HARI INI DUA WARGA PANGANDARAN DINYATAKAN POSITIF COVID-19 Bupati Pangandaran: “Pasien Positif covid-19 Mayoritas Merupakan Pemudik”

PANGANDARANNEWS.COM- Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Pangandaran bertambah dua orang, kedua pasien positif tersebut yang diketahui beralamat di Kecamatan Pangandaran. Satu orang pasien diketahui merupakan seorang pria yang baru datang dari Jepang yang saat kedatangannya di Pangandaran ia sudah menunjukan hasil swab tesnya negatif, tapi saat kembali menjalani tes swab di Pangandaran, dia dinyatakan positif.

Sementara seorang warga lainnya yang positif, sama merupakan warga Kecamatan Pangandaran, yang mempunyai riwayat perjalanan dari Bekasi berprofesi pekerja buruh bangunan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, kepada awak media Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, membenarkan, kedua pasien positif itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Saat ini kedunya sudah masuk ruang isolasi di RSUD Pandega, “terang Jeje. (5/6)

Jeje mengatakan, sejak awal ia melakukan mengetatan di perbatasan wilayah karena memang pihaknya lebih menekankan pada para pemudik.

Karena seperti diketahui, kata Jeje, warga yang tinggal di Pangandaran semua negatif sehingga baik sebelum hingga diberlakukan PSBB Pemkab Pangandaran melakukan pengetatan denga menempatkan sejumlah petugas di seluruh lokasi perbatasan akses masuk ke Pangandaran. Dan sejauh ini sudah dilakukan rapid tes terhadap 1.132 dan tes swab terhadap 2.020 orang.

“Jadi hingga saat ini pasien positif di Pangandaran sebanyak 5 orang. Dengan rincian satu orang sudah dinyatakan sembuh dan 4 lainnya masih diisolasi di RSUD Pandega, “kata Jeje.

Disoal hari ini mulai dibuka kembali obyek wisata Pangandaran, Jeje mengatakan, kondisi ini tidak mempengaruhi, pariwisata tetap dibuka tapi seminggu ke depan akan dilakukan evaluasi kembali.

Karena, menurut Jeje, selain aktivitas wisata tetap harus menggunakan protokol kesehatan covid-19, wisatawan yang datang pun diharuskan mwmbawa surat keterangan sehat dengan dilampiri hasil rapid tes dari daerah asal.

“Dan jika wisatawan tidak bisa menunjukan surat sehat, Pemkab Pangandaran pun akan menydiakan rafid tes yang akan ditempatkan di pos cek point, “ujarnya. (PNews)

PELAKSANAAN NEW NORMAL DI KOTA DI BANJAR GAGAL DILAKSANAKAN , INI PENJELASANNYA


BANJARNEWS- Pernyataan Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih di depan para awak media Selasa (2/6) setelah mengadakan rapat dengan Forkompimda, terkait pelaksanaan new normal atau Aktivitas Kebiasaan Baru (AKB) yang akan dimulai setelah kebijakan PSBB Provinsi Jawa Barat akan berakhir padatangga 12 juni 2020, dinilai tergesa-gesa.

Saat itu Ade menyampaikan, Pemkot Banjar siap untuk melaksanakan protokol new normal di tengah pandemi Corona (Covid-19), dan untuk mendukung kebijakan itu pihaknya  tengah menyusun aturan dengan merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan terkait new normal.

Kenyataannya, rencana pelaksanaan AKB atau new normal di Banjar gagal dilaksanakan dan pernyataan ini dikeluarkan setelah dilakukan rapat dengan Forkompimda, sehingga wali kota pun kembali mengeluarkan Peraturan Wali kota (Perwal) pemberlakuan kembali PSBB jilid ke tiga. Dalam perwal tersebut disebutkan bahwa PSBB jilid ketiga kembali dilaksanakan terhitung mulai Rabu tanggal 3 juni hingga Jum'at 12 juni 2020.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Wakil Wali Kota Banjar, H.Nana Suryana, menerangkan, gagalnya pelaksanaan AKB ini karena ada beberapa hal serta prosedur yang belum bisa ditempuh dan belum selesai, seperti standar operasionil protokol kesehatan AKB yang belum selesi dan dasar hukum berupa peraturan wali kota dan keputusan wali kota terkait pelaksanaan AKB belum ada.

“Sementara kita masih harus mempersiapkan SOP AKB, perwalnya, kepwalnya dan ijin dari kementrian kesehatan sebagai  pedoman pelaksanasn AKB , “ujarnya.(TITO)

PELAKSANAAN PROGRAM DAK HARUS AMANAH, TRANSPARAN DAN PENUH TANGGUNG JAWAB

TASIKNEWS-Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan sistem belajar mengajar di lingkungan sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), penyaluran bantuan fisik bangunan sekolah yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 siap diluncurkan dan mulai disosialisasikan.

Sosialisasi ini dilaksanakan melalui sistem Video Confrence (vicom) di aula kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dengan menghadirkan 1 orang perwakilan  kepala sekola dan dan 1 orang Komite Sekolah untuk 15 SD di Kecamatan Karangnunggal.

Sosialisasi ini juga turut dihadiri Kepala UPT Pendidikan Karangnunggal,  Acep, Spd., M.Mpd,  K3S, Ketua PGRI, Pengawas dan staf birokrasi UPTD..

Dalam sambutannya Acep, menyampaikan, pada implementasinya alokasi DAK fisik harus baik dan bisa dibertanggungjawabkan serta harus sesuai juklak juknis dari pemerintah.

Acep juga mengucapkan terima kasih pada pemerintah, karena walau saat ini dalam suasana Covid-19 namun DAK bidang pendidikan  masih tetap bisa disalurkan.

“Ini menunjukan sebuah konsistensi pemerintah dalam menjamin kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, “kata Acep. (4/6)

Sementara melalui video confrence, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Tatan Warsika, Spd., M.Pd, menyampaikan, dalam pelaksanaan program DAK ini harus betul-betul amanah, tranparan  dan penuh tanggung jawab.

“Dan yang paling pentng, tidak keluar dari regulasi yang telah ditetapkan dalam penerapannya agar tidak muncul berbagai masalah. ”tegasnya. (ANWARWALUYO)

KABAR GEMBIRA UNTUK CALON PENGANTIN, KINI AKAD NIKAH BISA KEMBALI DILAKSANAKAN DI KUA

TASIKNEWS-Seperti dirilis di sebuah media on line, Kementrian Agama telah mengeluarkan Surat Edaran  (SE) Dirjen Bimas Islam No.P-004 tentang pelaksanaan akad nikah  yang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan, Yang sebelumnya akad nikah dianjurkan untuk ditunda karena adanya pandemi virus corona, dan itu pun hanya bisa dilakukan di KUA bukan di tempat lain.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Karangnunggal, H. Didi, S,Ag, adapun bisa dilaksanakan di tempat lain selain di kantor KUA, sebelumnya diwajibkan membuat pernyataan di atas materai.

Dari hasil rapat dinas di Kabupaten Tasikmalaya, keputusannya mulai hari tanggal 3 juni 2020 akad pernikahan sudah normal kembali.

“Hanya tetap harus mengikuti pada aturan protokol Kesehatan Covid-19, walupun itu bukan kewenangan pihak Kemenag dalam pengaturannya, “kata Didi.

Hasil pantauan PNews di lapangan, memang saat ini sudah mulai banyak pasangan calon penganten baru yang mengantri untuk melangsungkan akad pertikahannya di Kantor KUA Karangnunggal, pasalnya memang sebelumnya sempat dilakukan penundaan karena pandemi Corona.

“Tentunya ini kabar baik bagi para calon pengantin karena mulai tanggal 3 juin akad pernikahan sudah bisa dilakukan kembali dengan normal, “ujarnya. (ANWARWALUYO)

POLRI, TNI DAN BPBD GELAR AKSI KEMANUSIAN DI SEPANJANG BANTARAN SUNGAI CIJOLANG BANJAR

BANJARNEWS-Kepolisian Resor Banjar Polda  Jabar,TNI dan BPBD menggelar aksi bantuan sosial  kemanusiaan kepada warga di sepanjang bantaran sungai Cijolang, Kota Banjar, dengan titik keberangkatan dimulai dari Dusun Bebedahan dengan menggunakan perahu karet.

Dala kegiatan ini, Kapolresta  Banjar, AKBP Melda Yanny, S.I.K., M.H, didampingi Wadanramil 1313/Ciamis, Kapten Arm. Yuni Ariyadi dan personel BPBD Kota Banjar pun menyisir sepanjang sungai Cijolang untuk menyalurkan bantun 130 paket bantuan sosial Peduli Kemanusiaan kepada para penambang pasir.

“Di atas perahu tadi kami sempet melakukan perbincangan dengan beberapa penambang terkait imbauan-imbauan protokol kesehatan dalam proses pencegahan berkembangnya virus corona  seperti menggunakan masker,cuci tangan dan jaga jarak , dan ternyata mereka sudah paham" ungkapnya.(3/6)

Melda berharap, bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban warga di tengah maraknya pandemi virus corona, dan berharap masyarakat bisa tetap sabar dan disiplin.

“Dan jangan lupa untuk senantiasa patuh pada himbauan pemerintah untuk tetap  menerapkan protokol kesehatan, terlebih Kota Banjar akan mulai menerapkan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru,,” tandasnya. (TITO)

KOTA BANJAR SIAP LAKSANAKAN AKB /NEW NORMAL

BANJARNEWS-Sejak berakhirnya masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada tanggal 2 Juni 2020, sekarang Pemerintah Kota Banjar siap melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New normal.

Alhamdullilah PSBB di Banjar sudah berakhir, kini pemkot akan segera persiapkan  jilid baru pelaksanaan AKB,” kata Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, saat ditemui PNews usai rapat dengan Forkopimda di pendopo. (2/6)

Ade mengatakan, setelah berakhir PSBB tahap ke dua dan Banjar masuk di zona hijau , AKB pun akan segera dilaksanakan setelah berakhirnya masa PSBB Provinsi Jawa Barat yang akan berakhir tanggal 12 Juni 2020 mendatang. Tapi Walaupun telah berakhir masa PSBB tahap kedua, aktivitas penjagaan chek poin di perbatasan tetap bejalan sampai berakhir PSBB propinsi Jawa Barat nanti

Dalam beberapa hari ini, kataAde, pemkot akan mempersiapkan ketentuan-ketentuan dalam pemberlakuan AKB. Dan ia pun menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik setelah pemberlakuan AKB nanti, karena justru mengajak masyarakat untuk bisa lebih disiplin dalam penerapan AKB ini.

“Dalam AKB ini masyarakat harus lebih maksimal dan disiplin mengikuti protokol kesehatan,”ujarnya.

Ade juga menjelaskan, dalam skenario AKB ini sektor ekonomi pun akan dibuka, tapi dengan tidak mengenyampingkan protokol kesehatan serta tetap menekan adanya pembatasan .

Disoal sanksi kepada warga yang melanggar, Ade mengatakan, para pelaku usaha yang tidak mengikuti protokol kesehatan tentunya akan diberlakukan sanksi, yang dibagi pada tiga tahap, antara lain, teguran, tulisan sampai penyegelan.

"Itu kita atur nanti dalam Peraturan wali kota,  "terangnya. (TITO)

PEMKAB TASIK SECARA RESMI BUKA KEMBALI SELURUH MASJID UNTUK TEMPAT IBADAH

TASIKNEWS-Setelah beberapa bulan pemerintah menghimbau agar kegiatan ibadah tidak dilakukan di mesjid, hari kemarin (2/6) Sekretaris Daerah Sekda (sekda) Kabupaten Tasikmalaya,  Dr. H. Mohamad Ze, secara simbolis membuka kegiatan keagamaan di Masjid Baiturahman Singaparna, menandakan dibukanya kegiatan ibadah dan kegiatan agama lainnya di mesjid-mesjid di seluruh Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Zen menyampaikan, meskipun mulai melakukan penerapan new normal atau adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun pembatasan serta protokol kesehtan covid-19 masih tetap dilakukan. Menurutnya, pemerintah tidak ingin penerapan new normal berarti masyarakat bebas beraktivitas dan lepas kendali.

Dalam kesempatan tersebut, Zen juga memberikan bantuan dari pemkab kepada Masjid Besar Kabupaten Tasikmalaya dan 39 Masjid Besar di tiap-tiap kecamatan, seperti masker, pembersih lantai, dan alat kebersihan lainnya.

“Dibukanya kembali kegiatan ibdah dan kegiatan lainnya di ini tetap dengan melaksanakan protokol Kesehatan, seperti mencuci tangan, jaga jarak,  memakai hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan disekitar lingkungan masjid, “jelasnya.

Dikatakan Zen, sesuai imbauan bupati Tasikmalaya, agar masyarakat tetap menjaga jarak minimal dua meter, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, membawa alas sujud (sajadah) masing-masing, menggunakan masker, tidak melakukan kontak fisik atau bersalaman.

Sementara Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar yang turut hadir dalam acara tersebut, menambahkan, ada sekitar 5.847 masjid yang dibuka secara resmi dibuka untuk digunakan jadi tempat ibdah dan kegiatan agama lainnya, termasuk 39 masjid besar di tiap-tiap kecamatan, 1.721 masjid di desa dan 172 musala di tempat publik.

“Seiring dengan penerapan PSBB yang mengarah kepada AKB, kami akan buka masjid secara penuh hari ini dan akan dipakai kegiatan keagamaan secara penuh,"ungkapnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB TASIK SALURKAN ALAT KESEHATAN UNTUK TEMPAT IBADAH DI KARANGNUNGGAL

TASIKNEWS- Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kecamatan Karangnunggal menerima bantuan hibah Alat Pelindung Diri (APD), masker, handsanitizer dan cairan disinfektan dari Pemkab Tasikmalaya, yang diserah oleh Ketua DMI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar, M.Pd dan diterima langsung Ketua DMI Kecamatan Karangnunggal,KH. Dadang serta disaksikan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP. M, serta dihadiri para tokoh Agama dan sebagian kepala desa, bertempat di aula kecamatan. (2/6)

Mewakili Bupati Tasikmalaya, KH Dede Saeful Anwar, MPD mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi para tokoh agama, DKM dan masyarakat di seluruh kecamatan serta desa yang terdampak wabah Covid-19.

Da tujuan penyaluran melalui DMI ini, kata Dede, dalam rangka upaya menyikapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan sistem sayap yang lebih luas dan menyeluruh guna percepatan penanganan pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Jadi dalam penanganan covid-19 ini pemerintah meminta bantuan dan partisipasi para sesepuh Agama, para Kiyai, Ajengan yang secara emosional dinilai sangat dekat dengan masyarkat,” jelas KH Dede mewakili penyampaian Bupati.

Dede menambahkan, sekitar 5.874 masjid yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sekarang sudah diperbolehkan kembali untuk melakukan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya tapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta bisa menyesuaikan diri dengan New Normal atau kebiasaan kehidupan baru, seperti  jaga jarak, selalu pakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan pakai Sabun di tiap tempat ibadah (masjid, pesantren atau madrasah).

 “Dengan dibukanya kembali tempat-tempat ibadah, pesantren dan tempat kegiatan pendikan agama, ini dimaksudkan agar tidak terjadi fitnah bahwa santri dan lingkungan keagamaan sebagai tempat tumbuhnya penyebaran pandemi Covid-19, “terang Dede.

Untuk melengkapi bantun ini, imbuh Dede, nanti akan dihadirkan petugas kesehatan sehingga bisa  terjalin net working atau kerja sama yang baik antara lingkungan keagamaan dan pihak kesehatan.

Sementara Camat Karangnunggal Asep M Dahliana, STp, MM, dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pemerintahan kecamatan mengucapkan terimakasih pada Pemkab Tasikmalaya yang telah memberikan bantuan ini yang diperuntukan khusus di lingkungan tempat ibadah dan tempat kegiatan agama lainnya.

 “Mudah-mudahn bantuan ini bermanfaat dan semoga musibah yang kita hadapi ini segera berakhir sehingga  mayrakat pun bisa berakvitas seperti biasa lagi, “kata Asep. (ANWARWALUYO)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 02 JUNI 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari selasa tanggal 02 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.


KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total             : 3 orang
Sembuh                  : 1 orang
Masih Perawatan          : 2 orang
WNI                     : 3 orang
Laki2             :  2 orang
Perem          : 1 orang

Usia
20 - 29          :    orang
30 - 39          :    orang
40 - 49          : 2 orang
50 - 59          :    orang
60 - 69          : 1 orang


DALAM  PENGAWASAN:

DALAM  PENGAWASAN:

1. Total                                     : 10 orang
2. Selesai                                  : 5   orang
  - meninggal                            : 5   orang

Ket :
a. Diagnosa                  : Diabetesmellitus
b. Diagnosa                  : Stroke
c. Diagnosa                  : TB
d. Diagnosa                  : Phlegmon
e. Diagnosa                  : Stroke
3. Msh pengawasan          : 0   orang
4  Laki-Laki                  : 5   orang
5. Perempuan                  : 5   orang
6. WNI                  : 10 orang
7. WNA                          : 0   orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19                     : 1   orang
20-29                  : 1   orang
30-39 :
40-49                  : 1   orang
50-59                  : 2   orang
60-69                  : 3   orang
70-79                  : 2   orang

DALAM PEMANTAUAN:

1. Total                           : 545 orang

2. Selesai                   : 535 orang

3. Msh pemantauan                   : 10  orang

4. Laki-Laki                   : 338 orang

5. Perempuan                   : 207 orang

6. WNI                   : 540 orang

7. WNA                   :   5   orang

8. Usia :

< 5 th                   :  11 orang

6-19                      :  73 orang

20-29                   : 225 orang

30-39                   :  79 orang

40-49                   :  70 orang

50-59                   :  46 orang

60-69                   :  30 orang

70-79                   :   8 orang

>80                                :   2 orang


ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL                   : 83 orang

SELESAI                   : 65 orang

MASIH PEMANTAUAN   : 18 orang



HASIL LAB. SWAB

Positif                               :       2 orang

Negatif                             :   126 orang

Menunggu hasil            :   885 orang

Jumlah                             : 1013 orang



HASIL RAPID TEST


Positif                               :      4 orang

Invalid                               :      8  orang

Negatif                            :1980  orang

Total                                 :1992  orang


Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya up date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 02 Juni  2020 :




























UNTUK MERINGAN BEBAN, PARA PETUGAS PARKIR BERHARAP BANTUAN SEMBAKO DARI PEMKOT TASIK

TASIKNEWS-Akibat pandemi  Covid-19 yang terjadi beberapa bulan ini, dampaknya dirasakan juga para petugas parkir di Kota Tasikmalaya.

Seperti diungkapkan Muhtarom, salah seorang juru parkir di Jalan HZ. Mustofa, akibat pendemi covid-19 yang terjadi sekitar 3 bulan ini membuat pendapatan parkirnya menurun drastis.

“Sudah tentu upah yang saya bawa ke rumah pun sangat sedikit, “ungkanya.(1/6)

Pria  35 tahun pun berharap, Pemkot Tasik bisa meberikan bantuan untuk membantu kebutuhan rumahtangganya. Karena selama pandemi ini, menurutnya, belum ada bantuan apa pun yang ia terima.

Padahal, imbuhnya lagi, petugas parkir merupakan kepanjangan tangan pemkot untuk mendapatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi parkir. Karena walau pun disesuaikan dengan pendapatan, ia tetap wajib untuk menyetor hasil parkir ke pemkot melalui Dinas Perhubungan.

“Saya berharap setoran di masa pandemi ini bisa diringankan atau pemkot bisa memberikan bantuan paket sembako atau lainnya, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

WARGA TASIK MENYAMBUT GEMBIRA KOMPLEK DADAHA DIBUKA KEMBALI

TASIKNEWS-Sejak  pademi  covid 19 pekan lalu sporcenter di komplek Dadaha  Kota Tasikmalaya sempat ditutup, sehingga arena yang biasa digunakan warga untuk jogging di sepanjang area tersebut pun nampak sepi.

Tapi sejak tanggal  1 juni 2020, kembali komplek tempat olahraga masyarakat ini pun dibuka kembali, sehingga beberapa warga pun nampak mulai terlihat kembali melakukan lari pagi atau aktivitas olahraga lainnya.

Tentunya hal ini pun disambut gembira, salah satunya seorang pedagang yang biasa berjualan di seputar komplek, Pudin, ia menaguku merasa senang karena sekarang bisa berjualan lagi seperti waktu lalu.

Alhamdulillah setelah beberapa bulan tidak buka, sekarang saya bisa mencari nafkah lagi disini, “ujarnya.(1/6)

Seperti diketahui, sejak diberlakukannya PSBB di Kota Tasik, sejumlah tempat wisata termasuk Komplek Olahraga Dadaha pun ditutup karena dikhawatirkan menjadi tempat penularan covid-19. (ANWARWALUYO)

DESA MARGALAKSANA OPTIMALKAN KINERJA RT/RW MELALUI PEMBINAAN PENINGKATAN DAN KAPASITAS

TASIKNEWS-Untuk memaksimalkan kinerja Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga ( RW) se- Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, pihak desa menggelar kegiatan latihan peningkatan dan kapasiatas melaui pembinaan, yang dilaksanakan di aula desa.(30/05)

Di depan para peserta latihan, Kepala Desa Margalaksana,  Ajat Sudrajat menyampaikan, pembinaan dan peningkatan  kapasitas  perangkat desa dari mulai Rt dan Rw serta lembaga BPD ini merupakan program desa dari anggaran  Dana Desa (DD) tahun 2020.

Sementara Camat Sukaraja H  E. Agus Muslim, dalam sambutannya mengatakan, Rt dan Rw mempunyai peran yang sangat penting dan strategis sebagai ujung tombak penyelenggaraan kegiatan pemerintah Desa Margalaksana dan Pemkab Tasikmalaya karena Rt dan Rw merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga,  seluruh harus mengetahui serta memahami dan mampu mensosialisasikan program-program yang dilaksanakan di desa.

Agus menambahkan, peningkatan dan kapasitas Rt dan Rw juga sangat penting karena ini merupakan upaya untuk peningkatan kapasitas dalam mewujudkan pemerintah yang kuat serta mendorong berbagai percepatan program.

“Mudah - mudahan melalui kegiatan ini dapat memberikan output positif pada roda pemerintahan serta dapat membantu kelancaran tugas - tugas yang diemban RT dan RW, "pungkasnya. (ANWARWALUYO)

POLRES BANJAR SIAP DUKUNG KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANJAR DALAM PELAKSANAAN NEW NORMAL

BANJARNEWS-Dari selrh kabupaten-kota di Jawa Barat, Kota Banjar masuk saat ini ada pada  kategori zona hijau sehingga Banjar menjadi salah satu daerah yang bisa melaksanakan New Normal setelah masa berlaku Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berakhir pada tanggal 2 Juni 2020 mendatang.

Menyikapi kebijakan hal ini, Kepoliaian Resort Banjar Polda Jabar segera mempersiapkan pelaksanaan New Normal ini,salah satunya dengan mengaktifkan kembali dua sarana ibadah (mesjid) yag ada di lingkungan Mapolres dan Kapolsek Banjar untuk mendukung kebijakan ini.

Seperti disampaikan Kapolres Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi Melda Yanny,S,I,K, M.H melalui Paur Subag Humas Polres Banjar, Aipda Ruslan Kurnia, pengaktipan dua sarana ibadah di lingkungan Mapolres dan polsek ini tentu tidak lepas dari protokol kesehatan.

Ruslan juga menyampaikan, saat ini seluruh personel Polres Banjar sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar sarana ibadah baik di Mapolres maupun di mapolsek sekaligus memberikan garis pembatas jaga jarak di dalam mesjid  untuk pelaksanaan para  jamaah ketika melaksanakan ibadah.

“Dengan di berlakukannya New normal, semua pasilitas  kami buka namun tetap dalam protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun, karena itu bagian dari upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, “jelas Ruslan.(29/5)

Ruslan menambahkan, dengan diterapkannya new normal  atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) masyarakat harus semakin waspada serta meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dapat terwujud.

“Masyarakat dapat hidup normal sehingga diharapkan perekonomian masyarakat pun bisa berjalan seperti biasanya, “imbuhnya. (TITO)

OBYEK WISATA PANGANDARAN SEGERA DIBUKA, WISATAWAN HARUS KANTONGI SURAT KETERANGAN SEHAT RAPID TEST

PANGANDARANNEWS.COM-Rencana membuka kembali obyek wisata yang awalnya akan mulai dibuka tanggal 10 juni 2020, kini Pemkab Pangandaran merencanakan untuk mempercepat pada tanggal 5 juni 2020.

Seperti disampaikan Bupati Pangndaran, H. Jeje Wiradinata, hasil rapat dengan gubernur Jawa Barat melalui video comfrence (29/5), gubernur pun telah menyetujui hal ini.

"Setelah dievaluasi bersama rencananya wisata kita buka tanggal 5 Juni 2020, tapi ini juga  tergantung kesiapan para pelaku wisatanya,"kata Jeje, lewat telepon celullernya. (30/5)

Lebih jauh Jeje menyampaikan, terkait pembukaan wisata ini ada beberapa hal yang wajib dilakukan sesuai protokol kesehatan covid-19, seperti hunian hotel maksimal 50 persen dari jumlah seluruh kamar, tetap menerapkan JJCM (Jaga Jarak, Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pakai Masker) dan lainnya. Dan hal ini dalam seminggu akan dievaluasi sehingga jika semuanya sudah tidak ada masalah, maka tanggal 5 juni mendatang pun wisata Pangandaran bisa mulai dibuka, tapi sebaliknya jika masih ada masalah tentunya wisata Pangandaran pun belum bisa dibuka.

 “Nanti kita suruh para pelaku wisata pun untuk menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan sarat-sarat tersebut, karena yang terpenting memang kesiapan mereka sendiri, “kata Jeje lagi. 

Ada beberapa alasan kenapa wisata Pangandaran akan dibuka, menurut Jeje, hasil  rapat evaluasi dengan Gubernur Jawa Barat melalui video comfrence, karena Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masuk dalam zona biru, artinya ini diperbolehkan untuk kehidupan normal walau pun tetap harus hati-hati.

Selain harus mengikuti protokol kesehatan, lanjut Jeje, para wiatawan yang datang ke pangandaran pun harus mengantongi surat keterangan sehat dan hasil rapid test, dan ini juga diberlakukan kepada siapa saja yang akan memasuki wilayah Pangandaran. 

"Jadi masyarakat yang akan masuk ke wilayah Pangandaran harus menunjukan dokumen tersebut kepada petugas di pos cek poin di perbatasan dan di toll gate wisata untuk para wisatawan, “

Sementara menanggapai kebijakan pemda, secara terpisah Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana mengatakan, seluruh pelaku usaha wisata hotel dan restoran siap melaksanakan prosedur tetap (protap) saat nanti obyek wisata Pangandaran dibuka kembali.

Kata Agus, pihaknya pun bersedia untuk membuat serta menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan, seperti  seluruh karyawan hotel dan restoran harus menggunakan masker, menggunakan sarung tangan menyediakan tempat cuci tangan dan membatasi jumlah hunian wisatawan hingga 50 %.

Agus mengakui, masalah protokol kesehatan ini pun menjadi penting karena PHRI juga harus lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan pada wisatawan, karena dipastikan pengunjung akan banyak berinteraksi baik dengan karyawan hotel atau pun restoran.

"Saya tetap harus fokus dengan kesehatan seluruh anggota kami, karena interaksi antara wisatawan dengan karyawan hotel dan restoran memang sangat rentan, dan  Justru yang harus kita jaga, “tegas Agus.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabpaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman menambahkan, pihaknya tengah mempersiapkan rencana pembukaan kembali obyek wisata di Kab Pangandaran baik dengan cara mensosialisasikan kepada para pelaku wisatanya maupun mempersiapkan kawasan obyek wisata yang steril dengan menyemprotkan cairan disinfektan di berbagai tempat fasilitas umum yang ada di obyek wisata. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN