untuk menutupi kebutuhan makan sehari-hari. Dan saat ini ia terpaksa menggantungkan hidup pada istri yang berjualan jajanan anak dengan pengasilan Rp 30 ribu perhari sebelum dipotong modal. 

"beberapa hari kebelakang saya dan keluarga makan pisang bakar karena kondisi tidak punya uang sama sekali" ungkapnya. 

Bukan cuma itu, kata Totong, sebagian perabotan di rumahnya pun ikut terjual untuk kebutuhan dan  makan sehari-hari.

Totong mengaku selama ini dirinya tidak mendapatkan bansos padahal ia sudah mengajukan berkali-kali ke pihak pemerintahan desa namun hasilnya nihil.

"Saya sudah bosan mengajukan ke desa tapi belum ada tindak lanjutnya sampai sekarang," jelasnya. 

Untuk bantuan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) pun ia tidak dapat, namun istri dan anak pertamanya yang mendapatkan. 

"Saya dan anak ke dua yang berusia 18 bulan tidak punya kartu KIS, kondisi anak saya sekarang sedang sakit" katanya. 

Sebelumnya totong termasuk orang yang aktif di beberapa organisasi bahkan ia mengatakan pernah menjadi tim sukses dalam Pilkada Pangandaran bebrapa waktu lalu.

"Saya berharap pemerintah daerah bisa memeperhatikan keadaan saya saat ini," pungkasnya. (bill)


Siswa Paud Nurul Iman Lakukan Pembelajaran Pengenalan Biota Laut di Rumah Tukik Penyu Pamayangsari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di Rumah Tukik Penyu yang berlokasi di jalan Pamayangsari Dusun Jambe Sewu Desa Sidangkerta Kecamatan Cipatujah Kab Tasikmalaya, kelompok belajar (Kober) Paud Nurul Iman melaksanan pembelajaran edukasi tentang Tukik Penyu untuk belajar serta memahami salah satu hewan ekosistem laut, penyu .

Rumah Tukik Penyu di Pamayang yang dikelola oleh Atoy Kuswanda dan Hendri yang sudah mengabdi menjadi honorer selama 16 tahun ini merupakan satu-satunya tempat penangkaran penyu yang ada di Kabupaten Tasikmalaya khususnya wilayah selatan.

Pada kesempatan ini semua siswa Paud ini mendapatkan pembelajaran (Edukasi ) tentang asal muasal jenis-jenis penyu, antara lain Penyu Hijau, Penyu sisik, Penyu Lekang, Penyu Tempayan, Penyu Pipih dan Penyu Melinding.

Tampak raut wajah anak-anak pun terlihat senang dan bahagia bisa melihat secara langsung penyu, dan bukan yang biasa mereka lihat dari buku gambar saja.

“Bermain di Rumah tukik ini bisa menjadi pembelajaran yang sangat efektif karena disini anak-anak bisa melihat secara langsung penyu yang ada di penangkaran ini, Anak-anak juga, kata Umiyati, belajar untuk melepas tukik langsung ke alamnya, “Ujar Umiyati atau biasa di panggil Uum dan  Kepala Paud Nurul Iman, Susan Agustina.(29/11)

Umiyati juga berharap Kegiatan ini mampu mencairkan kejenuhan yang setiap hari di lakukan pembelajaran di dalam kelas.

Sementara menurut pengelola penangkaran penyu, Hendri, mengatakan, bukan hanya kali ini saja penangkarannya mendapat kunjungan dari pelajar, beberapa minggu kebelakang ada sejumlah kunjungan dari perguruan tinggi, sekolah-sekolah dan lainya. 

Hendri mengatakan, rencana kedepan pihaknya yang saat ini menjadi perwalikan dari Badan Konservasi Sunber Daya Alam (BKSDA) akan mengadakan penyuluhan serta mengundang semua yang terkait untuk datang dan menyaksikan langsung penyu yang ada di penangkarannya. 

“Kami berharap pihak-pihak terkait untuk memperhatikan terus terkait kebutuhan sarana untuk pemeliharaan kehidupan tukik dan penyu, “ujarnya. (anwarwaluyo)


Bupati Pangandaran Pimpin Upacara Peringatan Hari KORPRI ke 51, Hari Guru Nasional dan Hari Kesehatan

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata pimpin upacara peringatan hari KORPRI ke 51, Hari Guru Nasional, dan Hari Kesehatan, bertempat di Alun-alun Parigi.(29/11)

Upacara tersebut juga turut dihadiri Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, Ketua Penggerak PKK Hj Ida Nurlaela, Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan, eluruh Kepala SKPD lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran. perwakilan Organisasi Masyarakat, Komunitas dan jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Bupati Jeje menegaskan, Aparatur Sipil Negera (ASN) merupakan profesi yang dalam pengabdiannya tentu sangat bersinggungan serta menjadi fundamental pada kepentingan masyarakat.

Kata bupati, ini tentu dimaknai dengan proses yang sampai saat ini gerak juangnya menjadi penyemangat, motivasi agar pengabdian Guru, ASN, tenaga kesehatan, terus menerus mampu memberikan pengabdian yang terbaik.

Menurut bupati, ada satu hal yang mengingatkannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran untuk kesehatan dan pendidikan, kedua sector ini merupakan hal utama yang harus terus diperjuangkan dalam rangka  membangun Kabupaten Pangandaran. 

"Jadikan motivasi tahun ini untuk bersama-sama bergotong-royong dan selalu bersinergi," ucapnya

Pembangunan di berbagai sektor dalam 10 tahun ini menjadikan Pangandaran mampu menyaingi kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat.

Dan upacara peringatan yang diperingati saat ini, kata bupati, sesungguhnya merupakan upaya semua untuk mengingatkan kembali tentang peran masing-masing, seperti peran guru, ASN. tenaga kesehatan dan lain profesi lainnya yang menunjukan masing-masing profesiu tersebut mempunyai tanggungjawab membangun dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.

"Dan ini harus menjadi komitmen bersama, seluruh stakeholder, “imbuh bupati.(PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN